Sabtu, 13 Desember 2014

december's read - 2014 ; cards on the table


sudah sangat menantikan waktu untukmembaca kisah Poirot yang satu ini, soalnya mereka bilang ini bagus dan digunakan oleh "SelSel Kelabu" ((kumpulan pecinta Aghata Christie)) untuk event pertema mereka "Satu Dua KartuKartu di Meja".

judul yang indah, saya beneran jatuh cinta dengan temanya, meskipun saya sama sekali ga ngeh dengan permainan brigde itu sendiri.

kali ini kisahnya lebih menantang, seseorang yang mengaku mengenal beberapa pembunuh yang bebas dari tuduhan dan penjara bertemu dan mengundang Poirot ke jamuan makan malam yang dihadiri oleh 4 orang yang suka dengan pembunuhan bersama dengan 4 orang pembunuh di masa lalu.

diakhir malam perjamuan makan tersebut, tuan rumah ditemukan sudah tewas tertikam, dan Poirot serta tiga temannya yang ikut hadir memiliki 4 tersangka untuk dibuktikan bahwa satu dari mereka adalah pembunuh orang yang mengundang mereka, dan ke-empatnya adalah pembunuh di masa lalu pula. semua punya motif, semua punya kesempatan, yang mana yang akan dibuktikan sebagai penjahat yang sesungguhnya oleh Poirot? 



***

"orang tak bisa membantah naluri wanita, dokter. wanita tahu halhal itu."

"dan bila seseorang gugup, akan cenderung...yah, cenderung mengatakan apa yang diinginkannya."

"urusan ini akan makan waktu lama. kita tak bisa menemukan semua yang kita inginkan dalam waktu dekat."

Anda harus berpikir bahwa semua orang adalah pembohong sampai mereka membuktikan apa yang dikatakannya itu benar."

"ingatkan memang suatu bakat hebat. dengan bakat bisamembuktikan bahwa apa yang dikatakannya itu benar."

"ingatan semacam itu, masa lalu tak pernah berlalu begini saja. saya rasa, Madame, bagi anda masa lalu itu tetap terbuka. setiap peristiwa jelas bagi anda, seperti baru terjadi kemarin. begitu, bukan?"

"kita tak bia menerima manusia menilai manusia lain, lalu main hakim sendiri."

"berbohong itu tidak selalu merupakan suatu tanda bersalah."

"tak mungkin kita tidak membuka rahasia diri kita sendiri, kecuali kalau kita sama sekali tidak membuka mulut! berbicara adalah pembuka rahasia yang paling mengancam."

"dengan mata pikiran kita, kita bisa melihat lebih banyak daripada dengan mata kepala kita. kita hanya harus menyandarkan diri dan menutup mata kita."

Tidak ada komentar: