Sabtu, 04 Januari 2014

desemberku


aku bersandar pada bayanganku sendiri kala kau ucapkan selamat tinggal
di penghujung desemberku
mungkin inilah alasan mengapa dulu aku tak berkeinginan menemuimu
berharap kau pergi entah kemana hingga tak ada kita bertatap muka

kau katakan rindu, tanpa suara
jangan tanya dari mana aku mengetahuinya

kita lewati hari
bersembunyi dalam kedipan senja
aku atau kau yang memandang, sama saja
hati kita yang bicara

sayangnya kau tak mendengar suaraku hingga selesai
kau terlanjur berlari jauh
sementara aku masih terpaku
pada jejak senyummu
yang memudar
berpendar melewati setiap desah yang kutahan

kau berlari
aku masih setia berdiri
hingga desember berakhir
bahkan aku masih berharap kau mengetuk kembali
hati yang telah kubungkus rapi
namun tanpa pita merah muda di pinggirnya
hanya tulisan namamu saja yang terbaca 


Tidak ada komentar: