Kamis, 16 Januari 2014

((mau nulis)) surat cinta ((juga)) buat tere liye


saya sudah akan beranjak ke tempat tidur ketika notification bbm di handphone berbunyi ((sungguh, seharusnya saya mensilent hp seperti biasanya agar jam istirahat tidak terganggu)) sebuah chat dari seorang teman masuk dan memberitahukan saya agar membaca artikel tentang penulis favorit saya di negeri ini, Darwis Tere Liye.

sebuah arikel berjudul "Surat Cinta untuk Darwis Tere Liye" ditulis oleh Jonru Ginting di situs dakwatuna. dengan malas saya mencari linknya kemudian membuka dan membacanya, hebat sekali orang ini sampai bisa mengalihkan pekerjaan saya menyampul buku hanya untuk membaca tulisannya ((wah wah, bisa ngalahin Sir Arthur sebagai penulis kesayangan)).

1 detik....

2 detik....

3 detik....

5 menit kemudian....

tanpa harus membaca komentar baik yang mendukung atau tidak saya sudah menyimpulkan sendiri bagaimana sifat penulis, terlepas dari saya memang penyuka tulisan Tere Liye, setuju dengan banyak pendapatnya, dan tentu saja dengan kalimatnya yang sering bikin sakit hari beberapa oknum tertentu ((sensitif, sih)). penulis terkesan marah dan tidak terima dia di banned dari fanpage Tere Liye karena ((menurut dia)) dia memberikan kritikan dan komentar mengenai pendapat yang bersebrangan dengan status Tere Liye tersebut. astaga, i bet he just knew bang Tere barubaru ini, iya kan, pak? setidaknya anda bukan seperti saya atau 4.000 orang lainnya yang sejak bertahun yang lalu berteman dengan bang Tere ((teman facebook)).

kalau saja sebelum menulis artikel tersebut bapak mencoba bertanya atau memahami seperti apa karakter Tere Liye dikehidupan nyatanya mungkin bapak tidak akan menulis hal yang seperti itu. sekalipun saya juga tidak tahu bagaimana kehidupan bang Tere atau malah janganjangan beliau lebih buruk dari apa yang bapak JG tuliskan. tapi, menilik dari tema penulisanya yang inti dari apa yang ingin disampaikan adalah, "ngapa lu banned gue cuma karena apa yang gue pikir ga sama sama lu?" gitu, kan? selebihnya hanya bicara soal Tere Liye yang ((sepertinya)) haters PKS. wah, bapak pasti tidak tahu yaa kalau isteri dan keluarga isteri bang Tere itu simpatisan PKS? beliau sendiri mengakui dulu saat belum bikin fan page, saat bang Tere belum seterkenal sekarang ini.

kemudian, mengenai judul artikel yang ((katanya sih)) surat cinta. dibuka dengan kalimat manis kalau hanya ingin mengingatkan sebagai saudara, dengan alasan cinta. sebentar, kalau memang cinta dan ingin memberi nasehat mengapa menuliskannya di sebuah artikel yang bisa dibaca semua orang bukankah ((seharusnya)) bapak mengetahui kalau menasehati seseorang terutama yang dia cintai seharusnya dilakukan secara personal? bukankan tidak ada manusia -dan saya yakin bapak termasuk di dalamnya- yang suka dinasehati di depan umum. jika alasannya di banned sehingga tidak bisa menulis atau mengirim message yaa pakai cara lain yang personal, bukan malah diumbar kemanamana sembari mencari orangorang yang sepemikiran dengan pendapatnya.

dan mengenai banned membanned dari fp Tere Liye mungkin pak JG ini belum baca aturan yang dibuat sama si empunya fp itu sendiri.

Beberapa konsen page ini:

1. Apapun yang ada di page ini boleh di share, repost, copas, print dsbgnya, sepanjang tidak komersil dan menyebutkan sumber.

2. Berpartisipasi positiflah di page ini. Menjadi anggota yang dewasa. Sopan santun di dunia maya penting.

3, Tidak ada yang meminta/membujuk/memaksa kalian bergabung di page ini. Jika tidak suka dengan page ini, segera tinggalkan. Jangan habiskan waktu. Nah, jika kalian sukarela meng-klik tombol like, maka kalian bersedia mematuhi peraturannya.

Peraturan dasar Page ini:

1. Jangan komen OOT, out of topic, di luar fokus postingan. Termasuk komen berjualan, promosi, iseng seperti: "pertamax", cengengesan, dsbgnya tanpa sesuatu yg sebenarnya bermanfaat.

2. Jangan meletakkan link--kecuali diijinkan; dilarang komen menggunakan huruf kapital.

3. Jangan komen menyerang, menghina, merendahkan siapapun. Jangan bersilat lidah, jangan memutarbalik kalimat.

4. Jangan komen atas komen orang lain, karena itu bisa memicu perdebatan, terus menerus komen berantai, tidak puas2nya. Apalagi komen panjang lebar, yang bahkan lebih panjang dibanding postingan. Page ini bukan tempat berdebat. Siapapun yang memiliki pendapat berbeda, bisa menulis panjang sekali di kolom komen, maka buat tulisan di profile masing2, itu akan lebih bermanfaat.

5. Jangan menggunakan nama profile samaran yang tidak jelas, tidak sopan, alay, foto profile palsu, kegiatan merokok, telanjang. Juga termasuk lambang dan petinggi partai. Page ini tidak memihak partai manapun. Tentu saja itu hak masing2, karena itu profile masing2, tapi jika kalian memutuskan komen di page ini, foto profile kalian otomatis banyak yang melihat, dan saya berhak melindungi pengguna lainnya yang masih remaja. 
sudah jelas di point 3,4,5 sebenarnya. seharusnya setiap orang yang like fp ini yaa terima dengan segala aturan dan terima konsekwensi yang akan didapat jika dia tidak mengikuti aturan yang berlaku. sekarang begini saja, jangankan orang yang jelas tidak sependapat orang yang sependapat tapi fanatik, berlebihan dengan pendapatnya juga di banned sama bang Tere, lah sekarang kok malah keGRan seolah paling menderita sedunia abis di banned ga bisa ngapangapain.

okelah, langsung ke pokok permasalahan. ini tentang partai. partai.

semua status tentang partai dari Tere Liye entah parpol mana saja, KPK, atau lainnya jelas tidak berpengaruh besar pada saya, untuk tidak menyebutnya tidak memiliki pengaruh sama sekali. itu mengapa Tere Liye memberi peraturan akan memblok semua yang berkaitan dengan perdebatan, termasuk komentar orang yang memancing, dan saya pikir komen bapak JG yaa menuju kearah debat, mendebat sang punya fp padahal sudah diingatkan sebelumnya. sedangkan kalau baca buku Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk, bapak akan tahu bahwa Tere Liye bahkan mengkritik kompetitior partai bapak dengan lebih berani. dan jelas tema politik apalagi sudah 2014 akan sangat menarik untuk didiskusikan orangorang.

untuk bapak JG dkk, saya akan sangat senang jika menasehatinya bukan lewat dunia maya yang bisa dibaca siapa saja. di fb bang Tere ada cp yang bisa dihubungi, jika berkenan sila bicara secara pribadi. bukan menulis dengan maksud cinta tapi malah memojokkan. seperti yang bapak bilang di komen bapak, kalau bapak bebas dan berhak memberi kritik maka jelas akan lebih berhak lagi untuk bang Tere membanned anda. dan, jika memang permasalah pandangan tentang partai dan politik yang berbeda, jika memang anda benar pak JG yaa bukttikan dengan tindakan bukan hanya tulisan yang memprovokasi, judul saja manis tapi isinya sadis. jangan hanya bisa membela diri dengan seolah menjadi korban kejahatan orang lain sebab tindakan anda sendiri, jangan menjadi orang yang menyebabkan silaturahim orang lain menjadi rusak, membuat orang berburuk sangka, serta membuat orang berpikir, "apa sih sebenarnya tujuan nulis artikel beginian?". mulailah sibuk dengan fp anda sendiri, jika memang ada pemikiran sampaikan di dinding sendiri, bukan rusuh di tempat orang lain, eh ketika diusir marahmarah, lah yang salah siapa?

terakhir, untuk tujuan postingan ini, Darwis Tere Liye. saya berharap abang tidak menggubris sama sekali mengenai permasalahan ini, biarkan saja mengantung di udara, kelak semua pertanyaan akan menemukan jawabannya di sana, di tempat akhirnya kita tahu mengenai semua penjelasan. terus saja menari dengan pena dan jarimu, semoga Allah selalu memudahkan. dan seperti kata Tuan Shinpei yang tidak pernah sakit hati itu, "dia hanya menjalankan takdir Tuhan."