Senin, 15 September 2014

takdir yang tidak disukai


ada banyak hal di dunia ini yang kadang terjadi adalah sesuatu yang kita tidak sukai. tidak sedikit dalam rentang kehidupan kita ada halhal yang kita tidak sukai terjadi. ada saja kejadian di dunia ini yang -menurut kita- buruk terjadi dalam kehidupan kita. membuat kita kecewa pada awalnya, namun justru membuat kita bersyukur.



bagiamana seharusnya kita menyikapi takdir buruk, menyikapi ketentuanNya yang kadang -jujur sajalah- tidak kita sukai.

yang pertama, melihat dengan pandangan tauhid, dengan iman. bukan dengan akal, bukan dengan perasaan. justru saat kita sedang terkena musibah, saat sedang berada dalam keadaan yang menyesakkan, mata hati kita haruslah dalam keadan terbuka, melihat bahwa ini sudah Allah takdirkan 50.000 tahun sebelum langit dan bumi ini diciptakan. mengimani qada' dan qadar, yang baik dan buruk.

memandang bahwa Allah Maha Adil, tidak pernah berbuat dzolim kepada hambaNya. apa yang Allah takdirkan itulah yang terbaik. sekalipun itu menyakitkan. mungkin kita sudah menjaga harta kita, merasa bahwa kita mampu mengumpulkan banyak harta, menimbunnya, tapi ternyata di mata Allah itu adalah bentuk kesombongan kita, justru menjadi bukti bahwa kita merasa bisa, melupakan penjagaan Allah.

melihat bahwa Allah sangat sayang kepada orang mukmin. hanya kita tidak tahu. sering bukan kita membaca atau mendengar kisah tentang rasa kasih sayang baik dari orangtua maupun pasangan hidup, atau bahkan terhadap binatang peliharaan. sungguh, kasih sayang Allah lebih dari itu semua. bukankah ujian itu adalah jembatan untuk menaikkan derajat kita. dan ingat, tidak ada rasa sakit yang tidak menghapuskan dosa dan kesalahan kita. sebab Allah Maha Bijaksana. sangat bijaksana. maka, seharusnya kita saat semua musibah dan cobaan terjadi, tetap kita sanjungkan pujian kepada Allah. karena cobaan, ujian, musibah, bencana, akan menghapuskan dosanya, menggantikan aibnya, memasukkan dia ke dalam Surga.

dengan musibah, ada ibadah apa yang harus dilakukan? sabar. karena Allah menghendaki kita bersabar. Allah menghandaki kita menyadari bahwa kita harus memperkuat ibadah kita, saat dunia ini serasa menghimpit, ingatlah bahwa bukan kita tertipu dunia saat kita ditipu orang yang mengambil harta kita atau saat kita merasa tidak ada yang menganggap semua kerja keras kita, tapi tertipu dunia adalah saat kita merasa bahwa kita bisa mendapatkan apapun di dunia ini. tertipu dunia artinya saat kita merasa mampu hidup tanpa kebaikan Allah, saat kita lalai dari ibadah kita.

***

sungguh, ini sangat menyesakkan. bukan kehilangannya. tapi justru apa yang membuat Dia mengambilnya. bukan ketidakrelaan, bukan ketidakikhlasan. sungguh, bukan itu semua. justru bertrimakasih sebesarbesarnya, berterimakasih kepada Dia yang sudah berbaikhati mengingatkan, kepada perantara yang menyakitkan, kepada keadaan, kepada pena dan tinta yang ribuan tahun lalu sudah menuliskan kejadian demi kejadian.


1 komentar:

tari kartika putri mengatakan...

intinya berprasangka baik pada ALLAH SWT. bgitu kan?