Rabu, 03 Desember 2014

december's read - 2014 ; immortal in death


book 1.

hey hey, akhirnya bisa juga bikin review personal untuk tulisannya mbak J.D. Robb ini. kali ini yang berhasil saya temukan di toko buku yang ada diskonnya dan kebetulan banget ada, sumpah saya susah banget nyari buku ini, kek satu diantara seribu. iya sih, sukanya telat, padahal ini cerita detektif dari markas NYPSD dengan tokoh utama wanita ((tenggelamkan saja saya dalam kebahagiaan)).

Eve Dallas akan segera menikah dengan Roarke ((gue ga tau gue lebih cinta yang mana diantara dua tokoh fiksi ini)) yang itu artinya polisi wanita kesayangan kita ((atau saya aja?)) ini akan sibuk mengurusi segala keperluan pernikahannya, dan hey coba tahan sebentar dan kita kutip pembicaraan "absurd nan romantis" pasangan ini :

"tidak heran kau rewel sekali. sudah kubilang biar aku yang mengurusnya." - Roarke

"aku sendiri yang akan memilih gaun pengantinku. dan aku akan membelinya dengan uangku sendiri. aku tidak menikahimu karena uang sialanmu." - Eve

.....

"aku mau menikah, bukan? apalagi yang lebih konyol dari itu?" - Eve

dihalamanhalaman berikutnya, gue cuma bisa yang, "sinting, yaa. maunya apa Eve sama Roarke ini, trus yang seneng banget kalau penuh kejutan di dalamnya, gimana Eve Dallas nemuin semua keterkaitan diantara petunjuk kasusnya, atau gimana Roarke bikin gue, "mampus, yang begini mana di dunia nyata ketemu gue dulu coba?!" atau justru pembicaraan saling "tergilagila dengan menghina" ala mereka.

baiklah, kembali ke inti ceritannya. saat Eve sedang bersiap untuk pesta pernikahannya yang ga lama lagi, dan ia sedang mengurus gaun pengantin bersama Mavis sahabatnya yang dirancang Leonardo -kekasih Mavis, kasus itu datang. biasa sih kalau dalam novel beginian mah penjahat emang suka ga liat situasi, terjadilah pembunuhan kepada Pandora -kekasih Leonardo yang dulu, dan kecurigaan terbesar jatuh pada Mavis.

Eve berusaha sekuat tenaga untuk menyakinkan -terutama dirinya sendiri, bahwa Mavis tidak bersalah, dan petualangannya membawa ia menuju ajudan -yang akan menjadi kesayangannya Peabody, lalu segala kesibukan bersama Roarke, dan bagaimana mimpimimpi buruknya datang dan kembali menyadarkan Dallas tentang perbuatan yang ia lakukan dulu, saat ia masih berusia delapan tahun.

kasus yang kompleks dan penyelesaian yang sangat rumit, bahkan mengetahui pelaku diujung cerita, dua jam sebelum Eve resmi menjadi istri Roarke. sungguh mengaduk emosi dan bikin saya kepengen tahu bentuk bunga petunia itu gimana. ini sinting, saya cinta keduanya. Eve, dengan posisi pemeran utama perempuan yang tegar dan semangat serta pantang menyerah, ngotot dan seksi sekali, dan Roarke, ugh, he is perfecly husband material. man, kalau Roarke mah, udahlah, samlekum.




***
"mungkin kaulah hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

"terkadang apapun sudah terlambat."

"tidak ada yang bisa ku lakukan untuk kembali ke masa lalu dan mengubah apa yang terjadi."

"kau tidak bisa menghentikan kejadian itu. kau hanya bisa mengontrol apa yang terjadi setelahnya, seperti halnya aku hanya bisa melakukan segala yang kubisa untuk menemukan jawabannya."

"aku senang melihatnya. kalian berdua tergilagila pada satu sama lain."

"aku tidak bisa melakukan pekerjaanku kecuali aku tahu aku memegang kendali." | "dan dalam kehidupan pribadimu?" | "sialan, tidak ada yang bisa merebut kendali dari Roarke."

"tidak ada yang pernah mencintaiku. tidak seperti ini. hal itu mudah diucapkan. katakata itu. tapi itu bukan sekadar katakata bagi Roarke."

"karena dia membuka sesuatu di dalam diriku yang telah kusegel. tidak, itu telah kupendam dalamdalam. entah bagaimana, dia mengambil kendali bagian diriku itu, atau aku membiarkan dia mengambil alih bagian diriku yang sudah mati."

"dan mendapati dirinya ingin menyuapi wanita itu, apa pun, segalanya, supaya Eve takkan pernah berpikir tentang kelaparan lagi."

"Eve tahu ia tidak pernah mencintai siapa pun melebihi Roarke. takkan pernah."

"aku tahu apa yang disukainya. sering kali lebih baik di banding dirinya sendiri."

"jika dia terus memandangmu dengan cara seperti itu, aku terpaksa harus menyakitinya."

"kau milikku. itu berlaku dua arah, sayang, tapi kalaukalau kau belum sadar, sepertinya adil jika aku memberitahumu bahwa aku sangat teritorial terhadap apa pun milikku. aku sungguh mencintaimu, Eve. walau kedengarannya konyol."

"kau tahu, tidak, Peabody? keadilan sedikit lebih berarti bagiku dibanding bintang emas kecil di catatanku atau lencana kapten keparat."

"tidak terlalu sulit berjanji melakukan sesuatu yang sangat kau inginkan. dan kalau aku payah sebagai istri, kau hanya bisa menerimanya. aku tidak melanggar janjiku."

"dia selalu tahu. dia selalu tahu."

Tidak ada komentar: