Kamis, 28 Agustus 2014

do'a senja


"kau bukanlah raja di dunia hingga kau bisa bersenangsenang. dan kau juga bukan ahli Surga hingga bisa "tenang" menghadapi kematian yang pasti datang."


***



why should i do then? i just need the days i spend my eternity life with books and you. tapi di atas semua itu, aku hanya menginginkan harihari di mana aku menghabiskan dengan lembarlembar bukuku dan Kau saja, Tuhanku. hanya kita berdua. kita saja. tidak ada yang lain. aku tidak membutuhkannya. cukup kita berdua.

bawalah saja semua yang membuat kita jauh, bawalah saja semua yang tidak bisa membuat Surga itu mendekat padaku. mengapa Kau ciptakan dia begitu indah, mengapa Kau ciptakan dunia begitu memikat? yaa Rabb, buatlah dunia membenciku dan akhirat mencitaiku, buatlah hatiku condong pada Surga dan ampunanMu. aamiin.

Selasa, 26 Agustus 2014

non stop ; saat kebenaran yang kamu katakan tdak dipercaya


sungguh menyakitkan saat kita menungkapkan sebuah kebenaran akan tetapi orangorang disekitar kita justru menganggap kita sedang berbohong dan mencari keuntungan pribadi.

***

adalah agen Marks, yang bertugas sebagai salah satu anggota polisi penerbangan yang sering menjaga maskapai agar tetap dalam kondisi aman. suatu hari dalam perjalanannya ke London ia harus mempertaruhkan 150 penumpang pesawat untuk menemukan penjahat yang mengancam keselamatan mereka semua.

sayangnya di saat genting, ia justru harus doble job, menemukan siapa pembajak pesawat dan menyakinkan penumpang pesawat bahwa ia berada dalam jalur yang benar. dengan bantuan Nancy sang pramugari cantik dan seorang rekan yang baru ia temui di pesawat, mampukah William "Bill" Marks mengatasi semua kemelut ini?






sangat mengininkan menontonnya di bioskop namun akhirnya hanya mampu lewat layar berukuran 12'. dan alhamdulillahnya tidak mengecewakan. okelah, hanya mendapat tiga bintang di situssitus review film internasional. tapi setidaknya film ini mampu membangkitkan adrenalin meskipun tidak beraturan. i mean, jalan cerita yang mudah ditebak, twits yang sekalipun ada beberapa kejutan tapi jelas wajar jika hanya diberi tiga bintang. 

masalahnya, saya tuh demen filmfilm action yang begini, yang pake mikir, padahal bikin pusing diri sendiri. trus ditambah pemeran agen Marks nya, uwaaaaa om om begini nih yang cucok meranin Robert Langdon, uhuy. ((yaa gue ga bilang yang meranin dua film Dan Brown itu ga cocok loh, yaa)) maksudnya, om om begini ini adalah gambaran gur mengenai sosok Langdonnya Dan Brown itu ((malah bahas yang laen)). 

kembali ke Non Stop, saya justru suka dengan Nancy alias mbak pramugarinya, muka ngingetin sama teteh Erin di You Are Next. Nancy berperan apik sebagai pramugari yang sudah biasa bekerja sama dengan polisi penerbangan dan bagaimana Nancy dengan cekatan membantu Marks mengatasi problem di pesawat, ah sama satu lagi teman perempuan Marks yang baru dikenalnya di pesawat saat ia ngoton ingin duduk di dekat jendela. tonton aja filmnya, siapa tau nanti kalau jalanjalan naik pesawat ketemu situasi begini bisa dikendalikan dengan baik. ((menurut lo aja))

Senin, 18 Agustus 2014

sudut pandang dan kesetiaan ; found and guide you


Anshar berarti penolong. Dan kaum Anshar adalah penolong yang paling menakjubkan.

Perang Hunain baru saja berakhir. Dua belas ribu pasukan yang semula berbangga dengan jumlahnya, berantakan tercerai berai ketika dikepung di celah sempit. Gemuruh berjatuhannya batu, luncuran tombak, hujan anak panah, serta hingar-bingar teriakan perang suku Hawazin dan Tsaqif menderu mengerikan, menyisakan tak lebih dari 40 orang di sisi Rasulullah.

“Aku Rasulullah! Aku putra ‘Abdul Muthalib!”, seru Sang Nabi.

Kalimat pertama mungkin ditujukan pada mereka yang iman telah kokoh dalam hatinya. Kalimat kedua barangkali teruntuk mereka yang masih diliputi perasaan jahiliyah, yang mereka ingat adalah keagungan kakek Sang Nabi memimpin Makkah.

“Wahai Paman”, kata Rasulullah kepada ‘Abbas, “Panggil mereka!”

Maka ‘Abbas ibn ‘Abdil Muthalib, saksi Bai’atul ‘Aqabah itu, pertama-tama teringat para ahli Madinah. “Wahai orang-orang yang berbai’at di ‘Aqabah! Wahai orang-orang Anshar!” Maka merekapun menyambut, “Labbaik.. Labbaik.. Labbaik wa sa’daik..”

Maka Anshar-lah yang menjadi penentu kemenangan hari itu. Saat akhirnya berlembah-lembah kambing dan unta menjadi rampasan perang yang dikumpulkan di Ji’ranah. Pertimbangan manusiawi mengatakan, Anshar yang paling berhak mendapatkan segala harta yang memenuhi wadi itu. Tapi Rasulullah justru membagikannya kepada pemuka-pemuka Thulaqaa , para muallaf Makkah yang paling depan dalam melarikan diri dari pertempuran dan berkata, “Mereka takkan berhenti berlari sampai mencapai laut!“

Ada sesuatu yang mengganjal setelah pembagian itu, sesuatu yang disampaikan oleh Sa’ad ibn ‘Ubadah dan membuat orang-orang Anshar dikumpulkan di sebuah ladang penggembalaan. Rasulullah datang dan berbicara kepada mereka.

“Amma ba’du. Wahai semua orang Anshar, ada kasak kusuk yang sempat kudengar dari kalian, dan di dalam diri kalian ada perasaan yang mengganjal terhadapku. Bukankah dulu aku datang, sementara kalian dalam keadaan sesat lalu Allah memberi petunjuk kepada kalian melalui diriku? Bukankah dulu kalian miskin lalu Allah membuat kalian kaya melalui wasilahku? Bukankah dulu kalian bercerai berai lalu Allah menyatukan hati kalian dengan perantaraanku?“

Mereka menjawab, “Begitulah. Allah dan RasulNya lebih murah hati dan lebih banyak karunianya.“

“Apakah kalian tak mau menjawabku, mendebatku, membantahku, wahai orang-orang Anshar?“, tanya beliau.

Dengan terhenyak, mereka ganti bertanya, “Dengan apa kami menjawabmu Ya Rasulallah? Milik Allah dan RasulNya lah semua anugrah dan karunia…“

Beliau bersabda, “Demi Allah, kalau kalian menghendaki, dan kalian adalah benar lagi dibenarkan, maka kalian bisa mengatakan padaku: Engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami membenarkanmu. Engkau datang dalam keadaan lemah lalu kami menolongmu. Engkau datang dalam keadaan terusir lagi papa lalu kami memberikan tempat dan menampungmu..“

Air mata sudah mulai melinang, pelupuk mereka terasa panas, dan isak mulai tersedan.

“Apakah di dalam hati kalian masih membersit hasrat terhadap sampah dunia, yang dengan sampah itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar mereka berislam, sedang keimanan kalian tak mungkin lagi kuragukan?“

“Wahai semua orang Anshar, apakah tidak berkenan di hati kalian jika orang-orang pulang bersama kambing dan unta, sedang kalian kembali bersama Allah dan RasulNya ke tempat tinggal kalian?“

Isak itu semakin keras, janggut-janggut sudah basah oleh air mata…

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad dalam genggamanNya, kalau bukan karena hijrah, tentu aku termasuk orang-orang Anshar. Jika manusia menempuh suatu jalan di celah gunung, dan orang-orang Anshar memilih celah gunung yang lain, tentulah aku pilih celah yang dilalui orang-orang Anshar. Ya Allah, sayangilah orang-orang Anshar, anak orang-orang Anshar, dan cucu orang-orang Anshar…“, Rasulullah menutup penjelasannya dengan doa yang begitu menenteramkan.

Dan tentu, akhir dari semua ini mempesona, semempesona semua pengorbanan orang-orang Anshar selama ini, “Kami ridha kepada Allah dan RasulNya dalam pembagian ini.. Kami ridha Allah dan RasulNya menjadi bagian kami…“

sepenuh cinta,

Salim A. Fillah.

didapat dari website beliau, sila cek.

***

saya berpikir tentang kesetian orang Anshar, dan bagaimana sudut pandang mereka terhadap Rasulullah seperti yang telah diceritakan ulang oleh ust. Salim dengan indahnya. seiap membaca bagian di mana Rasulullah 'menuntut' kaum Anshar untuk bicara untuk berkat bahwa dulu beliau saw  lah yang datang kepada mereka dalam keadaan didustakan, lalu mereka membenarkannya. datang dalam keadaan lemah lalu mereka menolongnya. datang dalam keadaan terusir lagi papa lalu mereka memberikan tempat dan menampungnya.

tapi kaum Anshar paham posisi mereka sebagai ummat. paham bagaimana memangdang Rasulullah saw dalam hidup mereka. paham bagaimana mencintai dengan sebenarbenarnya. itulah sudut pandang yang sempurna, memandang diri tidak lebih baik dari orang lain akan menjadikan kita lebih mawas diri dan semakin bersemangat memperbaiki kwalitas diri kita, jiwa dan raga.


i got this pic in Pinterest. so touchy.

dan sangatlah benar. mungkin kita ((atau hanya saya)) pernah berpikir bahwa kita ada dalam kondisi seperti sekarang ini karena kerja keras kita sendiri, dan bagaimana pemahaman terhadap ilmu agama adalah sebab kita yang gemar membaca dan hadir pengajian. padahal sesungguhnya, semua itu hanyalah sebab Allah meridhai kita melakukannya, sebab Allah mengijinkan dekat, sebab Allah menginginkan kita kebaikan.

"and Allah found you lost...." sungguh saya suka sekali membaca ayat ini dan kalimat ini, dan Allah menemukanmu tersesat.... apa lagi yang pantas bagi seorang hamba yang jauh dari Tuhannya selain kesesatan? kita awalnya buta oleh ilmu agama, ita awalnya tak tahu apaapa, kita bagaikan hilang, di hutan yang penuh kegelapan, dan Allah mememukan kita.

"and Allah found you lost; and guided you." dan Allah menemukanmu tersesat dan memberikanmu petunjuk....

Jumat, 15 Agustus 2014

a secret make a woman, woman


terimkasih untuk menjadikanku kuat selama ini
benarlah jika akhirat adalah tujuan semua keinginan tidak akan menghambatmu mencapainya
terbalik jika dunia ingin ku genggam, segala hal seolah menghilang

aku tahu, mungkin hatiku belum sepenuhnya mencintai
namun, sesungguhnya cinta bukan hanya tentang lamanya sujud
ridha-kan aku mencintai dengan hal yang lain
dengan caraku sebagai hamba
yang bicara melalui hatiku
mencari dan menjaga
agar tak hilang -lagi

terimakasih tidak mengijinkanku berbicara lebih banyak
sungguh berat merasa bahwa semua beban tersampir di pundak
mungkin ini satu dari sekian cara yang baru ku mengerti
cara mengingatkanku tentang sebuah janji
bahwa akan ku bangunkan tempat yang indah
untuk mereka yang kucinta

terimakasih untuk membantuku dengan segala kebaikan
terimaksih untuk semua kesempatan
jika sudah saatnya kita bertemu
semoga hatiku tetap memegang teguh apa yang ku percaya selama ini

terimakasih sudah menemukan dan menuntunku
tidak pernah merasa seberuntung ini sebelumnya
semoga rahasiaku hanya Engkau yang tahu
hingga di hari nanti
saat kita bertemu
panggilan itu akan lembut menyapa telingaku
"wahai hamba-hambaKu...."

semoga Kau selalu memudahkan
Tuhanku....


Kamis, 14 Agustus 2014

inferno ; perjalanan menuju neraka


"kenapa Robert? jangan bilang kita salah tempat."

"tidak Sienna, lebih dari itu. kita salah negara."

***

selama satu pekan membaca Inferno saya selalu ingin menggantikan posisi Sienna Brooks di samping Robert Langdon, yang sayangnya menyimpan banyak rahasia yang membuat tokoh utama kesayangan Dan Brown ini kecewa. (aduh, saya ga bisa nahan diri buat spoiler nih-HAHAHA).

mengabaikan rasa penasaran pada buku ketiga serial profesor seni dan sejarah yang nyarinya susahnya amitamit. gue muterin toko buku se Bandar Lampung dan ga ada satupun yang jual The Lost Symbol, dan saat dulu liat ada satu biji di Gramedia ga jadi di ambil, QESEL.

kembali ke Inferno, seperti biasa Dan Brown sudah sengaja memunculkan adrenalin sejak awal membuka novelnya. berkisah tentang mas-mas kesayangan wa, huhuhhuuu Robert Langdon, si jenius yang masih saja memutuskan hidup membujang. ((masnya, nikah sama saya aja, ayo))

Mr. Langdon memulai harinya dengan terjaga di rumah sakit dengan jahitan di belakang kepala, yang disinyalir sebagai luka tembak oleh perawat dan dokter di rumah sakit yang menjelaskan dengan bahasa Italia dan Inggris, membuat Langdon tercengang sebab ia merasa seharusnya masih di kampusnya mengajar mahasiswanya.

dimulai dengan kenyataan ia kehilangan sedikit ingatannya atas 2 hari yang sudah berlalu, Langdon akhirnya memutuskan untuk mengikuti Sienna Brooks yang -terlihat- memberi jalan keluar untuk membantunya mencari jawaban atas banyak pertanyaan di kepalanya. Langdon menemukan sebuah proyektor mini di saku rahasia jaket miliknya dan mulai mencari tahu ada apa dengan hidupnya sebenarnya.

proyektor itu menunjukkan Mappa De'll Infernonya Sandro Botticelli yang sudah diubah sedemikian rupa, dan dimulailah petuangan Robert Langdon mengitari Italia untuk menemukan apa yang disembunyikan oleh seorang ilmuan cerdas tapi sedikit gila untuk mengurangi overpopulasi di dunia. dengan mengacu pada Inferno karya Dante dan kemampuan meneliti seorang Robert Langdon, Dan Brown memberikan kisah film box office dalam balutan katakata.



***

potongan kalimat di bawah judul postingan adalah satu dari sekian part terbaik -menurut saya- dalam buku ini. selalu, saat Langdon mulai bisa mengungkapkan semua rahasia, simbol-simbol, dan beragam pertanyaan yang muncul, adrenalin saya yang sudah terbangun sejak awal menjadi semakin memuncak. seperti tidak ingin meletakkan buku itu sebelum saya tahu apa yang menghadang Langdon di chapter berikutnya dan bagaimana dengan kecerdasannya ia melaluinya.

saya kadang suka gemas dengan Dan Brown, dia itu sengaja kali yaa bikin pembacanya jantungan bacain kisah Robert Langdon. sementara saya masih selalu terpana dengan keluarbiasaan peran utama tibatiba Dan Brown mengarahkan TKP menuju Istanbul ((yassalaaaaam, kota ini akan dan selalu jadi salah satu dari tiga besar kota yang begitu ingin saya kunjungi selain London dan New York)) dan coba dong tolong mereka ke Hagia Sophia. gue mau terjun aja rasanya. huhuhu, why you do this to me Dan Brown?!

yasudahlah, yang penting bukunya sudah beres dibaca, kisahnya teingat jelas di pikiran saya dan sepanjang saya membaca cerita ini ada sebuah pertanyaan yang selalu muncul setiap Langdon berhasil memecahkan kode-kode yang diberikan lawannya, "sebenarnya yang lebih pintar itu orang yang menjawab pertanyaan atau orang yang membuat pertanyaan itu sendiri?"

:)

judul : Inferno (neraka)
penulis : Dan Brown
penerbit : Doubleday, New York, 2013
penerjemah : Inggrid Dwijani N. dan Beliani Mantli N.
book design : Maria Carella
terjemahan : penerbit Bentang
penerbit : Bentang Pustaka
cetakan : IV, November 2013

Minggu, 03 Agustus 2014

July's read 2014


finally, i can finish this July's list read setelah sebelumnya syaa pikir ga bisa selesai dalam satu bulan beberaapa buku pilihan saya kali ini.

yang pertama, novel ringan. AI ; cinta tak pernah lelah menanti. berkisah tentang persahabatan dua anak manusia berbeda jenis kelamin yang saling menyukai tapi karena kuatnya ikatan persahabatan mereka samasama menolak peraasaan masingmasing, hingga akhirnya datanglah orang ketiga yang masuk ke dalam lingkaran hidup mereka membuat semua rasa berubah. ini gue kayak baca Sunset Bersama Rosie-nya bang Tere dalam versi remaja. ga, gue ga bilang plagiat atau apa, toh ide cerita beginian ((sorry not sorry)) bisa dibilang pasaran. i had high expectation before read this book, itulah kenapa saya rela beli buku ini sekalipun bisa baca gratisan di Gramedia ((yaa, maafkan)) tapi, hiks, sudahlah.

selanjutnya giliran buku terbitan zaman, salah satu penerbit favorit saya. selalu, buku yang dikeluarkan adalah buku yang bagus dengan sampul menarik dan huruf yang ga bikin kesel pas bacanya :)). Biografi Imam Malik, itulah judulnya.dengan tampilan rapi dan ada gamvarnya buku ini jadi mengasikkan ditengah kebosanan, ga kakukaku amat gitu. berkisah mengenai kehidupan Imam Malik, salah satu imam besar dari 4 mahzab sejak kelahiran, perjalanan menuntut ilmunya, hingga kisah setelah kematiannya.

Beginikah Rasanya 7 Malam Pertama di Alam Kubur adalah buku selanjutnya yang saya selesaikan bulan ini. buku yang berisi ilmu tentang malam pertama sampai ke tujuh setelah kita ((saat sudah meninggal -yaa masak sekarang)) dimakamkan. buku yang bagus, berisikan nasihat indah mengenai kematian, bagaimana kita menghadapinya dan bagaimana kita mempersiapkannya selama hidup di dunia.

selanjutnya, buku biografi yang ga biografibiografi amat (?), sudah membuat penasaran berbulanbulan dan hanya ada di satu toko buku yang kebetulan jarang banget mampirin diri ke sana. dibeli dan kemudian dibaca ((kalau dimasak namanya bahan makanan)) trus, sedih :( i mean, gue ini ngarepnya kisah Kejayaan Sang Khalifah Harun Ar Rasyid ini yaa benerbener mengisahkan tentang beliau, kayak kisah Muhammad Al Fatih itu loh, novel ringan tentang hidup seorang khalifah. tapi yaa, gpp sih, sekalipun tetap menyayangkan kenapa kisah di bukunya begini. :')

1984nya George Orwell adalah buku selanjutnya, sebenarnya ada di list awal bulan, cuma saya mundurin dan baru kebaca menjelang lebaran, hehehehe. berkisah tentang seorang anggota partai yang selalu bertenya tentang kebenaran dalam sejarah dan dalam kepartaiannya itu sendiri. belum separuh menyelesaikan buku ini otak yang memang sejak dulu punya sebuah pemikiran bahwa "politik itu busuk" seakan semakin diyakinkan di sini, dan hey Orwell menulis novel ini hanya berselang sekian bulan sebelum beliau meninggal dan langsung menjadi novel best seller. agak sebel sama twits yang ga di clear kan sekalian tapi overall this book recommended.

terakhir, yang paling berat baik dalam arti sesungguhnya maupun isi bukunya. tebal yang sanggup bikin kucing kalau dilempar jadi sempoyongan (ini serius). saya butuh seminggu lebih untuk menyelesaikan buku yang berjudul Buku Pintar Sejarah Islam. bagus banget isinya, mulai dari biografi singkat Nabi Muhammad saw sampai ke khalifahan 4 sahabat, trus dinasti ummayah abasyiah, turki utsmani, mongolia, islam di Afrika, Asia. you must have this one, bisa dibaca buat ngajarin anak juga, kan? xoxo.

oke, bulan ini hanya 6 buku yang saya selesaikan, plis deh itu  buku yang terakhir seribuan halaman, yaa very xamsa. see you next month! :)

status (bagian ketigapuluh enam)


Berpikir dan berprasangka positiflah selalu. Maka hal menakjubkan akan terjadi.
*Tere Liye
**Kalian tidak perlu memforward, mengirim postingan ini ke minimal 20 orang. Tidak akan ada bencana yang menimpa kalian jika tdk dilakukan. Hanya kerjaan orang2 nggak punya iman yang nyuruh2 forward sambil ngancem2.

Pertanyaan: "Bang Tere, saya pusing sekali, saya punya dua pilihan jurusan kuliah. Satu di Ekonomi, satu di Teknik. Kayaknya dua2nya paling bagus, paling menjanjikan. Gimana, dong?"
Jawaban: Maka jangan ambil dua2nya. Jika pilihan itu memang bagus sekali, dia tidak akan membuat kita jadi tertarik dengan opsi lain. Kalau masih ada pilihan lain, itu berarti dua2nya tidak ada yang paling bagus. Cuma saling tarik-menarik saja di antar dua pilihan yang tersedia.
Nah, sama, juga dalam situasi kalian bingung, susah sekali memilih sesuatu, seseorang. Jangan pilih dua2nya, tiga2nya, dsbgnya. Itu bukan pilihan terbaik. Karena pilihan yang terbaik, tidak akan menyisakan opsi kedua, ketiga, dsbgnya.

Menunggu bukan pekerjaan sabar atau tidak sabar.
Menunggu adalah pekerjaan bermanfaat atau tidak bermanfaat.
Menunggu bukan pekerjaan setia atau tidak setia.
Menunggu adalah pekerjaan awal dan akhir prosesnya.
Siapa yang mengerti, akan berakhir dengan pribadi lebih baik,
meskipun yang dia tunggu tidak pernah datang kembali.

Yang lagi ngabuburit nunggu buka di flyover ayo pulang. Juga nongkrong, ngalur-ngidul nggak jelas. Bantu masak dan beres2 di rumah.

Selamat kepada KPK atas dihukum seumur hidupnya Akil Mochtar.
Ayo jangan ragu2, besok lusa bisa juga dikenakan hukuman mati buat koruptor2 ini.


Orang tua sering menasehati:
"Kita tidak akan pernah kehilangan sesuatu yang tidak pernah kita miliki, kecuali dalam urusan perasaan. Karena dalam urusan ini, bahkan kita bisa merasa kehilangan seluruh dunia ketika orang yang diam-diam dicintai memilih orang lain. Padahal, dikatakan pun tidak pernah perasaan tersebut, apalagi mau memiliki."
 
Jika kita tahu sesuatu itu palsu, dibuat2, dan kita menyukainya, itu masalah kita. Bukan masalah orang lain.
Tetapi jika kita melakukan sesuatu yang benar, berprinsip dan orang lain tidak menyukainya, itu masalah orang lain. Sama sekali bukan masalah kita.

Dulu, ada seorang guru menasehati:
Jika kamu penulis, maka lebih baik mengurus buku2 sendiri, daripada ngomongin buku orang lain. Lebih baik mengurus tulisan2 sendiri, daripada ngomongin tulisan orang lain. Fokus pada diri sendiri, maka dengan itu, akan ada dua keuntungan yang diperoleh: pertama kita jadi sibuk mengembangkan diri sendiri; kedua dengan kesibukan tersebut, kita terhindar dari membicarakan orang lain yang sama sekali tidak ada faedahnya.
Nasehat ini relevan atas semua pekerjaan dan profesi lainnya. Mungkin bermanfaat buat kalian

Kenapa kita sakit hati saat membaca tulisan orang lain--yang bahkan kita kenal juga tidak?
Jawabannya simpel: karena kita tahu, tulisan tersebut benar. Sakitnya sampai ke dalam sini. Maka, kita akan mulai membela diri, mulai menjelaskan, padahal tidak ada yang sedang membicarakan kita. Iya, kan?
.

Menyakitkan kalau kita hanya jadi alternatif orang lain. Cuma opsi, dibutuhkan karena tidak ada pilihan terbaik. Tapi tidak mengapa, banyak orang yang hidup bahagia dengan kondisi tersebut, sepanjang kita terus membuktikan kita sejatinya adalah prioritas pertama dalam hidup ini.
Cepat atau lambat, orang lain akan tahu hal tersebut.

Hanya orang jelek yang suka menjelek2an.

Berhenti mencintai sama sulitnya dengan berhenti membenci.
Tapi aduhai nasib, memulai mencintai sama mudahnya dengan memulai membenci.

Berbeda pendapat boleh saja, tapi jangan sampai bertengkar, jangan sampai menghabiskan waktu sia-sia, menambah penyakit hati. Kalaupun merasa pendapat kita benar sekali, itu tetap tidak menghentikan kita menghormati, menyayangi dan "memeluk erat" saudara sendiri yang berbeda pendapat.
Apalah yang bisa kita banggakan di dunia ini? Ilmu hanya dititipkan, kepandaian bicara atau menulis hanya pemberian, apalagi soal kebenaran, itu mutlak milik yang maha memiliki kebenaran.

Rasa sabar itu bahkan boleh jadi bisa:
1. Mengembalikan yang pergi menjadi kembali;
2. Membuat jarak yang jauh menjadi dekat,
3. Beban yang berat menjadi ringan,
4. Waktu yang lama menjadi sebentar,
5. Melunturkan benci menggunung menjadi sebutir debu
Dan kalaupun kita gagal menyaksikan hal itu terjadi, rasa sabar tetap akan menjanjikan sesuatu: beruntung. Sungguh beruntung orang2 yang sabar. 

Perasaan itu punya kehormatan.
Fisik kita juga punya kehormatan. 
Jangan mudah sekali "direndahkan", bahkan oleh orang yang menurut kita cinta sejati, baik banget, alim sekali, dsbgnya. Kitalah yang rugi jika besok lusa ternyata jalan ceritanya ternyata meluncur menyakitkan.

Baru ditinggal libur dua hari saja, media sosial ramai sekali ya? Indonesia menguasai trending topic dunia tanpa henti, menyingkirkan piala dunia.
Tapi: mau apapun trending topic di dunia sana, yang penting kita selalu jadi trending topic di hati seseorang yang kita sayangi, orang tua, adik, kakak, teman2 terbaik.

Jomblo yang bahagia adalah spesies paling menarik bagi lawan jenis sejagad raya. Kalau sudah niat, nyari jodohnya insya Allah gampang.
Sedangkan populasi yang paling tidak menarik itu adalah: punya gebetan tapi tidak bahagia, malah rusuh tiap hari di media sosial. Yang ini complicated sekali.

Jangan menilai orang lain dari penampilannya. Karena kita jelas tidak mau dinilai dari tampilan kita, bukan?
Jangan mengejek fisik orang. Karena kita, juga jelas sekali tidak mau diejek karena fisik kita.

Permasalahan atau urusan hidup itu persis seperti rumput di halaman. 100 kali kita potong, rapikan, perindah, maka 100 kali pula rumput tersebut tumbuh lagi, tinggi, berantakan. Terus saja begitu, ada-ada saja masalah/urusan baru yg muncul.
Oleh karena sudah demikian kodratnya, maka drpd mengeluh, berputus asa, lebih baik siapkan peralatan yg baik, sisihkan waktu, dan jangan malas segera disiplin memotong rumputnya, agar terus indah dilihat sepanjang waktu.

Hilangkanlah tabiat: susah hati lihat orang lain bahagia, tapi bahagia lihat orang lain susah.
Sebelum tabiat itu menelan sisi "kemanusiaan" milik kita. 

Jadilah orang yang tidak terlalu mementingkan masa lalu, tapi fokus pada masa depan. Bukan sebaliknya, sibuk mengurus masa lalu, habis waktunya, hingga lupa jika masa depan terbentang lebih luas.

Akan selalu ada orang2 yang: saat kita susah mereka menjauh, saat kita sukses mereka dekat2.
Akan selalu ada. Karena kita juga termasuk di dalamnya, bukan?

Sahabat baik adalah ketika kita melakukan hal2 kecil bersamanya, selalu seru dan mengasyikkan, apalagi saat melakukan hal2 besar bersama, seperti mengejar cita2, masa depan, dsbgnya. Lebih menakjubkan lagi.

Kita harus tahu, pemandangan terbaik di dunia yang pernah ada bukanlah air tejun niagara falls, atau pantai2 mahsyur, atau aurora di kutub2 sana, pun juga bukan lembah2, kota2 indah.
Pemandangan terbaik itu adalah "senyuman". Saat orang2 tersenyum hangat dan tulus. Itulah pemandangan terbaik yang ada di sekitar kita, tidak perlu jauh2 untuk melihatnya.
Tapi sebaliknya, wajah yang dipenuhi benci, dengki, bahkan saat kita tidak melihat wajahnya secara nyata, cukup membaca postingannya di media sosial, sudah terasa suram dan dingin pemandangan tersebut.

Kitalah yang mengendalikan hati dan perasaan kita. Jangan dibalik, hidup kita yang dikendalikan hati dan perasaan. Bisa berbahaya.
Dan lebih celaka lagi, kalau hidup kita dikendalikan seseorang yang bukan siapa2, hanya karena kita menambatkan ilusi pengharapan/rindu padanya.

Kita tidak bisa membohongi Tuhan, jadi tidak perlu terlalu memaksakan gagah menanggung beban perasaan atau beban hidup, tapi sebenarnya sendu dan susah sepanjang hari. Laporkan saja langsung.
Ingat, laporkan langsung. Tidak perlu pakai perantara facebook atau twitter. 

Kalian mau tahu betapa "sakti mandraguna-nya" waktu?
Ini salah-satu contohnya: Sekarang sudah tahun 2014, tahu film "2012"? Nah, saat film tentang kiamat ini diputar berkali2 di televisi, gambarnya ternyata semakin tidak menarik, ceritanya semakin biasa saja dibanding film2 fantasi terbaru. Dan hei, yang lebih penting lagi, kita semua selamat, kan? Sebentar lagi hampir dua tahun kita semua selamat dari kejadian tersebut
Apalagi soal galau, sakit hati, kenangan, seseorang, sesuatu, dsbgnya. "Kiamat" saja kita bisa selamat, apalagi beginian. Berikan waktu menghabisi semua perasaan tersebut.

Saya banyak menerima pertanyaan ini di inbox, kolom komen, dsbgnya: "Besok-besok pas pilpres Bang Tere milih siapa?"
Maka baiklah, malam ini akan saya jawab di page ini. Tetapi pertama2, ijinkan saya bertanya balik sebelum menjawab: kalian yang bertanya sebenarnya "mau tahu aja" atau "mau tahu banget"?
Kalau hanya "mau tahu aja", adik2 sekalian, ada banyak hal lebih penting dan mendesak untuk ditanyakan dibanding pilihan saya tentang pilpres besok. Kalau levelnya cuma "mau tahu aja", kalian tahu atau tidak tahu, cuma mau tahu aja, kan?
Nah, kalau "mau tahu banget", maka jawaban saya: itu bukan urusan siapapun saya besok milih siapa. Buat apa? Kalau saya bilang saya memilih siapa, lantas besok lusa ternyata pilihan itu buruk bagi banyak orang, itu jadi tanggung jawab saya, karena boleh jadi ada yang ikutan. Kecuali kalau saya pernah menginap minimal tiga hari di rumah para capres itu, bisalah saya PD ngasih rekomendasi. Kalau cuma berdasarkan kabar "katanya", "katanya" dan "katanya", saya tidak akan mencemplungkan diri saya hanya sekadar menurutkan emosi sesaat.
Saya akan memilih dan tidak penting orang lain tahu.
Semoga kita semua tidak termasuk golongan yang dituliskan Kahlil Gibran: "Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan, namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi."

Di luar sana, ada spesies yang sangat berbahaya buat kalian, adik2. Yaitu orang2 yang seolah cinta dengan kita, membiarkan kita jatuh cinta padanya, tapi ternyata dia hanya punya tujuan tertentu saja. Besok lusa, dengan mudahnya dia sudah hinggap ke tempat lain.
Jangan coba2 dengan spesies ini. Kitalah yang akan menyesal jika semua berantakan.

Tuhan itu tahu persis siapa yang baik untuk kita, siapa yang tidak. Siapa yang silahkan lewat, siapa yang harus berhenti dan menjadi bagian hidup kita.
Masalahnya, mungkin kita semua yakin soal ini, tapi kenapa kita sendiri yang sibuk meng-intervensi skenario Tuhan. Pada bandel, kan? Kenapa tidak dibiarkan saja mengalir, terus memperbaiki diri, akan datang sendiri momennya.
Tapi, kalau tidak dikejar nanti jodohnya tidak dapat, Bang? Baik. Baiklah. Silahkan sana kejar ke rumah orang tuanya, langsung lamar. Atau kalau kalian cewek, kirim orang ke dia, tanyakan mau menikah dengan saya, nggak. Nah, berani melakukannya? Karena kalau cuma ngomong doang, sudah terlalu banyak teori cinta di dunia ini. Bosan.

Dear stasiun2 televisi yang meletakkan hasil quick count di layar (yg hampir 1/5 layar penuh), tolong diperbaiki dulu total jumlah suaranya, saya tahu, saya juga sering salah ketik, typo, tapi kalau berkali2 salah (totalnya lebih dari 100%), dan beda-beda pula angkanya, kan jadi tidak asyik lagi.
Dan satu lagi, tolong kalau lagi siaran film/kartun anak2 seperti sepagi ini, dihilangkan dulu, anak2 kita tidak perlu diikutsertakan dalam urusan ini. Mereka hanya ingin nonton Upin-Ipin.

Bagaimana cara terbaik menerima kebenaran--meski kita menolaknya?
Mudah jawabannya: lakukan di detik pertama saat kebenaran itu tiba. Jangan pakai ditunda. Jangan pakai ngeles. Karena semakin lama, kita akan semakin terdesak. Repot.
Bagaimana cara terbaik menyampaikan kejujuran--meski itu pahit?
Mudah jawabannya: lakukan di detik pertama saat kejujuran itu tiba. Jangan pakai delay. Jangan pakai bersilat lidah. Karena semakin lama, kita semakin rumit dan terhimpit. Galau.

Di tengah simpati deras tentang Gaza, saya menghimbau, agar kita justeru tidak bertengkar sendiri.
Ajak orang2 lain untuk peduli dengan santun, dan kabar baik jika ada yang selama ini diam, kemudian ikut bersuara. Sudah jadi satu gerbong kepedulian.
Pun tidak harus berprasangka buruk kepada orang2 yang tetap diam, karena pertama kita tidak tahu apa yang sedang dia lakukan, yang kedua, kita tidak bisa bilang kitalah yang paling peduli dengan masalah Palestina.

Jika kita tidak punya sahabat baik, maka mulailah punya. Dan jika tetap tidak punya, boleh jadi ada yang keliru di kitanya--bukan orang lain yang nyebelin, ember, suka nyakitin, dll.
Ayo, sahabat baik itu jauh lebih penting daripada pacar. Masa' kita lebih bangga punya pacar daripada punya banyak sahabat.
Dalam agama kita, sahabat itu ada definisinya, ada teladannya. Sahabat2 terpilih.

Menikah itu secara "harfiah" adalah menjalani dan menjadi tua bersama dengan seseorang.
Bayangkan dua buah kursi di depan rumah. Sepasang anak muda yang baru menikah duduk di sana menatap jalanan ramai. Lantas, wusshh, 50 tahun berlalu, sekarang sepasang kakek-nenenk duduk di atas kursi (yg sudah berganti berkali2). Tetap bersama, tanpa terasa, beranjak semakin tua.

Siklus "jahiliyah" modern:
Tiga bulan lagi, orang2 mulai lupa soal pemilihan presiden.
Satu tahun kemudian, orang2 mulai lupa siapa dulu mendukung siapa. Siapa menghujat siapa, siapa memuja siapa.
Tiga tahun berlalu, orang2 mulai berubah pikiran, pindah posisi. Mulai berhitung siapa kawan, siapa lawan baru.
Lima tahun berlalu, orang2 ribut lagi, dengan posisi yang benar2 berganti. Dulu mihak siapa, sekarang menghujat siapa. Dulu memuja siapa, sekarang memaki siapa. Untuk kemudian, kembali lagi ke siklus sebelumnya:
Tiga bulan lagi, orang2 mulai lupa soal pemilihan presiden.
Dstnya.
Inilah siklus "jahiliyah" modern. Ketika orang2 tidak mencatat apa yang telah mereka katakan, tidak mengingat apa yang telah mereka lakukan. Yang ada hanya kepentingan saja, cocok dengan kepentingannya, maka semua bisa berubah pikiran.

Serusak apapun negeri ini, kitalah, anak muda yang akan mewarisinya. Dan kita tidak bisa menyalahkan orang tua atas situasi yang telah ada--karena itu tidak akan menyelesaikan masalah.
Maka, lebih baik kitalah yang memulai mengambil bagian memperbaiki. Tidak perlu dari hal2 hebat atau besar. Cukup dengan mulai menanam pemahaman terbaik.
Masalah MOS/ospek, study tour, tidak nyontek pas ujian, tertib lalu lintas adalah contoh2 kecil. Syukur2 jika mau jadi relawan mengajar di mana2, jadi kakak asuh, bantu2 posyandu, bikin bakti sosial, lebih bagus lagi. Selamat datang generasi baru menjanjikan.

Dek, banyak sekali orang tua yang pontang-panting harus menyiapkan keperluan MOS/ospek anak2 mereka. Dan banyak juga diantara mereka yang terpaksa pinjam uang. Pusing tujuh keliling nyari air mineral apalah, kaos kaki warna apalah, dsbgnya.
Jika keluarga kalian kaya, maka catat baik2: di Indonesia ini ada 30 juta orang yang penghasilannya kurang dari 10.000/hari (data BPS). Mereka, yang sebulan hanya punya penghasilan 300rb. Jangan bandingkan dengan kita yang pulsa saja lebih dari itu, sekali ke KFC, habis 100rb. Mereka sudah habis2an menyekolahkan anaknya, ditambah pula MOS/ospek yang aneh2. Di hari pertama sekolah baru, mereka harus menerima anak2 mereka dibentak, dimarahi, dikerjai.
Boleh MOS/ospek? Boleh banget. Tapi jangan pernah ada yang aneh2. Acara MOS itu mudah sekali, cukup: senyum. Sepanjang hari selama 3 hari MOS/ospek, seluruh murid2 senior, guru2 cukup senyum saja, sudah sukses acaranya.
Jangan anggap ringan, main2 isu MOS/ospek ini. Bagaimana cara kalian memahami isu ini jelas sekali membedakan di mana kalian berdiri. 

Situ oke, bisa bentak2, marah2in murid baru? Situ merasa oke sekali bisa nyuruh2 murid baru bawa barang/pakaian/tugas aneh? Kalau merasa oke, aduh, apa kabar isi raport kalian? IPK kalian?
Karena saya khawatir--semakin kencang teriakan kakak panitia MOS/ospek, maka semakin kosong isi kepalanya.
Lawan!
Lawan pelaksanaan MOS/ospek yang masih saja mengintimidasi, ngerjain. Jangan biarkan orang lain menzalimi hidup kita. Apalagi kalau hanya seglintir kakak kelas tidak berprestasi atau guru2/dosen2 tidak amanah yang melakukan pembiaran acara2 ini di sekolah/kampusnya.

Salah-satu argumen panitia MOS/ospek yang suka sekali bentak-membentak, menghukum fisik, dsbgnya itu adalah: agar murid baru menghormati mereka, tahu sopan santun dan etika.
Hellooo.... Dek panitia, kalian pasti jarang baca buku, jarang melihat dunia. Karena ketahuilah, "rasa hormat itu diperoleh, bukan diajarkan". Rasa hormat itu diperoleh dari keseharian berinteraksi dan memang kita pantas dihormati, bukan dipaksakan tumbuh, ditakut2i, diintimidasi. Alih2 mereka hormat, malah benci dan dendam. Rasa hormat itu diperoleh dengan kita lebih dulu menghormati orang lain--bukan sebaliknya memaksa orang lain hormat pada kita.
 
Kekuatan terbesar di dunia ini bukan panglima perang, petir, geledek, banjir, atau apalah. Melainkan, kekuatan terbesar di dunia ini adalah kebelet buang air besar. Coba saja kalau sudah kebelet (apalagi sampai mencret), semua orang pasti lari. Mau sedang ketemu presiden sekalipun, bergegas ngacir nyari toilet.
Hal sesimpel ini seharusnya membuat kita berpikir: berhentilah merasa lebih baik, lebih benar, lebih oke dibanding orang banyak. Toh, dengan kebelet buang air besar saja kita kalah.

Saya kira, akun2 di facebook/twitter yang sering banget merilis postingan bertengkar soal politik, dsbgnya itu, harus banyak2 mengkonsumsi ekstrak kulit manggis. Biar hatinya putih cemerlang. Pasti good.
Begitu. Tapi makan ekstrak kulit manggisnya jangan siang2, nanti batal puasanya 

Adik2 sekalian, kalian pernah makan telur ayam? Maka ketahuilah, telur ayam itu keluar dari duburnya, pantatnya ayam, tempat ayam beol.
Itulah salah-satu nasehat hidup paling mendasar bagi kaum berpikir. Jika dari pantat ayam saja ada sebuah kebaikan yang bisa keluar, apalagi dari kepala manusia yang dilengkapi akal pikiran.
Jangan pernah tergoda bilang orang lain bodoh, sesat, jangan terbawa nafsu merendahkan saudara sendiri, menuduh sembarangan. Karena bahkan pantat ayam saja ada kebaikannya. Apalagi saudara kita sendiri? Masa' hanya karena berbeda pendapat, kita langsung menganggapnya musuh, lebih rendah dibanding pantat ayam. Boleh jadi, kita saja yang salah paham. Boleh jadi, caranya saja yang berbeda, tujuan tetap sama.
Jangan biarkan hanya karena berbeda kelompok, kita menjadikan semua orang lawan. Peluk erat persaudaraan kita.

Memangnya ada ajaran dalam agama kita, ketika ada saudara baru bergabung, murid2 baru di sekolah datang, malah dikerjai dengan atribut aneh2, topi aneh, papan nama aneh, kaos kaki belang, baju ini, pakaian itu? Ada?
Mau iseng, mau cuma main2, apapun argumennya, tidak pernah masuk dalam cara berpikir penuh pemahaman baik. Kecuali ada yang korslet. Belum lagi intimidasi verbal, intimidasi fisik. Itu ajaran dari siapa? Kata siapa itu bisa menumbuhkan disiplin dan rasa hormat? Yang ada malah kebencian.
Jika kalian kepala sekolah, guru, hentikan sekuat tenaga proses MOS tidak bertanggungjawab di sekolah kalian, awasi OSIS-nya. Jika kalian kakak2 kelas, lindungi adik2 kelas kalian yang baru masuk. Mereka itu saudara sendiri.
Nah, khusus buat guru2, panitia MOS yang tetap merasa itu penting, malah marah2 baca postingan ini, kenapa tidak kalian ke Israel sana saja sih? Di sana silahkan kalau mau sok kuasa, sok hebat, ada lawan sesama nyolotnya.

Ini sudah 2014, murid2 baru (MOS) masih disuruh pakai atribut aneh2? topi aneh? kaos kaki belang? dikerjain? diintimidasi secara fisik dan verbal? Aduh, mundur sekali pemahamannya tentang definisi mendidik.
Apalagi bulan Ramadhan. Shame on you.

Ketika kita berbeda pendapat dengan orang lain; maka bukan tanggungjawab dan misi kita mengubah pendapatnya agar cocok dengan kita. Bukan pula hak dan kewajiban kita memastikan pendapat kita lebih baik darinya, lantas ngotot, mengajak bertengkar.
Aduh, kalau itu yang kita pikirkan, maka kita benar2 lupa, bahkan dalam agama ini, ada nasehat: Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Nah, jika soal agama saja begitu, apalagi beda pendapat yang hanya urusan dunia? Hanya urusan kelompok dan kepentingan saja? Ngapain harus lebay banget?

Menasehati orang lain itu mudah. Gampang banget.
Tapi menasehati teman, kelompok sendiri, itu mulai susah.
Dan lebih susah lagi, menasehati diri sendiri.

Ketika prinsip2 baik dikalahkan oleh kepentingan, yang tersisa hanya inkonsistensi dan hipokrasi.
Ketika ketulusan dikalahkan oleh ambisi dunia, yang tersisa hanya topeng-topeng palsu.
Ketika cinta dikalahkan oleh fanatisme, yang tersisa hanya keras kepala dan hati membatu.

“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah l dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong).” Hadits ini diriwayatkan al-Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 7146
Berebut orang2 di negeri ini meminta jabatan, berambisi sekali, bahkan bila perlu dengan segala cara, termasuk curang, manipulasi, dsbgnya; maka mudah saja menjelaskannya kenapa tidak ada pertolongan Allah. Hadist ini kelasnya sahih, jelas nan terang benderang, tapi justeru di tangan orang yang mengerti agama fansboy partai, tafsirnya bisa 100 versi.

Seringkali kenapa kita tidak bahagia, simpel karena kita tidak tahu berterima kasih saja. Menolak semua kebaikan. Menolaknya dengan benci, selalu merasa punya alasan--padahal dibandingkan dengan berjuta keadaan orang lain, kita jelas lebih baik.

Meski sejahat apapun Israel itu, hindarilah kata2 mengumpat, memaki, nama2 hewan, kotoran, semua keluar tidak tertahankan.
Teladanilah ahklak Rasul, yang walaupun dicaci-maki oleh pengemis yahudi buta tua, dia tetap menyuapinya dengan penuh kasih sayang.
Ingatlah baik-baik, mengumpat Israel itu tidak akan membantu saudara kita di Palestina. Bahkan menyeka luka di tangan mereka pun tidak.

My man, tidak ada kebetulan di dunia ini. Tidak ada. Kehidupan kita ini semua adalah skenario dari pemilik skenario paling sempurna.

Buat adik2 anggota page yg cowok, kalian harus tahu, semua cewek itu pengin punya suami yang bekerja baik serta berkecukupan. Siapa sih yang nggak. Maka, penting sekali menyiapkan masa depan saat memutuskan menikah.
Ayo, daripada sibuk gombalin anak gadis orang, galau, mending fokus sekolah, nyari pekerjaan, terus memperbaiki diri. Jangan sebaliknya, nikah kagak berani, selalu bilang nggak siap2, tapi malah asyik pacaran. Ini sudah 2014, sudah nggak jaman cowok2 kayak begini. Kalian akan dicoret dari daftar.

Jaman dulu, ketika Rasul Allah berkuasa, apa yang dimakan beliau, sama dengan apa yang dimakan rakyatnya.
Apa yang menjadi rumah beliau, sama dengan apa yang ditinggali rakyatnya. Apa yang menjadi tikar beliau, sama dengan apa yang dipakai rakyatnya. Apa yang menjadi pakaian beliau, sama dengan apa yang dikenakan rakyatnya. Bahkan dalam banyak kesempatan, beliau jauh lebih sederhana, manusia paling mulia itu jauh lebih bersahaja.
Hari ini, pemimpin dan pejabat negeri ini terbalik bablas. Di meja makan mereka terhidang makanan lezat, rakyatnya cuma seonggok piring berisi nasi sepotong lauk sudah bagus. Rumah dan tanah mereka berserakan, rakyatnya bahkan harus kredit 30 tahun baru lunas. Kasur2 mereka empuk, jas mahal jutaan rupiah, jam tangan puluhan juta, rakyatnya beli baju di pasar loak.
Tidak sampai nasehat agama. Sungguh tidak sampai.

Sulit sekali menemukan kedermawanan dari orang2 yang masih ingin selalu gratisan. Apapun ingin gratis. Saya serius loh ini. Karena kalau ada yang tersinggung, silahkan dievaluasi dalam diam--tidak usah lapor ke siapapun.
Negara2 maju itu selalu punya ciri: bangsanya dermawan. Jepang misalnya, itu negara dengan kesadaran tinggi tidak suka gratisan. Mereka tidak mau dibantu begitu saja.
Dan jika kita masih tidak paham, ingatlah, Islam punya nasehat yang keren sekali: tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
Berjanjilah dalam hati, kalau hari ini masih serba gratis, besok lusa, kita akan jadi orang2 yang tangannya di atas.

“Kalian lihat lilin-lilin merah itu. Indah. Cahaya kerlap-kerlip. Lilin itu membakar tubuhnya sendiri untuk mengeluarkan cahaya. Begitulah kehidupan. Kita mengorbankan diri kita untuk sesuatu yang lebih indah. Menerangi sekitar, tanpa peduli itu menyakiti kita. Lilin ini hanya bisa hidup semalam, lantas setelah seluruh batangnya habis, nyalanya akan padam. Selamanya.”
*Tere Liye, novel "Sunset Bersama Rosie"

Ada situasi yang sangat mengharukan.
Yaitu ketika kita membenci sangat seseorang, dinyatakan kebencian itu terang benderang di depan banyak orang--agar orang lain ikut benci; tapi orang yang kita benci justeru dalam waktu2 terbaik, di malam gelap, justeru mendoakan kita dengan tulus, mendoakan sesama saudara.
Ingatlah selalu: kita boleh jadi SULIT mencapai level orang dibenci ini--yang tetap membalas dengan kebaikan, tapi pastikan kita tidak jadi bagian, atau dekat2 dengan orang yang membenci.

Saya mulai bingung dengan sebagian anggota page ini.
Tadi malam saya posting soal segera kirimkan donasi kalian, saya kasih contoh beberapa organisasi yang membantu Palestina seperti Dompet Dhuafa Republika, MER-C, maka yang paling membingungkan ada beberapa komen yang malah bilang MER-C itu syiah. Salah fokus sekali orang2 ini.
Tulisan apa sih yang kalian baca selama ini? Website apa yang kalian sering kunjungi? Hingga dalam situasi seperti ini, masih nyeletuk soal syiah? Sejak kapan orang2 tiba2 merasa jadi pakar teologi? Sejak kapan orang2 mendadak jadi berhak menyimpulkan orang lain, seolah ilmunya sudah lengkap sekali? Sudah berapa buku agama yg kalian baca? Karena sy khawatir yg kita baca hanya media sosial, blog, dsbgnya. Hanya pendapat orang2 secara subyektif. Hanya tulisan orang2 kelompok tertentu.
Ini serius sekali, karena yg komen bukan cuma satu atau dua orang. Jika begini terus modelnya, Tere Liye pun bisa dituduh syiah, wahabi, liberal, sesat dan menyesatkan.
Ingat: akan saya cipirili-kan tidak ampun komen2 yang melanggar peraturan page.

Serangan Israel atas Gaza semakin tidak beradab dan memalukan. Mereka tega menembakkan roket ke rumah sakit--tempat yang seharusnya sebutir peluru pun dilarang.
Kirimkan donasi kalian SEGERA! Jangan pakai tunda2.
Gunakan rekening2 organisasi yang kalian percayai seperti Dompet Dhuafa Republika, MER-C, dan lain-lain. Bantu saudara kita dengan kongkret. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian. Jangan biarka
n.

Ketika orang lain malas menjelaskan sesuatu, boleh jadi bukan karena orang itu yang menyebalkan.
Boleh jadi karena kitalah yang bertanya sesuatu yang memang sudah ada penjelasannya terang-benderang di hadapan kita--kitanya saja yang malas mencari tahu, atau malah tidak peduli, tapi tetap saja nanya.
 

Cinta itu bekerja sama misteriusnya seperti listrik.
Kita tidak pernah melihat listrik di rumah kita. Tak nampak, tak diperhatikan, dan memang tidak kelihatan. Tapi ternyata televisi bisa nyala, lampu bisa terang, kipas angin bisa nyala, setrika bisa panas, HP bisa di charge. Coba kalau mati listrik?
Maka, begitu juga cinta. Kita boleh jadi tidak bisa melihat cinta itu, apa sih bentuknya, apa warnanya? Tapi ternyata, hasilnya yang terlihat, orang tua bisa merawat dan mendidik anak-anaknya, suami menafkahi istrinya, istri menjaga kehormatan keluarganya. Nah, coba kalau mati cintanya?

Saya pernah menemukan satu kampung, anak kecilnya, baru umur 4-5 tahun sudah pandai bahasa Inggris. Lancar dan jago semua. Tapi ya itu, di kampung dekat London Inggris sana.
Itu artinya apa? Anak-anak itu spesial dengan kekhasan masing2. Tidak ada definisi yang satu lebih pintar hanya karena bisa bahasa Inggris, yang satu bisa bahasa Jerman, dsbgnya.
Berikan kesempatan anak-anak kita berkembang sesuai minatnya.
 

Kalau pas hari-hari libur lebaran ini ada yang nanya, "Mana pacarnya? Kok sendirian?"
Kalian jawab saja, begini: Ini sudah 2014, Tante, Om, Pakde, Bude, sudah tidak jaman lagi pacaran menghabiskan waktu. Saya lebih memilih fokus sekolah, belajar, meniti karir. Insya Allah, semakin baik seseorang, jodohnya akan semakin baik pula.
 

Tepat orangnya.
Tepat waktunya.
Tepat pula caranya.
Satu tidak terpenuhi kondisinya. Maka tidak akan baik prosesnya. Lantas bagaimana kita tahu tiga ini memang sudah tepat? Genapi dengan tepat ke-4, pamungkasnya: tepat doanya.
 

Kalau kalian punya kerbau, takut kerbaunya hilang, maka ikatlah dengan tali. Itu nasehat orang tua jaman dulu.
Kalau kalian punya file, laptop, HP, takut dibaca orang isinya, diambil orang idenya, maka jagalah dengan password. Itu nasehat orang tua jaman modern ini,
Nah, kalau kalian punya gebetan, kekasih hati, takut disambar orang, ditaksir orang lain, maka ikat dan jagalah dengan pernikahan. Bukan dengan pacaran, apalagi hubungan tidak jelas. Jangan salah siapapun kalau lepas. 
Ini sungguh nasehat dari jaman dulu, jaman modern, hingga kelak jaman ultra modern.

Tersinggung tanda "merasa".
Merasa tanda "memang iya".  

Hari ini,
Di Gaza sana, orang2 tetap berangkat shalat Id meski rumah mereka dihajar oleh rudal Israel.
Di tahanan KPK, koruptor kelas kakap (mulai dari Mr. AF, Mr AM, Mr AU, Mr AAM, Mr LHI, dll) ngambek boikot tidak mau shalat Id, meski sudah disiapkan mobil antar jemput oleh petugas, hanya karena izin besuk diperketat oleh KPK.
Bisa pening melihat kelakuan koruptor ini.
 

Selamat buat yang telah berpuasa, berhak dapat ijasah: "Puasa genap sebulan". Buat yang tertinggal karena halangan, perjalanan atau uzur lainnya, bisa segera dilengkapi, agar memperoleh ijasah yang sama.
Mari kita bersuka-cita.
 

Setidaksuka apapun kita dengan Israel, tidak perlu memaki, keluar semua nama2 hewan, dsbgnya di media sosial.
Karena itu sama sekali tidak ada manfaatnya, menyeka wajah berdebu saudara kita di Palestina pun tidak mampu. Malah sebaliknya, kontraproduktif. Dan ingatlah, facebook, twitter, semuanya milik yahudi, mereka bisa tahu semua aktivitas orang2 di media sosial. Mungkin mereka sedang tertawa melihat kita marah2, ngamuk2, maki2 di fasilitas milik mereka.
Bantu donasi, bantu doa, tumbuhkan pemahaman baik buat anak2 kita, itu jauh lebih kongkret.
 

Buat yang tidak suka dengan KPK, coba bayangkan sejenak, tanpa mereka, apakah kita bisa menangkap menteri aktif? Petinggi BI? Gubernur, Bupati, Walikota? Satu komisi penuh DPR? Ketua Partai? Jenderal Polisi? Jaksa? Hakim? Ketua MK? Ketua SKK? Rektor? Bayangkan, apa kita bisa melakukannya?
Ketahuilah, ada banyak masalah selesai dengan sendirinya jika hukum bisa ditegakkan di negeri ini. Anak-anak kita akan menikmati masa-masa terbaik itu, seperti di negara2 maju sana.
Dulu, hampir semua orang mendukung KPK, memuji2 KPK, hingga kabar buruk menimpa banyak kelompok, elit mereka ditangkapi KPK. Termasuk sekarang yang paling tidak suka, dulu adalah penggemar alias fans berat KPK. Maka semoga besok lusa, mereka akan kembali jadi fans KPK
 

Huruf Q, X dan Z, jarang sekali terlihat di tulisan. Lebih sering huruf A, E atau I. Tapi bukan berarti Q, X dan Z tidak penting, karena tanpa mereka ada banyak kata yang kehilangan bentuknya.
Jadi tidak persoalan kalau kita tidak sering terlihat. Tidak masalah. Karena kita selalu tahu, kita adalah bagian dari kehidupan ini, dan tanpa kehadiran kita, banyak kebaikan kehilangan bentuknya.
 

Salah-satu kunci keberhasilan dakwah Nabi adalah: beliau selalu mengasihi orang lain. Bahkan kepada Yahudi tua yang menghinanya setiap saat, tetap meluap kasih sayang Nabi, tidak hilang senyum dan ketulusan. Kepada orang2 yang melempari dengan batu, kotoran, tetap melimpah kasih sayangnya.
Mendoakan yang terbaik. Selalu berharap yang baik.
Hari ini, semoga kita tetap meneladani hal tersebut. Bukan sebaliknya, menganggap kelompok lain di luar kita adalah musuh, tidak bisa dipercaya, busuk, jahat dan harus dilawan. Karena jika demikian, tidak akan pernah berhasil misi kita, hanya menambah daftar musuh.

Saya tidak akan berdebat. Karena saya pasti akan selalu kalah.
Jika saya berdebat dengan orang berwawasan dan berilmu luas, saya pasti kalah. Karena ilmunya jelas luas, mau bagaimana saya membantahnya?
Pun jika saya berdebat dengan orang yang sama sekali tidak tahu, saya juga pasti kalah. Kalah sekalah-kalahnya.
Jadi, saya minta maaf, saya tidak akan berdebat, karena saya pasti kalah.

Besok lusa, kita semua akan ditanya sikap kita atas situasi2 penting di sekitar kita. Sebuah keburukan misalnya, apakah kita mencegahnya dengan tangan. Apakah kita mencegahnya dengan lisan dan perkataan. Apakah kita mencegahnya dengan benci di dalam hati--dan itu selemah2nya iman.
Semoga kalian semua, pembaca tulisan2 di page ini, tumbuh menjadi orang2 tangguh atas itu semua.
Semoga kalian semua, adik2 yang masih SMP, SMA, atau kuliah, dan sudah membaca banyak buku2 itu, tulisan2 itu, kalian jadi orang yang teguh. Di tangan kalianlah masa depan semua pemahaman baik. Tulisan2 kalian kelak bagai pedang tajam kebenaran. Perbuatan2 kalian kelak menjadi teladan tak terbantahkan. 

Hari2 ini, saat kita sudah asyik libur panjang, cuti lebaran, tapi penyidik KPK sedang semangat2nya.
Tadi malam, hingga dini hari, saat sebagian orang2 sudah tidur nyenyak, KPK melakukan sidak di Bandara Soekarno Hatta, belasan orang ditangkap (onkum TNI, Polri, petugas) dengan dugaan telah memeras TKI/TKW yang baru pulang dari luar negeri. Pemerasan atas TKI/TKW ini tidak sepele, nilainya ratusan milyar.
Bravo KPK. Semoga terus amanah. Semoga senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan.

Nasehat orang tua, nih, banyak ditulis di mana2:
Lebih baik diam dan disangka bodoh. Daripada sibuk bicara atau komen, tapi malah menunjukkannya.

Boleh sj marah, sebal dengan seseorang. Tapi sebelum melampiaskan rasa kesal tsb, setidaknya pikirkan kebaikan yg pernah diberikan orang tsb.
Karena boleh jd, pemicu rasa kesal kita itu secuil sj dibandingkan kebaikannya selama ini.

Dengan "berpikir positif" kita bisa melewati samudera luas, penuh dengan badai, meski hanya menaiki perahu kecil.
Dengan "berpikir negatif", bahkan waduk kecil, tenang, cerah, naik perahu bermesin sekalipun, kita tidak kuasa tiba di tepi seberangnya.

Buat perempuan, carilah suami yang tidak pelit/bakhil.
Sedangkan buat laki-laki, carilah istri yang tidak boros.
Itulah yang disebut dengan keseimbangan.


sumber : Darwis Tere Liye Facebook