Jumat, 27 Juni 2014

sebuah penjelasan


ada kalanya kita berpikir bahwa kita berhak melakukan sesuatu hanya untuk menyenangkan ego kita, sementara  itu menyakiti orang lain. dengan berpegang pada prinsip mencari kebenaran dan kebahagiaan, saya melalukan itu. belakangan ini saya mengakui sebuah keegoisan yang akhirnya membuat saya kelelahan sendiri, sebuah keegoisan yang saya pikir adalah sebuah jalan untuk menentukan kebahagiaan namun ternyata dampaknya buruk ke beberasa akpek kehidupan saya. sebuah masa yang saya jalani berharap bertemu jawaban terbaik hingga saya bisa memutuskan harus bagaimana.

sampai akhirnya saya menyadari bahwa jawaban itu ada dalam diri saya sendiri. menyadari bahwa kehidupan ini sudah demikian indahnya diatur oleh pemilik semesta raya, dan tidak seharusnya saya bersikukuh menuliskan skenario sendiri sementara Ia punya kisah yang lebih baik.

sebab katanya, kita harus berdamai dengan masa lalu. sebab katanya, kita harus berdamai dengan mimpimimpi kita yang tidak menyata.

maka, terimkasih sekali untuk yang sudah bersabar menghadapi kebodohan saya berbulan ini. mendengarkan semua cerita yang sungguh seharusnya sejak awal saya sudah punya jawabannya. dan seharusnya, seperti yang selalu saya yakinkan kepada diri saya sendiri, kebahagiaan itu mutlak kamu yang menentukan. apa dan siapa yang boleh datang ke dalam hidup kamu itu hanya kamu yang boleh mengaturnya. mungkin, saya harus berlatih lagi supaya mata air dalam hati saya benarbenar bersih, jernih, dan menenangkan.

***

i don't want to push you, i don't want to push anything, and you don't need to push yourself. from the beginning i was knew, it's not me.

sejak awal aku sudah berjanji, yang terpenting adalah kebahagiaanmu. semoga kali ini aku tidak salah membalut lukaku lagi. aku tahu, kau hanya menjalankan takdir Tuhan. sama sepertiku. tak apa, nanti di Surga toh aku bisa minta apapun penggantinya.

nb : June, 27th 2014. i promise to my self, i will forget and let you go.
:') 

Tidak ada komentar: