Senin, 01 Desember 2014

November's read 2014


Bumble, si Kucing Pemberani adalah buku pertama yang saya selesaikan bulan ini, sekalipun ini buku kedua yang dibaca karena sedang asik dengan Rindu-nya bang Tere trus yang ketemu hari minggu dan, "duh, mau keluar bawa rindu berat baca apa, yaa. ang ting! ada si Bumble dalam daftar reading list this month". berkisah mengenai kehidupan kucing di Inggris Raya, yang ternyata di sana itu tuh yaa, kucing diperlakukan dengan sangat baik. dimulai dengan Teviz sampai akhirnya ketemu Bumble si pemberani buku ini memberikan kisah yang apa yaa, karena suka sama kucing jadi yaa, seneng banget nemu buku beginian, dan ceritanya pas bagian yang sedihsedih kan banyak mengenai perjuangan kucingkucing yang terbuanglah, yang kena musibah banjirlah, yang disiksalah, yang dilahirkan di kandang gajah. dan senang sekali rasanya ternyata di negara lain sana banyak yang suka dan sayang sama kucing, bahkan Cat Protection nya juga pengertian dan perhatian banget. aduh, jadi kepengen kerja di sana. #yha

next, kita punya #JENGJET rindu nya bang tere. seolah punya peraturan tidak tertulis bahwa buku Tere Liye harus dibaca duluan di jadwal membaca berikutnya adalah sebab kenapa buku ini yang baru aja dibeli udah langsung dibaca. reviewnya ada di sini sila kalau mau dibaca.

The Five People You Meet in Heaven is the next book. awalnya ragu pengen baca buku ini apa engga. baca sinopsis belakangnya kayaknya asik, trus pas mulai baca, "laaaaah, bentar. ini terbitan kapan? ohhh apa si abang dapet ide novel Rembulan abis baca buku ini, yaa?" wkwkwkwk. kisahnya mengenai Edward, yang sampai usia tua bekerja sebagai maintenance di taman hiburan Ruby Pier, karena keterpaksaan. dihari terakhir ia bekerja ia sama sekali tidak punya firasat bahwa itu adalah hari terakhirnya di dunia ini. ia merasa hanya menjalankan apa yang memang menjadi rutinitasnya. ketika kecelakaan terjadi dan merenggut nyawa Eddie -begitu ia biasa dipanggil- maka Eddie pun masuk ke alam baka di mana ia bertemu lima orang yang akan menunjukkan mengapa mereka ada dalam hidupnya, mengapa mereka yang bahkan belum pernah bertemu Eddie di dunia bisa bertemu di alam baka, mengapa mereka harus menjelaskan keberadan mereka dlaam kehidupan Eddie. yang ternyata kalau menurut saya hal itu adalah cara Tuhan membuat Eddie masuk ke Surga tanpa membawa rasa sesak dalam hatinya. nah, kan, carilah lima oerbedaan dengan Rembulannya bang tere. :p

lapislapis keberkahan adalah buku selanjutnya. membahas lengkap mengenai indahnya barakah dalam setiap lini hidup. suka sekali di bagianbagian di mana ust. Salim membahas ketakwaan, keimanan, dan kesederhanaan dalam barakah. sempet skip beberapa bagian ((ehem)) tapi suka sekali terlebih saat membahas bagian do'a nabi Musa. seperti halnya tulisan Ust. Salim, sangat terjaga sekali kalimat puitisnya, disusun begitu rapi, menarik, dan ehem mungkin sedikit membosankan, terutama untuk orang yang lebih suka ga perlu basabasi dan langsung ke inti. tapi, justru saat menyampaikan kisahkisah sahabat bahasa halus seperti ini sangat menyenangkan buat saya, seolah saya ada dan menyaksikan langsung apa yang terjadi. lapislapis keberkahan punya pionpoin menarik setiap babnya, Ust. Salim seolah menggali potensi kita di mana kita bisa memunculkan kekuatan terbaik untuk meraih keberkahan dalam kehidupan.

tipetipe buku macem gini ini yg paling asik buat dibaca. penuh konspirasi, tekateki, dan kejutan. selalu punya prinsip "jangan pernah percaya siapapun tokoh dalam novel selain peran utamanya". awalnya lambat, trus mulai bergerak cepat, kemudian kayak ga bergairah bikin mikir "mau lo apa, sik, buk, kok jadi gini ceritanya" terus dia dengan kurangajarnya bikin kejutan yang "asem, gue harus tau endingnya gimana" antara buku yang asik tapi ngeselin atau ngeselin tapi asik. bercerita tentang Bennedict Hope, atau lebih dikenal sebagai Ben Hope, seseorang dengan masa lalu kelam yang memutuskan untuk menjadi semacam "pencari orang hilang" dengan klienklien kaya raya. suatu hari Hope di minta untuk mencari manuskrip seorang alkimia yang dipercaya memiliki resep untuk membuat hidup seseorang lebih lama.selalu suka dengan cerita sejarah sains yang diaduk sama konspirasi, dan terimakasih untuk engdingnya yang memikat, ga nolak sik kalau buat baca Ben Hope #2 dengan catatan masih sama Roberta, yaa. abis wa suka kesel baca Langdon pasangannya ganti muluk. #yha 

Allegiant adalah penutup trilogi Divergent yang sayangnya, huhuhu jauh dari bayangan. saya pikir Veronica Roth seharusnya melakukan yang lebih baik dari ini. lebih menarik, lebih nyambung dengan dua pendahulunya. i mean, yaaa so much surprise yang sebenernya ga harus ada. pertama dari sisi Tobias pov, huhu ga suka ada ini, dan ternyata berguna untuk mendukung endingnya yang ugh ngeselin. terlebih dari semua kenyataan yang terbongkar, faksifaksi yang sebenarnya buatan, padahal berhaarap banget faksifaksi itu memang keadaan yang sesungguhnya ((huhu, my Erudite)). sudahnya, makin ga bisa move on dari ending nyebelinnya.

kemudian ada Chicken Soup for the Soul ; Count You're Blessing. yaa sama dengan bukubuku tentang sup ayam sebeleumsebelumnya lah. intinya mengenai bagaimana kita bisa terus bersyukur, berterimakasih kepada Tuhan, bergerak sekalipun dalam keadaan tertekan, dan bagaimana kita bersabar serta tetap memberi sekalipun kita sendiri kekurangan.

setelah nyarinyari berkalikali, keliling toko buku, akhirnya nemu juga ((nemu dua)) ((yang satunya belum kebeli)) buku tentang Umar bin Abdul Aziz ((HOREE)). The Great of Two Umar's judulnya. memaparkan, umm apa yaa bukan sebuah biografi, lebih tepatnya kumpulan kisah mulia mengenai Umar bin Khathab dan cucunya Umar bin Abdul Aziz. huhu, sayang banget sama Umar bin Abdul Aziz. ga tau yaa, tapi sejak awal denger nama beliau, baca nama beliau udah yang sesayang itu. this book really worth to read, bukan cuma karna biased yaa tapu lebih ke isinya yang memang asik buat dibaca, menasehati tanpa menggurui, membuat kita mengenal kepribadian dua Umar yang memiliki kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat. finish this one dengan perasaan membuncah, terutama bagian kalimat terakhir. aduh, hati wa berceceran. "saat wafat itu ia masih mengenakan cincin bertuliskan "Umar bin Abdul Aziz beriman kepada Allah".

akhirnya, setelah satu tahun menunggu, wkwkwkw. beneran deh The Sherlockian ini saya beli di Gramedia Mal nya Malioboro waktu liburan Desember tahun lalu ((stop)) ((jangan diteruskan dengan curhatan)) ((jangan putar Back to Decembernya Taylor)) dan beneran baru beres dibaca sekarang. hehehehe. HEHEHEHE. tadinya saya kira isinya beneran kisah nyata, iyaa sih ada kisah nyatanya tapi ujungnya tetap fiktif. saya pikir beneran mau ngebocorin apa isi buku harian Conan Doyle ternyata kagak. tapi asik sih, kisahnya bikin penasaran "gimana yaa kalau kita menggunakan metode Sherlock untuk memecahkan suatu kasus?" sebab Holmes tidak nyata, sebab bagaimanalah selama ini kan kita membaca dengan sudut pandang Watson, bukan dari sisi Holmes. yaa kalau dari sisi Holmes sih begitu kita sampai TKP kita udah tau siapa pelaku kejahatannya. inilah point kenapa Watson sangat penting bagi Sir Arthur.

punya sedikit "kisah" dengan buku Bukan Untuk Dibaca, sampai seseorang bilang kalau this one so good to read. tapi abis baca dapet perasaan yang "udah, ini doang isinya". tanpa mengurangi rasa hormat kepada penulis dan semua pesan yang beliau sampaikan lewat buku, saya jujur tadinya punya ekspektasi besar tentang buku ini. ratting yg bagus di goodreads, rekomendasi orangorang. sayang isinya "hanya" kisahkisah yang --maaf-- di jaman sekarang bisa dengan mudah kita baca di internet. pesan tambahan di akhir ceritalah yang membuat penting buku ini.

selanjutnya, yang saya prediksi bakalan bisa saya selesaikan dalam satu minggu aja ; buku pintar Sains dalam Al Qur'an. ga taunya yaa ga beres juga, huhuhuhu, maafkan. saya riview belakangan aja, yaa, sebab November sudah selesai dan saya baru beres sampai halaman 456, sedangkan buku ini totally awesome kamu tau? yang beneran sebagus itu, jadi perlu waktu dan pemikiran ekstra #alesan padahal yaa kebetulan aja ((ga ding)) ((sudah rencana matang)) saya punya December's dream reading list yang harus saya beresin.


Tidak ada komentar: