Sabtu, 04 Januari 2014

kemarin kita bicara tentang ....


kemarin kita bicara tentang kesederhanaan.
sebuah gaya hidup yang selalu kita impikan untuk bisa kita jalani dengan sebaikbaiknya.
sebuah keputusan besar, sebab sederhana itu tidak mudah, sebab kita harus berjuang keras untuk menyederhanakan kehidupan kita di tengah kondisi dan tuntutan hidup saat ini. 

lalu kita bicara tentang qanaah, merasa cukup, atas segala pemberian, yang kita minta ataupun yang bahkan tidak pernah kita minta.
pernah tidak, sebelum tidur di selasela do'a menutup mata selain membaca surat pendek dan ayat kursi kita meminta semoga esok  pagi dibangunkan dengan kondisi sehat, masih bisa bernapas lega, mata masih bisa memandang, dan seluruh organ berfungsi sebagaimana mestinya.
mungkin kita lupa, atau mungkin hanya saya diantara 7 miliyar penduduk bumi yang lupa bahwa Tuhan semesta alam begitu perhatian, pengertian, begitu baik.
sedang terkadang kita tak bisa menahan diri, untuk meminta lebih padahal kita sudah memiliki kecukupan.
untuk apa?
bukankah dunia hanya sementara.
sungguh, berbahagialah hati yang selalu terpaut oleh akhirat. ia menggenggam kematian eraterat, menjadi pengingat kala dunia mulai menggoda.
berbahagialah jiwa yang Surga menjadi tujuannya, semestara manusia tak ia biarkan sedikitpun mengetahui segala amal kebajikannya, biar malaikat saja dan alam yang kelak akan bersaksi menjadi pemberat timbangan kebaikannya.

terakhir, aku bicara tentang cinta.
tentang hati yang ((sengaja)) kutinggalkan di seberang lautan luas.
apa kabar ia sekarang?
mungkin sudah lupa bahwa aku masih mengingat senyuman terakhirnya saat ia mengucap selamat tinggal.

***

nb : mbak ranti, semoga Allah selalu memudahkan kehidupanmu, semoga di Surga Allah sudah membuatkan rumah yang indah untukmu, terimakasih sudah menjadi teman berbagi selama ini, jika mencintai karena Allah adalah tingkat keimanan tertinggi, semoga cintaku padamu sampai ke 'Arsy-Nya, berpendar ke seluruh penjuru bumi kita.


Tidak ada komentar: