Rabu, 31 Desember 2014

december's read - 2014 ; the silkworm


"save the best for the last", itulah kalimat yang sering digambarkan orang untuk menjelaskan bahwa yang ditampilkan terakhir adalah yang terbaik. seperti halnya buku terbaik di bulan ini yang saya baca. masih segar dalam ingatan, ketika dipertengahan tahun ini saya yang ketika itu masih baru bangun tidur -lagiabissubuh- ngecek email dna langsung terlonjak begitu berita yang masuk adalah Robert Galbraith, si Harry Potter dengan nama samaran yang kayak cowok ini dikabarkan akan menerbitkan serial Cormoran Strike yang kedua.




sialan. gue abis kesengsem sama Poirot yang ditulis Sophie Hannah, yang covernya keren banget itu, tetiba dikasih kabar beginian. senengnya kayak Roarke waktu Eve mau nerima lamarannya.

Strike kali ini -setelah menjadi detektif partikel yang sukses karena memecahka kasus Lula Landry, membuat reputasi polisi dipertanyakan karena kesimpulannya bahwa Lula tidak bunuh diri, kedatangan seorang perempuan di kanor mungilnya bersama Robin ((sayangku :*)) yang mengaku kehilangan suaminya, seorang novelis yang baru saja menyelesaikan novelyang diberi judul -oh Tuhanku, apa ini- Bombyx Mori, sebuah novel fantasi yang isinya membongkar kejelekan beberapa pihak yang bisa membahayakan masingmasing tokoh tersebut.

sebelum novelnya terbit, Owen menghilang, dan sebelum novel itu sempat dipublikasikan, mayatnya yang tanpa usus itupun sudah menjadi berita utama di manamana. siapakah diantara para tokoh yang memang merupakan simbol seseorang di dunia nyata, yang merekontruksi kematian Owen sesempurna yang ia tuliskan sendiri dalam novelnya?


***

salah ga, sih, gue kepengen Robin sama Cormoran aja? #digampar #tolongjangansalahfokus

terlepas dari --ya Tuhan, kenapa buku di bulan Desember ini punya banyak kesamaan-- prolognya yang luar biasa panjang kali lebar samadengan luas, Silkworm ini asik banget buat nguji kesabaran lo pada, dari mulai awal yang kesanakesini, trus penjabaran detail, dan satu lagi yang bikin gue ga abis pikir sama J.K. Rowling ((dan gue rasa ini kenapa gue ga kepengen baca Harry Potter)) fantasi yang luar biasanya, wkwkwkwk. 

gue kasih tau, yaa, Silkworm ini pas banget buat yang kepengen ngasah kemampuan analisi dan detektifnya, hahaha. sumpah, asem banget dari awal sampe akhir. kali ini bahkan Strike menghadapi banyak kasus sekaligus, dengan klien yang gue ga tau kenapa, pada demen sama tokoh utama kita satu ini, padahal secara fisik dia digambarkan jauh dari sempurna ((bahkan dari Matthew si tunangan Robin yang ga gue suka itu sekalipun)) tapi Charlotte yang sudah menikah pun masih menginginkan dia ((gue tetp mau dia sama Robin, atau Charlotte juga boleh tapi Charlotte harus minta maaf sampe ngemisngemis dulu #jahat #emang)).

dan, yah, kehidupan penulis pun kompleks, yaa. terlebih yang tulisannya bukan yang selalu ditunggu para pembaca. dan tenang saja, mbak Robert Galbraith, saya setia nungguin Cormoran Strike yang berikutnya! 

p.s ada sih yang distabiloin, tapi apa yang kamu harap saya tulis di sini, kamu baca sendiri dan kamu akan tahu kalau mau distabilo saya harus menulis ulang novelnya, utuh, di sini.

december's read - 2014 ; judgment in death


gue ga tau harus cemburu sama Eve apa justru sama Roarke?

Eve adalah gambaran perempuan ideal dalam benak saya selama ini ((tos untuk kita, J.D. Robb!)), plus kondisi rumah tangganya yang huhu please, cinta banget gue sama pasangan yang satu ini, aduuuh.

kali ini Eve berurusan dengan Ricker. seseorang dari masa lalu bisnis Roarke, yang ternyata juga mempunyai ikatan dengan masa lalu Eve dan ayahnya. Ricker berusaha menjebak Roarke dalam kehancuran, yang sayangnya, Ricker mungkin lupa kalau Roarke selicin belut, cerdas, dan licik ((GANTENG DAN GONDRONG)). di sisi lain, ada polisi "putih" yang mengincar siapa pun yang berkhianat terhadap lencananya, sampai dia "menuntut" Eve menyelesaikan kasus Ricker sampai ke akarnya sebelum ia memutuskan bahwa Eve juga adalah polisi kotor sama seperti beberapa yang sudah ia habisi sebelumnya.

kali ini Roarke dan Eve mengalami masamasi tegang dalam sebuah pernikahan hanya karena masingmasing ingin melindungi satu sama lain, yang membuat mereka merasa tidak dihargai karena tidak boleh ikut campur, dan membuat mereka berdiam diri, membangun pertahanan untuk pasangannya.

nih, yaa, kalau gue jadi Eve kali tiap hari gue udah meleleh karena tingkah sialan Roarke, tapi...tapi... Eve, huhuhuhu Letnan, aku cinta padamu!


***

"kenapa, sih, kau harus punya semuanya?" | "ini mimpi masa kecilku" | "apa kau harus memberitahu tim TKP kalau aku istrimu?" | "kau memang istriku. kenyataan yang selalu membuatku bahagia."

"kau bisa mengajukan permohonan pengambilalihhan penyelidikan. tapi aku akan berterusterang dneganmu. aku takkan gampang menyerah. aku berdiri di dekatnya pagi ini. aku melihat apa yang dilakukan si pembunuh terhadapnya. kau tidak mungkin bisa menginginkan si pembunuh itu lebih besar dibanding aku."

"jika hidup bersama seseorang dari hari ke ahri, kau pasti tahu apa yang mereka lakukan, apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka alami." 

"itu cara yang indah untuk mengatakan tak seorang pun di antara kalian yang akan membiarkan pihak lainnya menutup diri. setiap kali ada sesuatu yang terjadi pada salah satu dari kalian, yang lain pasti bisa mengetahuinya dan terus mendesak sampai semuanya terbuka. kalian berdua sangat ingin tahu, dan cukup kejam untuk tidak membiarkan pihak lain mengalami kesusahan."

benteng Roarke terhaadap masa lalunya berupa uang, kekuasaan, kendali. sedangkan benteng Eve adalah lencananya. hampir tidak ada yang tidak bersedia mereka lakukan, yang belum mereka lakukan, demi mempertahankan benteng itu. namun, entah bagaimana, ketika bersamasama, mereka....normal, putusnya. mereka menikah dan membangun rumah tangga.

Roarke menghampiri Eve dengan gaya khasnya, matanya menatap wajah Eve lekatlekat. tidak pernah ada yang menatap Eve dengan cara seperti itu selain Roarke. seolah tidak ada apa pun dan tidak ada siapa pun di sekitar mereka. tidak peduli berapa kali Roarke melakukannya, tatapan lekatlekat itu saja sudah dapat menggetarkan hati Eve.

"kau tidak bisa mengubah masa lalumu, dan dia bagian dari masa lalumu. tapi dia bukan bagian dari masa kinimu."

ia tahu begitu banyak alasan yang bisa mendorong pria melakukan pembunuhan. tapi tidak ada yang lebih mendesak, tidak ada yang lebih penting dibanding menjaga keselamatan orang yang dia cintai.

"tidak usah terlalu mencemaskannya. dia bilang, begitu menemukan oraang yang tepat, aku pasti mengetahuinya, dan aku bahkan tidak perlu memikirkannya. aku pasti bisa merasakannya. aku tahu saat itu Taj sedang memikirkan istrinya, karena sorot matanya selalu terlihat lembit setiap kali dia memikirkan istrinya."

"hatihati, Letnan. mereka yang mengancamku akan berakhir dengan nasib buruk." | "lihat kembali dataku, Ricker, dan kau akan tahu aku tidak takut pada nasib buruk."

"jangan bohong. jangan pernah berbohong padaku. aku orang yang toleran, dan Tuhan tahu aku telah menoleransi banyak hal darimu, Eve. tapi kau tak kan berdiri di sini dan terangterangan berbohong padaku."

"kalau dia menyentuhmu lagi, meninggalkan jejak di tubuhmu, dia akan mati."

"kau masih marah padaku?" | "oh, ya. ya, aku marah padamu." | "apa yang kau inginkan dariku? aku kan sudah minta maaf." | "kau meminta maaf karena aku mendesakmu." | "aku tidka tahu bagaimana harus melakukannya! aku mencintaimu, dan itu membuatku gila. bukankah itu sudah cukup buruk?" | "ya Tuhan, Eve, kau benarbenar tiada duanya."

"apa kau sehebat omongan mereka?" | "aku tidak suka mendengarkan omongan orang."

"penyelidikan pembuunuhan tidak hanya dimulai dari sesosok mayat. itu di mulai dengan daftar, kemungkinan, dan motif. kau menutup kasus dengan memangkas daftar, mempersempit kemungkinan, dan meneliti berbagai motif. pertimbangkan itu tadi, bukti, cerita, TKP, korban, dan pembunuhnya. dan gabungkanlah semuanya dnegan cara yang berbedabeda, sebanyak mungkin, sampai semuanya cocok."

"aku sulit berkonsentrasi pada pekerjaanku ketika mengetahui kau masih dongkol padaku." | "sepertinya begitu. kau mau aku melakukan apa?" | "aku sudah bilang aku minta maaf. brengsek." | "aku mencintaimu, Eve. tidak ada yang bisa mengubahnya. takkan ada yang bisa mengubahnya. tapi, demi Tuhan, kau benarbenar membuatku marah."

"aku tidka perlu melindungi Roarke. sejak dulu dia sudah bisa menjaga dirinya. tidak seorang pun, kecuali seseorang yang mengkhawatirkan sesuatu, punya alasan untuk mencurugai atau mengetahui penyelidikanku menemukan kebusukan kedua korban itu."

"aku lebih suka kalau kau melepaskan peganganmu dari tubuh istriku sbeelum aku mematahkannya. tapi aku tidak keberatan dengan urutan yang mana pun."

"tidak terjadi apaapa di sini. kau menghinaku kalau sampai berpikir terjadi sesuatu." | "Eve sayang, kalau aku berpikir terjadi sesuatu di sini, dari pihakmu, Webster tak akan pergi dalam keadaan hidup."

"kau dan Roarke adlaah dua orang yang kuat, keras kepala, dan penuh gairah yang sangat mencintai satu sama lain. Roarke marah kepadamu karena kau berusaha melindunginya dengan mempertaruhkan keselamatanmu sendiri. seperti halnya dirimu ketika dia melakukan hal yang sama."

"pria itu mencintaimu dnegan segenap hatinya, dengan segenap dirinya. itu artinya kau bisa melukainya, Eve. luangkanlah waktu dan berbicaralah dnegan suamimu."

ada banyak penjahat yang sedang di penjara berani menyatakan bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan Eve Dallas di ruang interogasi.

"sudah hilang." | "apanya?" | "dua hari ini aku merasakan sakit kepala ringan. sekarang sudah hilang. ku rasa kaulah penyebab sakit kepalaku." | "sayang, itu manis sekali." | "yeah, aku memang gula."

wanita itu snagat mendedikasikan dirinya pada pekerjaan, berdiri di hadapan kematian dan bekerja dnegan tekun untuk membela keadilan, bahkan bagi lakilaki yang Roarke tahu tidak disukai oleh Eve.

"aku tidka punya ibu, tapi aku tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang dengan begitu besar, dan apa yang besedia kita lakukan demi melindungi orang yang kita cintai itu"

"karena kau jauh lebih berarti bagiku dibanding apa pun yang pernah atau pun akan ada. tapi itu tak kan terjadi. dan kalau ada sesuatu yang menimpamu Jumat malam nanti-" | "takkan ada apaapa" | "kalau ada sesuatu yang menimpamu, aku akan mendedikasikan sisa hidupku untuk membuat hidupmu seperti di neraka." | "cukup adli."

"aku hanya menjadwalkan pertemuan di sini supaya aku bisa mengomelimu tanpa diketahui orang." | "aneh. aku menyetujui pertemuan di sini supaya aku bisa mengomelimu tanpa diketahui orang." | "ini menunjukkan betapa kacaunya kita berdua." | "justru sebaliknya. menurutku kita sngat cocok satu sama lain."

tak diragukan lagi siapa yang berkuasa di sini, batin Roarke seraya mengamati Eve. siapa yang memegang kendali. Eve tidka melewatkan detail sekecil apapun, tidak menafikan kemungkinan apa pun. wanita itu mondarmandir di ruangan, berpikir sembari berjalan suaranya terdengar tegas. di kehidupan lalunya Eve pasti mengenakan emblem jendral. atau baju zirah.

"kalau kau berani menyentuh istriku, kalau kau berani melukainya, aku akan mengejarmu smapai ke neraka dan mengulitimu. aku akan menjejalkan matamu ke mulutmu sendiri. aku bersumpah. ingatlah diriku yang dulu, dan kau tahu pasti aku akan melakukannya. bahkan lebih parah lagi."

photograph


loving can hurt, loving can hurt sometimes
but it's the only thing that i know
when it gets hard, you know it can get hard sometimes
it is the only thing that makes us feel alive

we keep this love in a photograph
we made these memories for ourselves
where our eyes are never closing
hearts are never broken
and time's forever frozen still

so you can keep me
inside the pocket of your ripped jeans
holding me closer 'til our eyes meet
you won't ever be alone, wait for me to come home

loving can heal, loving can mend your soul
and it's the only thing that i know, know
i swear it will get easier,
remember that with every piece of you
and it's the only thing we take with us when we die

we keep this love in this photograph
we made these memories for ourselves
where our eyes are never closing
hearts are never broken
and time's forever frozen still

so you can keep me
inside the pocket of your ripped jeans
holding me closer 'til our eyes meet
you won't ever be alone,

and if you hurt me
that's okay baby, only words bleed
inside these pages you just hold me
and i won’t ever let you go
wait for me to come home
wait for me to come home
wait for me to come home
wait for me to come home

you can fit me
inside the necklace you got when you were sixteen
next to your heartbeat where i should be
keep it deep within your soul

and if you hurt me
well, that's okay baby, only words bleed
inside these pages you just hold me
and i won’t ever let you go

when i'm away, i will remember how you kissed me
under the lamppost back on sixth street
hearing you whisper through the phone,
"wait for me to come home." 

**popular by : Ed Sheeran


***

iya.

gue.

lagi.

demen.

bocah satu ini.

huhu, suaramu, dek. trus yang bikinin lyricnya sapa, ayo ngaku kamu!

lagu ini bercerita tentang kekasih yang dipisahkan, pasangan yang menitipkan foto supaya tetap bisa dibawa ke mana pun, diselipkan ke kanton celana jeansnya, ada di mana dia berada, sehingga semua memori yang dibuat bersama tidak hilang sekalipun jarak membentang ((udah akhir tahun, Nay, jangan mulai)).

saya nunggu sampe si Ed ini bikin music video lyric yang diisi dengan fotofoto pasangan mesra gitu, deh, duh biar ngalahin Still Fallin' nya Hunter Hayes ayo, bikin video yang indah bagus menyentuh, yaa, dek.

Minggu, 28 Desember 2014

december's read - 2014 ; potrait in death


gue ga tau lagi harus bilang apa buat J. D. Robb, sekalipun belum pernah baca karyanya yang pakai nama asli Nora Roberts, yakin aja sih emang dia mampu bikin cerita yang kuat dan indah.

kali ini Eve berhadapan dengan seseorang yang menggilai cahaya ((gue dong?)) ((oke sorry)) pembunuh kali ini membuat korban menjadi obyek foto yang sangat indah, mencari korbankorban yang masih suci dan bersih, punya cahaya yang indah dan memikat. di saat Eve mengalami kebuntuan, Roarke pun mendapatkan masalah. masalah lelaki yang diciptakan sangat sempurna sama penulisnya ini ((sumpah, gue pengen ngutuk J. D. Robb rasanya, tolonglah kalau dia sudah mulai mendeskripsikan Roarke saya ni udah bendera putih aja bawaannya. he so perfect, handsome, rich, success, dan satu lagi dia sinting. gue butuh bahasan khusus keknya untuk pasangan ini, seems like a good idea, right?))

kisah kali ini selain menampilkan kehebatan seorang Letnan nomor 1 di divisi pembunuhan NYPSD juga memberitahukan kita hubungan kompleks Roarke di masa lalu, dan bagaimana Eve menangani suaminya yang ternyata juga manusia biasa ((kan sukanya disebut malaikat penuh dosa)).


***

"beri aku biskuit sialan itu, atau aku akan menyakitimu. kau tahu aku bisa melakukannya." | "rasa takutku padamu hampir sama besarnya dengan rasa cintaku padamu, Letnan."

"mereka yang tidak bisa melakukannya akan mengajarkannya. bukankah ada peribahasa tentang itu?"

dia benci meluangkan waktu untuk urusan pribadi. benci karena menyadari bahwa dia akan merasa bersalah dan picik jika tidak melakukannya. pernikahan sudah merupakan urusan yang cukup besar untuk dinegoisasikan, ditambah lagi dengan urusan sampingannya yang menyebalkan. siapa yang bisa mengendalikan semua ini.

segala sesuatu lebih sederhana saat dirinya masih sendiri. saat itu tak banyak orang dalam kehidupannya yang perlu dia khawatirkan. atau yang perlu kuperhatikan, Eve mengetahui. dan sekarang, dia sudah tidak bisa kembali.

betapapun lapar, terluka, hancur babak belur, dia tidak akan pernah melarikan diri ke tempat penampungan. harga diriku terlalu tinggi, duganya. atau mungkin terlalu kejam.

"dia tidak perlu mengkhawatirkanku." | "mungkin tidak, tapi tetap saja dia khawatir, dan kau tahu itu. dia mencintaimu. dan hatinya tertoreh dengan dalam saat seseorang yang dicintainya terluka."

gadis iu jatuh cinta, kaum wanita cenderung mengalaminya dengan pria yang sebenarnya tidak baik untuk mereka.

"kalau begitu kau harus melumpuhkan dinding pemisah itu. kau tidak akan menyerah sebelum mendapatkan jawabannya. kau tidak akan menyerah sebelum mendapatkan jawabannya. kau merengek, emancing, mendesak sampai jawaban itu keluar dari dalam dirinya."

"baiklah, halhal yag harus dilakukan: memasukkan laporan, mewawancarai tersangka, meneror PM dan laboratorium. menangkap si pembunuh gila. menutu kaus. menendang bokong Roarke. gampang sekali."

"kuduga pernikahan memiliki masamasa pasang dan surut." | "memang. pernikahan bukanlah untuk orang yang lemah dan malas. pernikahan adalah upaya, dan memang seharusnya begitu. kalau tidak, apa gunanya?" | "aku tidak keberatan berupaya."

"ada masanya orang saling menjauh, benar? bukan berarti perasaan mereka berubah, mereka hanya perlu mundur sedikit." | "ada masanya kita perlu menjadi diri sendiri, atau mengerjakan sesuatu dengan cara kita sendiri, pasti. dalam hubungan apapun, tiaptiap individu memerlukan waktu dan ruang pribadi."

"dan kau telah memberinya waktu serta ruang pribadi. sekarang pulanglah dan selidiki sampai tuntas. kalian berdua akan samasama merasa lebih baik." | "baiklah, benar sekali. terima kasih. aku merasa bodoh." | "tidak manis. kau merasa menikah."

"lupakan saja. aku tidak akan menyakitimu." | "tidak akan menyakitiku? kau sudah bosan denganku, tidak ingin aku di dekatmu, ingin meyingkirkanku, dan kau bilang kau tidak akan menyakitiku?" | "bosan terhadapmu? dari mana kau mendapatkan gagasan seperti itu? aku tidak pernah mengatakannya."

"katakan saja padaku. kalau kau tidak sedang sekarat, juga tidak sedang bosan padaku-" | "aku tidak bisa bosan padamu bahkan jika aku terjun ke neraka. kau adalah segalanya bagiku."

"aku bahkan tidak pernah repotrepot membencinya. dia sama sekali tidak berarti bagiku."

"kau tidak bisa menyalahkan dirimu atas hal itu. taua menghukum dirimu sendiri karenanya."

"aku tidak tahu berapa kali-kau tidak bisa menyimpan ingatan seperti itu di kepalamu atau kau akan gila-aku tidak tahu berapa kali aku mengetuk pintu seseorang dan mencabikcabik seluruh mahligai kehidupan mereka dengan memberitahu mereka bahwa orang yang mereka cintai meninggal."

"aku tidak bisa melakukan apapun tanpamu. aku tidak tahu bagaimana bisa hidup sebelum menemukanmu."

Roarke memetik salah satu bunga yang bermekaran itu, mengamatinya. terlintas dalam pikirannya sudah cukup lama dia tidak memberi Eve bunga. seorang pria seharusnya tidak boleh lupa melakukan halhal seperti itu, terutama jika sang wanita sama sekali tidak pernah mengangkanya.

"kau ornag yang selalu yakin bahwa kau harus mengatasi segala sesuatu sendiri. dalam hal ini, kau dan dia benarbenar setali tiga uang."

"tolong jaga baikbaik polisiku itu. aku tak bisa hidup tanpa dirinya." | "jaga baikbaik pemabuk Irlandiaku. aku juga tidak bisa hidup tanpa dirinya." | "apa, Brian?" | "bukan, bodoh kau. kau."

sejauh ini, petunjuk itu menemui jalan buntu, tapi Eve pantang mundur.

dia tidak akan pernah bisa memperbaiki segala sesuatu, dan tidak menemukan satu alasan logis pun untuk mencobanya.

Roarke sangat merindukan wanita itu, bagaikan kehilangan anggota tubuhnya sendiri. dia pasti akan datang jika Roarke men=mintanya. Jadi, Roarke tidak memintanya. tidak bisa melakukannya. ini bagian hidupnya yang terpisah dari wanita itu, dan memang harus terpisahkan. saat sudah menuntaskannya, dia akan kembali. pulang, dan selesailah sudah.

"tenggelam atau berenanglah, karena sebentar lagi kau akan tercemplung ke bagian kolam yang sangat dalam."

"kau tahu, begitu seseorang mengatakan kepadaku bahwa aku tidak punya bukti, itu malah membuatku semakin gigih menggali sampai aku mendapatkannya. aku benarbenar menyukai tantangan seperti itu."

"seumur hidup meyakini sesuatu, menghadapi sesuatu yang kau yakini adalah kebenaran, tapi setelah itu bagai ditusuk langsung ke jantung, dan segala sesuatu di sekitarmu seketika berubah."

dia bukan satusatunya polisi di NYPSD. tapi dia adalah satusatunya istri Roarke. 

mungkin Roarke tidak menginginkanku di sana, tapi sekarang mau tak mau dia harus bisa menghadapiku.

dia akan merasa lebih stabil jika wanita itu di situ, dia yakin itu. ya Tuhan, andai Eve ada di situ.

seorang pria yang tidak melakukan apa yang saggup dilakukannya untuk hidup layak, sebaliknya malah mengasihani diri sendiri, adalah orang yang bodoh.

dia tidak ingin menelepon Eve. dia ingin menyentuh wanita itu. mendekapnya, hanya mendekapnya dan melabuhkan diri lagi.

"mengapa aku datang tanpamu? saat aku teramat sangat membutuhkanmu."

"aku baru saja mengharapkanmu ada di sini. dan kau langsung datang." | "pasti ini hari keberuntungamu, Ace." | "Eve. Eve. oh Tuhan, Eve."

"kau mendarat di padang rumput, di tengahtengan kawanan sapi, mengendarai helijet." | "maksudmu?" | "kau pasti mencintaiku habishabisan." | "kelihatannya begitu."

"Roarke berkata kau sangat cemerlang, keras kepala bagaikan anjing terrier, tapi berhati sangat baik." | "dia memiliki perasaan yang sangat sentimental terhadapku." | " dia memang begitu. kami diberitahu bahwa kau sedang menangani kasus yang sulit." | "semua kasus sulit karena seseorang yang seharusnya tidak dibunuh telah mati."

"tidak. kau tidak akan pernah memecahkan apapun, karena seseorang sudah mati, padahal seharusnya itu tidak terjadi. meski tidak bisa bangkit lagi dari kubur, jadi kasus ini tidak bisa dipecahkan. yang bisa kulakukan hanyalah menuntaskan kasus itu dan memercayakannya pada sistem peradilan." | "dan apakah keadilan itu ada?" | "jika kau teguh memegangnya cukup lama."

"kau sudah tahu sisi terburukku, tapi kau tetap datang. aku rasa apa yang ada di sini sekarang, walaupun aku belum sepenuhnya mengerti semuanya, belum sepenuhnya menerima semuanya, mungkin adalah sisi terbaikku. aku ingin kau menjadi bagian darinya."

"kau mendampingiku melawati semua itu, kendati hal itu sama sulitnya bagimu seperti halnya bagiku. tak terhitung banyaknya kau mendahulukan pekerjaanku dan menyesuaikan jadwal untuk membantuku-bahkan saat aku tidak ingin kau melakukannya. kau bagian hidupku, bahkan pada bagianbagian saat aku tidak ingin kau terlibat. jadi, hal itu berlaku juga bagimu, Roarke. saat senang dan susah, atau semua tetek bengek diantara keduanya, aku mencintaimu."

"bungabunga itu pada akhirnya akan layu dan mati, kan? dan mayatnya akan dikubur atau dibakar. tapi, kalau menanam pohon, pohon itu akan terus tumbuh dan hidup. hal itu menyiratkan sesuatu."

wajah Roarke-perubahan ekspresi wajah itu, dari postur tubuhnya, di seluruh jiwa raganya saat melihat kaulah yang datang. rasa cinta itu terpancar begitu jelas di wajahnya saat dia melihat bahwa yang datang itu engkau, dan itu adalah salah satu hal terindah yang pernah ku lihat. itu gambaran yang indah dalam benakku, karena dia putera adikku, walaupun dia sudah dewasa, dan aku tetap menginginkan yang terbaik untuknya. tampaknya kaulah yang terbaik baginya." | "kelihatannya kami memang yang terbaik untuk satu sama lain, hnaya Tuhan yang tahu mengapa."

"tak seorang pun bisa mencegah Roarke." | "tak seorang pun, kecuali kau." | "aku tidak akan melakukan apa pun yang bisa menghalanginya melakukan sesuatu yang dibutuhkannya. Roarke perlu datang ke sini. dia juga perlu kembali lagi ke sini. mungkin kau tidak melihat ke arah yang benar sewaktu dia mengenalkanku kepadamu. dia sudah mencintaimu."

"aku mengucapkan terimakasih karena kau sudah menunjukkan padaku hati ibuku. aku tidak akan melupakannya, ataupun dirimu"

"kau sebaiknya tidur sebentar." | "jangan mulai cari garagara dengaku, sobat. kau yang terlihat seperti habis ditabrak sampai penyok."

cinta, pikir Eve, tindakan yang didasari oleh rasa cinta, bia menghapus bayangan kematian untuk sementara waktu, menyingkirkan kematian jauhjauh. inilah kehidupan, bersama pria yang mengisi hatinya.

kehidupan, pikir Roarke, saat wanita itu memeluknya erat. kehidupan mereka.

"biarkan kau melakukannya. biarkan aku melakukan apa pun sebisaku."

"kalau polisi lain ynag mengatakannya padaku, aku tidak akan percaya. kalau polisi lain yang mengatakannya padaku, aku akan mengatakan apa pun yang perlu ku katakan untuk meloloskan diri darinya supaya bisa melakukan halhal yang ingin kulakukan. tapi kau bukan polisi biasa, gadis kulit putih. kau akan menjaga adik perempuan kecilku. kau satusatunya orang yang bisa kuandalkan untuk mengurus adikku."

"aku terjebak dalam harga diri dan ketakutanku setiap kali kau membawa senjata dan melangkah keluar dari pintu. setiap kali. tapi aku tak akan mengubah satu pun darinya, Eve. tak akan mengubah satu pun dari dirimu, karena inilah dirimu yang sesungguhnya dan diri kita berdua secara utuh." | "memang tidak mudah menikah dengan polisi. tapi kau melakukannya dengan baik." | "terima kasih untuk itu. kau juga melakukannya dengan baik., dalam hal menikah dengan bekas penjahat." | "hore untuk kita berdua."

Jumat, 26 Desember 2014

thinking out loud


when your legs don't work like they used to before
and i can't sweep you off of your feet
will your mouth still remember the taste of my love?
will your eyes still smile from your cheeks?

and, darling, i will be loving you 'til we're 70
and, baby, my heart could still fall as hard at 23
and i'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
maybe just the touch of a hand
well, me—i fall in love with you every single day
and i just wanna tell you i am

so honey now
take me into your loving arms
kiss me under the light of a thousand stars
place your head on my beating heart
i'm thinking out loud
that maybe we found love right where we are

when my hair's all but gone and my memory fades
and the crowds don't remember my name
when my hands don't play the strings the same way
i know you will still love me the same

'cause honey your soul could never grow old, it's evergreen
and, baby, your smile's forever in my mind and memory
i'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways
maybe it's all part of a plan
well, I'll just keep on making the same mistakes
hoping that you'll understand

but, baby, now
take me into your loving arms
kiss me under the light of a thousand stars
place your head on my beating heart
thinking out loud
that maybe we found love right where we are

so, baby, now
take me into your loving arms
kiss me under the light of a thousand stars
((oh)), darling, place your head on my beating heart
i'm thinking out loud
that maybe we found love right where we are
((oh)), baby, we found love right where we are
and we found love right where we are 
 
 
*popular by : Ed Sheeran*

***

mengetahui Ed Sheeran sejak dia berdut dengan Swift, dan belum terlalu kepengen tau sampai akhirnya VSFS tahun ini ngundang dia jai bintang tamu, pengisi salah satu segmen dimana Ale dan Lima memamerkan fantasy bra, trus yang, "ih, lagu ini apa judulnya, kok bagus?" dan bertemuah saya dengan Thinking Out Loud ini, sooooooo beauty!

lagu ini berkisah tentang seseorang yang mencintai pasangannya, sampai akhir. dia berpikir bagaimana dia bisa mencintai pasangan hidupnya samapai usia lanjut, dan rasa cintanya masih sama seperti waktu mereka masih muda. ia bertanyatanya apakah rasa cinta pasangannya terhadapnya masih sama saat ia menua, saat ingatan mulai memudr. 3duhdek #akhirtahun #janganbaper

Sabtu, 20 Desember 2014

december's read - 2014 ; dumb witness


hallo hallo, ketemu lagi. uhuy, kali ini saya akan mereview ((boleh ga sik bilang ini review, keknya cuma komentar seadanya)) buku selanjutnya bulan ini. kali ini giliran Poirot's case. 

kali ini Poirot mendapatkan sebuah surat yang seharusnya ia terima dua bulan sebelumnya, sebuah surat mengenai kekhawatiran seorang wanita tentang kesehatan dan keluarganya. tapi ternyata wanita itu sudah meninggal sekarang, tinggalkan ia dan kapten Hasting berusaha memcahkan misteri, apakah ia meninggal sewajarnya ataukan ada penyebab yang membuat ia meninggal? mengingat kekayaannya yang tidak sedikit dan bagaimana keponakannya sangat mengingainkan hartanya untuk kehidupan mereka, Poirot mencoba menelisik datu demi satu kemungkinan hingga ia mendapatkan kesimpulan.

***

saya suka sekali membaca Poirot yang seperti ini, terlebih kalau dalam ceritanya Agatha memberikan potongan percakapan yang saling mengejek antara Poirot dengan rekannya saat itu, hahahaha, so funny. sangat menyenangkan melihat orang berdebat untuk menarik sebuah kesimpulan dari sebuah pembunuhan.

dengan twits yang ga terduga, kisah kali ini memberikan kita gambaran kehatihatian dan penilainan psikologis pembunuh dengan sifat kesehariannya. dari awal kita diajak berkenalan dnegan tokohtokoh korban dan pelaku, sampai kita paham mengenai sifat mereka, dampai akhirnya Poirot datang dan membuat semua yang kelabu menjadi jelas dan terang.


  
pertanyaan yang sering tidak berhasil mendapatkan jawaban bila ditanya secara blakblakan- dengan menyatakan asumsi yang salah malah akan mendapatkan jawaban yang benar.

"kecelakaan bisa terjadi setiap saat, di mana saja... dan memang selalu terjadi di manamana. kau mesti tahu, Hasting, kadnagkadang kecelakaan itu juga bisa dibuat terjadi."

"bahwa reaksi pribadi seseorang terhadap orang lain itu bukan petunjuk yang aman. orang tak boleh menjadikan perasaannya sebagai bahan pertimbangan. sebaliknya, faktalah yang harus dipertimbangkan."

"pembunuh selalu berbahaya. sayangnya, fakta itu sering kurang diperhatikan."

"saya tidak pernah berdiri di pihak siapapun, Madame, saya cuma berdiri di pihak kebenaran."

"segala sesuatu akan beres sendiri pada akhirnya."

Jumat, 19 Desember 2014

december's read - 2014 ; Sherlock, Lupin, dan Aku : sobekan peta misterius


sepanjang membaca kisah mengenai Sherlock, saya tidak pernah merasa cocok dengan gaya penulisan selain milik Sir Arthur. bagaimana yaa, seakan semua mental kalau dibanding dengan pencipta detektif nomor satu di dunia ini. berbeda ketika saya bertemu dengan Irene Adler-nama pena untuk serial ini, saya jatuh cinta. dia membuat novel seakan dongen masa kanakkanak, membentuk Holmes menjadi yang terbaik sejak kecil. memang memakai sudut pandang Irene dan bukan semata kekuatan Holmes saja yang ada di buku ini, tapi efeknya lumayan dahsyat juga untuk saya.



kali ini, dengan setting Prancis di mana Irene harus pindah sebab kesehatan ibunya yang memburuk. berpisah dengan Arsene dan Sherlock adalah suatu awal kebosanan bagi kedidupan Irene, sampai akhirnya ada seorang wanita asing yang memberikan dia sobekan kertas, yang awalnya dianggap tidak berarti.

bertemu Lupin dan Sherlock adalah pemecahan masalah yang tentu saja diambil Irene dengan senang hati. Sherlock mengungkap itu adalah sobekan peta, yang menuntun mereka ke petualangan seru berikutnya.

***

tbh, yang satu ini, ummm gimana, yaa? kurang. i'm so sorry, this one is soooo far away dari pendahulunya. kisah yang menarik, penulisan yang langsung dan tepat sasaran. tapi tetap saja ada yang kurang, sekalipun yah saya pikir wajarlah, kan ini cerita anakanak, ga mungkin ada pengejaran tersangka seseru di kisah Holmes yang sesungguhnya, atau Poirot, terlebih Eve Dallas.

"kebenaran itu seperti kupukupu pada malam hari. tak terlihat pada siang hari."

"aku bersembunyi di loteng ini, Irene di balik pintu, dan kau, Sherlock, di mana kau bersembunyi." | "di dalam kepalaku sendiri."

"kita harus bersumpah akan selalu mengatakan kebenaran. sejak saat ini dan seterusnya, selamanya, apapun yang terjadi."

perang juga bisa membuka kesempatan bagi orangorang tertentu. setiap situasi dans etiap tindakan manusia, bisa saja menimbulkan akibat yang tak terduga : menaikkan kita atau menurunkan kita... selalu ada sesuatu di atas kita, atau di bawah kita.

seperti yang selalu terjadi, kemiskinan dan kemewahan terletak berdekatan, tetapi kondisi mereka amat berbanding terbalik.

"aku hanya ingin mengungkapkan kebenaran, walaupun kebenaran itu ternyata sukar untuk dipercaya dan sangat mengejutkan."

"kita tak akan pernah tahu tangan manakah yang menyingkap pintu kebenaran bagi kita."

Rabu, 17 Desember 2014

december's read - 2014 ; witness in death


di mana ada Eve Dallas, di situ ada pembunuhan, dan tidak pernah cukup satu. ((yha)) ((menurut ngana aja diakan detektif pembunuhan)).

sepintas melihat pembatas di dalam bukunya, saya berpikir ini kasus yang emosional, bagi pelaku dan tentunya bagi Eve sendiri #halah.

Eve dan Roarke sedang menonton pertunjukkan yang diadakan di gedung teater milik Roarke, acara pembukaan yang awalnya sangat menarik minat Eve berubah menjadi TKP pembunuhan tepat di hadapan detektif top NYSPD divisi pembunuhan. aktor dan semua staff ditahan serta dimintai keterangan, siapakah diantara mereka yang mempu memainkan peran dengan sangat baik hingga Eve harus menerima satu pembunuhan lagi sementara pelakunya belum tertangkap?


rasanya senang sakali saat saya mendapatkan buku ini di baxzaar Gramedia, secara seri yang ini udah entah kapan diterbitinnya dan sayangnya cuma ada satu aja, kan saya berharap bisa baca buku pertamanya yang saya ga tau kalau di Lampung harus cari di mana, seolah semua toko buku kompak tidak memperluas buku dengan konten dewasa-kriminal macam ini, padahalkan ceritanya indah banget.

udah ngerasa keknya yang ini bakalan lebih emosional dibanding pendahulunya, dan yah begitulah. pembunuhan yang penuh emosi dan kasih sayang serta masa lalu yang seharusnya tidak terbuka karena tersegel ((tapi siapalah kalian dihadapan Roarke?)). dan pembahasan mengenai cinta sejati, bagaimana Eve ingin melakukan sesuatu utnuk Roarke, duh dek, wa kek tersayat dalam keindahan tau, ga?

***

menonton pembunuhan secara langsung adalah sebuah cara sederhana untuk meyakinkan diri sendiri bahwa masalah pribadimu tidaklah seburuk itu.

sungguh mengerikan bagaimana seorang pria dapat membuatnya jungkir balik hanya dnegan sakli pandang.

"apa yang kau lihat?" | "aku senang melihatmu."

pikir Eve, pria itu memiliki nyaris apapun yang bisa dimiliki di jagad raya. ia belum terbiasa akan hal itu, sesuatu yang ia yakin tidak akan membuatnya nyaman. tapi itu adalah Roarke, dan mereka selalu bersama dalam senang ataupun susah.

"aku tak pernah terbuka pada cinta-tidak pada cinta yang sesungguhnya-sejak putus dari Richard. dia benarbenar membuatku kacau. kemudian semalam, ketika aku berada di bar di hptel itu, aku menyadari aku bisa. aku ingin membuka diriku. semua ini terjadi pada waktu yang tak tepat. terimakasih karena mau mendengarkanku."

"nanti ada saatnya, semuanya ada saatnya."

"aku menginginkanmu. aku selalu menginginkanmu."

Eve ingin menyerahkan diri. tak ada orang yang membuatnya begitu putus asa ingin menyerahkan diri. apa pun yang ia miliki. apapun yang ingin diambil Roarke. melewati semua ketakutan dalam hidupya, melewati semua penderitaan dalam pekerjaannya yang menyatkan mereka dari waktu ke waktu-adalah keajaiban bagi Eve.

"sayang, akan tiba waktunya bagi anakanak utnuk meninggalkan rumah, meskipun hal itu akan sangat menyedihkan bagi seorang ibu.

"kau membuat dirimu pusing. aku bisa membuatnya lebih mudah. jangan merasa kau harus memberitahuku sesuatu yang membuatmu merasa tak nyaman."

"tapi wanita adalah makhluk teraneh, iya kan? pria takkan pernah tahu dengan pasti jalan pikiran mereka. dan itu, aku rasa, adalah bagian dari daya tarik abadi mereka. suatu misteri akan terasa lebih menarik jika belum dipecahkan, bukankah begitu?"

"jangan lepaskan aku." | "tidak. aku takkan melepaskanmu."

"kau tak perlu malu akan apapun. hidup akan sangat membosankan kalau kita tidak dapat melihat ke belakang dan menyesali setidaknya sebuah masalah."

"kau memiliki suami yang hebat, Dallas. tak ada yang lebih hebat dari pada pria yang mengatakan hal yang tepat pada waktu yang tepat."

Roearke mencintai Eve. tidak, pria itu memujanya. semuanya pasti berbeda jika kau duduk di seberang cahay lilin dengan seorang pria yang berpikir bahwa kau adalah wanita yang terpenting di dunia. satusatunya wanita di dunia.

hubungan pribadi memang sulit, pikirnya. dan rumit.

hanya beberapa minggu lalu, ia menatap kematiannya sendiri, kemudian menatap Eve. mereka berdua pernah mengahdapi kasus yang kejam dan penuh darah. namun saat ini lebih banyak yang dipertaruhkan. ketika mereka terhubung, tekad kuat di mata Eve, cengkraman tangannya, telah menariknya kembali, mereka saling membutuhkan.

cinta telah mempersempit jarak, dan kini telah menghapuskannya. Eve telah menyelamatkannya. di malam ketika hidupnya bergantung pada cengcraman Eve, yang penuh tekad dan tak tergoyahkan. Eve telah menyelamatkanku, renung Roarke, saat pertama kali mataku beradu pandang dengannya. meskipun tampaknya mustahil, Eve adalah jawaban untuk dirinya. ia adalah jawaban untuk Eve.

masa sekarang lebih membutuhkan perhatianku.

"tapi kebencian menghabiskan banyak waktu dan energi. aku memilih untuk menggunakan waktuku ke dalam hal yang lebih positif. aku memiliki semua yang kuinginkan; aku menikmati hidupku."

"Roarke, jika aku mencampakkanmu dua puluh lima tahun yang lalu, apakah kau masih akan mengingat-ingatnya?" | "sulit mengatakannya, karena aku akan menghabiskan waktu selama itu utnuk memburumu dan membuat hidupmu seperti di neraka." 

"bila kau membuatku patah hati, aku akan mencoba mengambil serpihan yang tersisa dan membangun kembali hidupku. namun, aku takkan pernah melupakanmu."

"hati manusia adalah suatu misteri yang tak pernah bisa kita pecahkan sepenuhnya. kau menempatkan dirimu pada posisi pria itu. itu adalah satu keahlian  yang kau miliki, yang membuatmu begitu hebat dalam pekerjaanmu. tapi kau bisa benarbenar menyelami hatinya."

"kau mlihat cinta dengan pandangan berbeda karena kau kuat dan kau menemukan cinta itu pada orang dan tempat berbeda. cinta sejatimu, Eve, takkan pernah mengkhianatimu atau menyakitimu, atau, yang terpenting, takkan pernah mengecewakanmu. dia menerimamu apa adanya, secara utuh. meskipun kau mencintainya, aku tak yakin kau akan benarbenar memahami betapa langka dan berharganya hal itu."

"bila anda ingin tahu isi rumah ini, saya sarankan anda mendiskusikannya dengan Roarke." | "aku tak bisa karena aku telah membunuhnya, dan membuang mayatnya. sekarang aku mau mengadakan lelang terbesar di dalam dan luar planet, sepanjang sejarah peradaban."

"aku hanya ingin melakuka sesuatu untukmu. ingin memberimu sesuatu. dan kau bisa berhenti melihatku seolaholah aku telah membakar beberapa sirkuitmu. kau kira hanya kau yang bisa melakukan hal semacam itu? well, kau benar. kau memang bisa. aku hampir mrenyengat diriku dengan senjataku sendiri sebanyak enam kali malam ini hanya agar terlepas dari penderitaan. oh, sialan."

"hanya karena aku tidak melalukan hal semacam ini, hanya karena aku tidak menyediakan waktu-sial, karena aku memang tidak pernah memikirkannya, bukan berarti aku tidak mencintaimu. aku mencintaimu. kaulah yang selalu melakukan halhal indah, mengatakan katakata indah. memberikan... memberikan tanpa oamrih. aku ingin juga memberikan sesuatu."

"aku membutuhkanmu, Eve. aku membutuhkanmu."

"Eve-" | "tidak, biarkan aku mengatakannya lebih dulu. saat ini biarkanlah aku ingat untuk mengatakannya lebih dulu. aku mencintaimu. aku akan selalu mencintaimu. teruslah bersamaku."

"kau membuatku bahagia. aku mulai terbiasa dengan hal itu."

"kemudian, aku membawakanmu sebatang cokelat." | "aku suka bagian itu." | "Eve, apakah kau menikah denganku dengan uang?" | "tentu saja. dan sebaiknya kau tetap bertahan dengan uangmu kalau tidak aku akan kabur."

hubungan dalam hubungan. kehidupan yang satu bersinggungan dengan kehidupan yang lain. dan setiap kali terjadi, mereka meninggalkan sedikit tanda. kadang tanda itu adalah memar yang takkan pernah sembuh sepenuhnya."

menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan. menunggu membuatnya punya terlalu benyak waktu untuk berpikir, memutar ulang kejadian, untuk menerkanerka. untuk menemukan setiap kesalah kecil."

"seseorang yang mencintaimu. dia percaya padamu."

"itu cinta dalam dirinya. dia akan menguatkan tekad anaknya untuk selamat, utuh, dan bahagia, karena dia mencintainya. aku rasa dia akan berhasil."

"cinta ibu adalah kekuatan yang besar dan hebat."

hidup adalah sernagkaian pilihan. dari satu permainan nasib ke permainan nasib yang lain, dan jalur pun berpindah. tak pernah benarbenar lurus, kecuali tak ada kegembiraan, tak ada duka. aku selalu lebih memilih jalur yang bebas. aku membuat pilihan, baik atau butuk, mereka adalah pilihanku. aku bertanggung jawab penuh atas pilihanpilihanku."

manusia yang paling rasional dan beradab akan melindungi bayinya, seorang anak tak berdaya. tapi kebutuhan untuk melindungi orang dewasa lain berasal dari kewajiban. atau cinta.

cinta akan mengisi segala kekosongan, tak peduli seberapa dalam, tak peduli seberapa lebar. ia akan memberikannya pada Eve, mengambilnya untuk dirinya sendiri. dengan kesabaran, dengan kelembutan.

"aku mencintaimu. sepenuhnya. tanpa batas."

"ketika kita bersama seperti ini, rasanya seolaholah aku tidak pernah bersama orang lain. seakan tak pernah ada orang lain."

"apakah benar, bahwa orangorang sering melihat kejadian yang sama, namun melihatnya secara berbeda?"

"kita tak bisa kembali. tak bisa memperbaiki apa yang telah kita rusak. tapi kita bisa maju ke depan. dari sudut pandangku, kau adalah langkah terbaik yang penah aku ambil."

Senin, 15 Desember 2014

be your everything


four letter word
but i don't have the guts to say it
smile 'til it hurts
let's not make it complicated
we've got a story
and i'm about to change the ending
you're perfect for me
and more than just a friend
so we can just stop pretending now
gotta let you know somehow

i'll be your shelter
i'll be your storm
i'll make you shiver
i'll keep you warm
whatever weather
baby i'm yours
be your forever, be your fling
baby i will be your everything

baby i
baby i will
baby i will be your everything

we used to say
that we would always stick together
but who's to say
that we could never last forever
girl, got a question
could you see yourself with somebody else?
'cause i'm on a mission
and i don't wanna share
i want you all to myself right now
i just wanna scream it out

i'll be your shelter
i'll be your storm
i'll make you shiver
i'll keep you warm
whatever weather
baby i'm yours
be your forever, be your fling
baby i will be your everything

baby i
baby i will
baby i will be your everything

no matter what you do, yeah,
((oh)) i'll be there for you
and every time you close your eyes
i will be by your side
'cause every time you make me sing
baby i will be your everything

i'll be your shelter
i'll be your storm
i'll make you shiver
i'll keep you warm
whatever weather
baby i'm yours
be your forever, be your fling
baby i will be your everything

baby i
baby i will
baby i will be your everything

baby i
baby i will
(i'll be your storm)
baby i will be your everything

baby i
((yeah, yeah))
baby i will
baby i will be your everything

**popular by : Boys Like Girls


***

wkwkwkwkw. jangan tanya dari mana saya bisa dapet rekomendasi lagu ini ((ga ada yang mau tanya juga)). lagu yang dibawakan BLG saya pikir lagu yang menghentak, rock n roll dan ga bakal saya puter sampe detik terakhir. tapi yang ini, yang ini, huhuhuhu.

lagu ini kayak yang sebegitu pasnya sama Eve dan Roarke ((yha)). yaa kan saya ini sebulanan lagi "disibukkan" dengan mereka berdua ini, yang selalu aja bikin saya degdegan. kesel ga sih lo degdegan sama tokoh fiksi? ((gue engga)) ((yaa elonya cinta)) dan irama lembut yang keras (?) dari lagu ini, bagaimana liriknya begitu kuat dan percaya diri, udah deh keknya kok yaa pas bener kalau diputer setiap ada adegan Eve lagi mau nangkep pembunuh terus yang berantem dan diselametin Roarke. #SUDAHLAHAINI #SUKANYAKOKBAPERINDIRISENDIRI

yaa gimana, dong, dua makhluk itu udah benerbener memenuhi pemikiran saya mengenai kehidupan rumah tangga yang sempurna, penuh cinta, tapi tidak lemah, dan mampu melengkapi satu sama lain, serta mendukung dengan cara masingmasing ((coba siapa tadi yang disuruh nurunin standarnya?)) (wakakakak))

jadi intinya lagu ini lagi keputer terusterusan di hape saya, dan tolong kalau ada yang mau rekomendasi lagu bagus yang romantis menyemenye bikin gacin juga boleh ((masokis)) ((GAK)).

Sabtu, 13 Desember 2014

december's read - 2014 ; cards on the table


sudah sangat menantikan waktu untukmembaca kisah Poirot yang satu ini, soalnya mereka bilang ini bagus dan digunakan oleh "SelSel Kelabu" ((kumpulan pecinta Aghata Christie)) untuk event pertema mereka "Satu Dua KartuKartu di Meja".

judul yang indah, saya beneran jatuh cinta dengan temanya, meskipun saya sama sekali ga ngeh dengan permainan brigde itu sendiri.

kali ini kisahnya lebih menantang, seseorang yang mengaku mengenal beberapa pembunuh yang bebas dari tuduhan dan penjara bertemu dan mengundang Poirot ke jamuan makan malam yang dihadiri oleh 4 orang yang suka dengan pembunuhan bersama dengan 4 orang pembunuh di masa lalu.

diakhir malam perjamuan makan tersebut, tuan rumah ditemukan sudah tewas tertikam, dan Poirot serta tiga temannya yang ikut hadir memiliki 4 tersangka untuk dibuktikan bahwa satu dari mereka adalah pembunuh orang yang mengundang mereka, dan ke-empatnya adalah pembunuh di masa lalu pula. semua punya motif, semua punya kesempatan, yang mana yang akan dibuktikan sebagai penjahat yang sesungguhnya oleh Poirot? 



***

"orang tak bisa membantah naluri wanita, dokter. wanita tahu halhal itu."

"dan bila seseorang gugup, akan cenderung...yah, cenderung mengatakan apa yang diinginkannya."

"urusan ini akan makan waktu lama. kita tak bisa menemukan semua yang kita inginkan dalam waktu dekat."

Anda harus berpikir bahwa semua orang adalah pembohong sampai mereka membuktikan apa yang dikatakannya itu benar."

"ingatkan memang suatu bakat hebat. dengan bakat bisamembuktikan bahwa apa yang dikatakannya itu benar."

"ingatan semacam itu, masa lalu tak pernah berlalu begini saja. saya rasa, Madame, bagi anda masa lalu itu tetap terbuka. setiap peristiwa jelas bagi anda, seperti baru terjadi kemarin. begitu, bukan?"

"kita tak bia menerima manusia menilai manusia lain, lalu main hakim sendiri."

"berbohong itu tidak selalu merupakan suatu tanda bersalah."

"tak mungkin kita tidak membuka rahasia diri kita sendiri, kecuali kalau kita sama sekali tidak membuka mulut! berbicara adalah pembuka rahasia yang paling mengancam."

"dengan mata pikiran kita, kita bisa melihat lebih banyak daripada dengan mata kepala kita. kita hanya harus menyandarkan diri dan menutup mata kita."

december's read - 2014 ; the devil's DNA


oke, maafkan saya dan tolong jangan bilang ke ibu bos kalau saya "mangkir" sebentar dari kegiatan itung menghitung dan audit mengaudit yang luar biasa itu.

mari kembali sejenak ke buku pilihan Desember ini. judul aslinya sih, Sleeping Into Darkness dan ditambahin caption gitu deh, caption yang bikin saya, "wah, wah, aje gile, keknya sik berat ini buku", The Devil's DNA. waktu pertama kali liat covernya, trus yang punya ekspektasi besar buat baca sampe selesai.

tbh, saya kepengen banget ngasih lima bintang ke semua buku yang saya baca di bulan ini, tapi maafkan itu tidak berlaku ternyata untuk buku ini. saya sedih, huhuhuhu.

berkisah tentang seorang detektif polisi bagian pembunuhan di NY bernama Fransic yang mengusut kasus pembunuhan pada tahun 1983, dan menangkap pelaku yang diketahui masih muda belia dan ternyata tak bersalah. kasus pembunuhan lain muncul 20 tahun setelahnya, dan apa dikata ternyata polisi menemukan DNA pelaku di kuku korban yang ternyata adalah DNA milik korban pembunuhan 1983 yang ditangani Francis.


***

buat saya, ini ide cerita yang bagus, indah, asik, seru dan misterius. begitulah seharusnya sebuah novel misteri dibuat. tapi sayang, basa basi di dalamnya buat saya terkesan dipaksakan, perkenalan yang terlalu panjang dan membosankan.

jadi sih, yaa, saya cuma baca bagian buku ini membahas kasusnya aja, mungkin memang akan meninggalkan lubang di cerita yang masuk ke otak saya, tapi saya akan semakin ga nyambung kalau harus memaksakan diri untuk membaca kata per kata yang sebenarnya ga ditulispun ga apaapa.

"kau menunggu dan terus menunggu sesuatu, lalu ketika hal itu terjadi, kau seperti tak pernah mengharapkannya."

"sesuatu tidak berhenti hanya karena kau berpurapura hal itu tidak terjadi. ia terjadi terus dan terus. kau harus menghentikannya. kau harus mengambil kendali."

rasanya seperti menatap matahari. kau tahu ada sesuatu di sana namun tak dapat memandangnya. karena akan memakar mata keluar dari tengkorakmu.

"jika seseorang memberimu kesempatan untuk tak membuat kesalahan terbesar dua kali dalam hidupmu, kau akan melakukan segala cara."


Senin, 08 Desember 2014

december's read - 2014 ; ceremony in death


diawali dengan kematian salah satu rekan polisi Eve yang sudah senior dan saat datang ke pemakaman Frank, Eve didatangi oleh cucu alm. yang berusaha meminta tolong untuk menyelamatkan dia dari sekte yang pernah ia ikuti di mana ia melihat pembunuhan seorang anak.

Eve mendapatkan misi khusus dari komisaris untuk menyelesaikan kasus Frank dengan diamdiam. bertemu dengan dua pengenut sekte yang saling bertentangan, hitam dan putih Eve berusaha menuntaskan kasus yang membuatnya hampir kehilangan teman terbaiknya di kepolisian, pelatih sekaligus guru dan ayah baginya. 




***

"kakekku dulu pernah berkata bahwa sekali kau mengusut sesuatu, kau takkan menyerah sebelum menuntaskannya." | "kalau kau menyerah, kau akan kalah. aku tidak mau kalah."

"kau tidak bisa kembali ke masa lalu dan mengubahnya. kau harus bisa menerimanya."

"Roarke. aku cinta padamu. semakin lama semakin mudah mengatakannya. kurasa aku mulai menyukainya."

"kau tidak bisa memisahkan pekerjaan dari dirimu. aku tidak mengaharapkan atau menginginkan hal itu. apa yang menyentuhmu, menyentuhku juga. itulah yang kuharapkan dan kuinginkan."

"kasus terakhir yang kutangani hampir saja membuatmu terbunuh. aku terlalu membutuhkanmu. salahmu sendiri." | "tepat sekali. itu jugalah yang kuinginkan."

"orangorang yang kauajak bicaea cepat sekali mati, Dallas."

"tapi ke mana kau pergi menjauhi semua yang akan selalu ada."

:kaulah cintaku. kaulah satusatunya."

"aku cinta padamu. aku sangat mencintaimu. bahkan terlalu mencintaimu sampai terkadang sikapku tolol sekali." | di sampingnya. Roarke tersenyum dalam kegelapan. ia tidak pernah tertidur lebih dulu.

"orang kan sering melakukan halhal yang tidak sesuai karakter dan bertentangan dengan keyakinan mereka."

"kau bisa lari, tapi tidak bisa bersembunyi."

"dia menyayangimu padahal dia tidak gampang menyayangi orang. merasakan kasih sayang saja sulit baginya, apalagi menunjukkannya. sebagian dirinya selalu bersiap untuk dikhianati, untuk halhal yang tidak terduga. dia tidak layal disakiti lagi."

"hidup dneganmu begitu....berwarna. | yeah, kayak segala sesuatu dalam hidupmu berwarna abuabu saja sebelum aku datang."

"kau selalu ada di sini. bahkan di saat kau tidak ada." | "kita tidak sendirian, tidak lagi. kita berdua. bicaralah padaku. bukan hanya masalah pembunuhan dan bukti yang ada dalam pikiranmu saat ini."

"ketika kau mencintai seseorang, kau bisa menerima kekurangan kecil, tapi kau tidak mau melihat kekurangan besarnya. kau tidak mau mengakui orang yang kau sayangi mampu berbuat begitu, jadi kau berpurapura itu tidak ada."

"kurasa aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu untuk bercerai." | "tidak?" | "he-eh. jangan harap aku mau melepas kopimu yang enak itu."

"Eve?" | "ya" | "aku memujamu."

"kau dicekoki obat, ditampar, diikat dalam keadaan telanjang, dan hampir mati, tapi gambar bunga mawar di bokong membuatmu merasa terhina?" |"yang lainlain itu kan sudah tugasku. tapi bunga mawar itu masalah pribadi." "ya Tuhan, Letnan, aku cinta padamu."

yaa tolonglah, Roarke ini TT_____TT

he just perfect husband material yang sekeren itu, seindah itu untuk dijadikan suami ((menurut lo)) ((yang punya separo manhattan, gan!))


Sabtu, 06 Desember 2014

december's read - 2014 ; the monogram murders


book 2.

pertama kali, saya pikir Sophie Hannah 'hanya' menulis ulang ide Agatha Christie untuk novel ini, saya berasumsi bahwa ini adalah novel buatan Agatha sendiri, bukan Sophie. dan ternyata, BANGGGG Sophie benarbenar bisa membuat saya merasakan lagi kekuatan Agatha dalam kisah kali ini.

Poirot bisa saja menikmati sajian kopi favoritnya di kedai yang tidak terlalu terkenal namun punya cita rasa yang baik mengenai minuman kesukaannya itu, seandainya seorang wanita yang sedang terburuburu tidak masuk dan tibatiba saja merusak malam indah miliknya. merasa ada yang tidak beres dengan wanita tersebut akhirnya Poirot berusaha menyapa dan bicara padanya- yang ternyata sedang ketaukan dan menganggap dirinya akan segera mati agar keadilan benarbenar bisa ditegakkan. 

kejadian esok hari di sebuah hotel berbintang lah yang membuat Poirot merasa harus menyelamatkan nyawa wanita yang malam sebelumnya ia jumpai, setelah menemukan tiga mayat yang tersusun rapi dalam tiga kamar berbeda dengan posisi tubuh yang sama, dan si pembunuh menempatkan manset bermonogram dengan inisial PIJ dalam mulut masingmasing korban. berhasilkah ia? atau justru akan menemukan kejutankejutan yang -sudahlah, akui saja- sudah ia ketahui sejak awal kasus ini ada?

***

dan sesungguhnya saya selalu suka dengan penulis yang dia menulis kisah seperti mbak Sophie ini, kisah tentang tokoh yang memang sudah terkenal tapi ia tidak sama sekali melepas atribut penulis lamanya. mungkin itu sebabnya tidak semua orang yang menulis tentang kisah Holmes membuat saya tertarik selain Sir Arthur sendiri. 

dan, jujur saja alasan berikutnya saya memutuskan memiliki buku ini adalah, tentu saja desain sampulnya yang begitu menggoda,


"aku tidak perlu menyukainya, bukan? kita ingin memiliki pendapat yang berbeda, karena kita merasa bebas."

"orang memandang aturan dengan cara berbeda, tidak peduli apa aturan itu. pemberontak seperti saya selalu membenci belenggu, bahkan belenggu yang masuk akal, tetapi ada juga orang yang menyambut belenggu dan aturan karena hal itu membuat mereka merasa lebih aman. terlindungi.

"dia mengumumkan niatnya untuk menyimpan semua cintanya untuk Tuhan sejak itu. dia merasa Tuhan jauh lebih bisa diandalkan daripada manusia biasa."

"pembicaraan adalah kegiatan aneh yang bisa membawamu ke mana pun. sering kali kau berakhir jauh dari tempatmu memulai, tidak tahu jalan kembali."
"kalau tidak ada apapapa di sana, kita tidak melihat apaapa. kita tidak memikirkan apaapa. memperhatikan sesuatu yang tidak ada-itulah yang sulit. sampai kita melihat di tempat lain sesuatu yang seharusnya ada di sana."

"jatuh cinta... enfin, kita tidak bisa mengendalikan perasaan kita, tapi kita bisa memilih apakah kita harus bertindak sesuai perasaan itu."

"gerakan yang didorong amarah dan kebencian tidak akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik."

"waktu akan menyembuhkan rasa sakit hatinya, dan suatu hari nanti dia akan menemukan tujuan hidup yang lain."

"kita tidak bisa membayangkan kehilangan yang begitu mengerikan, begitu menyedihkan, sampai hal itu menghancurkan semua kebahagiaan dan merusak semua sifat baik dalam diri seseorang."

Rabu, 03 Desember 2014

december's read - 2014 ; immortal in death


book 1.

hey hey, akhirnya bisa juga bikin review personal untuk tulisannya mbak J.D. Robb ini. kali ini yang berhasil saya temukan di toko buku yang ada diskonnya dan kebetulan banget ada, sumpah saya susah banget nyari buku ini, kek satu diantara seribu. iya sih, sukanya telat, padahal ini cerita detektif dari markas NYPSD dengan tokoh utama wanita ((tenggelamkan saja saya dalam kebahagiaan)).

Eve Dallas akan segera menikah dengan Roarke ((gue ga tau gue lebih cinta yang mana diantara dua tokoh fiksi ini)) yang itu artinya polisi wanita kesayangan kita ((atau saya aja?)) ini akan sibuk mengurusi segala keperluan pernikahannya, dan hey coba tahan sebentar dan kita kutip pembicaraan "absurd nan romantis" pasangan ini :

"tidak heran kau rewel sekali. sudah kubilang biar aku yang mengurusnya." - Roarke

"aku sendiri yang akan memilih gaun pengantinku. dan aku akan membelinya dengan uangku sendiri. aku tidak menikahimu karena uang sialanmu." - Eve

.....

"aku mau menikah, bukan? apalagi yang lebih konyol dari itu?" - Eve

dihalamanhalaman berikutnya, gue cuma bisa yang, "sinting, yaa. maunya apa Eve sama Roarke ini, trus yang seneng banget kalau penuh kejutan di dalamnya, gimana Eve Dallas nemuin semua keterkaitan diantara petunjuk kasusnya, atau gimana Roarke bikin gue, "mampus, yang begini mana di dunia nyata ketemu gue dulu coba?!" atau justru pembicaraan saling "tergilagila dengan menghina" ala mereka.

baiklah, kembali ke inti ceritannya. saat Eve sedang bersiap untuk pesta pernikahannya yang ga lama lagi, dan ia sedang mengurus gaun pengantin bersama Mavis sahabatnya yang dirancang Leonardo -kekasih Mavis, kasus itu datang. biasa sih kalau dalam novel beginian mah penjahat emang suka ga liat situasi, terjadilah pembunuhan kepada Pandora -kekasih Leonardo yang dulu, dan kecurigaan terbesar jatuh pada Mavis.

Eve berusaha sekuat tenaga untuk menyakinkan -terutama dirinya sendiri, bahwa Mavis tidak bersalah, dan petualangannya membawa ia menuju ajudan -yang akan menjadi kesayangannya Peabody, lalu segala kesibukan bersama Roarke, dan bagaimana mimpimimpi buruknya datang dan kembali menyadarkan Dallas tentang perbuatan yang ia lakukan dulu, saat ia masih berusia delapan tahun.

kasus yang kompleks dan penyelesaian yang sangat rumit, bahkan mengetahui pelaku diujung cerita, dua jam sebelum Eve resmi menjadi istri Roarke. sungguh mengaduk emosi dan bikin saya kepengen tahu bentuk bunga petunia itu gimana. ini sinting, saya cinta keduanya. Eve, dengan posisi pemeran utama perempuan yang tegar dan semangat serta pantang menyerah, ngotot dan seksi sekali, dan Roarke, ugh, he is perfecly husband material. man, kalau Roarke mah, udahlah, samlekum.




***
"mungkin kaulah hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

"terkadang apapun sudah terlambat."

"tidak ada yang bisa ku lakukan untuk kembali ke masa lalu dan mengubah apa yang terjadi."

"kau tidak bisa menghentikan kejadian itu. kau hanya bisa mengontrol apa yang terjadi setelahnya, seperti halnya aku hanya bisa melakukan segala yang kubisa untuk menemukan jawabannya."

"aku senang melihatnya. kalian berdua tergilagila pada satu sama lain."

"aku tidak bisa melakukan pekerjaanku kecuali aku tahu aku memegang kendali." | "dan dalam kehidupan pribadimu?" | "sialan, tidak ada yang bisa merebut kendali dari Roarke."

"tidak ada yang pernah mencintaiku. tidak seperti ini. hal itu mudah diucapkan. katakata itu. tapi itu bukan sekadar katakata bagi Roarke."

"karena dia membuka sesuatu di dalam diriku yang telah kusegel. tidak, itu telah kupendam dalamdalam. entah bagaimana, dia mengambil kendali bagian diriku itu, atau aku membiarkan dia mengambil alih bagian diriku yang sudah mati."

"dan mendapati dirinya ingin menyuapi wanita itu, apa pun, segalanya, supaya Eve takkan pernah berpikir tentang kelaparan lagi."

"Eve tahu ia tidak pernah mencintai siapa pun melebihi Roarke. takkan pernah."

"aku tahu apa yang disukainya. sering kali lebih baik di banding dirinya sendiri."

"jika dia terus memandangmu dengan cara seperti itu, aku terpaksa harus menyakitinya."

"kau milikku. itu berlaku dua arah, sayang, tapi kalaukalau kau belum sadar, sepertinya adil jika aku memberitahumu bahwa aku sangat teritorial terhadap apa pun milikku. aku sungguh mencintaimu, Eve. walau kedengarannya konyol."

"kau tahu, tidak, Peabody? keadilan sedikit lebih berarti bagiku dibanding bintang emas kecil di catatanku atau lencana kapten keparat."

"tidak terlalu sulit berjanji melakukan sesuatu yang sangat kau inginkan. dan kalau aku payah sebagai istri, kau hanya bisa menerimanya. aku tidak melanggar janjiku."

"dia selalu tahu. dia selalu tahu."