Selasa, 14 April 2015

cinta saja


Orang yang paling menguasai makna cinta adalah: yg tidak memiliki kepentingan, tidak ada pretensi, tidak cemas, tidak khawatir, simpel dan lurus hanya cinta saja.
Dan kita semua sebenarnya pernah menguasainya.
Ketika masih balita. Bahkan setelah dimarahin sekalipun, balita tetap bisa tersenyum. Bahkan habis menangis tantrum sekalipun, balita tetap segera tersenyum. Tidak ada sakit hati, benci, apalagi dendam.
-Tere Liye

oke. apapun kata si abang mah, iya in aja. abisnaya bener, sih. wkwk. ditambahn kata pamungkas dari Surayah Pidi Baiq,

"Aku mencintaimu, biarlah, ini urusanku. Bagaimana kamu kepadaku, terserah, itu urusanmu" (PidiBaiq/TeraErrau) 

hey, memang seharusnya sedalam apa, sih, perasaan yang harus kita miliki untuk seseorang itu? :)

memangnya harus seindah apa rasa -yang katanya cinta- ada di hati kita?

sebenarnya, apakah jika kita cinta saja tidak cukup? apakah jika hanya dalam diri kita saja artinya tidak berharga. jika dia tidak memiliki rasa yang sama, bagaimana? bukankah kita saja tak bisa memaksa hati mencintai seseorang, bagaimana meminta hati orang lain mencintai kita?

mengapa tidak cukup dengan cinta saja? bukankah itu justru akan membuat segalanya lebih mudah?

"no matter whom you are with or where you are, you're mine. you don't even have to be in love with me. i love you enough for the both of us"

Tidak ada komentar: