Selasa, 06 Mei 2014

ruang rindu


aku menggembuskan napasku perlahan ketika lagu ini mengalun di angkutan umum yang ku tumpangi pagi ini. ya, Letto - Ruang Rindu. pernah sangat berjaya di era keemasannya, lagu ini sungguh memikat telinga dan pendengar setia radio dimana-mana terbukti dengan banyaknya orang yang merequest lagu ini lewat telepon atau sms.

di daun yang ikut mengalir lembut
terbawa sungai ke ujung mata
dan aku mulai takut terbawa cinta
menghirup rasa yang sesakkan dada

aku ikut mengalunkan dengan tidak merdu lagu ini, lebih mirip berbisik, sih, yaa masa mau jejeritan karaokean di angkot. dan hey, mari kita menelisik sejenak lirik-lirik manis ini. seperti merasakan air mata yang jatuh saat bait pertama lagu ini, merasakan kepedihan, rasa penasaran berbaur ketakutan akan cinta yang belum tentu ada.

jalanku hampa dan ku sentuh dia
terasa hangat oh di dalam hati
kupegang erat dan ku halangi waktu
tak urung jua ku lihat dia pergi

tak pernah ku ragu dan selalu ku ingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
ku saat itu takut mencari makna
tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

otakku seperti otomatis membuka lembaran-lembaran kisah berbulan lalu. kisah yang sudah mati-matian ku kubur dalam kenangan. kisah yang sungguh tak ingin ku lihat lagi di masa depan.

pernahkah kalian merasakan kehilangan sesuatu yang bahkan belum kalian miliki? melepaskan hal yang bahkan belum sempurna kalian genggam? terhempas begitu saja saat kalian yakin takdir akan menunjukkan kebahagiaan?

aku kembali mengingat semua cerita, sentuhan dan tatapan mata. sengaja dan tak sengajamu. senyum dan tawa yang sama kita sembunyikan, berusaha tidak mengerti tanda-tanda yang alam tunjukkan. sesakku, takut mencintaimu. sebab kau bagai pualam, sedang aku masih setia di gerbang pemisah antara ingin dan tak ingin.

jika denganmu, aku takut cinta itu palsu.

jika denganku, aku takut cinta itu tak seutuhnya untukmu.

sementara kita sama-sama percaya, pada waktu yang kadang bergerak lamban dan kemudian berlari kencang tiba-tiba, bahwa ia akan membantu kita menemukan jawaban.

kau datang dan pergi begitu saja
semua ku terima apa adanya
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu kita bertemu

Tidak ada komentar: