Kamis, 14 November 2013

#5BukuDalamHidupku - ayahku bukan pembohong ; sebuah novel hakikat kebahagiaan sejati



ibu tersenyum, menyeka ujung mata, "kau tidak boleh pacaran di sekolah." aku menyeringai lebar, "ibu lupa, ibu wanita nomor satu dalam hidupku. aku tidak akan pacaran dengan gadis mana pun."



judul buku : ayahku bukan pembohong
penulis : tere liye
penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
desain sampul : Lambok Hutabarat
tebal buku : 304 hlm; 20 cm
ISBN : 978-979-22-6905-5


***

saya selalu disebut "tim sukses tere liye" oleh teman-teman saya, atau #fanstereliyegariskeras dan kalau kalian membaca beberapa tulisan saya jelas akan ditemukan betapa berpengaruhnya si abang cool dan "semena-mena" ini dalam setiap pemilihan kata yang saya buat. di blog ini kalian akan dengan mudah menemukan betapa kekaguman saya begitu tinggi dengan beliau. ((lah kenapa malah ceritain si abang)) ((bukunya, bukunyaaa))

mengenal nama pena tere liye dari seorang teman yang suatu hari menunjukkan buku Bidadari-Bidadari Surga di Gramedia dengan sebuah kalimat pengantar, "ehh, buku tere liye, ini penulis buku Hafalan Shalat Delisa, udah baca belum? bagus lhoo." dan sejak saat itu saya mencari tahu tentang tere liye, membeli buku-bukunya, jadi teman facebooknya, kenalan dengan isterinya. ((lho lho kok tentang penulisnya lagi, sih)) ((fokus, fokus))

Ayahku Bukan Pembohong adalah sebuah novel fantasi yang ditulis bang tere ((akrab)) bercerita tentang sebuah keluarga sederhana, ayah, ibu, dan satu anak laki-laki bernama Dam. sejak kecil, ayah Dam suka menceritakan pengalaman masa mudanya kepada anaknya, pengalaman yang berbau fantasi, pengalaman yang sangat menarik sekalipun pada akhirnya hanya membuat Dam yang beranjak semakin dewasa menyadari bahwa cerita sang ayah terlalu mengada-ada, sampai suatu hari ia terlambat menyadari bahwa sang ayah tidak pernah berbohong padanya.

buku ke-3 yang paling asyik untuk dibaca diantara 5 besar buku terpilih. mengapa? tentu saja bukan karena saya ((mengakui)) fanatik dengan karya-karya tere liye, tetapi jelas karena pesan moral dalam buku ini. pesan kepada siapa saja pencari kebahagiaan sejati. lah, emang apa hubungannya kebohongan sang ayah dengan kebahagiaan sejati? halaman 288 sampai sampul belakanglah yang menjelaskan segalanya.

bagaimana akhirnya buku ini selesai dan membuat saya "iya, abang, bener banget, bener banget." terlepas saya penggemar tulisan beliau, buku ini sungguh layak dibaca bagi para pencari kebehagiaan, manusia yang selalu bertanya-tanya tentang dari mana sumber bahagia dalam kehidupan kita. dan jelas, buku ini mengubah seluruh cara pandang saya mengenai permasalahan hidup, mengenai rasa bahagia yang terkadang sembunyi entah di mana.

sebuah cerita terakhir dari sang ayah kepada Dam cukup untuk melunakan seluruh hati para pembaca buku ini, sebuah cerita tentang danau para sufi, tentang hakikat kebahagiaan sejati.

"itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup. hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati jauh lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, itu semua tidak hakiki. itu datang dari luar. saat semua itu hilang, dengan cpat hilang pula kebahagiaan. sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. saat semua itu datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan."

"jika kau punya mata air sendiri di dalam hati. mata air dalam hati itu konkret. amat terlihat. mata air itu menjadi sumber kebahagiaan tak terkira. bahkan ketika musuh kau mendapatkan kesenangan, keberuntungan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, ikut berbahagia, karena hati kau lapang dan dalam. sementara orang-orang yang hatinya dangkal, sempit, tidak terlatih, bahkan ketika sabahat baiknya mendapatkan nasib baik, dia dengan segera iri hati dan gelisah. padahal apa susahnya ikut senang."

"itulah hakikat sejati kebahagiaan. ketika kau bisa membuat hati bagai danau dalam dengan sumber mata air sebening air mata. memperolehnya tidak mudah, kau harus terbiasa dengan kehidupan bersahaja, sederhana, dan apa adanya. kau harus bekerja keras, sungguh-sungguh, dan atas pilihan sendiri memaksa hati kau berlatih."

"kebahagiaan itu datang dari hati sendiri, bukan dari orang lain, harta benda, ketenarang, apalagi kekuasaan. tidak peduli seberapa jahat dan merusak sekitar, tidak peduli seberapa banyak parit-[arit itu menggelontorkan air keruh. ketika kau memiliki mata air sendiri dalam hati, dengan cepat danau itu akan bening kembali."

begitulah sepenggal cerita dari ayah Dam, cerita mengharukan yang sungguh merubah pandangan hidup saya, sebuah kesimpulan tentang bagaimana kau mencari kebahagiaan sedang kebahagiaan itu sendiri harus ada di dalam hatimu. seperti apa yang disabdakan manusia paling dicintai di dunia ini, "hati adalah raja. jika rajanya baik, maka pasukannya baik. dan jika rajanya buruk, buruk pulalah pasukannya." seperti itulah pesan tersirat dari kisah dalam buku ini, tentang sebuah keikhlasan hidup, tentang sebuah perjalanan menemukan kebahagiaan. dan bagaimana bisa buku ini tidak termasuk dalam buku paling berpengaruh dalam hidup saya jika setelah membaca buku ini saya tersenyum bahagia sekalipun hidup saya tidak sempurna.

Tidak ada komentar: