Jumat, 12 Juni 2015

hello, Sam.


Pahlawan, dan hal yang layak diperjuangkan

Kalian pernah menonton film The Lord of The Ring, bukan? Syukur-syukur juga pernah membaca bukunya.
Tolkien, pengarang buku itu, menjelaskan bahwa pahlawan paling utama dalam cerita yang dia karang adalah Sam. Bukan Gandalf, bukan Frodo, bukan Aragorn, melainkan Samwise Gamgee.

Apa yang telah dilakukan Sam hingga dia disebut pahlawan paling spesial? Sepanjang cerita dia hanya "membantu". Dia membantu tokoh utama dengan tulus, setia, dan tangguh. Dia menyelamatkan berkali-kali tokoh utamanya. Dan yang paling super, dialah yang paling mudah melepaskan cincin sakti itu. Berikan cincin itu ke Sam, maka dengan mudah Sam melepaskannya kembali, karena Sam tidak punya ambisi my precious, my precious. Dia menyadari dengan sungguh2 posisinya, mengerti tanggung-jawabnya, kemudian melaksanakannya dengan ihklas.

Di dunia ini, potret Sam ada di mana-mana.

Jika kalian guru, maka sungguh kalianlah pahlawan paling utama. Kalian laksana seorang Sam. Murid-murid kalian tumbuh menjadi Frodo, Aragorn, Gandalf masa kini (Presiden, Inventor, jenderal, pengusaha, dokter, dll), murid-murid kalian menjadi orang hebat, tokoh utamanya. Sedangkan guru, tetap di sana-sana saja posisinya. Kalian membantu tokoh utama dengan tulus, setia dan tangguh agar tumbuh menjadi keren. Kalian juga menyelamatkan mereka (saat mereka malas, nakal, melakukan kesalahan), kalian memberikan motivasi, dorongan, kesempatan berikutnya. Dan yang paling supernyanya lagi, kalian melepaskan kesempatan yang mungkin lebih baik selain menjadi guru, kalian memilih dengan sadar posisi sebagai guru.

Pun ibu rumah tangga, itu juga adalah potret Sam. Seorang ibu rumah tangga, juga memilih posisinya, lantas membantu tokoh utama. Anak-anaknya, suaminya, mereka tumbuh menjadi orang hebat, ibu rumah tangga cukup tersenyum menatap semuanya. Selalu bahagia dan bersyukur. Ibu rumah tangga yang baik, adalah pahlawan, dalam kaca mata peradaban manapun, masyarakat manapun, juga agama manapun. Derajat mereka tidak terbantahkan--kecuali oleh orang-orang yang tidak paham hakikatnya.

Jangan berkecil hati jika kita hanya menjadi "peran pembantu" dalam hidup ini. Sepanjang dilakukan dengan tulus, kebahagiaan tetap bisa kita rengkuh. Kita tidak pernah bicara tentang siapa yang akan memuji, siapa yang akan mengelu-elukan kita. Tidak pernah. Kita selalu bicara tentang kebahagiaan di dalam hati sendiri.

Jangan berkecil hati jika kita hanya mendapatkan peran remeh-temeh. Pun jangan berkecil hati jika kita dalam situasi paling menyebalkan, kecewa atas peran tersebut. Apa kata Sam ketika mereka di salah-satu titik nadir, titik dasar petualangannya? "Ada banyak hal baik di dunia ini, Master Frodo, dan itu layak kita perjuangkan habis-habisan."

*Tere Liye


***

i feel so glad and hmmm maybe some proud when i read this post from bang Tere. i really love Samwise Gamgee like he is the best give for Frodo. benarlah apa yang dibilang J. R. R. Tolkien, Sam adalah pahlawan yang sebenarnya. sekalipun Gandalf mampu memupuk kebencian begitu dalam kepada cincin, Aragorn mampu sekuat tenaga tidak menuruti kehendak manusiawinya, bahkan Frodo mampu membawa cincin sampai ke Mordor dan membuangnya bersama dengan Gollum, tapi Sam adalah pahlawan sesungguhnya, Sam adalah satusatunya ga bertahan bersama Mr. Frodo, meyakinkan ia bisa melakukan segala kebaikan dan tugas yang dibebankan. Sam, yang tidak tertarik kepada kehidupan mewah dan selalu berpikir dan bertindak positif, Samwise Gamgee yang dengan keberaniannya mengajak gadis yang dicintainya menikah setelah petualangan besar yang dilaluinya.

jadi yaa, sebenernya saya pengen ngomentari bagian;

Dan yang paling super, dialah yang paling mudah melepaskan cincin sakti itu. Berikan cincin itu ke Sam, maka dengan mudah Sam melepaskannya kembali, karena Sam tidak punya ambisi my precious, my precious.

aduh, suka sekali. i mean, menyenangkan ketika mampu seperti Sam, tidak menganggap sesuatu yang sebenarnya adalah beban sekalipun ia dilapisi kemewahan sebagai hal yang harus kamu miliki. gambaran ia menjadi tukang kebun keluarga Bagins saja sudah cukup bikin nyes hati, kayak maksud wa gini loh, sebenarnya dna sesungguhnya kan kita ga terlalu membutuhkan banyak hal di dunia ini, sih. kayak, kenapa Rasulullah memberitahukan jika kita ingin berdagang kita dilarang mengambil keuntungan atau laba lebih dari setengah harga? bukankah jika itu adalah milik kita, kita berhak menjualnya dnegan harga berapapun, memang kenapa kalau keuntungan yang didapat 100%? bukan masalah keuntungan itu akan menjadi modal lebih besar atau menjadikan kita kaya raya, sebabnya adalah, kita akan bertahan dengan keuntungan yang didapat, lalu memutar uang untuk modal kembali, tetapi ambisi yang kita punya bukan untuk menumpuk harta, kita hanya mencari keuntungan yang cukup untuk bertahan hidup.

jadi yaa, intinya, berdasarkan apa yang terjadi sama si Samwise Gamgee ini, sekalipun ia adalah pahlawan yang sesungguhnya dalam cerita melegenda ini, tetap saja ia rendah hati dan hidup normal, entahlah, mungkin sifat Hobbit memang begitu atau Sam punya sisi di mana hatinya sanagt bersih dan ikhlas menjalankan segala sesuatunya.


ps : you know, i really like "Sam" as name. i wanna call somebody who close to me, "Sam" or "Sammy", will be great. as long as she/he have "Sam" as her/his name ofc. xoxo.

Tidak ada komentar: