Sabtu, 31 Mei 2014

gema


apa kau pernah, berdialog dengan pikiranmu sendiri?
seakan kau dan isi hatimu punya pendapat yang berbeda dengan pikiranmu, eh tapi aku tak tahu sih sebenarnya kita ini hati atau pikiran, atau bahkan berdiri sendiri?
semakin lama berdialog dengan pikiran dan hati, kau akan semakin berusaha mencari kebenaran dan akhirnya berusaha menemukan pembenaran.

ini menyedihkan.

bahkan aku seperti harus memberikan pengertian pada diriku sendiri.

bagaimana yaa mengatakan pada diri sendiri bahwa aku tak ingin?
apa aku sudah mulai gila sekarang? gila yang sesungguhnya, ummm atau aku harus bilang, gila intelek? hah? sekarang aku dalam taraf sok pintar sepertinya.

bermonolog dengan asiknya. seakan seluruh dunia mendengar dan paham sampai akhirnya berhenti bertanya-tanya akan jawaban yang sungguh malas kalau harus berulang kali dijelaskan. hahaha, saya seperti benar-benar memiliki sifat umum wanita, yaa? ((menurut lo aja, Nay)) inginnya semua orang mengerti tanpa harus capek menjelaskan.

seakan seluruh kalimat yang sudah ku keluarkan dari mulutku, untuk diriku sendiri, dan hanya dihadapakan diri sendiri juga menggema hingga sampai alam bawah sadarku. hingga aku tak tahu maksud sesungguhnya.

bagaimana yaa, menjelaskannya?

boleh saja kalau kau ingin merobek isi hatiku dan akhirnya paham sendiri.

sayang, tolong jangan memaksa.

aku bahkan sudah lelah sebelum kita mulai mencoba.

jika kau menginginkannya sekarang, itu artinya mudah, Tuhan tak mentakdirkan kebersamaan.

sayang, tolong menjauhlah, dari segala bayang dan angan. dari segala sesak dan rasa yang ia timbulkan.

aku lelah menggemakan yang seharusnya kita sudah tak perlu pertanyakan.

sebab aku percaya, tidak ada yang tidak Ia rencanakan sebaikbaiknya di kehidupan kita.

Tidak ada komentar: