Senin, 03 Februari 2014

imajinasi


aku bahkan tidak tahu seberapa jauh tempatmu berdiri sekarang denganku 
aku bahkan tidak pernah mencoba memintamu
aku bahkan tidak pernah berhasil membayang sosokmu
apakah kau berkacamata
atau justru matamu begitu indah hingga kelak membuatku membisu

seperti pusaran air
menembus dimensi aku memikirkanmu
hari di mana kau bekukan seluruh langkahku
kakukan kata dalam lidahku
mengawang mereka ke angkasa raya
membentuk ornamen yang dicintai semesta
jika saja kau sedikit berkenan mengabadikannya
mungkin aku tak harus selelah ini sekarang

bagaimana aku bisa tahu bahwa kau sedang menjalin keresahan yang sama besarnya denganku?
bisakah kau bisikan sejenak lewat angin
titipkan ia pada sayap-sayap merpati
yang terbang menuju jendela-jendela terbuka
lalu menukik sebentar menjatuhkan surat cinta di atas tumpukan buku yang berserak dalam keheningan

mereka bilang aku terlalu romantis untuk menuliskan keinginan yang begitu besar tentang masa depan
tentang hari di mana kau menghentikan waktu
tentang hari di mana kau menjanjikan rindu
dan tentang semua anganku, bahwa kau menyanyikan dengan dentingan piano dalam sebuah jamuan malam yang bertabur cahaya rembulan

sebenarnya
aku yang bermimpi
atau kau yang tidak nyata?

Tidak ada komentar: