Minggu, 28 Desember 2014

december's read - 2014 ; potrait in death


gue ga tau lagi harus bilang apa buat J. D. Robb, sekalipun belum pernah baca karyanya yang pakai nama asli Nora Roberts, yakin aja sih emang dia mampu bikin cerita yang kuat dan indah.

kali ini Eve berhadapan dengan seseorang yang menggilai cahaya ((gue dong?)) ((oke sorry)) pembunuh kali ini membuat korban menjadi obyek foto yang sangat indah, mencari korbankorban yang masih suci dan bersih, punya cahaya yang indah dan memikat. di saat Eve mengalami kebuntuan, Roarke pun mendapatkan masalah. masalah lelaki yang diciptakan sangat sempurna sama penulisnya ini ((sumpah, gue pengen ngutuk J. D. Robb rasanya, tolonglah kalau dia sudah mulai mendeskripsikan Roarke saya ni udah bendera putih aja bawaannya. he so perfect, handsome, rich, success, dan satu lagi dia sinting. gue butuh bahasan khusus keknya untuk pasangan ini, seems like a good idea, right?))

kisah kali ini selain menampilkan kehebatan seorang Letnan nomor 1 di divisi pembunuhan NYPSD juga memberitahukan kita hubungan kompleks Roarke di masa lalu, dan bagaimana Eve menangani suaminya yang ternyata juga manusia biasa ((kan sukanya disebut malaikat penuh dosa)).


***

"beri aku biskuit sialan itu, atau aku akan menyakitimu. kau tahu aku bisa melakukannya." | "rasa takutku padamu hampir sama besarnya dengan rasa cintaku padamu, Letnan."

"mereka yang tidak bisa melakukannya akan mengajarkannya. bukankah ada peribahasa tentang itu?"

dia benci meluangkan waktu untuk urusan pribadi. benci karena menyadari bahwa dia akan merasa bersalah dan picik jika tidak melakukannya. pernikahan sudah merupakan urusan yang cukup besar untuk dinegoisasikan, ditambah lagi dengan urusan sampingannya yang menyebalkan. siapa yang bisa mengendalikan semua ini.

segala sesuatu lebih sederhana saat dirinya masih sendiri. saat itu tak banyak orang dalam kehidupannya yang perlu dia khawatirkan. atau yang perlu kuperhatikan, Eve mengetahui. dan sekarang, dia sudah tidak bisa kembali.

betapapun lapar, terluka, hancur babak belur, dia tidak akan pernah melarikan diri ke tempat penampungan. harga diriku terlalu tinggi, duganya. atau mungkin terlalu kejam.

"dia tidak perlu mengkhawatirkanku." | "mungkin tidak, tapi tetap saja dia khawatir, dan kau tahu itu. dia mencintaimu. dan hatinya tertoreh dengan dalam saat seseorang yang dicintainya terluka."

gadis iu jatuh cinta, kaum wanita cenderung mengalaminya dengan pria yang sebenarnya tidak baik untuk mereka.

"kalau begitu kau harus melumpuhkan dinding pemisah itu. kau tidak akan menyerah sebelum mendapatkan jawabannya. kau tidak akan menyerah sebelum mendapatkan jawabannya. kau merengek, emancing, mendesak sampai jawaban itu keluar dari dalam dirinya."

"baiklah, halhal yag harus dilakukan: memasukkan laporan, mewawancarai tersangka, meneror PM dan laboratorium. menangkap si pembunuh gila. menutu kaus. menendang bokong Roarke. gampang sekali."

"kuduga pernikahan memiliki masamasa pasang dan surut." | "memang. pernikahan bukanlah untuk orang yang lemah dan malas. pernikahan adalah upaya, dan memang seharusnya begitu. kalau tidak, apa gunanya?" | "aku tidak keberatan berupaya."

"ada masanya orang saling menjauh, benar? bukan berarti perasaan mereka berubah, mereka hanya perlu mundur sedikit." | "ada masanya kita perlu menjadi diri sendiri, atau mengerjakan sesuatu dengan cara kita sendiri, pasti. dalam hubungan apapun, tiaptiap individu memerlukan waktu dan ruang pribadi."

"dan kau telah memberinya waktu serta ruang pribadi. sekarang pulanglah dan selidiki sampai tuntas. kalian berdua akan samasama merasa lebih baik." | "baiklah, benar sekali. terima kasih. aku merasa bodoh." | "tidak manis. kau merasa menikah."

"lupakan saja. aku tidak akan menyakitimu." | "tidak akan menyakitiku? kau sudah bosan denganku, tidak ingin aku di dekatmu, ingin meyingkirkanku, dan kau bilang kau tidak akan menyakitiku?" | "bosan terhadapmu? dari mana kau mendapatkan gagasan seperti itu? aku tidak pernah mengatakannya."

"katakan saja padaku. kalau kau tidak sedang sekarat, juga tidak sedang bosan padaku-" | "aku tidak bisa bosan padamu bahkan jika aku terjun ke neraka. kau adalah segalanya bagiku."

"aku bahkan tidak pernah repotrepot membencinya. dia sama sekali tidak berarti bagiku."

"kau tidak bisa menyalahkan dirimu atas hal itu. taua menghukum dirimu sendiri karenanya."

"aku tidak tahu berapa kali-kau tidak bisa menyimpan ingatan seperti itu di kepalamu atau kau akan gila-aku tidak tahu berapa kali aku mengetuk pintu seseorang dan mencabikcabik seluruh mahligai kehidupan mereka dengan memberitahu mereka bahwa orang yang mereka cintai meninggal."

"aku tidak bisa melakukan apapun tanpamu. aku tidak tahu bagaimana bisa hidup sebelum menemukanmu."

Roarke memetik salah satu bunga yang bermekaran itu, mengamatinya. terlintas dalam pikirannya sudah cukup lama dia tidak memberi Eve bunga. seorang pria seharusnya tidak boleh lupa melakukan halhal seperti itu, terutama jika sang wanita sama sekali tidak pernah mengangkanya.

"kau ornag yang selalu yakin bahwa kau harus mengatasi segala sesuatu sendiri. dalam hal ini, kau dan dia benarbenar setali tiga uang."

"tolong jaga baikbaik polisiku itu. aku tak bisa hidup tanpa dirinya." | "jaga baikbaik pemabuk Irlandiaku. aku juga tidak bisa hidup tanpa dirinya." | "apa, Brian?" | "bukan, bodoh kau. kau."

sejauh ini, petunjuk itu menemui jalan buntu, tapi Eve pantang mundur.

dia tidak akan pernah bisa memperbaiki segala sesuatu, dan tidak menemukan satu alasan logis pun untuk mencobanya.

Roarke sangat merindukan wanita itu, bagaikan kehilangan anggota tubuhnya sendiri. dia pasti akan datang jika Roarke men=mintanya. Jadi, Roarke tidak memintanya. tidak bisa melakukannya. ini bagian hidupnya yang terpisah dari wanita itu, dan memang harus terpisahkan. saat sudah menuntaskannya, dia akan kembali. pulang, dan selesailah sudah.

"tenggelam atau berenanglah, karena sebentar lagi kau akan tercemplung ke bagian kolam yang sangat dalam."

"kau tahu, begitu seseorang mengatakan kepadaku bahwa aku tidak punya bukti, itu malah membuatku semakin gigih menggali sampai aku mendapatkannya. aku benarbenar menyukai tantangan seperti itu."

"seumur hidup meyakini sesuatu, menghadapi sesuatu yang kau yakini adalah kebenaran, tapi setelah itu bagai ditusuk langsung ke jantung, dan segala sesuatu di sekitarmu seketika berubah."

dia bukan satusatunya polisi di NYPSD. tapi dia adalah satusatunya istri Roarke. 

mungkin Roarke tidak menginginkanku di sana, tapi sekarang mau tak mau dia harus bisa menghadapiku.

dia akan merasa lebih stabil jika wanita itu di situ, dia yakin itu. ya Tuhan, andai Eve ada di situ.

seorang pria yang tidak melakukan apa yang saggup dilakukannya untuk hidup layak, sebaliknya malah mengasihani diri sendiri, adalah orang yang bodoh.

dia tidak ingin menelepon Eve. dia ingin menyentuh wanita itu. mendekapnya, hanya mendekapnya dan melabuhkan diri lagi.

"mengapa aku datang tanpamu? saat aku teramat sangat membutuhkanmu."

"aku baru saja mengharapkanmu ada di sini. dan kau langsung datang." | "pasti ini hari keberuntungamu, Ace." | "Eve. Eve. oh Tuhan, Eve."

"kau mendarat di padang rumput, di tengahtengan kawanan sapi, mengendarai helijet." | "maksudmu?" | "kau pasti mencintaiku habishabisan." | "kelihatannya begitu."

"Roarke berkata kau sangat cemerlang, keras kepala bagaikan anjing terrier, tapi berhati sangat baik." | "dia memiliki perasaan yang sangat sentimental terhadapku." | " dia memang begitu. kami diberitahu bahwa kau sedang menangani kasus yang sulit." | "semua kasus sulit karena seseorang yang seharusnya tidak dibunuh telah mati."

"tidak. kau tidak akan pernah memecahkan apapun, karena seseorang sudah mati, padahal seharusnya itu tidak terjadi. meski tidak bisa bangkit lagi dari kubur, jadi kasus ini tidak bisa dipecahkan. yang bisa kulakukan hanyalah menuntaskan kasus itu dan memercayakannya pada sistem peradilan." | "dan apakah keadilan itu ada?" | "jika kau teguh memegangnya cukup lama."

"kau sudah tahu sisi terburukku, tapi kau tetap datang. aku rasa apa yang ada di sini sekarang, walaupun aku belum sepenuhnya mengerti semuanya, belum sepenuhnya menerima semuanya, mungkin adalah sisi terbaikku. aku ingin kau menjadi bagian darinya."

"kau mendampingiku melawati semua itu, kendati hal itu sama sulitnya bagimu seperti halnya bagiku. tak terhitung banyaknya kau mendahulukan pekerjaanku dan menyesuaikan jadwal untuk membantuku-bahkan saat aku tidak ingin kau melakukannya. kau bagian hidupku, bahkan pada bagianbagian saat aku tidak ingin kau terlibat. jadi, hal itu berlaku juga bagimu, Roarke. saat senang dan susah, atau semua tetek bengek diantara keduanya, aku mencintaimu."

"bungabunga itu pada akhirnya akan layu dan mati, kan? dan mayatnya akan dikubur atau dibakar. tapi, kalau menanam pohon, pohon itu akan terus tumbuh dan hidup. hal itu menyiratkan sesuatu."

wajah Roarke-perubahan ekspresi wajah itu, dari postur tubuhnya, di seluruh jiwa raganya saat melihat kaulah yang datang. rasa cinta itu terpancar begitu jelas di wajahnya saat dia melihat bahwa yang datang itu engkau, dan itu adalah salah satu hal terindah yang pernah ku lihat. itu gambaran yang indah dalam benakku, karena dia putera adikku, walaupun dia sudah dewasa, dan aku tetap menginginkan yang terbaik untuknya. tampaknya kaulah yang terbaik baginya." | "kelihatannya kami memang yang terbaik untuk satu sama lain, hnaya Tuhan yang tahu mengapa."

"tak seorang pun bisa mencegah Roarke." | "tak seorang pun, kecuali kau." | "aku tidak akan melakukan apa pun yang bisa menghalanginya melakukan sesuatu yang dibutuhkannya. Roarke perlu datang ke sini. dia juga perlu kembali lagi ke sini. mungkin kau tidak melihat ke arah yang benar sewaktu dia mengenalkanku kepadamu. dia sudah mencintaimu."

"aku mengucapkan terimakasih karena kau sudah menunjukkan padaku hati ibuku. aku tidak akan melupakannya, ataupun dirimu"

"kau sebaiknya tidur sebentar." | "jangan mulai cari garagara dengaku, sobat. kau yang terlihat seperti habis ditabrak sampai penyok."

cinta, pikir Eve, tindakan yang didasari oleh rasa cinta, bia menghapus bayangan kematian untuk sementara waktu, menyingkirkan kematian jauhjauh. inilah kehidupan, bersama pria yang mengisi hatinya.

kehidupan, pikir Roarke, saat wanita itu memeluknya erat. kehidupan mereka.

"biarkan kau melakukannya. biarkan aku melakukan apa pun sebisaku."

"kalau polisi lain ynag mengatakannya padaku, aku tidak akan percaya. kalau polisi lain yang mengatakannya padaku, aku akan mengatakan apa pun yang perlu ku katakan untuk meloloskan diri darinya supaya bisa melakukan halhal yang ingin kulakukan. tapi kau bukan polisi biasa, gadis kulit putih. kau akan menjaga adik perempuan kecilku. kau satusatunya orang yang bisa kuandalkan untuk mengurus adikku."

"aku terjebak dalam harga diri dan ketakutanku setiap kali kau membawa senjata dan melangkah keluar dari pintu. setiap kali. tapi aku tak akan mengubah satu pun darinya, Eve. tak akan mengubah satu pun dari dirimu, karena inilah dirimu yang sesungguhnya dan diri kita berdua secara utuh." | "memang tidak mudah menikah dengan polisi. tapi kau melakukannya dengan baik." | "terima kasih untuk itu. kau juga melakukannya dengan baik., dalam hal menikah dengan bekas penjahat." | "hore untuk kita berdua."

Tidak ada komentar: