Jumat, 27 Juni 2014

melepaskannya pergi itu artinya membiarkan malammalam menyesakkan itu hilang
artinya membiarkan rasa gelisah berlalu pergi
seandainya aku mampu melewati semua dengan baik
maka, selamat datang sepotong hati yang baru
semoga saat kau mengetuk pintu
aku tak terlalu lama membiarkanmu menunggu
semoga saat kau melangkah masuk
aku sudah bersiap menyambutmu
semoga saat  kau berkata rindu
aku sudah menggenggam semua rasa percayamu

jika masa itu tiba
semoga aku dan kau tak akan pernah melepaskan tautan jemari 
atau membiarkan prasangka memakan semua memori

seandainya aku tak bisa mengenalimu
tolong hentikan sejenak waktu
agar jika aku sedang berlari, aku bisa mudah memutar jalanku
untuk menemuimu

semoga pemilik semesta memudahkan.

sebuah penjelasan


ada kalanya kita berpikir bahwa kita berhak melakukan sesuatu hanya untuk menyenangkan ego kita, sementara  itu menyakiti orang lain. dengan berpegang pada prinsip mencari kebenaran dan kebahagiaan, saya melalukan itu. belakangan ini saya mengakui sebuah keegoisan yang akhirnya membuat saya kelelahan sendiri, sebuah keegoisan yang saya pikir adalah sebuah jalan untuk menentukan kebahagiaan namun ternyata dampaknya buruk ke beberasa akpek kehidupan saya. sebuah masa yang saya jalani berharap bertemu jawaban terbaik hingga saya bisa memutuskan harus bagaimana.

sampai akhirnya saya menyadari bahwa jawaban itu ada dalam diri saya sendiri. menyadari bahwa kehidupan ini sudah demikian indahnya diatur oleh pemilik semesta raya, dan tidak seharusnya saya bersikukuh menuliskan skenario sendiri sementara Ia punya kisah yang lebih baik.

sebab katanya, kita harus berdamai dengan masa lalu. sebab katanya, kita harus berdamai dengan mimpimimpi kita yang tidak menyata.

maka, terimkasih sekali untuk yang sudah bersabar menghadapi kebodohan saya berbulan ini. mendengarkan semua cerita yang sungguh seharusnya sejak awal saya sudah punya jawabannya. dan seharusnya, seperti yang selalu saya yakinkan kepada diri saya sendiri, kebahagiaan itu mutlak kamu yang menentukan. apa dan siapa yang boleh datang ke dalam hidup kamu itu hanya kamu yang boleh mengaturnya. mungkin, saya harus berlatih lagi supaya mata air dalam hati saya benarbenar bersih, jernih, dan menenangkan.

***

i don't want to push you, i don't want to push anything, and you don't need to push yourself. from the beginning i was knew, it's not me.

sejak awal aku sudah berjanji, yang terpenting adalah kebahagiaanmu. semoga kali ini aku tidak salah membalut lukaku lagi. aku tahu, kau hanya menjalankan takdir Tuhan. sama sepertiku. tak apa, nanti di Surga toh aku bisa minta apapun penggantinya.

nb : June, 27th 2014. i promise to my self, i will forget and let you go.
:') 

Rabu, 25 Juni 2014

lagu gerimis


namanya gerimis
jatuh ia perlahan
jangan menghindar, sayang
ia tidak menyakitkan

jatuh ia menujumu
mencemburui hatiku
sebab lebih dulu menyentuhmu
memelukmu dalam sendu
sementara aku
hanya mampu tergugu

lihatlah ke langit, sayang
gerimis itu memanggil malaikat melantunkan melodi untukmu
tetasnya mungkin tak sederas hujan
maka menarilah bersama awan
jangan biarkan ia lelah bernyanyi sendirian

aku
mengaku gerimis
jatuh perlahan di hadapanmu
dan sampai detik aku menderas
kau masih juga tak menyadarinya

midnight fm ; saat perpisahaan menjadi kesempatan terakhirmu


bagaimana rasanya saat kau terjebak dalam sebuah kondisi di mana hatimu berperang melawan pikiranmu dalam mengambil tindakan yang menyangkut nyawa orangorang yang kau cintai?

***  

Midnight FM judulnya, dimainkan oleh salah satu aktris Korea favorite saya *kyaaa kyaaa* Soo Ae ((hkhk, sorry kali ini bukan oppa oppa)). melihat sampul filmnya saya jadi tertarik, terlebih si cantik yang main dan tentu saja genre thrillernya yang menggoda. membaca sinopsisnya saya jadi flashback ke film The Call nya  Halle Berry, dengan adegan penculikan dan pembunuhan di pembuka film yaa sayanya kan jadi makin kepingin liat ((selera lo)).

diceritakan seoraang penyiar radio yang sebelumnya menjadi penyiar berita televisi, Ko Sun Young yang akan melakukan siaran Midnight terakhirnya pukul 2-4 a.m waktu setempat ((di Korea Selatan maksudnya)) yang punya banyak penggemar dan beberapa fans fanatik atau dia sebut sebagai penguntit. di tengah siarannya ia dikejutkan dengan penelpon misterius yang mengaku sedang menyandra keluarganya yang sedang ada di rumah. ditengah kepanikannya ia yang tak sempat berpikir panjang dan tenang justru mengacaukan segala skenario siaran terakhirnya untuk menyelamatkan keluarganya.

berhasilkah Sun Young? apa saja yang dilakukan oleh fans psikopatnya yang tidak ingin Sun Young berhenti siaran? berhasilkan Sun Young melanjutkan siaran terakhirnya dan tetap menyelamatkan keluarganya? 1 jam 43 menit anda akan terbayar dengan menyaksikan film ini.


***

jadi tuh yaa, pas nonton film ini saya yaa tegang sendiri, sekalipun tegangnya ga yang tegang banget ((tetooot, mengulang kata "tegang")) i mean, sorry not sorry, tapi film Korea kalau horor atau thriller itu yaa seremnya biasa aja, sekalipun tetap layak tonton. sayangnya, adegan motong jari kakinya ga ditampilin secara nyata jadi agak kurang greget.

fokus 30 menit pertama pas nonton sejujurnya adalah, "gile, teteh tau ga sih kerjaan kamu di film ini tuh dambaan wa banget." penyiar berita televisi dan penyiar radio, yaahh gue lemah, dong, yaaa.

cantik banget eonni sarange :*
buat pecinta thriller yang sukanya baku hantam berdarahdarah, film ini ga terlalu cocok tapi kalau buat hiburan ngisi liburan dan sedikit tegangtegangan yaa bole laa. happy watching!

Selasa, 24 Juni 2014

adalah waktu


aku, kamu, satu
satu yang sama merindu
aku merindumu, kamu merindunya
aku merindu sendu, sendu yang terpancar dari matamu saat merindunya

aku, kamu, pilu
yang kita tahan sejak dulu
tak berani aku menyebut lantang namamu
takut burungburung tahu dan berhenti bernyayi
lalu semua kupukupu berdiam sembari melihat penuh simpati pada hatiku

jangan bertanya tentang cinta yang tak terbalaskan
itu sudah sangat jelas menyakitkan
bukan karena kau yang menghunus pedang tepat ke tengah jantungku
namun aku yang tak punya perisai hingga membuarkan kau menggores luka
teramat dalam

adalah waktu
yang tibatiba hadir mengetuk jendela kamarku
memintaku membuka dan membiarkan bertamu
tidak sopan sekali masuk ke dalam hidupku lewat jendela
tapi ia bilang akan membantuku
menyembuhkan segala sesak
karenamu

adalah waktu
yang kini ku tunggu detiknya berlalu
berharap jarumnya tidak salah putar hingga kembali ke masa lalu
sebab aku sudah matimatian menghindarimu
jangan sampai aku menghancurkan hatiku sendiri

adalah waktu
ia kini bersisian di samping piguramu
lembut menyapa setiap pagi tiba
membelai mesra saat aku beranjak ingin menutup mata
kecupan singkat ia berikan
sebagai pengingat aku tak sendirian
lalu ia berbisik perlahan, "akan ku pinta pada Tuhan, untuk mengembalikan hatimu pada tempat yang seharusnya."

adalah waktu
ia kini berusaha membantuku mengahapusmu
kau boleh ikut membantu jika mau
aku tak akan keberatan lagi


source : time pic

Kamis, 19 Juni 2014

let's talk about this one


tidak ada yang kebetulan. semua terjadi atas izinNya.

dua penggal kalimat yang ada di cover belakang buku yang sedang saya baca. kalimat yang cukup untuk membuat saya berhenti sejenak dari aktivitas membaca dan memandang entah kemana sembari tersenyum simpul membenarkan.

saya sebenarnya ga tahu mau nulis apa, ini yang tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya saja. oke, kita mulai ceritanya. beberapa hari yang lalu teman saya memberikan undangan pernikahannya, untuk saya pribadi dan untuk beberapa kenalan dan temanteman angkatan. dan saya meneruskanlah yaa ke beberapa teman secara personal kalau mereka dapat undangan walimah. dan, seperti biasa jika ada teman yang bicara soal pernikahan maka pertanyaan selanjutnya adalah, "kapan nyusul?"

yaa Rabbi, terimakasih atas hati yang sekeras baja ini ((hahahah)) i mean, wa ga kebayang kalau hati wa ini bukan buatan Tuhan, kalau ga ngerti arti sabar dan syukur. eh, seriusan, lho. ga semua manusia bisa nerima keadaan dia yang belum memiliki dan dimiliki sementara temantemannya sudah dan terus bertanya kepadanya, kapan? kapan? kapan?

jadi, untuk kalian yang suka nanyain hal begitu ke orang lain baik itu teman dekat ataupun sekadar teman haha hihi basa basi, cobalah berpikir sebelum bertanya, bipikir bagaimana rasanya menjadi orang lain itu. yang belum mendapatkan apa yang dia pikir seharusnya sudah dia dapatkan. situ, sih enak udah dapet, lah yang lain? bukan soal ngebet nikah atau apa, kasus ini sama saja dengan wisuda misalnya, atau mencari pekerjaan. coba, kamu masih jadi mahasiswa di saat lebih dari 7/8 teman satu kelas di kampusmu sudah lulus, sudah kerja, sudah nikah, sudang gendong anak, sudah bla bla bla, dan kamu ditanya sama teman kamu yang udah bahagia sejahtera, "kapan lulus?", kalau kamu ga punya hati yang buatan beton kayak gatot kaca udah harakiri kali. sama dengan sarjana yang udah lulus tapi belum berkerja, belum punya penghasilan tetap atau tetap berpenghasilan, kamu pasti ga mau kan kalau ditanya, "kapan nih kerja?" atau, "eh, si A udah di xxx ((kok malah mencurigakan)) lho.", atau pas lagi kumpul teman kamu bilang, "iyaa, alhamdulillah dapet promosi jabatan." dll dsb. gimana rasanya? pengen detik itu juga menghilang dari bumi sambil update status #akurapopo? emang situ timnas Spanyol yang harus balek kampong duluan dari Piala Dunia 2014?

ga enak, kan? nah, sama saja duhai sayangku. bagi setiap orang, mungkin terutama perempuan, pertanyaan "kapan nyusul nikah?", "eh, lo kapan mau merid, gue keburu punya anak 5.", dan lainnya itu bisa menyakitkan hati. belajarlah memahami bahwa semua orang punya jalan yang berbeda, punya kisah hidup yang ga sama. jika memang kamu benar perhatian dengan orang lain yang belum menikah yaa jangan cuma bisa nanya doang, dong, bantuin, kek. kita kan ga tau apa yang membuat seseorang itu belum menikah, belum wisuda, belum bekerja, belum punya anak, dan bahkan belum mati!

bisa saja dia memang ga mau menikah. bisa jadi dia masih merasa punya tanggungan yang membuat dia harus menunda keingan menikah, mungkin dia trauma. untuk kasus wisuda, mungkin dia memang sibuk di luar kuliahnya, atau dia kesulitan, alih alih memberi bantuan kok yaa malah bikin orang tambah down dengan tanya tanya mulu. bisa jadi dia sudah melamar pekerjaan tapi belum bisa lolos seleksi, atau dia memang memilih yang dia suka, menunggu kesempatan terbaik. kita kan tidak tahu.

gini deh, gampangnya, kalau kita tidak menghabiskan banyak waktu dengan dia, hanya sekadar chatting atau sms atau telepon atau bahkan "hanya" teman dekat waktu sekolah, kuliah, kerja, sedang kita tidak sama sekali mengetahui kesehariannya sekarang maka jangan pernah sekali-kali menjugde apa yang dia lakukan, yang tahu pasti apa yang orang lakukan di dunia ini yaa kan cuma dia, Allah, dan malaikat di sampingnya ((itu juga kalau ke kamar mandi malaikat ga ngintil)), kita blasss ga ngerti apapun tentang kehidupannya. wong yang tinggal serumah aja belum tentu paham, sebab pasti ada halhal yang tidak ingin kita bagi dengan orang lain, kan?

*skip beberapa jam*

barusan dapet tausiyah pernikah, ini kenapa jadi berkaitan gini? -____-

sudahlah nanti aja lanjutin topik ininya lagi, yaa. soalnya saya jadi kepikiran, asik kali yaa kalau LDM alias Long Distance Marriage? xixixixix. maaf, ini hanya pemikiran seseorang yang punya keinginan untuk menikah tapi masih kepengen punya waktu bebas untuk dirinya sendiri dan ga ngurusin orang lain. ((kok kesannya wa jahat?)) ((sudah cukup sebelum semua makin ga nyambung))

pay pay. 

*waves*

Selasa, 17 Juni 2014

ora lucu ; saat kita semua punya pilihan


Baca tulisan ini sampai selesai, jangan separuh2, dan jangan pula mengambil kesimpulan sepihak, karena akan saya simpulkan--biar tidak ada yang malah lari kemana2 menyimpulkannya.

Kalian nonton debat capres? Nah, lebih mudah menjelaskannya kalau nonton. Karena tulisan ini tentang debat capres.

Satu. Ketika ada selembar kertas nyempil di jas Jokowi, maka rusuh sudah media sosial dengan orang2 yang tertawa, menghina, menjelek2an kejadian itu. Ada yang bergurau, ada yang ikut2an, ada yang memang niat sekali mentertawakannya. Padahal apa salahnya? Duh, dek, keselip kertas itu bukan dosa. Membaca catatan saat ceramah juga bukan aib. Saya kasih contoh (biar saya saja contohnya), saya ini, pernah ketika mengisi acara, yang dihadiri banyak orang, penuh sesak satu aula besar, malah lupa menutup restliting celana. Tidak akan saya biarkan saya malu atas kejadian tersebut. Kenapa harus malu? Itu bukan aib, bukan dosa, dan jelas bukan mencuri, maling, zalim, cuma lupa.

Dua. Ketika Prabowo tidak tahu singkatan "TPID", maka juga rusuh sudah media sosial dengan orang2 yang mengolok2, merendahkan. Ada yang bergurau, ada yang ikut2an, ada juga yang memang niat menyerang hal begini. Padahal apa salahnya? Duh, dek, lagi2 akan saya gunakan contoh saya saja. Dalam sebuah acara, ada peserta yang nanya tentang apa pendapat sy soal "fan fiction", saya bengong, nanya balik, fan fiction itu apa? Silahkan saja orang2 menganggap sy penulis amatiran, masa' nggak tahu istilah itu padahal sudah nulis novel banyak. Tapi memang saya tidak tahu, mau dikata apa? Seorang profesor biologi di kampus tidak tahu nama tumbuhan yang ditanya mahasiswanya, tidak akan mengurangi derajat profesor tsb. Pun sama, ketika seorang ibu tidak tahu istilah "saleh" dan "salehah", bukan berarti anak2nya tidak bisa jadi anak yang saleh dan salehah kelak.

Semua ini benar2 ora lucu. Tingkah dan reaksi berlebihan dari pendukung dua pihak ini tidak lucu sama sekali. Kita punya masalah ahklak serius. Betapa mudahnya orang mentertawakan orang lain, hingga lupa, kalau dia juga tidak sempurna. Dan lupakan kalian, kita ditonton banyak orang. Anak2 kita, remaja2 kita, mereka menonton. Kalian mau jika mereka berpikir: "oh ternyata mentertawakan orang lain itu boleh." "oh ternyata malah asyik dan seru."

Ingatlah baik2, adik2 sekalian, akan saya simpulkan:
1. Dua calon presiden itu adalah saudara kita. Jelas sekali mereka memiliki banyak kesamaan dengan kita, maka berhentilah mentertawakan. Salah-satu dari mereka akan jadi presiden, suka atau tidak suka, masa' kita mau punya presiden yang ditertawakan, benci, hina, dsbgnya. Padahal mereka saudara kita sendiri. Buat yang muslim, jelas dua2nya itu muslim, dan bukan urusan kita soal kualitas muslimnya. Sungguh terlarang menghina sesama saudara muslim, ada hadist sahihnya.
2. Silahkan punya jagoan masing2, tidak ada yang melarang. Tapi jangan pernah berlebihan. Melihat orang lain tdk sependapat langsung marah. Melihat celah kekurangan orang lain, langsung ditertawakan, seolah senang dan puas sekali. Padahal apa poinnya? Apa manfaatnya? Biar heboh? Biar ramai? Kalau cuma biar ramai, ingatlah, bangkai busuk pun ramai dikerubung lalat. Mau?
3. Pada akhirnya, silahkan memilih calon presiden kalian pas hari pencoblosan. Tidak perlu rusuh, lebay, heboh. Tiap hari selalu memenuhi dunia dengan jagoannya. Ada loh, yang sudah nyoblos sejak Orde Baru, biasa2 saja tuh, masa' kita yang bahkan baru nyoblos sekarang, selama ini malah seringan golput, histerisnya minta ampun. Ora lucu, kan?

Pikirkanlah.

sumber : Notesnya Bang Tere

***

sebelum nambahin pendapat, saya mau tanya itu siapa yang nanyain "fan fiction" sama bang Tere, woy? HAHAHAHAHAHA.

oke, sekarang kita bahas ini, yuk. nyerempet dikit ke politik nih sekarang sekalipun tbh saya mah sebel untuk ga bilang jijik sama politik. why? sebab politik itu busuk. ayolah, akui saja. siapa yang tidak tahu buruk dan bobroknya akhlak pimpinan politik di Indonesia. ga, ga perlu kasih contoh yang "bersih" ke saya, kalian hanya membela kepentingan partai saja maunya. ((ahey))

buat yang demennya provokasi di jejaring sosial, sebenernya buat apa, sih, kalian ngejelekjelekin calon yang ga kalian dukung? terlepas itu dukung karena partai atau kehendak pribadi, ga sepantasnya orang yang (ngakunya) berpendidikan malah sibuk nyari keburukan orang lain. beneran eneg sama beranda facebook yang isinya bukannya banggain capres sendiri eh malah sibuk share keburukan capres lain. i mean, bersainglah dengan sehat kalau memang mau bersaing. kayaknya ilmu agamanya udah pada tinggitinggi.

entah itu yang dilakukan pencitraan atau bukan, setau saya ini yaa, kalau orang cinta (dalam hal ini memberikan dukungan) kepada seseorang (dalam hal ini capres-cawapres) yang dilakukan adalah memberikan perhatian penuh pada orang yang dicintai, bukan pada orang lain yang jadi pesaing. biar aja kek orangorang mau ngomong apa tentang pilihan kita, mau jelekjelekin juga, toh kemuliaan orang ga akan ketuker, kan? gitu juga takdir Allah untuk 9 Juli kelak. yang puguh harus dilakukan adalah dukungan positif, bukan malah bikin orang lain mandang jadi negatif.

sementara pada sepeninggal Rasulullah saw empat khalifah pertama justru berusaha menolak jabatan sebab mereka tahu konsekwensinya, akan tetapi karena umat membutuhkan pemimpin maka mereka harus mau menampuk posisi itu, jika keinginan pribadi yakinlah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali pasti lebih memilih hidup sebagai rakyat biasa, beribadah, dan bekerja untuk bekal akhirat. Indonesia juga butuh pemimpin, tapi tidak dengan saling menjatuhkan. fokus saja dengan kabaikan dan keunggulan capres anda, bukan malah menulis halhal negatif mengenai yang lain. cinta anda jelas salah kaprah, ingat kata bang Tere kesetiaan hanya kepada Allah, Rasul, dan agama ini, bukan pada partai.

cinta anda jelas tak berekspresi dengan benar saat anda lebih sibuk memikirkan yang lain dibanding yang anda cinta. saya memang buta politik, tapi saya tidak ingin memilih dengan membutakan mata dan hati saya. (itu juga kalau nanti memutuskan untuk milih )

Kamis, 12 Juni 2014

esensi perasaan


Apakah cinta itu menyakitkan? Tidak. Cinta itu justeru adalah energi terbaik untuk memastikan dunia ini seimbang dan survive. Lantas apa yang menyakitkan itu? Bukan cintanya, melainkan seperti: ditolak, itu sakit. Kesepian, itu juga sakit. Dilupakan, dikhianati, ditinggalkan, itu baru sakit. Kangen, terpisah oleh jarak, terkena tembok masalah, dsbgnya, dsbgnya, itu juga baru sakit. Kalau cintanya sih tidak.

Esensi cinta itu persis seperti seorang Ibu yang baru melahirkan, meski si bayi itu suka ngompol, dikit2 nangis, malam2 terbangun, kurang tidur, badan letih, sampai sakit, tapi tetap saja si Ibu merawat bayinya dengan tulus, bukan? Energi apa yang membuat Ibu tersebut tetap melakukannya? Karena ada cinta di sana. Energi terbaik untuk memastikan dunia baik2 saja.

Lantas bagaimana mungkin kita sakit oleh cinta? Karena kita terkena duri kulit luarnya. Bukan karena substansi dalamnya.

Ketika seorang pemuda malang, jatuh cinta kepada gadis idaman, dan ternyata si gadis justeru menikah dengan orang lain, apakah cinta yang membuat si pemuda sakit hati? Tidak. Karena coba tanya saja ke pemuda itu, "Apakah, yang PENTING itu kau sendiri yang bahagia, atau gadis itu yang bahagia?" Para pencinta sejati pasti akan memilih: lebih baik gadis itu yang bahagia dengan orang yang memang dicintai gadis tersebut. Bukankah begitu jawabannya? Tapi kenapa kita masih tetap merasakan sakit? Bukan cintanya yang mengiris hati, melainkan karena kehilangan, karena ditolak, karena bertepuk sebelah tangan, itulah yang membuatnya sakit. Karena tidak terpenuhi harapan, karena bagai pungguk merindukan bulan, karena seperti roda belakang menatap roda depan, itu yang sakitnya sampai ke dalam sini.

Tapi, kan kalau saya tidak jatuh cinta di awal cerita, semua kondisi itu tidak akan terjadi, bukan? Kalau saya tidak jatuh cinta dengan gadis itu, bodo amat dia mau menikah dengan siapa, bukan urusan saya. Bukankah jelas sekali karena cinta itu yang menjadi penyebab semua masalah? Tidak. Lagi-lagi tidak, melainkan kitalah yang tidak pernah mau memahami resiko jatuh cinta itu sendiri. Kita sendiri yang lupa resiko, memegang api pasti terbakar, bermain hujan pasti basah. Pun saat jatuh cinta, pasti ada resiko berpisah (mau diterima atau tidak cintanya, mau menikah atau tidak, pasti berpisah).

Sayangnya, tidak ada mata pelajaran di sekolah2 yang bisa mengajarkan esensi cinta. Tidak ada di Sejarah, juga tidak di IPS, IPA apalagi di pelajaran Matematika. Buku2, novel2, mungkin membahas tentang cinta, tapi itu terbatas pada kisah yang diceritakan, dengan sudut pandang si penulisnya. Film, apalagi, itu hanya proyeksi dari sutradara, penulis skenario. Tidak ada kursus singkat tentang cinta, tidak ada sekolah, jurusan, fakultas cinta. Semua orang harus menjalani sendiri pelajaran cinta itu dalam kehidupannya. Ada yang berhasil meraih esensi terbaiknya, ada yang hanya berkutat pada perasaan jatuh cinta anak muda kebanyakan. Tulisan ini pun tidak akan kuasa menjelaskan apa itu esensi cinta.

Jadi sebagai penutup, ingatlah selalu, cinta itu tidak pernah "jahat". Yang jahat, meyakitkan, buruk, bikin sakit hati adalah kulit luarnya yang boleh jadi memang berduri dan penuh jebakan.

Tidak masalah satu dua kita tertusuk dalam sekali, dek, membuat nyeri hati sepanjang hari, minggu bahkan ada yang bertahun2, namanya juga masih belajar. Tidak masalah kita teriris sembilu hingga membuat dunia seperti terbalik setiap malam tiba, setiap menatap hujan, atau hanya sekadar disebut nama kota-nya, sudah membuat terdiam kelu. Tidak mengapa, namanya juga kita tidak pernah latihan menghadapi persoalan cinta ini. Tapi selalu pastikan, kita menjaga diri, menaati norma2, nilai2 kebaikan, kaidah2 agama. Itu akan membuat kita tetap terkendali, dan tidak merusak. Besok lusa, boleh jadi kita lebih paham. Dan kita bahkan bisa benar2 berdiri tegak seperti pemuda dalam contih tulisan ini, bisa berkata mantap: Tidak mengapa dia menikah dengan orang lain, sepanjang dia bahagia, aku pun turut bahagia.

*Tere Liye

Selasa, 10 Juni 2014

suami terbaik


seandainya 'ku 'kan 'tau
betapa selalu indah saat kau ada di sampingku
seandainya 'ku 'kan 'tau
betapa cepatnya engkau harus pergi dari hidupku

aku, 'tak 'kan ragu
'tak 'kan ragu 'tuk menikah
sejak awal cerita cinta
namun kini engkau pergi
tinggal aku berkasih dengan bayangmu

namunku 'tak cari pengganti 
agar kau di sana tau
aku suami terbaik

seandainya engkau tau
'tak 'kan ada cinta lagi
yang sanggup mengganti dirimu

aku, 'tak 'kan ragu
'tak 'kan ragu 'tuk menikah
sejak awal cerita cinta
namun kini engkau pergi
tinggal aku berkasih dengan bayangmu

aku bermimpi 
kau mengatakan kau rela
bila ada bidadari penggantimu

'tak 'kan ragu
'tak 'kan ragu 'tuk menikah
sejak awal cerita cinta
namun kini engkau pergi
tinggal aku berkasih dengan bayangmu

namun 'ku tak cari pengganti
agar kau di sana tau
aku suami terbaik

'tak 'kan pernah habis cintaku

**popular by : Kahitna

videonya ada di sini ((susah banget embeded linknya))

i really love this song. i mean, how dare you make some sweet lyrics and melody like this? huhu.

denger lagu ini, dan liat videonya itu kayak lagi liat adegan fairytale, di mana istrinya meninggal dan suaminya yang notabene masih muda ga kepengen nyari penggantinya sebab cinta yang begitu besar. memilih hidup bersama kenangan, sebab ia ingin dipersatukan Tuhan kelak di Surga bersama dengan istrinya lagi. duh, udahlah, romantis bener.

Senin, 09 Juni 2014

cinta adalah kata kerja


” Ya Rasulallah” kata ‘Umar perlahan, ” Aku mencintaimu seperti kucintai diriku sendiri”
Beliau SAW tersenyum. “Tidak wahai ‘Umar. Engkau harus mencintaiku melebih cintamu pada diri dan keluargamu.”
“Ya Rasulallah”, kata ‘Umar, “Mulai saat ini engkau lebih kucintai daripada apapun di dunia ini”
“Nah, begitulah wahai ‘Umar”.

Membaca kisah ini dulu saya takjub bertanya. Sebegitu mudahkah bagi orang semacam Umar ibn al khaththab menata ulang cintanya dalam sekejap? Sebegitu mudahkah cinta diri digeser ke bawah untuk memberi ruang lebih besar bagi cinta pada sang nabi? Dalam waktu yang sangat singkat. Hanya sekejap. Ah, alangkah indahnya jika saya bisa begitu. Bagi saya tak semudah itu. Cinta berhubungan dengan ketertawanan hati yang tak gampang dialihkan. Tetapi umar bisa. dan mengapa ia bisa? Ternyata bagi umar cinta adalah kata kerja. Maka menata ulang cinta baginya hanyalah menata ulang kerja dan amalnya dalam mencintai. Ia tak berumit-rumit dengan apa yang ada dalam hati. Biarlah hati menjadi makmum bagi kerja-kerja cinta yang dilakukan oleh amal salihnya.

Maka mari kita sederhanakan persoalannya. Bahwa cinta, -sebagaimana Umar memahaminya- adalah persoalan berusaha untuk mencintai. Bahwa cinta bukanlah gejolak hati yang datang sendiri melihat paras ayu atau jenggot rapi. Bahwa, sebagaimana cinta kepada Allah yang tak serta merta mengisi hati kita, setiap cinta memang harus diupayakan. Dengan kerja, dengan pengorbanan, dengan air mata, dan bahkan darah.

Di jalan cinta para pejuang, cinta adalah kata kerja. Biarlah perasaan hati menjadi makmum bagi kerja-kerja cinta yang dilakukan oleh amal shalih kita

Mata airnya adalah niat baik dari hati yang tulus
Alirannya adalah kerja yang terus menerus


***


begitulah sepenggalan cerita dalam Jalan Cinta Para Pejuang, milik Ust. Salim A. Fillah dalam bukunya. kisah yang selalu membuat saya berpikir semudah itukah memutar kedudukan cinta di hati kita? mungkin, sebab Umar bertetangga, berkehidupan bersama Rasulullah saw. melihat akhlak beliau, selalu membersamai beliau maka mudah saja bagi Umar untuk mengganti tingkatan cintanya berpindah kepada Rasulullah saw bukan lagi kepada diri sendiri. sedang kita? yang tak membersamai beliau saw, yang mengenal hanya lewat cerita guru mengaji dan buku-buku. jujur, bagi saya sulit, teramat sulit. maafkan, sungguh, wahai manusia yang malaikat pun tunduk padamu, aku ingin mencintaimu sebesar cinta Umar padamu.

bagaimana bisa Umar mengganti cintanya secepat itu? sebab bagi Umar, cinta adalah kata kerja. bukan soal betapa tampannya seseorang, atau cantik mempesonanya dia yang membuat cinta, tapi cinta adalah kata kerja, kita bisa mencintai dengan mudah seseorang yang bahkan diseluruh dunia ia tak dianggap ada ketika cinta kita berubah jadi kata kerja, ketika cinta yang kita punya menjadi perbuatan. 

ketika kita mencintai seseorang, namun takdir tak membersamai dan akhirnya Tuhan menuliskan kisah kita bersama orang lain, maka cinta kita berubah menjadi kerja, kerja untuk mencintai orang tersebut. buan lagi sebab cinta maka kita kerja, tetapi sebab kerja kita akan menghasilkan cinta. mungkin benar, butuh proses yang bisa jadi tidak singkat. namun, kerja kita kan menemui Surga, insyaAllah.

seperti mencintai dunia, saat mulai merasa dunia ini begitu indah, tak bisa ditinggalkan, begitu mencintai standar makhluk di bumi, melupakan langit yang menyimpan segala perasaan paling baik. maka mari katakan saat ini juga, bahwa kita lebih mencintai akhirat dibandingkan dunia, bahwa kita lebih merindukan kehidupan abadi dalam kebaikan dibandingkan dunia yang fana. maka, semoga Rabb kita memudahkan langkahlangkah ini, menjadi jejak yang mengguncang 'Arsy menawan malaikat untuk senantiasa mendo'akan. aamiin.

Senin, 02 Juni 2014

status (bagian ketigapuluh empat)


Cinta itu tidak selalu melekat pada kebersamaan, tapi melekat pada doa-doa yang disebutkan dalam senyap.
Itulah kenapa seorang Ibu bisa terus mendoakan anak-anaknya meski terpisah samudera dan benua.
Pun seorang istri/suami bisa terus membisikkan doa-doa terbaik bagi pasangannya, meski telah terpisah oleh kematian.
Tidak bersama secara fisik, tapi bersama dalam doa-doa terbaik.
 
Cinta itu buta, dek. Nah, ketika menikah, kita baru terbuka matanya lebar-lebar. Paham.
Nasehat orang tua ini brilian sekali menjelaskan banyak hal.

Tidak semua orang bisa jadi presiden. Tapi semua orang bisa bahagia dengan apapun pekerjaan dan kehidupannya. Sesederhana apapun itu menurut penilaian orang.
Inilah salah-satu misteri indah kehidupan.
Jangan sampai kita ini cukup segalanya, tapi mudah pencemburu, selalu merasa kurang, pendengki, dan tidak bahagia nyata2nya (meski mulut selalu bilang saya bahagia dan baik2 saja).


Senyum adalah jembatan yang menghubungkan antara dua mata.
Kalimat yang santun dan baik adalah jembatan yang menghubungkan antara dua telinga.
Perbuatan yang mulia adalah jembatan yang menghubungkan antara dua hati.
Maka, jangan ragu2 membangun jembatan setiap hari. Bukan sekadar agar kita selalu terhubung dalam kebaikan, tapi yang lebih penting, agar kita tidak terisolasi dari kebahagiaan.
Tentu bukan hanya desa atau kampung saja yang bisa terpencil, manusia juga bisa disebut 'manusia terpencil'. Yang sayangnya bukan karena posisi geografisnya, tapi karena dia tidak mau membangun jembatan2 penghubung tersebut.


Siapa yang meletakkan cintanya hanya di mata, maka hanya sampai disanalah awal dan akhir semua kisah.
Siapa yang meletakkan cintanya hanya di kaki dan tangan, maka juga hanya disanalah tempat terjauh yang bisa digapai.
Tapi barangsiapa yang meletakkan cintanya di hati, mematuhi aturan main dan senantiasa bersabar, maka dari sanalah semua kisah akan mekar bercahaya, wangi memesona.
 

Ketika kita tidak bisa melupakan sesuatu, kejadian, atau seseorang, maka bukan berarti kita tidak bisa terus beranjak maju.
Dengan terus melangkah, cepat atau lambat, semua beban kenangan akan tertinggal di belakang.
 

Nasehat ini mungkin relevan buat siapapun, ditulis di banyak tempat, bahwa:
Ada orang2 yang boleh jadi sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh, dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justeru membawa kedamaian.
 

Acara gosip di negeri ini sudah keterlaluan. Hal2 yang sejatinya adalah aib, diberitakan dengan terbuka. Dilahap begitu semangat, dipelototin, dicungkil hingga detail.
Ya Allah, pekat sekali bau bangkai di mana-mana.
Lindungi kita dan keluarga kita. Matikan televisi, jangan klik link beritanya, jangan baca, jangan share, jangan digunjingkan, jangan dijadikan becandaan. Percayalah, jika kita bisa menahan diri soal bergunjing, besok lusa akan ada hadiah spesial bagi kita. Itu janji Allah.

"Cinta pertama itu tidak spesial; karena yang paling spesial adalah cinta terakhir dan itu selama-lamanya. Tetapi jika kalian beruntung, akan lebih spesial lagi jika cinta pertama itu sekaligus menjadi cinta terakhir dan selama-lamanya.
Situasi ini hanya terjadi jika kita menjaga perasaan kita dengan baik, bukan setiap saat bisa jatuh hati ke siapapun, cepat sekali GR, lantas dinyatakan dengan mudah sekali, untuk berganti cinta lagi juga dengan mudah."
 

Cinta itu tidak selalu melekat pada kebersamaan, tapi melekat pada doa-doa yang disebutkan dalam senyap.
Itulah kenapa seorang Ibu bisa terus mendoakan anak-anaknya meski terpisah samudera dan benua.
Pun seorang istri/suami bisa terus membisikkan doa-doa terbaik bagi pasangannya, meski telah terpisah oleh kematian.
Tidak bersama secara fisik, tapi bersama dalam doa-doa terbaik.
 

"Mencintai" dan "membenci" berasal dari mata air perasaan yang satu.
Banyak orang mencintai yang kemudian jadi membenci. Dan lebih banyak lagi orang2 yang membenci namun dia sungguh mencintai, menyebut namanya dalam senyap.
 

"Memiliki" dan "melepaskan" berasal dari mata air perasaan yang satu, hanya berbeda tujuan alirannya, tapi sejatinya sama.
Karena memiliki bahkan bisa dalam bentuk melepaskan, membiarkannya terbang bahagia. Pun sebaliknya, melepaskan bisa selalu berarti memiliki, memiliki kenangan terbaik, memiliki cinta terbaik meski dilepaskan.
 

Bukankah banyak kerinduan saat kita hendak melupakan?
Dan tidak terbilang keinginan melupakan dalam rindu?
Hingga rindu dan melupkan jaraknya setipis benang saja.

Kenapa sih spion sebelah kiri sepeda motor itu harus dicopot? Kenapa? Sudah bagus2 dikasih dua, dicopot yang kirinya. Silahkan perhatikan jalanan, banyak sekali yang dicopot.
Ini salah-satu yang saya tidak paham dengan sebagian pengendara sepeda motor.
Kenapaaaaa?
*sebagai catatan, UU No 22/2009 tentang LLAJ mewajibkan spion. Peraturan Pemerintah No 55 tahun 2012 tentang Kendaraan ditegaskan bahwa jumlah kaca spion harus dua.
 
 

Saya tidak menjawab setiap email pertanyaan.
Karena hampir semua pertanyaan kalian dalam email itu sudah pernah ada jawabannya di page ini. Silahkan baca ribuan postingan di page ini, full gratis (siapapun yang butuh jawaban atas masalah hidupnya, maka pahamilah: membaca adalah cara terbaik belajar, bukan langsung bertanya). Nah, jika saya merasa perlu merespon satu-dua email, maka akan saya jawab secara terbuka di page, tidak personal.
Saya tidak membuka jasa konsultasi, jasa curhat, jasa titip doa, apalagi jasa titip salam kayak di radio. Kalau besok lusa saya tertarik membukanya, akan saya umumkan daftar tarifnya berapa.
Jangan pernah tertipu, saya itu adalah penulis full komersil dalam industri besar. Boleh jadi, ketika saya berminat atas masalah hidup orang lain, itu semata-mata untuk keperluan riset bisnis ini. Orang tua kalian, keluarga kalian, teman2 terbaik kalian jelas adalah tempat yang lebih brilian untuk bertanya, kasih sayang mereka lebih tulus dan murni.
*Tere Liye
**disampaikan berkali2 agar tidak ada dusta di antara kita
 

Pertanyaan: "Bang Tere, saya itu sering dimarahi di rumah oleh orang tua, sepertinya apa yang saya lakukan semuanya salah. Ini salah, itu salah, dikit2 salah. Apakah orang tua saya sayang dengan saya? Atau mereka kecewa dengan saya?"
Jawaban: Saya tidak tahu. Saya harus bertanya langsung ke orang tua kamu untuk tahu apakah mereka sayang atau tidak.
Tapi beginilah, kamu tahu listrik? Maka ketahuilah, sedikit sekali orang yang pernah melihat listrik mengalir di dalam kabel. Tapi bukan berarti tidak ada listrik di dalamnya. Lampu menyala, televisi menyala, kulkas, setrika, pompa air, semua menyala. Dengan kita tidak bisa melihat listriknya, tidak berarti tidak ada, bukan?
Begitu pula dengan kasih sayang orang tua. Dengan kita tidak mengerti, salah paham, diomeli, tidak bisa melihat kasih sayang tersebut, tidak berarti tidak ada. Kita tumbuh besar, jadi remaja yang sehat adalah bukti "menyala"-nya kasih sayang orang tua. Kalau soal sering dimarahi, itu sih simpel hanya dinamika berkeluarga.
Nah, semoga kita tidak telat mengetahui soal ini, karena persis seperti listrik, kita baru tahu persis tidak ada listrik di kabel2 itu ketika lampunya tidak menyala, televisinya membisu, mati listrik, baru terasa, hei, ternyata selama ini ada listrik yang mengalir.
Semoga paham.
**saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan ke saya, dan sy tdk sempat menjawabnya secara personal satu-persatu.

Pertanyaan: "Bang Tere, saya menyukai seseorang di sekolah. Apa yang harus saya lakukan? Apa saya harus bilang kalau saya suka?"
Jawaban: Tergantung. Kamu suka banget atau suka aja. Kalau memang suka banget, besok sudah langsung mau menikah, silahkan bilang, terus temui orang tuanya. Kalau hanya suka aja, senang lihat dia dari jauh, senang disapa, lebih baik disimpan saja rasa sukanya. Lebih baik fokus sekolah, belajar. Besok lusa, kalau memang jodoh, tidak akan kemana.
Dibiarkan saja rasa sukanya, jalani aktivitas sehari2 seperti biasa, lama-lama juga padam sendiri. Bukan sebaliknya, dibesar2kan, rusuh sendiri, misalnya dia cuma komen di FB kita, kita sudah heboh sendiri--padahal cuma komen simpel "bagus ya fotonya". Menurut penelitian mutakhir, rasa suka jaman remaja itu paling hanya menggebu2 sekitar 3-4 bulan, lewat dari itu, malah lucu saat diingat2 lagi. Selamat menikmati momen2 "suka aja" tersebut, karena besok lusa, akan tiba momen2 "suka banget"-nya.
Kurang lebih demikian.

Jika orang lain dengan cepatnya melupakan kita; maka sebaliknya, kita bisa memilih untuk terus mengingatnya (dengan hati yang lapang). Bahkan meletakkannya di bagian terbaik kenangan kita.
  
Adik2ku, jangan berkecil hati kalau kita memilih jalan yang berbeda, lantas orang2 mentertawakan kita, menganggap remeh.
Ada nasehat lama yang mungkin menarik buat kita terkait situasi ini: "Orang2 boleh saja tertawa melihat seseorang berbeda sendirian, tapi sejatinya, seseorang yang berbeda itulah yang lebih berhak tertawa melihat kenapa mereka justeru mau-maunya sama dengan orang kebanyakan."
 
'Pintu hati' itu tidak seperti pintu bendungan, yang kapanpun aman dibuka tutup, tidak merembes. Dalam urusan perasaan, sekali pintu hati dibiarkan terbuka, maka susah payah menutupnya kembali, tetap merembes, bahkan lubang bocornya jebol dimana2, membahayakan seluruh bendungan.
Maka, jika kita belum siap, belum niat serius, maka jangan suka membuka tutup pintu hati. Dan tentu saja, jangan mau digombalin oleh orang yg terbiasa sekali membuka tutup pintu hatinya, sudah kayak portal jalan, siapapun bisa melintas.
 
Dek, perasaan itu bukan kayak angkot, yang siapapun bisa naik. Pun perasaan itu juga bukan kayak angkot, yang sering banget ngetem.
Perasaan itu sesuatu yang berbeda. Hanya yang benar2 serius boleh naik; dan dia pun boleh jadi tidak akan ngetem terlalu lama menunggu penumpang.
*Tere Liye
**sy tidak sedang menghina angkot, hanya perumpamaan
 

Saya baru tahu kalau ISTRI-ISTRI pejabat itu juga punya ajudan--yg jelas dibayari oleh uang rakyat.
Karena selama ini yang saya tahu, bahkan Umar Bin Khattab saja berjalan kaki, membiarkan pelayannya naik unta, bergantian. Umar yang amat mulia itu, bahkan disangka pembantu, dan pelayannya adalah khalifah.
Kita jangan2, benar2 telah terputus dengan teladan agama sendiri.
 
Pak Menteri yang mulia bilang: "Jika ada satu kelas bunuh diri massal usai UN, baru bisa dipikirkan ulang penyelenggaraan UN."
Demikianlah kiranya tanggapan beliau. Diskusi selesai. Kalian yang nyuruh UN dihapus silahkan berdiri di pojok kelas sana, angkat satu kaki, kuping dijewer.
 

*"Setidaknya"
Setidaknya perasaan itu sifatnya gratis. Rindu misalnya, tidak bayar sama sekali, kalau rindu itu sampai bayar, aduh, bisa jadi fakir semua para pencinta di dunia ini. Rindu satu jam bayar 10.000, rindu sepanjang tahun, berapa biayanya?
Setidaknya perasaan itu juga sifatnya tidak diskriminatif. Jatuh cinta misalnya, tidak ada diskriminasinya, kalau sampai ada, bisa jadi yang pesek dilarang jatuh cinta sama yang mancung, nyatanya boleh2 saja. Banyak yg pesek berjodoh sama yang mancung, malah kisah cinta mereka spesial.
Setidaknya perasaan itu juga sifatnya bukan ujian nasional. Kalau rasa sayang itu ada UN-nya, bisa jadi, angka kecurangan membumbung tinggi. Lihat saja, orang2 bahkan ingin tahu sekali siapa yang melihat profile FB-nya? Bila perlu dengan software khusus.
Pada akhirnya, ketahuilah, setidaknya perasaan itu juga sifatnya berdiri sendiri. Bahkan ketika ditolak sekalipun, disuruh ngaca sana, dihina dsbgnya, kita tetap bisa bilang itu perasaan, bukan? Tetap bisa disebut cinta, tetap bisa dibilang sayang, bukan?
Maka lengkapilah dengan yang disebut: "kehormatan perasaan", maka insya Allah kita bisa selalu menjaga diri. Jangan tumpah ruah perasaannya, bikin becek di timeline, jangan mau diajak berdua2an, dipegang2, jangan mau. Jangan mau melakukan hal sia-sia hingga merusak diri sendiri. Barangsiapa bisa menjaga kehormatan perasaannya, dia akan bisa menjaga kehormatan dirinya.

Saya selalu menemukan komentar seperti ini di setiap postingan tentang ujian, seleksi sekolah, dan sejenisnya: "Makanya belajar dong, biar lulus. Kalau malas dan bego, jangan salahkan siapapun nggak lulus. Apalagi sampai bunuh diri."
Buat siapapun yang ringan sekali menulis komen ini, saya berdoa, semoga kalian besok lusa tidak dalam situasi: Sudah belajar habis2an, ternyata tetap tidak lulus (karena kalian ternyata lebih bego dibanding ribuan murid2 lain yang lebih pintar).
Ketahuilah adik2 sekalian, jika pendidikan itu hanya fokus mendidik yang pintar2 saja, murid2 paling rajin, maka siapa yang akan mendidik orang2 yang bego dan malas? Jika sekolah hanya mengurus angka2 di ijasah/rapor, orang2 jenius, maka siapa yang akan mengurus yang bahkan lambat sekali mengenal huruf A?
Mendidik adalah sebuah tuntunan, guru2 terbaik akan bisa menuntun, merawat benih seperti apapun, hingga bisa tumbuh kelak esok lusa menjadi sosok yang penuh budi pekerti luhur, jujur dan bermanfaat bagi sekitar.

Sahabat yang baik bagai tutup kaleng sarden, rapat menjaga aib dan rahasia kawan karibnya. Kedap udara.
Dan berbeda dengan kaleng sarden, dia tidak akan pernah membukanya atau bisa dibuka oleh siapapun.
 

Jadikanlah wajah tulus dan kebaikan, maka kita tidak perlu membeli bedak seumur hidup untuk membuat wajah cantik.
Jadikanlah bibir tersenyum bahagia, maka kita tidak perlu membeli sepotong lipstik untuk membuat bibir indah.
Jadikanlah mata yang selalu menatap bersahabat, maka kita tidak perlu membeli pewarna atau penebal alis.
Dan kabar baiknya, bahkan saat sudah keriput, tidak tertolong lagi oleh kosmetik fisik, maka kita justeru semakin menawan dengan kosmetik hati.

Hidup ini terbatas, dan hanya sekali. Jadi jangan habiskan dalam kenangan orang lain.

Jangan bersedih jika melihat banyaknya ketidakadilan bisa pongah di sekitar kita. Orang2 menyuap, menyogok bisa masuk pekerjaan/sekolah dan bangga sekali pula. Orang2 berkolusi, membeli hukum dan congkak pula. Orang2 begitu mudahnya zalim mengambil hak orang lain, dan kita tersingkirkan, dirugikan.
Jangan pernah bersedih hati. Allah tidak tidur. Selalu yakini ini, sambil tersenyum lapang. 

Jangan habiskan masa muda kita yang cemerlang hanya untuk pacaran. Rugi. Apalagi jika sampai membuat sekolah gagal, itu tekor berkali2.
Mending habiskan berpetualang melihat dunia, ikut gerakan sosial membantu daerah2 terpencil, belajar, melakukan hobi yang positif, itu jauh lebih keren.
Tenang saja, akan tiba masanya untuk jatuh cinta, punya pasangan jiwa sehidup-semati. Akan datang sendiri ketika kita sudah siap, matang dan mampu mengambil keputusan terbaik.

Dalam agama kita, membicarakan aib orang lain itu:
1. Jika benar maka itu masuk gunjing
2. Jika dusta maka itu masuk fitnah
Paham tidak, sih? Berhenti ngomongin aib keluarga, dsbgnya milik orang lain. Muslim yang baik tidak akan pernah mau dekat2 membicarakan aib orang, malah dipertontonkan. Tidak lucu sama sekali.
*Tere Liye

Beberapa hari lalu, sebuah sepeda motor melawan arus/arah, lantas menabrak mobil. Pemotor yang melawan arus ini meninggal. Polisi bilang, kita tidak lihat siapa yang salah, ini musibah, sebaiknya pengemudi mobil menyantuni pemotor. Kali ini, saya paham, sepertinya motor selalu dibela--meski jelas sekali melanggar hukum.
Kemarin2, sebuah sepeda motor ditabrak mobil dinas salah seorang Walikota, polisi membiarkan mobil dinas tersebut melenggang pergi. Kali ini, saya bingung, jadi bagaimana sebenarnya?
Saya banyak sekali bingungnya soal penegakan hukum di negeri ini. Mungkin memang sudah "Negeri Para Bedebah" sekali.

Menunggu seseorang yang ternyata tidak menunggu kita, itu sama saja seperti kita menunggu kereta lewat di halte bus.
Tidak akan lewat sampai kapan pun itu kereta.

Kekeliruan fatal dari orang yang jatuh cinta adalah: dia menginginkan cintanya berbalas, pengin tahu apakah seseorang itu juga suka atau tidak. Padahal sebenarnya, jatuh cinta itu sendiri sudah anugerah. Sudah spesial. Terlepas dari dibalas atau tidak, tahu atau tidak.
Ayo, jangan galau, lebih baik memperbaiki diri, belajar banyak hal, sambil terus menjaga diri, kehormatan perasaan, tahu batas2nya. 

Jika kita menyukai teman karena dia tampan, cantik, kaya, pintar, populer, baik dan semua kelebihan lainnya, maka itu sih lumrah saja. Rumus umum yang berlaku di dunia.
Tapi jika kita tetap berteman dengan seseorang yang jelek (maaf), miskin, biasa2 saja, tdk ada prestasinya, maka itu sebuah pertemanan yang baik.
Nah, jika kita tetap berteman dengan seseorang yang bangkrut, melakukan kesalahan, dijauhi orang lain, tetap membantunya, memberikan kekuatan, motivasi agar terus memperbaiki diri maka jelas itu sebuah keistimewaan. Amat spesial.

Ada beda yang besar sekali antara: "kebenaran" dan "pembenaran".
Kabar buruknya, jika kita terbiasa melakukan "pembenaran", maka lama-kelamaan, kita menganggapnya sebuah "kebenaran", bahkan bersedia membela habis2an. Hilang sama sekali kesempatan untuk berubah, atau minimal, mendengarkan pendapat orang yang sungguh peduli kepada kita.

Ketika kita memilih hidup dengan topeng, dan orang2 menyukainya. Maka sesungguhnya itu masalah kita.
Tapi ketika kita tampil adanya, dan orang2 ternyata tidak suka, bahkan membenci. Maka sesungguhnya itu masalah mereka.
Pahamilah perbedaan kedua hal ini.

Memilih pasangan itu bukan sekadar lihat fisik luarnya.
Karena kalau hanya itu, bukankah kalian sendiri pernah mengalaminya? Mengambil potongan paling besar, ternyata itu bukan rendang, itu lengkuas yang tertutup bumbu lezat. Luarnya memang sama2 menggoda, tapi ketika digigit rasanya berbeda.
Demikianlah.

May's read 2014


oke, kenalan dulu dengan buku pertama, SPBU ; dongeng sebelum bangun. karangannya ayah Pidibaiq. dari awal ambil bukunya sadar banget gimana penulisan surayah ini. jangan mengharapkan kekocakan kayak di komik-komik seru lainnya, kalau kalian sudah baca serial Drunken yang dibuat beliau kalian akan paham perasaan saya. tapi yaa, saya ngakak juga bacanya #duh #selerahumor isi buku ini jauh dari lawakan yang disukai masa kini, tapi saya tetap ngerasa lucu aja bacanya, kadang yang ga nyambung ya udah lah saya sambungin #hah? ((maaf, udah ketularan)).

buku kedua, yang nyarinya susah banget, alhamdulillah karena ada proses barter dengan murid yang ultah beda sehari jadi bisa minta buku ini, kkkkk. Angels & Demons. karyanya oom Dan Brown, yang fix jadi satu dari sekian penulis favorite saya setelah saya mengkhatamkan The Da Vinci Code, jangan tanya betapa senangnya saya dapet buku ini. saya sudah review ga jelas buku ini di sini sila jika berkenan.

Friend(love)ship ; The Romantic Girls #1 adalah buku ketiga yang saya baca bulan ini. berkisah tentang 12 ((kayak boyband Korea)) perempuan cantik, cerdas, kaya, mandiri, berdedikasi, terpandang, dan cukup usia untuk menikah. dengan usia yang sudah kepala tiga, 12 perempuan mencari jodohnya, siapa yang berhasil memenangkan "piala bergilir"? ummm :) bahasanya ringan, khas anak jaman sekarang, konfliknya juga yaa standar bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari jadi kita ga akan ngerasa aneh sama konfliknya atau ngerasa kok fairytale banget ini novel? karena memang dibuat untuk mudah dibaca sama yang baca ((sumpah, efek S.P.B.U ini mah.))

selanjutnya, milih buku yang agak berat, yang bacanya pake mikir, Maryam Menggugat. dapetnya di bazaar juga, buku ini berkisah mengenai seorang muslim yang tertarik untuk meneliti video kampanye Save Maryam yang diluncurkan oleh Mercy Mission, sebuah lembaga sosial di Inggris yang mengkampanyekan "penyelamatan kaum muslim di Indonesia.", bagi yang sudah menonton videonya pasti tahu apa maksud pembuat video ini, bertujuan untuk mengumpulkan dana demi masyarakat Indonesia agar pertumbuhan kristeninasi tidak meraja lela. penulis meneliti kebohongan data dan niatan yang mungkin menjadi tujuan asli Mercy Mission ini, bagaimana mereka asal mengambil data, pernyataan yang tidak saling relevan. sayangnya, buku ini anti klimaks. ibaratnya kita sedang asik nonton film lalu di tengah perjalanan mati listrik dan setelah listrik hidup filmnya sudah habis, tapi kita tidak menemukan ending film tsb dimanapun. blas. cuma sekadar penutup do'a untuk Mercy Mission dan ga ada apa-apanya lagi. hah. so membuat bingung.

lalu ada Sherlock, Lupin, dan Aku. buku ketiga dari serial perjalanan, Holmes muda, Lupin, dan Irene Adler. kali ini berlokasi di Inggris dan hey, Liverpool! haha. berkisah tentang Biarawan Hitam yang mengiklankan sebuah kode papan catur yang segera disadari oleh Holmes bawa itu bukan iklan sembarangan ((hhhh, apa mulai sekarang wa juga harus merhatiin iklan-iklan di koran?)), lalu dimulailah petualangan menyenangkan bagi tiga makhluk ini. dan ohya, saya baru tahu kalau ada buku ke-empatnya. yehet! karena ini adalah series atau buku Sherlock yang bisa menarik hati saya selain karangan Sir Arthur. ((tepuk tangan))

buku ke enam ada Manusia Pilihan Tuhan, kisah tentang 25 Nabi utusan Allah. uhuhu, awa suka banget buku beginian, soalnya dengan baca buku ini jadi tahu kisah masing-masing nabi, jadi ga bego kalau kelak anak gue nanyain cerita hidup nabi-nabi Allah. ehey. bahasanya ringan, mudah dimengerti dan ada gambarnya sedikit.

berikutnya, a Garland for Girls karyanya mbak Louisa May Alcott. saya yang memang udah kepengen baca buku karangan beliau ini sejak namatin Little Women jelas senang banget, dong, bisa dapetin buku yang mungkin udah jarang banget di toko buku apalagi di Lampung ini. buku kali ini berkisah tentang cerpen gadis-gadis muda remaja yang setiap chapternya digambarkan dengan bunga, ada ivy, mawar, dll dsb ((awa lupa)) ((maafkan)). setiap chapternya memiliki pesan tersendiri di akhir kisahnya, yang kebanyakan adalah bagaimana memperlakukan orang disekitarmu, berbuat baik dan tentunya bermanfaat bagi orang lain. dan ternyata Louisa punya kehidupan seperti Jo, uhuhu Jo kesayanganku~~~~

yang kedelapan di tahun ini milik The Kite Runner, melihat sampul depannya dengan tagline "#1 New York Times Bestseller" cukup untuk meyakinkan diri bahwa saya harus membawa buku ini pulang ke rumah, tidak boleh lama-lama dibiarkan di toko buku ((kok malah jadi kayak mau maling)). berlatar Afghanistan pra, saat, dan pasca peperangan, digempur tentara Rusia, akhirnya di "selamatkan" Taliban, sampai berakhir saat dua gedung tertinggi Amerika dijatuhi bom. Amir dan Hassan, dua anak lelaki sepersusuan, jangan tanya betapa erat kasih sayang dan jalinan persaudaraan ((yang tidak mau di akui Amir kecil)) terjalin, dan jangan tanya betapa saya membenci Amir sampai akhirnya Tuhan berbaik hati menyelamatkan dia dan membalas semua perbuatan dosanya yang lalu dengan kesesakan dengan keterpurukan, dan dengan yakin saya sepakat bahwa dosa masa lalu seseorang bisa saja berakibat pada masa depan dia dan orang yang dicintainya. 490 halaman dan saya menangis meraung-raung di beberapa babnya, dan tentu saja setiap kalimat itu muncul, membuat hati kebas saat membacanya, "untukmu, keseribu kalinya.".

Al Quran Menyelami Rahasia Lautan adalah buku berikutnya di bulan ini. demi Allah, sebenarnya justru buku beginilah yang kita butuhkan sekarang. bukan buku yang isinya melulu cinta dan aturan dalam agama, iya itu penting memang, sangat. tapi seharusnya cukuplah satu ayat untuk menenangkan diri kita tentang hal-hal yang memang sudah diatur dan tak akan berubah sampai hari kiamat. sementara ilmuwan luar negeri berbicara soal pendidikan dan kita hanya diam. buku sains religi adalah salah satu favorite saya, apapun tema isinya, kalau udah sains dicampur agama, udah deh, lemah.

berikutnya, buku kesepuluh. Keistimewaan 65 Sahabat Pilihan. huhu, baca buku ini rasanya kepengen ada di jaman Rasulullah saw, jadi salah satu bagian dari keluarga besar muslim yang dipersatukan oleh ukhiwah. begitu indah. masing-masing diceritakan dengan jelas, sejak awal mula mengenal Islam, bertemu Nabi saw. kehidupan keseharian dan saat kembali kehadapan Rabbnya. indah. menggugah.

akhirnya, sampai pada satu buku yang ummmm bikin "apa sih bagusnya elo, kok kayaknya orang-orang yang gue suka (i mean admire) rekomendasiin elo?" ke 1Q84, buku punyanya Haruki Murakami, sebenarnya penasarannya bukan ke bukunya tapi ke penulisnya, akan tetapi karena nemunya cuma edisi 1Q84 yaa sudah, hajar aja yang ada. dibuat 3 jilid, dan saya baru menyelesaaikan jilid 1 nya yang sukses bikin saya kesel sama kakek Haruki. i mean, kek kenapa bisa asik gini sih nulisnya? kenapa bisa bikin saya penasaran dan akhirnya kesel sendiri, seneng sendiri, angguk-angguk kepala sendiri> ((itu sih karna lo bacanya pake mata kepalalo sendiri, Nay)) ((yaa maap)), jadi buku ini berkisah mengenai Tengo dan Aomame yang masing-masing punya jalan kehidupan sendiri-sendiri dan wa yakin kelak akan bertemu ((puter Afgan - Jodoh Pasti Bertamu eh Bertemu)), mereka berdua punya kisah unik dalam perjalanan hidupnya, pekerjaan yang unik atau bisa kita sebut melanggar hukum, dan akhirnya bermuara pada dunia yang unik. ah, sudahlah, baca saja kisahnya, saya toh jadi ga sabar ketemu jilid 2 dan 3 nya sesegera mungkin biar ga mati penasaran ((berarti wa jangan mati dulu sebelum baca sampe selesai)).


nah, dari pada semakin aneh aja saya cerita soal buku-buku ini kita sudahkan dulu sampai di sini, plus apa kalian tahu? kalau ga tau yaa sekarang saya kasih tau, yaa. tadi pagi saya dapet email, dari goodreads, isinya? ngasih tau kalau Cormoran Strike bakal keluar lanjutannya di tanggal 24 Juni, wa histeris seketika, dong. yaa menurut lo aja, sik. huhu, sayangku, maafkan jika aku tak menjagamu dengan baik @/uangdalamdompet