Jumat, 03 Januari 2014

status (bagian keduapuluhsembilan)


Sebenarnya, yang mana paling menyakitkan?
"Bilang suka dengan gagah tapi sebenarnya kita sama sekali tidak menyukainya" atau "Bilang tidak suka dengan lantang tapi sebenarnya kita sangat menyukainya"
Pilihan kita akan menunjukkan bagaimana kita mendefinisikan cinta Selamat berpikir.
 

Saya pernah menulis catatan ini, agar orang2 belajar dari teladan. Tapi semakin hari, sepertinya semakin jauh adab berdoa orang2. Ada yang doa minta pacar, ada yang doa minta terkenal, ada yang minta jabatan. Ya Allah, kita ini tahu saja sama sekali tidak apa manfaat sesuatu itu. Bahkan, kita ini kadang berdoa untuk hal buruk sekali. Sangat2 buruk.
Perlu dipahami, doa dan bagaimana kalimat doa yang kita lepaskan itu adalah salah-satu petunjuk jelas seberapa tinggi pemahaman kita. Orang2 yg tidak paham, bahkan tidak mengerti doanya justeru utk hal maksiat jahat--seperti orang berjudi, lihatlah, mereka juga berdoa please, please ya Allah semoga menang (dodol banget kan). Tapi orang2 yg paham, doanya akan indah sekali, penuh adab yg baik. 

Selalu lupakan dengan cepat bantuan, pertolongan, apapun kebaikan yang kita berikan kepada orang lain. Lupakan. Jangan diingat.
Tapi sebaliknya; ingatlah dengan erat kebaikan, bantuan atau pertolongan yang diberikan orang lain. Jangan pernah dilupakan.
Demikian rumusnya--bukan sebaliknya.
*Tere Liye

Ini nasehat lama (yg bnyk ditulis dimana2):
Melepaskan dgn tulus sesuatu yg amat kita inginkan tidak selalu berarti kita lemah.
Melainkan sebaliknya, kita sangat kuat untuk membiarkan sesuatu itu pergi. Kita sangat kuat utk meyakini bahwa besok lusa, jika memang berjodoh, pasti akan kembali.

Langit itu tidak memiliki warna. Namanya juga langit-langit. Mengawang2 saja di atas kepala kita.
Tapi kenapa dia seolah punya warna biru. Kadang berganti merah. Kadang jingga. Kadang ada pelangi. Bahkan kadang ada sejuta warna aurora di relungnya? Simpel. Langit hanya 'memantulkan' apapun yang ada di sekitarnya.
Pun begitulah hidup ini. Kalau kita merasa tidak punya warna, tidak memiliki sumber warna-warni, pantulkanlah warna terbaik di sekitar kita. Maka semoga dengan begitu kita juga menjadi bagian orang-orang yang bahagia. Jauhi pantulan warna yang kusam, gelap dan menyebalkan.
*Tere Liye

1 Desember adalah hari AIDS sedunia, maka ingat dengan bijak; BAHWA jangan menghindari orang2 yang menderita penyakit ini, hormati dan hargai mereka.
Karena yang harus kita hindari adalah penyakitnya, yang HARUS sekali kita hindari adalah aktivitas berbahaya yang bisa menularkan penyakit ini. Jaga diri kita, keluarga dan teman2.

Bahkan hal paling menyakitkan sekalipun, ketika dijalani dgn sabar, tetap membawa bahagia.
Peluk erat rasa sabar itu. Jadikan teman di kala apapun.

Bulan desember telah datang....
Kita sekarang ada di tahun 2013, sedikit lagi 2014. Dan bukankah itu berarti kita lebih dekat dengan 2020, dibanding 2000. Cepat sekali waktu berlalu, dan dunia sebentar lagi sudah 20 tahun melewati milenium baru. Berapa usia kita? Masa2 muda kita dikemanakan saja?

Adik2, kita selalu bisa loh eksis tanpa narsis.
Keren tanpa perlu bilang diri sendiri keren.
Hebat tanpa perlu mengumumkan kita hebat.
Memotivasi orang lain tanpa perlu membanggakan diri sendiri.
Kita selalu bisa melakukannya.
*Tere Liye
  
Perasaan bisa berganti, bunga elok bisa gugur, sungai besar bisa kering, semua bisa berubah seiring waktu. Tapi kenangan, catatan hidup kita tidak; akan abadi.
Oleh karena itu, pikirkanlah baik2, sebelum kita nekad merusak diri hanya karena perasaan cinta. Besok lusa, boleh jadi semuanya berubah total, dan kita telah terlanjur merusak diri sendiri, maka kenangan, catatan hidup kita yang kelam itu akan abadi. Selalu kendalikan diri, selalu tahu batas2nya.
*Tere Liye

Kalau kita sekolah hanya mengejar nilai dan ijasah, maka hanya itulah yang akan diperoleh. Apalagi kalau cuma mengejar gengsi, kampus terbaik, dsbgnya, maka hanya itulah yang akan diperoleh.
Tapi jika kita sekolah karena ingin belajar, mencari ilmu, dan sungguh2 dilakukan, maka tidak peduli sekolah di tempat paling terbatas, pelosok, tidak terkenal sekalipun, kita akan memperoleh semuanya. Termasuk rasa senang, antusias, dan kebahagiaan menjalani proses belajar.
*Tere Liye
 

Cinta pertama itu tidak spesial; karena yang paling spesial adalah cinta terakhir dan itu selama2nya. Tetapi jika kalian beruntung, akan lebih spesial lagi jika cinta pertama itu sekaligus menjadi cinta terakhir dan selama2nya.
Situasi ini hanya terjadi jika kita menjaga perasaan kita dengan baik, bukan setiap saat bisa jatuh hati ke siapapun, cepat sekali GR, lantas dinyatakan dengan mudah sekali, untuk berganti cinta lagi juga dengan mudah.
*Tere Liye

Ibu2, kakak2 yang sekarang jadi polisi wanita, yang ingin sekali mengenakan pakaian sesuai syariat agama, tapi terus tertunda2, dibatasi, dihalangi, dan mungkin besok lusa kalaupun boleh, terpaksa mengalami diskriminasi baik langsung ataupun tidak. Maka, semoga kalian selalu diberikan kekuatan. Bersabarlah.
Di negeri barat sana, yang muslim minoritas, adalah hak semua orang mengenakan pakaian sesuai syariat agamanya (silahkan cek polisi wanita di Inggris); di negeri ini, kita bahkan harus menghadapi ego dan keras kepala orang2 yang sebenarnya muslim juga. Ini sudah 2013, saat orang2 sudah bebas merdeka dengan HAM-nya, kita malah dipertontonkan hal menyedihkan ini.
Semoga Ibu2, kakak2, selalu dilindungi Allah.
*Tere Liye
 

Lebih baik diam dan disangka bodoh.
Daripada sibuk bicara atau komen, tapi malah menunjukkannya
.

Saya kira, diskusi tentang jilbab bagi polisi wanita di Indonesia ini terlalu berlarut-larut. Kalau saja orang2 tahu di Inggris sana, polisi wanita muslim juga boleh mengenakan jilbab, maka sebenarnya soal aturan main, dasar hukum dsbgnya itu mudah sekali dikeluarkan, tidak butuh berhari2. Pun di Amerika sana, anggota militer perempuan berjilbab pun oke2 saja.
Semoga berlarut2nya ini bukan karena ada yang merasa lebih berkuasa dibanding aturan agama. Tidak ada yang boleh melarang orang lain mengenakan pakaian yang disyariatkan agamanya. Apalagi jika itu sebuah pekerjaan pelayanan publik, yang digaji oleh rakyat banyak--lebih tidak boleh lagi.
*Tere Liye
 

Tidak akan ada yang menghormati kita, ketika kita tidak menghormati peraturan yang ada. Pun tidak akan ada yang menghargai pendapat kita, ketika kita tidak menghargai topik pembicaraan orang lain.
Belajarlah menempatkan diri, dimulai dari hal2 sepele. Sebelum besok lusa kita membayarnya mahal sekali.
*Tere Liye

Jangan membawa barang2 yang tidak diperlukan dalam perjalanan. Singkirkan yang tidak perlu dan malah paling berat, paling membebani. Biar perjalanannya asyik.
Pun sama, jangan membawa 'barang2' yang tidak perlu dalam hati kita. Tinggalkan. Buang. Jangan mau sumpek dan membebani diri sendiri. Biar kehidupan kita juga asyik.
(Tere Liye)
 

Saya banyak sekali menemukan orang2 pacaran, yang saat disuruh menikah, jawabannya: "belum siap, belum kerja".
Ini jawaban "tidak mutu" sebenarnya. Kalau kita belum siap, belum kerja, ayo sana bergegas lulus kuliah, bergegas bekerja, biar siap dan segera menikah. Bukannnya malah asyik menghabiskan waktu buat pacaran.
Semoga tidak gagal paham.
*Tere Liye
 

"Dulu kau beri racun, sekarang berharap manis madu-nya."
Ter... la... lu... dan Teganya! teganya!
*sy tidak sedang menyindir orang tertentu; sy menyindir semua orang--termasuk sy sendiri
 

Adik2, tidak ada postingan di page ini yang bisa kalian gunakan untuk pacaran, lantas bilang "gue banget".
Kan geli nan ilfil jadinya, sebuah postingan yang didesain untuk hal lebih penting (tentang mengendalikan perasaan), ada saja yang komen: "aku juga sayang pacarku karena Allah, itu akan jadi cintaku selama2nya."
Jatuh cinta itu boleh, juga galau, memendam perasaan itu boleh2 saja. Tetapi pacaran, dkk, pegangan tangan, mojok berduaan, dsbgnya itu jelas terlarang.
 

Sebatang pohon akan tumbuh subur jika disiram dengan air. Maka boleh jadi, sebuah hubungan juga butuh air mata untuk menyiramnya. Asal jangan keliru dan berlebihan saja.
Setelah berbaikan, sebuah pertengkaran, salah paham, berantem, dsbgnya bisa membuat hubungan menjadi lebih kuat, lebih saling memahami satu sama lain. Suami istri lebih kompak, pertemanan lebih kokoh, adik kakak lebih dekat.
*Tere Liye
 

Perasaan bisa berganti, bunga elok bisa gugur, sungai besar bisa kering, semua bisa berubah seiring waktu. Tapi kenangan, catatan hidup kita tidak; akan abadi.
Oleh karena itu, pikirkanlah baik2, sebelum kita nekad merusak diri hanya karena perasaan cinta. Besok lusa, boleh jadi semuanya berubah total, dan kita telah terlanjur merusak diri sendiri, maka kenangan, catatan hidup kita yang kelam itu akan abadi. Selalu kendalikan diri, selalu tahu batas2nya.
*Tere Liye
 

Kalau kita sekolah hanya mengejar nilai dan ijasah, maka hanya itulah yang akan diperoleh. Apalagi kalau cuma mengejar gengsi, kampus terbaik, dsbgnya, maka hanya itulah yang akan diperoleh.
Tapi jika kita sekolah karena ingin belajar, mencari ilmu, dan sungguh2 dilakukan, maka tidak peduli sekolah di tempat paling terbatas, pelosok, tidak terkenal sekalipun, kita akan memperoleh semuanya. Termasuk rasa senang, antusias, dan kebahagiaan menjalani proses belajar.
*Tere Liye
 

Cinta pertama itu tidak spesial; karena yang paling spesial adalah cinta terakhir dan itu selama2nya. Tetapi jika kalian beruntung, akan lebih spesial lagi jika cinta pertama itu sekaligus menjadi cinta terakhir dan selama2nya.
Situasi ini hanya terjadi jika kita menjaga perasaan kita dengan baik, bukan setiap saat bisa jatuh hati ke siapapun, cepat sekali GR, lantas dinyatakan dengan mudah sekali, untuk berganti cinta lagi juga dengan mudah.
*Tere Liye
 

Bagi orang2 yang penuh rasa sabar, apa2 yang dia biarkan pergi, segala sesuatu yang dia lepaskan, ihklas, tulus, maka akan datang pengganti yang lebih baginya.
Selalu begitu. Tidak akan keliru.
*Tere Liye
 

Kesendirian itu adalah pilihan. Kita bisa memilih sendiri, dan tetap bahagia dengan situasi tersebut.
Tapi kesepian, dalam situasi tertentu, dia adalah mahkluk yang berbeda lagi. Karena banyak orang yang justeru merasa kesepian di tengah hiruk pikuk ramainya dunia.
*Tere Liye
 

Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik. Tidak mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas.
--Tere Liye
 

Seringkali terjadi: sebuah kalimat sama persis didengarkan oleh dua orang, reaksinya ternyata berbeda sekali. Yang satu ternyata tertawa bahak, yang kedua sebaliknya, malah marah2, ngamuk.
Dunia ini dipenuhi perbedaan, termasuk perbedaan memahami sebuah kalimat. Maka, lumrah saja kalau banyak yang salah paham, salah tanggap.
*tere liye
 

Cukuplah Allah yang tahu doa-doa terbaik kita. Tidak perlu orang sejagad tahu.
Cukuplah Allah yang tahu amalan2 terbaik milik kita. Tidak perlu seluruh dunia tahu.
Pun cukuplah Allah yang tahu keluh kesah, gundah gulana, masalah hidup kita. Tidak perlu semua orang tahu.
Semoga kita selalu paham mana yang sesungguhnya baik, mana yang akan menjerumuskan kita dalam kekeliruan.
*Tere Liye
Kemalasan hanya akan melahirkan kemalasan berikutnya.
Keraskepala juga hanya akan melahirkan keraskepala berikutnya.
Mengeluh pun hanya akan melahirkan keluhan berikutnya.
Banyak bicara hanya disusul banyak bicara lainnya.
Hanya disitu-situ saja tempatnya. Jika tidak segera dipangkas habis.
*Tere Liye


sumber : Darwis Tere Liye Facebook 

Tidak ada komentar: