Kamis, 02 April 2015

2015 march's read


Divine Comedy by Dante, manga vers. saya senang sekali waktu saya menemukan buku ini di bazzar Gramedia bulan Januari lalu, trus yang duh akhirnya gue bakalan baca juga sekalipun cuma sekedar manga, buku yang penuh cerita di Inferno-nya Dan Brown ini.trus pas baca...... "anjay, apaan sih, Dante. hahahahahahahah" gitu terus sampe the end :)) gimana, yaa, saya pikir akan lawak sekali kalau Divine Comedy yang asli memang begini. hahahah, i'm sorry. yaa kan ceritanya si Dante ini patah hati, trus kehilangan arah tujuan hidup abis itu jadi butiran debu. ga deng! jadi Dante ini tersesat di hutan yang dihadang oleh binatang buas, kemudian muncullah Virgil, seorang penyair Romawi kuno yang dimintai tolong oleh Beatrice -orang yang dicintai Dante- untuk membantu Dante kembali ke kehidupannya, melewati tahapan alam kematian. neraka, penyucian, dan akhirnya surga. udah deh ga kuat gue, this book so comedy, serius. dan suka banget sama ekspresi Dante kalau lagi manja sama Virgil. duh, unyuuunyaaaa :3


ada The Killing Kind berikutnya, sebuah buku yang ummm buku misteri detektif yang pertama kali saya baca yang menggunakan pov dari peran utama. selama ini kan selalu pov dari sahabat atau orang yang kebetulan menamani perjalanan si detektif atau dari pov penulis, sebab kabarnya, kalau pakai sudut pandang peran utama alias si detektif sendiri lah yaa kan gampang banget nemuin siapa penjahatnya. tapi saya rasa novel yang satu ini lebih ke kriminalitas, nengkep penjahat, bukan menebak siapa penjahatnya, sik, jadi yaa ga terlalu disayangkan sekalipun ga dapet beragam kejutan. tokoh utama kita kali ini, Charlie Parker, detektif swasta yang disewa oleh seorang apa yaa politikus gitu deh untuk menyelidiki kematian seseorang yang berujung ke sebuah perkumpulan religius dan pembunuhan masal. dan, ohya, saya suka ide labalabanya, manis sadis :)
☺☺☺


baru kali ini saya membaca Poirot dengan stengah hati. Setelah Pemakaman atau After The Funeral punya ide yang bagus untuk sebuah novel misteri detektif tapi kali ini kok rasnya begitu rumit, yaa. jujur saya langsung lompat ke bagian akhir buku ketika sudah sampai 1/10 buku ini, kayak yang, 'please, ini maunya gimana? udahlah kasih tau aja gue sapa pembunuhnya" something like that. berkisah tentang Cora yang dikenal suka bicara anehaneh keceplosan mengatakan kematian kakak tertua keluarga Lansquenet mati karena dibunuh, keesokan harinya ia ditemukan tewas dnegan luka bacokan kapak di rumahnya. Poirot muncul hampir saat saya menyelesaikan sepertiga bagian, dan sungguh untuk kali ini, huhuhu, i'm sorry madam Christie, i'm so sorry.
☺☺


Jelajah Inggris adalah salah satu buku travelling terbaik yang pernah saya baca ((emang lu udah baca berapa banyak)) ((oke sorry)). sekalipun tidak memberikan gambaran seluruh lokasi wisata seantero Inggris Raya tapi buku ini sudah cukup bisa memuaskan saya untuk belajar sedikit banyak tentang negaranya si abang Gerrard. dimulai dari ibukotanya yang super indah itu, dengan Big Ben sebagai pembuka ((meleleh sayanyaaa)) lanjut London Eye, Thames Revir, Birmingham, dll dsb, sampai ke ujung negara ini. sayang stadion yang di bahas bukan Anfield #biased
☺☺☺☺


saya kepengen marah dulu sama Roarke, yaa! beraniberaninya dia bikin Eve sengsara di Divided in Death. udah Eve lagi ngurusin kasus anak buah Roarke yang terjebak sebagai kambing hitam atas pembunuhan suami dan selingkuhan yang adalah sahabatnya sendiri, eh dia bikin kesel, untung ganteng -dan gondrong ((yaa Tuhan, he just a fictional characther yang dilukiskan pun belum)). series kali ini Eve menghadapi kembali kenangan masa lalunya, kenganan masamasa ia di Dallas, masa di mana ia tersiksa dengan perlakuan ayahnya, dan orangorang semacam intelejen yang mengawasinya tidak melakukan tindakan apa pun, seperti halnya Roarke, Feeney, Komandan Whitney gue pun kesel, sumpah sedih banget harus ngebayangin Eve mohonmohon minta tolong. dan akhirnya sekadang dia berhasil jadi Letnan Divisi Pembunuhan NYPSD, huhuhu letnanku cintaku <3 nbsp="" p="">
☺☺☺☺☺


begitu masuk ke kisah kedua dalam collection series Agatha Christie saya baru sadar saya udah pernah baca While the Light Last atau Selagi Hari Terang. dna benar saja saat saya membuka lemari buku, saya ketemu lagi dengan buku ini yang ternyata saya baca tahun 2013 di bulan Desember yang indah namun kemudian ((jangan mulai)). jadi jatuhnya ini re-read gue udah punya yang ini. huhu, khilaf karena bertaburan Poirot di bazaar tempo hari, sih, nih ((nyalahin)). berisi kumpulan kisah pendek buatan Agatha saat barubaru muncul sebagai penulis profesional. saya selalu jatuh cinta dengan kisah berjudul "The Actress" sana " The Mystery of The Baghdad Chest".
☺☺☺


ada National Geographic Magazie March edition versi bahasa Indonesianya, dengan bonus fotofoto menarik. yang paling saya suka dari edisi kali ini adalah, tentu saja pokok bahasan utama, MEMBANTAN SAINS. beberapa teori megenai mengapa mereka tidak percaya pendarata Apolo, lalu ada penolakan vaksin, serta tentu saja teori evolusi. dan satu lagi yang bikin cinta sama majalah ini, they talk about map. ya, peta. penggambaran sempurana dari bagian NG yang berdiskusi sepanjang waktu untuk membuat sebuah gambaran tentang langit dan bumi. 
☺☺☺
  
next ada yang rattingnya bagus di Goodreads, trus saya beli kan yaa karena judulnya juga menggoda, Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk. ekspeksatasi saya besar, tau, ga sama buku ini. tapi..... huhuhu, i'm sorry, mungkin sayanya yang lagi banyak dosa hehehehe. not  an awesome book for me, mungkin buat ornag lain iya. isinya yaa tausiyah sih intinya, supaya kita meluangkan waktu lebih untuk Tuhan kita, bukan memberikan waktu sisa, bukan menjadikannya non prioritas. namun apalah daya, bukan jadi satu buku menarik bulan ini. jauh sekali dari yang saya harapkan. tapi, yaa, kalau kamu mau nambah koleksi buku buat nyadarin kamu yang "kerasukan" sewaktuwaktu bolehlah buku ini jadi pegangan :)

 
akhirnya, Evil Under The Sun, atau Pembunuhan di Teluk Pixy. ini salah satu karya Agatha favorit, nih. suka dnegan Poirot yang begini, tipe kasus yang panjang, ga cuma sepuluh lembar udah selesai, trus ga berteletele dan tepat sasaran, dan saya selalu punya poin plus untuk karya Agatha yang memunculkan tokoh perempuan cerdas dan berakal sehat. hahaha. berkisah tentang satu pembunuhan di Teluk Pixy kepada seorang istri cantik dari Mr. Marshall yang ternyata terhuung dengan dua kasus pembunuhan sebelumnya, yang merupakan kunci Poirot menemukan akhir cantik untuk kasus kali ini.
☺☺☺☺☺


Good Wives adalah satu dari sekian buku yang saya tunggutunggu. trims Gramedia undah mau terjemahin lagi novel klasik ini. Good Wives adalah lanjutan dari Little Women, perjalanan kehidupan anakanak gadis Mrs. March. jika dalam Little Women digambarkan empat anak kecil beranjak dewasa dan mulai mengenal kewajiban dan haknya, kini keempat gadis dewasa tersebut siap mengarungi tahapan kehidupan mereka. Meg dengan pernikahan dan keluarga kecilnya yang sederhana tapi bahagia. Jo, yang masih belum mau membuka hati untuk lelaki dan terus menulis hingga ia sadar yang mana yang harus ia prioritaskan dalam hidup. Beth, oh my dearest, yang harus pergi dengan ketenangan, dan Amy, si bungsu yang cerdas dan sopan, yang menghabiskan waktu berkeliling dunia untuk kembali ke pangguan Marmee.
☺☺☺☺☺


saya seolah membaca Robert Langdon sampai bagian di mana tokoh dengan nama Thomas diputuskan nyawanya oleh sang penulis, dan selama berlembar The Pelican Brief berikutnya saya masih mengharapkan ada keajaiban kayak di film Now You See Me itu, sehingga kekasih dari pemeran utama ini ternyata tidak mati dan terserah bagaimanapun cara-tidak masuk akal-nya. tapi ternyata, Darby harus menyelesaikan semuanya sendirian, yaa ga sendirian sih, tapi setiap ada kenangan tentang kekasihnya yang mati akibat bom di mobil mereka kan sendu sendu gitu rasanya. agak kesal dengan endingnya, i mean, yang gue pikir kan bakalan ada pemecahan yang sempurna, yang benerbener menyeluruh, tapi yaa dapetnya ga sampe separo. kisah yang ditonjolkan adalah bagiamana Darby mampu selalu meloloskan diri, baik dengan kecerdasannya atau hanya karena faktor keberuntungan.
☺☺☺


hallo, Eve Dallas here. Origin in Death. wohooooo, nyelesain ini dengan sedikit rasa dongkol karena kenapa sih penjahatnya bukan yang jenis harus dihukum penjara seumur hidup? Eve kali ini harus menemukan dan menangkap, menegakkan keadilan untuk keluarga dr. Icove yang ayah dan anaknya dibunuh, menyisakan menantu dan dua cucunya. Eve berpacu dengan waktu dan birokrasi ((as always)) untuk menemukan si pembunuh sebelum semua terlambat. di perjalanan penyelidikan, Divisi Pembunuhan NYPSD menemukan fakta dan data yang mencengangkan, bukan hanya tentang sepasang dokter yang dibunuh secara halus tapi sangat mematikan, tapi juga kenyataan bahwa dibalik semua itu mereka memiliki rahasia tentang kegilaan ilmu pengetahuan, kloning, perbaikan gen dan keturunan, hampir seperti menciptakan kehidupan sendiri. kali ini J. D. Robb berbaik hati tidak membuat Eve dan roarke bertengkar, karena otak saya udah jungkir balik mempelajari istilah dan jalan ceritanya.
☺☺☺☺☺


Aisyah, The Endless Love; Istri Rasulullah Dunia & Akhirat. ini buku udah dari jaman gue belum wisuda kayaknya, sampai sekarang udah hampir empat tahun berlalu, baru selesai ((atau dipaksa selesai)). sebuah buku biografi yang lebih menekankan sisi kecerdasan dan keindahan bahasa. agak ngebosenin, sih, bukan tipe buku yang rapi dan dengan tata letak yang menarik.
☺☺☺


maafkan saya untuk Api Sejarah 1, jujur buku ini sangat amat menarik sekali. berisikan mengenai sejarah masa lampau, titik berat ada pada kemerdekaan bangsa Indonesia. tapi kalau ditanya yaa saya ga ngeh ngeh sebenernya. 
☺☺☺☺





ada satu lagi, Angin Bersyair. tertarik sebab promo gencar dai Gramedia, dan katanya kisahnya disandingkan dnegan katakata indah, khas penyair. jadilah saya membaca ini dengan ekspektasi yang sebenarnya sedih karena ratting dan comment goodreadsnya lumayan mengkhawatirkan. separuh bukunya, indah. sisanya, bosen. khas Ubudnya begitu kental, detail, dan menyenangkan. tapi endingnya, agak nyebelin, yaa. agak kesel gitu, kenapa penulispenulis ini hobi bikin pembacanya dongkol.
☺☺☺


Tidak ada komentar: