Sabtu, 01 Maret 2014

status (bagian ketigapuluhsatu)


Perasaan bisa naik turun. Hari ini cinta, besok benci. Orang2 bisa berubah, jadi lebih baik, jadi lebih buruk. Nasib juga bisa berganti, hari ini bahagia, besok penuh duka cita. Pun beban kehidupan, hari ini lapang, besok terasa sesak dan sempit.
Tapi bagi orang2 yang paham: komitmen selalu tetap.
Komitmen selalu tetap. Akan terus bersama, melewati apapun situasinya.
*Tere Liye
**quote ini bukan untuk hubungan pacaran. simpan quote ini untuk kelak saat kalian sudah menikah.

Merokok itu juga sama sekali tidak jantan.
Malah sebaliknya, menyebabkan (maaf) impotensi, dsbgnya.

Merokok itu sama sekali tidak keren.

Boleh sj marah, sebal dengan seseorang. Tapi sebelum melampiaskan rasa kesal tsb, setidaknya pikirkan kebaikan yg pernah diberikan orang tsb.
Karena boleh jd, pemicu rasa kesal kita itu secuil sj dibandingkan kebaikannya selama ini.

Kita tidak pernah bisa mengatur2 orang lain akan bicara, pendapat, komen apapun tentang kita. Tidak bisa. Ada yang tetap saja salah paham, ada yang tidak suka, ada yang benci, dsbgnya.
Tapi kisa bisa mengatur dengan penuh, bagaimana reaksi kita menanggapinya. Jangan berkecil hati kalau kita ternyata tidak ahli menanggapinya, kadang malah jadi bertengkar, berantem dan malah serius. Fokus saja terus memperbaiki diri, lama2 kita akan tahu sendiri bagaimana cara efektifnya.
*Tere Liye
 

Bahkan bekas luka fisik pun kita tidak tahu. Seseorang yang berdiri di hadapan kita, boleh jadi di punggung, dada, lengan, paha, penuh dengan bekas luka fisik, tapi tertutup oleh pakaian, dan kita tidak pernah tahu.
Apalagi bekas luka hati. Kita lebih tidak tahu lagi. Seseorang di hadapan kita, selalu tersenyum, terlihat bahagia, boleh jadi penuh bekas luka di hati. Bekas-bekas luka yang memberikan pemahaman baik, dan kini membuatnya bahagia.
Ketika kita tidak bisa melihatnya, maka bukan berarti bekas luka itu tidak ada.
 

Perhatikan keran atau pipa air yang bocor. Meskipun kecil, airnya tetap merembes keluar, setetes demi setetes, ditampung dengan ember, lama2 penuh juga embernya.
Seperti itulah jika kita membiarkan hati dan perasaan tidak terkendali. Sekali dia bocor, meski amat kecil bocornya, airnya tetap merembes. Lama2 jumlah air-nya bisa membuat badan basah kuyup.
 

Jangan tanggapi orang2 yang sedang sakit hati, tersinggung. Tinggalkan saja segera.
Karena orang2 ini tidak siap bicara dengan lemah lembut. Mereka hanya siap: membalas rasa sakit hatinya, dengan cara apapun, termasuk cara2 jahat.
Tunggulah dengan sabar, sibukkan diri dengan hal produktif, besok lusa akan datang sendiri penjelasannya ke orang2 tersebut, dan itu bahkan ajaibnya tidak selalu lewat kita.
 
Kejujuran tidak menjanjikan kita akan memenangkan pertandingan, seleksi PNS, lulus ujian, dsbgnya. Tidak bisa. Karena terlalu kecil kalau hanya itu hadiahnya.
Melainkan kejujuran bisa menjanjikan kemenangan atas seluruh kehidupan ini, termasuk kelak di hari penghabisan. Kemuliaan hidup tidak akan tertukar walau satu senti.
 
Cinta itu tidak selalu kayak proklamasi, harus dibacakan kencang2, terus disiarkan seluruh negeri, dan rakyat bersorak-sorai.
Kadangkala, cinta lebih mirip seperti hujan, cukup titipkan ke setiap tetes airnya, luruh ke bumi, membuat subur tanah. Dalam takjim, tiada yang tahu, bahkan bayangan sendiri tidak tahu.

Sebenarnya begitu banyak penjelasan di sekitar kita. Hanya saja, kita sendiri yang membuatnya rumit, terus mencari penjelasan lain yang menyenangkan hati.

Jika kalian sedang susah hati, maka katakanlah dengan gagah:
"Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya."
*Kisah Nabi Ya'kub dalam kitab suci.

Kalian harus tahu, ketika kita memutuskan tidak membalas orang2 yang menyakiti, menjelek2kan kita, boleh jadi yg malah frustrasi adalah orang2 tersebut. Ilfil dan semakin sebal melihat kita yang memilih produktif, tidak peduli.
Itulah kenapa, orang tua dulu seringkali menasehati: jangan membalas rasa sakit yang bisa kita serap. Itu boleh jadi bermanfaat untuk melatih diri sendiri. Justeru dengan dibalas, tiada lagi gunanya, pun malah semakin panjang urusannya.
 
Tuhan tidak pernah tidur. Dia tahu segala dusta, culas, korup, dan sebagainya. Ada yang disingkapkan di atas dunia ini, ada yang tunggulah waktu kelak.
Sungguh, Tuhan tidak pernah tidur.
 

Jangan terlalu sering gombal kepada setiap orang, juga jangan terlalu suka mengkonsumsi kalimat manis2, karena sama seperti makanan manis yang bisa bikin diabetes, terlalu banyak gombal, bisa merusak hubungan yang sehat. Apalagi jika komplikasi pula dengan dusta dan mudahnya ingkar janji. 




Semua partai politik itu nafsu banget dengan kekuasaan. Bahkan belum jelas pemilihan legislatifnya, belum jelas juga bakal dapat suara berapa, sudah gagah beberapa partai mencalonkan jagoannya.
Aduh, bukankah dalam agama ada kaidah: jangan pernah pilih orang2 yg kebelet banget pengin jadi pemimpin. Maka, kalau begitu, jangan pilih parpol yg sudah kebelet banget nyalonin presidennya, dong?
Tapi hal2 seperti ini lebih mudah dipahami dengan hati lapang memang. Tidak berkepentingan dan tidak perlu membela siapapun dan apapun.
 
Ketika seseorang tidak memenuhi kriteria kita, bahkan jauh sekali, maka bukan berarti kita tidak bisa menyukainya.
Tanyakanlah ke orang tua kita, nenek-kakek kita, pernikahan mereka langgeng, justeru karena tetap menyukai seseorang dengan segala kekurangannya.
 
Kadangkala, kita jelaskan baik2, orang2 malah bilang kita tidak mau dibantah. Kita tanggapi dengan baik, orang2 malah bilang kita sombong dan angkuh. Kita luruskan, orang2 malah bilang kita berbelit-belit. Kita sederhanakan, orang-orang malah bilang kita kasar dan menyakitkan.
Di dunia ini, jangan pernah menghabiskan waktu untuk menjelaskan kepada orang yang memang tidak membutuhkan penjelasan, dan sudah kadung berbeda frekuensi radio dengan kita. Segera urus hal lain yang lebih produktif.
 
Semua orang tentu saja pengin gaji yang tinggi, fasilitas mewah. Siapa yang tidak?
Tetapi pekerjaan bukan semata-mata mencari uang. Pekerjaan yang baik adalah saat kita selalu senang, semangat berangkat. Tiada terasa waktu sudah berlalu. Lantas pulang dengan riang, untuk esok kembali bekerja. Itulah pekerjaan yang menyenangkan.
 

Bersabarlah seperti air. Terus mengalir ke bawah sesuai hukum alamnya, ketemu rintangan dia berbelok, ketemu celah kecil dia nyelip, ketemu batu dia menyibak, ketemu bendungan, dia terusss mengumpulkan diri sendiri, hingga semakin banyak, semakin tinggi, penuh terlampui bendungan tersebut, untuk mengalir lagi. Seolah dia tidak melakukan apapun, hanya diam, sabar, tenang, tapi sedang terus berusaha habis2an.
Dan ketahuilah, kenapa bersabarlah seperti air? Karena orang sedunia ini kadang abai, air itu adalah 2/3 seluruh permukaan planet Bumi. Jadi kalau kita sudah keliling dunia, mengunjungi 180 negara lebih, itu sebenarnya hanya 1/3 Bumi saja.
Bersabarlah seperti air, ketika orang2 tidak tahu betapa besar dan menakjubkannya rasa sabar tersebut.

Sungguh tidak ada gunanya kita marah2 hanya karena sesuatu itu tidak berjalan sesuai keinginan kita.
*Tere Liye, Novel "Moga Bunda Disayang Allah"

Berdiri kokoh di atas prinsip kebenaran, tidak selau membawa kebahagiaan.
Tapi bisa dipastikan, kebahagiaan sejati hanya bersumber dari kebenaran. Tidak akan datang dari dusta, aniaya, dan topeng kehidupan.

ASI, air susu ibu, adalah satu-satunya makanan yang dibutuhkan oleh bayi usia 0 hingga 6 bulan. Makanan terbaik diantara terbaik.
Pengetahuan seperti ini, tidak hanya harus dikuasai oleh calon ibu rumah tangga, juga buat cowok2 yang ganteng, gagah, calon bapak rumah tangga. Dukungan dan komitmen kalian, wahai para COWOK, akan membuat lebih mudah proses menyusui. 

*Pelajaran cinta
Kenapa tidak ada pelajaran tentang cinta di sekolah-sekolah? Yang ada hanya IPA, IPS, Matematika dsbgnya itu? Apakah orang-orang lupa memasukkannya? Bukankah cinta itu penting sekali?
Kenapa tidak ada jurusan/fakultas cinta di universitas-universitas? Yang ada hanya teknik, ekonomi, hukum, kedokteran, dsbgnya itu? Apakah orang-orang lalai membuatnya? Bukankah di mana-mana ada kata cinta?
Kenapa tidak ada kursus cinta di mana-mana? yang ada hanya kursus komputer, menjahit, mengemudi, dsbgnya itu? Apakah orang-orang tidak tahu? Bukankah hidup ini hambar tanpa cinta?
My dear anggota page, jawabannya karena cinta tidak bisa dipelajari atau diajarkan. Cinta datang bagai rahmat terbaik yang dikirimkan Tuhan. Persis seperti sebutir bibit yang baik, letakkan di atas tanah yang subur, penuh unsur hara, pemahaman yang baik, maka tumbuhlah dia begitu elok dan bermanfaat. Sebaliknya, saat diletakkan di atas tanah gersang, di hati orang2 yang dangkal pemahamannya, dipenuhi nafsu dunia, maka kerdil dan buruklah tumbuhnya.
Cinta tidak bisa dipelajari atau diajarkan. Cinta langsung dicontohkan dalam setiap nafas kehidupan. Lihatlah, dunia ini diciptakan karena kasih sayang-Nya. Sungguh beruntung orang-orang yang melihat dengan megah hakikat cinta. Tidak semata-mata mampet dalam persoalan kecil, sepele saja. Tidak semata-mata galau tentang perasaan lawan jenis, lupa bahkan mau makan pun ada tiang2 cinta yang sambung menyambung. Mulai dari petani yang menyayangi padi2 di sawahnya, hingga tukang masak yang memasak dengan sepenuh hati tanpa terpaksa.


Jika diibaratkan benda, maka kesetiaan adalah salah-satu benda paling mahal sedunia.
Well, kalau kita sudah tahu itu benda mahal, maka bagaimana kita tetap berharap memperolehnya dari orang2 'murahan' di sekitar kita?

Ada banyak hal yang sebaiknya orang lain tidak perlu tahu. 

“Jika kita menyukai teman karena dia tampan, cantik, kaya, pintar, populer, baik dan semua kelebihan lainnya, maka itu sih lumrah saja. Rumus umum yang berlaku di dunia.
Tapi jika kita tetap berteman dengan seseorang yang jelek (maaf), miskin, biasa2 saja, tdk ada prestasinya, maka itu sebuah pertemanan yang baik.
Nah, jika kita tetap berteman dengan seseorang yang bangkrut, melakukan kesalahan, dijauhi orang lain, tetap membantunya, memberikan kekuatan, motivasi agar terus memperbaiki diri maka jelas itu sebuah keistimewaan. Amat spesial.”

Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Itu kehidupan kita, tidak perlu siapapun mengakuinya untuk dibilang hebat. Kitalah yang tahu persis setiap perjalanan hidup yang kita lakukan.
Karena sebenarnya yang tahu persis apakah kita itu keren atau tidak, bahagia atau tidak, tulus atau tidak, hanya diri kita sendiri. Kita tidak perlu menggapai seluruh catatan hebat menurut versi manusia sedunia.
Kita hanya perlu merengkuh rasa damai dalam hati kita sendiri.
 
Tidak mengapa merasa sendirian, dan tidak tahu harus melakukan sesuatu. Tidak mengapa, Kawan.
Karena dengan menyadari kita sendirian, dan tidak tahu harus melakukan sesuatu, itu sudah jelas: kita telah melakukan sesuatu. Menyadari kesendirian itu.
Sebab banyak orang-orang yang hidupnya ramai tapi hakikatnya sendiri. Hidupnya seolah megah, bergelimang hebat tapi hakikatnya sendiri saja. Hilang topeng, kulit, dan segala sesuatu hebat yg dia miliki, maka hilang orang di sekitarnya, pergi meninggalkan. Dan dia tidak pernah menyadari dirinya sendirian sejak awal.
  

Cinta bukan seperti harta karun. Siapa yang menemukan pertama kali maka dia bisa memiliknya. Cinta lebih mirip jemuran di lapangan, gantung saja lama2, maka dia diambil orang lain--atau minimal terbang dibawa angin.
 
Jika kita ingin dihormati, maka mulailah dengan menghormati orang lain.
Jika kita ingin dihargai, maka mulailah dengan menghargai orang lain.
Kalau kita ingin didengarkan, maka mulailah dengan mendengarkan orang lain.
Mulailah dari hal sederhana, seperti menghormati, menghargai dan mendengarkan peraturan rumah orang lain, maka kita akan disambut dengan lemah lembut.
Kalaupun semua orang menyukainya, dan kau tidak, lantas kau terlihat berbeda di antara mereka, maka jangan terlalu dipikirkan. Boleh jadi kau sendirian di dunia ini yang berpikir waras, Nak. 
Sesuatu yang sungguh kita cintai tidak bisa dibenci. Karena jika kita ngotot membencinya, yang muncul bukan kebencian, melainkan rasa sakit. Semakin berusaha dibenci, semakin sakit.

Mulut bisa berdusta, tapi mata tidak.
Kadangkala tatapan mata tidak bisa berbohong.
 
Guru, kepala sekolah, sama sekali tidak kebal hukum.

Catat baik2, sudah mulai banyak yang ditangkap karena korup menyalahgunakan uang BOS, Block Grant, iuran Komite Sekolah, dsbgnya. Dan dengan kesadaran hukum lebih tinggi dari banyak pihak terkait, kasus ini akan mulai semakin banyak. Tidak ada tempat sama sekali bagi guru2 korup.
Saya berdoa, semoga ribuan guru2 yang tergabung di page ini adalah guru2 yang amanah, mencintai dan dicintai murid2nya. Kadangkala, resiko menjadi guru jujur itu bisa serius sekali, tidak sedikit kasus yang malah ditangkap karena melaporkan korupsi di sekolahnya, tapi percayalah Tuhan tidak tidur. Dan kami, murid2nya, bangga sekali punya guru yang jujur.
 

Ditraktir itu menyenangkan, tapi pertanyaannya adalah, kapan kita mau mengubah cara berpikir: mentraktir itu jauh lebih menyenangkan.
Dapat gratisan itu memang mengasyikkan, tapi pertanyaannya kapan kita mau mengubah cara berpikir: menjadi orang yang memberi gratisanlah yang lebih asyik.
Menerima hadiah, sedekah, infaq, dapat beasiswa dsbgnya itu memang membuat bahagia, tapi pertanyaannya kapan kita mau mengubah cara berpikir: justeru memberikan hadiah, sedekah, infaq, ngasih beasiswa ke orang lain yang lebih membuat bahagia.
Sungguh, dalam agama kita ditulis dengan sangat indah: tangan di atas jauh lebih baik dibandingkan tangan di bawah. 

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Memberi jelas sekali lebih baik daripada meminta2.
Ada banyak sekali masalah di negeri ini yang selesai dengan sendirinya jika tabiat orang2 bisa diubah seperti ini.
 
Ada nasehat lama dari orang2 bijak, sy tulis ulang:

Sekali anak panah dilepaskan, kita bisa menangkapnya sepanjang punya kecepatan mengagumkan. Bahkan sebuah rudal ditembakkan, dengan teknologi hari ini, kita bisa 'menangkapnya' (mencegahnya mengenai sasaran) dengan rudal lain, meledak di udara, terhindarkan kehancuran yang lebih besar.
Tapi sekali ucapan dilepaskan, kalimat2 ditembakkan, bahkan dengan seratus kuda tercepat, kita tidak bisa menangkapnya lagi seperti menangkap anak panah.

*Minta kaya, sedekah & kemunafikan
"Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh."
"Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran)."
"Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta."
*Surah Taubah 75-77; Al Qur'an dengan tegas sekali menggunakan kata "kemunafikan" dalam kasus ini.

Jangan pernah melanggar peraturan dan prinsip2 diri sendiri hanya karena seseorang. Besok lusa, kalian bisa menyesal, karena ternyata itu sama sekali tidak berharga seperti yg dikira.
 
Perasaan itu tidak seperti lampu lalu lintas. Yang petunjuknya jelas, lampu merah berarti stop, lampu hijau berarti ayo jalan, atau kuning berarti siap-siap. Kita tidak pernah tahu kapan waktu terbaik jika sudah berurusan dengan perasaan.

Bukankah sering kita merasa sudah "lampu hijau", ternyata cuma ke-GR-an doang. Merasa "lampu merah", tidak ada kesempatan, ditinggalkan, untuk besok lusa, berpuluh tahun kemudian setelah masing2 berkeluarga dengan orang lain, baru tahu ternyata dulu "hijau" sekali.
Demikian.
 
Peluk dengan erat rasa sabar kita.
Maka tiada yang bisa menyakiti. Fisik bisa digebuki, tonjok, tapi jiwa orang penyabar selalu utuh. Inilah sifat yang mau kiri, kanan, atas, bawah, mau apapun posisinya tetap beruntung. 

Que sera sera,
Whatever will be, will be.
Hidup ini penuh misteri, Tuhan bekerja dengan cara yang menakjubkan. Kita tidak pernah bisa mengintip masa depan. Tidak akan. Tapi kita bisa selalu meyakininya, kita bisa selalu mempercayainya. Maka apa yang akan terjadi, terjadilah. What will be, will be. Lakukan yang terbaik, teruslah bermimpi, maka yang baik akan datang kepada kita.

Jadilah orang yang selalu memberikan kalimat2 positif, semangat untuk orang banyak. Maka semoga itulah yang akan mantul kembali kepada kita.
Karena jika sebaliknya, kita lebih memilih memberikan kalimat2 negatif, prasangka buruk, tuduhan2, maka itu juga yang akan memantul kembali kepada kita.
 
Kalau kita mendengarkan semua ucapan orang, maka dunia ini bisa jadi gelap gulita oleh asap hitam pikiran negatif.
Tutup pintu rapat-rapat. Jauhi orang-orang yang memang suka bicara begitu, negatif, ngeles, menjelekkan, dan sejenisnya. Percaya sajalah, sepanjang kita sudah berusaha melakukan yang terbaik, maka yang terbaiklah akan kembali pada kita.
 

Jangan suka membaca ramalan bintang. Zodiak2 itu dusta. Jangan dibiasakan. Kalau sudah kadung, berhenti saat ini juga.
Ketahuilah adik2 sekalian, yang bikin ramalan bintang itu sok tahu banget. Sambil cengar-cengir, tertawa, ngasal sekali. Masa' kalian percaya dgn orang2 ini. Pun kalaupun mereka ngaku serius dan tahu sekali meramal, bahkan meramal hidup diri sendiri saja tidak bisa.
Saya tahu, kalian kadang main2 saja, seru2an saja, tapi urusan ramal-meramal zodiak ini tdk pernah ada definisi main2. Hukumnya jelas sekali dalam agama kita, terlarang. Sama seperti main hujan. Mau hanya main2, mau serius, basah sudah. Jadi, jika tergoda hati, terlintas mau baca, segera tinggalkan, tutup halamannya.
Semoga pemahaman baik selalu meliputi kalian.
 
Bagi orang2 yang paham, jomblo itu bukan berarti nggak laku, Kawan. Bukan pula jual mahal, sok milih.
Jomblo terhormat itu simpel karena kita tahu persis lebih baik sibuk belajar, sekolah, bekerja, meniti karir, terus memperbaiki diri dibandingkan menggalaukan diri dalam hubungan tidak kongkret, cuma buang tenaga, buang duit buar traktir, pulsa, atau jadi 'tukang ojek' menghabiskan waktu disuruh2 jemput, nemenin, dsbgnya.
Itu merepotkan saja.
 
 

*"Haram" test masuk SD
Tidak boleh ada test membaca, menulis dan berhitung untuk masuk SD, dalam UU Diknas dilarang, dalam PP Pengelolaan & Penyelenggaran Pendidikan yang lebih detail juga dilarang. Hukumnya "haram".
Silahkan download PP No 17/2010. Buka pasal 69, dituliskan dengan super jelas:
(1) Peserta didik pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat paling rendah berusia 6 (enam) tahun.
(2) Pengecualian terhadap ketentuan pada ayat (1) dapat dilakukan atas dasar rekomendasi tertulis dari psikolog profesional
(3) Dalam hal tidak ada psikolog profesional, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru satuan pendidikan yang bersangkutan, sampai dengan batas daya tampungnya.
(4) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat WAJIB menerima warga negara berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun sebagai peserta didik sampai dengan batas daya tampungnya.
(5) Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.
(6) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat wajib menyediakan akses bagi peserta didik berkelainan.
Pasal 70,
(1) Dalam hal jumlah calon peserta didik melebihi daya tampung satuan pendidikan, maka pemilihan peserta didik pada SD/MI berdasarkan pada usia calon peserta didik dengan prioritas dari yang paling tua.
(2) Jika usia calon peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama, maka penentuan peserta didik didasarkan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang paling dekat dengan satuan pendidikan.
(3) Jika usia dan/atau jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sama, maka peserta didik yang mendaftar lebih awal diprioritaskan.
Guru2, kepala sekolah SD harus tahu tentang peraturan ini. Jangan bilang tidak tahu, karena melanggar UU dan PP adalah perbuatan melanggar hukum, dan bisa berimplikasi tindakan penegakan hukum. Terutama jika SD negeri, sekolah yg dibiayai oleh negara, itu lebih serius lagi.

Kita seharusnya tahu: dalam Al Qur'an, lebih banyak percakapan seorang ayah dengan anaknya dibanding seorang ibu dengan anaknya.
Saya bukan hendak bilang ayah lebih penting dibanding ibu, bukan itu. Tapi hendak mengingatkan, hari ini, di seluruh dunia, justeru ayah malah seharian di kantor/kerja, bertemu dengan anak2nya tdk banyak, di sisa2 waktu. Maka, gunakanlah kesempatan waktu yg sedikit itu utk bercakap2 dengan anak2 kita. Agar mereka tumbuh dengan pemahaman yg baik, dengan akhlak terbaik pula.

Bill Gates, orang terkaya di dunia itu, bahkan masih mencuci piring setiap habis makan malam--karena dia terbiasa sejak lama melakukannya.
Saya tidak sedang membahas soal kaya-raya-nya. Juga tidak sedang membahas tentang Microsoft Window atau Office. Saya sedang mengingatkan, adik2 sekalian anggota page ini yg cowok, ingatlah selalu, pekerjaan rumah tangga itu bukan sekadar tanggungjawab anak cewek. Kita, yg cowok2 juga harus gesit, terampil. Jago nyuci, ngepel, nyetrika, jahit, apapun itu.
Tentu saja boleh, besok lusa punya orang2 yg bekerja di rumah, kalau memang berkecukupan, tiada yg melarang; tapi dengan memahami ini, kita bisa lebih menghormati betapa pentingnya profesi ibu rumah tangga.
 

Apa yang tidak pernah tersampaikan oleh kata-kata
Bukan berarti dia tidak pernah tersampaikan
Apa yang tidak pernah dituliskan oleh huruf-huruf
Bukan berarti dia tidak pernah dituliskan
 

Orang yang berbohong walau hanya sekali, akan mudah sekali mengulanginya lagi, lagi dan lagi.
Jangan titipkan kepercayaan kita kepada orang2 seperti ini.
 
Kita tidak usah jadi pengendali udara, pengendali air atau pengendali api. Kita cukup jadi pengendali hati saja.
Itu sudah cukup sakti. 

Jika kalian guru, maka ketahuilah metode unggul yang digunakan oleh Nabi saat mendidik para sahabat: diajarkan dengan sederhana, disampaikan secara bertahap, dijelaskan melalui perumpamaan serta diulang hingga melekat dalam.
Gunakan metode ini dengan sabar dan lemah lembut, maka batu keras sekalipun, insya Allah bisa berlubang.
 

Dengan hidup sederhana, kita sudah tiba di separuh perjalanan memahami hidup ini.
Separuhnya lagi adalah dilengkapi dengan ilmu pengetahuan. Genap sudah.
 

*Meletakkan cinta
Cinta itu bukan soal kebersamaan apalagi memiliki.
Melainkan pada ingatan yang diletakkan di hati kita masing2, pun dalam doa2 yang dipanjatkan dalam senyap.
Itulah kenapa, kalaupun kita tidak memiliki seseorang/sesuatu, tidak bersama dengannya, atau malah dibenci karena salah paham, perbedaan, atau memang simpel karena tidak suka (apapaun alasan tdk suka tersebut), kita tetap selalu bisa menyebutnya dengan kata cinta.
 
Ambisi, keinginan, nafsu atau apalah menyebutnya membuat seorang RAJA menjadi budak.
Tapi sabar justeru membuat seorang BUDAK menjadi raja.
*nasehat fantastis dari seorang guru, Imam Ghazali
 

Arab Saudi mau membangun "Kingdom Tower" gedung paling tinggi sedunia, 200 lantai, menghabiskan biaya 80 Triliun. Proyek ini butuh bertahun2 utk selesai.
China mau membangun terowongan bawah laut terpanjang di dunia 123 KM, dengan biaya 390 Triliun. Proyek ini juga lama sekali baru beres.
Ah, Agan2 dari Arab, kami tahu fulus kalian banyak betul. Juga haiya, Koh dari China, itu uang kalian juga banyak, hah. Kami tahu. Tapi di negeri kami, tahun ini diperkirakan hampir uang 400T cuma dibakar saja jadi asap atau setrum. Kalau kami mau, tiap tahun kami bisa bikin 5 Kingdom Tower, atau bikin terowongan juga masih sisa 10T, cuma kami karena kebanyakan uang, memutuskan dibakar saja jadi asap. Jadi masih hebat kamilah.

Salah-satu hebatnya cinta yang datang dari anak2 yang masih balita adalah: saat kita sedang marah sekali, dia tiba2 bisa membuat kita tersenyum, bahkan tertawa. Berguguran marah di hati.
Maka, nasehat lama itu benar sekali: carilah seseorang, teman hidup yang selalu membuat kita tertawa, bahkan dalam situasi kita tidak ingin tersenyum sama sekali. Menyenangkan menghabiskan waktu dengan seseorang seperti ini.
 
Boleh jadi, yang kita buang, adalah sesuatu yang kita butuhkan.
Boleh jadi, yang kita lupakan, adalah sesuatu yang mengingatkan.
Boleh jadi, yang kita tinggalkan, justeru adalah sesuatu yang selalu menunggu. Setia. Di sana.

*Kelilingilah
Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang sibuk mengejar cita-cita, maka kita akan ikut mengejar cita-cita.
Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang sibuk berkata baik, berbuat baik, maka kita akan ikut berkata baik, berbuat baik.
Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang giat belajar, tak henti mencari ilmu, maka kita akan ikut giat belajar, tak henti mencari ilmu.
Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang selalu menyemangati, berkata positif, memotivasi, maka kita akan ikut semangat, berkata positif dan termotivasi.
Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang saling mengerti, menerima apa adanya, maka kita akan ikut saling mengerti, menerima apa adanya.
Sungguh, rumus ini tidak akan keliru.
Dan kabar buruknya; hal ini juga berlaku sebaliknya.
Kelilingilah diri sendiri dengan teman2 yang suka bicara kotor, maka dengan sendirinya kita akan ikut berkata kotor.
Selalu demikian.
 
 

Jika ribuan kata tidak mampu menjelaskan, masuk kuping kiri, keluar kuping kanan; Maka mungkin sudah tiba waktunya, tutup mulut, bicara dalam diam, kadang itu lebih bisa dipahami.

*Sajak Lepaskanlah
Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.
Kemampuan melepaskan, melupakan, membiarkan atau apapun orang menyebutnya adalah salah-satu akar penting dari pohon kehidupan.
Jangan dipaksakan, jangan digigit terus, lepaskanlah. Maka biarkan pohon kehidupan kita tumbuh besar, kokoh, rimbun dan berbuah.
Apapun itu, baik kejadian menyakitkan, tindakan aniaya orang lain, pengkhianatan, atau hal-hal kecil seperti ketinggalan bus, kehilangan buku, kaki bengkak terantuk ujung meja, lepaskanlah.
Apapun itu, baik kehilangan seseorang yang penting, padamnya perasaan, kekecewaan menunggu, gagal ujian, atau hal-hal kecil seperti kehabisan menu favorit, disenggol motor, komen tidak direply, lepaskanlah.
Jangan keukeuh dipegang buah busuknya. Jangan ngotot disimpan bisul kejadian tersebut di hati, lepaskanlah, maka kita akan melihat kesempatan baru, penjelasan baru, atau sekadar kesegaran suasana baru.
Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.

Jika kita membenci orang lain karena orang tersebut mencuri, korup, berbohong, maka itu masuk akal. Tapi kalau kita benci simpel hanya karena berbeda sikap, orang tersebut tidak masuk kelompok kita, itu sih tidak masuk akal sama sekali.
Selalu uji dan test kenapa kita tidak menyukai orang lain? Luruhkan seluruh gumpal di hati yang tidak masuk akal. Hati itu seharusnya dikendalikan penuh oleh akal sehat. Bukan akal kita yang dikendalikan hati, ambisi, kebencian dsbgnya.
*Tere Liye

Menurut penelitian paling mutakhir dari University of Michigan: Orang2 narsis rawan menderita stress, dan dengan media sosial menggoda orang2 untuk semakin narsis, maka berhati-hatilah dekat dengan tukang narsis, pamer, dan sejenisnya.
Nah loh.
*Btw, sy hanya menuliskan kesimpulan riset terkini; jangan protes apalagi marahin saya.

Kita memang bisa mendatangi rumah lama kita, sekolah lama, tempat2 favorit lama kita. Bisa. Sepanjang masih ada bangunannya.
Tapi kita sungguh tidak akan pernah bisa mengunjungi masa muda yang telah berlalu, masa remaja yang telah lewat, masa2 terbaik yang tinggal kenangan.
Maka, jangan sia-siakan. Jika kita masih remaja, itulah kunjungan terbaik yang tak akan terulang lagi. Isi dengan belajar sebanyak mungkin, habiskan waktu dengan keluarga tercinta, teman2 terbaik. Jangan mau cuma galau, ngikut trend tidak jelas, sakit hati, apalagi sia-sia, pun merusak diri sendiri. Kita tidak akan pernah bisa mengunjungi masa2 remaja sekali dia telah berlalu.

Menjadi jomblo itu bukan berarti kita tidak paham tentang cinta. Bahkan, ssttt... malah kita lebih jernih memperhatikan "keganjilan2" prilaku orang yg sedang jatuh cinta. 

Seorang ulama besar dalam bukunya pernah menulis begini (saya rewrite, tidak persis benar):
"Jika aku akan bergunjing, maka lebih baik aku menggunjingkan Ibu-Bapakku, karena hanya mereka yg lebih berhak menerima pahala dariku. Bukan orang lain."
Kalimat ini dalam sekali bagi orang2 yg mau memikirkan.

Kata orang tua dulu: diamnya wanita adalah "iya"; dan kata "tidak" dari seorang wanita, boleh jadi dia justeru sedang susah payah menyembunyikan jawaban "iya".
Tetapi itu berlaku untuk generasi wanita jaman dulu yg pemalu dan memilih menunduk. Saya tidak tahu, apakah masih relevan dengan generasi wanita hari ini. Nanti saya disalahkan, pas kalian melamar anak orang, dia bilang "tidak", kalian malah langsung bersorak kegirangan, padahal memang "tidak banget".
 

Jangan marah ketika ada orang yang menggunjingkan kita, membuka aib2, pun menjelek2an. Justeru bila sempat, kirimi kado istimewa buat pelakunya, sampaikan banyak terima kasih, karena dia telah menghadiahkan pahala bagi kita
Sungguh begitulah posisi masalah ini.

Saya mau usul:
1. Menteri Pendidikan Nasional itu dari Ibu2 rumah tangga saja; yg pusing setiap kali mau menyekolahkan anak masuk SD, SMP, SMA. Juga pusing setiap kelulusan begitu banyak biaya2;
2. Menteri Perhubungan itu dari pelaku komuter, yang tiap hari minimal naik angkutan umum 6 jam (berangkat 3 jam, pulang 3 jam); yang tahu persis stres-nya menghadapi sistem transportasi massal di negeri ini.
3. Menteri Pertanian itu dari Ibu2 rumah tangga juga; yang sebal setiap ke pasar, atau belanja di Mamang sayur. Harga daging sapi dari dulu ogah turun, cabai, bawang, cuma dapat sesiung; apalagi tempe tahu, cuma sekerat kecil dengan jatah uang belanja yg justeru tak naik2.
Mungkin ada bagusnya jika pejabat2 negeri ini di isi saja oleh orang2 biasa yang mengalami setiap hari masalahnya. Bukan dari partai, pintar2 tapi bertahun2 situasinya tidak berubah. Kalaupun gagal, setidaknya gantian lah menikmati uang rakyat, masa' cuma kelompok kroni situ saja.
Btw, buat yang mau mengusulkan Menteri2 lain (ada 30 lebih posisi Menteri) dari mana sebaiknya, silahkan tulis di kolom komen. Mari mengarang bebas. Siapa tahu ide kalian lebih keren.

Tidak apa gagal memiliki sesuatu.
Setidaknya kita berhasil mengambil pelajaran terbaiknya.
Karena repot sekali, kita sudah gagal memilikinya, kita juga gagal mengambil hikmah di dalamnya. Tekor dua kali.

Jika 5 tahun lalu kita sibuk dengan teori2 cinta di blog, jejaring sosial, tulisan2, percakapan2 dengan teman; dan 5 tahun berlalu tanpa terasa, hari ini ternyata kita tetap tidak menikah juga,
Maka boleh jadi, sssttt, 5 tahun ke depan kita juga akan tetap sibuk dengan teori2 saja. Untuk kemudian 10 tahun berlalu, juga berlalu tanpa terasa.
Ayo, dikongkretkan. Kokohkan niat, laksanakan
 
Sungguh malang jika kita membenci orang yang justeru dicintai banyak orang. Karena cepat atau lambat, kita jadinya malah membenci semua orang, semua dijadikan lawan.

Selalu ada kesempatan kedua. Jangan khawatir.
Kesempatan untuk memperbaiki setelah kesalahan.
Kesempatan untuk kembali setelah keliru pergi.
Kesempatan untuk berbelok setelah salah langkah
Kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik setelah tertipu.
Kesempatan untuk berhasil setelah gagal.
Kesempatan untuk bahagia setelah tersakiti.
Selalu ada kesempatan kedua. Tinggal dilengkapi niat yang baik, serta sungguh2 berusaha.

Tidak ada orang yang bersedia hanya jadi halte, atau ruang tunggu stasiun, bandara. Semua orang ingin berada di dalam perjalanan tersebut. Naik bus, kereta, pesawat, berpetualang.
Nah, sama dalam urusan perasaan atau hati. Kalian mau hanya jadi ruang tunggu saja? Keretanya datang, dia pergi dengan yang lain? Tidak mau, bukan?
Dan ketahuilah, pacaran itu juga hanya ruang tunggu. Ada yang mau di ruang tunggu selama2nya? Tidak naik2 keretanya? Mending bergegas boarding, meminimalkan merusak diri sendiri.

Pahamilah logika ini: Bermain api, bisa terbakar; bermain hujan, bisa basah.
Maka, barangsiapa yang bermain2 dengan perasaan, (pacaran adalah salah-satu contohnya); maka tanggung sendiri resikonya. Termasuk yg kadung merusak diri sendiri. Hadapi dengan gagah semua resikonya, jadikan pelajaran hidup. Toh, bukankah kita memilih sendiri dengan sadar untuk pacaran? Nah, jika sudah tahu ternyata itu tidak selalu indah, segera tinggalkan. Semua orang berhak atas kesempatan kedua memperbaiki diri sendiri. Buktikan kalau kita benar2 berubah.
Buat yang belum mengalaminya, jangan tergoda. Lebih baik habiskan waktu fokus belajar, sekolah, bersama keluarga dan teman2. Tenang saja, jika sudah tiba waktunya, toh, akan datang juga. Jika masih bandel pengin coba2, ingat baik2, resiko tanggung sendiri. Dan berhentilah berkeluh kesah jika ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Kita merepotkan orang lain.

Kalian harus tahu, manusia dengan tabiat yang jelek itu (punya hati tapi tidak digunakan, punya mata, telinga tapi tidak digunakan dengan baik) diibaratkan hewan ternak.
Kasar? Sama sekali tidak.
Perumpamaan yang telak, tidak pernah masuk kategori kasar
 
Lebih baik jual mahal, daripada jual murah.
Pakaian yang semua orang bisa pegang2, coba, dsbgnya itu jelas berada di box "Sale", obral atau cuci gudang; sementara yang mahal, spesial, diletakkan di butik2 terbaik, bahkan baru dijahit jika telah ada pembelinya.
 

Rasa sabar itu bisa mengembalikan yang pergi menjadi kembali;
Jarak yang jauh menjadi dekat,
Beban yang berat menjadi ringan,
Waktu yang lama menjadi sebentar,
Rasa benci menggunung menjadi sebutir debu
Buktikan sendiri kesaktiannya
 

*Sajak ibarat buku
Ibarat sebuah buku, maka:
Jika dia cantik/tampan, itu seperti buku dengan cover amat menawan hati. Banyak yg tergoda memegangnya.
Jika dia kaya, itu seperti buku tersebut dengan kertas yang sangat baik/mahal.
Jika dia dari keluarga baik-baik, itu seperti buku tersebut dengan nama penerbit yang terkenal.
Tapi tanpa pemahaman yg baik, agama yg baik, maka itu seperti buku tanpa isinya sama sekali. Kosong, hanya kertas tanpa tulisan.
Sungguh orang2 tertipu yang membeli buku seperti ini, apalagi jika malah bangga memamerkannya kemana-mana. Bergaya sedang baca buku dgn cover bagus, kertas mewah, penerbit terkenal, tapi kosong dalamnnya.
Inilah sajak ibarat buku

Hidup kita ini adalah skenario Allah yang maha sempurna. Pun termasuk 'kebetulan-kebetulan' dalam hidup kita, itu jelas adalah bagian dari skenario.
Tiada susah bagi Allah untuk membatalkan pertemuan meski dua orang telah bersepakat bertemu. Pun tiada susah bagi Allah untuk membuat dua orang bertemu meski dua-duanya sungguh tidak ingin bertemu.
Maka jangan cemas, jangan gulana. Apapun yang kita jalani, alami, ambil pelajaran dan selalu bersyukur. Mau menyebalkan, mau membahagiakan, itu skenario terbaik. Jangan memaksakan diri.

Entah dengan kalian, tapi saya akan ilfil seketika melihat orang makan/minum sambil berdiri, pakai tangan kiri pula, tanpa alasan super darurat. Setinggi apapun ilmu agamanya, dia benar2 telah melupakan sunnah Nabi yang paling ringan dan mudah.
Agama itu adalah keseharian. Melekat dalam nafas kita. Ibadah kita. Ahklak kita, manfaat kita. Baju/pakaian tidak akan membuat kita masuk surga. Itulah kenapa, seorang bapak bernama Lukman, bisa disebut2 dalam kitab suci. Orang2 yg terlihat biasa2 saja, boleh jadi tinggi benar derajatnya di mata penduduk langit. Pun sebaliknya.

(1)
Jangan pernah melupakan orang2 yang membantu saat kita sedang dalam kesulitan besar. Teman2 sejati.
(2)
Juga jangan pernah melupakan orang2 yang justeru pergi menjauh, apalagi bersedia membantu, sama sekali tidak mau, saat kita dalam kesulitan besar. Teman2 palsu.
(3)
Dan tentu saja, jangan pernah melupakan orang2 yang membuat kita dalam kesulitan besar tersebut. Dimaafkan iya, dilupakan jangan pernah, dijadikan pelajaran agar tidak terulang.
*nasehat lama ini seperti main-main saja; banyak ditemukan di berbagai tulisan. tapi pesannya dalam sekali.
 

*Sajak tidak mengapa
Tidak mengapa kalau kita pelupa. Hei, tetap ada untungnya. Ingat baik2, orang pelupa itu tidak jago berbohong.
Tidak mengapa kalau kita ini pendiam. Hei, tentu banyak manfaatnya. Ingat baik2, orang pendiam lebih sedikit menyakiti orang lain dengan kalimat2nya.
Tidak mengapa kalau kita ini penakut. Oi, ini tentu tidak sedikit faedahnya. Ingat baik2, orang penakut itu tidak mau dekat2 sesuatu yang membahayakan dan merusak dirinya.
Tidak mengapa kalau kita ini lambat. Oi, tentu tetap ada gunanya. Ingat baik2, orang2 yang lambat belajarnya, mesti diulang2, akan mengingat sesuatu lebih lama dan mendalam.
Dan terakhir, tidak mengapa kalau kita ini pemalu.
Sungguh sikap pemalu yang positif adalah Ibu dari segala sikap menjaga diri. Tidak akan rugi orang2 yang bisa menggunakan rasa malunya dengan jitu.
 

Dibilangin orang lain "Bodoh", tidak serta-merta lantas membuat kita beneran bodoh. Pun ketika dipuji orang lain "Jenius", tidak serta merta lantas mengubah fakta kita jadi jenius seketika.
Karya, pekerjaan atau apalah yg kita buat dibilangin orang lain "Jelek", tidak juga membuat karya kita jadi seketika jelek. Pun ketika dibilangin "Bagus", sama sekali bukan jaminan memang bagus menurut orang banyak.
Berhentilah terlalu mencemaskan penilaian orang lain. Hidup kita itu terlalu berharga hanya untuk berhenti mendengarkan celoteh orang2. Terus melaju, terus belajar, terus memperbaiki diri sendiri. Omongan negatif biarin kelaut saja sana.
 

Per hari ini, harga daging sapi di pasar2 tradisional naik 95.000kg/kg; harga ayam juga menyentuh 45.000kg/ekor, harga telur ayam naik signifikan 21rb/kg.
Yang turun hanya tingkat kehadiran DPR pas rapat komisi. Tgl 5 Feb, rapat komisi III dari 49 anggota yg hadir 9 orang. Tgl 5 Feb juga, rapat komisi I, dari 49 yg hadir 7 orang. Yg paling keren, rapat Komisi IV, bidang pertanian, dari 49 anggota komisi yang hadir 3 orang, sisanya mungkin lagi survei di pasar induk, nanya2 tentang harga telor.
Sebagai catatan, minimal setiap anggota DPR memperoleh penghasilan (gaji pokok + tunjangan) 57 juta/bulan. Magabut oh magabut.
Baiklah, mari kita sama2 bilang: aku rapopo.

Jaman baheula, ketika ada orang yang sakit hati karena cinta, maka semua orang tidak ada yang tahu, kecuali dia sendiri yang sedang patah hati.
Hari ini, ketika ada orang yang sedang sakit hati karena cinta, SELURUH dunia tahu, kecuali yang membuat dia patah hati--tidak peduli.

Jaman dulu, ketika ada orang yang sedang jatuh cinta, maka semua orang tidak ada yang tahu kecuali yang sedang jatuh cinta itu sendiri.
Hari ini, dengan media sosial ada di mana2, kebiasaan eksis melanda dunia, maka ketika ada orang yang jatuh cinta, SEMUA orang tahu, kecuali orang yang dia sukai, tidak tahu.

Rasa sakit di hati itu hanya ibarat kabut di pagi hari.
Tunggulah matahari tiba, maka dia akan hilang bersama siraman lembut cahayanya.
Rasa sakit di hati itu hanyalah ibarat kabut pagi.
Tidak pernah mengubah hakikat indahnya pagi.
Bahkan bagi yang senantiasa bersyukur, dia akan menari (meski sambil menangis) di tengah kabut.
Dan itu sungguh tarian indah.
Tarian penerimaan. 

Cantik atau tampan itu bukan hanya soal wajah. Orang2 yang kepalanya berisi, tutur katanya santun, prilakunya keren, jelas bisa dibilang oke.
Catat itu.
 

Rasa sabar itu bisa mengembalikan yang pergi menjadi kembali; Jarak yang jauh menjadi dekat,
Beban yang berat menjadi ringan,
Waktu yang lama menjadi sebentar,
Rasa benci menggunung menjadi sebutir debu

Ini nasehat lama (yg bnyk ditulis dimana2): Melepaskan dgn tulus sesuatu yg amat kita inginkan tidak selalu berarti kita lemah. Melainkan sebaliknya, kita sangat kuat untuk membiarkan sesuatu itu pergi. Kita sangat kuat utk meyakini bahwa besok lusa, jika memang berjodoh, pasti akan kembali.

Membenci orang lain itu tidak boleh. Apalagi membenci diri sendiri.
Menyalahkan orang lain itu jangan. Apalagi menyalahkan diri sendiri.
Berputus asa terhadap orang lain itu dilarang. Apalagi berputus asa terhadap diri sendiri.
Jadi buang gulana-nya, ayo tersenyum.

Jika kita tidak bisa membuat seseorang menetap dalam hidup kita, maka saatnya biarkan pergi. Cukup menetap saja dalam hati dan kenangan.

Memaafkan itu perkara orang2 kuat.
Karena orang2 lemah, jangankan memaafkan, minta maaf saja dia tidak mampu.
*rewrite Gandhi

Cukup malaikat Rakib saja yang mencatat amalan2 kita, tidak perlu kita ikut mencatatnya (malah dicatat pula di jejaring sosial). Percayalah, catatan malaikat Rakib tidak akan keliru. Beda dengan catatan kita, yang rentan dihinggapi.

Tidak semua rindu itu harus dikatakan. Lebih banyak yang sebaiknya disimpan dalam diam; apalagi jika rindu tersebut dalam bentuk hubungan yang tidak sesuai rambu2 agama. Semoga dengan menahan diri, besok lusa diberikan kesempatan terbaik dalam cara yang baik menyampaikannya. 

Saya mau usul: bikin KTP, KK, dan surat-menyurat lainnya bisa lewat online saja. Isi formulir sendiri, upload foto sendiri. Pak/Ibu RT/RW approve online juga, tdk perlu pakai surat2 pengantar, sekali mereka tahu ini memang warganya, langsung oke. Aplikasinya masuk ke Kelurahan. Petugas tinggal proses, KTP dicetak. Dikirim ke rumah2.
Lagi2 ini hanya usul, setidaknya orang2 tahu, di luar negeri sana, orang2 nyoblos pemilihan pakai touchscreen.
 

Jangan terlalu menanggapi orang2 yang nyolot di akun facebook/twitter kalian. Kalau mau direspon, cukup seadanya, jika yang nyolot malah nantangin/menyerang kita, segera tinggalkan.
Media sosial ini bukan tempat ribut, sakit hati, marah2an. Segera buat jarak, klik unfollow, block dsbgnya. Biar tidak jadi penyakit hati. Kalau di sana masih rese, tidak terima, biar dia mengunyah sendiri rasa sebalnya tersebut.
Ayo mari internet sehat.

Fokuslah pada orang2 yang menyayangi kita.
Jangan habiskan waktu pada orang2 yang bahkan peduli pun tidak, bahkan menjelek2an kita. Itu jadinya salah fokus.

Saya itu penulis, bukan motivator. Sy tidak bertanggungjawab membuat orang bahagia di page ini. Bahkan banyak tulisan saya yang justeru menusuk pembacanya--sama sekali tidak memotivasi.
Guru2 terbaik menulis selalu menasehati: tulislah apa yang orang harus baca, bukan yang ingin mereka baca.
Semoga kalian tidak salah alamat bergabung di page ini.
 

Saat kita menemukan rasa cukup di dalam hati, maka Allah akan mencukupkan semuanya. Otomatis. Langsung rontok berguguran semua beban di hati.
Saat kita menemukan rasa kurang dalam hati, maka kita sendirilah yang membuatnya terasa kurang semua. Otomatis. Seberapapun, tetap kurang.
 




Teman sejati boleh jadi persis sebuah cermin.
Yang dengannya, kita tidak perlu susah payah sungguhan bercermin untuk melihat kejelekan kita, karena ada yang tidak sungkan memberitahu, menasehati lantas menemani memperbaikinya.
Kita juga tidak perlu bercermin untuk membanggakan kehebatan kita, karena ada yang selalu menghargai, mengingatkan jangan berlebihan, dan terus mendorong kita semakin baik.

Mencintai dalam diam adalah seperti menari takjim sendirian di antara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, kita selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta.
Semoga besok lusa bisa menari bersama dalam ikatan yang direstui agama, dicatat oleh negara.
 
Senyum adalah jembatan yang menghubungkan antara dua mata.
Kalimat yang santun dan baik adalah jembatan yang menghubungkan antara dua telinga.
Perbuatan yang mulia adalah jembatan yang menghubungkan antara dua hati.
Maka, jangan ragu2 membangun jembatan setiap hari. Bukan sekadar agar kita selalu terhubung dalam kebaikan, tapi yang lebih penting, agar kita tidak terisolasi dari kebahagiaan.
Tentu bukan hanya desa atau kampung saja yang bisa terpencil, manusia juga bisa disebut 'manusia terpencil'. Yang sayangnya bukan karena posisi geografisnya, tapi karena dia tidak mau membangun jembatan2 penghubung tersebut.

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di mata, maka hanya sampai disanalah awal dan akhir semua kisah.
Siapa yang meletakkan cintanya hanya di kaki dan tangan, maka juga hanya disanalah tempat terjauh yang bisa digapai.
Tapi barangsiapa yang meletakkan cintanya di hati, mematuhi aturan main dan senantiasa bersabar, maka dari sanalah semua kisah akan mekar bercahaya, wangi memesona.

Pemerintah sepertinya akan serius memenjarakan orang yang menyerukan golput. Salah-satu komisioner lembaga pemilu sudah memberikan pernyataan, mereka akan bekerjasama dengan polisi. Jadi, orang2 yg mengajak golput di twitter/facebook, jejaring sosial bisa dipenjarakan.
Mereka akan menggunakan UU 8/2012, Pasal 292: "Setiap orang yang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24.000.000". Entah bagaimana mereka mendefinisikan pasal ini, mungkin juga bisa sekaligus definisikan saja "semua golput".
Baiklah, jika niat ini sudah bulat, mereka melaksanakannya, ayo, mari kita penjarakan saja semua golput, tapi mari kita sayangi, cintai para koruptor, anggota DPR yang bolos rapat, pun termasuk pegawai pemerintah yg asyik keluyuran mencuri waktu kerja.
 
"Tukang kayu terbaik, tidak hanya pandai membangun rumah untuk orang2, membawa kebahagiaan bagi orang2 dengan rumah tersebut; tapi juga pandai membangun rumah di hatinya sendiri, kebahagiaan untuk dirinya.
Seorang guru terbaik, tidak hanya pandai mengajar orang2, membawa kebahagiaan bagi orang2 dengan pengetahuan yang dia ajarkan; tapi juga pandai mengajar hatinya sendiri, kebahagiaan untuk dirinya.
Juga ribuan profesi dan pekerjaan lainnya. Tidak hanya yang terlihat di luar, tapi lebih penting lagi di dalam hatinya sendiri. Kebahagiaan.
*Kalimat pertama quote ini diambil dari salah-satu adegan percakapan film Korea "A Moment To Remember"
 
 

Kita tidak perlu menjadi tua untuk bijak.
Karena sebaliknya, kita tidak perlu menjadi anak-anak untuk kekanak-kanakan.

Kita tidak akan pernah sukses menjalani hubungan apapun, jika kata "maaf", menjadi kata paling sulit sedunia untuk kita ucapkan.
Percayalah. Dalam hubungan apapun.

Karena kita tidak menyukainya, maka bukan berarti sesuatu itu otomatis menjadi buruk bagi kita dan semua orang.
Pun sebaliknya, karena kita amat menyukainya, maka bukan berarti itu menjadi otomatis baik bagi kita dan semua orang.
Kadang situasinya terbalik sekali.

Persahabatan itu tidak selalu dibangun dari hal2 hebat, seperti persahabatan Hobbit, Peri, dan Kurcaci di film Lord of The Ring, juga tidak dibangun dari hal2 menakjubkan, seperti persahabatan Harry Potter, Hermione, dan Ron di filmnya.
Persahabatan kita hari ini, boleh jadi dibangun atas hal2 kecil. Sedikit demi sedikit, setiap hari, yang lantas tumbuh membesar. Dan itu sama spesialnya dengan petualangan hebat manapun.

Kita selalu bisa memilih, antara:
"Saya sedang mengejar kebahagiaan. Akan saya kejar kebahagiaan itu kemana pun. Semangat."
atau,
"Sayalah kebahagiaan itu. Saya tidak perlu mengejarnya kemana2 untuk bahagia. Bahkan detik ini juga, saya bisa bahagia. Semangat."
 
Memahami kaum wanita itu boleh jadi sama seperti menonton film berbahasa asing (yang bahasanya benar2 asing), dan tidak ada subtitle/terjemahan di layar. Jadilah menebak2 dari ekspresi wajah, dari gambar saja.
Dan nasib buruk buat kaum laki-laki, dalam urusan perasaan, kitalah secara default yang disuruh memahami mereka. Terima nasib saja, tidak perlu protes apalagi mengeluh.
 
"Memalsukan senyum" jauh lebih rumit dibanding "memalsukan kesedihan".
Ketika seseorang tersenyum dan bilang baik2 saja, maka hanya dia dan Tuhan-lah yang tahu apakah memang baik2 saja atau tidak.
Hanya saja, gunakan jawaban "aku baik2 saja" sebagai kalimat kokoh, diyakini, agar sugestinya muncul, dan besok lusa kita memang baik2 saja. Jangan gunakan karena tidak ada jawaban lain yang melintas di kepala selain itu.
 
Bagi para pecinta, bukan jarak yang menjadi masalah, toh, itu bisa diatasi dengan teknologi hari ini. Pasangan suami-istri terpisah samudera dan benua karena tugas kerja, tetap baik2 saja.
Jadi apa masalahnya?
Tanyakan saja kepada pencinta yang nasibnya: "Mau seberapa dekat dia berada, tetap saja semua terasa jauh." Nah, yang macam ini, bisa gigit kursi atau meja.
 
 

Masa depan itu lebih penting dibanding masa lalu.
Kita mau hanya jadi "cinta masa lalu" dibandingkan "cinta masa depan"? Nggak mau, kan.
Jadi tidak perlu mencemaskan masa lalu yang kusam, gelap. Perbaiki diri, jadikan pelajaran, agar masa depannya tidak terulang. Jangan keseringan menoleh, nanti tersangkut kakinya, jatuh terguling. Menoleh sekadarnya saja.

Jika tiba2 ada bola besar menghujam deras ke arah kita, dan kita tidak sempat menghindar, maka jangan reflek pejamkan mata; hadapi sebaik mungkin. Tangkap atau pukul bolanya.
Pun sama, jika tiba2 ada masalah menghujam deras ke arah kita, dan kita tidak sempat menghindar, maka jangan mau pejamkan mata, bahkan bila perlu MENGEDIP pun tidak. Hadapi dengan kokoh masalahnya.
 
Bagi para pencinta, bukan ditolak cinta yang membuatnya berduka bagai burung ditembak jatuh.
Melainkan ketika dia tahu, "Ternyata tidak ada yang bisa mengubah kenyataan itu."

Ini nasehat orang tua yang mungkin bermanfaat:
Seseorang yang benar2 menyayangi kita, tidak akan pernah pergi meninggalkan kita. Bahkan saat orang lain tidak menemukan lagi alasan untuk bertahan, dia akan menemukan lagi, lagi dan lagi alasan lainnya.
Dan dengan melakukan itu, bukan berarti rasa sayangnya menjadi tidak rasional. Itu justeru adalah rasionalitas terbaik. Kasih-sayangnya mewujud begitu bersahaja.

Cinta itu bisa tumbuh di tempat tidak terduga, bahkan di tanah tandus, gersang sekalipun. Cinta juga bisa tumbuh kapanpun, di waktu yang sama sekali tidak diduga.
Maka jika dia disiram oleh air dan pupuk pemahaman yang baik. Akan tumbur subur, rimbun daunnya, lebat dan manis buahnya. Bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Tapi jika dia disiram oleh air dan pupuk pemahaman yang salah, cara yang keliru dan dangkal, akan kerdil pohonnya, rontok daunnya, pahit dan beracun buahnya. Merusak diri sendiri, keluarga hingga merepotkan banyak orang.

Kalian harus tahu, hampir tiap minggu di pengadilan orang2 yang ditangkapi oleh KPK, dipertontonkan linangan air mata. Apalagi saat kesempatan pembacaan pledoi, pembelaan diri dari tersangka.
"Wahai Pak Hakim, saya tidak bersalah. Hiks hiks hiks... Kalau aku bersalah, seret yang itu juga Pak Hakim, hiks hiks hiks. Kasihan anak istri saya Pak Hakim, hiks hiks hiks.... Saya ingin berkumpul bersama mereka, hiks, hiks, hiks...."
Sejak KPK berdiri, hingga persidangan kemarin, begitu banyak air mata tumpah di pengadilan orang2 ini. Menyaksikannya membuat miris: sama sekali tidak punya kehormatan orang2 pengecut ini. Menangis buaya setelah terdesak. Coba kalau tidak tertangkap basah, tertawa bahak sekali mereka. Petantang-petenteng di mana2, merasa berkuasa sekali.

Menunggu bukan pekerjaan sabar atau tidak sabar.
Menunggu adalah pekerjaan bermanfaat atau tidak bermanfaat.
Menunggu bukan pekerjaan setia atau tidak setia.
Menunggu adalah pekerjaan awal dan akhir prosesnya,
Siapa yang mengerti, akan berakhir dengan pribadi lebih baik,
meskipun yang dia tunggu tidak pernah datang kembali.
 
Jika kita sibukkkk saja mengeluh atas profesi/pekerjaan kita hari ini, mengeluhnya diumumkan pula (seperti di media sosial), maka saran guru2 dulu, segera berhenti, Nak. Putuskan.
Kan malang sekali nasib kita. Sudah gaji kecil, merasa tidak dihargai, mengeluh pula. Tekor berkali-kali.
Jika kita memang tidak bisa kemana2, tidak berani pergi, maka mulailah kunci mulutnya, berhenti mengeluh, mulailah menyayangi pekerjaan kita. Peluk erat semua kesusahan. Itu akan membuat kita beruntung berkali-kali. 

Ketidaksabaran, tergesa-gesa sekali, bisa membuahkan penyesalan yang serius.
Catat itu.
 
 

Hidup ini memang "menunggu".
Menunggu kita untuk menyadari: kapan kita akan berhenti menunggu.

Seseorang yang benar2 menyayangi kita, tidak akan membiarkan kita menunggu--meskipun dia tahu kita bersedia saja menunggu.
Pikirkanlah.

Cinta adalah menerima kelebihannya, pun menerima kekurangannya. Tidak bisa hanya ke hal2 yang memang kita sukai saja.
Tapi kenapa dulu nggak bilang? Kenapa baru ketahuan sekarang? Setelah menikah ternyata menyebalkan, nggak banget.
Ya mau apalagi, bahkan dengan kuesioner 1.000 halaman, plus tim assessor 10 orang, proses pendekatan berpuluh2 tahun, tetap tidak ada jaminan semuanya akan cocok. Jadi, pilihannya simpel: diterima saja. Dicocok2in. Syukur2 bisa diperbaiki. 

Hidup ini kadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Karena pengemudi hidup kita sejatinya bukan kita sendiri. Kita toh sudah berjalan di atas skenario terbaik dari maha pembuat skenario.
Jadi, tidak apa, dan normal2 saja kalau susah hati, beban menumpuk di pundak, sesak, terperangkap di tengah, mau berteriak marah, nangis. Namanya juga hidup. Bersabarlah, tidak akan rugi orang2 yang bersabar.  

Anak2 remaja itu seharusnya dilarang keluar malam jika tidak ada alasan kuat, penting serta mendesak. 

Tidak ada komentar: