Rabu, 08 Oktober 2014

selendang pelangi


baru beberapa hari yang lalui menyelesaikan buku ini. antalogi puisi yang dituliskan oleh 17 penyair perempuan Indonesia di awalawal sastra menyentuh hatihati penduduk negeri ini.

ga, saya ga lagi kepengen riview isi buku, saya cuma mau berbagi dengan kalian. berbagi bebrapa syair yang saya suka dari buku ini.

here we go!

Mimpi 

Hidup adalah bagian terbaik dari mati
Dan kau adalah bagian terbaik dari mimpi

-Isma Sawitri

dan nyatakanlah cinta

dan nyatakanlah cinta dengan bahasa tak sempurna
kan tertawa karena seketika menjadi orang tak biasa
menjadi orang yang tak biasanya.................
hah!

dan dengan kata tak sempurna, cinta menujumku
terjaga di tengah malam, menyepi di tengah keramaian
merasa dada penuh ingatan akan dirimu
ola la la....
tahukah, bahkan untuk tanya yang sederhana
aku merasa dunia tengah menindasku
hah! cinta menujumku menjadi manusia penolak dunia

dan nyatakanlah cinta dengan bahasa tak sempurna
dengan gagah aku akan menantang dunia

lihatlah, malam tidak lagi membuatku terpejam, siang tak lagi membuatku terjaga
pikiranku asyik melukis seluruh rasa di dada
mata redup tanpa cahaya
dunia tak berarti apapa
kutolak dunia karena cinta
sebab kau nyatakan cinta dengan bahasa tak sempurna
aku kini manusia yang tak biasa

- Cok Sawitri

karena aku perempuan

bukankah tubuh adalah cahaya
dan jika jalan digelapkan
haruskah aku membutakan mata
agar biasa dalam kegelapan

hidup yang digelapkan 
karena aku perempuan
dengan tulus aku katakan : gelapkanlah!

karena aku tak pernah takut kegelapan
karena akulah cahaya
yang membuat kegelapan mengisi dirinya
dan kamu tak bisa berpaling dari silaunya

- Cok Sawitri 


menjawab smsmu

jika boleh mencintai dengan sungguh, tanpa takut kelak terluka, pastilah sempurna hatiku. jika dapat dicintai sepenuh hati, tanpa membuat terikat seinci, tentulah jiwaku hidup merdeka.
bila itu terjadi :
maka angin bunuh diri karena tak bisa menggoyahkan aku. maka gunung murung karena tak terkukuh lagi.....
hm, aku tak mampu sayang, menyaksikan kemenangan hati, biarlah aku menyimpan semua kasih agar tak satupun terluka sekalipun itu atas nama cinta

- Cok Sawitri


Puisi

memeraangkap rembulan
dalam sangkar
memenjara sepi
hingga renta 
(jun. 2005)

- Medy Loekito


Aku Ingin Melukismu

aku ingin melukis wajahmu yang temaram
dengan kuasku yang menggelatar rindu
di kanvas langit yang memerah
akan kubingkai dengan mega senja
dan kugantungkan di dinding redup bumi

aku ignin melukis wajahmu yang memijar
dengan kuasku yang menggelepar rindu
di kanvas bumi yang berembun
akan kubingkai dengan bias pagi
dan kupampangkan di bentangan biru langit

aku ingin melukismu
di kanvas hatiku!
1993
_ Nenden Lilis A.

Aku, Gelombang

Kalau saja engkau mengizinkan aku mencintaimu
aku akan menjadi gelombang bagi perahumu
kuantar kau ke tujuan
lewati pulau, arungi lautan

Namun kita dipertemukan
dalam persimpangan yang berbeda tujuan
kau dalam perahumu
aku bersama nakhodaku

Dari kejauhan kulepas bayangmu
hampir menghilang di batas cakrawala
bagai ditelan bola api raksasa
yang akan membawamu tenggelam

Sebentar lagi malam tiba
kurebahkan badan di dasar perahu
kutunggu pemandangan jutaan bintang di langit kelam
namun selalu senyummu menghalangi pandangan

Mengapa engkau melewati jalanku, wahai satria lautan
menghalangi jalanku
membuyarkan arah tujuanku
membuatku abai pada hidup yang telah kujalankan

Seandainya engkau tak cuma lewat, pahlawanku
Seandainya engkau berhenti di persimpangan,
mengulurkan tangan
dan mengizinkan aku mencintaimu, sesaat saja
mungkin sebatas senja
aku akan menjelma ombak lautan
mengayunmu dalam kenikmatan
yang melampaui batas angan.
(Desember 2004)

- Shirikit Syah


Aku Ingin Menjadi Malam

Aku ingin menjadi malam
semalam saja
supaya dapat kudatangi rumahmu
kuselimuti kau dalam gelap tidurmu
dan kukunjungi mimpimu
kuingin tahu, adakah aku di situ

Seandainya aku sempat menjadi malam
semalam saja
akan kubawa gerimis kawanku
mengetukngetuk jendela kamarmu
seperti hasrat yang tak henti berdenyut dalam urat nadi
dan dengan sangat perlahan-terlalu perlahan
membasuh luka hati
sejak kau tinggalkan

Biarkan aku menjadi malam
agar mampu mejelajahi dunia fantasimu
akan kuciptakan senyum di pagi harimu
lewat embun yang memandikan kuncup mawar
hanya sesaat lagi bungabunga itu mekar

Dan ketika kau buka matamu
aku mungkin sudah tiada
Hanya cinta
yang membuatmu merasa
bahwa aku pernah
dan akan selalu ada

- Sirikit Syah

British Traditional Breakfast

Sebutir telur diceplok
pilihan kentang, jamur, atau kacang merah,
sosis, atau bacon, 
secangkir kopi atau teh
lima belas pound

Sambil meneguk segelas jeruk,
dua ratus bungkus nasi pecel yangs edap
terbayang dalam ingatan

Lima belas poundsterling
Hampir sama dengan dua ratus ribu rupiah

Aku tersedak
sarapan dua ratus orang pengungsi
tengah aku kunyahkunyah
mulutku terasa berdarahdarah
(Oxford, 2000)  

- Sirikit Syah

aku bukan masa depan

kau boleh mencium jemariku, tapi jangan membuat penjara di sana.
ini kalimat cinta yang tiba terlambat padamu, ia melewati cuaca yang gelap, tersendat di beberapa kenangan lalu memenuhi setiap kepingan di tubuhku.

ini perihal debar yang tak terhindar. kita saling menebar risau.
sebelum kau menjangkau malam di hatiku, aku telah terpukau pada kabut susu yang bercahaya di matamu. kelak jika kau mengidap hepatitis, aku akan setia mengirim panasia untukmu.

tapi jangan menggambar rumah di telapak tanganku, aku bukan masa depan.
(makasar, april 2005-maret 2006)

 - Shinta Febriyani

***

Selendang Pelangi.



Tidak ada komentar: