Rabu, 29 Juli 2015

ternyata saya ini bebal


gimana, sih, rasanya memberitahukan kepada orang yang kamu kenal dan kamu sayangi bahwa jalan yang akan kamu lalui adalah jalan yang salah dan tidak berakhir di mana seharusnya kamu berakhir? sama kaya ngasih tau orang kalau di depan sana ada kubangan kawah panas Sidoarjo tapi masih tetap kekeuh jalan terus tanpa peduli keadaan yang mungkin akan menyebabkan dia mati konyol.

jadi yaa, ceritanya, saya ini lagi pengen bikin pengakuan, kalau saya ini bebal. sangat bebal malahan. berkalikali semesta memberikan saya pertanda tentang apa yang harus saya lakukan menghadapi masalah yang yah sebenarnya ituitu saja, yang jawabannya sudah ada sejak lama. jadi, saya merasa sangat bodoh untuk mengakui bahwa saya baru saja menyadari ((lagi)) apa yang harus saya lakukan. yang pasti moving forward. jelas, lugas. saya benarbenar harus bergerak maju dan bukan mundur, melepas semua seperti yang memang seharusnya berjalan. seperti apa mau Sang Pemilik Waktu, seperti apa yang seharusnya menjadi tulisan rapi di buku takdir masingmasing.

saya ga mau jadi bebal lagi. saya ga mau bikin otak saya konslet lebih lama.

jadi, setelah sekian lama bertahan dengan kebebalan saya, kali ini saya memutuskan untuk apa yaa, bukan menyerah, tapi moving forward, meninggalkan semuanya di belakang. saya tidak akan membakar jembatan ((begitu istilahnya)) saya akan melangkah maju dan membiarkan mereka ada di seberang jembatan di belakang saya, sedang saya dengan keyakinan akan pertolongan Tuhan, terus bergerak menjemput takdir saya sendiri. semoga Allah memudahkan.


i just imagine i can sepedahan di jalan seperti ini, menikmati senja yang Tuhan ciptakan dengam keindahan berlipat ganda. tak perlu bersamamu, asalkan ia punya tujuan yang sama, dan mengikhlaskan untuk pertemuan yang direncanakan semesta, aku akan mencintainya sepenuhnya.

ps : because you are something, and i'm just nothing :)

Tidak ada komentar: