Sabtu, 29 November 2014

siapakah engkau?


"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tandatanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru." - (Fushshilat : 53)

"dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasan Allah) bagi orangorang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. maka apakah kamu tidak memperhatikan?" - (Adz Dzariyat : 20-21)

"sesungguhnya adalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tandatanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal." - (ali 'Imran : 190) ; "celakalah orang yang membacanya, tetapi ia tidak merenungkan kandungan maknanya." - Rasulullah saw.

lalu, siapakah engkau, hai manusia, makhluk yang lemah, hingga beraniberaninya engkau mendurhakai Allah, pencipta jagat raya ini? padahal, tak satu pun debu telah kau ciptakan di jagat ini!



**sejenak berenti di halaman 328, buku pintar Sains dalam Al Qur'an** 

trus jadi mikir, gimana seandainya Allah menciptakan kita dalam bentuk yang lain, seperti gambaran kita tentang alien selama ini misalnya? tentu Dia akan mampu menciptakan sesempurna seperti kita sekarang. Ia akan ciptakan semua dalam kebaikan, dan semua dalam keteraturan yang baik.

lalu, siapakah kita ini? sudahkan kita melihat pada diri kita sendiri, tandatanda kebesaranNya? atau justru kita tidak tahu dan merasa bahwa semua yang kita miliki adalah karena diri kita sendiri. semoga Rabb kita memudahkan, memudahkan kita belajar tentang kebaikanNya.

Senin, 24 November 2014

the only reason


don't talk, let me think it over
how we gonna fix this?
how we gonna undo all the pain?
tell me, is it even worth it?
looking through a straight line
taking back the time we can't replace

all the crossed wires
just making us tired
is it too late to bring us back to life?

when i close my eyes and try to sleep
i fall apart, i'm fighting hard to breathe
you're the reason, the only reason
even though my dizzy head is numb,
i swear my heart is never giving up
you're the reason, the only reason

i feel you burning under my skin
i swear i see you shining
brighter than the flame inside your eyes

bitter words spoken,
everything broken
it's never too late to bring us back to life

when i close my eyes and try to sleep
i fall apart, i'm fighting hard to breathe
you're the reason, the only reason
even though my dizzy head is numb,
i swear my heart is never giving up
you're the reason, the only reason
 
((oh, oh, oh,)) only reason, the only reason
((oh, oh, oh,)) only reason, the only reason

don't talk, let me think it over
how we gonna fix this?
how we gonna undo all the pain?

when i close my eyes and try to sleep
i fall apart, i'm fighting hard to breathe
you're the reason, the only reason
even though my dizzy head is numb,
i swear my heart is never giving up
you're the reason, the only reason

**popular by : 5 Second of Summer



***


okey, found this band when i just look my twitter and somebody just talk about their songs. trus yang penasaran downloadin lagunya dan tarra ketemu yang satu ini. saya mau diskusi sepihak ((apanya yang diskusi itu mah)) tentang reff lagu ini 

when i close my eyes and try to sleep
i fall apart, i'm fighting hard to breathe
you're the reason, the only reason
even though my dizzy head is numb,
i swear my heart is never giving up
you're the reason, the only reason

jadi, ceritanya saya baru jalanjalan ke ask.fm seseorang yang tbh saya suka dengan jawabanjawabannya dan pemikiranpemikirannya. trus ada yang nanya ke mbaknya 

kak, how do you deal with your painful memories?
Gue sih diinget2 terus aja sampe bosen. because kalo di deny, semakin tertanam sepertinya. Dan malah semakin susah lupa. Gue akan terus muter memory itu sampe gue "ini lagi ini lagi..." Dari sedih sampe "meh. Cuma masalalu." 
 
jadi keingetlah sama pembicaan kemarin, "iya loh, jadi menghindari supaya bisa menghadapi kenyataan. ga sakitsakit amat gitu."
 
saya jadi mikir setiap orang memang punya cara yang berbeda untuk menyikapi sebuah apa yaa, bisa dibilang kehilangan atau kisah sedih yang dilalui. ada yang menghindar ((kayak lo dulu, dong)) ((sudahlah)) hanya karena ingin menyembuhkan luka atau bahkan pergi jauh supaya tidak lagi bertemu supaya tidak lagi teringat masamasa sendu. namun, kini saya memutuskan untuk menghadapi. menghadapi diri saya sendiri, menghadapi pemikiran saya mengenai masamasa menyesakkan dan menghadapi masa lalu sampai akhirnya saya bisa berdamai dengan baik dan benar.
 
mungkin mengingatingat kejadian, seseorang, sesuatu yang menyedihkan akan sangat sulit dan justru menambah daftar "malammalam panjang berairmata" terlebih untuk orang yang sifatnya melankolis. tapi coba deh, sebab saya pernah mengalami yang namanya "bosen" sama sebuah keteraturan/keseringan melakukan sesuatu. sampai yang sebelumnya nyandu, jadi yang "hah, itu mulu. ganti dulu coba.". jadi saya memutuskan untuk hadepin aja lah, face the problem. karena mau dihadepin atau engga pun masalah itu tetap ada. ga dengan saya ngilang entah kemana dia jadi ga ada lagi. sebab masalah yang sebenarnya bukanlah dengan orang/kejadian tapi dengan diri sendiri.

jadi, sekarang kenangan itu muter terus di otak saya ((yang udah kepenuhan kenangan ini)) ((ngeselin)), nama itu, kejadian, pembicaraan, senyumnya, tatapan matanya, semuanya ((kok baper sik, nay)). terus muter, dan biarin aja kalau sayanya jadi nangis jadi kesel jadi marah sama diri sendiri, tapi cuma masalah waktu aja kok, dan saya akan nunggu, nunggu sampai waktu itu datang, sampai saya sendiri yang bakal bilang, "kaaan. lu lagi lu lagi. coba geser dulu ke kisah yang lain."

;)

nb : terus apa hubungannya dengan lagu ini, yaa reffnya itu, tentang dia yang ga bisa tenang bahkan dalam tidurnya. yang dalam keadaan tertekannyapun masih selalu kamu, kamu, kamu saja alasannya. saat hati kita belum mau dan mampu menyerah, biarkan saja. kelak, waktu yang akan berbaik hati mempermudah segalanya.

Senin, 10 November 2014

rindu ; sejauh mana perasaanmu bisa membawamu ke pertemuan dengan Tuhanmu?


penulis : tere liye
editor : andriyati
cover : EMTE
lay out : alfian
penerbit : replubika
tebal : ii+544hal
cetakan : IV November 2014
isbn 978-602-8997-90-4



respon pertama yang saya berikan untuk buku ini adalah, “bentar, kok udah ada cap 'Best Seller' nya? kan belum sebulan beredar luas di toko buku?” eh, besoknya si abang bilang bukunya udah cetakan ke-6 #tepokjidat

Rindu.

sudah lama diiklankan sama bang tere di facebooknya, sudah sering pembaca dibikin gemas dan penasaran dengan isi novelnya, bahkan baru seminggu terbit aja udah cetak ulang. dan seperti lazimnya novel tere liye, plus pemanasan yang beliau berikan di facebooknya, ini novel tentang perasaan, tentang pertanyaan dalam perjalanan.

Gurutta Ahmad Kaerang, Daeng Andipati, Ambo Uleng, Mbah Kakung, dan Bonda Upe adalah lima tokoh dengan pertanyaanpertanyaan yang harus dijawab.

tentang kisah kelam masa lalu, tentang kebencian, tentang takdir, tertang kemerdekaan, dan tentu saja, tentang cinta. bersetting tahuntahun terjajah Belanda, dalam perjalanan suci menuju Mekah, tere liye menunjukkan betapa berbahayanya ia saat sudah seruis menggerakkan jemarinya merangkai kata. 

***

karena kau tidak bisa membaca isinya, mijn vriend, bukan berarti sebuah buku otomatis jadi buruk.

luka fisik dengan cepat sembuh, sedangkan pemahaman baik atas setiap kejadian akan selalu menetap.

mata air yang dangkal, tetap saja bermanfaat jika jernih dan tulus. tetap segar airnya.

cahaya pengetahuan selalu membuat seseorang terlihat lebih muda.

dalam banyak hal, diam justru membawa banyak kebaikan.

tidak selalu orang lari dari sesuatu karena ketakutan atau ancaman. kita juga bisa pergi karena kebencian, kesedihan, ataupun karena harapan.

pendengaranku memang sudah tidak bagus lagi, Nak. juga mataku, sudah rabun. tubuh tua ini juga sudah bungkuk. harus ku akui itu. tapi aku masih ingat kapan aku bertemu dengan istriku. kapan aku melamarnya. kapan kami menikah. tanggal lahir anakanak kami. waktuwaktu indah milik kami. aku ingat itu semua.

pendengaranku memang sudah berkurang, Nak. mataku sudah tidak awas lagi. tapi kami akan naik haji bersama. menatap Ka'bah bersama. itu akan kami lakukan sebelum maut menjemput. bukti cinta kami yang besar.

sayangnya, lazimnya sebuah pertanyaan, maka tidak otomatis selalu ada jawabannya. terkadang, tidak ada jawabannya. pun penjelasannya.

dia tidak akan mau mengambil kesempatan hanya karena ada orang berhutang budi padanya.

maka jangan pernah merusak diri sendiri. kita boleh jadi benci atas kehidupan ini. boleh kecewa. boleh marah. tapi ingatlah nasihat lama, tidak pernah ada pelaut yang merusak kapalnya sendiri. akan dia rawat kapalnya, hingga dia bisa tiba di pelabuhan terakhir.

sebuah kisah masa lalu yang amat memilukan kembali diceritakan. tapi kabar baiknya, ia diceritakan kepada orang yang tepat. tidak diumbar, tidak dibiarkan berceceran di tempat umum, untuk kemudian menjadi gunjingan aib tak terperikan.

kita keliru sekali jika lari dari kenyataan hidup, Nak. aku tahu, lima belas tahun menjadi pelacur adalah nista yang tidak terbayangkan. tapi sungguh, kalau kau berusaha lari dari kenyataan itu, kau hanya menyulitkan diri sendiri. ketahuilah, semakin keras kau berusaha lari, maka semakin kuat cengkramannya. semakin kencang kau berteriak melawan, maka semakin kencang pula gemanya memantul, memantul, dan memantul lagi memenuhi kepala.

cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dnegan dihadapi. berdiri gagah. mulailah damai dengan menerima masa lalumu. buat apa dilawan? dilupakan? itu sudah menjadi bagian hidup kita. peluk semua kisah itu. berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. itulah cara terbaik mengatasinya. dengan kau menerimanya, perlahanlahan, sia akan memudar sendiri. disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih bahagia.

nak, saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apkah tawa itu bahagia atau tidak. boleh jadi, kita sedang tertawa dalam kesedihan. orang lain hanya melihat wajah. saat kita menangis pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. orang lain hanya melihat luar. maka, tidak relevan penilaian orang lain.

kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. itu kehidupan kita. tidak perlu siapapun mengakuinya untuk dibilang hebat. kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan. karena sebenarnya yang tahu persis apakah kita bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya diri kita sendiri. kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia. kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.

kita tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun bahwa kita itu baik. buat apa? sama sekali tidak perlu. jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik itu.

selalulah berbuat baik. selalu. maka semoga besok lusa, ada satu perbuatan baikmu yang menjadi sebab kau diampuni.

berhenti lari dari kenyataan hidupmu. berhenti cemas atas penilaian orang lain, dan mulailah berbuat baik sebanyak mungkin.

hidup ini akan rumit sekali jika kita sibuk membahas hal yang seandainya begini, seandainya begitu.

berhenti bertanya hal yang hanya merepotkan diri sendiri. toh, kebahagiaan sejati itu bukan soal berhitung yang ada jawabannya.

selalu menyakitkan saat kita membenci sesuatu. apalagi jika itu ternyata membenci orang yang seharusnya kita sayangi.

kita sebenarnya sedang membenci diri sendiri saat membenci orang lain.

Allah selalu mengambil bentuk terbaiknya, yang kita tidak selalu paham.

kitapa kita harus benci? kenapa? padahal kita bisa saja mengatur hati kita, bilang saya tidak akan membencinya. toh itu hati kita sendiri. kita berkuasa penuh mengaturaturnya. kenapa kita tetap memutuskan membenci? karena boleh jadi, saat kita membenci orang lain, kita sebenarnya sedang membenci diri sendiri.

dia tidak benci itu semua. dia terima sepenuh hati, maka dia bisa bahagia atas pilihannya.

kenapa kau memilih benci. sedangkan orang lain memilih berdamai dengan situasi di sekitarnya?

saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan persoalan apakah orang itu salah dan kita benar. apakah orang itu memang jahat atau aniaya. bukan! kita memutuskan memaafkan seseorang karna kita berhak atas kedamaian di dalam hati.

bukalah lembaran kertas baru yang benarbenar kosong. buka lembarab baru, tutup lembaran yang pernah tercoret. jangan diungkitungkit lagi. jangan ada tapi, tapi, dan tapi. tutup lembaran yang tidak menyenangkan itu.

kebahagiaan adalah obat terbaik.

agama kita, sebaliknya, diajarkan lewat penjelasan dan akal sehat. bukan berarti tidak ada mukjijat atau keajaiban. Nabi pun memiliki banyak mukjijat, tapi bagian terbesar dalam agama ini adalah memahami dengan akal pikiran. tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.

hingga mereka lupa, bahwa mukjijat paling besar dalam agama kita justru ada di lemari rumahnya, ada di mejameja rumahnya. dibiarkan berdebu tanpa pernah dibaca. | eh, mukjijat berdebu? memangnya apa? | Alquran.

setiap hari aku jatuh cinta. setidaknya setiap melihat matahari terbit, aku jatuh cinta, mensyukuri hidupku. setiap matahari tenggelam, aku jatuh cinta, berterimakasih atas sepanjang hari, baik itu menyebalkan ataupun menyenangkan. bahkan melihat makanan ini pun aku jatuh cinta.

hidup ini ternyata dekat sekali dengan kematian. tidak pernah ada yang tahu kapan maut menjemput.

hidup ini sesungguhnya adalah antrean panjang menunggu kematian. semua makhluk yang bernyawa besok lusa pasti mati.

hanya ada dua hal yang membuat seseorang tidak merasa lapar. yang pertama karena perasaan suka cita yang besar. yang kedua karena kesediahan mendalam.

lahir dan mati adalah takdir Allah. kita tidak mempu mengetahuinya. pun tiada kekuatan bisa menebaknya. kita tidak bisa memilih orangtua, tanggal, tempat....tidak bisa. itu hak mutlak Allah. kita tidak bisa menunda, maupun memajukannya walau sedetik.

dan ketika kita tidak tahu, tidak mengerti alasannya, bukan berarti jadi membenci, tidak menyukai takdir tersebut. amat terlarang bagi seorang muslim mendustakan takdir Allah.

Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. segala sesuatu yang kita anggap buruk, boleh jadi baik untuk kita. sebaliknya, segala sesuatu yang kita anggap baik, boleh jadi amat buruk bagi kita.

mulailah menerimanya dnegan lapang hati. karena kita mau menerima atau menolaknya, dia tetap terjadi. takdir tidak pernah bertanya apa perasaan kita, apakah kita bahagia, apakah kita tidak suka. takdir bahkan basa-basi pun tidak. tidak peduli. nah, kabar baiknya, karena kita tidak bisa mengendalikannya, bukan berarti kita jadi makhluk tak berdaya. kita tetap bisa mengendalikan diri sendiri bagaimana menyikapinya. apakah bersedia menerimanya, atau mendustakannya.

ketika kita tidak tahu mau melakukan apalagi, ketika kita merasa semua sudah hilang, musnah, habis sudah, maka itulah saatnya untuk membiarkan waktu menjadi obat terbaik. hari demi hari akan menghapus lembar demi lembar kesedihan. minggu demi minggu akan melepas sepapan demi sepapan kegelisahan. bulan, tahun, maka rontok sudahlah bangunan kesedihan di dalam hari. biarkan waktu mengobatinya, maka semoga kita mulai lapang hati menerimanya. sambil terus mengisi harihari dengan baik dan positif.

mulailah memahami kejadian ini dari kacamata yang berbeda, agar lengkap.

jangan memaksakan melihatnya dari kacamata kita. tenti bersikeras, bertanya, tidak terima. jika itu yang kita lakukan, maka kita akan terus kembali, kembali, dan kembali lagi ke posisi awal. tidak pernah beranjak jauh.

kau pemuda malang yang terpagut harapan, terjerat keinginan memiliki, dan terperangkap kehilangan seseoraang yang kau sayangi. harapan itu belum padam, sejauh apapun kau pergi. pun keinginan memeiliki itu belum punah, sekuat apapun kau mengenyahkannya. dan terakhir, kehilangan itu justru mulai mewujud dan nyata. setiap hari, semakin menumpuk wujudnya, semakin nyata kehilangannya.

apakah cinta sejati itu? cinta sejati adalah melepaskan. semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya.

lepaskanlah. maka besok lusa, jika dia adalah cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu.

selalu pahami, cinta yang baik selalu mengajari kau agar menjaga diri. tidak melanggar batas, tidak melewati kaidah agama.

jika harapan dan keinginan memiliki itu belum tergapai, belum terwujud, maka teruslah memperbaiki diri sendiri, sibukkan dengan belajar.

senantiasa berbuat baik kepada siapapun. maka teruslah menjadi orang baik seperti itu. insyaAllah, besok lusa, Allah sendiri yang akan menyingkap misteri takdirnya/

sekali kau bisa mengendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka sebesar apapun  wujud kehilangan, kau akan siap mengahdapinya.

menulis adalah salah satu cara terbaik menyebarkan pemahaman. ketika kita bicara, hanya puluhan atau ratusan orang saja yang bia mendengar. kemudian hilang ditelan waktu. tapi tulisan, bukubuku, bisa dibaca oleh lebih banyak lagi. satu buku bisa dipinjam dan dibaca berkalikali oleh orang yang berbeda, apalagi ribuan buku. dan jangan luapakan, buku bisa abadi. terus diwariskan, dicetak kembali. itu sangat efektif untuk mebagiakan pemahaman baik.

sungguh, telah menunggu hadiah paling indah bagi orangorang bersabar.

***

saya kasih lima bintang, sekalipun -i'm so sorry for this- ceritanya tidak seseru Thomas, dan tak semegah Rembulan yang menggetarkan hati itu. mungkin karena sudah banyak spoiler di facebooknya jadi ga merasakan kejutan lagi dibalik kisahnya, atau sudah "kebanyakan" baca buku si abang jadi udah kepikir apa plot twist kisahnya dan bagaimana bahasa yang digunakan.

perasaan saya aja atau gimana, yaa, kalau buat kalian yang sudah terbiasa kenal dengan beliau secara tulisan sejak lama, buku ini lebih cocok untuk anakanak remaja, bukan yang udah kepala dua sekian kayak saya ((PENGAKUAN)) i mean, bukan ga layak baca, buku ini bagus, untuk pengingat diri. tapi yaa, tadi itu, tidak semenggetarkan pendahulunya -karena menurut saya ini kakak adik serumpun dengan novel Rembulan-.

dan kayaknya sih, karakter utamanya bukan Gurutta ataupun Andipati, tapi yaa si Anna, yang lewat seluruh tingkah polahnya, menunjukkan betapa ringannya dunia anakanak.

Jumat, 07 November 2014

this love


clear blue water, high tide came and brought you in
and i could go on and on, on and on, and i will
skies grew darker, currents swept you out again
and you were just gone and gone, gone and gone

in silent screams,
in wildest dreams
i never dreamed of this

this love is good, this love is bad
this love is alive back from the dead
these hands had to let it go free
and this love came back to me

tossing, turning, struggled through the night with someone new
and i could go on and on, on and on
lantern burning, flickered in my mind for only you
but you're still gone, gone, gone

been losing grip,
(oh), sinking ships
you showed up just in time

this love is good, this love is bad
this love is alive back from the dead
these hands had to let it go free
and this love came back to me

this love left a permanent mark
this love is glowing in the dark
these hands had to let it go free
and this love came back to me

this love, this love, this love, this love...
this love, this love, this love, this love...
this love, this love, this love, this love...
this love, this love, this love, this love...

your kiss, my cheek, i watched you leave
your smile, my ghost, i fell to my knees
when you're young you just run
but you come back to what you need

this love is good, this love is bad
this love is alive back from the dead
these hands had to let it go free
and this love came back to me

this love left a permanent mark
this love is glowing in the dark
these hands had to let it go free
and this love came back to me

this love, this love, this love, this love... 
this love, this love, this love, this love...
this love, this love, this love, this love...
this love, this love, this love, this love...

**popular by : Taylor Swift - 1989's album, track 11

***

huhuhu, saya jatuh cinta dengan album ini. aduh, Swift kok yaa lagunya asik semua.

trus yang pas denger lagu ini tuh, maaaaaak, kayak gue lagi minum es mangga yang manismanis asem. dari liriknya tuh kan yang her love gone, tapi akhirnya kembali lagi. trus kan pas sampe ke bagian :

these hands had to let it go free
and this love came back to me

jadi keinget si abang, cinta sejati adalah melepaskan #azeq

kalau saya sekarang ini lagi baca bukunya Salim A Fillah katanya cinta kita kepada makhluk dalam bentuk apapun, seseorang, sesuatu, hewan atau tumbuhan sesungguhnya adalah bagian cinta kita kepada Allah. karena kita cinta kepada Allah lah, maka kita bisa mencintai yang lain, sebeb cinta kita kepada Allah kita mampu memberikan cinta kepada selainnya dengan tidak mengurangi cinta kepada Allah, atau bahkan menjadikan yang lain lebih dariNya.

"no matter whom you are with or where you are, you're mine. you don't even have to be in love with me. i love you enough for the both of us"

((SUDAHLAH, AINI))

trus ini, bonus :




Rabu, 05 November 2014

dalam diam


aku memilih mencintai dalam diam
sebab hanya dalam keheningan aku bisa mendengar suara jernihmu
dan memilikinya untukku sendiri

aku memilih merinduimu dalam diam
yang setiap malam mengetukngetuk jendela kamar
dan menghujaniku dengan kecupan bayangbayang

setibanya di muara kasih sayang kelak
akan kuungkap pada pemilik semesta
tentang betapa menginginkannya aku akan dirimu
sedang kini hanya mampu berharap
meski tak ada keberanian meminta
sebab apalah yang harus kuucap
jika dihadapan pemilik waktu kau menjelma detik, berubah menit
hanya untuk mengingatkanku bahwa perjalanan masih panjang

aku memilih memanggil namamu tanpa suara
apalah arti teriakan sementara senandung lembut mempu mengantar ke peraduan, sayang?

aku memilih mencintaimu dalam diam
sebab dalam diam aku tak akan mendapat penolakan
sebab dalam diam kau bukan menjadi milik siapapun, selain diriku

***

source : blog seseorang yg buat #yha

Selasa, 04 November 2014

the purge : anarchy ; save your soul


bagaimana rasanya jika kamu hidup disebuah negara dengan peraturan 12 jam tanpa sistem keamanan apapun, sedang kalian diperbolehkan melakukan tindak kejahatan tanpa harus bertanggungjawab?


***

The Purge : Anarchy tidak bisa dibilang sekuel dari film pertamanya tahun 2013 lalu, The Purge, sekalipun punya ide yang sama. berkisah tentang Amerika pada tahun 2023 yang selama enam tahun sudah memiliki aturan sah mengenai "Hari Permbersihan". hari pembersihan adalah satu hari dimulai dari pukul 7 malam sampai 7 pagi keesokan harinya di mana seseorang bisa melakukan kejahatan apapun -termasuk pembunuhan- tanpa akan dikenai hukuman. film pertamanya menjelaskan tentang bagaimana sistem pembersihan itu terjadi, dengan tokoh satu keluarga kaya, terpandang, dan merupakan bagian dari pemerintah yang mengusulkan hari pembersihan yang justru menjadi korban pembersihan tetangganya sendiri. dengan ending yang, "aduhhhh, ngilungilu asik" :)


The Purge : Anarcy berkisah mengenai tiga kelompok manusia yang berjuang menyelamatkan nyawanya di tengah pengejaran terhadap mereka yang ternyata akan dijadikan korban pembersihan oleh orangorang kaya ((huhuhu, makin kesel sama orang kaya yang sok berkuasa, apalah arti harta yang ga bakal kalian bawa mati itu, cih)). 

pertama ada Eve dan putrinya, kemudian pasangan muda, dan satu lagi lelaki dewasa yang ingin menuntut pembersihan dari seseorang yang sudah membunuh putranya. ketegangan dimulai saat waktu pembersihan dimulai, dan semua orang yang melakukan pembersihan keluar ke jalan, ini lebih kompleks dibanding film pertamanya yang hanya berputar di satu keluarga dan lokasi.

begitu tujuan penangkapan diketahui maka rasa kesal terhadap orang kaya yang sok berkuasa meluap sudah. i mean, mereka ingin ikut dalam ajang pembersihan dengan membunuh orangorang miskin tidak berdosa hanya untuk mempermudah jalan mereka dan menambah kekayaan.

lalu, bisakah mereka berlima mengendalikan situasi, atau justru berakhir seperti kebanyakan orang tak berdaya dibawah pisau dan senjata?

***

saya ngarepin banget kejutan di akhir film seperti yang dikasih sama The Purge pertamanya, dan yah okelah di film ini memang ada kejutan yang sama sekali ga terpikirkan ((atau awa aja yang males mikir, yes? HEHE)), sayangnya film kedua ini jenis film action, gue harap kalau ada film ketiganya itu lebih kayak yang film pertama gitu bunuhbunuhnya, pelanpelan dan meninggalkan bekas kepedihan ((KOK PSYCO, SIK, NAY)).

Senin, 03 November 2014

October's read - 2014


bulan ini dimulai dengan antalogi puisinya 17 penyair perempuan Indonesia. Selendang Pelangi, judulnya. selendang, salah satu jati diri perempuan, dan pelangi, yang berwarnawarni seperti kehidupan kami, perempuan. 17 penyair perempuan dengan talenta luar biasa membayangi 3 hari saya, menekan seluruh ego untuk sejenak membaca barisbaris kata yang mungkin saja adalah kenangan masa lalu mereka, atau sekadar harapan tentang masa depan yang belum tentu ada. ada kesesakan, ada bait yang ((bagi saya)) -maaf menjijikan, ada kisah asmara yang usai bahkan sebelum dimulai, dan ada banyak cerita tentang perempuan yang mungkin terlupa oleh banyak orang. antalogi yang menarik, membuat saya tergiur untuk menulis baitbait lagi di sini. selalu begitu, kadang rindu memang harus dipancing dahulu.

kemudian, ada #jengjet Insurgent! men, sekangen itu sama Four dan kekesalan yang gue dapet. hiks. bukan soal kisah dalam bukunya yang dimaksud, tapi karakter Fournya. iya sih, maybe dalam bayangan gue aja dia yang perfect, i mean di Divergent dilukiskan dia yang punya karakter kuat dan bisa berpikir jernih. udahlah, ngapain ngomongin Four, jadi Insurgent menceritakan tentang kelanjutan kisah Tris dan Tobias yang pergi dari Dauntless karena pemberontakan Erudite dan Dauntless pembelot, kemudian bagaimana perjuangan mereka berdua sampai akhirnya bertemu dengan factionless dan bergabung untuk bekerjasama. i really like karakter Tris yang kuat, dan ga terpengaruh dengan keadaan sekitar. baca buku ini bikin saya pengen jadi Erudite ((iya mereka memang jahat)) yang Divergent. men, lo harus tau siknya jadi Erudite yang pinter dan haus ilmu pengetahuan, yang bisa mengontrol tapi lo ga bisa dikontrol.

Allah Loves You, Back To Your Allah. tertarik dengan sinopsis dibelakang bukunya, makanya milih buku ini buat dibawa pulang. not bad, tapi yaa not too worst juga ((hehehehe)).

kemudian bukunya om Budiman Sudjatmiko, Anak-anak Revolusi yang sudah membuat saya penasaran sejak pertama kali ngeliat sampul bukunya. berkisah tentang perjuangan beliau sebagai salah satu anggota partai di jaman Suharto. sebenarnya lebih mirip biografi yang ga jadi, dan tbh ga terlalu suka. mungkin karna saya ga demen soal per-partaian dan sejenisnya.

ada Musim Gurur Terakhir di Manhatan dideretan buku berikutnya. sebuah novel percintaan yang saya dapet di bazaar. tentang seorang muslimah yang punya masa lalu kelam dan trauma mendalam soal percintaannya, kemudian bertemu dan berencana menikah dengan pria asing yang menjadi mualaf. perjuangan Rosie melawan traumanya digambarkan dengan begitu indah tapi sayang akhir kisah yang mudah ditebak bikin jadi yang, "duh, we want some big surprise sesungguhnya, mbak."




Khadijah, ketika rahasia "mim" terungkap. sebuah novel yang manis sekali, saya kira pengarangnya lakilaki ((efek kebanyakan baca buku bang Tere)) ga taunya perempuan. isi bukunya mengenai ibunda Khadijah, sejak sebelum beliau dilahirkan, riwayat kisah masa kecil, masamasa dewasa sebelum bertemu Rasulullah, suami dan anakanaknya, dan mengenai kehidupan bersama Muhammad saw.

selanjutnya ada buku yang saya suka banget, buku tentang sains dan agama dijadikan satu ((aduh, lemah sudah saya)). selalu suka dengan  erpaduan agama dan ilmu pengetahuan. Buku Saku Ayat-ayat Semesta terbitan zaman ini adalah satu dari sedikit yang berkisah tentang sains dipadu dengan agama. isinya tentang, planetplanet, pengenalan sistem tata surya, bumi, bulan, makhluk hidup, sampai ke syaitan dan malaikat, lalu surga dan neraka serta hari kebangkita yang keseluruhannya selaras dengan ayat al Qur'an. kita diberikan bukti bahwa 14 abad yang lalu, manusia pilihan Tuhan sudah lebih dahulu mengeti tentang alam semsta ini dibandingkan dengan ilmuan paling pintar abad ini sekalipun.

kemudian ada Nonviolent Soldier of Islam, biografi Badshah Khan. buku kedua karangannya Ekhnath Easwaran yang saya baca setelah Ghandi The Man. berkisah tentang perjuangan Khan Abdul Ghaffar di Perbaatasan saat India masih dalam jajahan Inggris. bagaimana masa kecilnya, kehidupannya, keluarganya, dan bagaimana ia akhirnya debagai seorang Pathan berjuang bersama Ghandi dengan mengandalkan nir kekerasan atau anti kekerasan dalam menghadapi jajahan Inggris tanpa mengangkat senjata. abis baca buku ini saya jadi ingin memaafkan orang yang ((menurut saya)) udah jahat, aduh seharusnya ga pernah punya pemikiran jahat smaa orang lain, yaa. dalam buku ini dijelaskan bahwa nir kekerasan atau perjuangan tanpa menggunakan kekerasan dan mengangkat senjata adalah cerminan dari kebaikan Tuhan dalam diri kita. siapa yang dekat dengan Tuhannya akan dengan senang hati memilih jalan ini.

Peter Pan punya J. M. Barrie adalah buku selanjutnya. karya fantasi satu ini menarik perhatian dengan cover yang "duh, kok lucu", serius, saya bukan penggemar kisah novel fantasi -terlebih anakanak- jadi yaa, ga ada review berarti sekalipun pas baca yaa ngerasain serunya juga. :D

yang terakhir, 417 Kesalahan Shalat. sudah bisa ditebak seperti apa isinya, yaa. mengenai apa saja kesalahankesalahan yang dianggap wajar dalam masyarakat mengenai shalat kita selama ini. mulai dari niat, wudhu, lalu takbir sampai salam, baik shalat sendirian maupun berjamaah.



Sabtu, 01 November 2014

status (bagian ketigapuluh sembilan)


Rasa sakit di hati itu hanya ibarat kabut di pagi hari. Tunggulah matahari tiba, maka dia akan hilang bersama siraman lembut cahayanya.
Rasa sakit di hati itu hanyalah ibarat kabut pagi.
Tidak pernah mengubah hakikat indahnya pagi. Bahkan bagi yang senantiasa bersyukur, dia akan menari (meski sambil menangis) di tengah kabut. Dan itu sungguh tarian indah. Tarian penerimaan.

Itulah, Nak,
Jatuh cinta itu persis kau naik gunung, tiba2 terjerambab ke dalam jurang dalam, meluncurnya mudah, tapi susah payah merangkak naik kembali.
Jatuh cinta itu persis seperti komputer atau HP kau tiba2 terkena virus, kena-nya gampang, tapi memperbaiki, servis datanya susah kali–bahkan tetap tidak bisa diperbaiki hingga kapan pun.
Jatuh cinta itu sama dengan kau naik mobil cepat, kau gas kencang, jalan landai, tiba2 rem-nya blong. Mobil kau melaju tak terkira, susah payah menghentikannya. Bahkan harus menabrak sana-sini, kau patah hati Maka, pahamilah resikonya.

Berserakan di sekitar kalian remaja2 yang putus sekolah, hancur lebur masa depannya karena terlanjur bunting (maaf). Pacarnya kabur entah kemana. Habis manis sepah dibuang. Berserakan dek kasus ini. Saya saja bosan menerima email/message orang2 yang kenal juga tidak, tiba2 bersimbah air mata curhat panjang lebar. Ih, situ yang pacaran, situ yang enak2, kenapa saya yang jadi repot.
Maka cukuplah airmata penyesalan mereka, cukuplah airmata kesedihan orang tua mereka. Jangan tambahi.
Sebelum kalian jatuh cinta ke orang lain, lebih baik jatuh cintalah kepada diri sendiri. Apalagi masih SMP, SMA, kuliah. Hidup kalian jauh lebih penting, sekolah, masa depan kalian. Sayangilah diri sendiri dengan tidak merusaknya. Ada banyak sekali mahkluk dewasa yang hari ini kalau bisa balik, mereka mau balik ke masa remaja, memperbaiki semuanya. Tapi sudah terlambat. Waktu tidak pernah bisa diputar lagi. Hanya menyimpan sendirian semua masa lalu kelam tersebut bahkan kepada anak2 mereka sendiri.

Beruntunglah orang-orang yang bahagia melihat orang lain bahagia.
Dan sungguh beruntunglah, orang-orang yang justeru dialah sumber kebahagiaan orang lain bahagia tersebut.
Itulah kenapa, dalam agama ini, kebermanfaatan kita bagi orang lain, menjadi salah-satu ukuran yang penting. 

Kalau pacar kalian sanggup membangunkan kalian jam 2 subuh bilang: "Babe, shalat tahajud dulu, gih." Tapi dia tidak sanggup melamar kalian ke rumah, maka please deh, tidak perlu cekikikan bahagia, merasa dia orang baik sedunia. Karena itu gombal saja.
Karena weker, alarm HP, bisa mengambil-alih tugas tersebut, tanpa perlu dekat-dekat dengan pintu pergaulan bebas. Dan jelas, weker bisa diandalkan, tanpa pamrih.
Jangan tertipu hal-hal seperti ini. Mau dibungkus apapun, tidak ada definisi pacaran sehat, apalagi definisi pacaran islami. Tidak ada.
 
*Prosa "Lupa"
Kadangkala, kita lupa, yang tahu persis tentang motor adalah yang menciptakan motor itu. Insinyur yang mendesainnya sejak awal. Dialah yang super tahu. Bukan montir, bukan sales dealer, apalagi kita yang montir amatiran.
Kadangkala, kita lupa, yang tahu persis tentang kursi atau meja adalah yang membuatnya pertama kali. Tukang kayu yang membuatnya dari sepotong demi sepotong kayu. Dialah yang tahu soal kursi atau meja tersebut.
Maka, untuk yang satu ini, jangan pernah lupakan, kawan.
Yang paling tahu semua tabiat, perangai, tingkah laku kita adalah sungguh yang menciptakan kita. Tahu persis hingga sekecil apapun.
Jadi, jika kita punya problem, rusak, ngadat, ayo mari sampaikan keluhan tersebut ke yang tahu persis tersebut. Bukan ke tempat yang lain. Nanti malah tambah rusak mesinnya. Pahamilah logika sederhana ini. Dan jangan lupakan, yang menciptakan kita, sudah memberikan "buku petunjuk", lengkap di dalamnya.

Kalau kalian ingin menulis kisah cinta, maka ketahuilah, sebuah novel cinta yang baik adalah yang pembacanya tahu persis itu cinta sejati, larut di dalam cerita, bisa merasakannya, tapi tidak sekalipun kata "I Love U" perlu ditulis di dalamnya.
Jangan sampai kisah cintanya penuh dengan kata "I Love U", setiap bab ada, tapi yang membaca tidak merasakan apapun. Hambar saja.
Hipotesis ini juga berlaku dalam kehidupan nyata.

Kita bisa saja memantulkan semua omongan jelek orang lain. Kita balas, caci balas caci, fitnah balas fitnah, benci balas benci, kita pantulkan dengan lebih kencang. Tapi buat apa?
Lebih baik diserap saja. Seperti sponge busa yang bisa menyerap air. Tidak ada rasa sakit hati. Tidak ada waktu untuk memikirkannya. Sibukkan diri dengan hal positif dan produktif.

Ketika kita membenci seseorang, maka apapun yg dilakukan seseorang itu selalu nampak buruk di mata kita. Bahkan saat orang itu mengeluarkan pendapat yg kita setujui selama ini, tiba2 kita akan mengubah pendapat kita hanya untuk menunjukkan rasa tidak suka tersebut.

Kalau kalian sedang patah hati, maka sebenarnya teman2 terbaik adalah salah-satu obat efektifnya. Tambahkan juga dukungan keluarga, itu bagus sekali.
Sayangnya, hari ini, banyak remaja yang bahkan tiba2 tertutup, menjauh dengan teman2nya, keluarganya saat jatuh cinta dengan orang asing. Untuk kemudian ketika sudah rusak semuanya, tertatih mencari solusi.
Semoga kalian tidak termasuk di dalamnya. Dan semoga, kalian punya teman2, keluarga yang senantiasa menasehati dan mengingatkan.

Jangan membuat rumit diri sendiri.
Sebuah buku atau tulisan tidak akan berkurang nilainya karena satu-dua typo, salah ketik, salah sebut nama, salah EYD, dan sebagainya. Kecuali kita memang suka rese hal2 kecil.
Pun sama, kebaikan orang lain tidak akan berkurang nilainya karena dia melakukan kesalahan kecil, khilaf ringan, dan hal2 sejenis lainnya. Tidak ada yang sempurna. Fokuslah pada kebaikan yang lebih besar.

“Dimana-mana tentu saja orang akan jatuh cinta ke orang yang tampil baik, keren, punya uang, pekerjaan, masa depan. Punya segala2nya. Situasi aman sentosa. Semua serba indah dan mudah.
Tapi sesungguhnya, perasaan diuji ketika situasi menjadi sulit dan rumit. Ketika kita bangkrut, dipecat dari pekerjaan, atau kecelakaan yang mengambil tampilan fisik, ketika sakit berkepanjangan. Saat situasi menjadi buruk dan sesak, dan kalimat-kalimat cinta tidak bisa dimakan atau bisa membayar tagihan-tagihan.
Ketika itulah kita tahu persis siapa yang sebenarnya mencintai kita. Siapa yang tetap berdiri di sebelah kita.”

Mencari ilmu jauh lebih mendesak dibanding kekayaan atau ketenaran.
Karena ilmu akan menjaga kita dengan baik; sedangkan kekayaan atau ketenaran? Kitalah yang harus menjaganya habis2an. Sibuk menghabiskan waktu untuk perkara sia-sia dan pasti akan ditinggalkan.

Orang tua dulu sering menasehati:
1. Jangan marah atau benci tanpa sebab
2. Bicara tanpa faedahnya
3. Menjadikan pengkhianat sebagai teman, hanya karena kepentingan sesaat
Nasehat2 ini masih relevan hingga hari ini.

"Cinta pertama itu tidak spesial; karena yang paling spesial adalah cinta terakhir dan itu selama-lamanya. Tetapi jika kalian beruntung, akan lebih spesial lagi jika cinta pertama itu sekaligus menjadi cinta terakhir dan selama-lamanya.
Situasi ini hanya terjadi jika kita menjaga perasaan kita dengan baik, bukan setiap saat bisa jatuh hati ke siapapun, cepat sekali GR, lantas dinyatakan dengan mudah sekali, untuk berganti cinta lagi juga dengan mudah."

Ketika seseorang membuat kita menunggu, itu berarti ada hal lebih penting yang dia urus dibandingkan kita.
Selalu begitu.
Karena kalau kita memang penting, amat berharga, dia tidak akan pernah membiarkan kita menunggu. Dan sama, ketika kita merasa seseorang itu penting, kita juga tidak akan pernah membiarkan dia menunggu sedikit pun.
 
Salah-satu ciri orang2 yang rendah hati itu adalah: mematuhi peraturan. Dilarang buang sampah sembarangan, merokok sembarangan, menyalakan telepon genggam di pesawat, tidak menyerobot antrian, dsbgnya. Dia patuhi dengan senang hati, tidak merasa kalah, tidak merasa dihina oleh peraturan itu.
Saya percaya, masih banyak orang2 rendah hati--meski dia kaya, pintar, berkuasa, hebat dan memang luar biasa sekali; tetap memilih rendah hati.
 
Jangan membawa barang2 yang tidak diperlukan dalam perjalanan. Singkirkan yang tidak perlu dan malah paling berat, paling membebani. Biar perjalanannya asyik.
Pun sama, jangan membawa 'barang2' yang tidak perlu dalam hati kita. Tinggalkan. Buang. Jangan mau sumpek dan membebani diri sendiri. Biar kehidupan kita juga asyik.
 

Khusus buat cewek2:
Kebahagiaan adalah kosmetik terbaik di dunia. Satu senyum terbaik yang tulus dan bahagia, serta-merta membuat seseorang terlihat lebih muda 10 tahun.
*saya tulis dari nasehat lama
 

Di jaman modern ini, definisi sahabat yang baik itu bisa diibaratkan seperti "copy" dan "paste".
Saling melengkapi, saling membutuhkan
 

Salah-satu teman terbaik kita adalah buku-buku yang baik. Menyenangkan dan bermanfaat menghabiskan waktu bersama teman yang satu ini.

Jika tidak cinta, maka janganlah sampai membenci.
Jika tidak suka, maka janganlah sampai mencaci.
Jika tidak sudi membantu, maka janganlah sampai mengganggu.
Karena bukankah itu perkara mudah sekali?
Semudah nasehat dalam agama ini: berkata baik, atau pilihlah diam. Pilihan "atau" ini sungguh maksudnya dua-duanya beruntung. Berkata baik, beruntung. Memilih diam, juga beruntung.

"Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan, namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi."
*petuah lama dari Gibran

Komen paling nggak jelas di page ini: "Saya nggak suka Anda posting soal pacaran, urus saja urusan masing2".
Lah, kalau situ nggak suka, mending situ pergi dari page ini. Nggak suka kok masih gabung.
Ini juga berlaku untuk kasus lainnya. Jika ada yang tidak suka dengan postingan tertentu, seperti KPK, korupsi, jangan nyontek, jangan merokok, dll, maka lebih baik bergegas tinggalkan.
 
Salah-satu cabang kehormatan itu adalah: lebih memilih bekerja keras, bersusah-payah, daripada merepotkan dan beban orang lain.
Jika kita sejak remaja sudah punya pemahaman sebaik ini, maka kita akan tumbuh mandiri, tahan banting dan insya Allah peduli. 

*Nasehat lima perkara
Orang tua dulu seringkali menasehati, jauhilah lima perkara berikut ini:
1. Orang pemalas yang lebih suka meminta-minta. Baik ditunjukkan secara langsung, maupun tidak langsung. Dan lebih jauhi lagi, menipu orang lain dengan tampilan compang-camping (padahal mampu) untuk meminta-minta.
2. Pengangguran yang gengsi sekali mengambil pekerjaan kasar. Sejatinya, semua orang bisa bekerja. Apapun bisa dikerjakan. Tapi ketika kita gengsi, malu, merasa itu bukan level kita, maka dengan serta-merta 99% "lowongan pekerjaan" akan terhapus dari daftar.
3. Orang miskin yang menghabiskan waktu dengan melamun. Rezeki adalah hak mutlak Allah, tapi bagaimana menjemputnya, itu akan menunjukkan seberapa besar usaha kita. Ingatlah, hari ini, definisi "melamun" bisa luas sekali.
4. Pelajar yang enggan berlatih. Tugas utama seorang yang sedang belajar adalah latihan. Jika dia malas dari berlatih, maka jauh sudah definisi pelajarnya.
5. Terakhir, ingin berusaha tapi terlalu banyak alasan. Menjual sekantong buah mangga, tidak membutuhkan punya supermarket dulu, cukup dibawa kantongnya, maka laku sudah. Menjadi seorang penulis, tidak membutuhkan laptop canggih, komputer mahal, pulpen dan kertas sudah lebih dari cukup.
Nah, dari lima perkara ini, kitalah yang tahu persis apakah kita masuk dalam golongan tersebut. Tidak perlu orang lain yang menilainya.  

Ada banyak sekali hal yang tidak perlu kita bagi di media sosial. Termasuk doa2 terbaik kita, pun keluh kesah dan pengumuman tiada guna.
Setiap kali hendak menulis sesuatu, selalu berikan jeda untuk dipikirkan dua kali, itu akan bermanfaat.
 

*Nasehat "Jangan"

Nak,

1. Jangan buru-buru marah jika orang menuduh kita. Karena jika itu adalah tuduhan palsu, itu berarti hanya fitnah belaka, jadi memang kelasnya tidak perlu dihiraukan. Pun jika itu adalah kebenaran, mau apalagi? Itu memang benar. Boleh jadi bermanfaat untuk koreksi.
2. Jangan buru-buru membantah atas nasehat orang lain. Karena jika nasehat itu keliru, sia-sia saja dibantah, namanya juga sudah keliru, lebih baik bergegas tinggalkan. Pun jika nasehat itu benar, mau apalagi? Boleh jadi itu bermanfaat untuk memperbaiki diri.
3. Jangan suka sekali berdebat, mudah sekali seperti api mengenai rumput kering. Karena jika kita berdebat dengan orang yang lebih tahu dan bijak, kita pasti kalah telak. Pun jika kita berdebat dengan orang yang (maaf) bodoh dan bebal, kita pun pasti kalah habis2an.
4. Jangan biasakan buru-buru, pun jangan pula terlalu lambat. Karena jika kita buru-buru, kita bisa melupakan satu-dua hal yang sangat penting. Pun jika kita terlalu lambat, kita bisa kehilangan satu-dua hal yang sangat penting pula.
5. Jangan terlalu yakin atas sesuatu, pun jangan ragu-ragu. Karena ingatlah, jika kita ragu-ragu, lebih baik pikirkan ulang. Pun jika kita terlalu yakin, mungkin kita telah melupakan sudut pandang lain yang tidak pernah kita pikirkan. Tertutup karena kita terlalu yakin.
6. Jangan terlalu menyangkutkan hidup di masa lalu, pun terlalu berharap di masa depan. Karena masa lalu sudah tertinggal, tidak akan pernah bisa menyusul. Pun masa depan adalah misteri, kita tidak pernah tahu persis apa yang akan terjadi.
7. Jangan menggenggam terlalu erat sesuatu, pun jangan terlalu longgar. Karena terlalu erat, jika terlepas kita akan sedih sekali. Pun terlalu longgar, kita akan menyesal tidak menjaganya dengan baik.
8. Jangan mendengarkan setiap omongan orang lain. Cukup seadanya, dan saring mana yang bermanfaat, mana yang tidak. Sebagian besar komentar orang lain hanyalah melintas tanpa pernah mereka pikirkan dua kali. Hanya sedikit saja yang memang peduli--apalagi di dunia maya. Dunia akan gelap gulita jika kita selalu mendengarkan apapun komentar orang lain.
9. Terakhir, jangan menitipkan kebahagiaan kita di hati orang lain. Ingatlah selalu, kebahagiaan itu ada di hati kita sendiri. Dan tentu saja, jangan menitipkan kebahagiaan kita pada benda2 dunia, kekuasaan, kabar gembira dan sebagainya. Karena saat semua hal itu pergi, kita akan sendiri. Musnah sudah semua kebahagiaan. Titipkanlah kebahagiaan di hati sendiri, yang apapun terjadi, kita tetap bisa memeluknya erat-erat.

Jangan menghina fisik dan wajah orang lain. Sungguh jangan. Mau bergurau, main2, atau ikut2an, segera berhenti.
Apa hak kita menghina mahkluk ciptaan Allah? Jauh sekali dari ahklak terpuji.

*Gorengan
Di depan rumah kontrakan, suka lewat penjual gorengan. Umurnya paling baru 9 tahun, masih kecil sekali. Sambil membawa kotak (bukan nampan) berisi gorengan, dia berkeliling dari satu gang ke gang lain, dari satu jalan ke jalan lain. Tasnya besar, dengan tali disampirkan di pundak. Teriakannya kencang, "GORENGAN!! GORENGAN!!"
Anak sekecil ini, setiap sore, beberapa hari belakangan tidak absen lewat. Kadang-kadang baru lewat lepas maghrib, terus semangat berjualan di antara remang cahaya lampu. Entah sudah berapa kilometer kakinya melangkah, entah sudah berapa kali dia berteriak. Keringat, debu menempel. Tapi dia tetap riang jualan. Kadang dia melakukan modifikasi tawaran jualannya, "Gorengan! Asli dari Jerman." atau, "Gorengan!! Asli tanpa formalin." Membuat tertawa mendengarnya. Anak ini, masih kecil nian, tapi sudah membanting tulang mencari rezeki.
Di tempat lain, seperti di terminal, di pasar, tidak terhitung anak-anak kecil lainnya yang bekerja. Tangan mereka terlihat masih ringkih, tubuhnya kurus, pakaian kumal, tapi serius bekerja. Ada yang jadi penjual asongan, ada yang penyemir sepatu, ada yang bantu2 di warung makan. Di kota2 lain, jumlah mereka banyak. Bagi anak-anak ini, uang 10-20ribu adalah istimewa, mereka perlu bekerja untuk memperolehnya. Meski banyak diantara kita, justeru bisa menghabiskan ratusan ribu hanya untuk sekali duduk makan di mall.
Saya berdoa, semoga anak2 ini besok lusa memperoleh kesempatan yang lebih baik. Banyak diantara mereka yang sambil sekolah, terus melanjutkan pendidikan dengan segala keterbatasan. Sejak kecil mereka sudah paham bagaimana hidup mandiri. Mereka tidak minta dikasihani, tidak banyak argumen, tidak banyak ngeles, memilih bekerja. Jangan tanya soal minta HP, motor, apalagi merajuk nangis minta isikan pulsa, tidak ada kamusnya.
Merekalah contoh terbaik jika kita ingin belajar tentang kehidupan. Termasuk bagi orang dewasa. Melakukan hal kongkret walaupun kecil, jauh lebih penting daripada berpangku-tangan. Jika kita merasa susah, lihatlah kehidupan mereka. Jika kita merasa telah berusaha, tengoklah kerja keras mereka.
Semoga itu menginspirasi.

Jika kita menyukai teman karena dia tampan, cantik, kaya, pintar, populer, baik dan semua kelebihan lainnya, maka itu sih lumrah saja. Rumus umum yang berlaku di dunia.
Tapi jika kita tetap berteman dengan seseorang yang jelek (maaf), miskin, biasa2 saja, tdk ada prestasinya, maka itu sebuah pertemanan yang baik.
Nah, jika kita tetap berteman dengan seseorang yang bangkrut, melakukan kesalahan, dijauhi orang lain, tetap membantunya, memberikan kekuatan, motivasi agar terus memperbaiki diri maka jelas itu sebuah keistimewaan. Amat spesial.

Jika kita menyukai teman karena dia tampan, cantik, kaya, pintar, populer, baik dan semua kelebihan lainnya, maka itu sih lumrah saja. Rumus umum yang berlaku di dunia.
Tapi jika kita tetap berteman dengan seseorang yang jelek (maaf), miskin, biasa2 saja, tdk ada prestasinya, maka itu sebuah pertemanan yang baik.
Nah, jika kita tetap berteman dengan seseorang yang bangkrut, melakukan kesalahan, dijauhi orang lain, tetap membantunya, memberikan kekuatan, motivasi agar terus memperbaiki diri maka jelas itu sebuah keistimewaan. Amat spesial.

Karya besar selalu dibangun lewat kerja keras. Bukan lewat komentar atau banyak bicara. Seorang motivator ulung pun, yang memang pekerjaannya banyak bicara, tetap saja dia membangun karya besarnya dengan kerja keras. Selalu memperbaiki diri sendiri, riset, menghindarkan hal sia-sia, dan lain sebagainya.
Pun dalam hal lainnya. Esok lusa, kita akan melihat, orang2 yang dicatat dalam sejarah adalah yang bekerja keras secara kongkret. Sedangkan yg menghabiskan waktu banyak bicara, akan hilang ditelan jaman.

Saat kita bersabar pada orang lain, sebenarnya kita tidak sedang bersabar padanya. Hakikatnya selalu: kita sedang bersabar pada diri sendiri.
Selalu demikian. Juga dalam kasus pekerjaan yang tidak disukai, sekolah yang tidak kondusif, situasi yang menyebalkan. Kita tidak bersabar pada kondisi2 tersebut, kita bersabar pada diri sendiri.
Sekali berhasil bersabar pada diri sendiri, sisanya mudah saja.

Tidak ada kebetulan di dunia ini. Tidak pantas bagi orang2 yang beragama bilang kebetulan. Karena segala sesuatu sudah ada dalam skenario maha sempurna.
Jadi, orang2 yang kita temui, kejadian2 yang kita lewati, tempat2 yang kita kunjungi, itu semua adalah skenario. Jalani sebaik mungkin, lewati selapang mungkin, luruhkan semua kecewa. Sisanya serahkan pada yang maha memiliki skenario.

Jatuh cinta itu tidak ada yang melarang. Saya ini malah hobi nulis novel2 perasaan, quote2 perasaan. Tapi ada batasannya, ada kehormatannya. Tidak bisa diterabas bebas.
Saya tidak sedang bicara soal moralitas, sok alim. Saya sedang mengingatkan, jangan sampai masa muda kalian yang cemerlang, dihabiskan untuk ngurusin orang lain yang siapalah dia. Mending habiskan dengan fokus belajar, memperbaiki diri sendiri. Kita itu baik2 saja tanpa punya pacar.
 
Seorang guru pernah menasehati, pemalas itu cirinya 5:
1. Tidak ada hal kongkret yang dia lakukan
2. Banyak bicara
3. Bangun kesiangan
4. Asyik melakukan aktivitas sia-sia
5. Dinasehati pasti marah2
Hah, saya jadi manyun, karena ada semuanya ciri itu di saya

Mengingatkan orang lain berkali-kali kalau dia memiliki kebaikan (sekecil apapun sisa kebaikan tersebut), jauh lebih efektif mengubah tabiatnya, dibandingkan mengingatkannya dengan cara menyeru berkali2 keburukannya (sebanyak apapun keburukan itu).
Itulah hakikat saling menasehati. Karena kita tidak otomatis lebih baik dibanding orang lain, saat kita memutuskan menilainya.

Seorang guru pernah menasehati, anakku, ada empat prilaku manusia yang amat khas--yang terkadang tidak disadarinya:
1. Menjawab bukan hal yang ditanyakan
2. Bertanya hal-hal yang sudah ada jawabannya
3. Berseru untuk mencari perhatian
4. Berkomentar tapi tidak cocok dengan topiknya
Maka, juga ada empat obatnya, anakku:
1. Mendengar sebelum bicara
2. Membaca sebelum menulis
3. Mencatat sebelum menerangkan
4. Melengkapi sebelum menilai

Cinta itu tidak rumit.
Orang-orang-nya yang rumit.

Akar dari seluruh perasaan sejati adalah: menunggu
Mahkota dari segenap perasaan adalah: melepaskan
Sayangnya, saat kita diselimuti kabut perasaan, sesak tidak tertahankan, kita tidak bisa melihat semua ini dengan akal sehat. Percayalah, Tuhan yang akan menulis skenario terbaik buat kita. Yang pergi pasti kembali, yang hilang akan ditemukan jika memang berjodoh. Lewatilah masa2 ini dengan cara yang baik, gunakan rambu2 agama.
  

Jangan iri dengan kisah cinta yang ada dalam novel, film, lagu, dsbgnya. Itu semua ditulis oleh manusia, direka2, karangan saja.
Sedangkan kisah cinta kita, sungguh akan ditulis oleh yang maha memiliki skenario terbaik. Tidak akan tertukar. Tidak akan keliru. Kitalah pemeran utamanya, jadi mari menjadi pemeran cerita paling keren, agar keren sudahlah skenario yang kita jalani.