Senin, 21 April 2014

come


selamat pagi, sendu
sapaku, ketika masih ada embun menetes perlahan dari balik dedaunan
mengapa sendu, padahal mentari sudah malu-malu menyapa dari ufuk timur

aku masih tak tahu

aku masih menunggumu kembali
sejak jejak-jejak itu memudar, di hari kau pergi tanpa berpamitan

aku masih mengulang-ulang nada yang sama
mengalun ia sampai ketelingamu, aku yakin itu
hanya saja, sebelum jatuh ke hatimu ia sudah berterbangan menjadi debu di udara

menjelmalah kau menjadi peri
atau sekadar bidadari
hingga aku bisa menyentuh semua yang menjadi bayang
sejak bertahun lamanya

kini, senja tiba menyapa ufuk barat
aku masih menanti jalan yang selalu kau lewati
untuk sekilas melihat kembali kenangan itu

menjelmalah nyata
senyatanya ia yang bisa bersamaku tertawa
memelukku saat airmataku tak lagi terbendung

sebab kini rasanya semakin tak adil
sebab kini sesaknya semakin dalam


God....

please send me someone who will always take care of me.

someone to mend me.

to heal me.

someone who will laugh with me.

who say "anything happen for a good reason."

who always hug me.

be my sunshine every morning.

and my moonlight everytime i close my eyes to sleep in his arm.

someone who will be my everything.

someone who always say, "you are more than enough, honey. you are more than enough."

and he really mean it. 

he really mean it.

Tidak ada komentar: