Senin, 02 Desember 2013

status (bagian keduapuluhdelapan)


Cara terbaik mengatasi kekecewaan adalah dengan terus mencoba. Tidak berhenti. Tidak lelah. Tidak bosan. Tidak sakit hati.
Besok lusa kembali dgn kekuatan lebih besar.
*Tere Liye

Istri terhukum korupsi yang menikmati uang korup suaminya, lebih dari layak ikut dipenjarakan, bukan dibiarkan cengengesan di media massa.
Nah, kalau ada yang mengaku tidak tahu menahu, ayo, mulai detik ini silahkan bertanya, telusuri darimana suami kalian memperoleh uangnya.
*Tere Liye

Bahkan Rasul pun bersedia memotong tangan anaknya, Fatimah, jika mencuri.
Di negeri ini, semoga penegak hukum-nya tahu soal ini. Bukan justeru melindungi habis2an, termasuk saat anggota keluarganya melakukan kejahatan.
“Wahai manusia sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah, apabila seorang bangsawan mencuri, mereka biarkan. Akan tetapi apabila seorang yang lemah mencuri, mereka jalankan hukuman kepadanya. Demi Dzat yang Muhammad berada dalam genggaman-Nya. Kalau seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri. Niscaya aku akan memotong tangannya.” --HR. Bukhari Muslim
*Tere Liye

"Perasaan sayang yang berlebihan, esok lusa justeru bisa menghasilkan kebencian tak terhingga.
Itulah muaranya jika kita tidak bisa mengendalikan urusan hati."
*Tere Liye
 

“Hidup ini terbatas dan hanya sekali. Jadi jangan habiskan dalam kehidupan orang lain.
— Tere Liye
 

Jangan mendiskon kehormatan perasaan dan diri kita begitu rendahnya. Apalagi diobral habis2an.
Tenang saja, akan datang seseorang yang bisa menilai betapa mahalnya harga seorang yang bisa menjaga diri.
*Tere Liye
 

Jika semua orang memperoleh apa yang diinginkannya, maka dunia ini akan mengalami kekacauan yang luar biasa.
*Tere Liye
 

Kita harus tahu, "cinta" itu sudah bosan dijadikan pembenaran, argumen atas situasi manusia yang membuat rumit dan merusak dirinya sendiri.
Bosan.
Karena "cinta" selalu saja bersahaja dan suci. Manusialah yang me-recokinya dengan keinginan, ambisi, ngotot, nafsu, dsbgnya.
*Tere Liye
 

Dalam sebuah pemahaman yang baik: Kita selalu akan menunaikan kewajiban kita dengan baik, baru sibuk menuntut hak.
Kita juga selalu berusaha melakukan yang terbaik, baru sibuk menunggu yang terbaik datang untuk kita.
Kita juga senantiasa berusaha maksimal, habis2an, baru kemudian berharap yang maksimal dan habis2an tiba ke kita.
Kita selalu memberi, berbagi, berbuat baik, baru lantas semoga saja kebaikan itu akan kembali kepada kita.
Nah, dalam sebuah pemahaman yang sumpek, dangkal, rumus ini berjalan sebaliknya.
*Tere Liye
 

Jika kita selama ini merasa selalu memperoleh hal2 kecil, barang bekas, sisa orang lain, pilihan kedua dan seterusnya, bagian tidak penting, bahkan mungkin merasa tidak pernah mendapatkan hal2 terbaik dalam hidup, maka bukankah itu keren sekali?
Hanya orang2 hebatlah yang bisa hidup bahagia dengan hal2 kecil di sekitarnya. Tinggal dilengkapi dengan rasa syukur. Kita semua sebenarnya memiliki hal terbaik yang diberikan Tuhan, yaitu: kehidupan itu sendiri. Itulah hal paling menakjubkan milik manusia. Coba kalau kita dijadikan batu atau pot kembang, akan berbeda sekali penjelasannya.
--Tere Liye
 

Wahai kehidupan, aku tahu kau tidak akan MUDAH dilewati.
Tapi kau juga harus tahu, aku jelas tidak akan MUDAH menyerah.
*Tere Liye
 

Bertanggung jawab adalah bentuk perbuatan. Bukan kata-kata.
Pengorbanan juga adalah bentuk perbuatan. Bukan bunga mulut.
*Tere Liye
 

Bahkan hal paling menyakitkan sekalipun, ketika dijalani dgn sabar, tetap membawa bahagia.
Peluk erat rasa sabar itu. Jadikan teman di kala apapun
 

Percayalah, sakit hati itu temporer.
Tapi pemahaman, pelajaran yg diperoleh bisa abadi.
Juga rasa bahagia, senang, itu pun temporer.
Tapi rasa syukur atas semua hal itu bisa abadi.
*Tere Liye
 

Aduh, kalau kita tdk punya teman2 baik di dunia nyata, maka seharusnya kita introspeksi habis2an. Ada yg ngaco di pemahaman hidup kita. Bukan malah bangga.
Bahkan Rasul Allah punya sahabat2 terbaik, sbg suri teladan pentingnya sahabat.
 

Dengan "berpikir positif" kita bisa melewati samudera luas, penuh dengan badai, meski hanya menaiki perahu kecil.
Dengan "berpikir negatif", bahkan waduk kecil, tenang, cerah, naik perahu bermesin sekalipun, kita tidak kuasa tiba di tepi seberangnya
--Tere Liye
 

Dengan "berpikir positif" kita bisa melewati samudera luas, penuh dengan badai, meski hanya menaiki perahu kecil.
Dengan "berpikir negatif", bahkan waduk kecil, tenang, cerah, naik perahu bermesin sekalipun, kita tidak kuasa tiba di tepi seberangnya
--Tere Liye
 

Ketika seseorang yang berilmu berdebat sia-sia, tidak habis2nya dengan orang yang bodoh, maka yang terjadi bukan si bodoh menjadi tahu, insyaf, melainkan orang yang berilmu tersebut terseret dalam sekali hingga setara dengan kebodohan lawan debatnya.
Pikirkanlah
*Tere Liye
**sy minta maaf menggunakan istilah bodoh, itu gaya bahasa untuk memperjelas situasi.
 

Roda belakang motor itu tidak akan pernah bisa menyusul roda depan. Secepat apapun dia lari.
Pun dalam kehidupan. Ada hal2 yg tidak bisa dipaksakan. Menerima situasi dgn lapang, tulus, justeru membawa kebahagiaan.
*tere liye 

Sayangi rasa sakit yang kita terima. Peluk dengan erat. Maka semoga rasa sakitnya berkurang.
Sungguh, apa2 yg kita tidak sukai, boleh jd itu amat baik bagi kita.
*Tere Liye
 

Sebenarnya begitu banyak penjelasan di sekitar kita. Hanya saja, kita sendiri yang membuatnya rumit, terus mencari penjelasan lain yang menyenangkan hati.
--Tere Liye
 

Sedikit2 mengeluh, sedikit2 curhat, tumpah ruah keluh kesah, ratapan kita di dinding jejaring sosial. Dikasih tahu baik2, biar curhat kepada Allah saja lebih baik, malah marah2, maka cepat atau lambat: kita akan menjelma menjadi "keluh kesah" yang punya kaki dan tangan. Kita menjelma menjadi monster itu.
*Tere Liye
 

Hidup ini harus dilalui dengan gagah perkasa. Tahan banting. Bukan ngesot, merangkak dan meratap di dinding dunia maya.
*Tere Liye
 

Kenapa kita tidak diberikan Tuhan mobil keren?
Boleh jadi karena, bisa naik angkot kemana2 kita tidak becus bersyukur
Apalagi nanti dikasih mobil keren, malah tambah kurang aja
Kenapa kita tidak diberikan Tuhan pekerjaan bergaji tinggi?
Boleh jadi karena, sudah punya pekerjaan tetap yang baik saja kita masih mengeluh
Apalagi nanti kalau sudah naik pangkat, tak berkurang keluhannya.
Kenapa kita gagal ini, gagal itu?
Boleh jadi karena, kita berhasil ini, berhasil itu selama ini tidak pernah berterimakasih
Apalagi nanti kalau berhasil semua, hanya menambah daftar panjang hitam tidak tahu terimakasih
*Tere Liye
 

Bukan hanya ketika melakukan hal salah kita bisa menghadapi masalah. Saat melakukan hal benar pun kita bisa menghadapi masalah yang lebih serius lagi.
Tetapi bukan berarti kita jadi tidak mau melakukannya. Itulah yang membedakan antara orang2 hidup dengan prinsip baik atau sebaliknya.
*tere liye

Hargailah orang lain sebelum kita berharap orang menghargai kita.
Perhatikan kalimat, peraturan orang lain sebelum kita berharap orang2 memperhatikan kita.
Karena akan tiba masanya, kita akan kena batunya, dan harus mengunyah pahit sekali karena tidak menghargai dan memperhatikan orang lain, justeru sebaliknya malah maksa orang lain tersebut yang menghargai, mendengarkan kita.
*Tere Liye

Jangan cemas kehilangan kesempatan, selalu saja akan tersedia kesempatan lebih baik berikutnya. Tapi jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan, hal terbaik mungkin tidak datang dua kali.
*Tere Liye
 

Jangan pernah mentertawakan fisik orang lain. Jangan pernah mentertawakan hasil ciptaan Tuhan.
Aduhai, hari ini, kita bahkan tega menjadikan hal ini tontonan massal di televisi. Bertepuk tangan, tertawa bahak, bahkan tidak peduli kalau itu mentertawakan neneknya sendiri, ibunya sendiri, orang tua di sekitar kita.
*Tere Liye
 

Hidup ini memang tidak mudah. Kita akan diuji, diuji dan diuji. Itu sudah dikunci dalam kitab suci.
Tapi, percayalah, kita selalu punya kesempatan bangun setiap kali jatuh terduduk; bisa minta maaf setiap kali melakukan kesalahan; bisa mengulang memperbaiki setiap kali gagal.
Kita selalu punya kesempatan untuk itu, dan semuanya kembali ke kita, mau memilih seperti apa.
*Tere Liye
 

Malam minggu seperti ini paling asyik dihabiskan buat baca buku, nonton film bagus, nonton sepakbola, berkumpul bareng keluarga, atau buat yang suka berpetualang, sedang siap2 mendaki gunung, biar tiba di puncak pas matahari terbit besok pagi.
Pacaran? Di alun2? Di fly over? Di mal2? Keluyuran nggak jelas? Caiyo, saya bingung di mana letak seru-nya.
*Tere Liye
 

Janganlah menyuruh anak2 kita yang masih SD membeli rokok di warung. Di luar negeri, di tempat yang bebas-sebebasnya pun, tidak ada orang tua yang bisa menyuruh anak2 mereka membeli rokok--karena ada batas minimalnya.
Ini sedih sekali kadang, sudah disuruh beli rokok, disuruh bawa motor pula, anak2 SD. Ketika kecelakaan atau kenapa2, maka yang disalahkan pemerintah, orang lain, jalan yg licin, anak2, dsbgnya, sedangkan orang-tuanya cuma nyengir.
*Tere Liye
 

Jangan sampai kita termasuk orang2 yang suka sekali bilang kitalah yang membuat orang lain berhasil; kitalah yang paling berjasa; kitalah yang membantu banyak.
Karena kalaupun iya, mengungkit2 kebaikan yang dilakukan bukanlah hal yang baik.
*tere liye
 

*Jikalau
Jikalau kita punya masalah, orang lain juga punya. Bahkan boleh jadi lebih rumit dan serius masalahnya.
Jikalau kita punya kebutuhan, orang lain juga punya. Bahkan boleh jadi lebih mendesak dan penting kebutuhannya.
Jikalau kita punya keinginan, orang lain juga punya. Bahkan boleh jadi lebih baik dan mulia keinginannya.
Lantas apa yang membuat kita merasa Tuhan harus memenuhi permintaan kita dibanding orang lain?
Lantas apa yang membuat kita merasa Tuhan harus mendahulukan doa-doa kita dibanding orang lain?
Maka boleh jadi, memantaskan diri sendiri di hadapan Tuhan, salah-satu cara untuk memahami hakikat kasih sayangnya.
*Tere Liye
 

Adik2 sekalian, kesuksesan di atas dunia ini kadang tidak ada korelasinya dengan ketaatan kepada Allah. Kadang tidak nampak.
Ada orang2 yang setiap malam shalat tahajud, rajin puasa daud, baik dengan tetangga, dermawan, hafiz pula, tapi hidupnya sederhana saja. Tidak top, tidak kaya raya, malah menurut kebanyakan orang nggak seru kayak artis, pejabat, konglomerat, dsbgnya itu.
Tapi bukan berarti dia tidak sukses. Tidak keren. Kitalah yang tahu apakah kita "sukses" atau tidak. Bahagia atau tidak. Termasuk kehidupan berlimpah-ruah, dari kulitnya terlihat megah, hebat maka yang bersangkutanlah yang tahu persis isi di dalamnya, dia bahagia atau tidak.
Nah, yang pasti, kehidupan kelak di akherat, jelas memiliki korelasi sempurna dengan tingkah laku kita di dunia hari ini. Tidak akan tertukar.
*Tere Liye
 

Mau kita ganti dengan istilah "ta'aruf", mau kita ganti dengan istilah "abi, umi" pas manggil pacar masing2, mau dilengkapi dengan kalimat, "aku sayang kamu karena Allah, dek", "eh, abi nonton juga ya film itu? subhanallah bagus ya." Mau boncengan motor sambil baca doa perjalanan, zikir, mau apa saja, JIKA sekali substansinya pacaran, ya tetap saja namanya pacaran.
Jangan dicampur2, jangan dibungkus2. Tidak ada solusi atas masalah "perasaan" selain: tinggalkan, sibukkan dengan hal2 positif atau segera saja sana menikah. Hanya dua itu pilihan bagi pria pemberani dan wanita tegas.
*Tere Liye
 

'Pintu hati' itu tidak seperti pintu bendungan, yang kapanpun aman dibuka tutup, tidak merembes. Dalam urusan perasaan, sekali pintu hati dibiarkan terbuka, maka susah payah menutupnya kembali, tetap merembes, bahkan lubang bocornya jebol dimana2, membahayakan seluruh bendungan.
Maka, jika kita belum siap, belum niat serius, maka jangan suka membuka tutup pintu hati. Dan tentu saja, jangan mau digombalin oleh orang yg terbiasa sekali membuka tutup pintu hatinya. Lah, pintu bendungan dunia nyata saja hanya dalam kondisi tertentu dibuka tutup.
--Tere Liye, repos
 

Teman baik selalu membicarakan hal yang baik-baik tentang kita di belakang. Teman sejati lebih-lebih lagi dari itu, dia bahkan selalu berusaha meluruskan jika ada orang yang menilai keliru tentang kita.
Maka, jelas sekali bukan termasuk teman kita seseorang yang suka bicara menjelek2an kita di belakang. Jangan keliru berteman, dan sebaliknya pastikan bukan kita yang suka bicara di belakang tersebut.
*Tere Liye
 

Orang2 yang memilih diam, bukan berarti dia tidak punya argumen tajam atau pendapat gemilang. Tapi dia memilih diam lebih karena dalam banyak, lebih baik mulai melakukan sesuatu secara kongkret dibanding terus bicara.
*Tere Liye
 

Mengendalikan harapan sama persis seperti kita mengendalikan stang motor atau setir pada mobil. Semakin jago kita mengendalikannya, maka semakin lancar hidup kita.
Orang-orang yang pandai mengendalikan harapan miliknya, maka dia dekat dengan kebahagiaan.
*Tere Liye
 

*Orang sungguh
Orang sungguh baik itu bukan karena berharap balas, apalagi penuh perhitungan, tapi semata karena dia berharap janji Tuhannya.
Orang sungguh sabar itu bukan karena terpaksa, tidak ada pilihan, tapi semata karena dia memutuskan percaya pada Tuhannya.
Orang sungguh berani itu bukan karena sedang ramai, banyak yg membela, tapi semata karena dia bergantung pada Tuhannya.
*Tere Liye
 

Bagi orang yang meyakininya, maka Allah selalu dekat dengannya.
Bahkan ketika seseorang menangis terisak, menyebut "Oh Allah", mengadukan semua beban hidup, menghamparkan semua kesedihan, Allah jelas telah hadir di sana. Tidak peduli meski tangisan itu datang di kamar paling sempit, gelap, di sudut dunia yang paling terpencil dan tidak dipedulikan mahkluk.
Allah telah hadir. Seketika.
*Tere Liye
 

Hewan, mencari pasangan karena tampan, cantik, kuat, aroma badan, teritori, dan ukuran tampilan fisik duniawi lainnya. Silahkan merujuk buku2, tonton discovery channel, national geographic agar kalian tahu soal ini.
Itu hewan. Manusia? Pikirkan sendiri, mau disamakan dgn hewan atau tidak.
*Tere liye

Ada banyak anak2 dari keluarga miskin yg ingin sekolah. Terpaksa putus sekolah karena tdk punya uang, harus bekerja.
Maka bersyukurlah kalau kita bisa sekolah, jalani dgn baik, jangan malas, menunda2, dan menyepelekan kesempatan sekolah tsb.
*tere liye
 

Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar ke orang2 yang suka sekali bersilat lidah, berdebat, memutar-balik kalimat. Tidak usah. Sekeren apapun penjelasan, nasehat kita tetap saja mereka akan ngeles, punya segudang argumen.
Fokus saja kepada yang bersedia mendengarkan, lantas berdoa semoga entah di pembicaraan ke berapa orang2 yang tidak mau mendengarkan tergerak hatinya.
Urusan menggerakkan hati itu adalah urusan Allah.
*Tere Liye
 

Tidak ada yang kebetulan di muka bumi. Semua adalah skenario Tuhan, pemilik rencana paling sempurna.
Dengan meyakini semua adalah skenario dari Tuhan, kita bisa menerima kejadian apapun dengan lapang dada sambil terus memperbaiki diri, agar tibalah skenario yang lebih baik lagi.
*Tere Liye
 

Mau teman kita cuma satu di facebook ini, kalau memang bermanfaat, maka akan bermanfaatlah dia. Jadi tidak perlu sibuk dimana2 nulis: please add aku dong.
Mau yang like, komen di postingan kita nggak ada sama sekali, maka kalau dia memang bermanfaat, maka akan bermanfaatlah postingan itu, setidaknya mengingatkan kita sendiri. Jadi tidak perlu nulis: ayo dong di like, komen; atau nulis: kalau kalian setuju, silahkan like, komen,
Coba dipikirkan dengan hati lapang 

Saat kita membantah, menolak begitu kerasnya sebuah nasehat, justeru kita sedang menunjukkan betapa sepakatnya kita atas nasehat tersebut.
Tapi belum sekarang memang. Besok lusa setelah dipikirkan. Bisa ketawa nyengir malah mengingatnya.
Barangsiapa yang rajin berdoa di dunia nyata, maka dia tidak perlu lg berdoa di dunia maya.
Barangsiapa yang menyibukkan diri beribadah di dunia nyata, maka dia tidak perlu lg sibuk menyebut2 ibadah tsb di dunia maya.
*ayo, yg lagi sebal pada tersenyum. kan rugi, orang2 pd hepi, ada yg ketawa, kita malah keki di page ini.

Besok lusa, setelah sukses memberi contoh berdoa di facebook, orang2 akan ramai shalat di facebook juga.
"Eh akuh laghi rakaat ketiga shalat subuh loh. nanti deh chat lagi." klik! posting!
*yg tersinggung nggak asyik deh. katanya facebook buat lucu2an, masa' jd tersinggung karena postingan lucu rakaat ketiga shalat subuh begini.

Boleh saja berdoa di facebook. Nggak akan ada yg nekad melarang.
Tapi perlu diketahui, malaikat nggak punya akun facebook. Saya khawatir doa kita nggak bisa mereka rekap dan catat.
Jadi mungkin lebih baik doanya habis shalat dan waktu2 yg mungkin mustajab bin makbul lainnya. 

 Rasa sabar bahkan bisa membuat perjalanan menjadi lebih cepat.
Ajaib, kan? Padahal kita selama ini berpikir sabar itu justeru hanya soal menunggu dan pasif saja.
Banyak sekali ternyata cabang ilmu sabar ini.

Biasakan menulis pemikiran kita. Tulis dengan baik di notes, blog, tumblr, dsbgnya. Itu akan bermanfaat bnyk bagi kita. Menyampaikan pemikiran dgn cara terbaiknya.

*Lebih indah dari fiksi
Barangsiapa yang mengerti
Tahu batas2nya
Paham peraturannya
Bersabar dan senantiasa yakin
Maka, kisah cintanya
Bahkan bisa lebih indah dari fiksi
Kebetulan2 menakjubkan terjadi
Yang ditinggalkan akan kembali
Yang dijauhi akan mendekat
Kesempatan lama diganti kesempatan hebat
Dengan cara terbaiknya
Demikian sajak ini dituliskan
Mungkin menarik untuk dipikirkan, Kawan
*Tere Liye
 

Setiap kali saya memposting di page ini tentang sajak, catatan yang berisi refleksi tentang banyak hal, lantas ditutup dengan kalimat: pikirkanlah, maka selalu ada tiga skenario komen dari kalian:
1. Yang memang memikirkannya, sehingga komen yang dia tulis pun menambah khazanah postingan tersebut.
2. Yang malah membantah, ngeles gaya bajaj, argumen, ngajak berdebat bahkan bertengkar, yang terlihat sekali dari kualitas komennya.
3. Yang sama sekali tidak nyambung, orang bicara apa, dia bicara apa; pun terlihat sekali dari kualitas komennya.
Nah, kalian masuk mana? Pikirkanlah.
 

Pahami logika simpel ini:
Jika kita berubah karena yakin dengan janji Allah, maka Allah akan mengirimkan yang terbaik bagi kita.
Tapi jika kita berubah hanya dan karena demi seseorang, siapa sih dia sekarang? Hanya pacar? Maka seseorang itu bahkan boleh jadi besok lusa pergi, dan tidak akan mengingat kita lagi.
Maka, meskipun kalian single, jomblo hari ini, mulailah berubah, menjadi lebih baik, karena Allah menjanjikan, yang baik akan memperoleh yang baik, tidak akan tertukar.
*Tere Liye
 

Ikatan pertemanan atau keluarga itu tidak seperti HP. Kalau rusak, eror, bisa dibuang begitu saja dengan mudah. Atau kalau bosan, tinggal cari model lebih oke dan canggih. Kita tidak bisa begitu saja membuang teman atau keluarga kita.
Bahkan, semakin tua, semakin lama HP eh, teman dan keluarga kita tersebut, maka semakin mengasyikkan dan spesial.
*Tere Liye
 

Saya kira, hampir semua orang cemas saat memutuskan menikah, saat mengambil komitmen serius. Bertumpuk kecemasan, kekhawatiran, gamang. Tanyakanlah kepada orang tua kita dulu, bagaimana mereka saat2 akan menikah.
Tapi bukan berarti dengan seluruh kecemasan tersebut kita tidak berani memutuskan, toh, kalaupun kita yakin, tetap tidak ada yang bisa menjamin sebuah pernikahan akan awet, sukses. Maka genapkan niat, selalu mau belajar, semoga semua berjalan lancar.
*Tere Liye
 

Adik2 mahasiswa, boleh saja kalian demonstrasi di jalanan, boleh.
Tapi senjata terbaik seorang mahasiswa adalah tulisan. Teriakkan protes kalian di koran2, majalah2, di jejaring sosial. Melalui tulisan yang cemerlang, menggugah, menginspirasi. Itulah amunisi terbaik yang dimiliki oleh pendiri bangsa kita. Mereka adalah penulis2 terbaik di jamannya dulu, berani menuliskan naskah yang seharga diasingkan bertahun2 di tempat terpencil.
*Tere Liye
 


Kadangkala, kita jelaskan baik2, orang2 malah bilang kita tidak mau dibantah. Kita tanggapi dengan baik, orang2 malah bilang kita sombong dan angkuh. Kita luruskan, orang2 malah bilang kita berbelit-belit. Kita sederhanakan, orang-orang malah bilang kita kasar dan menyakitkan.
Di dunia ini, jangan pernah menghabiskan waktu untuk menjelaskan kepada orang yang memang tidak membutuhkan penjelasan, dan sudah kadung berbeda frekuensi radio dengan kita. Segera urus hal lain yang lebih produktif.
*Tere Liye

Saya kira, hanya teman terbaik kita yang berani mengingatkan keburukan2 kita, saling nasehat-menasehati. Teman abal2 memilih tutup mata.
*Tere Liye

Adik2 sekalian,
Akar dari seluruh perasaan sejati adalah: menunggu
Mahkota dari segenap perasaan adalah: melepaskan
Sayangnya, saat kita diselimuti kabut perasaan, sesak tidak tertahankan, kita tidak bisa melihat semua ini dengan akal sehat. Percayalah, Tuhan yang akan menulis skenario terbaik buat kita. Yang pergi pasti kembali, yang hilang akan ditemukan jika memang berjodoh. Lewatilah masa2 ini dengan cara yang baik, gunakan rambu2 agama.
*Tere Liye
 
 
Bagi orang2 yang paham, jomblo itu bukan berarti nggak laku, Kawan. Bukan pula jual mahal, sok milih.
Jomblo terhormat itu simpel karena kita tahu persis lebih baik sibuk belajar, sekolah, bekerja, meniti karir, terus memperbaiki diri dibandingkan menggalaukan diri dalam hubungan tidak kongkret, cuma buang tenaga, buang duit buar traktir, pulsa, atau menghabiskan waktu disuruh2 jemput, nemenin, dsbgnya.
Itu merepotkan saja.
*Tere Liye

Dek, restoran saja ada sertifikat halalnya, apalagi soal hubungan cowok-cewek, pasti adalah.
Ayo, pada mengurus sertifikat halal, nanti bahkan bukan hanya sertifikat, malah dikasih buku deh, di buku itu kalian dan pasangan kalian tanda-tangan, terus ada foto kalian juga. Jangan lupa, bikinnya di KUA ya.
*Tere Liye

Guru yang bahagia, akan membuat murid2nya bahagia, bahkan jikalau murid tersebut bete banget disuruh sekolah, tidak semangat, malas2an. Murid bete itu akan ikut bahagia menatap gurunya yang bahagia.
Maka berbahagialah guru2 kita. Semoga mereka senantiasa selalu mencintai dan dicintai murid2nya.
*Tere Liye

Beberapa menit lalu, lewat akun twitter @halalcorner, dikabarkan bahwa: per siang ini, sidang komisi fatwa MUI memutuskan bahwa jaringan restoran waralaba Solaria menerima sertifikasi halal. Belum ada pengumuman resminya di website MUI, tapi sepertinya informasi ini valid, karena saya juga sudah menelepon ke LPPOM MUI, dan mereka mengkonfirmasi berita itu benar.
Saya sungguh hendak mengucapkan selamat kepada Solaria. Semoga berkah, semoga jadi teladan bagi restoran/pengusaha kuliner lainnya.
Anak kami, akan senang sekali dengan kabar ini, karena setiap kali lihat restoran ini, dia akan bilang, "Besok, kalau Sola-lia sudah halal, aku boleh makan di sana kan, Pak?"
*Tere Liye

Ibu2, Bapak2, jelas sekali: lebih baik punya menantu yang kutu buku, pendiam, tidak gaul, tapi rajin belajar, nilai2 bagus, peduli sekali dengan pendidikan dan masa depannya.
Dibandingkan punya menantu yang tampan, gagah, atau cantik, tapi hanya peduli tampilan wajah dan fisiknya saja, lantas tebar pesona tidak tahan lihat jidat mulus.
*Tere Liye
 

Amat mudah kalau mau banyak2 bersyukur. Ada banyak alasan yang tersedia. Sebagai contoh, dan saya minta maaf terpaksa menggunakan contoh ini, adalah pembalut.
Buat yang cewek, coba bayangkan, jaman dulu, orang2 susah payah saat haid, pakaian jadi kotor, malu pula ke tempat umum, hari ini, nyaman sekali, praktis cukup dengan pembalut, dan nyaris tidak menghentikan aktivitas kerja/sekolah. Betapa banyak kemudahan dan waktu yang diperoleh dengan hal simpel ini, dan itu lebih dari cukup untuk jadi alasan bersyukur.
Mungkin menarik untuk memikirkan contoh lainnya--yg lebih banyak lagi.
*Tere Liye

Ini saran yang sangat baik loh: jika kalian sedang sakit, maka sebaiknya segera minum obat, atau ke dokter. Bukan malah update status/tweet, tidak akan sembuh sakitnya.
*Tere Liye

Jangan iri dengan kisah cinta yang ada dalam novel, film, lagu, dsbgnya. Itu semua ditulis oleh manusia, direka2, karangan saja.
Sedangkan kisah cinta kita, sungguh akan ditulis oleh yang maha memiliki skenario terbaik. Tidak akan tertukar. Tidak akan keliru. Kitalah pemeran utamanya, jadi mari menjadi pemeran cerita paling keren, agar keren sudahlah skenario yang kita jalani.
*Tere Liye

Buat apa sih kita marah2, protes, membantah, dan sebagainya di profile jejaring sosial orang lain? Tidak banyak manfaatnya. Cuma menghabiskan waktu.
Kalau tidak suka, mending bergegas tinggalkan, jangan habiskan waktu di sana. Selalu pahami logika simpel ini: ambil yang bermanfaat, buang yang tidak. Jika menganggu kita, masih muncul di home kita, tinggal block, remove jauh2. Jika kita cemas orang lain ikut hal buruk karena postingan tsb, tinggal tulis pendapat kita di akun masing2 sebagai counter, penyeimbang penjelasan. Itu malah lebih bermanfaat.
Ayo, mari menjadi pengguna internet yang sehat dan bahagia.
*Tere Liye
 

Boleh jadi kita telah kehilangan sesuatu, jauh2 hari sebelum sesuatu itu benar2 pergi, menghilang dari kehidupan kita.
Dan boleh jadi, kitalah yang menyebabkan hilangnya sesuatu itu, karena tidak peduli, tidak merasa penting.
*Tere Liye
 

Jika seseorang menyukai dan peduli pada kita, maka apapun yang kita katakan, termasuk saat melakukan kesalahan, dia tetap paham dan menerimanya.
Tapi jika seseorang sudah membenci kita, maka, tidak ada yang bisa kita katakan atau lakukan kemudian membuatnya senang dan sependapat.
Jadi lebih baik, fokus saja pada yang peduli.
*Tere Liye
 

Tentu saja sering ngintipin timeline, dinding akun orang lain itu tidak selalu otomatis bisa dibilang stalking, kepo. Boleh jadi itu termasuk strategi intelijen demi masa depan. Termasuk setidaknya buat menghibur hati.
Asal jangan berlebihan saja, sampai menyadap HP bapak ibunya, nanti bisa bikin masalah serius antar negara.
*Tere Liye

Kita bisa hidup bahagia dengan orang yang tidak sempurna, sepanjang kita mau menerima kekurangan dan kelebihannya. Tapi kita tidak akan pernah bisa berbahagia, meskipun punya seseorang yang amat sempurna, tapi kita terus merasa kurang dan kurang.
Nasehat orang tua yang biasanya disampaikan setiap anak2nya mau menikah ini amat lembut.

Saya tidak pernah melarang orang pacaran. Aduh, apalah artinya saya melarang2 orang. Yang bisa mengeluarkan peraturan itu hanya agama, negara, orang tua kalian, dsbgnya. Saya hanya juru tulis saja, dituliskan ulang dari peraturan yg ada.
Nah, fokus saya, hanya mengajak berpikir, salah-satu yang patut dipikirkan adalah: jika perasaan itu tidak punya bentuk kongkretnya, maka lebih baik habiskan waktu untuk sekolah, belajar, meniti karir, memperbaiki diri, dsbgnya. Percayalah, semua skenario Allah akan tiba waktunya. Pasti. Jangan habiskan masa muda kita yang berharga untuk galau tidak jelas, apalagi merusak diri sendiri.
*Tere Liye

Buat anggota page yang cewek2, kalian bisa gunakan contekan berikut ini, kalau ada cowok yang nembak kalian, ngajak pacaran (dan kalian suka dengannya):
"Kak, aku hanya menerima cinta jika nembaknya bawa rombongan sekeluarga, lantas Kakak dengan suara gugup bicara pada orang tuaku, tentang tanggal, tempat dsbgnya. Di luar itu cara nembaknya, nggak level, aku lebih baik sibuk sekolah, belajar, kerja, memperbaiki diri sendiri, dsbgnya."
*Tere Liye

Cara terbaik menghukum orang adalah diamkan saja, tidak usah dipedulikan lagi. Itu menyakitkan sekali.
Maka, bersyukurlah jika orang masih marah, menegur, menyindir, dsbgnya. Karena sekali kita dianggap angin lalu, kita seperti 'dihapus' dari muka bumi.
*Tere Liye

Buat cowok2 yang jomblo, kalian bisa gunakan contekan ini:
"Dek, kenapa aku bahkan hingga hari ini tidak menyampaikan perasaan ini, tidak bilang2, bukan karena aku tidak yakin, tidak berani, bukan karena itu. Melainkan karena saat aku memutuskan menyampaikannya, maka itu berarti akan datang serombongan besar ke rumahmu, dan kau hanya bisa tersipu malu mendengar orang tua kita membicarkan tanggal, tempat, dsbgnya."
*Tere Liye

Tentu berbeda antara menulis doa: "Ya Allah, semoga teman2 baik saya punya mobil mewah dan rumah gedongan." dengan "Ya Allah, semoga saya punya mobil mewah dan rumah gedongan."
Yang satu mendoakan, yang satu berdoa diri sendiri. Yang satu, saat diaminkan begitu banyak orang, menjadi sesuatu. Yang satu lagi, jika berharap diaminkan orang, juga menjadi sesuatu lainnya.
Jika kita memang ingin berdoa di jejaring sosial ini, maka saran baiknya: geser menjadi mendoakan orang lain saja, sementara doa terbaik untuk kita sendiri, simpan saat habis shalat, di malam lengang, di waktu2 spesial dijanjikan.
Nah, terakhir, akan sangat berbeda jika kita malah menulis: "Ya Allah, semoga saya diberi mobil mewah dan rumah gedongan. Tulis amin jika ini doa kalian juga dan jangan lupa di-like."
Sepertinya terasa berbeda sekali di kerongkongan. Tapi lagi2, masing2 orang punya pendapat masing2. Tidak akan ada yang nekad melarang.
*Tere Liye

Tidak semua yang kita miliki itu harus diumumkan. Tidak semua yang kita lakukan itu harus diberitahukan. Tidak semua.
Karena ketahuilah sebuah rahasia kecil, orang2 yang suka mengumumkan ini itu, maka sebenarnya itulah yang dia miliki.
Sebaliknya, jadilah seperti gunung es di dalam lautan, yang terlihat hanya pucuk kecilnya saja, sedangkan di bawah, di dalam laut, tersimpan erat bagian raksasanya.
*Tere Liye

Baju spesial, paling berharga, tidak pernah dipajang2 di depan toko, siapapun bisa pegang dan coba, bahkan dijual obral, diskon besar2an, yang kemudian jadi barang second, loakan.
Baju paling spesial, paling berharga, selalu dibuat, diukur, dijahit pas dan khusus sekali untuk seseorang. Yang setelah dimiliki, akan dijaga agar tidak kotor, lecek, serta kusam.
Maka, demikian juga perasaan dan diri kita sendiri. Apakah kita "baju murah" yang bisa dipegang2, dicoba, didiskon, jadi barang second? Atau kita adalah baju spesialnya?
*Tere Liye
 

Jatuh cinta itu jelas boleh dalam agama kita. Tapi pacaran, mojok, pegang2, dsbgnya itu dilarang oleh agama.

Setia kepada orang yg tidak setia kpd kita itu sungguh pilihan bodoh.
Maafkan saya yg terpaksa menggunakan kata "bodoh". Sy tidak punya padanan kata lebih tepat lg.
 

Bukankah setiap hari, setiap hari diajarkan oleh alam, bahwa: matahari terang selalu muncul setelah kegelapan malam?
Maka, jangan cemas, setiap kali hal2 menyakitkan terjadi, masa2 sulit, orang2 yg terus menyakiti, akan datang masa2 dan penggantinya yg terang dan lebih baik.
*tere liye

Bukan cinta yg membuat orang berani menikah.
Karena banyak, pejuang cinta yg konon bisa menyeberangi lautan api; tetap tidak menikah juga.
*Tere Liye
 

Kalau kita suka dengan seseorang, maka bukan berarti itu jadi alasan untuk semuanya. Termasuk percaya mati2an, ikut saja apapun. Berbahaya sekali kalau hanya karena kata “sayang”, kita jadi menutup mata atas hal2 merusak dan hal2 lain yang jauh lebih penting dibanding rasa sayang itu. Karena kabar buruknya, bahkan kita tidak tahu apakah sayang itu benar2 sayang atau karena kita tidak bisa mengendalikan perasaan.
Gunakan akal sehat, pakai rambu2 agama, dengarkan nasehat keluarga atau teman baik, itu akan menuntun kita.
*Tere Liye

Guru kita, Imam Syafi’I pernah menyampaikan sebuah nasehat dengan lembut:
Sudah sepatutnyalah setiap muslim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi rapat, yang hanya Allah dan dirinya yang mengetahuinya.
Sudah sepatutnyalah demikian.


Tidak ada komentar: