Sabtu, 06 Desember 2014

december's read - 2014 ; the monogram murders


book 2.

pertama kali, saya pikir Sophie Hannah 'hanya' menulis ulang ide Agatha Christie untuk novel ini, saya berasumsi bahwa ini adalah novel buatan Agatha sendiri, bukan Sophie. dan ternyata, BANGGGG Sophie benarbenar bisa membuat saya merasakan lagi kekuatan Agatha dalam kisah kali ini.

Poirot bisa saja menikmati sajian kopi favoritnya di kedai yang tidak terlalu terkenal namun punya cita rasa yang baik mengenai minuman kesukaannya itu, seandainya seorang wanita yang sedang terburuburu tidak masuk dan tibatiba saja merusak malam indah miliknya. merasa ada yang tidak beres dengan wanita tersebut akhirnya Poirot berusaha menyapa dan bicara padanya- yang ternyata sedang ketaukan dan menganggap dirinya akan segera mati agar keadilan benarbenar bisa ditegakkan. 

kejadian esok hari di sebuah hotel berbintang lah yang membuat Poirot merasa harus menyelamatkan nyawa wanita yang malam sebelumnya ia jumpai, setelah menemukan tiga mayat yang tersusun rapi dalam tiga kamar berbeda dengan posisi tubuh yang sama, dan si pembunuh menempatkan manset bermonogram dengan inisial PIJ dalam mulut masingmasing korban. berhasilkah ia? atau justru akan menemukan kejutankejutan yang -sudahlah, akui saja- sudah ia ketahui sejak awal kasus ini ada?

***

dan sesungguhnya saya selalu suka dengan penulis yang dia menulis kisah seperti mbak Sophie ini, kisah tentang tokoh yang memang sudah terkenal tapi ia tidak sama sekali melepas atribut penulis lamanya. mungkin itu sebabnya tidak semua orang yang menulis tentang kisah Holmes membuat saya tertarik selain Sir Arthur sendiri. 

dan, jujur saja alasan berikutnya saya memutuskan memiliki buku ini adalah, tentu saja desain sampulnya yang begitu menggoda,


"aku tidak perlu menyukainya, bukan? kita ingin memiliki pendapat yang berbeda, karena kita merasa bebas."

"orang memandang aturan dengan cara berbeda, tidak peduli apa aturan itu. pemberontak seperti saya selalu membenci belenggu, bahkan belenggu yang masuk akal, tetapi ada juga orang yang menyambut belenggu dan aturan karena hal itu membuat mereka merasa lebih aman. terlindungi.

"dia mengumumkan niatnya untuk menyimpan semua cintanya untuk Tuhan sejak itu. dia merasa Tuhan jauh lebih bisa diandalkan daripada manusia biasa."

"pembicaraan adalah kegiatan aneh yang bisa membawamu ke mana pun. sering kali kau berakhir jauh dari tempatmu memulai, tidak tahu jalan kembali."
"kalau tidak ada apapapa di sana, kita tidak melihat apaapa. kita tidak memikirkan apaapa. memperhatikan sesuatu yang tidak ada-itulah yang sulit. sampai kita melihat di tempat lain sesuatu yang seharusnya ada di sana."

"jatuh cinta... enfin, kita tidak bisa mengendalikan perasaan kita, tapi kita bisa memilih apakah kita harus bertindak sesuai perasaan itu."

"gerakan yang didorong amarah dan kebencian tidak akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik."

"waktu akan menyembuhkan rasa sakit hatinya, dan suatu hari nanti dia akan menemukan tujuan hidup yang lain."

"kita tidak bisa membayangkan kehilangan yang begitu mengerikan, begitu menyedihkan, sampai hal itu menghancurkan semua kebahagiaan dan merusak semua sifat baik dalam diri seseorang."

Tidak ada komentar: