Selasa, 27 Desember 2016

kotakkotak kehidupan


"manusia, dengan segala standar yang mereka buatbuat, dalam hidup yang mereka kotakkotakkan."

kalimat pembuka saya dapat hasil dari berselancar dunia blogger, maaf sekali saya lupa alamatnya, mohon jika ada yang mengenali sila saya berkenan dikoreksi.

setelah membaca kalimat tersebut lagi dan lagi di status plurk saya yang sudah saya tandai, saya berpikir "alangkah pas nya dengan kondisi manusia sekarang ini. di Indonesia terutama, dengan polemik berkepanjangan meyangkut politik dan agama".

saya tau ini topik yang sensitif, apalagi sekarangsekarang ini. kamu salah ketik sedikit saja siapsiap jadi viral dan bisabisa dianggap hate speech, trus didatengin kapolri, melanggar UUITE yang sampai saat ini saya ga tau isinya apa.

sampai detik ini saya berhasil menahan keinginan untuk komentar ataupun berbagi tautan untuk isuisu yang sangat sensitif ini. dan hamdalah, saya sudah menghentikan aktif di beberapa akun media sosial, facebook sudah menuju tahun keempat sejak saya terakhir kali menulis status, BBM already uninstalled, twitter juga sudah uninstall hanya cek via browser untuk update info terkini, kemudian path hahahahaha deleted account permanent is successful, apa lagi, yaa? instagram, sudah dua tahunan apus acc ga niat bikin lagi, google + sudah banyak sawangnya kali. memang ada beberapa yang masih aktif, like plurk, pinterest, goodreads, blogger. dan sebisa mungkin saya membatasi interaksi ataupun tindakan yang bisa jadi menyakiti pihak pro atau kontra, apapun itu isunya.

kembali soal kotak mengkotakkan. benarlah bahwasannya manusia itu hidup dengan standar masingmasing, including me, saya juga punya standar yang jadi acuan menjalani hidup ini. kemudian setelah standar yang diciptakan oleh pribadi masingmasing, munculah kotakkotak imajiner tempat semua pikiran memisahkan mana yang layak dan mana yang tidak layak.

sebenarnya, apa yang membuat manusia mengkotakkotakkan hidup mereka? menurut saya ada beberapa kemungkinan ;

1. sifat / pembawaan diri
memang kita tidak bisa memungkiri bahwa dalam sebuah kelompok, mungkin saja ada beberapa orang yang berbeda sifat bisa akurakur saja, tapi perihal kotak ini bahkan bisa tumbuh dalam satu komunitas yang solid sekalipun. seseorang akan lebih cocok dengan teman yang sesifat dengan dirinya, dengan pembawaan yang sama seperti dia.

2. pemikiran
apa yang lebih menyenangkan dari bertemu orang yang sepemikiran dengan kita? orangorang yang punya visi yang sama, pendangan hidup yang sejalan, dan hasil pikiran yang saling menyerupai? kita selalu suka dengan pemikiran yang menghasilkan pendapat dari orang yang satu ide dengan kita, satu pandangan, satu kesimpulan.mengapa banyak orang yang bertengkar hanya karena berbeda pendapat dalam sebuah kolom komentar? kotakkotak pemikiran lah jawabannya.

3. pembenaran dan keuntungan
contoh nyata adalah diri saya sendiri, saya pun cenderung menyetujui dan berada di sisi yang lebih menguntungkan bagi saya, dan lebih menyetujui serta membenarkan pendapat yang membenarkan saya. jadilah, opini  lain tertutup kotakkotak, lagi dan lagi.

lantas apakah salah memiliki standar hidup? jelas tidak, justru setiap orang berhak dan wajib memiliki standar hidup untuk dirinya sendiri yang menyokong keberadaan dia di dunia. permasalahkan bukan pada standarnya, tapi pada kotakkotak yang dibuat setelah mengamati dan menyeleksi kehidupan sekitarnya.

saya jengah, dengan berbagai status menyudutkan yang saling merasa benar. pro-kontra yang menyebabkan kita bermusuhan dan pada akhirnya semakin terkotakkotak. ini tidak hanya untuk kasus yang sedang on fire saat ini, kotakkotak ini sudah ada sejak lama, bahkan sejak kita ada di sekolah dasar, disadari atau tidak.

mengapa harus mengkotakkotakan, menghasilkan kebencian yang hanya akan berakhir dengan sindir menyindir, unfriend unfollow, dan bahkan mendoakan keburukan untuk sesamanya? mengapa banyak bicara sementara ilmu kita bahkan jauh di bawah orang yang kita hina?

apakah pantas kita mengatakan hal buruk pada orang yang tidak sependapat dengan kita? apakah pantas menganggap orang lain lebih rendah hanya karena ia tidak satu pemikiran dengan kita? hanya karena kita dikelilingi atau memilih berada disekitar orangorang yang setuju dengan kita, apakah hal yang wajar menganggap orang lain yang berbeda itu bodoh, kolot, dan tidak open-minded saat memiliki perndapat yang jauh berbeda? lantas di mana letak freedom dan toleransi yang selama ini diagungkan sementara kita masih saja menghakimi orang yang tak sama dengan kita.

mengapa harus mengatakan orang lain munafik hanya karena di media sosial dia berdiam tak bersuara saat sebagian besar manusia sibuk saling berteriak lewat dunia maya? mengapa harus menganggap orang lain tidak berbesar hati saat sulit memaafkan kesalahan orang yang nyata dan mengingikan penegakan hukum setinggitingginya? see, bahkan soal hukum yang sudah jelas pun baik agama dan negara saja kita terkotakkotak.

mengapa menganggap intoleran pada mereka yang tak mau ikut merayakan atau sekadar mengucapkan selamat pada hari besar agama lain? atau mengapa menganggap kafir pula kepada dia yang ikut membantu menjaga keamanan, membantu bersihbersih tempat ibadah, menjadi saksi ibadat agama lain? apakah sebegitu dalam kebencian pada keyakinan yang berbeda dengan kita?

saya meyakini, perkataan Tuhan saya bahwa, "untukmu agamamu, untukku agamaku", dan saya yakin setiap orang pun begitu dengan keyakinannya masingmasing. jika tak sampai ilmu, maka janganlah berprasangka buruk pada orangorang yang jauh lebih pandai, jauh lebih soleh, jauh lebih takwa. mungkin selama ini kita tidak lantang bersuara atau hanya ikutikutan saja, yang penting suka pendapatnya dan satu selera. sayangnya, apapun yang keluar dari diri kita, kata yang terucap jelas atau sekadar tertulis dalam baris kalimat, bahkan prasangka yang hanya tertahan dalam hati, semua akan ada pertanggungjawabannya.

kotakkotak kehidupan memang dibutuhkan, namun pertajamlah setiap sisinya untuk melindungi keyakinanmu pada standar dan prisip hidupmu yang akan mengokohkan keimananmu dan menjadikanmu lebih bijaksana memahami perbedaan, bukan untuk menggores kotakkotak lain, sehingga akan saling meretakkan untuk kemudian hancur berserakan.

entah sampai kapan kita harus menunggu kotakkotak itu menjadi lingkaran yang pastinya tidak utuh satu, namun setidaknya saling beririsan dengan kasih sayang dan rasa kemanusiaan.

Minggu, 25 Desember 2016

tidak ada kebahagiaan di sana!




masa lalu sudah mati, tak usah diungkit lagi. (hal. 157)

ada dalam sebuah kisah, pertanyaan seorang guru kepada muridnya, "apa yang paling jauh?" dan jawabannya adalah masa lalu. masa lalu tidak bisa kau panggil kembali, sekalipun melalui alam mimpi. ia sudah lewat, sudah mati, kecuali dalam kenangan dan memori otak dan hati kita. ia tidak bisa hidup dan datang lagi sekarang, selain melalui putaranputaran kerinduan yang kita ciptakan sendiri.


masa lalu sudah lewat, tapi kamu masih disiksa masa lalu. listen, tidak ada kebahagiaan di sana. yang lalu biarlah berlalu. (hal. 158)



apa yang menyebabkan kita begitu mencintai kenangan? karena berisi kisah indah? jangan salah, yang menyakitkan saja masih tersimpan rapi. menunggu perintah untuk membuka kotak penyimpanannya perlahanlahan. bukanlah suatu kesalahan menyimpan kenangan, hanya saja pilihlah yang tidak menyiksamu, pilih yang ketika mengingatnya kamu tak merasa sesak dan terluka. sehingga perlahan, sekalipun menyedihkan, semua akan baikbaik saja. sebab tidak ada kebahagiaan di sana, tidak ada kebahagiaan selain kelelahan karena kau menginginginkan hal yang sama terulang, atau mengulang waktu agar hal yang menyedihkan dapat kau ubah.



kehilangan justru membuka mata lebih lebar. dia menyadarkanku, kehilangan adalah untuk menemukan. ada menemukan, ada kehilangan. (hal. 157)



lagi, tidak ada kebahagiaan di sana. kali ini dalam masa lalu berkaitan dengan kehilangan. jangan menyangkal, kita pernah kehilangan sesuatu, seseorang, bahkan kehilangan perasaan kita. tapi, bukankah setelah kehilangan kau akan menemukan. sebab hilang artinya sesuatu terlepas dari kita, dan itu pasti bukan yang terbaik, sebab yang terbaik tidak akan pernah tergantikan. terima semua kehilangan itu, sebab itulah satusatunya jalan untuk menemukan, kau tidak akan pernah menemukan sebelum kau kehilangan.



p.s. lupa buku apa, jadi cuma nulis halamannya.


p.s.s yaaAllah, akhirnya posting lagi. lewat hape, maafkan kalo acakacakan, lagi ga bisa post pake laptop.

Sabtu, 06 Februari 2016

beautiful things


beautiful things, don't ask for attention.

saya pernah kepikiran apa sih makna "beautiful" sesungguhnya, sampai akhirnya saat saya sedang menjelajah Pinterest saya menemukan sebuah quotes yang diambil dari salah satu buku dan film berjudul, "The Secret Life of Walter Milty" dan langsung yang, "eh, iya juga".

setelah itu mulai mikir dan sok berfilosofi apa maksud kalimat tersebut, kenapa sampai ada yang menyimpulkan bahwa "keindahan tidak pernah meminta perhatian", saya jadi ingat dengan pembicaraan waktu masih SMA dengan beberapa teman :

"iyalah, gue kan baik." | "mana ada orang baik ngomongngomong kalau dia baik"

semacam itulah, yang intinya, kalau seseorang memang baik hati dia ga akan ngomong ke manamana kalau dia baik, sama seperti wanita yang cantik dia ga akan bilang kemanamana kalau dia cantik, atau seseorang yang sukses dan kaya raya (harta) ga akan pernah menggembargemborkan kekayaannya atau pamer apa saja yang ia punya, karena tanpa mereka berusaha menunjukkan, alam sendiri yang akan memberitahukan ke seluruh penjuru semesta apa yang mereka punya.

pantai yang indah, gunung gagah menawan, pemandangan yang cantik, orang yang tulus memiliki hati yang baik dan membantu sesama, semua itu tidak pernah mencari perhatian. serius. dalam bentuk apapun, terlebih #kode dan #pencitraan kalau mereka mencari perhatian, fix mereka tidak seindah yang terlihat atau yang dipamerkan.

semakin saya merenungi dan memikirkan saya semakin menyukai quotes ini, benarbenar memberikan kesempatan untuk diri sendiri supaya introspeksi, apakah saya memang baik atau melakukan sesuatu hanya agar dianggap "indah" oleh orang lain. jujur saja, saya muak dengan orangorang yang #pamerterselubung tapi ga mau ngaku. kayak orang yang jam 03.00 pagi bangun dan tahajud, harus update status, bbm, twit, path, dll dsb? untuk apa? supaya orangorang tau kamu bangun jam segitu trus solat tahajud? iya kalau solat, kalau abis itu tidur lagi? atau seperti beberapa waktu lalu yang saya lihat di home facebook, ada -banyak- orang yang serius, itu pamer. ga usah melengos dan berdalih bukan bermaksud pamer, riya, dan hanya ingin bercerita sambil berbagi nasehat. mana ada orang yang 'ngelurusin niat' pake bilangbilang ke medsos segala, tjuy? yang ada mending tausiyah atau cerita dengan nasehat, pake orang ketiga, jangan diri sendiri.

kita hidup dijaman yang segala sesuatu diukur dari update social medianya, semua hal dilihat dan diambil kesimpulannya dari apa yang dia ucapkan di jejaring sosialnya. saya ga pernah abis pikit dengan orang yang ngakungaku baik, kaya, cantik, i mean kalau seseorang memang memiliki semua itu dia ga akan pamer, deh. asli. ga akan repot ngakungaku atau memperlihatkan pencapaiaannya, mereka ga akan ; cakep dikit, cekrek - beli barang branded, cekrek - abis nolongin semut, cekrek #YHA

mereka ga akan repot ngasih tau ke seluruh dunia, karena tanpa mereka ngasih tau dunia pun akan tau. kalaupun dunia dan seisinya ga tau, atau ga memberikan pujian pun ga akan mempengaruhi apapun dalam hidupnya karena dilihat ataupun engga, dipuji atau bahkan dimaki sekalipun, yang ada dalam dirinya ga akan berkurang.  serius, deh, ga akan berkurang keindahan yang kamu punya, dalam bentuk apapun itu, sekalipun kamu ga pernah berusaha untuk ngatih tau ke orangorang. kamu tetap baik, tetap kaya, dan tetap cantik.

kamu cantik, trus kamu posting fotofoto selfie yang menunjukkan kecantikan kamu, apa dengan itu kecantikan kamu bertambah atau berkurang? ga, kan. yang ada komentar dan "pengakuan" yang didapat, entah tulus atau minta diakuin balik, toh sering ada yang komen, "kamu cantik" trus dibalesnya "makasih yang lebih" duh kurang alay apa coba? wkwkwk. 

kamu kaya, trus ngasih tau punya mobil, bisa beli tas mahal yang asli ga kawe, atau pamer tiket nonton Liverpool langsung di Anfield, duh dek, sungguh berlebihan. padahal ga pamer sekalipun harta kamu toh ga bakalan berkurang, ga kamu pamerinpun kamu tetap akan dikenal sebagai oramg kaya. 

kamu soleh/solehah? rajin ibadah? selalu meluruskan niat dan selalu bersyukur atas semua pemberian Tuhan? pentingkah buat kamu untuk ngasih tahu s eluruh dunia kalau kamu begitu? kalau kamu dekat dengan Tuhanmu, mencintaiNya begitu dalam? memangnya kalau kamu ngasih tau keorangoran g apakah itu akan nambah amal kamu? seyakin apa kamu mampus menepis keinginan riya dalam niat? padahal, dengan ga bilangbilang semua pahala akan terjaga.

kita bahkan sebenarnya hanya meyakinkan diri sendiri tentang apa yang kita punya. dan berusaha menghibur diri sendiri bahwa apa yang kita alami atau yang terjadi dikehidupan kita memang seperti yang selama ini kita perlihatkan di dunia maya, seperti yang selama ini kita tunjukan kepada orangorang. padahal, terlepas semua itu, kita punya the real life, di mana segala sesuatu yang ada itu nyata, kita perjuangkan sedemikian rupa sesuai dengan apa adanya. ga perlu repot meyakinkan orang lain, karena kalau mereka memang yakin mereka ga akan butuh pembuktian, tapi kalau mereka ga yakin mau kamu jungkir balik ngotot pun, kamu ga akan dapet apaapa.


sekarang kita memang hidup di dunia yang "apaapa harus diberitahukan ke oranglain", mau makan foto dulu makanannya, mau jalanjalan posting dulu tiketnya, cek in di rumah makan-hotel-mall-bioskop sebelum atau sesudah ber aktifitas di sana. jujur aja, saya juga gitu, kok, duluuuuu, dan sekarang masih terus berusaha untuk menahan semua hasrat /tsaelaaah/ pamer. ya, kan, pamer, kan, namanya, kalau apa apa kamu posting, bahkan sekedar bersyukur kepada Allah aja dikasih tau, yaa, niatnya mungkin baik, bisa jadi agar oranglain ikut berusaha beribadah supaya mendapat keistimewaan yang sama. tapi, apakah harus?

apa gunanya nunjukin ke orang lain tentang apa yang kita rasakan? nih, saya kasih tau, yaa, sebuah teori yang saya percaya sampai sekarang :
kalau kamu posting kebahagiaan, 50% ga perduli - 50% ga suka
posting kesulitan-kesedihan, 20% ga perduli - 80% senang dengan keadaan tsb
posting marahmarah, 100% seneng karena merasa mereka yang baca ga punya emosi yang sebesar tukang postingnya.

yah, ini, sih, emang teori amatir, yak. ga harus dipercaya juga. cuma sekadar penelitian kecil ((terutama ke diri sendiri-hahahaha)) dan mungkin kalian akan menilai, ini yang nulis blog nyinyir amat hidupnya, wkwkwkwkwk. intinya, berhentilah menunjukan emosi berlebihan kepada orang lain yang boleh jadi terganggu dengan sikap kita. apasih susahnya menyimpan untuk diri sendiri? ah, saya pikir ga susah, lah, toh kalau di diri kita ada kejelekan kita sekuat tenaga dan upaya untuk menutupinya, kan? jadi, ga sulit, dong, menyembunyikan kebaikankebaikan kita juga?

percaya, deh, kalau kamu memang 'beautiful', semesta raya ini yang akan nunjukin dengan caranya sendiri. kamu ga perlu tahu gimana penghuni langit dan bumi bakal tahu, yang kamu perlu hanya berbuat baik, dan ikhlas, tanpa harus kamu perlihatkan atau umbar kemanamana. jadi, inget, yaa, yang beneran, ga akan capek nunjukin ke orangorang. mereka hanya berbuat yang seharusnya. 

ps. semoga kelak, jika Allah berkenan memberikan, seseorang yang hanya menyimpan rasa cintanya untuk saya ketahui diamdiam, hanya saya yang tau seberapa besar cintanya untuk saya, ga perlu dia kalau saya lagi sakit atau lagi kenapakenapa dia pengumuman tentang perhatiannya dan perasaannya. karena tanpa dia tunjukan ke seluruh dunia, pun, saya pasti tahu. ((udah, ah, baper))

Senin, 11 Januari 2016


for everytime i wonder, what should i do with this feeling.

Kamis, 07 Januari 2016

red tulip


Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi yang tingginya antara 10-70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan dan bunganya berukuran besar terdiri 6 helai daun mahkota. Tulip hasil persilangan menghasilkan bunga berwarna tunggal yakni merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu atau berbagai macam kombinasi dan gradasi warna. Tulip menghasilkan biji-biji berbentuk bundar pipih yang dibungkus kapsul kering.
  
Pada mulanya bunga Tulip tumbuh liar di kawasan Asia Tengah dan Asia Barat. Kerajaan Ottoman Turki terpikat pada keindahan dan kesempurnaan bunga Tulip dan mulai membudidayakan bunga tersebut sejak tahun 1000 M. Motif-motif bunga Tulip sudah sejak lama banyak dipakai dalam seni ornamen Persia dan Turki. Nama yang diberikan orang Eropa untuk Tulip berasal dari bahasa Persia untuk sorban (bahasa Persia: دلبنت, dulband) karena bunga Tulip ketika belum mekar sepenuhnya bentuknya terlihat seperti sorban.

Jenis-jenis Tulip yang sudah dikenal sejak zaman dulu mempunyai motif garis-garis, coretan kuas, jilatan api atau mempunyai warna lain pada bagian-bagian tertentu daun bunga, sedangkan jenis-jenis yang lebih baru mempunyai pola aneka warna pada daun bunganya. Sentuhan warna lain pada warna dasar bunga Tulip disebabkan perubahan pigmen di bagian atas dan bagian bawah bunga.

Infeksi virus mosaik yang dibawa serangga sejenis kutu menyebabkan terjadinya jenis Tulip langka dengan motif indah seperti coretan kuas yang diburu orang Belanda sewaktu demam bunga Tulip mania. Virus mosaik menyebabkan tanaman Tulip menderita dan mati perlahan-lahan, walaupun bunga yang dihasilkan menjadi sangat indah. Sekarang ini, virus mosaik dapat dikatakan sudah hampir musnah dari ladang-ladang bunga Tulip.

Di Kerajaan Ottoman dan Belanda, tingginya permintaan atas Tulip yang tidak diimbangi pasokan yang cukup menimbulkan fenomena yang disebut Tulip mania. Permainan harga Tulip oleh para spekulan juga menjadi salah satu sebab kemunduran ekonomi Kesultanan Ottoman.

Belanda setiap tahunnya mengirimkan bunga Tulip untuk ditanam di kota Ottawa sebagai ucapan terima kasih kepada Kanada yang membebaskan Belanda dari Nazi Jerman dan sewaktu zaman pendudukan bermurah hati menyediakan tempat bermukim Ratu Juliana yang pada waktu itu masih puteri mahkota.

Bunga Tulip merupakan suatu simbol cinta dan indahnya kehidupan dunia. Berbicara mengenai keindahan bunga Tulip yang selalu indentik dengan negara Belanda memang tidak ada habisnya. Karena kecantikannya banyak orang yang sulit untuk mengungkapkannya dengan kata-kata. Bahkan hanya untuk melihat pemandangan yang luar biasa indah dari bunga-bunga berwarna segar dan cerah tersebut, banyak wisatawan yang berbondong-bondong untuk berkunjung ke negara Belanda. Negara Belanda adalah surga taman bunga yang memukau sepanjang tahun, bahkan ketika musim semi telah berganti. Anna Paulowna adalah salah satu nama kota di negara Belanda yang menjadi terkenal karena keindahan taman-taman bunga Tulipnya. Kota tersebut terletak di bagian Belanda sebelah utara (Noord Holland). Anna Paulowna adalah nama yang dimiliki oleh istri raja Willem II dari Belanda yang berasal dari Rusia. Kota tersebut dinamakan seperti itu untuk menghormatinya. Wisatawan yang berkunjung ke taman-taman bunga di kota Anna Paulowna akan selalu dapat melihat dan menikmati pemandangan yang tidak terlupakan dari keindahan bunga-bunga ciri khas negeri kincir angin tersebut.

Pada bulan Maret di Belanda, terlebih dahulu mulai mekar bunga-bunga Crocus, lalu setelah itu diikuti dengan mekarnya bunga-bunga atraktif yang bernama Narsis/Dafodil (Narcissus). Pada musim semi yang dikenal sebagai musim yang paling indah dan romantis, dimulai dari bulan April hingga pertengahan Mei, bunga-bunga Tulip dan Hyacinths dengan warna-warna cantik dan cerah mulai terlihat bermekaran sehingga membuat pemandangan di kota menjadi penuh warna yang hidup. Untuk menikmati keindahan dari pesona bunga Gladioli yang manis ada saatnya tersendiri, yaitu di bulan Agustus.

Bunga telah menjadi suatu industri dan komoditas di negara Belanda yang terus mengalami perkembangan yang baik dan pesat sejak abad ke 20. Karena perkembangannya itu, di kota-kota penghasil bunga di negara Belanda banyak bermunculan balai lelang, koperasi petani dan pusat perdagangan bunga. Sejak saat itu Belanda menjadi produsen bunga dalam jumlah besar hingga sekarang. Sehingga banyak negara di seluruh dunia termasuk Indonesia mengimpor bunga dari Belanda.

sumber : ini nih


wahwah, setelah sekian lama, saking lamanya saya sampe lupa kapan terakhir kali ngegombalin pembaca dengan filosofi bebungaan, wkwk. kali ini giliran si kembang Belanda yang jadi korban keisengan saya nambahnambah postingan blog. untuk asal muasal dan info penting bunga Tulipnya sepertinya sudah cukup jelas dengan keterangan di atas, yaa, saya juga tepok tangan pas copas artikelnya, meni cerdas pisan yang buat tulisan :)

lah, terus apa dong yang mau kamu tambahin, Nay, kalau semua info udah dari blog orang? yaa, gue kan bagian gacin-gacin-in sama baper-baper-in yang baca aja, sik, karena yang akan wa bahas adalah........ JENGJET TULIP MERAH, atau RED TULIP ((yaiyalah)) ((tinggal di-Inggris-in aja)).

kenapa milih Tulip Merah? karena :


tuh, gimana ga pilih yang ini, cakep gini. yaa bukan itu juga alasannya, selain karena bunganya yang memang indah, dan cerah, tulip yang berwarna merah lebih berkesan dan apa yaa, i'm sorry to say this, "menggairahkan" bukan konteks seksual, yaa ((yaa Allah, lagi puasa)) tapi lebih ke membuat diri dan jiwa bersemangat aja ngeliatnya. plus kalau dia ada di taman atau kebun bunga, yang sepetak sepuluh petak isinya kembang tulip warna merah semua, kan kayak pengen tiduran di atasnya, sih #gak ((kok malah ngerusak)).

 

plus, si merah ((Liverpool kalik)) ini punya filosofi yang lebih panjang dari warna lain, maksudnya lebih punya cerita, tapi intinya merah melambangkan cinta. 

Bunga Tulip merah digunakan untuk mengungkapkan cinta. Tulip merah adalah lambang keyakinan cinta sehingga cinta sejati dapat dikaitkan dengan bunga Tulip berwarna merah ini. Konon, seorang pangeran Turki bernama Farhad jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Shirin. Kematian Shirin meninggalkan Farhad dalam kesedihan dan putus asa sehingga dia melompat dari atas tebing. Tetesan darah Farhad muncul pada Tulip merah sehingga Tulip ini melambangkan cinta tanpa pamrih.



nah, ngerti, kan? malah ada namanya segala tuh, bonus sekalian, penggamblangan cerita. hkhkhk. jadi, tulip merah ini lebih khusus ke pengungkapkan perasaan, mungkin sejalan dengan red rose kali, yaa, untuk menyatakan cinta. selain karena merah dalam dunia bunga memang menjurus ke sana, sepertinya semangat dalam warna ini juga berpengaruh untuk meluluhkan sekaligus meyakinkan hati pasangan #matek.

after years


aku sudah berjalan begitu jauh
hanya untuk berhenti dan berbalik kembali menujumu
apakah kau sedang tertawa saat ini?
menertawaiku yang tak mampu bahkan beranjak sehastapun dari kenangan bersamamu
yang bahkan sudah kau tutup rapat dan kau sematkan dalamdalam ke sebuah peti mati
untuk kau kubur bersama separuh jiwaku

sementara sekalipun aku tahu rasanya tercabik
hatiku tetap berdebar bahkan saat hanya menemukan namamu
mengapa begitu sulit
sedang aku tak ingin mendendam pada takdir
sedang aku tak mampu melawan segala kehendak pemilik semesta

bertahun berlalu
dan aku masih saja menemukanmu di manapun mataku menjatuhkan pandangannya
padahal bertahun lalu
kau sudah dengan sangat sempurnanya menghancurkan semua inginku
tanpa sekalipun kau tahu

mengapa kau tak pergi jua?
mengapa masih berdiri di tempat yang sama saat aku yakin meninggalkanmu
mengapa kau selalu maju selangkah sementara aku tak mampu mundur
sekalipun aku selalu meyakinkan hatiku untuk berhenti
dari semua kegilaan ini

bertahun yang lalu,
sementara kau mencoba menghapus air matamu
ia menetes di pipiku
menganak sungai
dan menggoreskan jejak yang tak pernah bisa kuhapuskan
 
mengapa mencintaimu begitu sulitnya?
bahkan saat aku tahu, tak ada satupun kesempatan

**yassalam, apa ini? sekalinya balik nulis kok masih aja galau ((udah 2016 juga))

ps. dari sekian banyak kesempatan untuk berhenti dan melupakan, di saat aku yakin pada semua keputusan, mengapa kau selalu ada dihadapanku dan menggagalkan segala keteguhan?