Selasa, 24 Juni 2014

adalah waktu


aku, kamu, satu
satu yang sama merindu
aku merindumu, kamu merindunya
aku merindu sendu, sendu yang terpancar dari matamu saat merindunya

aku, kamu, pilu
yang kita tahan sejak dulu
tak berani aku menyebut lantang namamu
takut burungburung tahu dan berhenti bernyayi
lalu semua kupukupu berdiam sembari melihat penuh simpati pada hatiku

jangan bertanya tentang cinta yang tak terbalaskan
itu sudah sangat jelas menyakitkan
bukan karena kau yang menghunus pedang tepat ke tengah jantungku
namun aku yang tak punya perisai hingga membuarkan kau menggores luka
teramat dalam

adalah waktu
yang tibatiba hadir mengetuk jendela kamarku
memintaku membuka dan membiarkan bertamu
tidak sopan sekali masuk ke dalam hidupku lewat jendela
tapi ia bilang akan membantuku
menyembuhkan segala sesak
karenamu

adalah waktu
yang kini ku tunggu detiknya berlalu
berharap jarumnya tidak salah putar hingga kembali ke masa lalu
sebab aku sudah matimatian menghindarimu
jangan sampai aku menghancurkan hatiku sendiri

adalah waktu
ia kini bersisian di samping piguramu
lembut menyapa setiap pagi tiba
membelai mesra saat aku beranjak ingin menutup mata
kecupan singkat ia berikan
sebagai pengingat aku tak sendirian
lalu ia berbisik perlahan, "akan ku pinta pada Tuhan, untuk mengembalikan hatimu pada tempat yang seharusnya."

adalah waktu
ia kini berusaha membantuku mengahapusmu
kau boleh ikut membantu jika mau
aku tak akan keberatan lagi


source : time pic

Tidak ada komentar: