Selasa, 20 Januari 2015

aku atau kau


katamu, kau ingin terbang dan menangkap awan
lalu memberikannya pada dia yang terperangkap senja
mengagumi bayangbayang

kau bilang, semoga waktu akan mengungkap
setiap alasan dari bibirnya, yang tak bisa kau tentang
lalu berjalan mengikuti kehendakmu untuk memiliki
dia yang terbuang juga dari anganangan 

sedang kita menjelajah segala asa dengan tergesa
yang dirundung kelabunya rindu 
sementara tak ada jejak yang tersisa
antara nyata atau hanya fatamorgana

jika bagumu ia oase di tengah gurun
maka harus aku anggap apa engkau yang membangun mimpiku
sementara akal sehat meminta aku menyadarkan diriku segera

dan aku
entah sejak kapan
mulai bicara dengan diriku sendiri
di depan cermin
yang ku anggap sebagai dirimu


Tidak ada komentar: