Kamis, 31 Oktober 2013

status (bagian keduapuluhtujuh)


Ketika masa depan belum disingkap, ketika kabar baik atau buruk belum tiba, maka bergegaslah melengkapi diri dengan pakaian terbaik menghadapinya: rasa sabar dan selalu bersyukur.
*Tere Liye

Adik2 remaja, jangan mengira kalau kalian meletakkan foto mesra bareng pacar itu keren, seru, apalagi malah bangga.
Aduh, itu sama sekali tidak ada bagusnya. Dari sisi manapun, tidak ada.
Yang keren itu kalau kita bisa menjaga diri dari hal2 merusak. Yang keren itu kalau kita sekolah yang rajin, melanjutkan ke sekolah yang diinginkan, dan terus berprestasi. Jangan terbalik memahaminya. Karena nggak akan ada pula yang terpesona saat kita mengumumkan ke seluruh dunia: "ah aku punya pacar loh."
*Tere Liye
 

Kita harus tahu, siapapun bisa jadi ayah dan ibu seorang anak--sepanjang fisik dan fungsi reproduksinya lengkap. Bisa. Sama seperti hewan liar di hutan, semua bisa.
Tapi tidak semua orang mampu menjadi ayah dan ibu yang sesungguhnya. Membesarkan, mendidik anak-anaknya.
Maka, my dear anggota page, jangan sampai kita hanya sibuk berkutat dengan perasaan, galau, bahkan melanggar peraturan agama, dsbgnya, tapi kita lupa menyiapkan diri untuk menjadi ayah dan ibu sesungguhnya.
*Tere Liye

Jika kita ingin bahagia, maka dengarkanlah nasehat seorang guru. Apa nasehatnya, pendek saja: Ketika sepi, pun ketika ramai.
Apa maksud nasehat ini? Simpel.
Selalu lakukan sesuatu yang kita cintai ketika sepi, pun ketika ramai. Berbuat baik ketika sepi, pun ketika ramai. Tampil apa adanya ketika sepi, pun ketika ramai. Maka, kita akan terus terlatih untuk konsisten, dan tidak akan tergantung dengan penilaian orang lain.
*Tere Liye

Ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa sampaikan lewat kata-kata, melainkan harus disampaikan dengan perbuatan.
Maka sampaikanlah kalimat2nya lewat perbuatan terbaik dan sungguh baik.
*Tere Liye

Dukung penegak hukum untuk menebaskan pedang keadilan miliknya, wabilkhusus pedang milik KPK. Dalam situasi kacau balau, gelap gulita, komen muntah dimana2, orang2 sibuk berpendapat (termasuk page sy ini), setidaknya hanya mereka yang secara kongkret terus menegakkan keadilan--apapun keterbatasan yang mereka miliki, termasuk mekanisme hukuman dan pengadilan negeri ini.
Bantu doakan mereka (wabilkhusus KPK) agar diberi kekuatan terus amanah, terus amanah dan terus amanah. Sungguh tiada daya dan upaya kecuali milik Allah.
Dan azab Allah sungguh akan datang kepada orang, organisasi, lembaga, partai, siapapun yang mengkhianati amanah, mencuri, maling. Tidak sekarang dibukakan kebenaran itu, besok lusa, kelak, pasti terbuka.
*Tere Liye
 
Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya.
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya.
Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti perasaan tersebut.
Justeru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh, perasaan itu tiba2 ber-metamorfosis menjadi egoisme dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.
Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.

Orang-orang boleh jadi cepat sekali lupa kebaikan yang kita berikan. Juga cepat sekali lupa bantuan yang kita julurkan. Seperti air menguap. Lupa seketika.
Sebaliknya, orang2 boleh jadi gampang sekali mengingat kesalahan yang kita perbuat. Mudah sekali mengungkitnya. Selalu ingat.
Tapi justeru dengan tahu hal tersebut, itu bukan berarti kita punya alasan untuk berhenti berbuat baik. Juga bukan alasan untuk malu pernah membuat kesalahan.
*Tere Liye

Bagi orang2 yang menjaga dirinya, bahkan mencuri waktu kerja pun dia tidak nyaman, merasa bersalah. Berbahagialah jika kita punya perasaan seperti itu, sedikit2 merasa nggak enakan, karena hal ini menjaga diri kita dari perbuatan yang hina.
*Tere Liye

Sungguh rupawan wajah orang2 ini:
Ketika dizalimi mereka bersabar, ketika disakiti mereka memaafkan, pun ketika orang2 lain pelit, pedit, kikir mereka tetap murah hati.
Jika tidak di dunia ini--karena orang2 sekarang hanya melihat wajah secara fisik, maka kelak di akherat wajah mereka sungguh amat rupawan, bercahaya indah.
*Tere Liye

Murah hati adalah selalu memberi dengan senang kepada orang lain. Malu hati adalah enggan menerima pemberian yang lebih dari dibutuhkan.
Dua hal ini, jika terdapat pada seseorang, saling melengkapi, maka genaplah ahklak dirinya: tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
*Tere Liye

Terkadang kita tidak memerlukan penjelasan dari orang lain. Kadangkala, justeru 'penjelasan' dari kita untuk kita sendirilah yang menenteramkan hati.
Terkadang, kita tidak memerlukan argumen orang lain. Kadangkala, justeru argumen dari kita untuk kita sendirilah yang dibutuhkan untuk membuat damai hati.
*Tere Liye

Meninggalkan hal2 buruk itu kadang susah payah dilakukan. Tapi percayalah, sekali berhasil dilepas, rasa lapang yang datang, sungguh bukan kepalang.
Kuncinya ada di: ketulusan niat mau melakukannya--bukan sebaliknya, keras kepala tidak mau mendengarkan.
*Tere Liye

Sekali sebuah hubungan dihiasi dusta, sekecil apapun, maka ibarat perahu, berlubang sudah perahu itu.
Kecil awalnya, tapi hanya soal waktu, saat dusta2 berikutnya hadir, air merembes deras masuk, lubang itu lebih dari cukup membuat perahu tenggelam.
*Tere Liye

Lebih baik mendengarkan kebenaran meski itu amat menyakitkan.
Dibandingkan mendengarkan kebohongan meski itu menyenangkan.
Tidak ada yang kekal di dunia ini. Pohon tinggi besar akan rontok daunnya, meranggas batangnya, layu, lapuk, kemudian roboh.
Gunung2, bertambah tinggi hanya untuk meletus hilang, digantikan gunung2 lain. Lautan bergesar, kering menjadi gurun pasir.
Apalagi hubungan anak manusia. Lebih cepat lagi kalah oleh waktu. Rumah yang ditinggali menua, meja makan yang digunakan kala makan malam bersama menjadi kusam, pun wajah, tangan, dan orang2nya, senja dan lantas tenggelam.
Itulah kenapa penting sekali membina perasaan lewat cara yang baik, sesuai kaidah agama, dan diberkahi. Hanya dengan begitulah hubungan anak manusia akan abadi. Orangnya telah lama mati, tapi jiwanya kekal, menunggu dengan damai, kelak, akan bersambung lagi hubungan tersebut, selama-lamanya. Cinta jenis ini tidak akan dilupakan dan melupakan.
*Tere Liye

Jika sepotong kisah hidup kita tidak selesai, tutup potongan tersebut, lanjutkan kisah yang lain. Ada banyak cerita baru yang lebih seru telah menunggu.
Jika sepucuk keinginan kita gagal terpenuhi, maka tinggalkan keinginan tersebut, teruskan keinginan yang lain. Ada banyak keinginan yang lebih baik yg tersedia.
Hidup ini sebentar, jangan habiskan berkutat di sepotong kisah saja.
*Tere Liye
 

Tidak perlu mencari kejujuran di hati orang lain. Carilah kejujuran yang bermukim di hati kita.
Tidak perlu menemukan kebaikan di hati orang lain. Carilah kebaikan yang menetap di hati kita.
Selalu begitu.
*Tere Liye

 Di dalam hati kita masing2, di salah-satu pojoknya, ada sebuah benteng gelap, yang dijaga oleh prajurit2 mengerikan.
Komandannya adalah 'egoisme', pasukannya adalah 'kemalasan', 'keras kepala', 'tidak mau mendengarkan', 'merasa pintar', dan belasan anak buah lainnya.
Kita tidak perlu melakukan perjalanan hebat menaklukkan dunia, kita cukup menaklukkan hati sendiri, maka sudah menang dan bercahayalah hidup ini.
*Tere Liye

Jika tidak siap menikah, masih peragu, penakut, maka mencintai dalam diam adalah situasi terhormat. Jadi rahasia di pojok hati paling dalam, tidak ada orang yang tahu. Tidak merusak diri, tidak melanggar kaidah agama.
Maka silahkan tunggu keajaiban perasaan tersebut berproses dengan baik.
*Tere Liye
 

Mau kita itu bekerja sebagai anak buah, karyawan, mau bekerja sebagai pembantu, mau sebagai penonton, mau sebagai murid biasa, atau pemain figuran.
Kita semua tetap adalah pemain utama dalam hidup milik kita. Kita juga bos, tuan, sekaligus kapten. Kita adalah pemeran utama dalam cerita yang berjudul: hidup kita sendiri. Maka jadilah seperti pemeran utama yang pantas.
*Tere Liye
 

 Saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa itu bahagia atau tidak. Boleh jadi kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah.
Saat kita menangis, pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar.
Maka, tidak relevan penilaian orang lain.
*Tere Liye

Kalau orang lain tidak mencintai kita, tidak mengapa, setidaknya kita bisa mencintai diri sendiri, melakukan yang terbaik bagi diri sendiri.
Kalau orang lain tidak menyukai kita, juga tidak mengapa, setidaknya kita bisa menyayangi diri sendiri, menjaga diri sendiri dari hal2 merusak.
Cinta dan kasih sayang orang lain itu boleh jadi penting, kadang juga tidak sama sekali. Tapi mencintai dan menyayangi diri sendiri situasinya selalu penting.
*Tere Liye
  

Kita tidak bisa mengatur2 orang lain agar selalu mengingat kita. Memaksa sejarah mencatat nama kita. Tidak bisa. Itu pilihan masing2 orang untuk mengingat atau tidak.
Tapi kita selalu bisa membuat orang lain mengingat kita lewat perbuatan yang kita tanam. Bahkan saat orang lain tidak bersedia melakukannya, saat orang2 lain lupa, perbuatan tersebut tetap mengalirkan ingatan terbaik.
*Tere Liye

Jangan keliru memahaminya.
Tampil apa-adanya atau sederhana bukan berarti tidak melakukan apapun, bukan berati jadi orang biasa2 saja. Karena banyak orang yang tampil apa-adanya, sederhana, tapi dia melakukan hal menakjubkan bagi orang banyak. Manfaatnya terentang dari ujung ke ujung. Sama sekali bukan orang biasa2 saja, tapi dia tetap tampil apa-adanya.
Jadilah orang2 dengan pemahaman seperti ini. Bukan sebaliknya.
*Tere Liye

Jika orang ramai melakukannya, maka tidak otomatis sesuatu itu menjadi benar dan dibenarkan.
Jika orang sepi menegakkannya, maka pun bukan berarti sesuatu itu salah dan jadi aneh sendirian.
Kita diukur dari apa yang kita lakukan, bukan dari apa yang orang lain lakukan. Peluk erat2 semua kebaikan yang kita miliki--seberapapun sisanya. Jangan mengikuti riak ombak.
*Tere Liye

Sayangi orang2 yang selalu mengingatkan, meski terdengar menyakitkan, tidak terima dan sebal sekali. Peluk erat nasehatnya.
Jika kita tidak mampu mendengarnya sekarang, boleh tutup kuping, tinggalkan, namanya juga manusia; tapi saat situasi lebih tenteram, tidak ada salahnya dipikirkan, maka semoga muncul pemahaman berbeda.
*Tere liye
 

Banyak orang2 yg hidup berkecukupan, apapun yg dibutuhkan tersedia, apapun yg diinginkan tinggal bilang, tapi nyatanya tidak menjadi bahagia.
Sebaliknya, banyak orang2 yg hidup serba kekurangan, semua harus diperjuangkan, semua harus dilalui dengan kesusahan, tapi ternyata merasa bahagia dan memang bahagia.
Kalau begini, di mana letak bahagia itu?
Jangan2 nasehat orang tua itu benar: bahagia adalah pilihan. Kita-lah yang memilih mau bahagia atau tidak.
--Tere Liye
 

Cinta bukan pembenaran diri sendiri untuk berbuat bego. Meski memang, orang2 yang tidak mampu mengendalikan perasaannya cenderung begitu.
*Tere Liye
 

Kita beli HP, maka jelas yang kita peroleh adalah HP. Kita beli laptop, juga dapat laptop. Yang kita gunakan hingga rusak/bosan.
Kita beli makanan, yang kita dapatkan adalah makanan. Kita beli minuman, pun yang kita peroleh adalah minuman. Yang kita konsumsi hingga habis, atau bersisa basi tidak terpakai.
Lantas, kalau kita membelanjakan uang kita untuk melakukan perjalanan, apa yang kita peroleh?
Pergilah melihat dunia. Tidak mengapa menghabiskan sedikit uang melakukan perjalanan. Karena meski kita tidak mendapatkan HP, laptop, makanan, minuman, kita akan memperoleh hal lain yang akan bermanfaat.
*Tere Liye

Ada seorang sahabat yang memuji sahabat lainnya, maka apa kata Rasul Allah: “Kamu telah memenggal leher temanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sahabat Rasul, Ali, pernah bilang: “Kalau ada yang memuji kamu di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya dengan debu, daripada kamu terbuai oleh pujiannya.”
Berhati2lah memuji orang lain. Dan lebih berhati2lah menerima pujian orang lain, hingga gila pujian. Lurus saja, berada di tengah2, lebih simpel dan nyaman.
*Tere Liye

Kalau kalian ingin membalas, maka pembalasan terbaik adalah menjadi orang yang lebih baik dari orang yang menyakiti kita.
*Tere Liye

Beberapa ciri buku bajakan itu adalah:
1. Harganya murah. Jika kalian membeli novel tere liye dengan harga dibawah Rp 25.000, maka itu positif bajakan. Dengan komponen pajak, biaya cetak, distribusi, marketing, royalti, dsbgnya, impossible sebuah buku dijual 50% dari harga toko (kecuali obral buku rusak/lama).
2. Kertasnya buram dan tipis, seperti kertas koran.
3. Tulisannya kotor/gelap seperti hasil fotokopi.
4. Covernya buram, tidak cemerlang.
*pinjam, atau baca versi online (sy membagikan banyak naskah novel di page ini) kalau kalian punya keterbatasan. ada banyak sekali solusi yang baik kalau ingin tetap membaca.
 

Menyepi-nyepi ke gunung, berusaha mencari hakikat kehidupan, menatap langit, bintang gemintang, memikirkan banyak hal adalah salah-satu ciri orang2 beriman.
Semua guru yang saya kenal, melakukan itu.
Bahkan, orang paling mulia di dunia ini, juga melakukannya.
*Tere Liye
 

 Kita semua bertanggung-jawab untuk tumbuh dewasa secara baik. Kita masing2 bertanggung-jawab untuk jadi dewasa. Paham mana yang pantas, mana yang tidak pantas. Tahu bagaimana bersikap dan menempatkan diri.
Keliru, dan fatal sekali kalau bilang alay adalah fase yang normal, bilang kalau alay pendewasaan diri, fase yang bisa dipahami.
Bergegaslah punya pemahaman baik dalam hidup ini. Alay jelas merusak proses baik tersebut. Tinggalkan segera. Hidup ini harus dilewati dengan terus memperbaiki diri, melakukan yang terbaik, tangguh, gagah, bukan dilewati dengan jadi alay, imut, menggemaskan.
*Tere Liye

Berbuat salah adalah sifat manusiawi. Bisa dimaklumi.
Tapi korup, maling, itu jelas bukan sifat manusiawi yang bisa dimaklumi.
*Tere Liye
 

Bagaimanapun keadaan kita, mau sedih, bahagia, waktu tidak pernah berhenti menunggu.
Waktu tidak peduli. Tetap berjalan.
--Tere Liye
 

Semua orang bisa berubah.
Tapi ada yg niat dan sungguh2 dilaksanakan, lebih banyak yg tidak.
--Tere liye
 

 "Cara terbaik jika kita dihina orang lain adalah justru dengan membalasnya lewat segenap kebaikan yang tulus terus menerus.
Itulah contoh paling mulia, dari manusia paling keren sedunia. Tidak akan kurang kemuliaannya meski dicaci maki."
*Tere Liye

Kita tidak usah jadi pengendali udara, pengendali air atau pengendali api. Kita cukup jadi pengendali hati saja.
Itu sudah cukup sakti.
*Tere Liye
 

Seharusnya yang disubsidi habis2an itu pendidikan, kesehatan. Bukan mobil murah, BBM.
Bagi sesama orang berpikiran lurus, mau pakai logika manapun, tidak akan bisa dibantah.
*Tere Liye
 

(1)
Bagi wanita, hal paling penting yg kokoh, kuat, bukan fisiknya, tapi hatinya. Tentu saja akan lebih baik jika fisiknya juga kuat.
(2)
Bagi laki-laki, hal yang paling penting tangguh, tegar, juga bukan fisiknya, tapi rasa sabarnya. Pun tentu saja akan lebih baik jika fisiknya juga tangguh.
--Tere Liye
 

Betapa dekatnya kosa-kata "cemburu" dengan "cemberut". Jangan-jangan, dua kata ini saling berhubungan, entah yang mana lebih dulu lahir.
--Tere Liye
 

Nasib jadi penulis seperti saya ini adalah orang2 lebih sibuk mengundang untuk bicara ini, bicara itu, bicara apa saja.
Tidak ada yang mengundang saya nyanyi, nge-band, main futsal, main basket, snorkeling di manalah, mendaki gunung apalah, dan hal-hal yang sebenarnya jauh lebih menyenangkan dibandingkan bicara. Semakin banyak bicara, boleh jadi semakin banyak hal sia2 yang dilontarkan.
*semoga dengan postingan ini ada proposal serius mengajak mendaki gunung rinjani misalnya.
 

Orang2 yang tidak bisa melakukan apapun, memilih gagal, mudah menyerah, sedikit2 berputus asa, lazimnya berdiri di atas pondasi argumen-argumen, alasan-alasan. Ada saja jawabannya.
Saat dia tidak bisa menyalahkan siapapun lagi, maka dia memilih menyalahkan Tuhannya--karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah menyalahkan diri sendiri.
*Tere Liye
 

Salah-satu hal yang amat menarik di jejaring sosial hari ini adalah: ketika orang2 yg sama sekali tidak bisa berenang, mencoba mengajari orang lain berenang.
Sayangnya, kita kadang tidak menyadari, kitalah orang2 yg tidak bisa berenang tersebut.
*tere liye

Kita tidak berhenti menyayangi dan peduli kepada seseorang hanya karena kita sedang bertengkar, marah atau benci padanya. Tidak.
*Tere Lije
--quote ini tdk berlaku utk situasi pacaran kalian, beda maksud dan tujuannya.
 

Jangan rusak pagi kita yang indah dengan mendengarkan/membaca kalimat orang2 yang memang suka bicara sembarangan. Lebih baik mendengarkan/membaca hal2 yang lebih bermanfaat.
*Tere Liye
 

Janganlah meributkan hal2 kecil. Mengomentari hal2 tidak penting. Apalagi memperdebatkan hal2 yang sebenarnya sepakat dan sama saja. Maka kita akan dijauhkan dari kesia2an dan pertengkaran yang tidak perlu.
*Tere Liye
 

Seseorang tidak dinilai dari warna kulitnya, tidak dinilai dari rambutnya, bola matanya, tidak dinilai dari bentuk fisiknya, tidak dinilai dari apa yang dia kenakan.
Seseorang dinilai dari jiwa yang ada di dalam tubuh tersebut.
Tubuh akan sakit, lemah, keriput, tapi jiwanya bisa terus sehat dan tangguh. Tubuh akan mati, hancur terurai dalam tanah. Tapi jiwa-nya akan terus ada.
*tere liye
 

Jika kita berbohong sekali, maka mengulanginya akan lebih mudah lagi. Dan sekali sudah terbiasa, kita tidak lagi merasa bersalah melakukannya.
Dalam dan gelap sekali terowongan bohong itu.
--Tere Lije
 

 Orang2 yang merokok di depan tanda "di larang merokok", kadang merasa bangga sekali atas kehebatan mereka. Melawan siapapun yang mengingatkan--termasuk petugas bandara, petugas gedung, dll. Hingga mereka lupa, justeru dengan melanggar peringatan tersebut, mereka sedang menghina diri sendiri. Tidak tersisa lagi yang pantas dihormati darinya.
Inilah salah-satu level paling rendah sebuah pemahaman.
*Tere Liye

Orang yang pandai mencari2 alasan, biasanya hanya itulah kepandaiannya.
  
Page saya ini insya Allah bersih. Tidak ada yang bisa jualan, spam, OOT, kata2 kotor, tidak sopan, foto jorok, porno, dll. Maka jangan coba2 melanggar peraturan, pasti dikandangkan, dibuang.
Selalu ingat, gunakanlah internet dengan sehat, bermanfaat. Baca peraturan page ini.
*tere liye
 

Orang2 yang rendah hati, tidak akan rugi. Bahkan dalam sebuah nasehat Nabi, barangsiapa yang rendah hati kepada Allah, dia tidak akan memperoleh sesuatu melainkan Allah akan meninggikan derajat kemuliaannya.
*Tere Liye
 

Bapak, Ibu, kalau kalian hendak mencari calon menantu laki2, maka jauh lebih baik memilih anak muda yang rajin membantu pekerjaan rumah, pandai ngepel, nyuci, nyetrika, dibandingkan yang hanya mejeng sana, kelayapan sini, naik motor, sok gagah, berpose sok keren entahlah di jejaring sosial ini.
*Tere Liye
 

Hidup ini bagai roda, kadang kita di atas, semua terasa mudah, kadang kita di bawah, semua terasa sulit, dipergilirkan, satu sama lain sungguh dipergilirkan.
Itulah kenapa kita tidak harus sombong, menyakiti saudara sendiri, merendahkan teman saat posisi kita di atas, karena besok lusa, boleh jadi kitalah dalam posisi susah, sulit, dan harus meminta pertolongan kepada orang yang pernah kita sakiti.
Maka, berbahagialah orang2 yang memahami hal ini, dan mampu menjaga dirinya dari perbuatan tersebut. Dan sungguh, lebih berbahagia lagi orang2 yang sudah pernah disakiti, direndahkan, tapi tetap memilih untuk membalas orang yang menyakitinya dengan penuh kebaikan, tak kurang walau semili ketulusan dalam hatinya.
--Tere Liye
 

Bukan penghasilan rendah yg membuat orang korup, mengambil yg bukan haknya, tetapi karena keserakahan.
Dan hal yg paling menyedihkan dr orang2 serakah, mereka tdk pernah memahami ketika mati, semua tertinggal di dunia. Tamat. Game over.
Dan hal paling lucu dari orang2 serakah, semakin tinggi gaji mereka, boleh jadi hanya semakin sering menghabiskan waktu untuk internetan pas jam kerja.
*Tere Liye
 

Kalau kita memilih sekolah karena gengsi, maka hanya itulah yang kita peroleh pada akhirnya, gengsi.
Kalau kita memilih pekerjaan karena uang, maka hanya itulah yang kita peroleh pada akhirnya, uang.
*tere liye
 

Perasaan itu cepat sekali berubah, bahkan bisa lebih cepat dibanding hujan jadi cerah, wussh, atau cerah jadi hujan, wusshh sudah berubah.
Dan yang menariknya, saat perasaan berubah jadi hujan, ternyata bahkan bisa lebih banyak geledek, petirnya. Lebih menakutkan.
--Tere Liye
 

Berhati besar adalah karakter orang besar,
Yang akan membuat kita terus memperbaiki diri sendiri, maju
Tapi berhati sempit jelas adalah karakter orang2 dalam kesempitan
Yang setiap hari terjebak dalam sumpeknya pemikiran, begitu2 saja
*Tere Liye
 

Setiap kali kita merasa perlu menjelaskan, perlu menunjukkan, perlu sekali, padahal sama sekali tidak ada pula yang meminta pendapat kita, sama sekali tidak menyinggung kita maka sebenarnya kita mengkonfirmasi sendiri kalau kita memang demikian.

Selalu pahami hal sesederhana ini.
Menahan diri selalu pilihan bijak. Karena itu boleh jadi menyelamatkan kita dari tindakan atau situasi malu.
*tere liye
 

Kenapa orang sekolah tinggi2 saat ini? Kenapa anak2 usia 5-6 tahun sudah dikursuskan, sudah dijejali dgn banyak kegiatan? Biar besok lusa mudah mencari pekerjaan, memenangkan persaingan, mudah cari uang, jadi kaya raya.
Jika demikian tujuannya, maka jangan salahkan siapapun hanya itulah yang akan diperoleh. Ambisi duniawi. Entah dimana akan diperoleh kebahagiaan dan kecintaan belajar.
*Tere Liye
 

Tidak ada yang akan mengerjakan skripsi kita, tugas akhir kita, PR, paper, dsbgnya itu, selain diri kita sendiri.
Jika kita tidak menyelesaikannya, tidak akan ada yang akan menyelesaikannya.
*Tere Liye
 

Kita tidak perlu membuktikan apapun kepada siapapun bahwa kita itu baik, setia, ramah, berbakti, pintar, kaya, dsbgnya. Buat apa?
Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik, ramah, pintar, setia, kaya, dan sebagainya tersebut.
*Tere Liye
 

Pemuda hari ini tidak perlu lagi 'bersumpah' melawan penjajah, memikul senjata, perang.
Pemuda hari ini cukup 'bersumpah' tidak malas, tidak galau, tidak ikut2an trend sia-sia, sudah cukup. Tambahkan pula tidak alay lebay, tidak berceceran berkeluh kesah di jejaring sosial, lebih mantap lagi.
*Tere Liye
**selamat hari sumpah pemuda
 

Biasakanlah menulis pendapat kita dalam sebuah tulisan yang panjang dan komprehensif. Melalui proses pemikiran, di edit berkali2, diperbaiki, dipastikan sumbernya, diperbaiki lagi, maka jadilah dia sebuah tulisan yang baik.
Karena membuat tulisan seperti ini akan membuat kita belajar banyak, dan paham bahwa: satu tulisan yg dibuat dengan baik lebih berharga dibanding 1.000 status/tweet/komen yang asal keluar.
*Tere Liye
 

Kalau ada teman kantor, teman sekolah, sering senyum kepada kita, maka tidak otomatis dia cinta sama kita, adik2 sekalian. Boleh jadi, kalaupun dia sayang, care ke kita, simply karena sebagai teman kerja, teman sekolah yang baik.
Jangan mudah GR, senang duluan tanpa sebab.
Hanya ada satu situasi kita boleh GR. Saat dia sudah datang serombongan keluarga. Silahkan GR.
*Tere Liye
 

Hewan, mencari pasangan karena tampan, cantik, kuat, aroma badan, teritori, dan ukuran tampilan fisik duniawi lainnya. Silahkan merujuk buku2, tonton discovery channel, national geographic agar kalian tahu soal ini.
Itu hewan. Manusia? Pikirkan sendiri, mau disamakan dgn hewan atau tidak.
*Tere liye

Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar ke orang2 yang suka sekali bersilat lidah, berdebat, memutar-balik kalimat. Tidak usah. Sekeren apapun penjelasan, nasehat kita tetap saja mereka akan ngeles, punya segudang argumen.
Fokus saja kepada yang bersedia mendengarkan, lantas berdoa semoga entah di pembicaraan ke berapa orang2 yang tidak mau mendengarkan tergerak hatinya.
Urusan menggerakkan hati itu adalah urusan Allah.
*Tere Liye
 

Banyak2lah membaca buku, agar mengerti ragam dan gaya bahasa. Kadang kita salah-paham, marah2, tersinggung, simpel karena tidak paham maksud dan tujuan sebuah tulisan.
Nah, kalian mau tahu 'buku' apa yang memiliki ragam bahasa paling kaya? Paling elok? Paling komprehensif?
Al Qur'an. Tidak paham bahasa Arab, silahkan dibaca-sertai dengan terjemahannya.
Terlihat sekali bedanya antara orang yang paham sebuah tulisan, dengan hanya bisa membaca sebuah tulisan.
*Tere Liye
 

Ada ratusan gunung gagah perkasa di sekitar kita. Bahkan ada yang hanya berjarak hitungan menit saja untuk tiba di kakinya dari rumah kita.
Tidakkah kalian tertarik mendaki? Melakukan perjalanan hingga puncaknya, menatap kejauhan. Maka rasakan sensasi kebesaran Tuhan, hidup yang bersahaja, bersahabat dengan alam.
Pendaki gunung yang tulus, insya Allah akan tumbuh menjadi orang yang mengerti banyak hal.
Mulailah petualangan itu.
*Tere Liye
 

Kita bisa jadi apa saja di dunia ini: seorang guru, seorang dokter, insinyur, apoteker, akuntan, buruh, karyawan, PNS, pembantu, helper, penjaga loket. Kita bisa jadi apa saja di dunia. Dan semuanya sama pentingnya, sama mulianya.
Sepanjang kita berkomitmen penuh untuk menjadi orang yang:
(1) berahklak baik dan
(2) bermanfaat.
Tanpa dua hal ini, bahkan saat jadi penguasa nomor satu sekalipun, tetap tidak ada gunanya. Sia-sia saja. Tapi dengan dua hal tersebut, jadi tukang sampah pun tetap spesial dan memang selalu spesial.
*tere liye
 

Air mata dari orang2 yang saleh, jelas bukan kelemahan. Air mata ini adalah benteng paling tangguh yang tak akan sanggup dibakar nyala tinggi nan panas membara api neraka.
Menangislah demi yang maha memiliki. Tidak untuk yang lain.
*Tere Liye
 

Dewan kota New York barusaja sepakat menaikkan batas minimum usia membeli rokok dari 18 tahun menjadi 21 tahun.
Di kota paling bebas, di negeri paling bebas, bahkan mereka mengatur hal ini. Karena mereka paham betapa seriusnya kebiasaan merokok ini. Belajarlah dari cara mereka menyelamatkan anak2 dan remajanya dari merokok.
*Tere Liye
 

1 komentar:

Anonim mengatakan...

tere liye emg keren...eh isi blogmu bagus-bagus ya...kerennn