Rabu, 17 Desember 2014

december's read - 2014 ; witness in death


di mana ada Eve Dallas, di situ ada pembunuhan, dan tidak pernah cukup satu. ((yha)) ((menurut ngana aja diakan detektif pembunuhan)).

sepintas melihat pembatas di dalam bukunya, saya berpikir ini kasus yang emosional, bagi pelaku dan tentunya bagi Eve sendiri #halah.

Eve dan Roarke sedang menonton pertunjukkan yang diadakan di gedung teater milik Roarke, acara pembukaan yang awalnya sangat menarik minat Eve berubah menjadi TKP pembunuhan tepat di hadapan detektif top NYSPD divisi pembunuhan. aktor dan semua staff ditahan serta dimintai keterangan, siapakah diantara mereka yang mempu memainkan peran dengan sangat baik hingga Eve harus menerima satu pembunuhan lagi sementara pelakunya belum tertangkap?


rasanya senang sakali saat saya mendapatkan buku ini di baxzaar Gramedia, secara seri yang ini udah entah kapan diterbitinnya dan sayangnya cuma ada satu aja, kan saya berharap bisa baca buku pertamanya yang saya ga tau kalau di Lampung harus cari di mana, seolah semua toko buku kompak tidak memperluas buku dengan konten dewasa-kriminal macam ini, padahalkan ceritanya indah banget.

udah ngerasa keknya yang ini bakalan lebih emosional dibanding pendahulunya, dan yah begitulah. pembunuhan yang penuh emosi dan kasih sayang serta masa lalu yang seharusnya tidak terbuka karena tersegel ((tapi siapalah kalian dihadapan Roarke?)). dan pembahasan mengenai cinta sejati, bagaimana Eve ingin melakukan sesuatu utnuk Roarke, duh dek, wa kek tersayat dalam keindahan tau, ga?

***

menonton pembunuhan secara langsung adalah sebuah cara sederhana untuk meyakinkan diri sendiri bahwa masalah pribadimu tidaklah seburuk itu.

sungguh mengerikan bagaimana seorang pria dapat membuatnya jungkir balik hanya dnegan sakli pandang.

"apa yang kau lihat?" | "aku senang melihatmu."

pikir Eve, pria itu memiliki nyaris apapun yang bisa dimiliki di jagad raya. ia belum terbiasa akan hal itu, sesuatu yang ia yakin tidak akan membuatnya nyaman. tapi itu adalah Roarke, dan mereka selalu bersama dalam senang ataupun susah.

"aku tak pernah terbuka pada cinta-tidak pada cinta yang sesungguhnya-sejak putus dari Richard. dia benarbenar membuatku kacau. kemudian semalam, ketika aku berada di bar di hptel itu, aku menyadari aku bisa. aku ingin membuka diriku. semua ini terjadi pada waktu yang tak tepat. terimakasih karena mau mendengarkanku."

"nanti ada saatnya, semuanya ada saatnya."

"aku menginginkanmu. aku selalu menginginkanmu."

Eve ingin menyerahkan diri. tak ada orang yang membuatnya begitu putus asa ingin menyerahkan diri. apa pun yang ia miliki. apapun yang ingin diambil Roarke. melewati semua ketakutan dalam hidupya, melewati semua penderitaan dalam pekerjaannya yang menyatkan mereka dari waktu ke waktu-adalah keajaiban bagi Eve.

"sayang, akan tiba waktunya bagi anakanak utnuk meninggalkan rumah, meskipun hal itu akan sangat menyedihkan bagi seorang ibu.

"kau membuat dirimu pusing. aku bisa membuatnya lebih mudah. jangan merasa kau harus memberitahuku sesuatu yang membuatmu merasa tak nyaman."

"tapi wanita adalah makhluk teraneh, iya kan? pria takkan pernah tahu dengan pasti jalan pikiran mereka. dan itu, aku rasa, adalah bagian dari daya tarik abadi mereka. suatu misteri akan terasa lebih menarik jika belum dipecahkan, bukankah begitu?"

"jangan lepaskan aku." | "tidak. aku takkan melepaskanmu."

"kau tak perlu malu akan apapun. hidup akan sangat membosankan kalau kita tidak dapat melihat ke belakang dan menyesali setidaknya sebuah masalah."

"kau memiliki suami yang hebat, Dallas. tak ada yang lebih hebat dari pada pria yang mengatakan hal yang tepat pada waktu yang tepat."

Roearke mencintai Eve. tidak, pria itu memujanya. semuanya pasti berbeda jika kau duduk di seberang cahay lilin dengan seorang pria yang berpikir bahwa kau adalah wanita yang terpenting di dunia. satusatunya wanita di dunia.

hubungan pribadi memang sulit, pikirnya. dan rumit.

hanya beberapa minggu lalu, ia menatap kematiannya sendiri, kemudian menatap Eve. mereka berdua pernah mengahdapi kasus yang kejam dan penuh darah. namun saat ini lebih banyak yang dipertaruhkan. ketika mereka terhubung, tekad kuat di mata Eve, cengkraman tangannya, telah menariknya kembali, mereka saling membutuhkan.

cinta telah mempersempit jarak, dan kini telah menghapuskannya. Eve telah menyelamatkannya. di malam ketika hidupnya bergantung pada cengcraman Eve, yang penuh tekad dan tak tergoyahkan. Eve telah menyelamatkanku, renung Roarke, saat pertama kali mataku beradu pandang dengannya. meskipun tampaknya mustahil, Eve adalah jawaban untuk dirinya. ia adalah jawaban untuk Eve.

masa sekarang lebih membutuhkan perhatianku.

"tapi kebencian menghabiskan banyak waktu dan energi. aku memilih untuk menggunakan waktuku ke dalam hal yang lebih positif. aku memiliki semua yang kuinginkan; aku menikmati hidupku."

"Roarke, jika aku mencampakkanmu dua puluh lima tahun yang lalu, apakah kau masih akan mengingat-ingatnya?" | "sulit mengatakannya, karena aku akan menghabiskan waktu selama itu utnuk memburumu dan membuat hidupmu seperti di neraka." 

"bila kau membuatku patah hati, aku akan mencoba mengambil serpihan yang tersisa dan membangun kembali hidupku. namun, aku takkan pernah melupakanmu."

"hati manusia adalah suatu misteri yang tak pernah bisa kita pecahkan sepenuhnya. kau menempatkan dirimu pada posisi pria itu. itu adalah satu keahlian  yang kau miliki, yang membuatmu begitu hebat dalam pekerjaanmu. tapi kau bisa benarbenar menyelami hatinya."

"kau mlihat cinta dengan pandangan berbeda karena kau kuat dan kau menemukan cinta itu pada orang dan tempat berbeda. cinta sejatimu, Eve, takkan pernah mengkhianatimu atau menyakitimu, atau, yang terpenting, takkan pernah mengecewakanmu. dia menerimamu apa adanya, secara utuh. meskipun kau mencintainya, aku tak yakin kau akan benarbenar memahami betapa langka dan berharganya hal itu."

"bila anda ingin tahu isi rumah ini, saya sarankan anda mendiskusikannya dengan Roarke." | "aku tak bisa karena aku telah membunuhnya, dan membuang mayatnya. sekarang aku mau mengadakan lelang terbesar di dalam dan luar planet, sepanjang sejarah peradaban."

"aku hanya ingin melakuka sesuatu untukmu. ingin memberimu sesuatu. dan kau bisa berhenti melihatku seolaholah aku telah membakar beberapa sirkuitmu. kau kira hanya kau yang bisa melakukan hal semacam itu? well, kau benar. kau memang bisa. aku hampir mrenyengat diriku dengan senjataku sendiri sebanyak enam kali malam ini hanya agar terlepas dari penderitaan. oh, sialan."

"hanya karena aku tidak melalukan hal semacam ini, hanya karena aku tidak menyediakan waktu-sial, karena aku memang tidak pernah memikirkannya, bukan berarti aku tidak mencintaimu. aku mencintaimu. kaulah yang selalu melakukan halhal indah, mengatakan katakata indah. memberikan... memberikan tanpa oamrih. aku ingin juga memberikan sesuatu."

"aku membutuhkanmu, Eve. aku membutuhkanmu."

"Eve-" | "tidak, biarkan aku mengatakannya lebih dulu. saat ini biarkanlah aku ingat untuk mengatakannya lebih dulu. aku mencintaimu. aku akan selalu mencintaimu. teruslah bersamaku."

"kau membuatku bahagia. aku mulai terbiasa dengan hal itu."

"kemudian, aku membawakanmu sebatang cokelat." | "aku suka bagian itu." | "Eve, apakah kau menikah denganku dengan uang?" | "tentu saja. dan sebaiknya kau tetap bertahan dengan uangmu kalau tidak aku akan kabur."

hubungan dalam hubungan. kehidupan yang satu bersinggungan dengan kehidupan yang lain. dan setiap kali terjadi, mereka meninggalkan sedikit tanda. kadang tanda itu adalah memar yang takkan pernah sembuh sepenuhnya."

menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan. menunggu membuatnya punya terlalu benyak waktu untuk berpikir, memutar ulang kejadian, untuk menerkanerka. untuk menemukan setiap kesalah kecil."

"seseorang yang mencintaimu. dia percaya padamu."

"itu cinta dalam dirinya. dia akan menguatkan tekad anaknya untuk selamat, utuh, dan bahagia, karena dia mencintainya. aku rasa dia akan berhasil."

"cinta ibu adalah kekuatan yang besar dan hebat."

hidup adalah sernagkaian pilihan. dari satu permainan nasib ke permainan nasib yang lain, dan jalur pun berpindah. tak pernah benarbenar lurus, kecuali tak ada kegembiraan, tak ada duka. aku selalu lebih memilih jalur yang bebas. aku membuat pilihan, baik atau butuk, mereka adalah pilihanku. aku bertanggung jawab penuh atas pilihanpilihanku."

manusia yang paling rasional dan beradab akan melindungi bayinya, seorang anak tak berdaya. tapi kebutuhan untuk melindungi orang dewasa lain berasal dari kewajiban. atau cinta.

cinta akan mengisi segala kekosongan, tak peduli seberapa dalam, tak peduli seberapa lebar. ia akan memberikannya pada Eve, mengambilnya untuk dirinya sendiri. dengan kesabaran, dengan kelembutan.

"aku mencintaimu. sepenuhnya. tanpa batas."

"ketika kita bersama seperti ini, rasanya seolaholah aku tidak pernah bersama orang lain. seakan tak pernah ada orang lain."

"apakah benar, bahwa orangorang sering melihat kejadian yang sama, namun melihatnya secara berbeda?"

"kita tak bisa kembali. tak bisa memperbaiki apa yang telah kita rusak. tapi kita bisa maju ke depan. dari sudut pandangku, kau adalah langkah terbaik yang penah aku ambil."

Tidak ada komentar: