Selasa, 06 Mei 2014

Angels & Demons ; saat malaikat dan iblis menunjukkanmu jalan pencerahan


"saya jatuh cinta pada Robert Langdon."

itu adalah kesimpulan pertama sesaat setelah menyelesaikan The Da Vinci Code, hey siapa yang tidak jatuh cinta dengan seorang pakar simbologi yang jago sejarah, otak cemerlang, dosen Harvard? he's absolutetly my favorite.

kita ga akan membahas tentang buku yang bercerita mengenai pengalaman Robert Langdon menelusuri semua kemungkinan untuk menyelesaikan kode Da Vinci yang diberikan oleh seseorang yang sudah meninggal. kita akan bicara tentang Angels & Demons, tentang bagaimana seorang Robert Langdon bisa terkenal di seluruh dunia, tentang kisah awal bagaimana semua penggila novel misteri - religi mengaguminya.

***

sempat menarik napas dan tersenyum manis ((ngakungaku)) saat sampai di halaman 33, saya sudah mempersiapkan diri bahwa novel ini akan penuh kejutan sebelas duabelas dengan The Da Vinci Code, sama seperti kalau lagi nonton filmnya Joko Anwar, sejak awal saya ga mau berekspektasi apapun selain yakin bahwa Robert Langdon adalah satu-satunya tokoh baik-baik di buku ini ((menurut lo aja!)), tanpa mengurangi rasa hormat pada tokoh yang lain saya tidak mau menyimpulkan apakah dia baik atau justru musuh dalam selimut dan bahkan pimpinan penjahat yang sesungguhnya sebelum saya benar-benar sampai ke halaman terakhir buku ini.

Robert Langdon mendapat telepon di pagi buta, dengan sebuah fax mampir ke meja kerjanya, sebuah fax berisi gambar mayat seorang lelaki dengan kepala berputar 180 derajat dan cap ambigram di dadanya, bertuliskan "Illuminati", dan dimulailah 24 jam terpanjang dalam hidupnya sejak ia memutuskan membantu si penelepon mencari tersangka pembunuhan tersebut.

judul buku : Angels & Demons ( Malaikat & Iblis )
penulis : Dan Brown
penerjemah : Isma B. Koesalamwadi
desain sampul : Tim Artistik Serambi
penerbit : Serambi Ilmu Semesta
cetakan : XVII Januari 2010

mengenyampingkan cover buku yang errrr diambil dari poster filmnya, buku ini benar-benar membuat saya jengkel. bagaimana tidak, iya saya sudah mempersiapkan jiwa raga untuk hal-hal penuh kejutan tapi sungguh karena pengalaman yang masih sedikit tentang gaya menulis Dan Brown saya masih suka kaget dan, "hah? lo gila. Dan Brown sakit jiwa." dll dsb sejenisnyalah pokoknya, kayak yang udah menduga begini taunya begitu. #huft

buku ini tentang agama Kristen Katolik, tentang pemilihan Paus, tentang simbol-simbol, tentang Illuminati -sebuah organisasi mengerikan dan mematikan yang "hidup" kembali setelah sekian lama terkubur sejarah. tentang ilmu pengetahuan yang melupakan Tuhan, tentang balas dendam. tentang gereja yang ingin mempersatukan umatnya. tentang suara hati seorang suci di hadapan Tuhannya. dan tentang kejutan spesial di akhir cerita. tentang malaikat dan iblis yang menunjukkanmu jalan untuk memecahkan semua masalah yang terjadi.

i mean, saya sudah cukup siap-siap bahwa plot twistnya akan jauh dari yang saya duga tapi ternyata sangat jauh, sangat jauh dari yang saya pikirkan sebelumnya. Oh My God, padahal saya berharap persaudaraan Illuminati di buku ini asli hkhkhk. tapi sudahlah, dengan cerita yang begini saja 4 hari saya sudah penuh debaran sebab rasa penasaran yang ga berhenti sebelum saya baca chapter berikutnya dan berikutnya lagi.



Tidak ada komentar: