Rabu, 31 Desember 2014

december's read - 2014 ; the silkworm


"save the best for the last", itulah kalimat yang sering digambarkan orang untuk menjelaskan bahwa yang ditampilkan terakhir adalah yang terbaik. seperti halnya buku terbaik di bulan ini yang saya baca. masih segar dalam ingatan, ketika dipertengahan tahun ini saya yang ketika itu masih baru bangun tidur -lagiabissubuh- ngecek email dna langsung terlonjak begitu berita yang masuk adalah Robert Galbraith, si Harry Potter dengan nama samaran yang kayak cowok ini dikabarkan akan menerbitkan serial Cormoran Strike yang kedua.




sialan. gue abis kesengsem sama Poirot yang ditulis Sophie Hannah, yang covernya keren banget itu, tetiba dikasih kabar beginian. senengnya kayak Roarke waktu Eve mau nerima lamarannya.

Strike kali ini -setelah menjadi detektif partikel yang sukses karena memecahka kasus Lula Landry, membuat reputasi polisi dipertanyakan karena kesimpulannya bahwa Lula tidak bunuh diri, kedatangan seorang perempuan di kanor mungilnya bersama Robin ((sayangku :*)) yang mengaku kehilangan suaminya, seorang novelis yang baru saja menyelesaikan novelyang diberi judul -oh Tuhanku, apa ini- Bombyx Mori, sebuah novel fantasi yang isinya membongkar kejelekan beberapa pihak yang bisa membahayakan masingmasing tokoh tersebut.

sebelum novelnya terbit, Owen menghilang, dan sebelum novel itu sempat dipublikasikan, mayatnya yang tanpa usus itupun sudah menjadi berita utama di manamana. siapakah diantara para tokoh yang memang merupakan simbol seseorang di dunia nyata, yang merekontruksi kematian Owen sesempurna yang ia tuliskan sendiri dalam novelnya?


***

salah ga, sih, gue kepengen Robin sama Cormoran aja? #digampar #tolongjangansalahfokus

terlepas dari --ya Tuhan, kenapa buku di bulan Desember ini punya banyak kesamaan-- prolognya yang luar biasa panjang kali lebar samadengan luas, Silkworm ini asik banget buat nguji kesabaran lo pada, dari mulai awal yang kesanakesini, trus penjabaran detail, dan satu lagi yang bikin gue ga abis pikir sama J.K. Rowling ((dan gue rasa ini kenapa gue ga kepengen baca Harry Potter)) fantasi yang luar biasanya, wkwkwkwk. 

gue kasih tau, yaa, Silkworm ini pas banget buat yang kepengen ngasah kemampuan analisi dan detektifnya, hahaha. sumpah, asem banget dari awal sampe akhir. kali ini bahkan Strike menghadapi banyak kasus sekaligus, dengan klien yang gue ga tau kenapa, pada demen sama tokoh utama kita satu ini, padahal secara fisik dia digambarkan jauh dari sempurna ((bahkan dari Matthew si tunangan Robin yang ga gue suka itu sekalipun)) tapi Charlotte yang sudah menikah pun masih menginginkan dia ((gue tetp mau dia sama Robin, atau Charlotte juga boleh tapi Charlotte harus minta maaf sampe ngemisngemis dulu #jahat #emang)).

dan, yah, kehidupan penulis pun kompleks, yaa. terlebih yang tulisannya bukan yang selalu ditunggu para pembaca. dan tenang saja, mbak Robert Galbraith, saya setia nungguin Cormoran Strike yang berikutnya! 

p.s ada sih yang distabiloin, tapi apa yang kamu harap saya tulis di sini, kamu baca sendiri dan kamu akan tahu kalau mau distabilo saya harus menulis ulang novelnya, utuh, di sini.

1 komentar:

ayudya lantasi mengatakan...

ebuset banget baru tau si umi nge resensi silkworm. hahak :v asli itu prolog bikin kesel. saya mikir ini kapan mulainya sih?
tapi, tenang yang pengen strike sama robin jadi bukan cuma umi, saya juga! ^^