Sabtu, 01 Februari 2014

status (bagian ketigapuluh)


Cukup Allah saja yang tahu keluh kesah kita. Cukup.

Cinta pertama itu memang indah Namun cinta terakhir selama-lamanya adalah hakikatnya.

Saya tidak mengucapkan selamat tahun baru Hijriyah, maka ngapain pula saya harus mengucapkan selamat tahun baru Masehi?
Kalau saya melakukannya, saya termasuk "gagal paham" deh.

Bagi orang2 yang penuh rasa sabar, apa2 yang dia biarkan pergi, segala sesuatu yang dia lepaskan, ihklas, tulus, maka akan datang pengganti yang lebih baginya.
Selalu begitu. Tidak akan keliru.
*Tere Liye
 

Ketika kita sungguh menyayangi seseorang, maka perasaan itu tidak hanya menetap di hati kita, tapi juga di bola mata kita.
Itulah kenapa, saat ada seseorang yang benar2 mencintai orang lain, maka rasa cintanya terlihat dari bola matanya. Bola mata itu menatap seribu kali lebih indah.
*Tere Liye
 

Kita tidak perlu membuktikan apapun kepada siapapun bahwa kita itu baik, setia, ramah, berbakti, pintar, kaya, dsbgnya. Buat apa?
Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik, ramah, pintar, setia, kaya, dan sebagainya tersebut.
 
Kalau SEMUA orang suka dengan kita, jangan2, kita adalah orang yang hidup dengan banyak topeng, tidak punya pendirian, ikut saja apa pendapat orang lain, serta penganut "asal orang lain suka".
*Tere Liye
 

Jangan buru2 tersinggung, marah atas pendapat orang lain, karena:
1. Belum tentu juga maksudnya demikian, kita salah paham
2. Belum tentu juga yang dimaksud kita
Dengan buru2 menjelaskan, membantah, kita dengan sendirinya memperlihatkan situasinya, padahal ironisnya, tidak ada juga yang sedang membahas kita.
Semoga bermanfaat.

Cukup Allah yang tahu doa2 terbaik kita. Cukup. Cukup. Sungguh cukup.

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di mata, maka hanya sampai disanalah awal dan akhir semua kisah.
Siapa yang meletakkan cintanya hanya di kaki dan tangan, maka juga hanya disanalah tempat terjauh yang bisa digapai.
Tapi barangsiapa yang meletakkan cintanya di hati, mematuhi aturan main dan senantiasa bersabar, maka dari sanalah semua kisah akan mekar bercahaya, wangi memesona.
*Tere Liye
 

Cukup malaikat Rakib saja yang mencatat amalan2 kita, tidak perlu kita ikut mencatatnya (malah dicatat pula di jejaring sosial).
Percayalah, catatan malaikat Rakib tidak akan keliru.

Kalau ditanyakan kepada pelaku korup, mencuri, menipu, menyogok, selingkuh, pelanggar peraturan: maka akan selalu ada alasan rasional kenapa mereka melakukannya. Dan kita bisa "menangis" bersama, terharu, betapa rasionalnya alasan2 tersebut.
Cukup sudah. Siapapun yang baru mengaku setelah terdesak, tertangkap basah, maka sorry saja, minta maafnya itu gombal sekali. Namanya sudah tertangkap basah. Berbeda kalau dia belum ketahuan, sudah mau insyaf mengaku, yang ini bisa diberikan keringanan hukuman. Pahamilah dua situasi ini amat berbeda.
*Tere Liye
 
 

Sebenarnya, bersabar saat sudah memiliki sama pentingnya dengan bersabar saat belum memiliki. Bahkan boleh jadi, jauh lebih penting.
*Tere Liye
 

Kehidupan tanpa kasih sayang adalah ibarat sayur tanpa garam.
Tapi kasih sayang yang merusak, melanggar batas2 adalah ibarat sayur disiram racun.
*Tere Liye

Jomblo tidak akan membuat kalian mati kelaparan, meski tidak ada yang ngingetin "sudah makan apa belum, beb". Jomblo juga tidak akan membuat kalian lalai shalat, meski tidak ada yang ngingetin, "sudah shalat belum, sayang". Juga nggak akan membuat kalian bangun kesiangan, gara2 tidak ada yang bangunin lewat sms/telepon, "sudah bangun belum, hubby". Apalagi, tidak akan membatalkan kalian juara kelas, gara2 tidak ada yang ngingetin besok ulangan umum, "udah belajar belum, beb.".
Tenang saja. Bersabar. Fokus saja belajar, merintis karir, pekerjaan. Besok lusa kalau ketemu jodohnya, menikah, kalian bisa merasakan hal2 tersebut lebih berkah dan penuh ibadah. Jangan tertipu oleh ilusi keinginan sesaat punya pacar.
*Tere Liye

Jika cinta kita itu benaran sejati, berharga dan amat tinggi nilainya, saya yakin, kita tidak akan tertarik mengumbarnya di tempat umum.
Kita cinta dengan seseorang, maka cukup kita sendiri saja yang tahu. Simpan erat2 perasaan itu, jika berjodoh, pasti akan jadi--tidak peduli meski terpisah oleh samudera luas sekalipun.

Orang2 yg lulus UN dengan mencontek, maka dosa itu akan terus terbawa hingga kapanpun. Karena ijasahnya hasil nyontek, dipakai buat sekolah berikutnya atau melamar pekerjaan. Tidak akan mudah menghapusnya.
Maka adik2 remaja anggota page ini, jika kalian tidak pernah menyontek, jangan coba2 mengotori catatan hidup kita. Pilihlah kejujuran. Belajar yang giat. Insya Allah hidup kita akan lebih berkah.
*Tere Liye

Koruptor itu tidak dilahirkan dalam semalam.
Koruptor itu dibentuk, digembleng, diproses sejak kecil.
Saat sekolah dulu mereka adalah tukang nyontek, tukang ngasih contekan. Lantas sibuk membenarkan kalau itu boleh2 saja, demi kebaikan, biar lulus, tolong menolong. Rasionalisasi atas perbuatan keji ini terus berlanjut hingga mereka masuk kerja, meniti karir. Koruptor dibentuk oleh proses ini.
*Tere Liye

Tahun 2012, diperkirakan dana iklan/promosi perusahaan rokok di Indonesia nyaris 1 Triliun rupiah. Mereka menyerang media televisi, media massa, internet, bahkan acara2 olahraga, musik, dan sebagainya dengan audience remaja. Mereka tidak sungkan berboros-boros ria beriklan. Mereka memberikan beasiswa, menyalurkan bantuan kesehatan, dan berbagai paradoks lainnya. Rapi sekali mengemasnya.
80 juta anak2 Indonesia adalah sasaran terbuka iklan perusahaan rokok. Mereka berkepentingan. Itulah pasar mereka di masa depan. Negeri ini bersahabat sekali dengan rokok. Amerika Serikat, negara2 maju sedang bertempur melawan rokok, smoking rate mereka turun signifikan sekali, maka pasar yg tersisa adalah negara berkembang, yang bisa disumpal dgn logika: pajak cukai tinggi, menyerap buruh, dsbgnya. Kita lupa, bahwa yg menerima duit lebih banyak tentu saja pemilik perusahaan, karena cukai itu hanya persentase kecil dari penjualan.
Siapa yang akan membuat keseimbangan? Memberikan pemahaman bahwa merokok itu tidak banyak manfaatnya? Siapa yang akan melawan dana 1 Triliun itu? Siapa yang masih peduli dengan anak2 kita. Lebih dari 30% anak2 di Indonesia (usia SD, SMP) sudah coba2 merokok. Merokok jelas membuat IQ anak2 kita lebih rendah bahkan saat mereka masih dalam kandungan (orang tuanya merokok).
Panggil kepedulian kita. Pun kalau kita memang merokok, minimal jangan jadi contoh buat anak2, remaja2 kita. Jangan malah petantang-petenteng. Tidakkah kita mau sedikit peduli. Gunakan akal sehat. Betapa besar kerugian masa depan.
*Tere Liye

Kita bahkan tidak memiliki jantung kita sendiri.
Itu betul, ada di tubuh kita, tapi apakah kita bisa mengatur detaknya? Bisa kita suruh lebih lambat? Lebih cepat? Bisa kita atur2?
Maka, berhentilah merasa berkuasa penuh ketika memiliki pangkat dan jabatan (padahal baru pangkat rendahan). Mudahkanlah urusan orang lain. Bantu yang lemah dan teraniaya. Bukan sebaliknya.

Orang2 yang berkuasa, penegak hukum, birokrat, siapapun yang seharusnya melayani masyarakat tapi nyata2nya hanya memudahkan urusan keluarga sendiri dan orang yg mampu bayar saja, tapi mempersulit urusan orang kecil lain, maka kelak di akherat akan tertukar sekali situasinya, seluruh urusannya akan sangat dipersulit.
Allah tidak tidur, dan perhitungannya sangat cermat hingga sekecil debu, dan lebih kecil lagi.
*Tere Liye

Memakai pakaian sesuai kaidah agama adalah hak semua orang di muka bumi, se-minoritas apapun posisinya di tempat tersebut. Hal ini diakui dalam banyak konvensi dunia, pun termasuk di negara paling bebas sekalipun.
Maka, adalah kemunduran luar biasa, jika ada kepala sekolah, guru2 (apalagi sekolah negeri) yang melarang murid perempuan memakai jilbab. Tidak ada alasan yang bisa dibenarkan atas pelarangan ini. Bahkan pelarangan ini sangat kontra-produktif dalam toleransi dan saling menghargai antar agama.
*Tere Liye

“Tidaklah memuliakan wanita, kecuali lelaki mulia. Dan yang menghinakan wanita, pastilah lelaki hina.”

“Apa kata Opa dulu, di dunia ini, urusan penting dan tidak penting hanya terlihat dari kulit luarnya saja.
Orang terkadang lupa, orang-orang di sekitarnya yang selama ini terlihat biasa saja dan sederhana, justru adalah bagian terpenting dalam hidupnya.”
— Negeri Para Bedebah, Tere Liye
 

Tidak semua rindu itu harus dikatakan. Lebih banyak yang sebaiknya disimpan dalam diam; apalagi jika rindu tersebut dalam bentuk hubungan yang tidak sesuai rambu2 agama.
Semoga dengan menahan diri, besok lusa diberikan kesempatan terbaik dalam cara yang baik menyampaikannya.
  
Terlalu sayang, terlalu peduli adalah bagian dari masalah. Rumitnya, jika sudah terlalu, kita lupa bahwa kita justeru persis berada di dalam masalah itu.
*Tere Liye

Jangan menyalahkan orang lain atas kegagalan kita. Memang puas melakukannya, tapi itu tidak mengubah apapun.
*Tere Liye
 

Tidak semua orang yang berkerumun di sekitar kita adalah teman. Bahkan ada yang sejatinya musuh, para pembenci nomor satu, atau para pencuri kesempatan.
Maka, menjaga diri dengan baik selalu penting.
*Tere Liye
 

Tenang saja, ketika sesuatu yang kita anggap baik berakhir, ketika kita kehilangan seseorang yang kita nilai spesial, ketika sebuah kesempatan emas hilang maka, tenang saja, akan datang sesuatu pengganti yang lebih baik, seseorang yang lebih istimewa, pun kesempatan emas lainnya.
Pastikan saja syaratnya dipenuhi: bersabar.
Bagi orang2 bersabar, selalu datang hal-hal baik sebagai pengganti hal-hal sebelumnya.

Nggak ada rumusnya hidup kita itu sepi, sendiri. Nggak ada rumusnya hidup kita sesak, sakit, bosan. Nggak ada.

Kalau memang tetap merasa begitu, ayo segera sana ambil wudhu, shalat. Mengadu pada Allah. Bukan sebaliknya, segera ambil HP/laptop, buka facebook atau twitter. Mengadu pada dinding.
Orang yang memiliki iman di hatinya, walau sebenang saja besarnya, tidak pantas merasa hidupnya sendiri.
*Tere Liye

Saya menyarankan dengan penuh lemah lembut:
Musim penghujan begini, banjir2 dimana2, adalah musim orang2 sedang kesusahan. Maka mari bantu orang2 yang terkena banjir dengan tulus, dengan ihklas, TIDAK perlu bawa2 spanduk partai, foto2 caleg. Mending uang buat bikin semua atribut kampanye itu dibelikan buat menambah makanan, pakaian. Jangan memanfaatkan kesusahan orang lain sebagai tempat berkampanye.
Ini hanya saran, kalau dipikirkan dengan lapang, pasti bisa dimengerti. Dan insya Allah, justeru dengan tidak bawa2 spanduk, foto2, seragam partai, orang2 yg dibantu malah lebih tersentuh, lebih merasa ditemani.

Orang2 yang membela koruptor, maka sama saja dia adalah bagian dari pelaku korupsi tersebut.
Itulah mungkin kenapa hukuman bagi pencuri adalah: potong tangan. Itu simbol, ada yang dibuang dari badan kita. Simbol kekejian mencuri, dibuang jauh2. Bahkan Nabi pun bilang, jika putrinya mencuri, dia sendiri yang akan memotong tangan anaknya.
Hindari koruptor dan para pembelanya. Nanti memberikan pengaruh buruk, dan keseringan mendengar mereka, kita juga ikut dibutakan dengan argumen2 mereka yang seolah benar.
*Tere Liye

Jangan terlalu memikirkan komentar para pembenci. Karena saat kita melakukan kebaikan, prestasi sebaik apapun, tetap saja dia benci. Apalagi saat kita melakukan kesalahan, sekecil apapun kesalahan itu, mereka berpesta pora merayakannya.
*Tere Liye

Jadikanlah wajah tulus dan kebaikan, maka kita tidak perlu membeli bedak seumur hidup untuk membuat wajah cantik.
Jadikanlah bibir tersenyum bahagia, maka kita tidak perlu membeli sepotong lipstik untuk membuat bibir indah.
Jadikanlah mata yang selalu menatap bersahabat, maka kita tidak perlu membeli pewarna atau penebal alis.
Dan kabar baiknya, bahkan saat sudah keriput, tidak tertolong lagi oleh kosmetik fisik, maka kita justeru semakin menawan dengan kosmetik hati.

Kalau orang lain tidak mencintai kita, tidak mengapa, setidaknya kita bisa mencintai diri sendiri, melakukan yang terbaik bagi diri sendiri.
Kalau orang lain tidak menyukai kita, juga tidak mengapa, setidaknya kita bisa menyayangi diri sendiri, menjaga diri sendiri dari hal2 merusak.
Cinta dan kasih sayang orang lain itu boleh jadi penting, kadang juga tidak sama sekali. Tapi mencintai dan menyayangi diri sendiri situasinya selalu penting.
Bukan K.P.K. yang merusak elektabilitas partai. Melainkan kelakuan orang2 partai sendiri. Salam damai.
Laut dalam tidak pernah perlu menjelaskan betapa LUAS dan DALAM dirinya. Tidak pernah dan tidak perlu.
Maka, jangan2 hanya orang2 yang sempit dan dangkal saja yang sibuk menjelaskan siapa dirinya, apa yang telah dia lakukan, mendaftar seluruh riwayat hidup dan meletakkan seluruh gelar2--yang tetap saja gagal membuat orang sedang menatap Laut dalam.
*Tere Liye

Jika mata uang di dunia ini adalah "menolong orang lain", maka tidakkah kita berpikir apakah kita bahkan punya uang untuk membeli pulsa internetan yang seharga "10 pertolongan tulus selama seminggu terakhir".
*Tere Liye

Ibu2 yang bersedia menyusui anak2nya, diberikan kupon belanja 200 pound (3,6juta) di kawasan kumuh South Yorkshire & Derbyshire, Inggris. Program ini dibuat agar Ibu2 di daerah itu mau menyusui anak2nya. Sebagai catatan di Inggris hanya 55% Ibu2 yang menyusui anak2nya, dan lebih rendah lagi angkanya di wilayah tertentu.
Terlepas dari kontroversi imbalan tersebut; program ini seharusnya membuat kita menyadari, di negeri yang bebas sono, ternyata mereka konsen sekali soal menyusui anak2nya, bahkan menggunakan segala macam bujukan. Seharusnya kita, yang mayoritas Islam, yang dalam kitab suci saja diatur soal menyusui ini, kita berkali2 lipat lebih peduli lagi.
Semoga kesadaran menyusui anak2 kita, sesibuk apapun orang tuanya, semakin baik. Tidak ada alasan untuk tidak memberikan ASI kepada anak2 kita, dalam agama kita, solusi cerdasnya pun sudah diberikan--sepanjang ada kemauan.
*Tere Liye

Jika kalian guru, maka sempatkanlah membaca buku "Totto Chan". Saya tidak bilang buku itu sempurna, 100 persen keren, karena toh, saya beberapa berbeda pendapat soal isinya, tapi buku ini lebih dari cukup untuk memahami betapa indahnya jika sebuah sekolah dijalankan dengan penuh sisi manusiawi, menghargai kemampuan khas masing2 murid, tidak mengekang, tidak mengatur, tidak sibuk menuntut, memberi nilai, dsbgnya.
Bacalah "Totto Chan". Semoga ada pemahaman baik yang datang.
*Tere Liye

Bukan sekolah yang melahirkan murid2 cemerlang.
Tapi guru.
Ketika sebuah sekolah kacau sekali, semua serba uang, dikit2 uang, atau sebaliknya, tidak peduli dengan murid2nya, serba keterbatasan, ketika di sekolah itu ada satu saja guru yang cemerlang, dia tetap bisa melahirkan murid2 yang cemerlang.
Itulah kenapa kunci solusi pendidikan itu adalah guru. Mau mendiknas-nya siapa, presiden-nya entahlah, sekali gurunya tulus, baik, paham hakikat pendidikan, kita sudah punya solusi di satu sekolah. Jagoan kita ini akan melawan, berjuang atas nama murid2nya.
Saya yakin sekali, masih banyak guru2, calon guru2 demikian. Salah-satunya adalah kalian, guru2, calon guru2 yang sedang membaca seruan2 di page ini.
*Tere Liye


Saya tinggal di Bandung, dan suka ke toko buku. Toko buku yang sering saya kunjungi adalah Toga Mas Supratman, Rumah Buku Supratman, Gramedia Merdeka, dan Gramedia TSM, juga sesekali ke Toko Buku Palasari, dan gerai toko buku dekat Mesjid Salman ITB.
Jika dalam perjalanan keluar kota, lebih suka mengunjungi toko buku dibanding lokasi wisata. Kadang, berdiri menatap kerumunan remaja yang sedang berbisik2 seru memilih buku Tere Liye--dan kalian tidak tahu sama sekali, saya ada di sana. Kadang hanya cuci mata lihat2 buku2 baru, bergerak dari satu tumpukan ke tumpukan berikutnya, dari satu lemari ke lemari berikutnya. Jika ada yang bagus, numpang baca ber-halaman-halaman.
Dulu sekali, jaman kuliah dan setelah kuliah, tempat favorit saya adalah Toko Buku Gramedia Depok; berjam-jam numpang baca. Saking sukanya nongkrong di sana, saya jadikan setting novel "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin", hitung2 membayar lunas numpang baca gratisan.
Semoga remaja2 hari ini mencintai dunia membaca. Membaca adalah pintu gerbang pengetahuan. Tidak ada uang, tidak masalah, bisa pinjam, numpang ke teman, tetangga. Tidak perlu uang sepeser pun untuk menjadi pembaca.

Rasa sakit di hati itu hanya ibarat kabut di pagi hari. Tunggulah matahari tiba, maka dia akan hilang bersama siraman lembut cahayanya.
Rasa sakit di hati itu hanyalah ibarat kabut pagi.
Tidak pernah mengubah hakikat indahnya pagi. Bahkan bagi yang senantiasa bersyukur, dia akan menari (meski sambil menangis) di tengah kabut. Dan itu sungguh tarian indah. Tarian penerimaan.
*Tere Liye

Jangan sedih melihat ketidakadilan, ketidakjujuran, merajalela di sekitar kita. Jangan sedih melihat para pencuri, koruptor, tukang suap, menyogok, mencontek, dsbgnya hidup nyaman, kaya raya. Sementara yg jujur, tersingkirkan. Allah sungguh tidak tidur. Besok lusa, pasti akan disingkapkan semua urusan di dunia ini.
Sambil menunggu kebenaran tersebut. Yang kuat melawannya dengan tangan, ayo angkat tangannya, lawan. Yang kuat melawannya dengan lisan, ayo gunakan pedang lisan/tulisannya. Yang kuat melawan dengan hatinya, maka bencilah perbuatan tersebut, dengan benci, hindari diri sendiri melakukannya.
Semoga anak2 kita, remaja2 kita tumbuh dengan pemahaman lebih baik.
*Tere Liye
 

Itulah, Nak,
Jatuh cinta itu persis kau naik gunung, tiba2 terjerambab ke dalam jurang dalam, meluncurnya mudah, tapi susah payah merangkak naik kembali.
Jatuh cinta itu persis seperti komputer atau HP kau tiba2 terkena virus, kena-nya gampang, tapi memperbaiki, servis datanya susah kali--bahkan tetap tidak bisa diperbaiki hingga kapan pun.
Jatuh cinta itu sama dengan kau naik mobil cepat, kau gas kencang, jalan landai, tiba2 rem-nya blong. Mobil kau melaju tak terkira, susah payah menghentikannya. Bahkan harus menabrak sana-sini, kau patah hati.
Maka, pahamilah resikonya.
*Tere Liye

Tidak ada yang bisa dilupakan, termasuk sekalipun kita memang tidak ingat lagi. Karena boleh jadi, di sisi2 lain, hal tersebut tetap diingat hingga kapanpun.
Jika kita tidak bisa memahaminya dari sisi yang tidak ingat lagi, maka cobalah dari sisi yang hingga kapanpun tetap mengingatnya. Dengan demikian, semoga kita selalu bisa menghormati perasaan-perasaan yang sempat bersinggungan dengan hidup kita.
*Tere Liye
 

*Mengaku atau tidak
Waktu saya masih tinggal di bilangan Slipi, Jakarta, 6-7 tahun silam, sy punya kasus menarik sekali. Demikian ceritanya:
Waktu itu, sy sering ke warnet utk keperluan membuka email, dll. Pada suatu sore, berangkatlah sy ke warnet. Tidak lama hanya, 15 menit, hanya cek email. Langsung bayar ke kasir, keluar. Persis di luar, baru 5-10 langkah dari pintu warnet, sy lupa kalau flash disk sy tertinggal di meja komputer. Bergegas balik lagi ke warnet.
Di dalam warnet dgn 10 layar komputer itu, hanya ada 4 anak kecil, usia 8-15 tahun, mereka main game. Saya tdk menemukan flash disk sy di atas meja komputer yang barusan saya pakai. Maka sy lapor ke penjaga warnet, ibu2 separuh baya, memastikan tdk ada orang lain kecuali 4 anak kecil itu. Flash disk itu meski jelek, penting sekali, ada banyak file penting (naskah2) di dalamnya.
Karena tidak ada kemungkinan lain, saya dan penjaga warnet memutuskan bertanya ke-4 anak itu. Mereka kompak menggeleng, tdk tahu, terus asyik main game. Di tanya sampai 2-3 kali, tetap bilang tdk tahu, pura-pura tidak peduli. Saya ngotot, saya bilang sy akan periksa mereka, penjaga warnet juga mendukung. Anak-anak itu terdesak, akhirnya salah-satu dari anak itu takut2 mengeluarkan flash disk dr kantong celananya.
Sy ingat sekali, sambil menyerahkan flash disk, anak kecil itu berkata, "Dia tuh yg ngambil, gw cuman nyimpan." Seketika temannya langsung membantah, dibantah lagi, jadilah ke-4 anak kecil usia 8-15 tahun itu saling membantah. Bayangkan sendiri situasinya. Saling menyalahkan, membela diri.
Demikian ceritanya.
Begitulah dunia ini. Sekali kita menutupi kebohongan, maka butuh berbagai bohong lainnya untuk menutupinya. Tidak peduli, anak-anak, remaja, orang dewasa. Kita segera sibuk menyalahkan orang lain. Kita sibuk mencari argumen, rasionalitas.
Jika urusan tertangkap basah mengambil flash disk tertinggal yang bukan hak saja anak2 kecil ini habis2an membela diri, apalagi korupsi milyaran rupiah, sogok menyogok, suap menyuap. Lihat saja di pengadilan, saat rekaman pembicaraan dibuka lebar, terdesak, mereka punya setumpuk penjelasan sambil menangis, dan kita juga bisa ikut "berlinang" air mata mendengarnya. Seolah masuk akal. Aduh kasihan sekali ya, mereka benar2 dizalimi, dituduh, difitnah. Aduh, kami inilah rakyat kecil adalah penjahatnya. Penyidik KPK adalah tukang zalim nomor satu, tebang pilih, alat kekuasaan pemerintah dan media massa yang meliput adalah penjahat besarnya, konspirasi tim propaganda, pencitraan, dsbgnya. Kenyataannya? Argumen mereka sih sungguh ngeles di atas ngeles. Sama seperti pelanggar lalu lintas tertangkap melawan arah, lantas marah2 ke polisinya, "Kenapa yg lain tidak ditangkap? Saya dizalimi!"
Semoga kita belajar dari kisah ini.
 

Jika kita terlahirkan amat cantik/tampan, yang saking cantik/tampannya, saat kita mengerling, satu RT terperangah, saat kita melirik, satu jalanan tersandung, maka sungguh semua kecantikan dan ketampanan itu milik Allah.
Bukan milik kita.
Besok lusa bisa diambil kapan saja Allah mau.
Maka sungguh beruntung orang2 yang pandai bersyukur.
*Tere Liye
 

My dear anggota page yg masih remaja:
Jika kalian aktivis rohis di sekolah, maka jangan pernah berpikir: hanya kita yang melakukan dakwah islam. Banyak sekali teman2 kita yang tidak jadi anggota rohis, tapi ikut bahu membahu melakukan dakwah.
Dan sama, besok lusa, jika kalian tumbuh, memilih bergabung ke partai politik. Camkan baik2: bukan hanya kita yang melakukan dakwah islam. Buanyak sekali, dek, teman2 kita yang tidak jadi anggota parpol islam, tapi ikut bahu membahu dalam dakwah.
Ada yang punya 5.000 lebih sekolah2, ada yang punya 100 lebih klinik dan RS, ada yang membagikan puluhan ribu kambing, ada yang menampung gratis murid puluhan ribu, ada yang membantu ratusan ribu orang dalam diam, ada yg terus terjun dalam masyarakat tanpa perlu memposting di website atau jejaring sosial, tanpa perlu membawa bendera2 partai politik, foto2 caleg.
Adik2 sekalian, silahkan berorganisasi, jadi aktivis, ber-partai, tapi JANGAN pernah membangga2kan alias ujub atas kelompok sendiri. Kita semua adalah satu, umat Islam. Utuh.
*Tere Liye
 

Hatiku sedang rindu, maka aku salah bicara melulu, juga lupa meletakkan barang di manalah, pun kadang tidak tahu, entahkah, ini tadi saya mau melakukan apa?
*Tere Liye, "Cinta dari Pohon Linden"

Waktu selalu berbaik hati mengobati kesedihan.
Jadi, kalau kita tidak tahu harus bagaimana lagi, biarkan obat ini bekerja. Cobalah untuk survive, menunggu, cepat atau lambat kesedihan itu akan pergi.
--Tere Liye, separuh quote dari "Sunset Bersama Rosie"

Lebih dari 90% postingan page ini dijalankan secara otomatis dengan fitur "schedule", alias auto post setiap jam. Sebagian dari kalian menyaksikan sendiri, saya sedang mengisi acara berjam-jam, page ini juga terus merilis postingan.
Oleh karena itu:
1. Komen2 kalian kemungkinan besar tidak akan di-reply, ini tembok
2. Page ini seminimal mungkin bebas emosi; karena sistem yang bekerja. Jangan GR, tersinggung, merasa postingan utk kalian, dsbgnya saat membaca postingan.
3. Secara periodik, akan ada yang memeriksa komen2, melakukan bersih2 sesuai peraturan page. Jadi jangan komen jualan, spam, nyolot, ngajak bertengkar, menyerang, menghina, menyimpulkan sendiri, berdebat. Agar page ini tetap menjadi salah-satu yang bersih dari hal2 negatif tiada guna.
Happy internetan. Tamu sopan, tuan rumah akan segan. Tamu bertingkah, security 'cipirili' akan bekerja
*Tere Liye

Jangan membicarakan orang lain di belakangnya. Itu hanya prilaku pengecut yang tidak berakhlak.
Nah, jika kita yang dibicarakan tersebut. Jangan ambil hati, biarkan saja, itu simply menunjukkan orang2 itu memang selalu di belakang kita. Persis seperti roda belakang motor yang hanya bisa menatap roda depan, tapi tidak pernah bisa menyalipnya. Frustrasi sekali.
*Tere Liye

Dulu, saya kira, masalah hidup kita itu harus dihabisi, diperangi, diusir jauh2. Dan kita berdiri gagah jadi pemenangnya.
Sekarang, tidak lagi, saya akan memutuskan menyayangi, memeluk erat2 setiap masalah hidup ini.
Hidup ini bukan soal menang atau kalah. Hidup ini sungguh soal kebahagiaan dan ketentraman hati. Dan orang2 bahagia, bahkan bisa hidup damai bersama masalah hidupnya.
*Tere Liye
 

Jika tidak ada yang secara terus menerus mengingatkan bahwa korupsi itu adalah hal jahat, maka lama2, korupsi akan dianggap biasa saja oleh siapapun. Hal keji yang dimaklumi.
Bukankah sekarang kosakata "mencontek" saat ulangan/ujian sekolah juga sudah dianggap biasa saja? Survei di page ini menunjukkan, sebagian besar malah bisa memahami tabiat mencontek, ada rasionalitasnya.
Maka, page saya, hingga kapanpun akan terus konsen membahas ttg korupsi (juga mencontek), dukungan atas penegak keadilan yang menangkap koruptor (dalam hal ini KPK). Jika kalian tersinggung, tidak suka, maka silahkan unlike, batal suka. Komen2 seperti: "KPK tebang pilih", "KPK alat pemerintah SBY", dsbgnya, sama sekali tidak bermanfaat dalam diskusi, dan jelas melanggar peraturan page. Jika kalian mau menuduh KPK, saran saya bawa buktinya ke penegak hukum lain, serahkan. Tapi jika hanya sekadar tidak suka KPK gara2 alasan sentimentil, komen kalian pasti di cipirili-kan.
Semoga tidak keliru paham lagi. Mau tahun berganti, pemilu berkali2, partai manapun hilang berganti, selama page ini masih ada, postingan ttg anti korupsi akan terus dirilis.
*Tere Liye

Saya tahu, tidak semua diantara anggota page ini yang suka dengan postingan ttg korupsi, KPK, penegakan hukum, dll. Tapi saya sudah berkomitmen penuh untuk menggunakan page ini sebagai alat support atas konsen ini.
Korupsi adalah perbuatan keji. Semua orang bertanggungjawab, bahu-membahu melawannya.
Maka, jika kalian tidak nyaman membacanya, lebih suka postingan ttg cinta, perasaan, dll, saran saya, abaikan saja, lewatkan. Nanti jika sudah ada lagi postingan ttg perasaan, kalian bisa menikmatinya lagi. Semoga kalian enjoy, happy dan mendapatkan manfaat di page ini
*Tere Liye
 

Orang2 berjiwa lemah tidak akan pernah bisa memaafkan.
Karena memaafkan adalah sifat dari orang2 berjiwa kokoh.
*Gandhi
 

Kita tidak akan pernah bisa disakiti oleh siapapun, jika kita tidak mengizinkannya menyakiti. Orang2 bicara jahat tentang kita, silahkan, kita bisa melaju terus tanpa tersakiti. Orang2 menzalimi kita, silahkan, kita bisa berdiri kokoh tanpa tersakiti. Simpel, karena kita tidak mengizinkannya mengotori hati dan kepala kita.
Belajarlah dari kebijakan alam, lihatlah lautan luas, ada perahu melintas di atasnya. Kenapa perahu itu tidak terbalik? Karena air banyak di sekitarnya tidak dizinkan masuk ke dalamnya. Coba saja kalau dibiarkan masuk, bahkan hanya lubang kecil, merembes pelan, tetap terbalik perahunya. Perahu itu bisa melaju di tengah lautan sepanjang air tdk masuk.
*Tere Liye

Kita tidak perlu jadi presiden, jadi raja, jadi orang kaya, penguasa, apapun itu, untuk bisa dimuliakan di dunia dan akherat.
Cukup dengan menjadi bapak-ibu yang baik saja bagi anak2 kita.
Bacalah surah Luqman dalam kitab suci. Siapa Luqman? Beliau adalah seorang bapak yang baik, yang disebut-sebut dalam kitab suci. Amat mulia posisinya.
*Tere Liye

 Tidak dipedulikan adalah hal paling menyakitkan.
*Tere Liye

Entahlah, yang mana paling menyakitkan:
Patah hati karena terlalu banyak kata2 yang disampaikan dan itu menikam jadi pertengkaran; atau patah hati karena terlalu banyak kata2 yang justeru tidak pernah tersampaikan.
*Tere Liye
 

Kadang, saat semua sudah tenang, sendirian, kita bisa menghela nafas lega, berpikir rasional, lantas bilang: Cukup.
Tapi besoknya, saat situasinya kembali lagi, kita ternyata tetap disitu2 saja. Terjebak kembali dalam masalah karena kita tidak berani mengambil keputusan. Maka boleh jadi itulah yang terjadi: Secara mental dan emosional kita sudah lelah sekali, tapi secara fisik, kita justeru masih memaksakan tersenyum.

Kadang aneh sekali, bukan? Kita merasa cemburu atas seseorang yang bahkan milik kita juga bukan?
Kita merasa sebal atas seseorang yang kita kenal pun tidak.

Tidak ada pemeran pengganti dalam hidup kita. Juga tidak ada tombol "forward", "next", untuk mempercepat waktu. Semua rasa sakit, menyebalkan, dan situasi tidak menyenangkan lain harus di jalani sendiri, tidak ada yang akan menggantikannya.
Pun sama, seperti menyelesaikan pekerjaan, menyelesaikan skripsi, tugas akhir, PR, dsbgnya, tidak ada pemeran penggantinya. Maka, lebih baik fokus, segera selesaikan, jangan ditunda2, apalagi malas2an.
*Tere Liye

Bilang cinta tapi nyatanya tidak; sama menyakitkan dengan bilang tidak tapi nyatanya cinta.

Menangis tidak selalu simbol lemah tak berdaya.
Menangis dalam situasi tertentu justetu adalah simbol kekuatan, kesabaran, dan kehormatan. Sepanjang tangisan itu ditujukan hanya kepada yg maha menerima tangisan dalam senyap.
 

Jangan coba2 berbohong. Ada dua alasannya:
1. Sekali kita coba2 berbohong, maka kita akan terbiasa mengulanginya lagi, lagi dan lagi
2. Sekali kita coba2 berbohong, dan orang tahu, maka boleh jadi akibatnya musnah sudah kepercayaan orang2 kepada kita. Mau jungkir balik, mau nangis darah, sekali orang2 tidak percaya lagi, maka tinggallah kita jadi 'monumen dusta'.
 
Menjadi orang tua yang baik bagi anak2nya adalah "full time job". Sedangkan menjadi presiden, menteri, pengusaha sukses, dokter, karyawan, dsbgnya itu adalah "sampingan".
Jangan dibalik.

"Jatuh cinta" itu sebenarnya sama saja dengan "jatuh benci".
Dimulai dengan gejala yang sama, berproses sama, dengan reaksi yang sama pula. Itulah kenapa, saat sudah mentok cintanya, bisa jadi benci. Pun saat sudah mentok bencinya, eh, ternyata jadinya cinta.
Tanya saja sama orang2 yang dulu mesra banget di dunia maya, besoknya sudah benci. Atau yang dulunya musuh besar di sekolah, besoknya malah menikah bahagia.
 
Jangan biarkan seseorang, sesuatu, apapun itu menghancurkan satu hari kita yang indah.
Nah, kalau satu hari pun jangan, apalagi satu kehidupan kita, jangan biarkan.
  

Saya beri tips jika kalian ingin menjadi penulis yang produktif:
Jangan pernah tertarik berdebat, membantah, tidak setuju, dan sebagainya di profile orang lain. Jangan habiskan mengurusi hal2 kecil di rumah orang lain. Ngapain? Kalau kita merasa memiliki pendapat berbeda, lebih baik kita tuliskan di rumah sendiri. Tulis dengan baik, riset, amati, tuliskan. Itu akan melatih diri sendiri untuk terus menulis, menulis dan menulis, dan jelas, besok lusa akan membuat ramai rumah sendiri.
Pikirkanlah.

Tidak semua hal2 hebat yang kita lakukan di dunia nyata harus di pamerkan di facebook dan twitter. Tidak semua yang melintas di kepala, segala sesuatu tentang hidup kita harus dibagikan di facebook dan twitter.
Cukuplah kita yang memeluk erat hal2 terbaik hidup kita. Tersenyum tenteram, dan kita tahu persis kita memang bahagia dengan semua hal terbaik tersebut. Peluk erattt... 

Jika ingin jodoh yang baik, maka mulailah perbaiki diri sendiri. Dengan sendirinya jodoh yang baik akan datang.
Karena dengan memperbaiki diri sendiri, kita akan bisa meletakkan kriteria2 yang jauh lebih hakiki, tidak hanya kulit luar dan pesona permukaan.
  
Hari ini, kita boleh saja nggak masuk sekolah atau nggak ngantor karena sakit. Tapi kalau soal lain, tetap masuk, yaitu tetap ngisi daftar kehadiran kepo, ngintipin profil someone. Nggak absen.
Ayo pada ngaku 

Carilah jodoh yang tidak sekadar memperlakukan kalian bagai Puteri, princess.
Tapi carilah jodoh yang memandang kalian sebagai Puteri itu sendiri, spesial, dan semua Puteri jelas berhak menerima perlakuan yang istimewa.

Dalam urusan perasaan, tidak ada istilah diskon, sale, apalagi promo beli satu gratis satu.
Jangan pernah mendiskon dan obral perasaan kita, hanya gara2 tidak laku, kesepian, pengin seperti orang lain, ngikut2, dsbgnya.

Kalimat yang baik-baik, nasehat yang menyentuh, bahkan tanpa kata "Ya Allah, aku mohon", bisa menjadi doa yang sangat indah.
Keheningan, diam bersama malam, hanya menatap ujung sajadah, sambil menyeka air mata, bahkan tanpa sepotong kalimat pun, TANPA sepotong kata pun, bisa menjadi doa yang sangat bertenaga.
Doa adalah amunisi terbaik bagi orang yang beriman.  

Cinta sejati itu harus diuji, habis2an. 

Jaman dulu, Bang Hamdan ATT menyanyikan lagu "Termiskin di Dunia", demi 'menolak' cinta seorang gadis, pun Bang Meggy Z, melantunkan "Gubug Derita" dan "Aku Orang Tak Punya" untuk menjelaskan betapa sederhana hidupnya.
Duh, entah kenapa, sekarang orang2 malah beringas sekali memenuhi keinginan duniawinya. Tidak puas gaji puluhan juta, mencuri, korup jadi jalan pilihan. Tidak tahukah dia, menjadi "orang termiskin di dunia" tetap terhormat di atas kejujuran dan kemuliaan.
Dulu, Mbak Ida Laila, sungguh penuh penghayatan menyanyikan lagu "Sepiring Berdua", betapa relanya dia demi cinta, meski dikhianati sekalipun.
Duh, entahlah sekarang, entahlah, apakah orang2 tetap bersedia demikian, atau sebaliknya.
**jika ada yg nggak nyambung, harap maklum, tere liye itu produk lama, 

“Kesedihan seseorang boleh jadi kegembiraan baginya.
Kegembiraan seseorang boleh jadi hakikatnya kesedihan terbesar baginya.
Tapi hakikat seperti ini, hanya untuk orang-orang yang berpikir.”

“Siapapun yang tidak mengambil langkah pertama untuk memulai sesuatu, maka dia tidak akan pernah tiba di ujung sesuatu tersebut.
Tidak akan pernah.”

“Sengaja membuat sesuatu lepas: bukan berarti lemah. Justru sebaliknya. Kita sangat kuat untuk membiarkan sesuatu itu pergi. Kita sangat kuat untuk meyakini bahwa besok lusa, jika ditakdirkan bertemu, pasti ia akan kembali.”  

Sikap ragu-ragu itu tidak hanya menyakitkan bagi orang lain.
Ragu-ragu itu bahkan menyakitkan bagi diri sendiri.
*Tere Liye

Asam di gunung, garam di laut
Dalam mangkok bertemu jua.
Sungguh, kalau sudah jodoh, tidak akan kemana.
Jangan ragu atas prinsip ini. Berdiri penuh keyakinan, usir galau, sesak memikirkan, tidak sabaran, apalagi keinginan pendek ingin bilang, pacaran, dsbgnya.  

Mengikhlaskan pergi sesuatu yang sebenarnya bukan milik kita, kadang sama beratnya dengan mengikhlaskan pergi sesuatu yang jelas2 milik kita.
Bahkan dalam kasus tertentu, jauh lebih berat. Padahal, jelas2 bukan milik kita. 

Jika kita punya masalah, maka curhat-lah langsung kepada Allah.
Ketahuilah, Allah-lah yang menciptakan kita. Maka tentu saja, Allah juga yang tahu persis tabiat kita, masalah kita, kebiasaan kita, kecenderunga, hingga ke paling detail dan kecil-nya. Allah adalah tempat terbaik untuk mengadu.
*Tere liye
 

Jika sebuah gentong air besar, ditumpahkan secuil saja tahi atau kotoran kucing (maaf), apakah kita bersedia menggunakan air di gentong itu untuk masak dan minum?
Maka, apakah kita bersedia menumpahkan secuil kotoran kucing itu di rezeki yang akan dimakan oleh anak-istri-keluarga kita?
Jauhilah prilaku korup, menyuap, menyogok, aniaya lainnya. Karena itu jelas tidak hanya secuil kotoran, tapi seluruhnya, ditumpahkan ke atas piring2, mobil2 mewah, rumah2 megah.

Pelaku korupsi dekat sekali dengan prilaku mempermainkan wanita.
Maka berhati2lah. Kecuali kita memang tutup mata, yang penting banyak uang. Silahkan saja. Tapi sungguh, tertawa lepas di atas sepeda tua, jauh lebih baik dibanding menangis tanpa air mata di dalam mobil mewah.

Jika bajingan korup, maka jelas sekali dia merusak dan merugikan masyarakat luas.
Tapi jika orang yang paham agama, tokoh, yang korup, maka dia bukan hanya merusak dan merugikan masyarakat luas. Tapi sekaligus menghancurkan nama baik, kepercayaan, dan semua hal2 baik lainnya.

Kesepakatan anggota DPR yang menyetujui dana saksi parpol per partai 54,5 Milyar untuk pemilu adalah kesepakatan tidak pantas, dan tidak etis. Total kurang lebih 700 milyar digelontorkan hanya untuk urusan saksi dari parpol.
Enak sekali mereka bersepakat, lantas seolah semuanya sah, legal. Duit 54,5 milyar per partai itu empuk sekali, mereka kira itu cuma uang buat beli kerupuk. Masing2 jatah partai itu bisa membangun 100 sekolah SD di pedalaman, dan totalnya bisa membangun 1.400 sekolah.

Saya menghimbau siapapun agar berhenti menyalahkan polisi jika tertangkap tangan melanggar peraturan lalu lintas.
Berhenti. Jadilah ksatria, mengaku salah, jangan cengengesan pengecut, mengarang beribu argumen untuk membenarkan kesalahan diri sendiri.
Dan himbauan ini juga berlaku untuk perkara2 lainnya yang serupa. Berani melanggar, berani menerima resikonya.
 

PERUBAHAN adalah proses panjang. Dimulai dari diri sendiri dan diakhiri oleh diri sendiri juga. Barangsiapa yang tidak memulainya, maka dia tidak akan tiba di ujung tujuannya.
BERUBAH-lah sebelum terlambat.
  
Sungguh beruntung orang2 yang hidupnya damai dan tenteram. Dikelilingi oleh orang2 yang disayangi dan menyayanginya. Bermanfaat dan berakhlak baik.
Sungguh beruntung.
 

Setia adalah barang yang sangat mahal. Maka, jangan berharap dari orang murahan memperolehnya.
Nasehat lama ini sangat dalam maknanya.
 

Cowok2 nggak oke itu adalah dia seumur2 tidak pernah nge-date, ngajak ibunya jalan2 berdua, menggandeng ibu-nya, ngajak makan siang bareng, dinner bareng, mencium kening ibu-nya, TIDAK PERNAH! Tapi sama cewek lain, apa itu? pacar? ya ampun, disuruh kemana2 saja mau, hanya jadi tukang ojek saja bangga.
Jika kalian menemukan spesies cowok seperti ini, jauhi.

Rasa sabar tidak bisa menjanjikan bahwa kita akan memiliki seseorang atau sesuatu pada akhirnya. Tidak bisa.
Tapi rasa sabar, bisa menjanjikan ketentraman di hati, apapun yang terjadi--termasuk jika kita gagal memiliki semuanya. Dan sungguh, itulah hakikat sabar.
*Tere liye

Menikah tidak membutuhkan cinta.
Bermilyar orang (saya ulangi, bermilyar orang) bilang cinta ampun2an, tapi nyatanya tidak menikah juga. Malah daftar cinta sejatinya banyak banget, kayak gerbong kereta. Statistik bisa membuktikan, jumlah mantan pacar berkali lipat lebih banyak dibanding mantan istri/suami, pun jumlah pasangan suami-istri.
Menikah membutuhkan keberanian, keyakinan dan komitmen. Tidak punya itu, nasib cinta kita persis seperti tugu monas, berdiri sendirian saja di sana hingga besok lusa.

Pernikahan adalah urusan jangka panjang.
Maka jangan dibangun hanya dari hubungan serta rasa suka jangka pendek. Tidak akan cukup bensinnya. Bisa mogok.
*Tere Liye

Cantik wajah, memang efektif membuat kebanyakan orang menoleh lantas orang2 mendekat.
Tapi cantik hati, hanya yang terbaiklah yang akan menoleh, dan lagi2, yang terbaiklah yang akan mendekat.

Low profile tapi high quality jauh lebih brilian dibandingkan high profile tapi low quality.
Hidup sederhana tapi sejatinya kaya raya jauh lebih jenius dibanding hidup mewah tapi ngutang, ngemplang, korup dari mana2.
*Tere Liye

Bergunjing, bergosip, menyebar2 aib orang lain itu sungguh terlarang dalam agama Islam. Ibarat makan bangkai/mayat saudara sendiri. Mau makan mayat manusia?
Saya tidak tahu kenapa orang2 malah ramai sekali menjadikannya tontonan di televisi, media, pun sekarang malah kadang asyik membuka aib sendiri dan aib orang lain di jejaring sosial. Puas sekali kalau sudah dilakukan.
Cegah setiap keinginan kita utk kepo aib orang, hentikan segera. Matikan televisi atau pindahkan saluran, ganti laman website berita, dsbgnya. Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal kecil, dan mulailah sekarang. Kemudian jaga keluarga dan teman kita dari tabiat bergunjing ini.
*Tere Liye
 

Hidup ini kadang hanya soal ditolak atau diterima.
Ditolak jangan2 buru sedih, boleh jadi telah menunggu kesempatan lebih baik. Diterima pun jangan buru2 riang gembira, boleh jadi itu buruk dan sangat buruk bagi kita.
*Tere Liye