Sabtu, 07 Desember 2013

amelia ; anak bungsu dengan keteguhan hati yang kuat


lebih dari satu tahun menunggu buku ini diselesaikan oleh penulis favorite saya, akhirnya bisa saya temukan juga di toko buku setelah sekian kali bolakbalik ke toko.

"habis, mbak."
"belum datang lagi, mbak."
"ga tau, mbak kapan mau sampai sini barangnya."


sorry ada label tokobagusnya, hkhkhkkk
judul buku : AMELIA
penulis : Tere Liye
penerbit : Republika
editor in chief : Teuku Chairul Wisal
editor : Andriyati
cover : Namo Wolfie
lay out : Alfian
cetakan : I, Oktober 2013

***

Amelia, anak bungsu keluarga Pak Syahdan. sejak kecil selalu diyakini oleh orangtuanya bahwa ia adalah anak yang kuat, bukan secara fisik tetapi kuat dalam artian keteguhan hatinya. kuat pendiriannya. dan tangguh pemahamannya akan kehidupan. sekalipun selalu diledekin oleh kedua kakak "sigung"nya sebagai "penunggu rumah" Amelia tidak pernah merasa berkecil hati, sebab ia yakin kelak ia pun akan berpetualang ke mana pun ia mau, sekalipun ia dan hatinya akan selalu kembali ke lembah mereka, ke kampung mereka, membangun desa agar generasi penerus mendapatkan masa depan yang lebih baik.

seperti biasa, bang Tere selalu banyak menyelipkan pelajaran berharga dan bagaimana melewati masalah hidup dengan baik. sekalipun ada beberapa point dalam buku yang agak membuat saya, "loh, kok gini?" overall buku ini baikbaik saja, dalam artian bagus untuk dibaca ((elah, buku bang tere mana ada yang lu bilang jelek, sih, Nay)).

***

orang-orang yang melakukan kesalahan pasti hidupnya tidak tenang hingga ia mau bertaubat.

tidak ada orang begitu cerewet, sering mengingatkan kalau dia tidak sayang. justru ketika orang lain memutuskan mendiamkan, maka saat itulah dia sudah tidak peduli lagi, tidak sayang lagi.

air mata dari seseorang yang tulus hatinya, justru adalah bukti betapa kuat dan kokoh hidupnya.

selalu menyenangkan setiap kali berhasil mengusir pergi perasaan itu, perasaan bersalah.

terus peduli dan membantu. cepat atau lambat, keajaiban akan tiba. dan ketika tiba, bahkan tembok paling keras pun akan runtuh. batu paling besar pun akan berlubang oleh tetes air hujan kecil yang terus menerus.

di dunia ini selalu ada orangorang yang memang tidak pantas mendapatkan perhatian, kasih sayang. orangorang yang memang sebaiknya dibuang jauhjauh dari kehidupan kita.

banyak hal di dunia ini yang memang tidak kita ketahui. maka saat kita tidak tahu, bukan berarti kita berhak menyimpulkannya semau kita. ada banyak hal di dunia ini yang terlihat jahat, menyakitkan, tapi itu boleh jadi karena kita tidak tahu, belum mengerti.

hidup ini dipergilirkan satu sama lain. kadang kita di atas, kadang kita di bawah. kadang kita tertawa, lantas kemudia kita terdiam, bahkan menangis. itulah kehidupan. barang siapa yang sabar, maka kehidupan bisa dilewati dengan hati lapang.

apakah do'a bisa mengubah sesuatu? apakah do'a bisa terwujud menjadi sebuah bala bantuan tidak terbilang yang langsung dikirim dari langit? maka jawabannya adalah iya, nak. do'a adalah benteng pertahanan terbaik. do'a sekaligus senjata terbaik bagi setiap muslim.

dia miskin, lemah. dia sedang terjepit situasi. tapi dia memiliki keyakinan kepada Allah. dan itu lebih dari cukup untuk menolong situasinya.

ketika kita tidak tahu lagi harus melakukan apa, tidak tahu mau menghindar, mau mencari di mana, mau apalagi, sudah melakukan yang terbaik, berusaha sekuat tenaga, gunakanlah do'a sebagai pilihan terbaik berikutnya.

itulah cinta sejati, selalu kembali meski sebelumnya sempat diusir, diteriaki maling, atau dipermalukan di depan banyak orang.

keluarga selalu menjadi prioritas utama. dulu, sekarang, dan kapan pun, keluarga harus berada di urutan pertama.

dan yang lebih penting, apakah kita bahagia atau tidak, Amel. apakan rasa damai, tenteram, itu hadir di hati kita. kitalah yang paling tahu.

cinta itu tidak harus memiliki, tidak harus mengekang. karena dengan bedgitu kita justru membuat arti cinta itu jadi dangkal.

ketika seseorang tidak mengetahui sebuah urusan, tidak paham, tidak mengerti, maka bergegaslah bertanya kepada orang yang tahu ilmunya. jangan malas, jangan keras kepala, jangan bebal, apalagi hingga sok tahu mengerjakan sesuai pemahaman diri sendiri. itu bisa menjadi kekeliruan besar. apa susahnya bertanya? bukankah jika kita tidak tahu jalan, bertanya pada yang tahu mencegah kita tersesat. jika kita tidak mengerti menghadapi binatang buas, bertanya mencegah kita diterkam. bertanyalah, kalaupun kita sudah tahu, itu akan membuat kitalebih yakin lagi.

Tidak ada komentar: