Jumat, 16 Januari 2015

seperti membeli baju


kadang sesuatu datang dan memberitahu kita hal yang harus dilakukan tanpa kita memintanya. ((ngomong apa sih gue)). jadi gini, saya ini mau cerita, tapi lagi mentok nyari kata pengantarnya apaan. ceritanya gini ((kok ngulang, sih)) ((pening sendiri)), dua minggu lalu, sabtu 3 januari 2015 ((masih suka typo kalau tulis tangan ke 2014)) ((ga move on)) ((kok ga nyambung)).

KAPAN CERITANYA?????

jadi, saya dan teman saya, sebut saja dia Hanif ((memang nama sebenarnya)), yang sedang menginap di rumah saya, pergi ke pasar, karena dia berniat untuk membeli baju. jadilah kita berdua nih yaa ((yaa kalau bertiga gue bingung mau siapa satunya lagi?)) ((sudahlah, saya semakin gila aja)). saat memilih baju dan merasa suka dengan model-warna-bentuk-tapi tidak dengan harganya kita tawar menawar, dong, sama penjualnya. trus sampai ke bagian;

"sekian ribu yaa, mbak?"
"jangan, geh, mbak. tambahin dikit lagi. sekianplusplus ribu."
"ga, deh, mbak. sekian ribu kalau mau."
"yaudah enaknya aja, sekianplus ribu."
"ga, mbak. sekian ribu."
"yaa ga bisa kalau sekian ribu, mah, mbak. bahannya kan xxx yyy zzz blablabla."
"yaudah, mbak. kalau ga boleh juga gpp."

stop sampai sini aja, yaa. saya ga ceritakan gimana akhirnya kita bisa dapet sekian ribu dan ngerasa, "doh, harusnya kita tawar lebih murah lagi tadi" #kelakuan

titik beratnya ada di, "yaudah, mbak. kalau ga boleh juga gpp"

setelah mengucap kalimat ini di toko baju dan beranjak pergi, ga ada sama sekali kesedihan atau ketidak relaan karena keinginan memiliki baju tsb belum tercapai. yang ada adalah, "yaudah kalau ga boleh, gpp. kita pulang aja. ntar aja caricari laginya."

setelah itu saya jadi mikir, kenapa di dalam kehidupan, di dalam masalah cinta/jodoh ((kok ini sih)) kita tidak/belum bisa memakai prinsip ini. prinsip ikhlas. kalau kata film kiamat sudah dekat, mah, 'ilmu ikhlas'. kenapa kalau tidak mendapatkan sesuatu yang sebelumnya bukan milik kita, kita merasa kesal, geliah, tak tenang, marahmarah? sedih sendiri. dongkol sendiri. kenapa kita ga bisa sesederhana menyikapi hidup seperti membeli baju? oke, hidup memang ga segampang katakata mutiara motivator, tapi kita toh tetap bisa memilih mau bahagia dengan kecukupan atau selalu merasa kekurangan karena tidak pernah bersyukur.



Tidak ada komentar: