Selasa, 01 Oktober 2013

status (bagian keduapuluhenam)


Hal yang sudah jelas saja kadang berakhir menyakitkan. Apalagi yang tidak jelas. Tinggalkanlah. Bergegas. Ada banyak hal lebih penting yang harus segera diurus. Jangan habiskan waktu sia-sia.
*Tere Lije

Berbohong itu penyakit berbahaya. Jangan coba-coba meletakkan kesetiaan pada orang yang suka berbohong. Resikonya mahal sekali. Karena jangankan anak, istri, bahkan Tuhan pun dia anggap tidak penting.
*Tere Lije

Di Indonesia sudah terlalu banyak orang yang bisa membaca tapi sama sekali tidak mampu membaca.
Nah, kalau mau contoh lebih baik, silahkan datang ke bandara, tempat2 publik, yang jelas2 ada tanda "Dilarang merokok", berkumpul orang2 justeru merokok.
Kemampuan membaca itu penting. Karena di page saya ini saja, setiap postingan, berserakan orang2 yang salah baca, salah paham, yang kemudian santai sekali malah ceramah balik postingan ini nggak jelas, ngambang, dsbgnya.
*Tere Lije

Anak perempuan berhak sekolah setinggi mungkin. Bahkan dengan dia hanya bercita2 jadi ibu rumah tangga sejak kecil, lebih berhak lagi dia sekolah setinggi dia mau dan mampu.
*Tere Lije

Kita tidak bisa memaksa jam itu lebih cepat, atau lebih lambat. Bisa saja diputar jarumnya, tapi itu tidak mengubah kenyataan apapun. Pukul 6 sore, akan datang persis ketika sudah tiba waktunya. Tidak telat sedetik, tidak juga lebih cepat sedetik.
Begitulah hal2 penting dalam hidup kita. Akan tiba di waktu yang tepat. Sebelum waktunya tiba, mari nikmati prosesnya dengan baik.
*Tere Lije

Salah-satu hal ajaib dari pertemanan adalah: tidak ada jadiannya, tidak ada akadnya, tidak ada nembaknya, tidak ada.
Tiba2 sudah teman baiklah. Dan teman baik selalu mempunyai ruang untuk teman baik berikutnya, berikutnya dan berikutnya.
*Tere Lije

Kita tidak tahu apakah seseorang itu cocok atau tidak dengan kita. Itu kadang di luar kendali kita. Dan boleh jadi salah.
Yang bisa kita kendalikan adalah: kemauan untuk menerima ketidakcocokan. Karena dalam situasi cocok 99% sekalipun, saat 1%-nya tidak bersedia diterima, jalan ceritanya tetap salah.
*tere lije

Saya tahu, banyak orang2 yang tidak setuju, tidak suka, bahkan mengolok2 fatwa yang dikeluarkan MUI, Majelis Ulama Indonesia.
Tapi jika kita muslim, maka sebaiknya jangan berlebihan. Jangan begitu rendahnya menilai MUI. Meskipun kita memang berbeda pendapat, berseberangan dan yakin ilmu kita memadai utk memberikan argumen.
Karena bagaimanapun juga:
1. Kalaupun memang fatwa MUI keliru, setidaknya mereka sudah berusaha utk melakukan proses yang baik saat mengeluarkan fatwa tersebut. Sudah dapat satu pahalanya.
2. Kita tidak mau kan jadi tontonan orang banyak, kan? MUI mengeluarkan fatwa, lantas sesama muslim lain menolaknya, bahkan keras sekali berpendapat, lantas orang2 sibuk berpendapat. Kita jadi tontonan, ini teh kenapa?
*Tere Lije

Kapan kalian mati?
Pasti pada pinter jawab: "Itu rahasia Allah, bang". Tapi kenapa nggak ada yang sok bijak nambahin: "tapi kalau nggak diusahakan, kita nggak akan mati, bang."
*Tere Lije

Jangan memulai sesuatu yang kita tidak siap menanggung resikonya. Termasuk resiko besok lusa terpaksa mati-matian berusaha melupakan sesuatu tersebut.
*Tere Lije

Dunia ini besar sekali. Naik pesawat saja butuh lebih dari sehari semalam mengelilinginya. Apalagi jalan kaki, bisa bertahun-tahun.
Dunia ini juga banyak sekali penghuninya. Ada tujuh milyar. Coba saja kita berhitung 1 sampai dengan 7 milyar, jangan-jangan, tiba di angka 6.999.999.999, kalian akan trauma melihat dan mendengar angka. Banyak sekali orangnya.
Maka, bagi orang2 yg tidak paham, ketika menyaksikan dua orang bertemu, saling suka, lantas menikah, dia akan bilang: Itu sungguh kebetulan, ada 7 milyar orang, tapi mereka bisa berjodoh satu sama lain.
Tapi sebaliknya, bagi orang2 yg yakin, ketika menyaksikan dua orang bertemu, saling suka, lantas menikah, dia akan bilang: Itulah skenario terhebat dari yang maha memilki skenario. Tidak akan tertukar.
*Tere Lije

Orang di sekitar kita itu boleh jadi persis seperti buku.
Ada buku yang layak dibaca berkali2, tetap menyenangkan, tetap seru, tetap bermanfaat, tetap spesial.
Semoga buku seperti itu adalah kehidupan kita.
*Tere Lije

Salah satu ciri paling kental orang pemalas adalah: dia merasa rajin sedunia. Coba kita test saja masing2.
*Tere Lije

Jika anak2 tidak mau shalat, dipukul! Itu perintah agama. Mutlak, tidak bisa ngeles.
Maka kita yang sudah besar, yg setiap hari sibuk main internetan, entah hukuman apa yg menanti jika tidak shalat. Sia-sia sekali semua kekerenan kita di dunia maya dan di dunia nyata jika tidak shalat.
*Tere Lije

Setiap quote, nasehat, kalimat2 tentang perasaan, semangat, dll, itu punya konteksnya. Tidak berlaku serta merta. Dan tidak mutlak benar.
Pembaca yang baik, selalu pandai mengambil nasehatnya. Sebaliknya, pembaca yang hanya seru2an di jejaring sosial, akan sibuk berkomentar yang menunjukkan dengan sendirinya dia tidak mengerti konteksnya; cengengesan membenturkannya kesana kemari.
*Tere Lije

Pertanyaan: Bang Tere gimana caranya agar follower kita banyak?
Jawaban: Dik, besok lusa pas, yang ditanya bukan jumlah follower kita di jejaring sosial. Tapi jumlah amalan yang kita perbuat. Tidak apalah cuma 10 followernya, pastikan bermanfaat. Kalaupun tidak nambah, tidak masalah.
*Tere Lije

Wanita, kalian jelas lebih dari sekadar cantik, dipertontonkan. Kalian lebih dari itu semua.
Berhentilah membuat diri sendiri justeru dalam posisi seperti itu.
*Tere Lije

Kalau kalian pacaran, lantas pacar kalian menyakiti perasaan kalian. Maka itu bukan ujian Allah. Duuh, jangan terlalu kebangetan eror-lah.
Karena kalau kalian bilang begitu. Orang2 yg suka mabuk2an, obat2an terlarang, saat kehabisan minuman keras, kehabisan obatnya, maka dia bisa bilang, "Astagfirullah, ini pasti Allah sedang menguji kita agar sabar. Mari kita bersabar."
*Tere Lije

Jika ada yang menyakiti perasaan kita satu kali. Maka itu boleh jadi salah pelakunya. Dia memang jahat.
Tapi jika untuk kedua kali, dan seterusnya. Boleh jadi itu salah kita sendiri. Kita memang mau saja disakiti lagi.
*Tere Lije

Nikah itu bukan cepat2an. Kalau mau meneladani Rasul, yang cowok bisa nikah di usia 25. Tapi kalaupun lebih lambat, bukan masalah. Pun kalaupun mau cepat, juga tidak masalah.
Karena di atas segalanya, yang paling penting adalah: menjaga diri dari hal2 merusak dan melanggar kaidah agama.
Pastikan kita bersedia menempuh perjalanan berumah tangga. Paham ilmu2nya, mengerti hak dan kewajiban. Tidak perlu siap 100%, cukup bersedia saja. Apapun resikonya.
*Tere Lije

Banyak orang bisa membantu mengerjakan skripsi, thesis, disertasi, tugas akhir. Banyak. Tapi tidak akan ada yang mau mengerjakannya untuk kita. Jadi ayo kerjakan dengan semangat.
Juga sama dalam hidup ini. Banyak orang yang bersedia membantu jalan hidup kita, menghibur, memotivasi. Tapi tidak akan ada yang mau menjalaninya untuk kita, karena masing2 punya kehidupan sendiri. Kita sendiri yang akan melewatinya. Jadi ayo lewati dengan riang.
*Tere Lije

Kita hari ini boleh jadi lebih panik kehilangan dompet dibandingkan kehilangan kejujuran, integritas dan prinsip hidup yang baik.
Pun, boleh jadi kita lebih panik kehilangan HP dibandingkan kehilangan kehormatan diri.
*Tere Lije

Iri lihat teman punya pacar?
Aduh, itu jenis iri paling aneh sedunia.
*Tere Lije

Single atau jomblo itu tidak selalu berarti nggak laku. Tapi sesuatu yang paling istimewa, selalu dijaga dengan baik selalu dikeluarkan di waktu terbaik dalam kesempatan dan cara terbaik pula. Bukan diobral.
Single atau jomblo itu juga tidak selalu berarti 'available'. Boleh jadi sudah 'taken', sudah ada plang besar di hatinya: 'Hanya untuk seseorang yang spesial dan SERIUS'.
*Tere Lije

Banyak di antara para pencinta yang mengucapkan kalimat "selamat tinggal" kepada seseorang/sesuatu yang bahkan sebelumnya tidak pernah disapa "selamat bertemu", tidak pernah bersama sama sekali, tidak pernah punya jalan cerita bersisian.
Perasaan itu kadang kejam sekali.
*Tere Lije

Kalaupun kita bisa menulis komen di mana2, termasuk di akun jejaring sosial Presiden sekalipun, bukan berarti kita jadi otomatis sederajat dan pantas untuk komentar semau kita. Seolah bisa bebas say hei, teriak2, manggil2 dengan tukang asongan di perempatan.
Mari perbaiki sopan santun di dunia maya. Selalu pahami, bahwa akun orang lain itu adalah rumah mereka. Ayo, gunakan adab bertamu yang baik. Jaga lisan kita.
*Tere Lije

Bahkan orang paling jahat, paling busuk, penipu ulung, punya air mata. Bisa menangis terisak. Mereka seolah begitu menyesal, begitu ingin tobat--hanya untuk kemudian saat sudah sendirian tertawa, mentertawakan orang2, pun mentertawakan Tuhan.
Maka, jangan pernah tertipu.
*Tere Lije

Mencintai seseorang bukan berarti membuat kita bisa diperlakukan semau-maunya saja. Gunakan akal sehat. Dan yang lebih penting lagi, gunakan prinsip2 agama.
*Tere Lije

Kecantikan perempuan itu ada di akhlak dan cara berpikirnya. Bukan di tempat lain.
Tapi nasehat ini memang hanya bisa dipahami oleh cowok2 yang meletakkan ketampanannya di akhlak dan cara berpikirnya juga.
*Tere Lije

Hal yang sudah jelas saja kadang berakhir menyakitkan. Apalagi yang tidak jelas. Tinggalkanlah. Bergegas. Ada banyak hal lebih penting yang harus segera diurus. Jangan habiskan waktu sia-sia.
*Tere Lije

Berbohong itu penyakit berbahaya. Jangan coba-coba meletakkan kesetiaan pada orang yang suka berbohong. Resikonya mahal sekali. Karena jangankan anak, istri, bahkan Tuhan pun dia anggap tidak penting.
*Tere Lije

Kita tidak bisa melarang orang lain membenci kita, menjelek2kan, memfitnah, dan sebagainya. Kita tidak bisa mengendalikannya.
Namun kita selalu bisa mengendalikan bagaimana cara menyikapi orang2 ini. Boleh saja kita marah, jengkel, namanya juga manusia, tapi jangan sampai hal itu membuat kita sama rendahnya seperti mereka.
*Tere Lije
 

Menyakiti balik orang2 yang menyakiti kita boleh jadi memang memberikan rasa puas, kebahagiaan. Biar tahu rasa.
Tapi hakikat terbaik dari pembalasan justeru terletak saat kita bisa melakukannya, tapi kita memilih memaafkannya. Melupakannya.
Itu sungguh akan memberikan rasa puas, kebahagiaan yang lebih hakiki. Lebih menenteramkan.
*Tere Lije
 

Kalau kita diminta bersabar menunggu sesuatu, dan ternyata ketika tiba di ujungnya ternyata sesuatu itu gagal kita miliki, maka sebenarnya, kita sudah sukses.
Kita sudah sukses bersabar.
Itulah hakikat bersabar. Tidak ada korelasi dengan jadi atau tidaknya kita memiliki sesuatu.
*Tere Lije
 

Hidup ini kadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Karena pengemudi hidup kita sejatinya bukan kita sendiri.
Jadi, tidak apa, kalau lagi susah hati, beban menumpuk di pundak, sesak, terperangkap di tengah, mau berteriak marah, nangis. Namanya juga hidup. Bersabarlah, tidak akan rugi orang2 yang bersabar.
*Tere Lije
 

*Bukankah, atau bukankah

Bukankah,
banyak yang berharap jawaban dari seseorang?
yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya
"jadi, jawaban apa yang harus diberikan?"
Bukankah,
banyak yang menanti penjelasan dari seseorang?
yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa
"aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?"
Bukankah,
banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang
yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
"kau menungguku? sejak kapan?"
Bukankah,
banyak yang menambatkan harapan
yang sayangnya, seseorang itu bahkan belum membangun dermaga
"akan kau tambatkan di mana?"
Bukankah,
banyak yang menatap dari kejauhan
yang sayangnya, yang ditatap sibuk memperhatikan hal lain
Bukankah,
banyak yang menulis puisi, sajak2, surat2, tulisan2
yang sayangnya, seseorang dalam tulisan itu bahkan tidak tahu dia sedang jadi tokoh utama
pun bagaimanalah akan membacanya
Aduhai, urusan perasaan, sejak dulu hingga kelak
Sungguh selalu menjadi bunga kehidupan
Ada yang mekar indah senantiasa terjaga
Ada yang layu sebelum waktunya
Maka semoga, bagian kita, tidak hanya mekar terjaga
Tapi juga berakhir bahagia
*Tere Lije

*Puisi kalkulator perasaan

1 hari ditambah 1 hari tidak otomatis jadi 2 hari
Jika itu rindu, maka hasilnya bisa berminggu-minggu waktu, mana tahan
Jika itu pertemuan, maka hasilnya hanya sekejap saja, cepat sekali terasa
1.000 km jarak ditambah 500 km jarak tidak otomatis jadi 1.500 km
Kalau itu dekatnya hati, maka hasilnya nol saja, selalu dekat di hati
Tapi kalau itu perjalanan menemui belahan hati, maka aduh terasa jauh sekali
Urusan perasaan kadang tak sesederhana kalkulator
Golongan darah O menikah dengan golongan darah O, pastilah anaknya O
Tapi benci bertemu benci, tidak otomatis berpisah, kalau jodoh tidak akan kemana
Pun cinta bertemu cinta, tidak otomatis bersatu, kalau tidak jodoh tidak akan terjadi
Aduhai, urusan perasaan tidak sepasti teori biologi
Dan jelas tidak macam sedang download sesuatu, berapa persennya ketahuan
Kita tidak pernah bisa mengukur persentase rasa suka
Dan jelas tidak seperti penunjuk kecepatan, berapa kilometer per jam
Kita tidak pernah bisa menghitung kecepatan berkurang atau bertambahnya rasa sayang
Urusan perasaan bahkan lebih rumit dari rumus matematika
10 dikurang 1 tidak berarti 9
10 dikurang 10 tidak berarti 0
Kalau itu perasaan, semakin dikurangi, semakin dienyahkan, dipaksa dibuang
Hasilnya justeru berlipat ganda jadi 100 atau bahkan 1000
Tumbuh tak terbilang
*Tere Lije

Ketika sedang marah, separuh akal sehat kita hilang seketika. Dan saat disertai kebencian, separuh yang tersisa juga ikut hilang.
Jangan ambil keputusan, tindakan, apapun itu saat dalam posisi sedang marah dan amat benci. Berbahaya sekali. Dan sesal selalu datang belakangan.
--Tere Lije
 

Tidak akan merugi orang2 yang bersabar.
Bahkan saat seolah dia jadi kehilangan kesempatan, diduluin sama orang lain, tersingkir dari kompetisi, gagal memperoleh sesuatu, tertinggal jauh. Sungguh tidak akan merugi orang2 yang bersabar.
Karena dengan bersabar itulah, dia telah memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk membuat diri sendiri merasa bahagia.
*Tere Lije
 

Saatnya semua orang dewasa menegakkan peraturan: anak2 (di bawah usia 17 tahun) itu dilarang keras membawa mobil atau motor. Sejago apapun mereka. Selihai apapun mereka. Saya sedih sekali melihat anak2 usia SD, naik motor, tanpa helm, berkeliaran di jalanan Bandung.
Jadikanlah semua kejadian di sekitar kita sebagai pelajaran yang berharga.
*Tere Lije
 

Selalu kendalikan rasa marah kita ke orang yang kita sayangi. Karena jangan sampai, rasa marah itu membuat kita kehilangan mereka, orang2 yang justeru kita sayangi dan sebaliknya amat menyayangi kita selama ini.
Dan kita hanya bisa menyesalinya.
*Tere Lije

Sebenarnya, nasehat yg ditulis di page ini, sama persis seperti nasehat yang diberikan orang tua kalian.
Tidak ada bedanya.
Orang tua adalah pemberi nasehat terbaik. Karena mereka selalu mengharapkan yang terbaik bagi anak2nya. Tidak ada kepentingan lain. Sedangkan saya, kalian harus tahu, saya ini jualan buku, jualan film, tulisan2, dsbgnya. Kepentingan saya banyak sekali.
*Tere Lije
 

Jangan membuat rumit diri sendiri.
Sebuah buku atau tulisan tidak akan berkurang nilainya karena satu-dua typo, salah ketik, salah sebut nama, salah EYD, dan sebagainya. Kecuali kita memang suka rese hal2 kecil.
Pun sama, kebaikan orang lain tidak akan berkurang nilainya karena dia melakukan kesalahan kecil, khilaf ringan, dan hal2 sejenis lainnya. Tidak ada yang sempurna. Fokuslah pada kebaikan yang lebih besar.
*Tere Lije
 

Jangan membuat rumit diri sendiri.
Sebuah buku atau tulisan tidak akan berkurang nilainya karena satu-dua typo, salah ketik, salah sebut nama, salah EYD, dan sebagainya. Kecuali kita memang suka rese hal2 kecil.
Pun sama, kebaikan orang lain tidak akan berkurang nilainya karena dia melakukan kesalahan kecil, khilaf ringan, dan hal2 sejenis lainnya. Tidak ada yang sempurna. Fokuslah pada kebaikan yang lebih besar.
*Tere Lije
 

Kalau ada yang bilang orang2 yang tidak merokoklah yang harus memahami orang2 merokok, maka itu logika kacau balau.
Sama kacau balaunya, di sebuah komplek yang tenang, tiba2 ada orang baru yang ngontrak, lantas memelihara anjing dengan gonggongan suara kemana2, malam2 tidak henti. Lantas seluruh komplek diminta memahami perbedaan, diceramahi tentang rukun bertetangga, eror sekali logikanya.
*Tere Lije

Pemerintah barusaja menambah kuota impor kedelai menjadi 1,1 juta ton hingga akhir tahun 2013. Alias 1.100.000.000 kg. Dengan harga kedelai paling murah Rp 10.000/kg. Itu berarti paling minimal ada uang 11 Triliun dalam bisnis impor ini. Kebagian 10% dari kuota impor ini saja bisa tajir tujuh turunan. Bahkan dengan margin keuntungan tipis 10% tetap gila duitnya. Apalagi kalau kedelai ini dijual gila2an.
Kita sudah impor habis2an komoditas pertanian, tapi tetap saja harganya mahal. Kita nggak impor, harganya juga tetap segitu. Jadi yang hepi sekali dgn impor ini siapa? Karena bagi yg hepi, boleh jadi, memang lebih baik impor saja hingga seratus tahun ke depan, yang penting triliunan uangnya. Bodo amat kalau tempe sekerat imut atau tahu sepotong unyu harganya sudah seribu.
*Tere Lije
 

Apapun itu bentuknya, mau kontes pakaian renang, kontes hijab, kontes putri2an, kontes muslimah2an, sekali mempertandingkan kecantikan, tampilan fisik maka sama saja situasinya.
Jangan dicampur2, jangan diputar balik logikanya. Memangnya kalau dibungkus dgn mengaji, yang dinilai salehahnya, sayang anak yatim piatu, jadi islami? Tidak akan pernah ada di atas panggung itu peserta yang jerawatan, gemuk, cacat, buta, dsbgnya yg menang. Cukuplah basa-basi argumen pendukung acara ini.
Saya menghimbau, jangan ikuti hal2 seperti ini. Bahkan kalaupun kalian menang kontes muslimah tingkat dunia, kosong saja, tidak akan pula otomatis masuk surga. Wanita itu sudah mulia, jangan mau dibanding2kan dgn wanita lain secara tampilan.
*Tere Lije
 

Jangan pernah ragu2 meninggalkan sesuatu yang buruk, menyakitkan, menyusahkan hati. Ucapkan selamat tinggal dengan mantap.
Karena, semua orang berhak memperoleh yg lebih baik. Dan sungguh sudah menantilah sesuatu yang baik itu bagi kita ketika kita bilang 'selamat tinggal' untuk hal buruk tsb.
 

Anak2 remaja di bawah usia 18 tahun itu seharusnya dilarang keluar malam jika tidak ada alasan kuat, penting serta mendesak.
*Tere Lije
 

Tidak semua orang yang tersenyum pada kita berarti teman.
Tidak semua orang yang menyakiti kita pun berarti musuh.
Dalam situasi tertentu kondisi ini bisa terbalik.
*Tere Lije
 

Karena kolom komen terbuka begitu saja. Bukan berarti kita bisa ngoceh semau kita. Mari membesarkan cara berpikir, kedewasaan, bukan membesarkan jempol dan jari untuk ngetik komen.
# internetsehat
*Tere Lije
 

Jangan ragu2, pinjamkan buku2 tere liye kalian ke orang lain. Biar kumal, kucek, robek, yang penting dibaca.
Kalau ada teman kalian yg suka merusak buku, apalagi tidak mau mengembalikan buku yg dipinjamkan, maka cara mengatasinya mudah, pinjamkan lagi buku2 berikutnya.
*Tere Lije
 

Obat dari segala obat, manjur di atas manjur bagi penyakit hati apapun adalah 'rasa syukur'. Cukup kecil saja dosisnya, sudah efektif mengobati hingga ke dalam-dalamnya.
--Tere Lije

 Ada banyak momen terbaik di dunia ini, yang setelah terjadi, berlalu, baru kita menyadarinya kalau itu adalah sungguh yang terbaik. Dan waktu tidak bisa disuruh untuk mundur ke belakang, melesat cepat, meninggalkan kita dalam penyesalan.
Jadi, jangan sia-siakan momen apapun, selalu berterima-kasih. Boleh jadi itulah waktu-waktu terbaik yang kita miliki.
--Tere Lije

Apapun yang kita capai hari ini adalah hasil pendidikan.
Hasil pendidikan dari orang tua, hasil pendidikan dari sekitar rumah, hasil pendidikan dari sekolah.
Sungguh mulialah seorang guru yang melahirkan orang2 hebat, meski hingga akhir hayat, dia tetap seorang guru sederhana. Mereka akan selalu dikenang, dibanggakan dan disanjung oleh murid2nya. Dan kabar hebatnya, kita semua adalah 'guru', kita selalu bisa mengambil bagian mendidik orang2 di sekitar, termasuk mendidik diri kita sendiri menjadi lebih baik.
*Tere Lije
 

Tenang saja, sebuah tulisan, tetap akan bermanfaat meski tidak ada yang me-like ataupun komen. Tidak akan berkurang nilainya. Karena toh, setidaknya dia bermanfaat bagi kita sendiri.
Jadi nggak usah galau gara2 postingan dicuekin orang2. Dan tidak perlu mengirim pesan, "Pleas4 like & comment dong."
--Tere Lije

Hidup ini kadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Karena pengemudi hidup kita sejatinya bukan kita sendiri.
Jadi, tidak apa, kalau lagi susah hati, beban menumpuk di pundak, sesak, terperangkap di tengah, mau berteriak marah, nangis. Namanya juga hidup. Bersabarlah, tidak akan rugi orang2 yang bersabar.
*Tere Lije
 

*Sajak selalulah
Kalau kita merasa tidak pintar, maka selalulah belajar lebih banyak dibanding orang lain.
Kalau kita merasa tidak berbakat, maka selalulah berlatih lebih giat dibanding orang lain.
Kalau kita merasa biasa-biasa saja, maka selalulah tambah usaha kita lebih banyak dibanding orang lain.
Selalu demikian.
*Tere Lije
 

Hati-hatilah meng-update status di jejaring sosial.
Urusan keluarga, aib sendiri, aib keluarga, masalah keluarga, tidak perlu diceritakan. Juga termasuk status berkeluh kesah, berdoa untuk urusan personal, dsbgnya, lebih baik tidak usah diumumkan.
Pun termasuk kalau habis menang lotere, lagi di luar negeri, punya mobil baru, kisah mengharu biru cinta kalian, sedang sayang banget dengan seseorang, habis putus, nggak usah berlebihan dibagikan kabarnya, nanti malah mengundang masalah.
Nah, kalau memang sudah terbiasa, susah sekali dihilangkan kebiasaan tersebut, please jangan kelewatan, silahkan lakukan di profile masing-masing saja. Kan tidak perlu juga numpang diumumkan di page/group. Komen-komen seperti ini tidak akan bermanfaat bagi orang lain.
Ini hanya saran simpel. Lewatkan saja jika kalian tidak suka.
--Tere Lije
 

Boleh jadi, yang kita buang, adalah sesuatu yang kita butuhkan.
Boleh jadi, yang kita lupakan, adalah sesuatu yang mengingatkan.
Boleh jadi, yang kita tinggalkan, justeru adalah sesuatu yang selalu menunggu. Setia. Di sana.
*Tere Lije
 

Tidak mungkin.
Tidak mungkin ada permusuhan dari generasi yang Nabi-nya sendiri memberikan nasehat: "Sambunglah (hubungan silaturahim) terhadap orang yang memutuskannya, berikanlah (sesuatu) kepada orang yang telah mengharamkannya untukmu dan ma’afkanlah orang yang telah menzalimi kamu.”
Jadi, tidak akan pernah kita melakukan sebaliknya. Sesebal apapun, sesakit hati bagaimanapun. Karena rasa cinta kita kepada Rasul Allah dan segenap nasehatnya, jauh lebih besar dibanding rasa sebal dan sakit hati kepada orang lain.
*Tere Lije
 

"Kalau ngomong enak banget, tapi kan kalau sudah dijalanin susah. Nggak semudah omongan."
Iya, memang susah. Tapi jelas, orang2 yg tidak sibuk ngeles, belum apa2 sudah ngerasa berat, belum juga dimulai, baru dinasehati sudah kusut duluan balas nasehati, akan jauuuuh lebih susah lagi melakukannya. Maka jika berhenti merokok dianggap susah, menyelesaikan skripsi/tugas akhir dianggap susah, berhenti mikirin seseorang dinilai susah. Dan semua2nya lain dibilang susah. Nikmati saja rasa susah itu sendiri.
Kita sendiri yang menentukan sesuatu itu bisa dilakukan atau tidak. Bukan orang lain. Niat. Lakukan.
*Tere Lije
 

Setahu saya, hanya sedikit sekali dalam kaidah agama ini kita disuruh berhitung dari sisi tampilan fisik.
Salah-satunya adalah ketika saat memilih kambing atau sapi untuk kurban. Nah, itu benar, dipilih yang paling keren, paling cakep, paling oke. Dari tampilan fisiknya. Karena bakal di sembelih, dikurbankan.
Jadi silahkan saja, itu panitia dan peserta kontes muslimah, kontes putri2an versi 'islam' untuk memahaminya. Kita ini hanya berkutat dalam kontroversi galau ekonomi saja. Dengan perusahaan kosmetik, artifisial, serta pendukungnya2. Tidak pernah diskusi tentang apresiasi wanitasisasi mulia.
Seolah keren tapi kosong.
Wanita itu sudah mulia, jangan mau dibanding2kan dgn wanita lain secara tampilan.
*Tere Lije
 

Tenang saja, ketika sesuatu yang kita anggap baik berakhir, ketika kita kehilangan seseorang yang kita nilai spesial, ketika sebuah kesempatan emas hilang maka, tenang saja, akan datang sesuatu pengganti yang lebih baik, seseorang yang lebih istimewa, pun kesempatan emas lainnya.
Pastikan saja syaratnya dipenuhi: bersabar.
Bagi orang2 bersabar, selalu datang hal-hal baik sebagai pengganti hal-hal sebelumnya.
*Tere Liye
 

Bagi orang2 yang berakal, ketika sesuatu itu sudah masuk dalam perbuatan kesia-siaan, tidak bermanfaat, mubazir, maka itu sudah cukup sebagai alasan ditinggalkan.
Agama kita menjelaskan hal tersebut. Maka jadikanlah petunjuk dalam hidup ini.
*Tere Liye

Kalau yang dibilangin cowok, buruan nikah, berani sana ngelamar, maka ngelesnya: tapi ceweknya sendiri nggak siap, gimana dong, bang?
Kalau yg diceramahin ceweknya, disuruh nikah segera, maka ngelesnya: tapi cowoknya penakut, nggak berani, gimana dong, bang?
Jadi sebenarnya ya sama saja. Kalian yg ngeles itulah yang penakut. Kalau yg diajak nggak mau, coret, cari yg lain.
*Tere Liye
 

“Buat apa kita memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, buat apa kita mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain
Mereka jelas tidak menjalani hidup kita, pun mereka tidak mengerti situasi dan penjelasannya. Jadi lebih baik terus fokus memperbaiki diri sendiri.”
— Tere liye
 

Kita harus tahu rahasia kecil ini:
Guru2 terbaik yang pernah kita miliki, setiap kali habis mengajar, dalam diam, dalam senyum tulusnya, selalu mendoakan dengan tulus setiap murid2nya. Bahkan dengan segala keterbatasan dan kekurangan mereka, tetap berharap murid2nya kelak bisa menggapai seluruh cita2.
*Tere Lije
 

Tidak mengapa merasa sendirian, dan tidak tahu harus melakukan sesuatu. Tidak mengapa, Kawan.
Karena dengan menyadari kita sendirian, dan tidak tahu harus melakukan sesuatu, itu sudah jelas: kita telah melakukan sesuatu. Menyadari kesendirian itu.
Sebab banyak orang2 yang hidupnya ramai tapi hakikatnya sendiri. Hidupnya seolah megah, bergelimang hebat tapi hakikatnya sendiri saja. Hilang topeng, kulit, dan segala sesuatu hebat yg dia miliki, maka hilang orang di sekitarnya, pergi meninggalkan. Dan dia tidak pernah menyadari dirinya sendirian sejak awal.
*Tere Liye

Jangan membawa barang2 yang tidak diperlukan dalam perjalanan. Singkirkan yang tidak perlu dan malah paling berat, paling membebani. Biar perjalanannya asyik.
Pun sama, jangan membawa 'barang2' yang tidak perlu dalam hati kita. Tinggalkan. Buang. Jangan mau sumpek dan membebani diri sendiri. Biar kehidupan kita juga asyik.
(Tere Liye)
 

Bersabar bukan berarti menunggu pasif. Bersabar bahkan bisa terwujud dalam sebuah ihktiar tiada henti, dan kita sabar apapun hasilnya.
Bersabar bukan berarti tidak melakukan apapun. Bersabar bahkan bisa terbentuk dalam sebuah usaha besar menakjubkan, dan kita sabar melewati rintangan dan cobaan dalam upaya tersebut.
Apakah kita bersabar? Jika, iya, bersabarlah dgn cara itu.
*Tere Liye
 

Jangan mendiskon kehormatan perasaan dan diri kita begitu rendahnya. Apalagi diobral habis2an.
Tenang saja, akan datang seseorang yang bisa menilai betapa mahalnya harga seorang yang bisa menjaga diri.
*Tere Liye
 

“Jika calon suami, calon istri kalian tidak shalat, lebih baik pikirkan sepuluh kali sebelum melanjutkan menikah. Saya tahu, orang boleh jadi berubah, tapi biarkan saja dia berubah dulu sebelum menikah, membuktikan rajin shalat dulu secara konsisten dan nyata baru melanjutkan rencana. Bukan sebaliknya, menikah menerima apa-adanya. Penting sekali soal shalat ini. Mau dia ganteng/cantik pol kayak anggota boyband/girlband, mau dia baik maksimal seperti poh si kungfu panda, mau jenius tujuh turunan, pastikan soal shalatnya.”
*Tere Liye
 

Berdiri bertahan di atas pondasi rapuh, hanya membuat situasi kita semakin terperosok dalam. Terus semakin dalam, hingga kita tidak bisa kemana-mana lagi.
Segeralah hijrah, tinggalkan, bergerak ke tempat yang baik. Karena begitulah hakikat manusia, terus memperbaiki diri.
*Tere Liye
 

Cinta bukan argumen. Sama sekali bukan.
Bukan pembenaran untuk disakiti terus menerus. Bukan pula argumen untuk merusak diri sendiri. Membuat bego diri sendiri.
*Tere Liye
 

Kalau pemerintah dan orang2 itu serius, niat, berani, mudah sekali mengatasi soal terlalu banyaknya mobil2 melintas di jalanan kota. Pasang saja tarif parkir di semua tempat per-jam-nya Rp 40.000. Mall, kantoran, apalagi parkir di pinggir jalan, semua wajib tarif parkirnya segitu.
Dijamin, hilang separuh itu mobil dari jalanan. Dan biarin saja mobil murah mau 50 juta/mobil. Kalau parkirnya segitu, ngeri juga, kawan. Di kota orang luar sana, parkir se-jam bisa RP 200.000.
*Tere Liye
 

Ketika seseorang membuat kita menunggu, itu berarti ada hal lebih penting yang dia urus dibandingkan kita.
Selalu begitu.
Karena kalau kita memang penting, amat berharga, dia tidak akan pernah membiarkan kita menunggu. Dan sama, ketika kita merasa seseorang itu penting, kita juga tidak akan pernah membiarkan dia menunggu sedikit pun.
*Tere Liye
 

Untuk kalian yang masih remaja, sebenarnya, jika kalian jatuh cinta, maka langkah paling baik adalah: tinggalkanlah, lupakan. Kalau tidak mampu meninggalkannya, tidak mampu melupakan, simpan erat2 dalam hati. Jangan ada yang tahu.
Maka besok lusa kalian akan menyaksikan keajaiban bersabar. Percayalah, jika seseorang itu cinta sejati kita, pasti akan kembali. Pasti akan ada skenario terbaik yang menemukannya. Dan kalian sendiri akan menemukan hakikat cinta tersebut saat kalian sudah siap untuk memberikan komitmen dalam hubungan yang direstui oleh agama, dilindungi oleh negara.
*Tere Liye

"Perasaan sayang yang berlebihan, esok lusa justeru bisa menghasilkan kebencian tak terhingga.
Itulah muaranya jika kita tidak bisa mengendalikan urusan hati."
*Tere Liye

Tenang saja, ketika sesuatu yang kita anggap baik berakhir, ketika kita kehilangan seseorang yang kita nilai spesial, ketika sebuah kesempatan emas hilang maka, tenang saja, akan datang sesuatu pengganti yang lebih baik, seseorang yang lebih istimewa, pun kesempatan emas lainnya.
Pastikan saja syaratnya dipenuhi: bersabar.
Bagi orang2 bersabar, selalu datang hal-hal baik sebagai pengganti hal-hal sebelumnya.
*Tere Liye
 

Bagi orang2 yang berakal, ketika sesuatu itu sudah masuk dalam perbuatan kesia-siaan, tidak bermanfaat, mubazir, maka itu sudah cukup sebagai alasan ditinggalkan.
Agama kita menjelaskan hal tersebut. Maka jadikanlah petunjuk dalam hidup ini.
*Tere Liye
 

Kalau yang dibilangin cowok, buruan nikah, berani sana ngelamar, maka ngelesnya: tapi ceweknya sendiri nggak siap, gimana dong, bang?
Kalau yg diceramahin ceweknya, disuruh nikah segera, maka ngelesnya: tapi cowoknya penakut, nggak berani, gimana dong, bang?
Jadi sebenarnya ya sama saja. Kalian yg ngeles itulah yang penakut. Kalau yg diajak nggak mau, coret, cari yg lain.
*Tere Liye
 

Ketika kita melewati sebuah ujian, boleh jadi kita lulus secara bentuk, tapi hakikatnya tidak.
Kita lulus ujian di sekolah misalnya, secara bentuk memang, tapi jika menyontek kita sejatinya gagal total, kita justeru sedang gagal di ujian paling hakiki.
Kita lulus, jadi PNS, misalnya, secara bentuk memang lulus, tapi jika dgn menyuap, kita justeru gagal total dalam ujian kejujuran.
*Tere Liye

Jalanan kota itu sudah semrawut, dan tambah semrawut dgn baliho, spanduk caleg, partai, pejabat, dsbgnya.
Kalau kalian mau memilih partai, caleg atau pemimpin, maka pilihlah yg paling sedikit pasang spanduk. Ogah banget milih yg justeru dimana2 ada spanduknya.

Roda belakang motor itu tidak akan pernah bisa menyusul roda depan. Secepat apapun dia lari.
Pun dalam kehidupan. Ada hal2 yg tidak bisa dipaksakan. Menerima situasi dgn lapang, tulus, justeru membawa kebahagiaan.

Sayangi rasa sakit yang kita terima. Peluk dengan erat. Maka semoga rasa sakitnya berkurang.
Sungguh, apa2 yg kita tidak sukai, boleh jd itu amat baik bagi kita.

Boleh sj marah, sebal dengan seseorang. Tapi sebelum melampiaskan rasa kesal tsb, setidaknya pikirkan kebaikan yg pernah diberikan orang tsb.
Karena boleh jd, pemicu rasa kesal kita itu secuil sj dibandingkan kebaikannya selama ini.

Itu sudah hukum alam. Wajah halus akan berkeriput. Wajah mulus akan penuh lipatan. Rambut memutih, dan semua orang beranjak tua. Tidak tersisa lagi kecantikan atau ketampanan masa muda. Juga bentuk fisik mempesona, sempurna, berganti bungkuk, lemah, tidak menarik lagi.
Seseorang yang dulu ditoleh oleh satu jalan atau satu sekolah kalau lagi lewat, sekarang bahkan tidak ada yang menyadari dia barusan lewat.
Tidak ada yang awet dari wajah dan fisik kita. Tidak akan ada. Sehebat apapun teknologi yang dimiliki manusia. Tua adalah keniscayaan. Maka saya kira, sudah saatnya memikirkan sesuatu yang lebih hakiki, yang tetap awet hingga kelak waktu habis.
Mari kita mulai misalnya dengan hal kecil: senyuman. Senyuman baik dari hati tulus, itu boleh jadi akan awet melawan usia.
*Tere Liye

Bahkan bekas luka fisik pun kita tidak tahu. Seseorang yang berdiri di hadapan kita, boleh jadi di punggung, dada, lengan, paha, penuh dengan bekas luka fisik, tapi tertutup oleh pakaian, dan kita tidak pernah tahu.
Apalagi bekas luka hati. Kita lebih tidak tahu lagi. Seseorang di hadapan kita, selalu tersenyum, terlihat bahagia, boleh jadi penuh bekas luka di hati. Bekas-bekas luka yang memberikan pemahaman baik, dan kini membuatnya bahagia.
Ketika kita tidak bisa melihatnya, maka bukan berarti bekas luka itu tidak ada.
*Tere Liye

Bahkan hal paling menyakitkan sekalipun, ketika dijalani dgn sabar, tetap membawa bahagia.
Peluk erat rasa sabar itu. Jadikan teman di kala apapun.

Wahai kehidupan, aku tahu kau tidak akan MUDAH dilewati.
Tapi kau juga harus tahu, aku jelas tidak akan MUDAH menyerah.
*Tere Liye

Dalam setiap pertengkaran, tidak ada yang diuntungkan.
Dalam setiap perdebatan, juga tidak ada yang menang.
Lantas, buat apa? Tinggalkanlah bergegas.
*Tere Liye

Membagikan kesedihan kepada teman2 terbaik yang mau mendengarkan, maka berkurang separuh rasa sedih itu.
Membagikan kebahagiaan kepada teman2 terbaik, sebaliknya, maka akan menjadi berkali2 lipat kebahagiaan tersebut.
*Tere Liye

Jika kita menyia2kan waktu, jangan salahkan waktu jika besok lusa dia kejam sekali kepada kita.
*Tere Liye

Orang2 yang TIDAK punya pilihan, tapi dia tetap berpegang teguh, tidak berhenti atau memutuskan pergi, maka sudah setia-lah dia.
Apalagi, ketika seseorang PUNYA banyak pilihan, opsi, alternatif, tapi dia tetap berpegang teguh, tetap di sana, maka sungguh setia.
*Tere Liye
 

Setiap hari kita berkesempatan menanam bunga2 di hati kita. Ada bunga pemahaman, ada bunga pengetahuan, ada bunga kepedulian. Hanya orang2 yang rajin menyiram dan merawatlah yang hatinya akan menjadi taman bunga indah merekah.
*Tere Liye
 

Bagi orang2 yang yakin, kemudian digenapi dengan rencana2 baik, usaha2 terbaik, maka keyakinannya itu seolah memberikan dia sayap indah terentang perkasa untuk terbang tinggi.
Tapi sebaliknya, bagi orang2 yang yakin juga nggak, usaha juga tidak, maka hal2 sepele pun tidak sanggup dia dilakukan, tidak mampu diselesaikan. Dia tidak memiliki sayap indah tersebut melewati kehidupan ini.
*Tere Liye
 

Semua orang lahir dalam kondisi sama.
Kita start dari garis yang sama. Jadi jangan salahkan siapapun kalau ternyata ada yang lari jauh di depan kita dengan kecepatan tinggi, sedangkan kita tetap jalan di tempat hingga hari ini.
*Tere Liye
 

Kita tidak pernah melihat akar pohon, meski kita melintasi pohon itu tiap hari. Kita hanya melihat pohonnya saja, yang berbatang, bercabang, dan berdaun. Tapi ketika pohon itu tinggi besar, rindang, berbuah lebat, bermanfaat banyak, maka kita bisa meyakini betapa kokohnya akar yang dia miliki.
Sama. Dalam kehidupan ini, hanya dengan akar prinsip dan pemahaman yang kokohlah yang membuat orang2 sungguhan tinggi besar, rindang, berbuah lebat dan bermanfaat bagi banyak orang. Yang akarnya kecil, ditimpa angin sepoi2 saja sudah banyak mengeluhnya.
*Tere Liye
 

Tidak ada komentar: