Kamis, 10 Oktober 2013

something missing


ada yang hilang.

sebuah kebiasaan yang dulu selalu diusahakan untuk ada.
  
.
.
.
.
.
.
.
.
.

menulis.

entah di buku, kertas buram, atau ketikan jemari pada keyboard. tentang apa saja, entah akan menjadi sebuah cerita atau tidak, hanya saja memastikan kreatifitas kita tidak membeku akibat rutinitas.

eh, seharusnya tak pernah ada pemikiran bahwa pekerjaan atau hal lain semacamnya akan mengganggu kebiasaan indah ini, kebiasaan yang sepaket dengan hal menyenangkan lainnya, membaca.

i told you before, kita bisa membaca tanpa punya sedikitpun keinginan untuk menulis, sementara untuk menulis kita pasti suka membaca. tapi ya, wong baca satu buku aja sekarang butuh berhari-hari, ada nih buku setebel alaihim yang udah mau sebulan ga selesai-selesai, setengahnya aja belum. ((ya bukunya kan tebel)) ((sudahlah))

bytheway, memang sudah lama dan sudah jarang juga yaa saya nulis di blog tersayang ini, padahal ingin sekali rasanya produktif. selain pekerjaan, otak kanan yang harusnya kreatif ini memang perlu semakin diasah biar ga tumpul dan menjadi bodoh pada masa tuanya, dan salah satu caranya adalah dengan menulis.

padahal ya tinggal gini doang. ((gini doang matamu!))
it just simply thing. duduk depan pc/laptop/apapun yang mendukung kinerja kamu selama menulis, kata demi kata hingga selesai, dan tarra just clik publis button, tapi yaa itu, susah! ntah idenya yang melayang diawang-awang, atau semangat yang tiba-tiba jauh terkubur lebih dalem dari pada sumur di rumah. atau banyak hal lain, termasuk sugesti waktu. huhuhu.

yang ini lebih manusiawi
nah, setuju banget sama gambar di atas. menulis itu seperti kita ngasih diri sendiri PR, dan hey, semasa sekolah siapa sih yang suka dikasih PR? ada juga pada ga mau belajar, lah ini malah disuruh ngasih PR ke diri sendiri. apapula.....  -_____-

tapi memang begitu, menulis diperlukan sebuah kesungguhan untuk : memberi PR kepada diri sendiri, PR yang sangat sulit, setiap hari seumur hidupmu. tapi....kita pernah merasakan bukan jika dulu saat sekolah diberi PR dan kemudian kita bisa menjawab sendiri dengan baik, lalu menjadapt nilai sempurna kita akan merasa senang dan bangga. maka sama saja, begitupun menulis, jika tulisan kita bermanfaat bagi orang banyak, sekalipun kita tidka mengetahuinya tentu kita akan merasa senang bahkan saat tulisan itu "terbit" saja sekalipun kita akan sungguhan merasa lega dan akhirnya semangat lagi deh buat nulis yang lain. menulis adalah PR yang sulit-sulit menyenangkan. ((iki opo)) ((ywd c))



menulis memang tidak mudah, tetapi sekalipun sulit bukanlah hal yang mustahil kita lakukan. dan ingat nasehat yang selalu diberikat orang-orang tua kita jika ada yang bertanya apa tips menulis? ya. tulis. tulis. dan tulis. maka, mari saya, anda, kita semua memberdayakan apa yang ada di kepala dan menjadikannya karya nyata, sekalipun tidak dikenal banyak orang tetapi setidaknya jika kelak kita ditanya oleh pemilik jagad raya, kita punya jawaban yang sedikit melegakan.