Senin, 20 Oktober 2014

rusa dan al-Amin


"aku mencari pemuda bernama Muhammad al-Amin. aku tidak bisa pergi jauh darinya."

"aku adalah seorang pemburu padang pasir yang terkenal karena kemampuanku membuat jebakan. saat itu, aku menangkap seekor rusa yang memiliki titiktitik yang indah. aku tak merasakan penyesalan ketika memandang mata tuanya, tanpa memperhatikan berapa banyak air susu di dadanya. anakanaknya yang akan mencari dirinya pun tidak terbesit di kepalaku. aku meninggalkan rusa itu sendiri dan berburu hewan lain lagi.

setelah kepergianku, datang seorang pemuda yang menghampiri rusa itu karena mendengar tangisannya. pemuda itu kemudian bertanya kepada rusa apa yang terjadi kepadanya,

'mengapa engkau menangis?'

rusa itu menjawab dengan bahasanya, 'ah, Ahmadku, jadilah penjaminku. aku harus pergi ke puncak gunung dan menyusui anakanakku yang kelaparan. setelah itu, aku akan berlari kembali ke jebakan ini.'

'dengan senang hati', ucap pemuda yang memiliki hati yang besar dan penuh kasih sayang itu.

pemuda itu lalu melepaskan jebakan yang mengikat di pergelangan kaki rusa dan memasangkan ke pergelangan kakinya. dia menjadi penjamin bagi rusa dan membiarkan rusa itu menemui anakanaknya.

saat kembali lagi, aku terkejut melihat pergelangan kaki pemuda itu terikat jebakanku.

'apa yang terjadi wahai anak Adam, siapa namamu dan apa pekerjaanmu? aku seorang pemburu padang pasir dan mengapa engkau merusak jebakanku? bawa kembali rusaku atau bayar dengan uang!', seruku.

pemuda yang pergelangan kakinya terikat dengan jebakanku itu pun berdiri.

'aku Muhammad al-Amin. itu adalah namaku. rusa itu berjanji padaku akan kembali lagi. kalau tidak kembali lagi ke sini, jadikanlah aku hasil jebakanmu', ucapnya.

tidak lama kemudian, rusa yang tadi terjebak datang kembali bersama anakanaknya yang belum bisa berlari dengan benar. mereka langsung mencium kaki pemuda yang menjadi penjamin itu. sambil menangis, mereka mengucapkan, "Rasulullahku" ke pemuda itu. ternyata induk rusa itu berpamitan dan membelai anakanaknya setelah menyusui mereka. namun, anakanak rusa itu juga ingin ikut dan mencium kakikaki Rasulullah yang menjadi penjaminnya. setelah melihat mereka mencium pergelangan kaki Muhammad al Amin yang berdarah, aku bertobat dan beristigfar. aku bersumpah tidak akan melakukan perburuan lagi.

itulah ceritaku. aku kemudian mencari pemuda yang terjebak di perangkapku. dan Rasulullah.... apakah aku di bumi atau di langit? berharihari aku mencari jejakjejak kakinya...."

((diambil dari buku Khadijah, ketika rahasia "mim" terungkap))

***


baca bagian di atas dalam buku novel menngenai Khadijah saya langsung teringat dengan nasyid "Tihamah" nya Raihan. sebuah syair tentang Rasulullah yang indah, tentang beliau saw yang mempesona tak hanya bagi manusia tapi juga hewan, tumbuhan, bahkan benda mati, tak hanya menyejukkan bagi penghuni bumi tapi juga langit, yang cintanya tak berbatas dunia namun sampai mengetuk pintupintu Surga.

sedih, ga, sih? sedihnya tuh yang sedih bahagia punya nabi seindah beliau. yang hewan aja sayang, yang bebatuan berbicara di dekatnya, yang mataharipun tak kuasa menyentuhkan panasnya ke kepalanya. semoga Allah selalu merahmatimu, wahai pemilik wajah yang bercahaya layaknya purnama, semoga kelak Rabb kita berkenan memberikan kami rahmat agar bersanding denganmu di negeri akhirat.

nb : saya jadi ingat dengan seseorang yang saya cintai karena Allah, insyaAllah. seseorang yang indah akhlaknya, yang mencintai akhirat baik dalam kata maupun tingkahlaku. semoga Allah selalu mencintaimu, umi....menjaga dan melindungimu sebab ketakwaanmu, sebab engkau selalu memuliakan tamu sebagaimana sabda nabimu, dan sebab engkau mencintai kami karena Allah pula. aamiin.

Tidak ada komentar: