Senin, 25 November 2013

relax




maybe, thats right.
we just need relax....

Jumat, 22 November 2013

here for you


see my eyes are watching
hear my heartbeat is pounding
whatever i do wherever i go
it’s for you

see my days without you
i feel no shame in crying
whatever it takes
you know that i’ll be with you

now that i see the light
now that i touch my light
now that i realize all i ever wanted is only you
now that i see the light (and life)
now that i touch my light (and life)
now that i realize all i ever wanted is only you

now that i realize

**popular by : Big Bady Driver, The Heirs Korean Drama (2013) OST

ohh, i just fall in love with this song.
make me wanna smile everytime i hear and singing all part, xoxo.

Sabtu, 16 November 2013

#BukuDalamHidupku - rembulan tenggelam di wajahmu ; sebuah novel pembangun jiwa


akhirnya sampai juga pada urutan pertama buku paling berpengaruh dalam hidup saya.


menjadi novel tere liye yang saya beli pertama kali, novel yang membuat penasaran dengan seorang laki-laki berperasaan wanita ((seperti itu biasanya beliau dibayangkan)). untuk hitungan sebuah novel yang dipinjam oleh seorang teman hingga saya rela mengeluarkan dana lagi untuk membeli novel ini yang kedua kalinya, tentu tidak perlu dipertanyakan kembali apakah saya menyukai buku ini.

judul buku : rembulan tenggelam di wajahmu
penulis : tere liye
penerbit : republika
desain cover : Eja-creative14
percetakan : PT Gramedia, Jakarta
cetakan : VI, Maret 2011
tebal buku : iv+426 halaman 20.5 x 13.5 cm

***

memulai kisah dengan deskripsi seorang gadis kecil di sebuah taman panti asuhan, seorang gadis kecil yang menangis dalam kesendirian. sebuah pembuka yang manis meski berbalut kesedihan. cerita kemudian berlanjut ke sebuah rumah sakit yang dihuni seorang pria yang terbaring sakit di ranjang rumah sakit, seorang pria yang memiliki banyak pertanyaan dalam hidupnya.

novel ini menjelaskan tentang apa yang kita cari dalam hidup, apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan kita bisa mendapatkan sebuah jawaban. sebuah kisah tentang seseorang yang penuh tanya dalam hidupnya, sebuah kisah tentang setiap hati manusia yang selalu bertanya, "apakah hidup ini adil?"

berapa banyakkah kita sudah bertanya kepada Pencipta jagad raya, tentang sebuah keadilan? tentang banyak hal yang mungkin tidak kita capai sementara orang lain justru memilikinya. berapa banyakkah kejadian yang kita alami dalam hidup ini yang membuat kita bertanya-tanya mengapa kita mengalami banyak hal yang tak kita suka, menghadapi banyak kondisi yang tidak bisa kita terima.

buku ini tentang pertanyaan, tentang jawaban-jawaban, tentang banyak kalimat yang membuka hati saya, tentang sebuah kisah yang menyadarkan diri saya, tentang sebuah penjelasan, dan tentang keadilan Tuhan.

"banyak mereka yang tidak menyadari kalau penjelasan itu sudah datang. mungkin karena mereka terlalu dibutakan oleh kehidupan itu sendiri. mungkin karena mereka tidak pernah memiliki kemampuan untuk menggapai penjelasannya. mungkin juga karena mereka terlalu berharap penjelasan itu datang dengan amat fantastis. dalam banyak hal, banyak kasus, penjelasan itu justru datang dengan sederhana."

demikian sebuah kutipan indah dalam buku ini, setiap orang kadang tidak menyadari bahwa kita, manusia, yang terkadang selalu menuntut banyak penjelasan atas berbagai kejadian yang kita alami ((terutama kejadian yang menyesakkan)) justru mendapatkan penjelasan dari kejadian atau hal yang kecil, yang kita pikir tidak ada hubungannya sama sekali, hal kecil yang tidak kita harapkan. atau mungkin karena hal kecil yang menjadi penjelasan itu bukanlah hal yang kita harapkan selama ini, egois, bukan? kita lebih sering menuntut dibanding menerima penjelasan yang sesungguhnya.

"begitulah kehidupan. robek tidaknya sehelai daun di tempat tersembunyi semua sudaah ditentukan. menguap atau menetesnya sebulir embun yang menggelayut di bunga anggrek di dahan paling tinggi, hutan paling jauh. semua sudah ditentukan."

"bagi manusia, hidup ini sebaab akibat, Ray. bedanya, bagi manusia sebab akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. kehidupanmu menyebabkan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu. saling mempengaruhi, saling berinteraksi."
 
"itulah mengapa tidak semua orang mengerti apa sebab-akibat kehidupannya. dengan tidak tahu, maka mereka yang menyadari kalau tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan akan selalu berbuat baik. setiap keputusan yang mereka ambil, setiap kenyataan yang harus mereka hadapi, kejadian-kejadian menyakitkan, kejadian-kejadian menyenangkan, semua itu akan mereka sadari sebagai bagian dari siklus bola raksasa yang indah, yang akan menjadi sebab akibat bagi orang lain. dia akan selalu berharap perbuatannya berakibat baik bagi orang lain."

sebuah novel tentang sebab-akibat sebuah kejadian yang dialami manusia, menyadarkan pembacanya ((terutama saya)) tentang sebab akibat sebuah kejadian, bahwa apa yang kita lakukan, kita alami, berakibat kepada orang lain. sebab kita tidak hidup sendiri, kita bisa jadi menjadi sebab orang lain terluka, kecawa, atau bahagia.

"kehidupan ini selau adil. keadilan langit mengambil berbagai bentuk. meski tidak semua bentuk itu kita kenali, tapi apakah dengan tidak mengenalinya kita bisa berani-beraninya bilang Tuhan tidak adil? hidup tidak adil?"
 
"kita bisa menukar banyak hal menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki, lebih abadi. rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan itu sementara. pemahaman dan penerimaan yang tulus dari kejadian menyakitkan itulah yang abadi."

"tahukah kau, orang-orang yang suka menyalahkan orang lain atas kejadiaan buruk yang menimpanya cenderung sepertimu. membalas. ketika kau tidak mampu membalasnya ke orang yang menjadi penyebaabnya, tidak bisa membalassnya ke Tuhan, maka kau membalasnya ke bentuk lain."

"kalau Tuhan menginginkannya terjadi, maka sebuah kejaadian pasti terjadi, tidak perduli seluruh isi langit-bumi bersekutu menggagalkannya. sebaliknya, kalau Tuhan tidak menginginkannya, maak sebuah kejadian niscaya tidak akan terjadi, tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu melaksanakannya."

"kejadian buruk itu datang sesuai takdir langit. hanya ada satu hal yang bisa mencegahnya. satu hal, sma seperti siklus sebab-akibat sebelumnya, yaitu : berbagi. ya, berbagi apa saja dengan orang lain. tidak. sebenarnya berbagi tidak bisa mencegahnya secara langsung, tapi dengan berbagi kau akan membuat hatimu damai. hanya orang-orang dengan hati damailah yang bisa menerima kejadian buruk dengan lega."

demikianlah poin penting dalam novel ini. sebuah pertanyaan yang selalu berkecamuk dalam pikiran Ray, sng tokoh utama, sebuah pertanyaan yang tak usahlah dipungkiri, sering sekali melintas dalam pikiran kita.

apakah hidup ini adil? bacalah novel ini dan kalian akan tahu sendiri jawabannya. tentu tidak akan dijelaskan jawabannya dengan kalimat-kalimat ala motivator ulung. tapi cukup dengan kisah seorang Rehan Raujana kita akan mengatupkan bibir setiap ingin melafadzkan pertanyaan tersebut.

"apakah hidup ini adil? jawabannya: YA." 

membaca novel ini untuk yang ke-eeeerr entah berapa kalinya ((saya tak pernah merasa bosan)) sekalipun sudah hafal betul kejatdian apa dihalaman berikutnya. novel ini selalu membawa ketenangan, memberikan jawaban yang bahkan mungkin atas pertanyaan yang belum saya lontarkan. sebuah novel yang jika ada orang yang bertanya kepada saya, "baca buku apa yaa, yang bagus?", maka novel ini akan selalu menjadi jawaban pertama.

dan bagian Ray menatap rembulan adalah satu dari sekian part terbaik dalam buku ini. ahhh, saya selalu mencintai rembulan, ia mungkin tidak bulat sempurna iatapi satu hal yang membuat saya mencintai rembulan adalah karena rembulan bersinar dalam kegelapan, ia bersinar sekalipun mendung menggantung diangkasa, ia bisa muncul di sore hari dan tak menghilang sekalipun fajar sudah datang.

kembali ke novel ini, lantas seberapa berpengaruhkah novel ini dalam hidup saya? maka saya akan berikan kalimat pamungkas di penghujung novel yang membuat saya tidak lagi bertanya kepada Tuhan, apakah hidup ini adil, atau apakah memang hal yang saya alami pantas saya dapatkan.
 
"begitulah kehidupan. ada yang kita tahu. ada pula yang tidak kita tahu. yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri."

"andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan."

Jumat, 15 November 2013

#5BukuDalamHidupku - ibadah sepenuh hati ; ketenangan hati melalui nasehat indah


terhitung sejak membelinya di masa kuliah dahulu, saya sudah 3 kali mengulang membaca buku ini. buku yang sangat amat bermanfaat, membuka mata dan hati, menyadari betapa banyaak kesalahan serta membuat diri ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari ke hari.



membaca buku ini untuk pertama kali membuat saya sangat sedih, sungguh. sebab begitu banyaknya hal yang tidak saya tahu, hal yang seharusnya saya pelajari sejak dulu, hal yang dekat dengan kehidupan sebagai seorang muslim. tetang shalat, zakat, al qur'an, haji, do'a, dan tentang sang Pencipta jagad raya.

judul buku : ibadah sepenuh hati
penulis : Amru Khalid
judul asli : Ibadatul Mukmin
penerjemah : Saiful Haq
editor : Tony Syarqi
penerbit : AQWAM
cetakan : IX Februari 2008
tebal buku : 296 hal : 23 cm
ISBN 979-3652-18-3

***
 

tidak bisa dipungkiri ketika saya sampai ke bab "engkau belum mengenal Tuhanmu!" itu rasanya nyes nyessss banget. membaca kalimat per kalimatnya membuat saya berpikir bahwa betapa kecilnya semua hal yang pernah saya lakukan, amalan yang tak seberapa dan betapa sulitnya meraih kekhusyukan dalam ibadah.

dalam setiap akhir sub bab yang dijelaskan saya sungguh seperti merasa tersindir, untuk banyak hal yang belum dilakukan. buku ini pula yang menemani saya dalam kegalauan, setiap kali merasa hati saya terluka, gudah, dan tidak tenang, mengikuti apa yang diperintahkan dalam kitab suci "ingatlah Allah agar hatimu tenang", maka membaca buku ini selalu menjadi salah satu pilihan untuk menenangkan pikiran.

buku ini begitu berpengaruh dengaan pola pikir, gaya hidup, dan cara beribaadah saya, bagaimana seorang lulusan Al Azhar yang pernah menjabat sebagai ketua BEM di sana menuliskan kata-kata indah yang mempu menusuk ke dalam jiwa, sehingga setiap jiwa yang sakit yakinlah akan tertampar dengan membaca buku ini. buku ini memberikan saya kepercayaan lebih untuk mencintai agama yang saya anut, mencintai apa yang Tuhan anugerahkan, dan mencintai semua ibadah yang memang seharusnya dilakukan.

maka, saya tidak ragu menempatkan buku yang mempunyai dua buku susulan yang saling berkaitan ((semulia akhlak nabi dan hati sebening mata air)) ini menjadi buku kedua paling asik sepanjang hidup saya. membaca prolong dalam setiap babnya saja sudah menyejukkan terlebih bahasan-bahasan selanjutnya. buku ini satu dari sekian buku yang saya tidak akan pernah bosan itu membacanya lagi dan lagi, membacanya hingga ia kembali memberikan motivasi besar untuk mencintai ibadah kepada Allah.

Kamis, 14 November 2013

#5BukuDalamHidupku - ayahku bukan pembohong ; sebuah novel hakikat kebahagiaan sejati



ibu tersenyum, menyeka ujung mata, "kau tidak boleh pacaran di sekolah." aku menyeringai lebar, "ibu lupa, ibu wanita nomor satu dalam hidupku. aku tidak akan pacaran dengan gadis mana pun."



judul buku : ayahku bukan pembohong
penulis : tere liye
penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
desain sampul : Lambok Hutabarat
tebal buku : 304 hlm; 20 cm
ISBN : 978-979-22-6905-5


***

saya selalu disebut "tim sukses tere liye" oleh teman-teman saya, atau #fanstereliyegariskeras dan kalau kalian membaca beberapa tulisan saya jelas akan ditemukan betapa berpengaruhnya si abang cool dan "semena-mena" ini dalam setiap pemilihan kata yang saya buat. di blog ini kalian akan dengan mudah menemukan betapa kekaguman saya begitu tinggi dengan beliau. ((lah kenapa malah ceritain si abang)) ((bukunya, bukunyaaa))

mengenal nama pena tere liye dari seorang teman yang suatu hari menunjukkan buku Bidadari-Bidadari Surga di Gramedia dengan sebuah kalimat pengantar, "ehh, buku tere liye, ini penulis buku Hafalan Shalat Delisa, udah baca belum? bagus lhoo." dan sejak saat itu saya mencari tahu tentang tere liye, membeli buku-bukunya, jadi teman facebooknya, kenalan dengan isterinya. ((lho lho kok tentang penulisnya lagi, sih)) ((fokus, fokus))

Ayahku Bukan Pembohong adalah sebuah novel fantasi yang ditulis bang tere ((akrab)) bercerita tentang sebuah keluarga sederhana, ayah, ibu, dan satu anak laki-laki bernama Dam. sejak kecil, ayah Dam suka menceritakan pengalaman masa mudanya kepada anaknya, pengalaman yang berbau fantasi, pengalaman yang sangat menarik sekalipun pada akhirnya hanya membuat Dam yang beranjak semakin dewasa menyadari bahwa cerita sang ayah terlalu mengada-ada, sampai suatu hari ia terlambat menyadari bahwa sang ayah tidak pernah berbohong padanya.

buku ke-3 yang paling asyik untuk dibaca diantara 5 besar buku terpilih. mengapa? tentu saja bukan karena saya ((mengakui)) fanatik dengan karya-karya tere liye, tetapi jelas karena pesan moral dalam buku ini. pesan kepada siapa saja pencari kebahagiaan sejati. lah, emang apa hubungannya kebohongan sang ayah dengan kebahagiaan sejati? halaman 288 sampai sampul belakanglah yang menjelaskan segalanya.

bagaimana akhirnya buku ini selesai dan membuat saya "iya, abang, bener banget, bener banget." terlepas saya penggemar tulisan beliau, buku ini sungguh layak dibaca bagi para pencari kebehagiaan, manusia yang selalu bertanya-tanya tentang dari mana sumber bahagia dalam kehidupan kita. dan jelas, buku ini mengubah seluruh cara pandang saya mengenai permasalahan hidup, mengenai rasa bahagia yang terkadang sembunyi entah di mana.

sebuah cerita terakhir dari sang ayah kepada Dam cukup untuk melunakan seluruh hati para pembaca buku ini, sebuah cerita tentang danau para sufi, tentang hakikat kebahagiaan sejati.

"itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup. hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati jauh lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, itu semua tidak hakiki. itu datang dari luar. saat semua itu hilang, dengan cpat hilang pula kebahagiaan. sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. saat semua itu datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan."

"jika kau punya mata air sendiri di dalam hati. mata air dalam hati itu konkret. amat terlihat. mata air itu menjadi sumber kebahagiaan tak terkira. bahkan ketika musuh kau mendapatkan kesenangan, keberuntungan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, ikut berbahagia, karena hati kau lapang dan dalam. sementara orang-orang yang hatinya dangkal, sempit, tidak terlatih, bahkan ketika sabahat baiknya mendapatkan nasib baik, dia dengan segera iri hati dan gelisah. padahal apa susahnya ikut senang."

"itulah hakikat sejati kebahagiaan. ketika kau bisa membuat hati bagai danau dalam dengan sumber mata air sebening air mata. memperolehnya tidak mudah, kau harus terbiasa dengan kehidupan bersahaja, sederhana, dan apa adanya. kau harus bekerja keras, sungguh-sungguh, dan atas pilihan sendiri memaksa hati kau berlatih."

"kebahagiaan itu datang dari hati sendiri, bukan dari orang lain, harta benda, ketenarang, apalagi kekuasaan. tidak peduli seberapa jahat dan merusak sekitar, tidak peduli seberapa banyak parit-[arit itu menggelontorkan air keruh. ketika kau memiliki mata air sendiri dalam hati, dengan cepat danau itu akan bening kembali."

begitulah sepenggal cerita dari ayah Dam, cerita mengharukan yang sungguh merubah pandangan hidup saya, sebuah kesimpulan tentang bagaimana kau mencari kebahagiaan sedang kebahagiaan itu sendiri harus ada di dalam hatimu. seperti apa yang disabdakan manusia paling dicintai di dunia ini, "hati adalah raja. jika rajanya baik, maka pasukannya baik. dan jika rajanya buruk, buruk pulalah pasukannya." seperti itulah pesan tersirat dari kisah dalam buku ini, tentang sebuah keikhlasan hidup, tentang sebuah perjalanan menemukan kebahagiaan. dan bagaimana bisa buku ini tidak termasuk dalam buku paling berpengaruh dalam hidup saya jika setelah membaca buku ini saya tersenyum bahagia sekalipun hidup saya tidak sempurna.

Rabu, 13 November 2013

#5BukuDalamHidupku - the road to Persia ; sejarah dan satra dalam bingkai perjalanan



menutup 216 halamannya, tak pernah menyesal menjadikan ia berdiri di rak kesayangan. sebab sang penulis begitu paham bagaimana menarik hati seseorang seperti saya yang selalu ((mengaku)) mencintai puisi dan kisah-kisah masa lalu.

judul buku : the road to Persia, menelusuri keindahan Iran yang belum terungkap
penulis : Afifah Ahmad
cetakan : pertama, Februari 2013
penyunting : M. Iqbal Dawami
perancang sampul : Yellow P.
pemeriksa aksara : Arum & Titish A.K.
penata aksara : Adfina Fahd
foto isi : koleksi pribadi penulis
penerbit : bunyan ( PT. Bentang Pustaka )
***
haii, ketemu lagi di hari kedua menulis #5BukuDalamHidupmu dan buku urutan ke-4 saya adalah The Road To Persia, sebuah buku traveler yang ditulis dengan manis oleh seorang ibu bernama Afifah Ahmad, seorang pencinta sejarah yang hobi keliling dunia.

pertama kali melihat buku ini rasanya ga ada keinginan buat di beli, tetapi karena buku yang awalnya dicari sedang kosong maka yaa beli buku ini jadilah, sekalian kepengen tahu tentang Iran dan Persia, ahh negara-negara dengan kisah sejarah yang manis selalu membuat hati ini tertarik. jadilah membawanya pulang ke rumah dan mulai dibaca ((mengabaikan kenyataan bahwa beberapa buku sebelumnya bahkan belum tersentuh)). 

The Road To Persia mengisahkan tentang perjalanan Afifah bersama suami dan anaknya menyusuri daerah Iran dan Persia, melancong ke tempat-tempat bersejarahnya, menjelajahi setiap sisi kota-kota kecil yang tersembunyi. memulainya dari tempat bersejarah, hingga tempat bersemayamnya jasad penyair-penyair ternama, duh saya "meleleh" mebaca buku ini. saya selalu ((mengaku)) mencintai sastra, syair, puisi dan sejarah dan saya dihadapkan dengan sebuah buku yang mengemas semua itu menjadi satu dalam balutan kota-kota eksotis Iran dan Persia.

dengan tambahan gambar-gambar yang diambil oleh penulis sendiri saat berada di negeri yang sudah ia tinggali cukup lama, karena suaminya bekerja di sana, membuat keinginan untuk menjelajahi sendiri tempat-tempat yang ia ceritakan semakin membuncah. dan mengapa buku saya masukkan ke dalam list 5 buku terasyik? karena sesungguhnya meskipun saya suka dengan kegiatan travelling saya belum sepenuhnya ingin menjelajah, sebab kadang saya berpikir dengan bukupun cukup untuk mengetahui apa yang ada diluar sana. namun setelah saya membaca kalimat demi kalimat, meresapi bagiamana penulis menjelaskan setiap tempat dan sejarahnya., bagaimana sastra, seni, dan filsafat disampaikan dengan kultur sejarah yang kuat, membuat saya ingin sekali pergi ke seluruh dunia, mengelilingi negara-negara yang begitu saya kagumi sejak dulu, Iran, Mesir, Andalusia, dan London dengan Big Ben nya.
jadi ingin keliling dunia rasanya. maka, saya memilih The Road To Persia sebagai salah satu buku yang berpengaruh dalam hidup karena membuat mindset saya tentang travelling jauh berbeda dari sebelumnya, semoga kelak semua tempat yang menjadi cita-cita perjalanan panjang dapat saya kunjungi, dan tenang saja, nanti saya ceritakan bagaimana rasanya :))

dan, satu lagi alasan mutlak memasukan buku ini dalam list 5 buku paling berpengaruh adalah kutipan-kutipan yang Afifah berikan dalam setiap awal mula judul bab, dan tentu saja saya tidak akan pernah melupakan bagaimana kalimat ini di tulis di bab pertama buku ini :

sejarah adalah sebuah siklus puisi yang ditulis oleh waktu pada kenangan manusia - Percy Bysshe Shelley

Selasa, 12 November 2013

#5bukudalamhidupku - how to master your habits ; 30 hari untuk 1 kebiasaan baik


"mbak, ikutan nulis #5BukuDalamHidupku, yok!" , kata mbak Gita ketika beliau baru sampai di kantor sore kemarin.
"itu apa?" jawabku.
"buka di twitterku aja, ada linknya. kita nulis 5 buku paling berpengaruh dalam hidup kita. setiap hari satu buku tapi ga boleh putus dari Selasa sampe Sabtu."
*manggut-manggut*

jadilah sekarang, 12.48 p.m saya di depan laptop kesayangan, nulis tentang buku urutan ke-5 paling "asik" dalam hidup saya, sepanjang saya membaca buku sampai dengan tanggal 12 Nopember 2013.

here we go !

***

permasalahannya sedari dulu, selalu saja, bukan terletak pada bisa atau tidak bisa. tetapi lebih kepada mau atau tidak mau.

judul : how to master your habits
penulis : felix y. siauw
penyunting : ramadhi
tata letak : tim alfatihpress
perancang sampul : tim alfatihpress
tebal : 160 hlm + vii, 20,5 cm





sudah masuk radar buku ter-akandibelisesegeramungkin sejak berbulanbulan lalu, dan akhirnya tanggal 19 Mei dengan izin Allah saya mendapatkan buku ini. jujur saja pertama membukanya saya degdegan berasa buku apaaaa gitu. dan akhirnya setelah......errrrr....sekian hari saya bisa mengkhatamkan buku ini. #idupinkembangapi

lantas mengapa saya memasukan buku ini dalam 5 besar buku "ter-asik dalam hidup"? ya karena seperti apa yang mas Irwan instruksikan, tulislah buku yang paling merubah hidupmu sekalipun bukan buku terbaik yang pernah kamu baca, dan yah buku ini salah satu dari lima. sering sekali melihat covernya berseliweran di timeline twitter dan seorang murid yang tiba-tiba datang sambil membawa buku ini ke tempat les membuat saya semakin penasaran, jujur saja selain membaca review beberapa orang yang sudah pernah menyelesaikan buku ini, covernya pun sudah cukup untuk menggoda saya mengambil 1pcs dari rak di toko buku kesayangan dan memindahkannya ke dalam rak buku pribadi di rumah.

Habits ((begitu saja akan saya singkat judul bukunya)) adalah sebuah buku motivasi ((sekalipun yang nulis sendiri bilang ini bukan buku motivasi)) sebuah buku yang berisi tentang bagaimana sih mengatur kebiasaan-kebiasaan yang kita punya sampai akhirnya kebiasaan tersebut "bekerja" untuk kita. Ust. Felix, sang penulis menjabarkan dengan baik mengapa kita harus membentuk kebiasaan, bagaimana caranya, dan bagaimana mempertahankannya.

30 hari, kata Ust. Felix. 30 hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk kita membentuk sebuah kebiasaan entah itu baik atau malah buruk. contoh nyata 30 hari tersebut adalah saat umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan, selama 30 hari berpuasa dengan pola makan yang terjaga, secara fisik seluruh bagian dalam pencernaan kita mengalami fase baru, dan selama 30 hari yang kontinyu ia punya kebiasaan baru yang lebih baik, maka terkadang saya merasa kalau di hari 'Idul Fitri yang banyak makanan justru tidak ingin banyak makan sebab pola 30 hari sebelumnya sudah menjadi.......sebuah kebiasaan. lambung dan sistem pencernaan sudah terbiasa selama 30 hari bekerja sesuai jadwal sahur dan berbuka, sehingga tubuhpun merespon seolah kita masih dengan pola yang sama pada hari tersebut ((ya kali badan kita tahu kalau hari itu hari raya)).

lakukan, praktekan, terus-menerus, hingga menjadi terbiasa dan tubuh kita sendiri yang tanpa diperintah menjalankan apa yang sudah menjadi hal yang selalu kita lakukan sebelumnya adalah tujuan utama buku ini. bahaimana akhirnya kebiasaan kita menjadi hal yang memang secara alami kita lakukan, tidak perlu lagi mengkomando otak dan anggota tubuh.

menutup buku ini di halaman terakhirnya, saya memutuskan untuk mencoba mempraktekan apa yang ada di dalam buku ini, serta bertanya-tanya, apa yaa kira-kira kebiasaan baru saya 30 hari setelah ini?

dan, bingo!

sebulan kemudian saya shalat Subuh di masjid setiap hari, dan berlanjut hingga hari ini.

sebelumnya saya hanya ingin "ngetes" benar tidaknya 30 hari itu, dan saya memutuskan memilih sebuah kebiasaan baru yang kelak akan saya senangi dan kebiasaan itu baik serta bermanfaat. maka saat suatu pagi saya melihat kakak saya pergi Subuhan ke masjid dan saya shalat di rumah, saya berpikir mungkin ini bisa menjadi salah satu hal baik yang akan saya buktikan dalam 30 hari ke depan. dan mulailah sejak hari saya selesai membaca buku ini --pasca Ramadhan-- saya praktekan apa yang sudah saya pelajari. maka, saya mulai berpikir untuk "kebiasaan apa lagi yaa, yang nanti hasilnya baik", lalu memutuskanlah untuk menabung setiap hari di rumah, di simpan di lemari baju! tebak apa yang terjadi 30 hari kemudian? ya, menabung menjadi hal wajib di keseharian, yang sebelumnya memerintahkan otak dan anggota tubuh sekarang mereka seakan berjalan sendiri melakukan kebiasaan baru itu.

jadi, 30 hari project pertama sudah dibuktikan, dan valid! ehhehehe. sekarang, tinggal menjalannya 30 hari 30 hari berikutnya. perlahanpun tak apa asalkan kebiasaan itu baik bagi kita dan orang lain.

dan selain mencobanya pada diri sendiri saya juga melihat keadaan sekitar, bagaimana orang-orang yang sering saya temui setiap harinya, keluarga, rekan kerja, bahkan sopir angkutan umum. bagaimana mereka melakukan semua hal yang sebelumnya tidak selalu mereka lakukan menjadi hal yang ((bahkan mungkin)) selalu mereka pikirkan saat pertama kali membuka mata di pagi hari. jadi, pilihlah kebiasaan yang baik, untuk masa depan yang baik pula.

nb : ditulis dalam rangka memeriahkan #5BukuDalamHidupku-nya mas IrwanBajang. ini buku urutan ke-5 paling berpengaruh dalam hidup saya, kalau versi saya menjabarkannya sih "buku paling asik dalam hidup", yang ga akan pernah bosan untuk dibaca bahkan sekalipun kita sudah hafal diluar kepala kata dalam setiap halamannya. dan oya, mas Irwan, saya ini pencinta huruf kecil jadi mohon ketersediannya jikapun saya tidak menulis dengan aturan menulis yang baik dan benar, hehehe.