Sabtu, 10 Januari 2015

kepada menuju cinta


kita bisa menari, walau tanpa musik yang mengiringi
atau tertawa, tanpa perlu ada canda mengawali
dan melengkungkan senyum rembulan, meskipun sabit belum datang mengantikan purnama

sejak rindu tersisih dan menghilang
yang tersisa hanya janji pada diri sendiri
cinta yang aku ((kita)) tuju
sedang mengayuh sampannya ke hulu
sedang hilir belum lagi tampak
sedang ombak belum lagi menyerah menghempas

siapa berlari menuju siapa
saat ingin mengalahkan logika
dan menajamkan firasat
sedang matahari belum terbenam
dan kita sama belum melangkah menjauh dari kubangan
yang semakin melebar
yang semakin menjerumuskan


Tidak ada komentar: