Sabtu, 20 Desember 2014

december's read - 2014 ; dumb witness


hallo hallo, ketemu lagi. uhuy, kali ini saya akan mereview ((boleh ga sik bilang ini review, keknya cuma komentar seadanya)) buku selanjutnya bulan ini. kali ini giliran Poirot's case. 

kali ini Poirot mendapatkan sebuah surat yang seharusnya ia terima dua bulan sebelumnya, sebuah surat mengenai kekhawatiran seorang wanita tentang kesehatan dan keluarganya. tapi ternyata wanita itu sudah meninggal sekarang, tinggalkan ia dan kapten Hasting berusaha memcahkan misteri, apakah ia meninggal sewajarnya ataukan ada penyebab yang membuat ia meninggal? mengingat kekayaannya yang tidak sedikit dan bagaimana keponakannya sangat mengingainkan hartanya untuk kehidupan mereka, Poirot mencoba menelisik datu demi satu kemungkinan hingga ia mendapatkan kesimpulan.

***

saya suka sekali membaca Poirot yang seperti ini, terlebih kalau dalam ceritanya Agatha memberikan potongan percakapan yang saling mengejek antara Poirot dengan rekannya saat itu, hahahaha, so funny. sangat menyenangkan melihat orang berdebat untuk menarik sebuah kesimpulan dari sebuah pembunuhan.

dengan twits yang ga terduga, kisah kali ini memberikan kita gambaran kehatihatian dan penilainan psikologis pembunuh dengan sifat kesehariannya. dari awal kita diajak berkenalan dnegan tokohtokoh korban dan pelaku, sampai kita paham mengenai sifat mereka, dampai akhirnya Poirot datang dan membuat semua yang kelabu menjadi jelas dan terang.


  
pertanyaan yang sering tidak berhasil mendapatkan jawaban bila ditanya secara blakblakan- dengan menyatakan asumsi yang salah malah akan mendapatkan jawaban yang benar.

"kecelakaan bisa terjadi setiap saat, di mana saja... dan memang selalu terjadi di manamana. kau mesti tahu, Hasting, kadnagkadang kecelakaan itu juga bisa dibuat terjadi."

"bahwa reaksi pribadi seseorang terhadap orang lain itu bukan petunjuk yang aman. orang tak boleh menjadikan perasaannya sebagai bahan pertimbangan. sebaliknya, faktalah yang harus dipertimbangkan."

"pembunuh selalu berbahaya. sayangnya, fakta itu sering kurang diperhatikan."

"saya tidak pernah berdiri di pihak siapapun, Madame, saya cuma berdiri di pihak kebenaran."

"segala sesuatu akan beres sendiri pada akhirnya."

Tidak ada komentar: