Sabtu, 31 Mei 2014

gema


apa kau pernah, berdialog dengan pikiranmu sendiri?
seakan kau dan isi hatimu punya pendapat yang berbeda dengan pikiranmu, eh tapi aku tak tahu sih sebenarnya kita ini hati atau pikiran, atau bahkan berdiri sendiri?
semakin lama berdialog dengan pikiran dan hati, kau akan semakin berusaha mencari kebenaran dan akhirnya berusaha menemukan pembenaran.

ini menyedihkan.

bahkan aku seperti harus memberikan pengertian pada diriku sendiri.

bagaimana yaa mengatakan pada diri sendiri bahwa aku tak ingin?
apa aku sudah mulai gila sekarang? gila yang sesungguhnya, ummm atau aku harus bilang, gila intelek? hah? sekarang aku dalam taraf sok pintar sepertinya.

bermonolog dengan asiknya. seakan seluruh dunia mendengar dan paham sampai akhirnya berhenti bertanya-tanya akan jawaban yang sungguh malas kalau harus berulang kali dijelaskan. hahaha, saya seperti benar-benar memiliki sifat umum wanita, yaa? ((menurut lo aja, Nay)) inginnya semua orang mengerti tanpa harus capek menjelaskan.

seakan seluruh kalimat yang sudah ku keluarkan dari mulutku, untuk diriku sendiri, dan hanya dihadapakan diri sendiri juga menggema hingga sampai alam bawah sadarku. hingga aku tak tahu maksud sesungguhnya.

bagaimana yaa, menjelaskannya?

boleh saja kalau kau ingin merobek isi hatiku dan akhirnya paham sendiri.

sayang, tolong jangan memaksa.

aku bahkan sudah lelah sebelum kita mulai mencoba.

jika kau menginginkannya sekarang, itu artinya mudah, Tuhan tak mentakdirkan kebersamaan.

sayang, tolong menjauhlah, dari segala bayang dan angan. dari segala sesak dan rasa yang ia timbulkan.

aku lelah menggemakan yang seharusnya kita sudah tak perlu pertanyakan.

sebab aku percaya, tidak ada yang tidak Ia rencanakan sebaikbaiknya di kehidupan kita.

Jumat, 30 Mei 2014

Sapardi Djoko Darmono ; dan serpihan sajak cintanya


Ia hanya ingin menangis lirih saja. sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik. di lorong sepi. pada suatu pagi.

Bukankah tak ada huruf kapital ketika kita bicara ? bukankah kisah cinta memang tak memerlukan tanda baca ?

Cemaskah aku kalau nanti air hening kembali, cemaskah aku kalau gugur daun demi daun lagi. 

Ada yang ingin membebaskan hujan dengan telapak tangan yang jari-jarinya bergerak gemas - hujan pun tersirap: air mata. 
 
Ada yang memperhatikannya dari seberang sungai, tetapi ia tak melihatnya ada.
 

Kata hujan kepada lampu jalan, "Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga malam."

kita pandang daun bermunculan
kita pandang bunga berguguran
kita diam: berpandangan
 

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya. 

Dalam setiap kata yg kau baca selalu ada huruf yg hilang. Kelak kau pasti akan kembali menemukannya di sela2 kenangan penuh ilalang.
 

Pada suatu saat nanti, jasadku tak ada lagi, tapi dalam bait-bait sajak ini, kau takkan kurelakan sendiri.
 

Pandanglah aku yang masih sempat ada, pandanglah aku: sebelum susut dari suasana.

"Aku menyanyi untukmu” katamu. Aku diam, mendengarkan gerimis yang berderai, lalu bagai benang terurai dari langit yang dalam.

Pada suatu hari nanti, impianku pun tak dikenal lagi. Namun di sela-sela huruf sajak ini, kau takkan letih-letihnya kucari.

Tapi dalam bait bait sajak ini. Kau takkan kurelakan sendiri. Pada suatu hari nanti.

Tiba-tiba menjelma isyarat, Merebutmu entah kapan bisa kutangkap.

Bahwa kata-kata adalah segalanya dalam puisi.

Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang.

Nanti dulu, biarkan aku sejenak trrbaring di sini, ada yang senantiasa ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput.

Karena tak dapat ku ungkapkan kata yang paling cinta, ku pasrahkan saja dalam doa.

Mencintai angin harus menjadi siut, mencintai air harus menjadi ricik, mencintai gunung harus menjadi terjal.

Kita mungkin memang diciptakan, agar ada yang bisa merasa bahagia.

Setiap kali merindukannya, aku pun pergi tidur agar ia muncul. Andai kata tahu itu mimpi belaka, takkan mau aku kembali terjaga.

Kubiarkan cahaya bintang memilikimu. Kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya gelisah.

Penyair hujan.. aku jatuh cinta pada cakrawala, maka tolong ajari aku cara menebas jaraknya.

Dan karena hidup itu indah, aku menangis sepuas-puasnya.

Meruntuhkan segala penjara rasa, membebaskan aku dari derita ini, dukamu menjadi sejarah silam, dasarnya kujadikan asas.

Ia sprti yg engkau katakn, tdk sprti kita sma sekali. Tuhan, merawat sgla yg kita kenal & juga yg tdk kita kenal & yg tak pernah kita kenal.

Butuh beberapa lama untuk mengerti kamu, pada isi di dalam ruang, pada spasi di dalam jarak, pada rindu yang berserak.

Kukirimkan padamu beberapa patah kata yg sudah langkah, jika suatu hari nanti mrk mencapaimu, rahasiakan, sia-sia saja memahamiku.

Kau bertanya tentang puisi yang indah, berulang aku bilang tak tahu batas-batasnya, aku hanya tahu puisi yang begitu terbacakan

Tak bisa kutolak matahari, memaksaku menciptakan bunga-bunga.

Puisi adalah ingin mengatakan begini, tetapi dengan cara begitu.

Masih sempat kulihat risik cinta lewat meripatmu, untuk merapat, sejauh waktu yang paling kekal.

Puisi harus diterjemahkan ke puisi. Karena itu yang menerjemahkan puisi harus penyair.

Mencintaimu, harus menjelma aku.

Ia tampak gemetar karena rindu yang tak mungkin dipahami siapa pun.

Langit; dimana berakhir setiap pandangan, bermula kepedihan rindu itu.

Kita berdua saja, aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput - kau entah memesan apa.

Ku tak tahu mengapa merindu, tergagap gugup di ruang tunggu.
    

Kamis, 22 Mei 2014

for you, a thousand times over


"untukmu, keseribu kalinya." adalah kalimat pamungkas dalam buku The Kite Runner yang baru saja saya selesaikan. tidak, kali ini bukan tentang bukunya, bukan tentang betapa saya membenci Amir untuk apa yang sudah terjadi kepada Hassan, kita tidak akan membicarakan itu. ini tentang kalimat manis ini,

"for you, a thousand times over."

aku sudah berjanji, bahwa apapun yang ku lakukan adalah untuk-Nya, maka apapun yang Ia takdirkan adalah baik. bagiku, duniaku, dan juga akhiratku. maka aku berjanji, untukMu, yang keseribu kalinya. keseribu kalinya. dan semoga aku bisa menjadi seperti Hassan, memegang teguh janji-janji yang ku buat.

semoga kelak, saat Tuhan berkeinginan dengan segala hal yang tepat kau atau aku terlebih dahulu yang menemukan, aku dan kau bisa sama-sama mengatakan kalimat ini saat satu dari kita seling berbisik mengenai mimpi-mimpi dan tersenyum sembari mencoba meyakinkan hati bahwa kita bisa melalui semua hal dengan baik-baik saja.

dan aku menemukan diriku berjanji untuk dia, yang semoga aku tak salah memimpikan ini semua, mendekapnya dan tahu bahwa darahku sudah mengehidupinya selama sembilan bulan, dan bahwa saat kelak aku melihat ke dalam matanya aku akan menemukan diriku atau dirimu dalam pantulannya. melihatnya berkembang, menjadi saksi saat dia menjejakkan langkah pertamanya, menjadikannya segalanya dalam hidupku. aku akan memberimu nama paling indah, sayang. menghujanimu dengan cinta yang melangit dan sedalam samudera.

semoga, Allah memudahkan. aamiin.



Jumat, 16 Mei 2014

andai saja semua mimipi itu nyata
andai saja semua harap itu bisa ku sentuh
andai saja bahagiamu itu aku

aku tak ingin memaksamu
dan kaupun tak perlu memaksakan dirimu sendiri
kau tak mencintaiku, aku tahu
kau bisa meninggalkanku, aku akan baik-baik saja

aku tahu kau tak akan menahanku menjauh
seperti aku yang tak mampu menahan tangisku memeluk  bayanganmu
 
seandainya saja bahagiamu itu aku
sayangnya, bukan
bukan aku yang ada dalam harapmu

sebesar aku menginginkanmu, sebesar itu pula kau menginginkannya

aku tahu, waktu akan selalu berbaik hati menyembuhkan segalanya
seandainya saja kita tidak dipertemukan sebelumnya
mungkin kini aku tidak sedang kerepotan membalut luka dihatiku
seandainya aku bisa mengatur hatiku untuk memilih seseorang untuk ku jatuhkan cinta
aku tak akan mau meletakkannya di hadapanmu

Selasa, 13 Mei 2014

mata air perasaan ; aku hanya sedikit meminta


"Memiliki" dan "melepaskan"
Berasal dari mata air perasaan yang satu
Hanya berbeda tujuan alirannya
Tapi sejatinya sama
Memiliki bahkan bisa dalam bentuk melepaskan
Membiarkannya terbang bahagia
Pun melepaskan bisa selalu berarti memiliki
Memiliki kenangan terbaik
Memiliki cinta terbaik meski dilepaskan

"Mencintai" dan "membenci"
Apalagi yang satu ini, Kawan
Sungguh berasal dari mata air perasaan yang satu
Bening sekali mata air tersebut
Tapi kemudian berbeda alirannya karena egoisme
Padahal sejatinya sama
Banyak orang mencintai yang kemudian jadi membenci
Dan lebih banyak lagi orang2 yang membenci
Namun dia sungguh mencintai
Menyebut namanya dalam senyap

"Rindu" dan "Melupakan"
Juga berasal dari mata air perasaan yang satu
Mengalir deras begitu sejuk muasalnya
Tapi kemudian berbelok masing2 sesuai keinginan
Asalnya sih sama saja
Bukankah banyak kerinduan saat kita hendak melupakan
Dan tidak terbilang keinginan melupakan dalam rindu
 
Di dunia ini
Jika kita duduk takjim di tepi sungai kehidupan
Kita bisa merasakan hakikat perasaan2
Dan kadangkala, sesuatu yang terlihat bertolak-belakang
Sejatinya berasal dari hal yang sama

Inilah sajak mata air perasaan
Tidak mengapa terpaksa melepaskan demi memiliki
Tergugu cinta dalam kebencian
Pun rindu dalam usaha melupakan
Sepanjang patuhi rambu2 agamanya
Jangan merusak diri sendiri dan orang lain
Kita manusia,
Besok lusa semoga jadi lebih baik

*Tere Liye
 
 


***


setelah sekian lama aku mencoba bertahan dengan luka, mengapa kau kembali? mengapa kau datang lagi saat aku sudah berhasil meyakinkan hatiku bahwa kami -aku dan hatiku- akan baikbaik saja saat berita itu tiba? mengapa kini, kemanapun aku berjalan kau seolah satu hasta di hadapanku.

lantas, bagaimana aku harus bertahan?

haruskah aku merapuhkan hatiku lagi?

tak mengertikah kau aku sudah kelelahan?

jika memang takdir tak menyatukan, aku hanya sedikit meminta
biarkanlah aku bahagia sendiri
aku hanya sedikit meminta, tak ada lagi kau dan semua bayanganmu dalam pandang mataku

Selasa, 06 Mei 2014

Angels & Demons ; saat malaikat dan iblis menunjukkanmu jalan pencerahan


"saya jatuh cinta pada Robert Langdon."

itu adalah kesimpulan pertama sesaat setelah menyelesaikan The Da Vinci Code, hey siapa yang tidak jatuh cinta dengan seorang pakar simbologi yang jago sejarah, otak cemerlang, dosen Harvard? he's absolutetly my favorite.

kita ga akan membahas tentang buku yang bercerita mengenai pengalaman Robert Langdon menelusuri semua kemungkinan untuk menyelesaikan kode Da Vinci yang diberikan oleh seseorang yang sudah meninggal. kita akan bicara tentang Angels & Demons, tentang bagaimana seorang Robert Langdon bisa terkenal di seluruh dunia, tentang kisah awal bagaimana semua penggila novel misteri - religi mengaguminya.

***

sempat menarik napas dan tersenyum manis ((ngakungaku)) saat sampai di halaman 33, saya sudah mempersiapkan diri bahwa novel ini akan penuh kejutan sebelas duabelas dengan The Da Vinci Code, sama seperti kalau lagi nonton filmnya Joko Anwar, sejak awal saya ga mau berekspektasi apapun selain yakin bahwa Robert Langdon adalah satu-satunya tokoh baik-baik di buku ini ((menurut lo aja!)), tanpa mengurangi rasa hormat pada tokoh yang lain saya tidak mau menyimpulkan apakah dia baik atau justru musuh dalam selimut dan bahkan pimpinan penjahat yang sesungguhnya sebelum saya benar-benar sampai ke halaman terakhir buku ini.

Robert Langdon mendapat telepon di pagi buta, dengan sebuah fax mampir ke meja kerjanya, sebuah fax berisi gambar mayat seorang lelaki dengan kepala berputar 180 derajat dan cap ambigram di dadanya, bertuliskan "Illuminati", dan dimulailah 24 jam terpanjang dalam hidupnya sejak ia memutuskan membantu si penelepon mencari tersangka pembunuhan tersebut.

judul buku : Angels & Demons ( Malaikat & Iblis )
penulis : Dan Brown
penerjemah : Isma B. Koesalamwadi
desain sampul : Tim Artistik Serambi
penerbit : Serambi Ilmu Semesta
cetakan : XVII Januari 2010

mengenyampingkan cover buku yang errrr diambil dari poster filmnya, buku ini benar-benar membuat saya jengkel. bagaimana tidak, iya saya sudah mempersiapkan jiwa raga untuk hal-hal penuh kejutan tapi sungguh karena pengalaman yang masih sedikit tentang gaya menulis Dan Brown saya masih suka kaget dan, "hah? lo gila. Dan Brown sakit jiwa." dll dsb sejenisnyalah pokoknya, kayak yang udah menduga begini taunya begitu. #huft

buku ini tentang agama Kristen Katolik, tentang pemilihan Paus, tentang simbol-simbol, tentang Illuminati -sebuah organisasi mengerikan dan mematikan yang "hidup" kembali setelah sekian lama terkubur sejarah. tentang ilmu pengetahuan yang melupakan Tuhan, tentang balas dendam. tentang gereja yang ingin mempersatukan umatnya. tentang suara hati seorang suci di hadapan Tuhannya. dan tentang kejutan spesial di akhir cerita. tentang malaikat dan iblis yang menunjukkanmu jalan untuk memecahkan semua masalah yang terjadi.

i mean, saya sudah cukup siap-siap bahwa plot twistnya akan jauh dari yang saya duga tapi ternyata sangat jauh, sangat jauh dari yang saya pikirkan sebelumnya. Oh My God, padahal saya berharap persaudaraan Illuminati di buku ini asli hkhkhk. tapi sudahlah, dengan cerita yang begini saja 4 hari saya sudah penuh debaran sebab rasa penasaran yang ga berhenti sebelum saya baca chapter berikutnya dan berikutnya lagi.



ruang rindu


aku menggembuskan napasku perlahan ketika lagu ini mengalun di angkutan umum yang ku tumpangi pagi ini. ya, Letto - Ruang Rindu. pernah sangat berjaya di era keemasannya, lagu ini sungguh memikat telinga dan pendengar setia radio dimana-mana terbukti dengan banyaknya orang yang merequest lagu ini lewat telepon atau sms.

di daun yang ikut mengalir lembut
terbawa sungai ke ujung mata
dan aku mulai takut terbawa cinta
menghirup rasa yang sesakkan dada

aku ikut mengalunkan dengan tidak merdu lagu ini, lebih mirip berbisik, sih, yaa masa mau jejeritan karaokean di angkot. dan hey, mari kita menelisik sejenak lirik-lirik manis ini. seperti merasakan air mata yang jatuh saat bait pertama lagu ini, merasakan kepedihan, rasa penasaran berbaur ketakutan akan cinta yang belum tentu ada.

jalanku hampa dan ku sentuh dia
terasa hangat oh di dalam hati
kupegang erat dan ku halangi waktu
tak urung jua ku lihat dia pergi

tak pernah ku ragu dan selalu ku ingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
ku saat itu takut mencari makna
tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

otakku seperti otomatis membuka lembaran-lembaran kisah berbulan lalu. kisah yang sudah mati-matian ku kubur dalam kenangan. kisah yang sungguh tak ingin ku lihat lagi di masa depan.

pernahkah kalian merasakan kehilangan sesuatu yang bahkan belum kalian miliki? melepaskan hal yang bahkan belum sempurna kalian genggam? terhempas begitu saja saat kalian yakin takdir akan menunjukkan kebahagiaan?

aku kembali mengingat semua cerita, sentuhan dan tatapan mata. sengaja dan tak sengajamu. senyum dan tawa yang sama kita sembunyikan, berusaha tidak mengerti tanda-tanda yang alam tunjukkan. sesakku, takut mencintaimu. sebab kau bagai pualam, sedang aku masih setia di gerbang pemisah antara ingin dan tak ingin.

jika denganmu, aku takut cinta itu palsu.

jika denganku, aku takut cinta itu tak seutuhnya untukmu.

sementara kita sama-sama percaya, pada waktu yang kadang bergerak lamban dan kemudian berlari kencang tiba-tiba, bahwa ia akan membantu kita menemukan jawaban.

kau datang dan pergi begitu saja
semua ku terima apa adanya
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu kita bertemu

Jumat, 02 Mei 2014

April's read 2014


halo halo. back again to this topic. books read.

hmmm, April ini sudah baca apa aja yaa saya? ayo kita list satu per satu.

first, buku yang saya beli di Gramedia Jogya. hhhhh, jauh-jauh ga taunya....*deep sigh* judul memikat "Mencintai Tak Bisa Menunggu" dengan tagline menarik dan embel-embel penulis buku best seller jadilah saya ambil, salah sendiri sih ga coba cek reviewnya ((buru-buru, sik)) ((ah, emang paling sebel kalau ke toko buku di buru-buru)). dipikir ini novel, ga taunyaaaa bukan. hiks. ini semacam buku motivasi terutama untuk orang-orang yang tidak tahu apa tujuan hidupnya, dengan gaya bahasa anak muda, tidak terkesan menggurui. yaa alhamdulillah selalu ada manfaatnya. setidaknya saya jadi tahu apa yang harus saya cintai sekarang, bukan nanti-nanti.

kedua, buku yang sejak saya ambil dari rak Gramedia udah kepengen banget saya khatamin, Gandhi The Man! huhu, sesuka itu sama buku-buku biografi tokoh keren dunia dan saat nemu ini di toko buku kan jadi pengen jerit, sih, tapi yaa, ga jadi jerit jadinya bayar ((menurut lo?)). so what should i say about this book? amazing? great? absolutely not perfect, yaa, karena kesempurnaan hanya milik Allah ((oke)). bacanya asik banget, kayak idup di jaman Gandhi masih ada, ceritanya tentang perjuangan Gandhi dari awal, sejak sekolah, kehidupan sosial dan rumah tangganya, dan bagaimana hatinya tergerak untuk membebaskan India dari jajahan Inggris. keren, kamu yang kayak saya ((ngakunya)) cinta pelajaran Sejarah waktu sekolah tapi nyasarnya ke IPA wajib baca ini buku.

lanjut yang berikutnya, Spring in London karyanya mbak Ilana Tan. awal baca udah takut aja ini bakal angst kayak Autumn in Paris, alhamdulillah ternyata mbak Ilana ga setega itu bikin saya nangis. hkhkhk. bercerita tentang saudara kembar Ishida Keiko, Naomi Ishida. seorang model terkenal berketurunan Indonesia-Jepang yang bekerja di Inggris dan sering menjadi model video clip, dst dst. konflik mulai muncul saat dijelaskan bahwa Naomi "benci" laki-laki. oh Lord, seems like i see my self on her ((eaaaakkkk)). sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang bisa meluluhkan hatinya. selesai baca ini ngerti ga, sih, mbak Ilana saya kepengen ketemu Danny Jo, mbak! huhu.


buku ke empat ada Seasons in Remember. ini isinya kumpulan quotes indah dari 4 Season nya mbak Ilana Tan, setiap lembarnya dengan desain yang indah-indah memuat kalimat-kalimat cantik penuh cinta dari novel-novel 4 musim itu. manissssssnya sampe bisa bikin diabetes.

kelima, Psikologi Kematian. sejak dulu kepengen banget baca ini buku. penasaran gitu, gan. beli deh yaa akhirnya, dan sudah selesai dibaca dengan perasaan "saya siap menghadapi kematian." coba deh :p

lanjutttt, ahhh ini buku yang baru dua bab baca aja gue udah ngakak nyungsep. serius, kalau ga inget lagi baca diangkot, pengen ketawa sampe ngakak gelundungan. sumpah lawak abis. yaa Allah koh Alex, hahaha. The Not So Amazing Life of @aMrazing, itu judulnya. jadi yaa, ini buku udah terbit dari lama tapi baru kesampean beli baru-baru ini, dan sumfeh kocak abis. cerita tentang seorang Alextander Tian saat masih jadi tukang konter di salah satu mall ibukota. kisahnya beragam, dari yang mau nipu, ditipu, marah-marah, sampe nangis dan nyelametin kehidupan dan masa depan seseorang. sebab bukunya ringan dan memakai bahasa sehari-hari jadi cepet selesainya ga sampe 24 jam, wkwkwkw. dan begitu selesai menutup buku ini quotes "don't jugde a book by it's cover" sudah berlari-lari dalam pikiran, i mean bener banget nih kalimat yang sering diungkap dalam buku ini. you must read this book, at least once in you're life. ahey!

berikutnya, keberapa, yaa? seven? ohmyGod, hahaha. asik abis yaa, udah 7 buku aja. The Propetic Wisdom judulnya, ahem karangan salah satu penerbit yang ummmmm sebenarnya ingin saya hindari karena mempunyai aliran yang tidak baik untuk agama saya, awalnya pikir saya sering beli buku yang diterbitkan oleh penerbit ini maupun "anak-anaknya" jadi yaa tidak apa, ehhh begitu buka kata pengantarnya, ternyataa.....yaa sudahlah dari pada mubazir, toh belinya juga di bazaar Gramedia maka saya baca sajalah ((mureh)) ((duabelasrebu)), masa mau dibuang, kan sayang. ini buku bercerita tentang kisah nabi Adam, Idris, Nuh, Hud, Saleh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ayub. dengan gaya bahasa yang sebenernya asik cuma karena frame saya sejak awal udah jelek, jadi yaaa....yaaa....

Khidir as. itu judul buku berikutnya yang saya selesaikan selama dua hari. dari judulnya saja sudah tau kan buku ini tentang apa. yup, cerita tentang Nabi Khidir yang sempat diikuti oleh nabi Musa as. cerita mengenai siapa baliau sebenarnya, bagaimana hidupnya, apakah sampai sekarang belum meninggal, dll dsb. manfaatnya banyak sekali, meski kadang saya bacanya suka lelompatan. hehehe.

lanjut ke buku ke sembilan. ini jadi salah satu favorite saya bulan ini. hkhkhk, selain karena memang suka banget sama buku-buku misteri dan detektif, saya sungguhan jatuh cinta ih sama tokoh Henrietta yang dibuat Agatha Christie di sini. The Hollow atau Rumah Gema, begitu buku ini diberi judul, seri ke-12 kasus-kasus Hercule Poirot. trus ada apa dengan Henrietta, kok bisa bikin jatuh cinta? perempuan pula. oke, dia digambarkan sosok wanita pekerja seni yang sangat elegan, menguasai "panggung kehidupannya", baik hati, bisa diandalkan dan selalu mengendalikan suasana. sungguh kesal mengapa dia tidak bersama John yang dibuat sebagai korban pembunuhan. huhuhu, sepanjang separuh tebal bukunya saya berdebar menanti apakah Henrietta lah yang melakukan kejahatan, ataukah bukan?

ah, lagi-lagi saya dibuat bodoh sebab sudah menganggap buku berikutnya yang saya baca adalah buku yang tidak begitu bagus, terlepas memang ceritanya tentang anak sekolah ((udah beraapa tahun yang lalu)) tapi pas baca ihhhh ketagihan trus yang suka gitu sama ceritanya, huhu. judulnya Sebening Senja, dan alhamdulillah yaa dengan penguasaan diri yang baik ((hah?)) ((gaya)) saya ga jadi sampai berurai air mata di bus Trans.

terakhir di bulan ini, Fikih Akhlak. akhirnya, saya selesaikan juga buku yang sudah dibeli sejak Agustus 2012. hikhikhik. jadi, ini buku bagus pake banget. dari judulnya aja kita udah tau lah yaa ini buku apa, buku tentang Fikih, tentang bagaimana akhlak kita, bagaimana seharusnya muslim bersikap sehari-hari. hubungan dengan sesama manusia sih lebih banyak, jadi bagaimana kita bermuamalah, semua isi babnya ada hadistnya jadi kita insyaAllah ga akan semena-mena dan tersesat. buku ini memberikan ilmu bagi kita bagaimana kita harus bersikap, bertingkah laku, bagaimana kita harus menjalani hidup sebagai seorang muslim dan mukmin yang baik, dan memberi perubahan yang baik pula bagi sekitar kita.


jadi, baiklah, itu list sebelas buku yang saya selesaikan bulan April 2014. alhamdulillah.....ummm kalau di total sudah berapa yaa tahun ini? :)

see you, next month!

status (bagian ketigapuluh tiga)


Apapun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat.
Apapun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga.
Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang.
*Tere Liye, novel fantasi "BUMI"

"Petarung yang baik itu, fokus pada kekuatan miliknya. Bukan fokus menceritakan kejelekan lawannya. Karena yang namanya kejelekan, boleh jadi kita punya sama banyaknya."
Nasehat orang tua ini relevan dalam setiap kasus, di sekolah, di kantor, di media sosial, di manapun adanya.

Ada nasehat lama yang dalam sekali: jika kita berkata jujur, maka apapun akan tertinggal di belakang; tapi saat kita berbohong, maka semua akan jadi urusan masa depan.
Tambahkan lagi satu nasehat lama soal ini: Orang yang suka berbohong itu pastilah pengingat yang sangat lihai. Jika dia bilang lupa, itu jelas salah-satu trik terbaiknya.
Lagi2 tambahkan satu nasehat lama: Berbohong itu seperti candu. Sekali dilakukan, maka mudah sekali mengulanginya lagi, lagi dan lagi. Jangan coba2.
 

Jika kita terpaksa melakukan sesuatu; maka jangan pernah jadikan itu sebuah alasan. Lakukanlah hanya karena kita sendiri--karena tetap saja, mau sukarela atau terpaksa, kita yang melakukannya. Ambil sikap yang kokoh, jalankan dengan tulus.
Agar besok lusa, jika gagal, kita tidak menyalahkan siapapun atas keputusan tersebut. 

“Hidup ini terbatas dan hanya sekali. Jadi jangan habiskan dalam kehidupan orang lain--sedangkan kita tidak pernah jadi bagian hidupnya."
— Tere Liye
  
Untuk membuat sebilah pedang terbaik, pandai besi harus memanaskannya di tungku dengan suhu memerihkan wajah, menghantamnya berkali-kali, menempanya berulang-ulang, dan itu pekerjaan panjang penuh kesabaran serta ketekunan.
Sekali prosesnya selesai, beres, maka sepotong besi biasa, tumpul, jelek telah berubah menjadi sebuah pedang tajam, gagah, dan bisa menebas apapun. Indah sekali.
Begitulah kehidupan ini. Murid2 yang baik, para pembelajar kehidupan terbaik, harus ditempa2 berkali-kali, melewati situasi yang berat, jatuh bangun, melakukan kesalahan, hampir berputus asa, hingga akhirnya berubah menjadi seseorang yang ‘tajam’ dan bisa menebas ujian kehidupan manapun.
*Tere Liye

Sungguh bersyukurlah memperoleh pasangan yang tidak banyak janji2. Tidak mengapa dia tidak pernah menjanjikan rumah megah, mobil mewah, jalan2 ke Eropa dan Amerika, tidak masalah.
Karena cinta tidak dibangun dari janji2; cinta dibangun dari hal-hal kongkret, seperti komitmen dan kepercayaan. Akan tegak bangunannya.
 

Menjelang pemilihan umum 9 April, banyak sekali forward, seruan, anjuran, dsbgnya yang bahkan sama sekali tidak berdasarkan data, fakta, hanya sekadar menakut2i, memprovokasi, dsbgnya. Masuk lewat media sosial, SMS, BBM, whats app, dsbgnya.
Saya menghimbau agar siapapun jangan ikut2an semangat sekali menyebarkannya.
Pastikan isinya memang valid, pastikan isinya memang 100% benar. Karena jika isi forward-an tersebut adalah dusta, maka kita termasuk bagian penyebar dusta. Jika isi forward-an tsb berisi fitnah, maka kita termasuk bagian penyebar fitnah.
Berhati2lah.
*Tere Liye
 

Kalau besok jarinya sudah ditintain, semoga tidak lama lagi, juga bisa ditandai dengan cincin atau henna pernikahan. Tidak perlu menunggu lima tahun lagi.
Demikian.
*btw yg kampanye nyebut partai di page ini, bakal diusir sama satpam.

Kata siapa nikah itu cepat-cepatan? Yang ada nikah itu lama-lamaan. Siapa yang paling lama, langgeng, awet sampai aki-nini, bahagia dunia akherat.
Mungkin begitu. Jadi, tenang saja kalau belum dapat juga; semoga segera.

Tinta pemilu itu hanya bertahan paling lama seminggu, untuk kemudian pudar. Tapi tinta tanda-tangan di atas sepasang buku kecil itu bisa tahan selama2nya. 

Adik2 sekalian, ngomong/nulis di manja2in, digenit2in, itu bukan proses pendewasaan. Banyak remaja yang tumbuh dewasa tanpa perlu demikian. Jika bablas sampai usia 30, 40, kebiasaan ini justeru bisa merugikan diri sendiri. 

Saya berani menduga, kawan, ada ratusan bahkan ribuan TK, SD, atau institusi pendidikan lainnya yang tidak memiliki ijin lengkap di seluruh Indonesia. Silahkan saja cek. Ini ironis sekali, karena profesi lain, dokter misalnya, tanpa ijin lengkap, bisa masuk penjara jika tetap nekad buka praktek.
Maka di tengah komersialisasi pendidikan gila2an hari ini, berhati2lah mencari tempat sekolah anak2 kita. Label internasional, atau inter-galaksi, tidak menjamin membuat anak2 kita jadi Superman.  

Ketahuilah, saat sebuah nasehat tiba, dan kita justeru membela diri, mencari argumen, bahkan sibuk menjelaskan, maka itu jelas sekali sebuah pertanda: nasehat itu benar.
Bukankah begitu?
Pikirkanlah
 

Besok lusa, di tengah sesak pengapnya media sosial, boleh jadi akan banyak yang update status: "Lagi rakaat kedua shalat Isya, nih."
Itulah kenapa, Imam Syafi'i, ratusan tahun silam, bahkan sudah memberikan wasiat: cukuplah Allah yang tahu ibadah2 terbaik yang kita lakukan.
Urusan ini bukan soal memotivasi orang lain, menjadi contoh, dsbgnya. Urusan ini simpel tentang: kitalah yang tahu persis apakah sesuatu itu perlu diumumkan ke semua orang atau tidak. Ada yang perlu, ada yang tidak. Menahan diri, memikirkan minimal 2x sebelum menekan tombol "post", ditimbang2 sekali lagi, boleh jadi akan menjaga nilai ibadah tersebut. Pikirkanlah.

Orang bawa bantal, belum tentu akan tidur. Orang bawa handuk, pun belum tentu bakal mandi. Orang yang bawa piring, juga belum pasti akan makan.
Di dunia ini banyak sekali yang sudah terlihat begitu, ternyata memang belum tentu akan begitu. Termasuk salahsatunya, orang2 yang perhatian sama kita, belum tentu memang suka, memang sayang sama kita. Mungkin saja dia memang perhatian dan baik ke semua orang, atau kitanya yang korslet, merasa GR duluan.

Ketika pasangan yang telah menikah berpuluh2 tahun, suami istri, salah-satunya meninggal, maka yang menyedihkan bukan melihat ada yang ditinggalkan, ada yang sendirian.
Melainkan saat menyaksikan yang terbaring kaku, tidak bisa lagi mengusap air mata di pipi yang duduk menangis di sebelahnya. Itulah hakikat kasih sayang. Ketika tiada lagi yang bisa menghibur kekasihnya.
Saksikanlah momen2 ini pada kakek-nenek kita, orang2 tua di sekitar kita, saat cinta mereka "dihentikan" oleh waktu. Belajarlah dari hal2 ini, cinta bukan sekadar gejolak masa muda yang singkat. Belajarlah dari orang2 tua kita, tidak perlulah terlalu percaya novel2 gombal (apalagi karangan Tere Liye).

Salah-satu ciri dengki adalah: Kita tiba2 tidak suka dengan orang lain yang kenal pun tidak, dekat pun tidak, hanya katanya, katanya dan katanya saja.
*tidak perlu langsung bereaksi negatif atas nasehat lama ini, direnungkan justeru akan menuntun kita lebih damai.

Jatuh cinta itu bukan dosa apalagi kesalahan. Tetapi melanggar batas dalam kaidah agama itu baru terlarang.
Boleh jatuh cinta kepada seseorang? Boleh. Itu manusiawi sekali. Tetapi pastikan cinta itu dikelilingi oleh rambu2, agar tidak justeru merusak diri sendiri.
 

Mengalah itu bukan perkara orang lemah. Mengalah itu justeru adalah milik orang yang kuat, yang paham sekali, lebih baik mengalah daripada binasa semuanya, lebih baik mengalah untuk kebaikan esok lusa.

Jika buku yang kalian beli rusak dari sananya/halaman hilang/terbalik/tertukar, maka bisa ditukar ke tempat membelinya. Jika struk-nya hilang, bisa tukar ke penerbit langsung. Alamat mereka ada di novel tersebut, hubungi, tanyakan bagaimana prosedur menukar buku.
Semua pembeli berhak atas buku yang baik. Bahkan kalau mau menurutkan pendapat saya, buku itu kayak uang saja, kalau sudah lecek, bisa bawa ke bank, minta tukar yang baru--tapi ini saya bakal ditimpuk penerbit kalau disetujui.
 
 

Tidak akan ada yang perlu disesali jika nilai UN kalian tidak tinggi, hanya cukup lulus, sepanjang itu jujur dan hasil kerja keras sendiri.
Tetapi sungguh, akan menyesal sangat panjang hingga kelak jika nilai UN kita adalah hasil menyontek. Ijasah2 itu akan digunakan utk melanjutkan sekolah, mencari kerja, dan besok lusa untuk mencari nafkah. Panjang sekali rentetannya.
Jujur itu hebat. Percayalah, kita tidak perlu jadi seperti Kapten Amerika, kita hanya cukup jadi kapten diri sendiri yang senantiasa jujur dan bersahaja.
Selamat UN, adik2 sekalian. Ada banyak sekali yang mengirimkan doa buat kalian--bahkan dari orang2 yang tidak dikenali sedikit pun.
 

Guru kita, Imam Syafi’I pernah menyampaikan sebuah nasehat dengan lembut:
Sudah sepatutnyalah setiap muslim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi rapat, yang hanya Allah dan dirinya yang mengetahuinya.
Sudah sepatutnyalah demikian.
 

Nasehat orang tua kalian, bahkan lebih indah dibanding nasehat2 di page ini, juga di buku2 itu. Malah lebih afdol, karena mereka orang tua sendiri, dijamin kasih sayangnya murni.
Kalau di page ini, kasih sayang saya hanya sebatas page ini ramai, banyak yg beli buku2 saya, nonton film2, sinetron saya, dan besok lusa, jika diundang ke acara2, tarif saya semakin mahal.
Demikian keterusterangan ini disampaikan seterang2nya, berkali2. Agar tidak ada dusta diantara kita, dan kalian tidak keliru menganggap saya sebaik tulisan2 tersebut.
  
Boleh jadi, sesuatu yang kita anggap keren, hebat, dimudahkan, kita sukai sekali, dsbgnya itu ternyata adalah hal paling buruk bagi kita.
Boleh jadi, sebaliknya, hal yang menyebalkan, menyakitkan, tidak kita sukai, ternyata adalah hal paling baik bagi kita.
Kalimat2 ini bukan karangan saya--terlepas dari memang hobi saya mengarang2. Kalimat ini bahkan ada dalam kitab suci. Semoga nasehat ini membantu kita memahami banyak hal. Bersabarlah jika sedang susah, pun bersabarlah jika sedang senang, merasa di atas. Agar kita tidak tertipu sekali urusan dunia.
 

Ketahuilah, jika ada orang yang menyakiti kita, menjelek2an kita, maka itu masalahnya di dia. Tidak pernah di kita.
Jangan rendahkan diri dengan membalas, karena jika kita lakukan, itu membuat kita justeru setara dengannya. Lebih baik fokus atas banyak hal lain.

*Hal-hal lucu yang tidak lucu
Saya menemukan hal-hal lucu yang tidak lucu, betapa ajaibnya tanggapan manusia saat datang sebuah nasehat. Agar tulisan ini menjadi komprehensif, maka akan saya daftar hal-hal lucu yang tidak lucu tersebut.
1. Ketika datang nasehat, mereka berkata: "Urus saja urusan masing-masing"
Ini lucu tapi tidak lucu, karena hampir setiap manusia yang mengaku muslim tahu surah pendek yang penting sekali. Impossible jika mereka bilang tidak tahu, karena surah ini masuk dalam surah yang bahkan diajarkan saat TK, SD, usia kanak-kanak. Yaitu surat Al 'Ashr: (I) Wal Asri (II) Innal Insan nalafi khusr, (III) ilallazi na'amanu wa'amilus sallehati, Watawa saubil haq watawa saubil sabr.
Tahu, kan? Apa terjemahan surah itu? Here we go: (I) Demi masa, (II) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, (III) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Jelas sudah, surah ini bilang manusia itu dalam posisi default rugi. Saya, anda, kita semua dalam posisi rugi. Kecuali yang melakukan tiga hal: beriman, mengerjakan amal saleh, dan saling menasehati. Maka, orang-orang yang bilang urus saja urusan masing-masing, jelas sekali tidak paham agamanya.
2. Ketika datang nasehat, mereka berkata: "Jangan sok suci."
Jika urusan saling menasehati harus menunggu semua orang suci dulu, maka bubar kehidupan ini. Ini juga favorit sekali reaksi orang-orang yang ogah dinasehati. Kalaupun seseorang itu tidak suci, maka bukan berarti kewajiban untuk menasehati jadi gugur. Adalah jalan menuju kebaikan ketika seseorang rajin mengingatkan, menasehati, secara terus menerus, hingga akhirnya perbuatan maksiat, dosa yang dia lakukan menjadi berangsur-angsur berkurang. Ada banyak nasehat ulama besar atas hal ini, silahkan dibaca buku2 mereka. Betapa indah nasehat tersebut.
3. Ketika datang nasehat, mereka berkata: "Memangnya lu sudah melakukan apa yg lu bilang."
Bukan urusan kita menilai hal ini. Itu urusan Tuhan. Jelas bahwa: besar sekali kebencian Tuhan atas orang-orang yang tidak melakukan apa yang dia katakan. Tapi itu bukan urusan kita. Jika setiap kali nasehat datang, kita sibuk bertanya hal ini, memang lu sudah? Maka rusaklah keseimbangan dalam masyarakat. Kalaupun kita tahu seseorang itu memang munafik pol, pendusta maksimal, hanya pencitraan saja nasehatnya, jangan diserang dengan kalimat tersebut, didiamkan saja, jika memang tidak tahan lagi, lakukan secara personal dan langsung. Ini kadang mengenaskan sekali, masa' kita bertengkar ditonton banyak orang. Membuat orang lupa substansi nasehatnya.
Nah, jika masih mau ngotot tidak suka sama yg memberikan nasehat, silahkan besok lusa pas shalat Jum'at atau Idul Fitri, kalian berseru ke khatibnya, "Memangnya ente sudah melakukan apa yg lu ceramahkan, Khatib?". Berani tidak? Jangan beraninya hanya di media sosial. Yg bisa berlindung karena tdk kelihatan fisiknya.
4. Ketika datang nasehat, mereka berkata: "Bisa nggak sih dakwahnya lebih santun."
Tidak ada nasehat baik yang keliru. Yang salah itu orang2 yang tidak memberikan nasehat. Ketika kita kehilangan argumen secara substansif untuk ngeles, kehabisan argumen berdasarkan dalil untuk membantah sebuah nasehat, maka jangan pernah justeru menyerang sisi elementernya. Menyenangkan memang melakukannya, karena memberi kepuasan temporer di hati, tapi itu dusta hati yang kotor, tapi, tapi, tapi, itu semua kulit bawang halus yang kita ciptakan untuk membentengi kesalahan. Dan hal ini amat kontraproduktif, bayangkan, kita menyerang langsung secara terbuka ditonton banyak orang. Maka orang-orang lebih asyik menonton, bukan mendengarkan substansi nasehat. Saya menyarankan semua orang rajin membaca terjemahan Al Qur'an, membaca hadist, boleh jadi, kalian akan paham betapa banyaknya peringatan yang disampaikan dengan keras, perumpamaan yang sangat menohok hati (manusia disamakan dengan binatang ternak), dsbgnya.
5. Ketika datang nasehat, mereka berkata: "Lantas lu siapa yang menasehati?"
My dear anggota page, enyahkanlah ilusi itu. Emosi sesaat yang muncul karena kita menolak sesuatu masuk. Jangan pernah jadikan itu alasan untuk menyimpulkan sesuatu yang boleh jadi tidak benar, hanya prasangka kita saja. Kita kenal juga nggak dengan orang yang memberikan nasehat. Menurut orang banyak, justeru sebaliknya, bisa melihat dengan lebih kristal, kalau orang yang memberikan nasehat terbuka atas saling menasehati, terbuka atas pro dan kontra, dan jelas membiarkan orang lain membantah. Menurut ego kita saja yang tidak.
Saya akan menutup tulisan ini dengan sebuah nasehat menawan hati, yang saya temukan dari film: bahwa berbuat baik, termasuk di dalamnya saling menasehati adalah tanggung-jawab (responsibility). Tidak pernah menjadi pilihan (choice).
Nah, peradaban manusia bisa bertahan ratusan karena masih ada yang mengambil tanggung-jawab tersebut, jika tidak, maka dia akan hancur binasa oleh tangan manusia sendiri, atau digulung oleh azab Tuhan. Bacalah sejarah2 peradaban lama. Pastikan bahwa nasehat itu ada dua kaki: Amar ma'ruf, nahi munkar. Menyeru kepada kebaikan, itu sudah banyak, tapi yang mencegah kemungkaran, berdiri gagah mengingatkan hal2 mungkar, kita semua dibebani kewajiban tersebut.

Ketika kita dalam posisi salah, maka saran saya, jangan ngeles, berdusta, nyari2 argumen.
Karena ketahuilah, semakin berkelit maka kita justeru semakin terdesak. Pun kalaupun orang2 memang bisa ditipu berkali2, seolah2 kita sudah lolos, tapi ketenteraman dan kedamaian dalam hati kita tidak pernah bisa ditipu.

Menyontek saat ujian atau ulangan jelas sekali prilaku jahat. Menyuap waktu proses penerimaan pegawai dsbgnya juga jelas sekali prilaku jahat. Kita menyingkirkan kesempatan orang lain. Kita berbuat curang.
Akan terus terbawa hingga mati, karena dengan menyontek itulah rezeki kita besok lusa diperoleh. Ijasah2 hasil contekan. Pun apalagi dengan menyuap itulah rezeki kita besok lusa didapat, lebih jelaslagi situasinya.
Sebelum terlanjur, sebelum menyesal, hentikan kebiasaan menyontek dan menyuap ini. Baik yang memberikan contekan, maupun yang menyontek sama saja. Sama dengan menyuap dan menerima suapan.
Pikirkanlah adik2 sekalian.

Kesabaran dan kejujuran adalah ibu dan bapak dari segala ahklak mulia. Dari sini, akan dilahirkan berbagai ahklak terbaik lainnya.
Didik hati kita untuk senantiasa sabar dan jujur, maka insya Allah, tiada kesulitan, masalah, ataupun aral melintang dalam hidup yang bisa mencegah kita senantiasa damai dan tenteram.
 

Pak Jenderal, setahu saya sih, membeli barang bajakan (seperti jam tangan KW) adalah tindak pelanggaran pidana. Tidak jelas pajaknya, tidak jelas ini-itunya.
Di negeri ini, orang jualan Ipad asli tapi tidak pakai manual bahasa Indonesia saja masuk penjara; kenapa yang jelas2 beli bajakan malah bebas ya?
*Nasib jadi orang kebanyakan
 

Berhati2lah atas lima hal negatif ini di media sosial:
1. Pamer dan bergunjing tanpa disadari
2. Marah dan kebencian tanpa sebabnya
3. Ramai tapi sia-sia belaka
4. Menshare dusta/fitnah begitu mudah
5. Menjauhkan yang dekat, menghilangkan yg akrab
Tapi sungguh beruntung yang pandai, maka media sosial ini juga bisa positif:
1. Menemani & menghibur tanpa kehadiran fisik
2. Menasehati bahkan hingga di dalam toilet
3. Belajar tanpa perlu mengunyah bangku sekolah
4. Membuka pintu rezeki tanpa perlu membuka pintu sungguhan
5. Melanglang dunia tapi fisik tetap di tempat
 

*Laksana air

Bersabarlah seperti air. Terus mengalir ke bawah sesuai hukum alamnya, ketemu rintangan dia berbelok, ketemu celah kecil dia nyelip, ketemu batu dia menyibak, ketemu bendungan, dia terusss mengumpulkan diri sendiri, hingga semakin banyak, semakin tinggi, penuh terlampui bendungan tersebut, untuk mengalir lagi. Seolah dia tidak melakukan apapun, hanya diam, sabar, tenang, tapi sedang terus berusaha habis2an.
Dan ketahuilah, kenapa bersabarlah seperti air? Karena orang sedunia ini kadang abai, air itu adalah 2/3 seluruh permukaan planet Bumi. Jadi kalau kita sudah keliling dunia, mengunjungi 180 negara lebih, itu sebenarnya hanya 1/3 Bumi saja.
Bersabarlah seperti air, ketika orang2 tidak tahu betapa besar dan menakjubkannya rasa sabar tersebut.
 

Bukan main, KPK barusaja menetapkan Ketua BPK (dulu Dirjen Pajak) Hadi Purnomo sebagai tersangka kasus pajak BCA.
Apresiasi tinggi untuk kinerja KPK. Dengan kekuatan penuh, besok lusa, bukan keajaiban jika tampuk paling tinggi negeri ini pun bisa diseret ke penjara oleh KPK. Daftarnya sudah panjang, mulai Bupati, Gubernur, jenderal polisi, Bos BI, Menteri, Ketua Partai, Jaksa, Hakim, Ketua MK, Wakil Rektor kampus top, dsbgnya, dstnya.
Dukung KPK terus memberantas korupsi di Indonesia. Tidak ada lembaga se-kongkret ini di negeri ini. Siapapun yang hanya bisa mencurigai KPK, menuduh katanya, katanya dan katanya, saran saya lebih baik seperti nasehat orang tua: jika tidak bisa membantu, maka jangan merecoki orang yang sedang bekerja.
Bravo!