Kamis, 31 Oktober 2013

status (bagian keduapuluhtujuh)


Ketika masa depan belum disingkap, ketika kabar baik atau buruk belum tiba, maka bergegaslah melengkapi diri dengan pakaian terbaik menghadapinya: rasa sabar dan selalu bersyukur.
*Tere Liye

Adik2 remaja, jangan mengira kalau kalian meletakkan foto mesra bareng pacar itu keren, seru, apalagi malah bangga.
Aduh, itu sama sekali tidak ada bagusnya. Dari sisi manapun, tidak ada.
Yang keren itu kalau kita bisa menjaga diri dari hal2 merusak. Yang keren itu kalau kita sekolah yang rajin, melanjutkan ke sekolah yang diinginkan, dan terus berprestasi. Jangan terbalik memahaminya. Karena nggak akan ada pula yang terpesona saat kita mengumumkan ke seluruh dunia: "ah aku punya pacar loh."
*Tere Liye
 

Kita harus tahu, siapapun bisa jadi ayah dan ibu seorang anak--sepanjang fisik dan fungsi reproduksinya lengkap. Bisa. Sama seperti hewan liar di hutan, semua bisa.
Tapi tidak semua orang mampu menjadi ayah dan ibu yang sesungguhnya. Membesarkan, mendidik anak-anaknya.
Maka, my dear anggota page, jangan sampai kita hanya sibuk berkutat dengan perasaan, galau, bahkan melanggar peraturan agama, dsbgnya, tapi kita lupa menyiapkan diri untuk menjadi ayah dan ibu sesungguhnya.
*Tere Liye

Jika kita ingin bahagia, maka dengarkanlah nasehat seorang guru. Apa nasehatnya, pendek saja: Ketika sepi, pun ketika ramai.
Apa maksud nasehat ini? Simpel.
Selalu lakukan sesuatu yang kita cintai ketika sepi, pun ketika ramai. Berbuat baik ketika sepi, pun ketika ramai. Tampil apa adanya ketika sepi, pun ketika ramai. Maka, kita akan terus terlatih untuk konsisten, dan tidak akan tergantung dengan penilaian orang lain.
*Tere Liye

Ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa sampaikan lewat kata-kata, melainkan harus disampaikan dengan perbuatan.
Maka sampaikanlah kalimat2nya lewat perbuatan terbaik dan sungguh baik.
*Tere Liye

Dukung penegak hukum untuk menebaskan pedang keadilan miliknya, wabilkhusus pedang milik KPK. Dalam situasi kacau balau, gelap gulita, komen muntah dimana2, orang2 sibuk berpendapat (termasuk page sy ini), setidaknya hanya mereka yang secara kongkret terus menegakkan keadilan--apapun keterbatasan yang mereka miliki, termasuk mekanisme hukuman dan pengadilan negeri ini.
Bantu doakan mereka (wabilkhusus KPK) agar diberi kekuatan terus amanah, terus amanah dan terus amanah. Sungguh tiada daya dan upaya kecuali milik Allah.
Dan azab Allah sungguh akan datang kepada orang, organisasi, lembaga, partai, siapapun yang mengkhianati amanah, mencuri, maling. Tidak sekarang dibukakan kebenaran itu, besok lusa, kelak, pasti terbuka.
*Tere Liye
 
Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya.
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya.
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya.
Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang se-senti perasaan tersebut.
Justeru dengan ngotot ingin bilang, ingin pacaran, ingin aneh-aneh, perasaan itu tiba2 ber-metamorfosis menjadi egoisme dan sebatas keinginan yang tidak terkendali saja.
Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.

Orang-orang boleh jadi cepat sekali lupa kebaikan yang kita berikan. Juga cepat sekali lupa bantuan yang kita julurkan. Seperti air menguap. Lupa seketika.
Sebaliknya, orang2 boleh jadi gampang sekali mengingat kesalahan yang kita perbuat. Mudah sekali mengungkitnya. Selalu ingat.
Tapi justeru dengan tahu hal tersebut, itu bukan berarti kita punya alasan untuk berhenti berbuat baik. Juga bukan alasan untuk malu pernah membuat kesalahan.
*Tere Liye

Bagi orang2 yang menjaga dirinya, bahkan mencuri waktu kerja pun dia tidak nyaman, merasa bersalah. Berbahagialah jika kita punya perasaan seperti itu, sedikit2 merasa nggak enakan, karena hal ini menjaga diri kita dari perbuatan yang hina.
*Tere Liye

Sungguh rupawan wajah orang2 ini:
Ketika dizalimi mereka bersabar, ketika disakiti mereka memaafkan, pun ketika orang2 lain pelit, pedit, kikir mereka tetap murah hati.
Jika tidak di dunia ini--karena orang2 sekarang hanya melihat wajah secara fisik, maka kelak di akherat wajah mereka sungguh amat rupawan, bercahaya indah.
*Tere Liye

Murah hati adalah selalu memberi dengan senang kepada orang lain. Malu hati adalah enggan menerima pemberian yang lebih dari dibutuhkan.
Dua hal ini, jika terdapat pada seseorang, saling melengkapi, maka genaplah ahklak dirinya: tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
*Tere Liye

Terkadang kita tidak memerlukan penjelasan dari orang lain. Kadangkala, justeru 'penjelasan' dari kita untuk kita sendirilah yang menenteramkan hati.
Terkadang, kita tidak memerlukan argumen orang lain. Kadangkala, justeru argumen dari kita untuk kita sendirilah yang dibutuhkan untuk membuat damai hati.
*Tere Liye

Meninggalkan hal2 buruk itu kadang susah payah dilakukan. Tapi percayalah, sekali berhasil dilepas, rasa lapang yang datang, sungguh bukan kepalang.
Kuncinya ada di: ketulusan niat mau melakukannya--bukan sebaliknya, keras kepala tidak mau mendengarkan.
*Tere Liye

Sekali sebuah hubungan dihiasi dusta, sekecil apapun, maka ibarat perahu, berlubang sudah perahu itu.
Kecil awalnya, tapi hanya soal waktu, saat dusta2 berikutnya hadir, air merembes deras masuk, lubang itu lebih dari cukup membuat perahu tenggelam.
*Tere Liye

Lebih baik mendengarkan kebenaran meski itu amat menyakitkan.
Dibandingkan mendengarkan kebohongan meski itu menyenangkan.
Tidak ada yang kekal di dunia ini. Pohon tinggi besar akan rontok daunnya, meranggas batangnya, layu, lapuk, kemudian roboh.
Gunung2, bertambah tinggi hanya untuk meletus hilang, digantikan gunung2 lain. Lautan bergesar, kering menjadi gurun pasir.
Apalagi hubungan anak manusia. Lebih cepat lagi kalah oleh waktu. Rumah yang ditinggali menua, meja makan yang digunakan kala makan malam bersama menjadi kusam, pun wajah, tangan, dan orang2nya, senja dan lantas tenggelam.
Itulah kenapa penting sekali membina perasaan lewat cara yang baik, sesuai kaidah agama, dan diberkahi. Hanya dengan begitulah hubungan anak manusia akan abadi. Orangnya telah lama mati, tapi jiwanya kekal, menunggu dengan damai, kelak, akan bersambung lagi hubungan tersebut, selama-lamanya. Cinta jenis ini tidak akan dilupakan dan melupakan.
*Tere Liye

Jika sepotong kisah hidup kita tidak selesai, tutup potongan tersebut, lanjutkan kisah yang lain. Ada banyak cerita baru yang lebih seru telah menunggu.
Jika sepucuk keinginan kita gagal terpenuhi, maka tinggalkan keinginan tersebut, teruskan keinginan yang lain. Ada banyak keinginan yang lebih baik yg tersedia.
Hidup ini sebentar, jangan habiskan berkutat di sepotong kisah saja.
*Tere Liye
 

Tidak perlu mencari kejujuran di hati orang lain. Carilah kejujuran yang bermukim di hati kita.
Tidak perlu menemukan kebaikan di hati orang lain. Carilah kebaikan yang menetap di hati kita.
Selalu begitu.
*Tere Liye

 Di dalam hati kita masing2, di salah-satu pojoknya, ada sebuah benteng gelap, yang dijaga oleh prajurit2 mengerikan.
Komandannya adalah 'egoisme', pasukannya adalah 'kemalasan', 'keras kepala', 'tidak mau mendengarkan', 'merasa pintar', dan belasan anak buah lainnya.
Kita tidak perlu melakukan perjalanan hebat menaklukkan dunia, kita cukup menaklukkan hati sendiri, maka sudah menang dan bercahayalah hidup ini.
*Tere Liye

Jika tidak siap menikah, masih peragu, penakut, maka mencintai dalam diam adalah situasi terhormat. Jadi rahasia di pojok hati paling dalam, tidak ada orang yang tahu. Tidak merusak diri, tidak melanggar kaidah agama.
Maka silahkan tunggu keajaiban perasaan tersebut berproses dengan baik.
*Tere Liye
 

Mau kita itu bekerja sebagai anak buah, karyawan, mau bekerja sebagai pembantu, mau sebagai penonton, mau sebagai murid biasa, atau pemain figuran.
Kita semua tetap adalah pemain utama dalam hidup milik kita. Kita juga bos, tuan, sekaligus kapten. Kita adalah pemeran utama dalam cerita yang berjudul: hidup kita sendiri. Maka jadilah seperti pemeran utama yang pantas.
*Tere Liye
 

 Saat kita tertawa, hanya kitalah yang tahu persis apakah tawa itu bahagia atau tidak. Boleh jadi kita sedang tertawa dalam seluruh kesedihan. Orang lain hanya melihat wajah.
Saat kita menangis, pun sama, hanya kita yang tahu persis apakah tangisan itu sedih atau tidak. Boleh jadi kita sedang menangis dalam seluruh kebahagiaan. Orang lain hanya melihat luar.
Maka, tidak relevan penilaian orang lain.
*Tere Liye

Kalau orang lain tidak mencintai kita, tidak mengapa, setidaknya kita bisa mencintai diri sendiri, melakukan yang terbaik bagi diri sendiri.
Kalau orang lain tidak menyukai kita, juga tidak mengapa, setidaknya kita bisa menyayangi diri sendiri, menjaga diri sendiri dari hal2 merusak.
Cinta dan kasih sayang orang lain itu boleh jadi penting, kadang juga tidak sama sekali. Tapi mencintai dan menyayangi diri sendiri situasinya selalu penting.
*Tere Liye
  

Kita tidak bisa mengatur2 orang lain agar selalu mengingat kita. Memaksa sejarah mencatat nama kita. Tidak bisa. Itu pilihan masing2 orang untuk mengingat atau tidak.
Tapi kita selalu bisa membuat orang lain mengingat kita lewat perbuatan yang kita tanam. Bahkan saat orang lain tidak bersedia melakukannya, saat orang2 lain lupa, perbuatan tersebut tetap mengalirkan ingatan terbaik.
*Tere Liye

Jangan keliru memahaminya.
Tampil apa-adanya atau sederhana bukan berarti tidak melakukan apapun, bukan berati jadi orang biasa2 saja. Karena banyak orang yang tampil apa-adanya, sederhana, tapi dia melakukan hal menakjubkan bagi orang banyak. Manfaatnya terentang dari ujung ke ujung. Sama sekali bukan orang biasa2 saja, tapi dia tetap tampil apa-adanya.
Jadilah orang2 dengan pemahaman seperti ini. Bukan sebaliknya.
*Tere Liye

Jika orang ramai melakukannya, maka tidak otomatis sesuatu itu menjadi benar dan dibenarkan.
Jika orang sepi menegakkannya, maka pun bukan berarti sesuatu itu salah dan jadi aneh sendirian.
Kita diukur dari apa yang kita lakukan, bukan dari apa yang orang lain lakukan. Peluk erat2 semua kebaikan yang kita miliki--seberapapun sisanya. Jangan mengikuti riak ombak.
*Tere Liye

Sayangi orang2 yang selalu mengingatkan, meski terdengar menyakitkan, tidak terima dan sebal sekali. Peluk erat nasehatnya.
Jika kita tidak mampu mendengarnya sekarang, boleh tutup kuping, tinggalkan, namanya juga manusia; tapi saat situasi lebih tenteram, tidak ada salahnya dipikirkan, maka semoga muncul pemahaman berbeda.
*Tere liye
 

Banyak orang2 yg hidup berkecukupan, apapun yg dibutuhkan tersedia, apapun yg diinginkan tinggal bilang, tapi nyatanya tidak menjadi bahagia.
Sebaliknya, banyak orang2 yg hidup serba kekurangan, semua harus diperjuangkan, semua harus dilalui dengan kesusahan, tapi ternyata merasa bahagia dan memang bahagia.
Kalau begini, di mana letak bahagia itu?
Jangan2 nasehat orang tua itu benar: bahagia adalah pilihan. Kita-lah yang memilih mau bahagia atau tidak.
--Tere Liye
 

Cinta bukan pembenaran diri sendiri untuk berbuat bego. Meski memang, orang2 yang tidak mampu mengendalikan perasaannya cenderung begitu.
*Tere Liye
 

Kita beli HP, maka jelas yang kita peroleh adalah HP. Kita beli laptop, juga dapat laptop. Yang kita gunakan hingga rusak/bosan.
Kita beli makanan, yang kita dapatkan adalah makanan. Kita beli minuman, pun yang kita peroleh adalah minuman. Yang kita konsumsi hingga habis, atau bersisa basi tidak terpakai.
Lantas, kalau kita membelanjakan uang kita untuk melakukan perjalanan, apa yang kita peroleh?
Pergilah melihat dunia. Tidak mengapa menghabiskan sedikit uang melakukan perjalanan. Karena meski kita tidak mendapatkan HP, laptop, makanan, minuman, kita akan memperoleh hal lain yang akan bermanfaat.
*Tere Liye

Ada seorang sahabat yang memuji sahabat lainnya, maka apa kata Rasul Allah: “Kamu telah memenggal leher temanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sahabat Rasul, Ali, pernah bilang: “Kalau ada yang memuji kamu di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya dengan debu, daripada kamu terbuai oleh pujiannya.”
Berhati2lah memuji orang lain. Dan lebih berhati2lah menerima pujian orang lain, hingga gila pujian. Lurus saja, berada di tengah2, lebih simpel dan nyaman.
*Tere Liye

Kalau kalian ingin membalas, maka pembalasan terbaik adalah menjadi orang yang lebih baik dari orang yang menyakiti kita.
*Tere Liye

Beberapa ciri buku bajakan itu adalah:
1. Harganya murah. Jika kalian membeli novel tere liye dengan harga dibawah Rp 25.000, maka itu positif bajakan. Dengan komponen pajak, biaya cetak, distribusi, marketing, royalti, dsbgnya, impossible sebuah buku dijual 50% dari harga toko (kecuali obral buku rusak/lama).
2. Kertasnya buram dan tipis, seperti kertas koran.
3. Tulisannya kotor/gelap seperti hasil fotokopi.
4. Covernya buram, tidak cemerlang.
*pinjam, atau baca versi online (sy membagikan banyak naskah novel di page ini) kalau kalian punya keterbatasan. ada banyak sekali solusi yang baik kalau ingin tetap membaca.
 

Menyepi-nyepi ke gunung, berusaha mencari hakikat kehidupan, menatap langit, bintang gemintang, memikirkan banyak hal adalah salah-satu ciri orang2 beriman.
Semua guru yang saya kenal, melakukan itu.
Bahkan, orang paling mulia di dunia ini, juga melakukannya.
*Tere Liye
 

 Kita semua bertanggung-jawab untuk tumbuh dewasa secara baik. Kita masing2 bertanggung-jawab untuk jadi dewasa. Paham mana yang pantas, mana yang tidak pantas. Tahu bagaimana bersikap dan menempatkan diri.
Keliru, dan fatal sekali kalau bilang alay adalah fase yang normal, bilang kalau alay pendewasaan diri, fase yang bisa dipahami.
Bergegaslah punya pemahaman baik dalam hidup ini. Alay jelas merusak proses baik tersebut. Tinggalkan segera. Hidup ini harus dilewati dengan terus memperbaiki diri, melakukan yang terbaik, tangguh, gagah, bukan dilewati dengan jadi alay, imut, menggemaskan.
*Tere Liye

Berbuat salah adalah sifat manusiawi. Bisa dimaklumi.
Tapi korup, maling, itu jelas bukan sifat manusiawi yang bisa dimaklumi.
*Tere Liye
 

Bagaimanapun keadaan kita, mau sedih, bahagia, waktu tidak pernah berhenti menunggu.
Waktu tidak peduli. Tetap berjalan.
--Tere Liye
 

Semua orang bisa berubah.
Tapi ada yg niat dan sungguh2 dilaksanakan, lebih banyak yg tidak.
--Tere liye
 

 "Cara terbaik jika kita dihina orang lain adalah justru dengan membalasnya lewat segenap kebaikan yang tulus terus menerus.
Itulah contoh paling mulia, dari manusia paling keren sedunia. Tidak akan kurang kemuliaannya meski dicaci maki."
*Tere Liye

Kita tidak usah jadi pengendali udara, pengendali air atau pengendali api. Kita cukup jadi pengendali hati saja.
Itu sudah cukup sakti.
*Tere Liye
 

Seharusnya yang disubsidi habis2an itu pendidikan, kesehatan. Bukan mobil murah, BBM.
Bagi sesama orang berpikiran lurus, mau pakai logika manapun, tidak akan bisa dibantah.
*Tere Liye
 

(1)
Bagi wanita, hal paling penting yg kokoh, kuat, bukan fisiknya, tapi hatinya. Tentu saja akan lebih baik jika fisiknya juga kuat.
(2)
Bagi laki-laki, hal yang paling penting tangguh, tegar, juga bukan fisiknya, tapi rasa sabarnya. Pun tentu saja akan lebih baik jika fisiknya juga tangguh.
--Tere Liye
 

Betapa dekatnya kosa-kata "cemburu" dengan "cemberut". Jangan-jangan, dua kata ini saling berhubungan, entah yang mana lebih dulu lahir.
--Tere Liye
 

Nasib jadi penulis seperti saya ini adalah orang2 lebih sibuk mengundang untuk bicara ini, bicara itu, bicara apa saja.
Tidak ada yang mengundang saya nyanyi, nge-band, main futsal, main basket, snorkeling di manalah, mendaki gunung apalah, dan hal-hal yang sebenarnya jauh lebih menyenangkan dibandingkan bicara. Semakin banyak bicara, boleh jadi semakin banyak hal sia2 yang dilontarkan.
*semoga dengan postingan ini ada proposal serius mengajak mendaki gunung rinjani misalnya.
 

Orang2 yang tidak bisa melakukan apapun, memilih gagal, mudah menyerah, sedikit2 berputus asa, lazimnya berdiri di atas pondasi argumen-argumen, alasan-alasan. Ada saja jawabannya.
Saat dia tidak bisa menyalahkan siapapun lagi, maka dia memilih menyalahkan Tuhannya--karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah menyalahkan diri sendiri.
*Tere Liye
 

Salah-satu hal yang amat menarik di jejaring sosial hari ini adalah: ketika orang2 yg sama sekali tidak bisa berenang, mencoba mengajari orang lain berenang.
Sayangnya, kita kadang tidak menyadari, kitalah orang2 yg tidak bisa berenang tersebut.
*tere liye

Kita tidak berhenti menyayangi dan peduli kepada seseorang hanya karena kita sedang bertengkar, marah atau benci padanya. Tidak.
*Tere Lije
--quote ini tdk berlaku utk situasi pacaran kalian, beda maksud dan tujuannya.
 

Jangan rusak pagi kita yang indah dengan mendengarkan/membaca kalimat orang2 yang memang suka bicara sembarangan. Lebih baik mendengarkan/membaca hal2 yang lebih bermanfaat.
*Tere Liye
 

Janganlah meributkan hal2 kecil. Mengomentari hal2 tidak penting. Apalagi memperdebatkan hal2 yang sebenarnya sepakat dan sama saja. Maka kita akan dijauhkan dari kesia2an dan pertengkaran yang tidak perlu.
*Tere Liye
 

Seseorang tidak dinilai dari warna kulitnya, tidak dinilai dari rambutnya, bola matanya, tidak dinilai dari bentuk fisiknya, tidak dinilai dari apa yang dia kenakan.
Seseorang dinilai dari jiwa yang ada di dalam tubuh tersebut.
Tubuh akan sakit, lemah, keriput, tapi jiwanya bisa terus sehat dan tangguh. Tubuh akan mati, hancur terurai dalam tanah. Tapi jiwa-nya akan terus ada.
*tere liye
 

Jika kita berbohong sekali, maka mengulanginya akan lebih mudah lagi. Dan sekali sudah terbiasa, kita tidak lagi merasa bersalah melakukannya.
Dalam dan gelap sekali terowongan bohong itu.
--Tere Lije
 

 Orang2 yang merokok di depan tanda "di larang merokok", kadang merasa bangga sekali atas kehebatan mereka. Melawan siapapun yang mengingatkan--termasuk petugas bandara, petugas gedung, dll. Hingga mereka lupa, justeru dengan melanggar peringatan tersebut, mereka sedang menghina diri sendiri. Tidak tersisa lagi yang pantas dihormati darinya.
Inilah salah-satu level paling rendah sebuah pemahaman.
*Tere Liye

Orang yang pandai mencari2 alasan, biasanya hanya itulah kepandaiannya.
  
Page saya ini insya Allah bersih. Tidak ada yang bisa jualan, spam, OOT, kata2 kotor, tidak sopan, foto jorok, porno, dll. Maka jangan coba2 melanggar peraturan, pasti dikandangkan, dibuang.
Selalu ingat, gunakanlah internet dengan sehat, bermanfaat. Baca peraturan page ini.
*tere liye
 

Orang2 yang rendah hati, tidak akan rugi. Bahkan dalam sebuah nasehat Nabi, barangsiapa yang rendah hati kepada Allah, dia tidak akan memperoleh sesuatu melainkan Allah akan meninggikan derajat kemuliaannya.
*Tere Liye
 

Bapak, Ibu, kalau kalian hendak mencari calon menantu laki2, maka jauh lebih baik memilih anak muda yang rajin membantu pekerjaan rumah, pandai ngepel, nyuci, nyetrika, dibandingkan yang hanya mejeng sana, kelayapan sini, naik motor, sok gagah, berpose sok keren entahlah di jejaring sosial ini.
*Tere Liye
 

Hidup ini bagai roda, kadang kita di atas, semua terasa mudah, kadang kita di bawah, semua terasa sulit, dipergilirkan, satu sama lain sungguh dipergilirkan.
Itulah kenapa kita tidak harus sombong, menyakiti saudara sendiri, merendahkan teman saat posisi kita di atas, karena besok lusa, boleh jadi kitalah dalam posisi susah, sulit, dan harus meminta pertolongan kepada orang yang pernah kita sakiti.
Maka, berbahagialah orang2 yang memahami hal ini, dan mampu menjaga dirinya dari perbuatan tersebut. Dan sungguh, lebih berbahagia lagi orang2 yang sudah pernah disakiti, direndahkan, tapi tetap memilih untuk membalas orang yang menyakitinya dengan penuh kebaikan, tak kurang walau semili ketulusan dalam hatinya.
--Tere Liye
 

Bukan penghasilan rendah yg membuat orang korup, mengambil yg bukan haknya, tetapi karena keserakahan.
Dan hal yg paling menyedihkan dr orang2 serakah, mereka tdk pernah memahami ketika mati, semua tertinggal di dunia. Tamat. Game over.
Dan hal paling lucu dari orang2 serakah, semakin tinggi gaji mereka, boleh jadi hanya semakin sering menghabiskan waktu untuk internetan pas jam kerja.
*Tere Liye
 

Kalau kita memilih sekolah karena gengsi, maka hanya itulah yang kita peroleh pada akhirnya, gengsi.
Kalau kita memilih pekerjaan karena uang, maka hanya itulah yang kita peroleh pada akhirnya, uang.
*tere liye
 

Perasaan itu cepat sekali berubah, bahkan bisa lebih cepat dibanding hujan jadi cerah, wussh, atau cerah jadi hujan, wusshh sudah berubah.
Dan yang menariknya, saat perasaan berubah jadi hujan, ternyata bahkan bisa lebih banyak geledek, petirnya. Lebih menakutkan.
--Tere Liye
 

Berhati besar adalah karakter orang besar,
Yang akan membuat kita terus memperbaiki diri sendiri, maju
Tapi berhati sempit jelas adalah karakter orang2 dalam kesempitan
Yang setiap hari terjebak dalam sumpeknya pemikiran, begitu2 saja
*Tere Liye
 

Setiap kali kita merasa perlu menjelaskan, perlu menunjukkan, perlu sekali, padahal sama sekali tidak ada pula yang meminta pendapat kita, sama sekali tidak menyinggung kita maka sebenarnya kita mengkonfirmasi sendiri kalau kita memang demikian.

Selalu pahami hal sesederhana ini.
Menahan diri selalu pilihan bijak. Karena itu boleh jadi menyelamatkan kita dari tindakan atau situasi malu.
*tere liye
 

Kenapa orang sekolah tinggi2 saat ini? Kenapa anak2 usia 5-6 tahun sudah dikursuskan, sudah dijejali dgn banyak kegiatan? Biar besok lusa mudah mencari pekerjaan, memenangkan persaingan, mudah cari uang, jadi kaya raya.
Jika demikian tujuannya, maka jangan salahkan siapapun hanya itulah yang akan diperoleh. Ambisi duniawi. Entah dimana akan diperoleh kebahagiaan dan kecintaan belajar.
*Tere Liye
 

Tidak ada yang akan mengerjakan skripsi kita, tugas akhir kita, PR, paper, dsbgnya itu, selain diri kita sendiri.
Jika kita tidak menyelesaikannya, tidak akan ada yang akan menyelesaikannya.
*Tere Liye
 

Kita tidak perlu membuktikan apapun kepada siapapun bahwa kita itu baik, setia, ramah, berbakti, pintar, kaya, dsbgnya. Buat apa?
Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik, ramah, pintar, setia, kaya, dan sebagainya tersebut.
*Tere Liye
 

Pemuda hari ini tidak perlu lagi 'bersumpah' melawan penjajah, memikul senjata, perang.
Pemuda hari ini cukup 'bersumpah' tidak malas, tidak galau, tidak ikut2an trend sia-sia, sudah cukup. Tambahkan pula tidak alay lebay, tidak berceceran berkeluh kesah di jejaring sosial, lebih mantap lagi.
*Tere Liye
**selamat hari sumpah pemuda
 

Biasakanlah menulis pendapat kita dalam sebuah tulisan yang panjang dan komprehensif. Melalui proses pemikiran, di edit berkali2, diperbaiki, dipastikan sumbernya, diperbaiki lagi, maka jadilah dia sebuah tulisan yang baik.
Karena membuat tulisan seperti ini akan membuat kita belajar banyak, dan paham bahwa: satu tulisan yg dibuat dengan baik lebih berharga dibanding 1.000 status/tweet/komen yang asal keluar.
*Tere Liye
 

Kalau ada teman kantor, teman sekolah, sering senyum kepada kita, maka tidak otomatis dia cinta sama kita, adik2 sekalian. Boleh jadi, kalaupun dia sayang, care ke kita, simply karena sebagai teman kerja, teman sekolah yang baik.
Jangan mudah GR, senang duluan tanpa sebab.
Hanya ada satu situasi kita boleh GR. Saat dia sudah datang serombongan keluarga. Silahkan GR.
*Tere Liye
 

Hewan, mencari pasangan karena tampan, cantik, kuat, aroma badan, teritori, dan ukuran tampilan fisik duniawi lainnya. Silahkan merujuk buku2, tonton discovery channel, national geographic agar kalian tahu soal ini.
Itu hewan. Manusia? Pikirkan sendiri, mau disamakan dgn hewan atau tidak.
*Tere liye

Kita tidak perlu menjelaskan panjang lebar ke orang2 yang suka sekali bersilat lidah, berdebat, memutar-balik kalimat. Tidak usah. Sekeren apapun penjelasan, nasehat kita tetap saja mereka akan ngeles, punya segudang argumen.
Fokus saja kepada yang bersedia mendengarkan, lantas berdoa semoga entah di pembicaraan ke berapa orang2 yang tidak mau mendengarkan tergerak hatinya.
Urusan menggerakkan hati itu adalah urusan Allah.
*Tere Liye
 

Banyak2lah membaca buku, agar mengerti ragam dan gaya bahasa. Kadang kita salah-paham, marah2, tersinggung, simpel karena tidak paham maksud dan tujuan sebuah tulisan.
Nah, kalian mau tahu 'buku' apa yang memiliki ragam bahasa paling kaya? Paling elok? Paling komprehensif?
Al Qur'an. Tidak paham bahasa Arab, silahkan dibaca-sertai dengan terjemahannya.
Terlihat sekali bedanya antara orang yang paham sebuah tulisan, dengan hanya bisa membaca sebuah tulisan.
*Tere Liye
 

Ada ratusan gunung gagah perkasa di sekitar kita. Bahkan ada yang hanya berjarak hitungan menit saja untuk tiba di kakinya dari rumah kita.
Tidakkah kalian tertarik mendaki? Melakukan perjalanan hingga puncaknya, menatap kejauhan. Maka rasakan sensasi kebesaran Tuhan, hidup yang bersahaja, bersahabat dengan alam.
Pendaki gunung yang tulus, insya Allah akan tumbuh menjadi orang yang mengerti banyak hal.
Mulailah petualangan itu.
*Tere Liye
 

Kita bisa jadi apa saja di dunia ini: seorang guru, seorang dokter, insinyur, apoteker, akuntan, buruh, karyawan, PNS, pembantu, helper, penjaga loket. Kita bisa jadi apa saja di dunia. Dan semuanya sama pentingnya, sama mulianya.
Sepanjang kita berkomitmen penuh untuk menjadi orang yang:
(1) berahklak baik dan
(2) bermanfaat.
Tanpa dua hal ini, bahkan saat jadi penguasa nomor satu sekalipun, tetap tidak ada gunanya. Sia-sia saja. Tapi dengan dua hal tersebut, jadi tukang sampah pun tetap spesial dan memang selalu spesial.
*tere liye
 

Air mata dari orang2 yang saleh, jelas bukan kelemahan. Air mata ini adalah benteng paling tangguh yang tak akan sanggup dibakar nyala tinggi nan panas membara api neraka.
Menangislah demi yang maha memiliki. Tidak untuk yang lain.
*Tere Liye
 

Dewan kota New York barusaja sepakat menaikkan batas minimum usia membeli rokok dari 18 tahun menjadi 21 tahun.
Di kota paling bebas, di negeri paling bebas, bahkan mereka mengatur hal ini. Karena mereka paham betapa seriusnya kebiasaan merokok ini. Belajarlah dari cara mereka menyelamatkan anak2 dan remajanya dari merokok.
*Tere Liye
 

Kamis, 24 Oktober 2013

Abu Bakar r.a ; sahabat yang jujur lagi membenarkan


"siapakah orang yang paling kau cintai di dunia ini, wahai Rasulullah?"

"'Aisyah."

"jika dari kalangan laki-laki?"

"ayahnya 'Aisyah."

sepenggal percakapan seorang sahabat saat ia sedang berjalan bersama Rasulullah saw. percakapan yang terus teringat dalam kepala sejak pertama kali membacanya.

siapa ayahanda 'Aisyah sang istri tercinta, manusia yang paling Nabi saw cintai?

***

namanya Abu Bakar, gelarnya As Shiddiq. meruapakan sahabat utama Rasulullah saw, tidak ada satupun yang meragukan keimanan dan keislamannya. gelar "sahabat" diberikan langsung oleh Allah dalam QS at Taubah : 40, adalah sebuah cerita yang sudah sangat masyur dalam lingkungan kehidupan umat Islam. kisah mengenai Rasulullah saw dan Abu Bakar yang masuk ke dalam gua untuk melindungi diri dari musuh yang ingin membunuh mereka berdua. Allah menjadikan Abu Bakar begitu spesial dimata Rasulullah saw, sang Nabi begitu mencintainya, membanggakannya, menjadikan tempat bercerita. Abu Bakar lah orang yang selalu mempercayai apapun yang Rasulullah saw sampaikan, termasuk orang pertama yang masuk Islam, berjihad bersama, dan dengan akhlak mulianya tidak ada satu orang pun yang meragukan bahkan menolak beliau sebagai khalifah pertama sejak Rasulullah saw wafat.

memerintah kaum muslim sebagai khalifah pertama semenjak meninggalnya Rasulullah saw, Abu Bakar r.a mampu menjalakankan tugasnya dengan baik, seluruh rakyatnya percaya akan kredibilitas beliau dan yakin serta mencintai apa yang beliau kerjakan.

selama 2 tahun memerintah kaum muslimin beliau meneruskan apa yang telah Rasulullah saw kerjakan dengan adil dan bijaksana. sehingga saat beliau wafat seluruh rakyat berduka dan merasa kehilangan.

**setelah menyelesaikan buku pertama dari paket Khalifah Rasulullah

inilah umat Muhammad, kelompok manusia yang pealing awal memasuki surga.
dan inilah Abu Bakar, manusia pertama diantara mereka yang memasuki surga.

Rabu, 23 Oktober 2013

i miss you


seseorang yang selalu tersimpan di hati

kapan pun

di mana pun

jika pertanyaan itu datang, selalu kamu yang ada dipikiran

tak pernah berubah

i miss you so much, my best friend 


Rabu, 16 Oktober 2013

sebuah pengantar


segala puji bagi Allah. segala sesuatu tunduk kepada-Nya. segala sesuatu tegak karena Dia. semua yang fakir, kaya karena Dia; semua yang hina, mulia karena Dia; semua yang lemah, kuat karena Dia. Dia tegakkan semua yang tertunduk. Dia dengar setiap kata yang terucap. Dia tahu semua rahasia yang tersembunyi dalam diam. Dia menafkahi semua yang hidup. semua yang mati kembali kepada-Nya. cahaya-Nya mneyinari tiang-tiang singgasana-Nya.

((ada dalam pengantar buku Kisah Hidup Abu Bakar Al-Shiddiq)) 


Sabtu, 12 Oktober 2013

the call ; saat kau menjadi orang yang paling menentukan hidup matinya orang lain


" 911, what's your emergency? "

sepenggal kalimat itulah yang sangat di hafal ketika menonton film ini, The Call. diperankan oleh Halle Berry film ini mampu membuat saya duduk tegang saat menontonnya.

adegan di mulai dengan baik oleh sutradara yang menggambarkan bagaimana isi dari kantor 911. petugas telepon yang sibuk mengangkati dan menyelesaikan masalah setiap orang yang menelepon, mulai dari yang ringan sampai gawat darutat, kita disuguhkan pemandangan indah bagaiamana 911 berkolaborasi dengan kepolisian untuk menyelesaikan semua keadaan buruk yang datang kepada mereka.

Jordan Turner, seorang petugas 911 yang sudah profesional, setiap hari mejalani ritual menolong orang lain, suatu kali ia dilibatkan oleh masalah yang sangat pelik dengan salah satu penelpon ke salurannya. Leah Templeton, gadis muda yang kedatangan tamu tak diundang ke rumahnya dan berusaha untuk menculiknya, ia berinisiatif menelpon 911 dan berusaha mengikuti apa yang diperintahkan Jordan ((secara kan sering ngalamin yang begini)) sampai akhirnya ia merasa bahwa sang penjahat sudah pergi keluar rumah. dan hey, bukan film kalau ceritanya cuma begitu. sebelum penjahat ini melangkah keluar pintu depan, telepon Leah ke Jordan putus, so di recall oleh Jordan dan yah dering teleponnya terdengar oleh si penjahat yang kemudian akhirnya tahu bahwa Leah masih ada di dalam rumahnya. ((ga jadi pergi deh))

keadaan kemudian bisa kita simpulakan sendiri, bahwa akhirnya Leah meninggal dan Jordan pun trauma untuk menjadi petugas penerima telepon 911. ia meminta untuk pidah divisi, sehingga selama beberapa bulan kedepan ia hanya menjadi instruktur untuk pegawai 911 yang baru. kemudian datang sebuah kasus yang sama seperti kasus yang membuat Jordan trauma. Casey, remaja yang diculik di parkiran mall dan tak tahu akan dibawa kemana. yang ia tahu ia ada dalam bagasi mobil, dan tingggg she's call 911 for save her life. lalu apa yang akan dilakukan Jordan? kalian bisa temukan jawaban atas rasa penasaran yang sudah dibangun sejak awal film dalam 60 menit terakhir.

***




sudah terpesona lebih dulu oleh penggambaran yang apik tentang kinerja pegawai 911 tentu saja setelah membaca banyak review saya tidak ragu menonton film ini hingga ada tulisan "the end" di layar. tegang, kesel, pengen jambak rambut ((kucing)), pengen rasanya jadi jordan ((iya kaleeee))

fokus selama 30 menit awal, jujur, kantor 911. sumpah keren abis. setiap mereka mengangkat telepon dan keluarlah kalimat sakti, "911 what's your emergency?" jebal, naksir beraaaaddd. ditambah cerita yang seru dan gimana beratnya perjuangan Jordan menyelamatkan Casey sekaligus menghapus luka traumanya tentang Leah, yang ternyata diculik oleh psikopat yang sama.

dan favorite part ada dibagian akhir ((jarang nih favorit scene ada diujung)) waktu si Casey bilang ".... and you, disappeared...." keren banget!




so, kalau kamu mau ngisi liburan yang ((cuma)) tiga hari kedepan ga ada salahnya nonton The Call, tegang tegang seru gitu, deh. dari pada bengong. ye, gak?

Kamis, 10 Oktober 2013

something missing


ada yang hilang.

sebuah kebiasaan yang dulu selalu diusahakan untuk ada.
  
.
.
.
.
.
.
.
.
.

menulis.

entah di buku, kertas buram, atau ketikan jemari pada keyboard. tentang apa saja, entah akan menjadi sebuah cerita atau tidak, hanya saja memastikan kreatifitas kita tidak membeku akibat rutinitas.

eh, seharusnya tak pernah ada pemikiran bahwa pekerjaan atau hal lain semacamnya akan mengganggu kebiasaan indah ini, kebiasaan yang sepaket dengan hal menyenangkan lainnya, membaca.

i told you before, kita bisa membaca tanpa punya sedikitpun keinginan untuk menulis, sementara untuk menulis kita pasti suka membaca. tapi ya, wong baca satu buku aja sekarang butuh berhari-hari, ada nih buku setebel alaihim yang udah mau sebulan ga selesai-selesai, setengahnya aja belum. ((ya bukunya kan tebel)) ((sudahlah))

bytheway, memang sudah lama dan sudah jarang juga yaa saya nulis di blog tersayang ini, padahal ingin sekali rasanya produktif. selain pekerjaan, otak kanan yang harusnya kreatif ini memang perlu semakin diasah biar ga tumpul dan menjadi bodoh pada masa tuanya, dan salah satu caranya adalah dengan menulis.

padahal ya tinggal gini doang. ((gini doang matamu!))
it just simply thing. duduk depan pc/laptop/apapun yang mendukung kinerja kamu selama menulis, kata demi kata hingga selesai, dan tarra just clik publis button, tapi yaa itu, susah! ntah idenya yang melayang diawang-awang, atau semangat yang tiba-tiba jauh terkubur lebih dalem dari pada sumur di rumah. atau banyak hal lain, termasuk sugesti waktu. huhuhu.

yang ini lebih manusiawi
nah, setuju banget sama gambar di atas. menulis itu seperti kita ngasih diri sendiri PR, dan hey, semasa sekolah siapa sih yang suka dikasih PR? ada juga pada ga mau belajar, lah ini malah disuruh ngasih PR ke diri sendiri. apapula.....  -_____-

tapi memang begitu, menulis diperlukan sebuah kesungguhan untuk : memberi PR kepada diri sendiri, PR yang sangat sulit, setiap hari seumur hidupmu. tapi....kita pernah merasakan bukan jika dulu saat sekolah diberi PR dan kemudian kita bisa menjawab sendiri dengan baik, lalu menjadapt nilai sempurna kita akan merasa senang dan bangga. maka sama saja, begitupun menulis, jika tulisan kita bermanfaat bagi orang banyak, sekalipun kita tidka mengetahuinya tentu kita akan merasa senang bahkan saat tulisan itu "terbit" saja sekalipun kita akan sungguhan merasa lega dan akhirnya semangat lagi deh buat nulis yang lain. menulis adalah PR yang sulit-sulit menyenangkan. ((iki opo)) ((ywd c))



menulis memang tidak mudah, tetapi sekalipun sulit bukanlah hal yang mustahil kita lakukan. dan ingat nasehat yang selalu diberikat orang-orang tua kita jika ada yang bertanya apa tips menulis? ya. tulis. tulis. dan tulis. maka, mari saya, anda, kita semua memberdayakan apa yang ada di kepala dan menjadikannya karya nyata, sekalipun tidak dikenal banyak orang tetapi setidaknya jika kelak kita ditanya oleh pemilik jagad raya, kita punya jawaban yang sedikit melegakan.

Selasa, 01 Oktober 2013

status (bagian keduapuluhenam)


Hal yang sudah jelas saja kadang berakhir menyakitkan. Apalagi yang tidak jelas. Tinggalkanlah. Bergegas. Ada banyak hal lebih penting yang harus segera diurus. Jangan habiskan waktu sia-sia.
*Tere Lije

Berbohong itu penyakit berbahaya. Jangan coba-coba meletakkan kesetiaan pada orang yang suka berbohong. Resikonya mahal sekali. Karena jangankan anak, istri, bahkan Tuhan pun dia anggap tidak penting.
*Tere Lije

Di Indonesia sudah terlalu banyak orang yang bisa membaca tapi sama sekali tidak mampu membaca.
Nah, kalau mau contoh lebih baik, silahkan datang ke bandara, tempat2 publik, yang jelas2 ada tanda "Dilarang merokok", berkumpul orang2 justeru merokok.
Kemampuan membaca itu penting. Karena di page saya ini saja, setiap postingan, berserakan orang2 yang salah baca, salah paham, yang kemudian santai sekali malah ceramah balik postingan ini nggak jelas, ngambang, dsbgnya.
*Tere Lije

Anak perempuan berhak sekolah setinggi mungkin. Bahkan dengan dia hanya bercita2 jadi ibu rumah tangga sejak kecil, lebih berhak lagi dia sekolah setinggi dia mau dan mampu.
*Tere Lije

Kita tidak bisa memaksa jam itu lebih cepat, atau lebih lambat. Bisa saja diputar jarumnya, tapi itu tidak mengubah kenyataan apapun. Pukul 6 sore, akan datang persis ketika sudah tiba waktunya. Tidak telat sedetik, tidak juga lebih cepat sedetik.
Begitulah hal2 penting dalam hidup kita. Akan tiba di waktu yang tepat. Sebelum waktunya tiba, mari nikmati prosesnya dengan baik.
*Tere Lije

Salah-satu hal ajaib dari pertemanan adalah: tidak ada jadiannya, tidak ada akadnya, tidak ada nembaknya, tidak ada.
Tiba2 sudah teman baiklah. Dan teman baik selalu mempunyai ruang untuk teman baik berikutnya, berikutnya dan berikutnya.
*Tere Lije

Kita tidak tahu apakah seseorang itu cocok atau tidak dengan kita. Itu kadang di luar kendali kita. Dan boleh jadi salah.
Yang bisa kita kendalikan adalah: kemauan untuk menerima ketidakcocokan. Karena dalam situasi cocok 99% sekalipun, saat 1%-nya tidak bersedia diterima, jalan ceritanya tetap salah.
*tere lije

Saya tahu, banyak orang2 yang tidak setuju, tidak suka, bahkan mengolok2 fatwa yang dikeluarkan MUI, Majelis Ulama Indonesia.
Tapi jika kita muslim, maka sebaiknya jangan berlebihan. Jangan begitu rendahnya menilai MUI. Meskipun kita memang berbeda pendapat, berseberangan dan yakin ilmu kita memadai utk memberikan argumen.
Karena bagaimanapun juga:
1. Kalaupun memang fatwa MUI keliru, setidaknya mereka sudah berusaha utk melakukan proses yang baik saat mengeluarkan fatwa tersebut. Sudah dapat satu pahalanya.
2. Kita tidak mau kan jadi tontonan orang banyak, kan? MUI mengeluarkan fatwa, lantas sesama muslim lain menolaknya, bahkan keras sekali berpendapat, lantas orang2 sibuk berpendapat. Kita jadi tontonan, ini teh kenapa?
*Tere Lije

Kapan kalian mati?
Pasti pada pinter jawab: "Itu rahasia Allah, bang". Tapi kenapa nggak ada yang sok bijak nambahin: "tapi kalau nggak diusahakan, kita nggak akan mati, bang."
*Tere Lije

Jangan memulai sesuatu yang kita tidak siap menanggung resikonya. Termasuk resiko besok lusa terpaksa mati-matian berusaha melupakan sesuatu tersebut.
*Tere Lije

Dunia ini besar sekali. Naik pesawat saja butuh lebih dari sehari semalam mengelilinginya. Apalagi jalan kaki, bisa bertahun-tahun.
Dunia ini juga banyak sekali penghuninya. Ada tujuh milyar. Coba saja kita berhitung 1 sampai dengan 7 milyar, jangan-jangan, tiba di angka 6.999.999.999, kalian akan trauma melihat dan mendengar angka. Banyak sekali orangnya.
Maka, bagi orang2 yg tidak paham, ketika menyaksikan dua orang bertemu, saling suka, lantas menikah, dia akan bilang: Itu sungguh kebetulan, ada 7 milyar orang, tapi mereka bisa berjodoh satu sama lain.
Tapi sebaliknya, bagi orang2 yg yakin, ketika menyaksikan dua orang bertemu, saling suka, lantas menikah, dia akan bilang: Itulah skenario terhebat dari yang maha memilki skenario. Tidak akan tertukar.
*Tere Lije

Orang di sekitar kita itu boleh jadi persis seperti buku.
Ada buku yang layak dibaca berkali2, tetap menyenangkan, tetap seru, tetap bermanfaat, tetap spesial.
Semoga buku seperti itu adalah kehidupan kita.
*Tere Lije

Salah satu ciri paling kental orang pemalas adalah: dia merasa rajin sedunia. Coba kita test saja masing2.
*Tere Lije

Jika anak2 tidak mau shalat, dipukul! Itu perintah agama. Mutlak, tidak bisa ngeles.
Maka kita yang sudah besar, yg setiap hari sibuk main internetan, entah hukuman apa yg menanti jika tidak shalat. Sia-sia sekali semua kekerenan kita di dunia maya dan di dunia nyata jika tidak shalat.
*Tere Lije

Setiap quote, nasehat, kalimat2 tentang perasaan, semangat, dll, itu punya konteksnya. Tidak berlaku serta merta. Dan tidak mutlak benar.
Pembaca yang baik, selalu pandai mengambil nasehatnya. Sebaliknya, pembaca yang hanya seru2an di jejaring sosial, akan sibuk berkomentar yang menunjukkan dengan sendirinya dia tidak mengerti konteksnya; cengengesan membenturkannya kesana kemari.
*Tere Lije

Pertanyaan: Bang Tere gimana caranya agar follower kita banyak?
Jawaban: Dik, besok lusa pas, yang ditanya bukan jumlah follower kita di jejaring sosial. Tapi jumlah amalan yang kita perbuat. Tidak apalah cuma 10 followernya, pastikan bermanfaat. Kalaupun tidak nambah, tidak masalah.
*Tere Lije

Wanita, kalian jelas lebih dari sekadar cantik, dipertontonkan. Kalian lebih dari itu semua.
Berhentilah membuat diri sendiri justeru dalam posisi seperti itu.
*Tere Lije

Kalau kalian pacaran, lantas pacar kalian menyakiti perasaan kalian. Maka itu bukan ujian Allah. Duuh, jangan terlalu kebangetan eror-lah.
Karena kalau kalian bilang begitu. Orang2 yg suka mabuk2an, obat2an terlarang, saat kehabisan minuman keras, kehabisan obatnya, maka dia bisa bilang, "Astagfirullah, ini pasti Allah sedang menguji kita agar sabar. Mari kita bersabar."
*Tere Lije

Jika ada yang menyakiti perasaan kita satu kali. Maka itu boleh jadi salah pelakunya. Dia memang jahat.
Tapi jika untuk kedua kali, dan seterusnya. Boleh jadi itu salah kita sendiri. Kita memang mau saja disakiti lagi.
*Tere Lije

Nikah itu bukan cepat2an. Kalau mau meneladani Rasul, yang cowok bisa nikah di usia 25. Tapi kalaupun lebih lambat, bukan masalah. Pun kalaupun mau cepat, juga tidak masalah.
Karena di atas segalanya, yang paling penting adalah: menjaga diri dari hal2 merusak dan melanggar kaidah agama.
Pastikan kita bersedia menempuh perjalanan berumah tangga. Paham ilmu2nya, mengerti hak dan kewajiban. Tidak perlu siap 100%, cukup bersedia saja. Apapun resikonya.
*Tere Lije

Banyak orang bisa membantu mengerjakan skripsi, thesis, disertasi, tugas akhir. Banyak. Tapi tidak akan ada yang mau mengerjakannya untuk kita. Jadi ayo kerjakan dengan semangat.
Juga sama dalam hidup ini. Banyak orang yang bersedia membantu jalan hidup kita, menghibur, memotivasi. Tapi tidak akan ada yang mau menjalaninya untuk kita, karena masing2 punya kehidupan sendiri. Kita sendiri yang akan melewatinya. Jadi ayo lewati dengan riang.
*Tere Lije

Kita hari ini boleh jadi lebih panik kehilangan dompet dibandingkan kehilangan kejujuran, integritas dan prinsip hidup yang baik.
Pun, boleh jadi kita lebih panik kehilangan HP dibandingkan kehilangan kehormatan diri.
*Tere Lije

Iri lihat teman punya pacar?
Aduh, itu jenis iri paling aneh sedunia.
*Tere Lije

Single atau jomblo itu tidak selalu berarti nggak laku. Tapi sesuatu yang paling istimewa, selalu dijaga dengan baik selalu dikeluarkan di waktu terbaik dalam kesempatan dan cara terbaik pula. Bukan diobral.
Single atau jomblo itu juga tidak selalu berarti 'available'. Boleh jadi sudah 'taken', sudah ada plang besar di hatinya: 'Hanya untuk seseorang yang spesial dan SERIUS'.
*Tere Lije

Banyak di antara para pencinta yang mengucapkan kalimat "selamat tinggal" kepada seseorang/sesuatu yang bahkan sebelumnya tidak pernah disapa "selamat bertemu", tidak pernah bersama sama sekali, tidak pernah punya jalan cerita bersisian.
Perasaan itu kadang kejam sekali.
*Tere Lije

Kalaupun kita bisa menulis komen di mana2, termasuk di akun jejaring sosial Presiden sekalipun, bukan berarti kita jadi otomatis sederajat dan pantas untuk komentar semau kita. Seolah bisa bebas say hei, teriak2, manggil2 dengan tukang asongan di perempatan.
Mari perbaiki sopan santun di dunia maya. Selalu pahami, bahwa akun orang lain itu adalah rumah mereka. Ayo, gunakan adab bertamu yang baik. Jaga lisan kita.
*Tere Lije

Bahkan orang paling jahat, paling busuk, penipu ulung, punya air mata. Bisa menangis terisak. Mereka seolah begitu menyesal, begitu ingin tobat--hanya untuk kemudian saat sudah sendirian tertawa, mentertawakan orang2, pun mentertawakan Tuhan.
Maka, jangan pernah tertipu.
*Tere Lije

Mencintai seseorang bukan berarti membuat kita bisa diperlakukan semau-maunya saja. Gunakan akal sehat. Dan yang lebih penting lagi, gunakan prinsip2 agama.
*Tere Lije

Kecantikan perempuan itu ada di akhlak dan cara berpikirnya. Bukan di tempat lain.
Tapi nasehat ini memang hanya bisa dipahami oleh cowok2 yang meletakkan ketampanannya di akhlak dan cara berpikirnya juga.
*Tere Lije

Hal yang sudah jelas saja kadang berakhir menyakitkan. Apalagi yang tidak jelas. Tinggalkanlah. Bergegas. Ada banyak hal lebih penting yang harus segera diurus. Jangan habiskan waktu sia-sia.
*Tere Lije

Berbohong itu penyakit berbahaya. Jangan coba-coba meletakkan kesetiaan pada orang yang suka berbohong. Resikonya mahal sekali. Karena jangankan anak, istri, bahkan Tuhan pun dia anggap tidak penting.
*Tere Lije

Kita tidak bisa melarang orang lain membenci kita, menjelek2kan, memfitnah, dan sebagainya. Kita tidak bisa mengendalikannya.
Namun kita selalu bisa mengendalikan bagaimana cara menyikapi orang2 ini. Boleh saja kita marah, jengkel, namanya juga manusia, tapi jangan sampai hal itu membuat kita sama rendahnya seperti mereka.
*Tere Lije
 

Menyakiti balik orang2 yang menyakiti kita boleh jadi memang memberikan rasa puas, kebahagiaan. Biar tahu rasa.
Tapi hakikat terbaik dari pembalasan justeru terletak saat kita bisa melakukannya, tapi kita memilih memaafkannya. Melupakannya.
Itu sungguh akan memberikan rasa puas, kebahagiaan yang lebih hakiki. Lebih menenteramkan.
*Tere Lije
 

Kalau kita diminta bersabar menunggu sesuatu, dan ternyata ketika tiba di ujungnya ternyata sesuatu itu gagal kita miliki, maka sebenarnya, kita sudah sukses.
Kita sudah sukses bersabar.
Itulah hakikat bersabar. Tidak ada korelasi dengan jadi atau tidaknya kita memiliki sesuatu.
*Tere Lije
 

Hidup ini kadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Karena pengemudi hidup kita sejatinya bukan kita sendiri.
Jadi, tidak apa, kalau lagi susah hati, beban menumpuk di pundak, sesak, terperangkap di tengah, mau berteriak marah, nangis. Namanya juga hidup. Bersabarlah, tidak akan rugi orang2 yang bersabar.
*Tere Lije
 

*Bukankah, atau bukankah

Bukankah,
banyak yang berharap jawaban dari seseorang?
yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya
"jadi, jawaban apa yang harus diberikan?"
Bukankah,
banyak yang menanti penjelasan dari seseorang?
yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa
"aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?"
Bukankah,
banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang
yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
"kau menungguku? sejak kapan?"
Bukankah,
banyak yang menambatkan harapan
yang sayangnya, seseorang itu bahkan belum membangun dermaga
"akan kau tambatkan di mana?"
Bukankah,
banyak yang menatap dari kejauhan
yang sayangnya, yang ditatap sibuk memperhatikan hal lain
Bukankah,
banyak yang menulis puisi, sajak2, surat2, tulisan2
yang sayangnya, seseorang dalam tulisan itu bahkan tidak tahu dia sedang jadi tokoh utama
pun bagaimanalah akan membacanya
Aduhai, urusan perasaan, sejak dulu hingga kelak
Sungguh selalu menjadi bunga kehidupan
Ada yang mekar indah senantiasa terjaga
Ada yang layu sebelum waktunya
Maka semoga, bagian kita, tidak hanya mekar terjaga
Tapi juga berakhir bahagia
*Tere Lije

*Puisi kalkulator perasaan

1 hari ditambah 1 hari tidak otomatis jadi 2 hari
Jika itu rindu, maka hasilnya bisa berminggu-minggu waktu, mana tahan
Jika itu pertemuan, maka hasilnya hanya sekejap saja, cepat sekali terasa
1.000 km jarak ditambah 500 km jarak tidak otomatis jadi 1.500 km
Kalau itu dekatnya hati, maka hasilnya nol saja, selalu dekat di hati
Tapi kalau itu perjalanan menemui belahan hati, maka aduh terasa jauh sekali
Urusan perasaan kadang tak sesederhana kalkulator
Golongan darah O menikah dengan golongan darah O, pastilah anaknya O
Tapi benci bertemu benci, tidak otomatis berpisah, kalau jodoh tidak akan kemana
Pun cinta bertemu cinta, tidak otomatis bersatu, kalau tidak jodoh tidak akan terjadi
Aduhai, urusan perasaan tidak sepasti teori biologi
Dan jelas tidak macam sedang download sesuatu, berapa persennya ketahuan
Kita tidak pernah bisa mengukur persentase rasa suka
Dan jelas tidak seperti penunjuk kecepatan, berapa kilometer per jam
Kita tidak pernah bisa menghitung kecepatan berkurang atau bertambahnya rasa sayang
Urusan perasaan bahkan lebih rumit dari rumus matematika
10 dikurang 1 tidak berarti 9
10 dikurang 10 tidak berarti 0
Kalau itu perasaan, semakin dikurangi, semakin dienyahkan, dipaksa dibuang
Hasilnya justeru berlipat ganda jadi 100 atau bahkan 1000
Tumbuh tak terbilang
*Tere Lije

Ketika sedang marah, separuh akal sehat kita hilang seketika. Dan saat disertai kebencian, separuh yang tersisa juga ikut hilang.
Jangan ambil keputusan, tindakan, apapun itu saat dalam posisi sedang marah dan amat benci. Berbahaya sekali. Dan sesal selalu datang belakangan.
--Tere Lije
 

Tidak akan merugi orang2 yang bersabar.
Bahkan saat seolah dia jadi kehilangan kesempatan, diduluin sama orang lain, tersingkir dari kompetisi, gagal memperoleh sesuatu, tertinggal jauh. Sungguh tidak akan merugi orang2 yang bersabar.
Karena dengan bersabar itulah, dia telah memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk membuat diri sendiri merasa bahagia.
*Tere Lije
 

Saatnya semua orang dewasa menegakkan peraturan: anak2 (di bawah usia 17 tahun) itu dilarang keras membawa mobil atau motor. Sejago apapun mereka. Selihai apapun mereka. Saya sedih sekali melihat anak2 usia SD, naik motor, tanpa helm, berkeliaran di jalanan Bandung.
Jadikanlah semua kejadian di sekitar kita sebagai pelajaran yang berharga.
*Tere Lije
 

Selalu kendalikan rasa marah kita ke orang yang kita sayangi. Karena jangan sampai, rasa marah itu membuat kita kehilangan mereka, orang2 yang justeru kita sayangi dan sebaliknya amat menyayangi kita selama ini.
Dan kita hanya bisa menyesalinya.
*Tere Lije

Sebenarnya, nasehat yg ditulis di page ini, sama persis seperti nasehat yang diberikan orang tua kalian.
Tidak ada bedanya.
Orang tua adalah pemberi nasehat terbaik. Karena mereka selalu mengharapkan yang terbaik bagi anak2nya. Tidak ada kepentingan lain. Sedangkan saya, kalian harus tahu, saya ini jualan buku, jualan film, tulisan2, dsbgnya. Kepentingan saya banyak sekali.
*Tere Lije
 

Jangan membuat rumit diri sendiri.
Sebuah buku atau tulisan tidak akan berkurang nilainya karena satu-dua typo, salah ketik, salah sebut nama, salah EYD, dan sebagainya. Kecuali kita memang suka rese hal2 kecil.
Pun sama, kebaikan orang lain tidak akan berkurang nilainya karena dia melakukan kesalahan kecil, khilaf ringan, dan hal2 sejenis lainnya. Tidak ada yang sempurna. Fokuslah pada kebaikan yang lebih besar.
*Tere Lije
 

Jangan membuat rumit diri sendiri.
Sebuah buku atau tulisan tidak akan berkurang nilainya karena satu-dua typo, salah ketik, salah sebut nama, salah EYD, dan sebagainya. Kecuali kita memang suka rese hal2 kecil.
Pun sama, kebaikan orang lain tidak akan berkurang nilainya karena dia melakukan kesalahan kecil, khilaf ringan, dan hal2 sejenis lainnya. Tidak ada yang sempurna. Fokuslah pada kebaikan yang lebih besar.
*Tere Lije
 

Kalau ada yang bilang orang2 yang tidak merokoklah yang harus memahami orang2 merokok, maka itu logika kacau balau.
Sama kacau balaunya, di sebuah komplek yang tenang, tiba2 ada orang baru yang ngontrak, lantas memelihara anjing dengan gonggongan suara kemana2, malam2 tidak henti. Lantas seluruh komplek diminta memahami perbedaan, diceramahi tentang rukun bertetangga, eror sekali logikanya.
*Tere Lije

Pemerintah barusaja menambah kuota impor kedelai menjadi 1,1 juta ton hingga akhir tahun 2013. Alias 1.100.000.000 kg. Dengan harga kedelai paling murah Rp 10.000/kg. Itu berarti paling minimal ada uang 11 Triliun dalam bisnis impor ini. Kebagian 10% dari kuota impor ini saja bisa tajir tujuh turunan. Bahkan dengan margin keuntungan tipis 10% tetap gila duitnya. Apalagi kalau kedelai ini dijual gila2an.
Kita sudah impor habis2an komoditas pertanian, tapi tetap saja harganya mahal. Kita nggak impor, harganya juga tetap segitu. Jadi yang hepi sekali dgn impor ini siapa? Karena bagi yg hepi, boleh jadi, memang lebih baik impor saja hingga seratus tahun ke depan, yang penting triliunan uangnya. Bodo amat kalau tempe sekerat imut atau tahu sepotong unyu harganya sudah seribu.
*Tere Lije
 

Apapun itu bentuknya, mau kontes pakaian renang, kontes hijab, kontes putri2an, kontes muslimah2an, sekali mempertandingkan kecantikan, tampilan fisik maka sama saja situasinya.
Jangan dicampur2, jangan diputar balik logikanya. Memangnya kalau dibungkus dgn mengaji, yang dinilai salehahnya, sayang anak yatim piatu, jadi islami? Tidak akan pernah ada di atas panggung itu peserta yang jerawatan, gemuk, cacat, buta, dsbgnya yg menang. Cukuplah basa-basi argumen pendukung acara ini.
Saya menghimbau, jangan ikuti hal2 seperti ini. Bahkan kalaupun kalian menang kontes muslimah tingkat dunia, kosong saja, tidak akan pula otomatis masuk surga. Wanita itu sudah mulia, jangan mau dibanding2kan dgn wanita lain secara tampilan.
*Tere Lije
 

Jangan pernah ragu2 meninggalkan sesuatu yang buruk, menyakitkan, menyusahkan hati. Ucapkan selamat tinggal dengan mantap.
Karena, semua orang berhak memperoleh yg lebih baik. Dan sungguh sudah menantilah sesuatu yang baik itu bagi kita ketika kita bilang 'selamat tinggal' untuk hal buruk tsb.
 

Anak2 remaja di bawah usia 18 tahun itu seharusnya dilarang keluar malam jika tidak ada alasan kuat, penting serta mendesak.
*Tere Lije
 

Tidak semua orang yang tersenyum pada kita berarti teman.
Tidak semua orang yang menyakiti kita pun berarti musuh.
Dalam situasi tertentu kondisi ini bisa terbalik.
*Tere Lije
 

Karena kolom komen terbuka begitu saja. Bukan berarti kita bisa ngoceh semau kita. Mari membesarkan cara berpikir, kedewasaan, bukan membesarkan jempol dan jari untuk ngetik komen.
# internetsehat
*Tere Lije
 

Jangan ragu2, pinjamkan buku2 tere liye kalian ke orang lain. Biar kumal, kucek, robek, yang penting dibaca.
Kalau ada teman kalian yg suka merusak buku, apalagi tidak mau mengembalikan buku yg dipinjamkan, maka cara mengatasinya mudah, pinjamkan lagi buku2 berikutnya.
*Tere Lije
 

Obat dari segala obat, manjur di atas manjur bagi penyakit hati apapun adalah 'rasa syukur'. Cukup kecil saja dosisnya, sudah efektif mengobati hingga ke dalam-dalamnya.
--Tere Lije

 Ada banyak momen terbaik di dunia ini, yang setelah terjadi, berlalu, baru kita menyadarinya kalau itu adalah sungguh yang terbaik. Dan waktu tidak bisa disuruh untuk mundur ke belakang, melesat cepat, meninggalkan kita dalam penyesalan.
Jadi, jangan sia-siakan momen apapun, selalu berterima-kasih. Boleh jadi itulah waktu-waktu terbaik yang kita miliki.
--Tere Lije

Apapun yang kita capai hari ini adalah hasil pendidikan.
Hasil pendidikan dari orang tua, hasil pendidikan dari sekitar rumah, hasil pendidikan dari sekolah.
Sungguh mulialah seorang guru yang melahirkan orang2 hebat, meski hingga akhir hayat, dia tetap seorang guru sederhana. Mereka akan selalu dikenang, dibanggakan dan disanjung oleh murid2nya. Dan kabar hebatnya, kita semua adalah 'guru', kita selalu bisa mengambil bagian mendidik orang2 di sekitar, termasuk mendidik diri kita sendiri menjadi lebih baik.
*Tere Lije
 

Tenang saja, sebuah tulisan, tetap akan bermanfaat meski tidak ada yang me-like ataupun komen. Tidak akan berkurang nilainya. Karena toh, setidaknya dia bermanfaat bagi kita sendiri.
Jadi nggak usah galau gara2 postingan dicuekin orang2. Dan tidak perlu mengirim pesan, "Pleas4 like & comment dong."
--Tere Lije

Hidup ini kadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Karena pengemudi hidup kita sejatinya bukan kita sendiri.
Jadi, tidak apa, kalau lagi susah hati, beban menumpuk di pundak, sesak, terperangkap di tengah, mau berteriak marah, nangis. Namanya juga hidup. Bersabarlah, tidak akan rugi orang2 yang bersabar.
*Tere Lije
 

*Sajak selalulah
Kalau kita merasa tidak pintar, maka selalulah belajar lebih banyak dibanding orang lain.
Kalau kita merasa tidak berbakat, maka selalulah berlatih lebih giat dibanding orang lain.
Kalau kita merasa biasa-biasa saja, maka selalulah tambah usaha kita lebih banyak dibanding orang lain.
Selalu demikian.
*Tere Lije
 

Hati-hatilah meng-update status di jejaring sosial.
Urusan keluarga, aib sendiri, aib keluarga, masalah keluarga, tidak perlu diceritakan. Juga termasuk status berkeluh kesah, berdoa untuk urusan personal, dsbgnya, lebih baik tidak usah diumumkan.
Pun termasuk kalau habis menang lotere, lagi di luar negeri, punya mobil baru, kisah mengharu biru cinta kalian, sedang sayang banget dengan seseorang, habis putus, nggak usah berlebihan dibagikan kabarnya, nanti malah mengundang masalah.
Nah, kalau memang sudah terbiasa, susah sekali dihilangkan kebiasaan tersebut, please jangan kelewatan, silahkan lakukan di profile masing-masing saja. Kan tidak perlu juga numpang diumumkan di page/group. Komen-komen seperti ini tidak akan bermanfaat bagi orang lain.
Ini hanya saran simpel. Lewatkan saja jika kalian tidak suka.
--Tere Lije
 

Boleh jadi, yang kita buang, adalah sesuatu yang kita butuhkan.
Boleh jadi, yang kita lupakan, adalah sesuatu yang mengingatkan.
Boleh jadi, yang kita tinggalkan, justeru adalah sesuatu yang selalu menunggu. Setia. Di sana.
*Tere Lije
 

Tidak mungkin.
Tidak mungkin ada permusuhan dari generasi yang Nabi-nya sendiri memberikan nasehat: "Sambunglah (hubungan silaturahim) terhadap orang yang memutuskannya, berikanlah (sesuatu) kepada orang yang telah mengharamkannya untukmu dan ma’afkanlah orang yang telah menzalimi kamu.”
Jadi, tidak akan pernah kita melakukan sebaliknya. Sesebal apapun, sesakit hati bagaimanapun. Karena rasa cinta kita kepada Rasul Allah dan segenap nasehatnya, jauh lebih besar dibanding rasa sebal dan sakit hati kepada orang lain.
*Tere Lije
 

"Kalau ngomong enak banget, tapi kan kalau sudah dijalanin susah. Nggak semudah omongan."
Iya, memang susah. Tapi jelas, orang2 yg tidak sibuk ngeles, belum apa2 sudah ngerasa berat, belum juga dimulai, baru dinasehati sudah kusut duluan balas nasehati, akan jauuuuh lebih susah lagi melakukannya. Maka jika berhenti merokok dianggap susah, menyelesaikan skripsi/tugas akhir dianggap susah, berhenti mikirin seseorang dinilai susah. Dan semua2nya lain dibilang susah. Nikmati saja rasa susah itu sendiri.
Kita sendiri yang menentukan sesuatu itu bisa dilakukan atau tidak. Bukan orang lain. Niat. Lakukan.
*Tere Lije
 

Setahu saya, hanya sedikit sekali dalam kaidah agama ini kita disuruh berhitung dari sisi tampilan fisik.
Salah-satunya adalah ketika saat memilih kambing atau sapi untuk kurban. Nah, itu benar, dipilih yang paling keren, paling cakep, paling oke. Dari tampilan fisiknya. Karena bakal di sembelih, dikurbankan.
Jadi silahkan saja, itu panitia dan peserta kontes muslimah, kontes putri2an versi 'islam' untuk memahaminya. Kita ini hanya berkutat dalam kontroversi galau ekonomi saja. Dengan perusahaan kosmetik, artifisial, serta pendukungnya2. Tidak pernah diskusi tentang apresiasi wanitasisasi mulia.
Seolah keren tapi kosong.
Wanita itu sudah mulia, jangan mau dibanding2kan dgn wanita lain secara tampilan.
*Tere Lije
 

Tenang saja, ketika sesuatu yang kita anggap baik berakhir, ketika kita kehilangan seseorang yang kita nilai spesial, ketika sebuah kesempatan emas hilang maka, tenang saja, akan datang sesuatu pengganti yang lebih baik, seseorang yang lebih istimewa, pun kesempatan emas lainnya.
Pastikan saja syaratnya dipenuhi: bersabar.
Bagi orang2 bersabar, selalu datang hal-hal baik sebagai pengganti hal-hal sebelumnya.
*Tere Liye
 

Bagi orang2 yang berakal, ketika sesuatu itu sudah masuk dalam perbuatan kesia-siaan, tidak bermanfaat, mubazir, maka itu sudah cukup sebagai alasan ditinggalkan.
Agama kita menjelaskan hal tersebut. Maka jadikanlah petunjuk dalam hidup ini.
*Tere Liye

Kalau yang dibilangin cowok, buruan nikah, berani sana ngelamar, maka ngelesnya: tapi ceweknya sendiri nggak siap, gimana dong, bang?
Kalau yg diceramahin ceweknya, disuruh nikah segera, maka ngelesnya: tapi cowoknya penakut, nggak berani, gimana dong, bang?
Jadi sebenarnya ya sama saja. Kalian yg ngeles itulah yang penakut. Kalau yg diajak nggak mau, coret, cari yg lain.
*Tere Liye
 

“Buat apa kita memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, buat apa kita mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain
Mereka jelas tidak menjalani hidup kita, pun mereka tidak mengerti situasi dan penjelasannya. Jadi lebih baik terus fokus memperbaiki diri sendiri.”
— Tere liye
 

Kita harus tahu rahasia kecil ini:
Guru2 terbaik yang pernah kita miliki, setiap kali habis mengajar, dalam diam, dalam senyum tulusnya, selalu mendoakan dengan tulus setiap murid2nya. Bahkan dengan segala keterbatasan dan kekurangan mereka, tetap berharap murid2nya kelak bisa menggapai seluruh cita2.
*Tere Lije
 

Tidak mengapa merasa sendirian, dan tidak tahu harus melakukan sesuatu. Tidak mengapa, Kawan.
Karena dengan menyadari kita sendirian, dan tidak tahu harus melakukan sesuatu, itu sudah jelas: kita telah melakukan sesuatu. Menyadari kesendirian itu.
Sebab banyak orang2 yang hidupnya ramai tapi hakikatnya sendiri. Hidupnya seolah megah, bergelimang hebat tapi hakikatnya sendiri saja. Hilang topeng, kulit, dan segala sesuatu hebat yg dia miliki, maka hilang orang di sekitarnya, pergi meninggalkan. Dan dia tidak pernah menyadari dirinya sendirian sejak awal.
*Tere Liye

Jangan membawa barang2 yang tidak diperlukan dalam perjalanan. Singkirkan yang tidak perlu dan malah paling berat, paling membebani. Biar perjalanannya asyik.
Pun sama, jangan membawa 'barang2' yang tidak perlu dalam hati kita. Tinggalkan. Buang. Jangan mau sumpek dan membebani diri sendiri. Biar kehidupan kita juga asyik.
(Tere Liye)
 

Bersabar bukan berarti menunggu pasif. Bersabar bahkan bisa terwujud dalam sebuah ihktiar tiada henti, dan kita sabar apapun hasilnya.
Bersabar bukan berarti tidak melakukan apapun. Bersabar bahkan bisa terbentuk dalam sebuah usaha besar menakjubkan, dan kita sabar melewati rintangan dan cobaan dalam upaya tersebut.
Apakah kita bersabar? Jika, iya, bersabarlah dgn cara itu.
*Tere Liye
 

Jangan mendiskon kehormatan perasaan dan diri kita begitu rendahnya. Apalagi diobral habis2an.
Tenang saja, akan datang seseorang yang bisa menilai betapa mahalnya harga seorang yang bisa menjaga diri.
*Tere Liye
 

“Jika calon suami, calon istri kalian tidak shalat, lebih baik pikirkan sepuluh kali sebelum melanjutkan menikah. Saya tahu, orang boleh jadi berubah, tapi biarkan saja dia berubah dulu sebelum menikah, membuktikan rajin shalat dulu secara konsisten dan nyata baru melanjutkan rencana. Bukan sebaliknya, menikah menerima apa-adanya. Penting sekali soal shalat ini. Mau dia ganteng/cantik pol kayak anggota boyband/girlband, mau dia baik maksimal seperti poh si kungfu panda, mau jenius tujuh turunan, pastikan soal shalatnya.”
*Tere Liye
 

Berdiri bertahan di atas pondasi rapuh, hanya membuat situasi kita semakin terperosok dalam. Terus semakin dalam, hingga kita tidak bisa kemana-mana lagi.
Segeralah hijrah, tinggalkan, bergerak ke tempat yang baik. Karena begitulah hakikat manusia, terus memperbaiki diri.
*Tere Liye
 

Cinta bukan argumen. Sama sekali bukan.
Bukan pembenaran untuk disakiti terus menerus. Bukan pula argumen untuk merusak diri sendiri. Membuat bego diri sendiri.
*Tere Liye
 

Kalau pemerintah dan orang2 itu serius, niat, berani, mudah sekali mengatasi soal terlalu banyaknya mobil2 melintas di jalanan kota. Pasang saja tarif parkir di semua tempat per-jam-nya Rp 40.000. Mall, kantoran, apalagi parkir di pinggir jalan, semua wajib tarif parkirnya segitu.
Dijamin, hilang separuh itu mobil dari jalanan. Dan biarin saja mobil murah mau 50 juta/mobil. Kalau parkirnya segitu, ngeri juga, kawan. Di kota orang luar sana, parkir se-jam bisa RP 200.000.
*Tere Liye
 

Ketika seseorang membuat kita menunggu, itu berarti ada hal lebih penting yang dia urus dibandingkan kita.
Selalu begitu.
Karena kalau kita memang penting, amat berharga, dia tidak akan pernah membiarkan kita menunggu. Dan sama, ketika kita merasa seseorang itu penting, kita juga tidak akan pernah membiarkan dia menunggu sedikit pun.
*Tere Liye
 

Untuk kalian yang masih remaja, sebenarnya, jika kalian jatuh cinta, maka langkah paling baik adalah: tinggalkanlah, lupakan. Kalau tidak mampu meninggalkannya, tidak mampu melupakan, simpan erat2 dalam hati. Jangan ada yang tahu.
Maka besok lusa kalian akan menyaksikan keajaiban bersabar. Percayalah, jika seseorang itu cinta sejati kita, pasti akan kembali. Pasti akan ada skenario terbaik yang menemukannya. Dan kalian sendiri akan menemukan hakikat cinta tersebut saat kalian sudah siap untuk memberikan komitmen dalam hubungan yang direstui oleh agama, dilindungi oleh negara.
*Tere Liye

"Perasaan sayang yang berlebihan, esok lusa justeru bisa menghasilkan kebencian tak terhingga.
Itulah muaranya jika kita tidak bisa mengendalikan urusan hati."
*Tere Liye

Tenang saja, ketika sesuatu yang kita anggap baik berakhir, ketika kita kehilangan seseorang yang kita nilai spesial, ketika sebuah kesempatan emas hilang maka, tenang saja, akan datang sesuatu pengganti yang lebih baik, seseorang yang lebih istimewa, pun kesempatan emas lainnya.
Pastikan saja syaratnya dipenuhi: bersabar.
Bagi orang2 bersabar, selalu datang hal-hal baik sebagai pengganti hal-hal sebelumnya.
*Tere Liye
 

Bagi orang2 yang berakal, ketika sesuatu itu sudah masuk dalam perbuatan kesia-siaan, tidak bermanfaat, mubazir, maka itu sudah cukup sebagai alasan ditinggalkan.
Agama kita menjelaskan hal tersebut. Maka jadikanlah petunjuk dalam hidup ini.
*Tere Liye
 

Kalau yang dibilangin cowok, buruan nikah, berani sana ngelamar, maka ngelesnya: tapi ceweknya sendiri nggak siap, gimana dong, bang?
Kalau yg diceramahin ceweknya, disuruh nikah segera, maka ngelesnya: tapi cowoknya penakut, nggak berani, gimana dong, bang?
Jadi sebenarnya ya sama saja. Kalian yg ngeles itulah yang penakut. Kalau yg diajak nggak mau, coret, cari yg lain.
*Tere Liye
 

Ketika kita melewati sebuah ujian, boleh jadi kita lulus secara bentuk, tapi hakikatnya tidak.
Kita lulus ujian di sekolah misalnya, secara bentuk memang, tapi jika menyontek kita sejatinya gagal total, kita justeru sedang gagal di ujian paling hakiki.
Kita lulus, jadi PNS, misalnya, secara bentuk memang lulus, tapi jika dgn menyuap, kita justeru gagal total dalam ujian kejujuran.
*Tere Liye

Jalanan kota itu sudah semrawut, dan tambah semrawut dgn baliho, spanduk caleg, partai, pejabat, dsbgnya.
Kalau kalian mau memilih partai, caleg atau pemimpin, maka pilihlah yg paling sedikit pasang spanduk. Ogah banget milih yg justeru dimana2 ada spanduknya.

Roda belakang motor itu tidak akan pernah bisa menyusul roda depan. Secepat apapun dia lari.
Pun dalam kehidupan. Ada hal2 yg tidak bisa dipaksakan. Menerima situasi dgn lapang, tulus, justeru membawa kebahagiaan.

Sayangi rasa sakit yang kita terima. Peluk dengan erat. Maka semoga rasa sakitnya berkurang.
Sungguh, apa2 yg kita tidak sukai, boleh jd itu amat baik bagi kita.

Boleh sj marah, sebal dengan seseorang. Tapi sebelum melampiaskan rasa kesal tsb, setidaknya pikirkan kebaikan yg pernah diberikan orang tsb.
Karena boleh jd, pemicu rasa kesal kita itu secuil sj dibandingkan kebaikannya selama ini.

Itu sudah hukum alam. Wajah halus akan berkeriput. Wajah mulus akan penuh lipatan. Rambut memutih, dan semua orang beranjak tua. Tidak tersisa lagi kecantikan atau ketampanan masa muda. Juga bentuk fisik mempesona, sempurna, berganti bungkuk, lemah, tidak menarik lagi.
Seseorang yang dulu ditoleh oleh satu jalan atau satu sekolah kalau lagi lewat, sekarang bahkan tidak ada yang menyadari dia barusan lewat.
Tidak ada yang awet dari wajah dan fisik kita. Tidak akan ada. Sehebat apapun teknologi yang dimiliki manusia. Tua adalah keniscayaan. Maka saya kira, sudah saatnya memikirkan sesuatu yang lebih hakiki, yang tetap awet hingga kelak waktu habis.
Mari kita mulai misalnya dengan hal kecil: senyuman. Senyuman baik dari hati tulus, itu boleh jadi akan awet melawan usia.
*Tere Liye

Bahkan bekas luka fisik pun kita tidak tahu. Seseorang yang berdiri di hadapan kita, boleh jadi di punggung, dada, lengan, paha, penuh dengan bekas luka fisik, tapi tertutup oleh pakaian, dan kita tidak pernah tahu.
Apalagi bekas luka hati. Kita lebih tidak tahu lagi. Seseorang di hadapan kita, selalu tersenyum, terlihat bahagia, boleh jadi penuh bekas luka di hati. Bekas-bekas luka yang memberikan pemahaman baik, dan kini membuatnya bahagia.
Ketika kita tidak bisa melihatnya, maka bukan berarti bekas luka itu tidak ada.
*Tere Liye

Bahkan hal paling menyakitkan sekalipun, ketika dijalani dgn sabar, tetap membawa bahagia.
Peluk erat rasa sabar itu. Jadikan teman di kala apapun.

Wahai kehidupan, aku tahu kau tidak akan MUDAH dilewati.
Tapi kau juga harus tahu, aku jelas tidak akan MUDAH menyerah.
*Tere Liye

Dalam setiap pertengkaran, tidak ada yang diuntungkan.
Dalam setiap perdebatan, juga tidak ada yang menang.
Lantas, buat apa? Tinggalkanlah bergegas.
*Tere Liye

Membagikan kesedihan kepada teman2 terbaik yang mau mendengarkan, maka berkurang separuh rasa sedih itu.
Membagikan kebahagiaan kepada teman2 terbaik, sebaliknya, maka akan menjadi berkali2 lipat kebahagiaan tersebut.
*Tere Liye

Jika kita menyia2kan waktu, jangan salahkan waktu jika besok lusa dia kejam sekali kepada kita.
*Tere Liye

Orang2 yang TIDAK punya pilihan, tapi dia tetap berpegang teguh, tidak berhenti atau memutuskan pergi, maka sudah setia-lah dia.
Apalagi, ketika seseorang PUNYA banyak pilihan, opsi, alternatif, tapi dia tetap berpegang teguh, tetap di sana, maka sungguh setia.
*Tere Liye
 

Setiap hari kita berkesempatan menanam bunga2 di hati kita. Ada bunga pemahaman, ada bunga pengetahuan, ada bunga kepedulian. Hanya orang2 yang rajin menyiram dan merawatlah yang hatinya akan menjadi taman bunga indah merekah.
*Tere Liye
 

Bagi orang2 yang yakin, kemudian digenapi dengan rencana2 baik, usaha2 terbaik, maka keyakinannya itu seolah memberikan dia sayap indah terentang perkasa untuk terbang tinggi.
Tapi sebaliknya, bagi orang2 yang yakin juga nggak, usaha juga tidak, maka hal2 sepele pun tidak sanggup dia dilakukan, tidak mampu diselesaikan. Dia tidak memiliki sayap indah tersebut melewati kehidupan ini.
*Tere Liye
 

Semua orang lahir dalam kondisi sama.
Kita start dari garis yang sama. Jadi jangan salahkan siapapun kalau ternyata ada yang lari jauh di depan kita dengan kecepatan tinggi, sedangkan kita tetap jalan di tempat hingga hari ini.
*Tere Liye
 

Kita tidak pernah melihat akar pohon, meski kita melintasi pohon itu tiap hari. Kita hanya melihat pohonnya saja, yang berbatang, bercabang, dan berdaun. Tapi ketika pohon itu tinggi besar, rindang, berbuah lebat, bermanfaat banyak, maka kita bisa meyakini betapa kokohnya akar yang dia miliki.
Sama. Dalam kehidupan ini, hanya dengan akar prinsip dan pemahaman yang kokohlah yang membuat orang2 sungguhan tinggi besar, rindang, berbuah lebat dan bermanfaat bagi banyak orang. Yang akarnya kecil, ditimpa angin sepoi2 saja sudah banyak mengeluhnya.
*Tere Liye