Senin, 02 September 2013

status (bagian keduapuluhlima)


Pertanyaan: "Bang, kapan dia ngelihat ke aku?"
*ini pertanyaan paling pendek, tapi paling nelangsa dari ribuan pertanyaan yang ada di postingan tadi pagi. Saya tidak tahu jawabannya baiknya. Setidaknya bersabarlah. Dan jangan terlalu fokus ke seseorang. Karena boleh jadi, di sekitar kita justeru ada jodoh yang lebih baik, yang ternyata selama ini juga sudah lama memperhatikan kita, nunggu kapan kita menoleh.
*Tere Lije

Kita tidak bisa memiliki yang sudah dimiliki orang lain. Tidak bisa. Mending bersyukur atas yang jelas-jelas kita miliki.
*Tere Lije
 

Yang tak diinginkan malah mendekat, yang dinginkan malah menjauh. Yang tak dicari malah ketemu, yang dicari2 malah menghilang. Argghh, yang tidak ditunggu malah nongol, yang ditunggu2 malah tak pernah datang.
Itulah 'misteri' hidup ini.
*Tere Lije
 

Kalau kita tahu seseorang itu memang eror, trouble, nggak jelas, plintat-plintut, malah menyakitkan hati, dibohongi berkali2, tapi kita masiiih saja mau, maka memang sudah jelas. Yang eror, trouble itu bukan dia, tapi kita. Malah kita itu sudah korslet.
Cuma ya itu, namanya juga cinta. Memang gila--lagi2 yang gila orang yang mencemplungkan diri di dalamnya; cintanya sih tidak.
*tere Lije
 

Menunggu memang perkara tidak pasti. Bahkan saat menunggu kereta terjadwal di kota paling maju negara paling modern dengan tingkat tepat waktu nyaris 100% tetap adalah perkara tidak pasti. Ada saja tiba2 harinya kereta tersebut jadi terlambat, tidak datang, atau malah seluruh jalur ditutup.
Maka, apalagi menunggu seseorang yang punya kaki, punya hati, punya akal pikiran bisa kemana-mana semaunya. Lebih tidak pasti lagi. Jadi, jangan habiskan fokus kehidupan menunggu. Lebih baik jadilah yang ditunggu.
Jadi kalau ada yang nanya, kenapa belum dapat jodoh? Oh, saya belum beres sih, belum tiba waktunya, yang nungguin sih banyak tuh. Kan nggak asyik kalau jawabannya: Saya masih menunggu.
*Tere Lije
 

Pertanyaan: "Bang, kenapa kalo lagi libur pengen sekolah. Tapi kalo lagi sekolah, malah pengen libur."
Jawaban: Oh dear, ini kabar buruk, karena besok saat kita dewasa, sudah bekerja, hal yang sama ini juga terjadi saat kerja. Selamat datang di dunia orang dewasa yang rumit. Saya tidak punya jawaban baiknya.
*Tere Lije
 

Pertanyaan: "Bagaimana kita tau kalau si dia itu jodoh kita? apakah harus minta pertimbangan teman2? orang tua?"
Jawaban: Kita baru tahu itu jodoh atau bukan setelah dua orang di sebelah kita bilang, "Sah!", disahut lagi "Sah!", dan semua orang berseru, "Alhamdulillah", lantas semua berdoa. Sebelum itu terjadi, maka apakah dia jodoh kita? Jawabannya: mbuh, nggak ngerti.
*Tere Lije
**yg bertanya hal ini banyak sekali. btw, karena ribuan yg nanya, jgn protes kalau hanya dijawab 1-2 saja
 

Pertanyaan: "Kenapa ya kalau kita dekat dengan orang yang kita sukai, kita deg-degan. Padahal dia juga belum tentu tahu kalau kita suka?
Jawaban: Ya iyalah, deg-degan. Kalau kita dekat dengan orang yg kita sukai malah pengin gampar atau nonjok, itu berbahaya. Lagian, deg-degan itu juga bermanfaat, biar kita nggak kayak kambing atau sapi, langsung nyeruduk.
*Tere Lije
*saya jawab yg mudah2 dulu ya.
 

Sebenarnya siapa sih yang peduli saat kita sibuk menyebut nama2 pacar di jejaring sosial? Juga siapa yang peduli dengan kita bolak-balik update status relationship?
Nggak ada
*Tere Lije
 

Jika kita selalu berdoa agar anak-anak kita kelak jadi anak saleh, maka mulailah memikirkan apakah yang mereka makan adalah makanan yang halal dan baik.
Kemuliaan hidup tidak akan pernah tertukar.
*Tere Lije
 

Bagaimana mungkin kita tidak bisa tidur semalaman karena menunggu reply sms? Atau reply komen?
Cinta memang gila--maksudnya orang2 yang mencemplungkan diri dalam kisah itu, bukan cintanya.
*Tere Lije
 

Orang yang suka melakukan kesalahan kecil kayak salah update status/tweet, salah nyebut nama orang lain, lupa naruh HP, suka ketinggalan barang atau malah bawa barang orang lain, bahkan lupa udah mandi atau belum, biasanya sih pasti sedang mikirin sesuatu/seseorang.
*Tere Lije
 

Saya kira, nyapu, ngepel, nyuci, nyetrika, jahit baju robek dan sebagainya itu bukan pekerjaan cewek. Itu pekerjaan umat manusia, tidak peduli dia cewek atau cowok.
*Tere Liye (cowok)
 

Kadang nggak usah jauh2 nyari jodoh. Karena boleh jadi, jodoh kita adalah tetangga sebelah rumah, atau teman satu sekolah/kampus, atau rekan kerja di kantor.
*Tere Lije
 

Untuk menjawab berbagai pertanyaan khalayak ramai, Website resmi MUI hari ini mengumumkan bahwa jaringan restoran Solaria belum pernah melakukan pemeriksaan atas produk makanan/minuman dan atau MUI mengeluarkan sertifikat halal untuk restoran Solaria di mana pun, sehingga MUI tidak menjamin kehalalan makanan/minuman yang disajikan oleh restoran Solaria.
Saya benar-benar berharap, mengingat besarnya jaringan restoran ini, akan baik buat Solaria jika mereka bersedia memperoleh sertifikasi halal tersebut dengan memeriksakan produk makanan/minuman mereka, dan baik pula bagi berjuta konsumen setia Solaria.
 

Orang yang beneran cinta sama kita, nembak bilang "i love u"-nya nggak sendirian. Dia datang serombongan, bareng keluarga besar.
*Tere Lije
 

Semua orang pernah dibohongi dalam hidup ini. Siapa yang tidak?
Semua orang juga pernah sakit hati dalam hidup ini. Siapa yang tidak?
Jadi tidak perlu menjadi 'drama queen' dalam setiap kejadian yang kita hadapi. Apalagi drama queen-nya di jejaring sosial pula. Hadapi dengan kalem, petik nasehat terbaiknya.
*Tere Lije
 

Semua orang pernah dibohongi dalam hidup ini. Siapa yang tidak?
Semua orang juga pernah sakit hati dalam hidup ini. Siapa yang tidak?
Jadi tidak perlu menjadi 'drama queen' dalam setiap kejadian yang kita hadapi. Apalagi drama queen-nya di jejaring sosial pula. Hadapi dengan kalem, petik nasehat terbaiknya.
*Tere Lije
 

Bagi orang2 yang penuh rasa sabar, apa2 yang dia biarkan pergi, segala sesuatu yang dia lepaskan, ihklas, tulus, maka akan datang pengganti yang lebih baginya.
Selalu begitu. Tidak akan keliru.
*Tere Lije
 

Jadikanlah wajah tulus dan kebaikan, maka kita tidak perlu membeli bedak seumur hidup untuk membuat wajah cantik.
Jadikanlah bibir tersenyum bahagia, maka kita tidak perlu membeli sepotong lipstik untuk membuat bibir indah.
Jadikanlah mata yang selalu menatap bersahabat, maka kita tidak perlu membeli pewarna atau penebal alis.
Dan kabar baiknya, bahkan saat sudah keriput, tidak tertolong lagi oleh kosmetik fisik, maka kita justeru semakin menawan dengan kosmetik hati.
*Tere Lije
 

Teman yang baik, mau dia membicarakan kita di belakang, di depan, di samping, di atas atau di bawah, dia tetap mengatakan yang baik2 dan konsisten.
'Teman' yang khianat, di manapun posisinya, apalagi di belakang, apa yang dia bicarakan tentang kita berubah2 dan negatif mulu.
*Tere Lije
 

Hidup ini terbatas, dan hanya sekali, tidak kayak main game kalau kalah atau skornya jelek bisa restart, apalagi reset ulang dari awal, pun pakai cheat. 
Jadi justeru jangan habiskan dalam kehidupan orang lain (misalnya sibuk mikirin orang lain padahal kita nggak dipikirin balik). Kita punya kehidupan masing-masing.
*Tere Lije
 

Superman itu kan hebat banget, dia itu manusia baja, bisa terbang pula, tapi kenapa pas berada didekat batu kryptonite, yang cuma batu doang, dia tiba-tiba kehilangan kekuatannya, jadi lemes?
Namanya juga fiksi, pasti karang2an. Tapi teori ini dekat sekali dengan kehidupan nyata.
Karena di dunia nyata, banyak loh orang2 yang juga tiba2 lemes, jadi 'bego', mulutnya tertutup, keringat dingin, hilang daya upaya karena lagi deket sama 'kryptonite' dia: seseorang yang dia sukai. Malah ada yang bablas merusak diri, tidak bisa berpikir lurus.
*Tere Lije
**eh, penggunaan kata bego simply gaya bahasa, bukan buat ngata2in orang
 

Saya kira, kalau ada laki-laki yang memasukkan syarat "harus bisa masak" bagi calon istrinya, maka dia sebenarnya bukan sedang nyari istri, mungkin sebenarnya sedang nyari koki.
Selalu gunakan kriteria mendasar dan kokoh saat mencari jodoh. Seperti, carilah wanita yang mau memastikan keluarganya makan masakan yang halal dan baik, maka bahkan saat dia tidak tahu apa itu panci, yang mana itu kuali, apa beda lengkuas dan jahe, dia akan belajar memasak habis2an.
*Tere Lije

Bapak, Ibu sekalian, kalau anak gadis, anak bujangnya yang sudah pada besar-besar minta dibeliin baju baru buat lebaran, maka saya menyarankan belikan saja. Jangan ragu2, sekalian belikan yang paling bagus, paling keren, kalau ditanya, "Kok beli yang mahal?" Jawab saja sambil tersenyum, "Anakku, ini baju biar sekalian nanti untuk acara resepsi pernikahan kamu. Jadi kapan, segera setelah lebaran kita lamaran?"
Pasti kapok minta baju baru lagi.
*Tere Lije
 

"Setiap kali bangun tidur, yang pertama kali diingat adalah dirinya. Pun sama, setiap mau beranjak tidur, yang terakhir kali diingat juga dirinya."
Nah, buat sebagian pengguna jejaring sosial yang terbiasa membaca "ini ibu budi", mudah sekali menyimpulkan sesuatu berdasarkan versi dia saja, membaca kalimat di atas, maka di kepalanya langsung mikir: yeaaah, pacaran, cinta, yeah gue banget bang tere.
Padahal yang saya maksud simply: HP, gagdet.
*Tere lije
 

Jika calon suami, calon istri kalian tidak shalat, lebih baik pikirkan sepuluh kali sebelum melanjutkan menikah. Saya tahu, orang boleh jadi berubah, tapi biarkan saja dia berubah dulu sebelum menikah, membuktikan rajin shalat dulu secara konsisten dan nyata baru melanjutkan rencana. Bukan sebaliknya, menikah menerima apa-adanya.
Penting sekali soal shalat ini. Mau dia ganteng/cantik pol kayak anggota boyband/girlband, mau dia baik maksimal seperti poh si kungfu panda, mau jenius tujuh turunan, pastikan soal shalatnya.
*Tere Lije
 

Ih nggak banget deh, siapa pula yang mau ngurusin orang lain. Kalau itu diposting di dinding rumah masing2, maka itu mengurus rumah sendiri. Jelas2 dinding sendiri, bebas mau ditulisin apapun.
Yang mau dengerin, silahkan didenger. Yang nggak mau dengerin, kan nggak banget kalau jadi salting kayak bisulnya habis dipencet. Nah, kalau sampai ngamuk2 nulis komen di dinding rumah orang lain itu baru yang disebut: ngurusin urusan orang lain.
Think!
*Tere lije
 

Kita tidak seperti yang orang pikirkan.
Benar begitu, bukan?
Kalau benar, maka berhentilah menilai orang lain sesuai pikiran kita. Orang lain juga tidak seperti yang kita pikirkan.
*tere lije
 

Definisi hidup modern saat ini adalah: makan, tidur, internetan.
*Tere Lije
 

Terlihat atau tidak matahari di atas sana (karena boleh jadi mendung atau hujan), tiba atau tidak tiba cahayanya ke muka bumi, kita tetap menghitungnya hari yang baru setiap pagi.
Sama, mau produktif atau tidak, mau bermanfaat atau tidak, kita juga tetap menghitungnya hari yang baru setiap pagi. Waktu terus melaju dengan kecepatan tinggi. Sekejap, seperti baru kemarin masa kanak-kanak kita.
*Tere Lije
 

Di foodcourt bandara Medan, beberapa waktu lalu, saya pernah melihat seorang Ibu ngasih sambal ke mulut anaknya yang baru berusia lima-enam tahun karena mengucapkan kosakata yang amat tidak pantas disebutkan. Sudah diberi peringatan, jangan diulangi, si anak itu tetap bilang. Benar-benar dikasih sambal oleh Ibunya.
Anak yang masih kecil itu menangis, kepedasan, mulutnya harus dilap, dikasih air, dan terus menangis hingga kemudian dia memeluk leher ibunya, minta maaf, bilang tidak akan mengulanginya lagi. Itu kejadian yang menarik sekali. Setengah jam kemudian di ruang tunggu bandara, sambil menunggu boarding, si anak ini sudah riang bermain, menjadi anak yang baik.
Di dunia maya ini, sepertinya banyak yang tidak pernah dikasih sambal mulutnya ketika masih kanak-kanak, hingga ketika besar tetap saja mulutnya merasa bebas mau ngomong apa saja.
Ketahuilah, apa yang kita tulis, bagaimana kita membuat profile, nama profile, bagaimana kita menulis komen, itu mencerminkan diri kita. Teko berisi air madu akan menumpahkan air madu. Tapi teko berisi comberan yang keluar tidak akan jauh dari hal2 busuk, bikin mual, amat mengganggu.
*Tere Lije
 

Kalau saya menulis postingan: Ketika kita sungguh menyayangi seseorang, maka perasaan itu tidak hanya menetap di hati kita, tapi juga di bola mata kita. Itulah kenapa, saat ada seseorang yang benar2 mencintai orang lain, maka rasa cintanya terlihat dari bola matanya. Bola mata itu menatap seribu kali lebih indah.
Maka maksudnya tidak otomatis seperti yang kalian pikirkan. Tanyakan kepada orang tua kalian yang sudah menikah belasan tahun maksudnya. Nah, orang2 pacaran, tidak akan pernah memiliki tatapan spesial seperti itu. Tidak akan.
Page ini milik penulis, pastikan kalian memiliki kemampuan membaca dengan baik. Bukan hanya bisa baca "ini ibu budi", tapi memahami. Dan pikirkan berkali2 sebelum menulis komen. Tidak semua yang melintas di jidat kita layak ditulis.
*Tere Lije
 

Ketika kita sungguh menyayangi seseorang, maka perasaan itu tidak hanya menetap di hati kita, tapi juga di bola mata kita.
Itulah kenapa, saat ada seseorang yang benar2 mencintai orang lain, maka rasa cintanya terlihat dari bola matanya. Bola mata itu menatap seribu kali lebih indah.
*Tere Lije
 

Laki-laki sejati yang baik tidak akan pernah bisa digoda dengan tampilan fisik, pakaian mini2, imut, lucu, menggemaskan, atau bermanja2 (yg entahlah beneran manja atau minta ditabok).
Golongan laki-laki langka ini hanya bisa dicuri perhatiannya dengan tulisan, kalimat yang kita keluarkan, prilaku keseharian, atau perbuatan yang kita lakukan.
*Tere Lije
 

Jika kita punya masalah, mau curhat, maka berikut daftar peringkat tempat curhat yang paling layak:
1. Kepada Allah
2. Kepada orang tua
3. Kepada saudara kandung/sepupu dekat
4. Kepada teman baik/sahabat
5. Kepada diary/buat puisi/novel/buku
Jangan curhat ke orang yang kita kenal juga tidak. Tahu juga nggak. Ngerti apalagi.
 

Menghormati orang lain adalah karakter orang terhormat. Pun menghargai orang lain adalah karakter orang berharga.
Maka sebaliknya, merendahkan orang lain adalah tabiat orang2 rendah. Tidak menghargai orang lain, pun adalah tabiat orang2 tidak berharga.
*Tere Lije
 

Kita terkadang lebih sering berbohong kepada orang yang percaya dan menyayangi kita (seperti orang tua);
Tapi sebaliknya, kita selalu berkata jujur, setia kepada orang yang tidak peduli bahkan tidak bisa dipercaya.
*Tere Lije
 

Kalau ada yang bilang, wajar saja kalau cewek itu imut, menggemaskan, maka kalian benar2 korban bully paling klasik sepanjang sejarah manusia. Itu pola pikir yang tercipta dari hegemoni laki-laki, yang apesnya, mau saja dituruti oleh sebagian kaum wanita.
Kalian, kaum wanita, lebih dari soal imut dan menggemaskan. Kalian adalah benteng keluarga paling tangguh, pendidik generasi terbaik paling baik, pejuang kehidupan legendaris, kalian jauh dari stereotype seperti itu.
*Tere lije
 

Ketika kita bicara jelek atas seseorang, maka sebenarnya bukan karena orang lain itu jelek sesungguhnya. Bukan karena itu. Melainkan, di kita sendirinyalah yang tidak ada hal-hal baik yang pantas diucapkan.
Ketika kita menjelek2an orang lain, masalahnya seketika ada di kita. Bukan di orang lain.
*nasehat orang tua

Doa ibu tidak ternilai harganya...
Boleh jadi doa itu telah membuka kunci2 kesempatan. Menjauhkan bala dan marabahaya, menyingkirkan hambatan, atau mengangkat beban di pundak kita.
Doa seorang ibu tdk ternilai harganya.
--Tere Lije
 

Orang2 yang sudah tahu kalau dia cuma hanya untuk disakiti, dibohongi, tapi tetaaap saja nggak kapok, tetap tidak tergerak buat berubah menjadi lebih baik, itu sama kayak dia mandi tiap pagi, siang dan sore, tapi nggak pernah ganti baju.
Baju yang ituuuu saja dipakai, berminggu2. Sudah bau, dekil, dakian, tumplek jadi satu di bajunya. Mandi sih tetap mandi.
*Tere Lije
 

Tahun ini ada 26 orang korban mercon hari raya Idul Fitri hingga H+2 yang dirawat di RS Soetomo Surabaya. 70% harus di potong bagian tubuhnya, cidera bagian mata, dan 1 orang anak usia 5 tahun meninggal luka bakar. Itu yang dilaporkan dari satu rumah sakit saja.
Bermain mercon itu berbahaya sekali. Dan amat mengganggu kenyamanan orang banyak. Segera larang anak-anak kita melakukannya. Please, pedagang mercon, untung kalian paling hanya berapa, tapi bisnis ini merusak sekali.
*Tere Lije
 

Saya akan menuliskan persamaan paling mutakhir abad ini; bukan persamaan relativitas, juga bukan hukum keppler. Melainkan persamaan jempol. Here we go:
Jika kemampuan berpikir seseorang lebih besar dibanding jempol dan jarinya, maka lazimnya dia akan mengeluarkan hal2 baik dan bermanfaat di jejaring sosial ini.
Sebaliknya, jika jempol dari jarinya-lah yang lebih besar dibanding kemampuan berpikirnya, maka berserakan hal2 tidak pantas di jejaring sosial ini.
*Tere Lije
 

Tinggal makan doang, tinggal nyendok, disuruh masak juga nggak, diminta nyuci piring juga nggak, segala tidak, orang2 bahkan tetap masih sok tahu berisiknya minta ampun.
Berserakan hal2 seperti ini di dunia nyata dan dunia maya. Pastikan bukan kita kelakuannya yang minusnya ampun2an.
*Tere Lije
 

Kita lakukan, orang2 tetap ngoceh. Tidak kita lakukan, orang2 juga tetap ngoceh. Kita pilih A, orang2 tetap berisik. Kita pilih B, C, dsbgnya, orang2 juga tetap berisik.
Apapun yang kita putuskan, orang2 tetap saja demikian. Jadi, biarkan saja orang2 sibuk dengan masalah mereka sendiri.
*Tere Lije
 

 Ada enam jenis pembaca:
1. Yang bahkan bisa menulis ulang apa yang dia baca menjadi sesuatu lebih bertenaga, menginspirasi. Inilah jenis pembaca paling mutakhir.
2. Yang mengambil manfaat komprehensif dari tulisan yang dia baca. Bisa memahami hal-hal tidak tertulis, dan menjadikannya masukan baik.
3. Yang mengerti maksud dan tujuan tulisan. Ini posisi paling netral.
4. Yang memahami sebagian besar isi tulisan, beberapa berusaha mencari tahu bagian yang tidak tahu, beberapa tidak.
5. Yang sibuk meributkan hal2 kecil dalam tulisan tersebut. Mulai dari argumen, ngeles, hingga komentar soal typo (salah ketik), dsbgnya. Ini jenis pembaca paling rumit.
6. Yang tidak peduli sama sekali dengan apa yang dia baca. "Di larang merokok", dia tidak peduli, tetap merokok. Bahkan tidak paham sama sekali. Ini jenis pembaca yang sama sekali tidak bisa membaca.

Banyak sekali keributan tak ada guna di jejaring sosial ini karena orang2 lebih cepat jempolnya bergerak menulis komen dibanding otaknya berpikir, memahami sebuah tulisan. Andaikata dia mau membaca baik2, dibaca ulang, jangan2 sebenarnya dia sependapat saja, tidak ada bedanya.
My dear anggota page yang dibesarkan itu adalah cara berpikir kita, wawasan, pengetahuan, bukan jempol/jari.
*Tere Lije
 

Hari ini, orang2 lebih semangat melakukan hal2 yang nyata2 tidak pernah dicontohkan oleh Rasul Allah; tapi yang jelas2 dicontohkan malah sama sekali tidak peduli.
Lantas, orang2 ribut membela habis2an yang tidak pernah dicontohkan tersebut, merasa sudah membela agamanya. Padahal boleh jadi hanya membela leluhurnya atau kelompoknya saja.
Pikirkanlah.
*Tere lije
 

Jangan menyalahkan siapapun atas kegagalan yang kita hadapi, meski itu menyenangkan melakukannya. Orang-orang yang terbiasa menyalahkan orang lain, tidak akan pernah bisa memperbaiki diri sendiri.
*Tere Lije
 

Orang yang beneran cinta sama kita, nembak bilang "i love u"-nya nggak sendirian. Dia datang serombongan, bareng keluarga besar.
*Tere Lije

Kalau kalian muslim, rajin baca Al Qur'an, pasti tahu, bahkan cinta sama suami/istri itu masuk urutan 2 pun tidak, masih di bawah itu, ke geser ke bawah lagi.
Lah, cinta sama pacar? Nggak masuk sama sekali.
*Tere Lije
 

Pengin naik bus buat mudik, eh bus-nya jalan duluan. Aduh, padahal sudah bayar tiketnya mahal2, kena tuslah harga naik. Padahal besok sudah lebaran, telat semua urusan. Sakit hati. Itu jelas sakit hati yang masuk akal.
Pengin kuliah di kampus tertentu. Sudah belajar habis2an, sudah bayar pendaftaran, sudah bayar uang les, ngabisin waktu. Ternyata nggak lulus. Aduh, padahal itu cita2, itu mimpi Nyak-Babe. Sakit hati. Itu jelas sakit hati yang masuk akal.
Pengen sukses berbisnis. Sudah tanam modal banyak. Sudah kerja siang malam sungguh2, sudah ikhtiar, doa. Ternyata bangkrut. Sedihnya, Sakit hati. Itu jelas sakit hati yang masuk akal.
Nah, ketika kita bilang 'i love u', melamar anak gadis orang, kemudian ditolak, sakit hati? Apanya yang harus sakit hati? Nggak ada juga yang nyuruh kita jatuh hati padanya, kan? Nggak ada yang nyuruh ngeluarin duit? Nggak ada yang nyuruh belajar, ikhtiar habis2an? Nggak rugi waktu juga.
Orang2 jatuh cinta itu kadang egois sekali.
*Tere Lije
 

Sungguh, kita bekerja keras sepanjang tahun menyiapkan bekal untuk mudik ke kampung yang hanya beberapa hari saja.
Sungguh, kita bekerja keras, banting tulang sepanjang usia produktif, hanya untuk pensiun masa tua yang hanya beberapa tahun saja.
Sungguh, apakah kita tidak tergerak untuk menyiapkan mudik dan pensiun yang lebih abadi? Yang tidak akan ada tiket pulang-pergi? Tidakkah kita akan mulai menyiapkannya?
*Tere Lije
 

Yang ditulis jelas dalam kitab suci adalah: Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).... (An Nur 26)
Tidak tertulis: laki-laki yang tampan untuk wanita yang cantik, atau laki-laki yang jelek untuk wanita yang jelek.
*Tere Lije
 

Jamaah facebook yang sedang online,
Pernahkah kita memikirkan sebuah situasi seperti ini. Ada acara syukuran besar yang akan diadakan di sebuah kampung. Seluruh kampung diundang. Maka sebulan sebelum syukuran itu berlangsung, orang2 sudah bekerja keras. Saling bahu membahu menyiapkan keperluan, selalu datang, rajin membantu. Hingga hari syukuran tiba.
Maka, apakah kita tidak akan jengkel melihat orang2 yang tidak pernah datang, tidak pernah ikutan bantu bekerja, tidak pernah peduli dengan acara syukuran tersebut sebulan terakhir, ternyata malah ketika hari H-nya dia justeru duduk paling depan, bergaya sekali dgn baju paling keren, seolah dia selalu datang selama ini?
Kita pasti jengkel.
Tapi tidak bagi Allah. Sungguh kasih sayang Allah lebih dari berlimpah pun untuk orang2 seperti ini. Setahun penuh tidak pernah mengunjungi masjid, tidak pernah shalat, bodo amat dengan perkara shalat, ketika lebaran tiba, dia justeru berdiri paling depan, paling bergaya. Allah tetap sayang padanya. Tidak ada larangan. Malah disambut.
Tidakkah kita memperhatikan, orang2 yang bertahun-tahun zalim, mencuri uang, korup, lihatlah. Kita sudah benci hingga ubun2, ingin rasanya nabok. Tapi Allah tetap sayang padanya. Tidak ada petir yang menyambar, bumi tidak dibalik hingga orang2 zalim ini terhimpit. Tidak. Bahkan tetap diberikan kesehatan, kemudahan, keluarga yang baik. Allah tetap sayang padanya. Allah bahkan membiarkan orang ini berbangga diri kalau semua sukses karena dirinya.
Tidakkah kita memperhatikan, orang2 yang merusak dirinya sendiri dengan aktivitas yang jelas-jelas mubazir dan merusak. Saya tidak perlu menyebutkannya, silahkan pikirkan masing2 apa hal2 merusak itu. Apakah Allah langsung membuatnya sakit parah, kemudian koit? Terkena kanker? Apakah Allah seketika mengirimkan hukuman? Tidak. Bahkan Allah tetap memberikan kesegaran, aktivitas yang menyenangkan. Allah tetap sayang padanya. Allah bahkan membiarkan orang2 ini petantang petenteng seolah sehat adalah urusan miliknya.
Tidakkah kita memperhatikan?
Wahai Allah, tidak terhitung kasih sayang Engkau. Setiap hari Engkau menurunkan kebaikan kepada kami; tapi lihatlah kami justeru setiap hari menaikkan keburukan kami kepada Mu. Jikalau tidak karena kasih sayangMu, aib-aib kami akan terbuka lebar, keburukan kami akan terpentang busuk, dusta-dusta kami, rencana2 jahat kami, hingga perbuatan2 nyata yang kami lakukan secara sembunyi2. Tapi Engkau tutup sebagian besar dari pandangan manusia.
Wahai Allah, tidak terhitung Engkau beri kesempatan kedua, ketiga bahkan keseribu kali kepada kami. Engkau beri penangguhan waktu yang lama kepada kami, sebelum tiba hari tiada lagi maaf dan tobat diterima. Sungguh tak terhingga kasih sayang Engkau. Maka semoga hati bebal ini, hati yang hitam berbintik2 ini sempat menyadarinya dan mulai memperbaiki diri sebelum terlambat. Maka semoga hati kami semua masih sempat dipenuhi keinsyafan.
Sungguh, sebaik-baiknya bekal akhirat yang akan kami bawa adalah ketakwaan. Iman, islam dan ihsan. Dan sebaik-baiknya perkara di dunia yang ada adalah akhlak baik dan kebermanfaatan. Marilah menyeru pada kebaikan, mencegah pada kemungkaran.
*Tere Lije
 

*Jangan buru2
Jangan buru2 sakit hati, marah, jika ada orang yang berkata kasar sekali kepada kita. Karena boleh jadi, dia sedang berkata jujur sejujur2nya.
Jangan buru2 tersinggung, benci apalagi dendam jika ada orang yang berkata keras sekali kepada kita. Karena boleh jadi, dia berkata kebenaran yang kita tolak melihatnya.
Jangan buru2 tutup kuping, ngajakin bertengkar jika ada orang yang berkata menusuk relung hati. Karena boleh jadi, itu adalah orang terakhir yang masih peduli menasehati.
Sebelum terlanjur.
Inilah sajak jangan buru2. Sungguh beruntung bagi yang paham.
*Tere Lije
 

Akan selalu ada laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang terus berusaha memperbaiki dirinya. Juga, akan selalu ada, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya.
Jangan ragu mengambil prinsip hidup.
*Tere Lije
 

Kita tidak perlu membuktikan apapun kepada siapapun bahwa kita itu baik, setia, ramah, berbakti, pintar, kaya, dsbgnya.
Buat apa? Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik, ramah, pintar, setia, kaya, dan sebagainya tersebut.
*Tere Lije
 

Jangan bersedih hati meski keran rezeki kita kecil. Yang penting halal dan baik.
Jangan berkecil hati meski nilai2 kita seadanya. Yang penting jujur dan tdk mencontek.
Jangan merasa minder meski pekerjaan kita tidak keren di mata bnyk orang. Yang penting tdk menyuap masuknya.
*Tere Lije
 

Saya ingat sekali nasehat tentang kehormatan diri sendiri:
Kalau kita tidak menyukai sesuatu/seseorang, bahkan menjelek2an orang tersebut di belakang, maka pastikan konsisten. Toh itu pilihan kita untuk tidak suka. Jangan sudah jelas2 tidak suka, di belakang bicara jelek, tapi di depan justeru tetap bermanis-manis karena kita masih berkepentingan atau berharap sesuatu.
Ada banyak sekali contoh dari prilaku ini. Mulai dari orang yang menjelek2an perusahaan/pemilik tempat dia bekerja tapi tetap tidak mau resign, ngomongin jalan terus, nerima gaji juga iya. Hingga ke soal pertemanan, dan yang lebih terlihat lagi adab di dunia maya ini. Adalah hak semua orang utk bahkan membenci sesuatu, tapi pastikan konsisten. Benci tapi masih saja mendapat manfaat, benci tapi masih saja nempel seperti lintah yang menghisap. Itu berarti tidak memiliki kehormatan diri sendiri.
Mari melakukan refleksi masing2.
*Tere Lije
 

Mencintai bayang-bayang juga adalah cinta. Itu juga benar sekali. Cinta pada bayang-bayang.
*Tere Lije
 

Menunggu ketidak-pastian adalah kepastian. Itu benar sekali. Kepastian bahwa yang ditunggu tidak pasti.
*Tere Lije
 

Bacalah 10 buku, maka kita akan tiba-tiba merasa sok tahu dan merasa paling pintar. Tapi tahan dulu sok tahunya....
Bacalah 50 buku, maka sok tahu-nya akan mulai berkurang, meski tetap merasa lebih pintar. Tapi juga tetap tahan dulu....
Bacalah 100 buku, maka sok tahu-nya semakin berkurang, pun merasa pintarnya. Tapi tetap tahan dulu....
Bacalah 500 buku, maka kita akan menghela nafas panjang, ternyata semakin banyak saja yang tidak kita tahu, semakin merasa belum ada apa-apanya....
Bacalah 1000 buku, dstnya.
Maka my dear anggota page, itulah kenapa orang2 yang tidak membaca buku, atau hanya 1-2 buku saja, jika dia termasuk senga, belagu maka posisinya ada di titik paling ekstrem orang2 sok tahu; itu sudah rumus alam.
*Tere Lije 

Sebagai muslim kita nggak bisa bilang: 'Tidak masalah tidak shalat, yang penting baik hatinya." Ini keliru.
Dan lebih fatal lagi saat bilang: "Daripada shalat rajin, tapi kelakuan bejat." Ini juga pendapat yang lebih fatal lagi.
Tidak ada pilihan antara shalat dengan yang lain. Karena tetap saja pilihannya mutlak: shalat. Hal ini beda dengan memilih seseorang baik hatinya tapi miskin; atau buruk kelakuannya tapi kaya. Itu bisa dilakukan memilih. Silahkan. Tapi shalat, mau bumi hancur lebur, langit digulung, tetap tidak bisa dipilih. Harus shalat.
Jika mencari jodoh, itu salah-satu kriteria paling penting. Coret jika tidak. Dan kalau dia berjanji mau berubah, shalat, suruh buktikan dulu memang shalat dengan baik dan konsisten dalam jangka waktu tertentu, baru lanjutkan rencana menikahnya.
*Tere Lije
 

Bapak, Ibu sekalian, kalau anak gadis, anak bujangnya yang sudah pada besar-besar minta dibeliin baju baru buat lebaran, maka saya menyarankan belikan saja. Jangan ragu2, sekalian belikan yang paling bagus, paling keren, kalau ditanya, "Kok beli yang mahal?" Jawab saja sambil tersenyum, "Anakku, ini baju biar sekalian nanti untuk acara resepsi pernikahan kamu. Jadi kapan, segera setelah lebaran kita lamaran?"
Pasti kapok minta baju baru lagi.
*Tere Lije
 

Saya penulis; dari 16 buku yg saya tulis, hampir semuanya tentang fiksi cinta/roman. Jadi saya ini bukan ustad, ulama, kiyai, ahli tafsir, dsbgnya. Novel2 sy tdk dilabeli "novel islami"; "novel2 religius", dsbgnya. Orang2-lah yg sibuk melabeli-nya. Kalau sy boleh melabelinya, justeru akan sy tulis "roman picisan" saja.
Saya juga bukan motivator, public speaker, dsbgnya. Saya penulis. Sebagai penulis, saya menulis apa saja. Tidak ada yang bisa melarang hak seorang penulis 'meneriakkan' kata2nya. Itulah senjata terbesar yg dimilikinya. Dan tidak ada yg bisa mengatur2 penulis harus menulis apa.
Saya berdoa, semoga semakin banyak penulis2 produktif yg lahir. Yg dilengkapi dengan prinsip2 baik. Sungguh, tidak ada yang bisa membungkam seorang penulis. Tidak ada kertas, bahkan dia bisa menuliskan kalimat2nya di atas pasir. Tidak ada tinta, bahkan dia bisa menuliskan kalimat2nya dengan air, getah, dengan apapun.
*Tere Lije
 

Jarak antara 'benar2 peduli' dengan 'menyebalkan' itu bisa tipis sekali. Coba tanyakan saja ke orang2 yg selalu ditanya: "kapan menikah?", "mana undangannya?"
*Tere Lije
 

Ada banyak momen terbaik di dunia ini, yang setelah terjadi, berlalu, baru kita menyadarinya kalau itu adalah sungguh yang terbaik. Dan waktu tidak bisa disuruh untuk mundur ke belakang, melesat cepat, meninggalkan kita dalam penyesalan.
Jadi, jangan sia-siakan momen apapun, selalu berterima-kasih. Boleh jadi itulah waktu-waktu terbaik yang kita miliki.
--Tere Lije
 

Jadi koki, bisa kaya, bisa terkenal. Masak-memasak adalah "pekerjaan" ibu rumah tangga.
Bikin laundry juga bikin kaya, puluhan franchise. Mencuci, menyetrika juga "pekerjaan" ibu rumah tangga.
Desainer, bikin baju, juga bisa bikin top dan tajir. Jahit menjahit juga "pekerjaan" ibu rumah tangga.
Ada banyak sekali jenis "pekerjaan" ibu rumah tangga yg bisa membuat orang lain sukses.
Itu berarti, yg memang ibu rumah tangga, bisa jadi apapun, terkenal, kaya, dsbgnya.
*Tere Liye
 

Ketika seseorang awalnya memuja2, menyanjung2, terlihat cinta dan sayang sekali, tapi kemudian sakit hati oleh sesuatu. Maka sungguh, semuanya akan berputar balik, menjadi kebencian yang besar sekali, lebih besar dibandingkan kalau sebelumnya dia tidak terlanjur suka.
Inilah rumus 'elastisitas perasaan'.
*Tere Lije
 

“Tidaklah memuliakan wanita, kecuali lelaki mulia.
Dan yang menghinakan wanita, pastilah lelaki hina.”
*Tere Lije
 

Kita tidak perlu kebarat2an, kekorea2an, atau apapun itu untuk terlihat menarik dan menjadi perhatian orang banyak.
Kita cukup tampil apa adanya, kita banget, enjoy, tanpa perlu meniru2 orang lain.
Jika orang banyak melakukannya, bukan berarti itu cocok buat kita.
--Tere Liye
 

Jangan pernah merasa minder, jelek, tidak berguna. Ini lebih parah dibanding orang2 yg kemana2 ngaku ganteng/cantik, keren.
*Tere Lije
 

Merdeka!!
Semoga orang2 yg sudah merdeka justeru tidak kembali dijajah oleh benda kecil di genggaman tangannya, berbentuk persegi panjang, berlayar warna-warni, dan bikin pusing sekali kalau jaringan lagi ngadat. Benda yg satu ini susah memeranginya, kawan, nggak bisa ditusuk dengan bambu runcing.
*Tere Lije
 

Dalam perlombaan apapun, yang terbaik memimpin di depan, lantas para 'pesaingnya' berusaha mengejar-ngejar di belakang. Apakah kita mau jadi yang dikejar-kejar berada di depan atau yang sibuk sepanjang hari mengejar terusss?
Nah, sama, dalam urusan jodoh misalnya. Nggak asyik banget kitalah yang justeru sibuk mengejar2 jodoh tersebut. Lebih baik kita yang dikejar2. Bagaimana caranya? Kalau kita jelek? Miskin? Mudah. Jadilah yang terbaik, terus memperbaiki diri, percantik diri dgn hal2 yg lebih hakiki, pasti akan datang banyak kesempatan. Setidak masuk akal pun, setidak percayanya kalian atas logika ini, setidaknya pantas dipikirkan.
*Tere Lije
 

Ketika kita tiba2 bicara/komen/nyeletuk di luar konteks pembicaraan orang lain; seberapa baik dan pentingnya menurut kita apa yang hendak kita sampaikan, tetap saja itu merupakan bentuk paling terlihat: kita tidak menghargai orang lain. Menghargai topik pembicaraan yg mudah sekali dilakukan pun kita tdk bisa.
Bagaimana mungkin kita yang tidak mendengarkan orang lain, tapi orang lain harus mendengarkan kita.
*Tere Lije
 

"Pekerja keras" dan "selalu bersyukur" adalah kombinasi paling dahsyat dalam hidup ini. Punya salah-satunya saja sudah keren, apalagi dua-duanya.
Bapak2, Ibu2, jika calon mantu kita tdk kaya, tdk jenius, tampang pas2an, dari keluarga biasa2 saja. Jika dia menunjukkan punya dua sifat ini, well, jangan ragu2 utk menyetujuinya.
*Tere Lije
 

Kata siapa hanya pilek, batuk, panuan, atau HIV/Aids yang menular?
Sifat buruk seperti pendengki, egois, sombong, suka menjelek2an juga menular loh.
Itulah yang terjadi ketika di sebuah ruangan. Satu ada yang marah, yang lain ikutan emosi. Satu ada yang sok pamer, yang lain ikutan jadi pamer. Menular dengan cepat pada orang2 dgn daya kekebalan pemahaman rendah, lagi lemah2nya prinsip kebaikannya.
*Tere Lije
 

Quote ini powerful sekali: "Melihat kau membuatku sembuh".
Itulah yang terjadi, ketika seorang Ibu yang sakit berat jadi lebih baik saat anaknya dari jauh datang. Ketika seorang Ayah menjadi segar kita anaknya yg merantau di negeri orang tiba, memeluknya.
*Tere Lije
 

Jangan bertanya tentang perasaan, soal sabar dan menunggu pada orang yg masih disuruh bersabar dan dalam proses menunggu tapi nggak sabar-sabar dan banyak mengeluhnya pula.
Tetapi tanyakanlah pada yang sudah melalui fase itu, sudah lamaaa sekali menunggu dan bersabar, hingga datang yg dinanti. Orang2 ini bisa memberikan jawaban penuh hikmah.
Dan akan lebih menakjubkan lagi jika pertanyaan ini ditanyakan pada orang2 yang sudah lamaaa sekali menunggu dan bersabar, dan dia tidak mendapatkan apa yang diharapkannya, tapi dia tetap senantiasa bersyukur. Orang2 ini bisa memberikan jawaban pendek tapi amat cemerlang hikmahnya.
--Tere Lije
 

Kalau kita mencari karyawan yang sempurna, maka sepanjang hidup, kita akan bekerja sendirian.
Kalau kita mencari teman yang sempurna, maka sepanjang hidup, kita tidak akan tahu artinya berteman.
Pun sama, kalau kita mencari suami/istri yang sempurna, maka sepanjang hidup, kita tidak akan pernah memilikinya.
*Tere Lije
 

Jangan menghabiskan waktu menjelaskan ke orang2 yang tidak butuh penjelasan.
Karena itu sama seperti kalian hendak menuangkan segelas madu manis nan lezat ke dalam sebuah teko, tapi orang lain sudah menutup tekonya. Hanya akan tumpah, sia-sia terbuang.
*Tere Lije
 

Bagaimana mengatasi orang2 yang membenci dan suka menjelek2an kita?
Gampang.
Jangan pedulikan mereka. Fokus kepada diri sendiri. Terus produktif dan berprestasi. Orang2 ini akan 'terbakar sendiri' saat melihat orang yang dia tidak sukai ternyata justeru semakin baik dan bahagia hidupnya. Sesak, tambah sakittt hatinya.
Bukankah begitu? Kita kadang pengalaman sekali loh berdiri di sisi pembenci ini.
*Tere Lije
 

Adalah paduan dua sifat yang mengerikan sekali: 'tukang mengeluh' dan 'suka membicarakan orang lain di belakang.
Punya salah satunya saja sudah maut, apalagi punya dua-duanya. Mengerikan sekali.
Semoga kita terhindar dari dua sifat ini. Dan semoga hidup kita dijauhkan dari orang2 yang punya dua sifat ini.
*Tere Lije
 

Istana tidak dibangun dalam satu malam.
Jembatan kokoh juga tidak dibangun satu malam.
Menara tinggi pun tidak dibangun satu malam.
Melainkan dengan satu demi satu batu bata. Melainkan dengan satu demi satu rangka besi.
Pun begitulah kita membangun kehidupan ini. Dirikanlah reputasi yang baik. Penuhi dengan kejujuran, integritas. Hingga tegaklah bangunan kehidupan kita yang kokoh.
*Tere Lije
 

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.

Ada yang menunggu, menunggu dan terus menunggu, hanya untuk tahu diakhirnya kalau seseorang itu justeru tidak sedang menunggu dirinya.
--Tere Lije
  

Jangan kebangetan nggak suka dengan seseorang, boleh jadi besok lusa, kita malah butuh bantuannya. Atau dalam kasus yang lebih menakjubkan, jika itu lawan jenis, kita bisa jatuh cinta, dan justeru menikah dengannya.
--Tere Lije
 

Pekerjaan bagi umat manusia adalah salah satu jalan untuk beribadah kepada Tuhannya. Jadi, jangankan soal korup, mencuri waktu, aniaya, bahkan saat kita mulai merasa bosan, mengeluh, membanding2kan, merasa kurang, dsbgnya, mungkin sudah saatnya memikirkan untuk mencari pekerjaan baru.
Masa' iya, saat beribadah ke Tuhan, kita sibuk mengeluh, tidak bersyukur? Kan nggak oke jadinya.
--Tere Lije
 

Seseorang yang kita sakiti, boleh jadi jalan kebaikan terbaik kita
Seseorang yang kita sanjung, puji, boleh jadi sama sekali tidak membutuhkan kita
*Tere Lije
 

Seseorang yang pernah kita tinggalkan pergi, boleh jadi adalah milik kita paling berharga
Seseorang yang kita harap-harapkan, boleh jadi masalah terbesar masa depan
Seseorang yang membenci kita, boleh jadi yang paling mengenal kita
*Tere Lije
 

Kita tidak bisa menyentuh langit, kecuali dengan hati
Kita tidak bisa menyentuh dalamnya lautan, kecuali dengan hati
Kita tidak bisa melewati seluruh kebahagiaan dengan penuh kesyukuran, kecuali dengan hati
Kita juga tidak bisa melewati seluruh kesedihan dengan penuh penerimaan, kecuali dengan hati
Lantas kenapa orang2 justeru sibuk melatih fisik, menghiasi badannya? Memberikan makanan berlimpah bagi perutnya? Tapi tidak bagi hatinya?
*Tere Lije
 

Mata kita tentu saja bisa menolak apa yang tidak ingin kita lihat.
Telinga kita juga bisa menoak apa yang tidak ingin kita dengar.
Kaki kita pun mampu menolak apa yang tidak ingin kita datangi.
Mulut kita bisa menolak apa yang tidak ingin kita bicarakan.
Hati kita bisa menolak apa yang tidak disukainya.
Kita bisa menolak, jika kita tidak ingin.
Maka, ketika ada orang lain melakukan hal yang sama. Menolak melakukan apapun yang dia tidak inginkan, situasinya sama persis. Meskipun kitalah dalam posisi yang menginginkan hal tersebut.
Egoisme itu dekat sekali dengan urat nadi kita.
*Tere Lije
 

Tidak pernah orang yang banyak bicara itu disebut pintar, pun juga bijak. Juga tidak pernah orang yang selalu bicara setiap hal disebut jenius, pun juga cendekia.
Melainkan orang-orang yang tahu persis kapan harus bicara, kapan harus diam. Melainkan orang-orang yang tahu persis dia paham masalahnya maka dia angkat bicara, jika tidak, dia memilih diam.
--Tere Lije
 

Siapa yang mengartikan bersabar dengan hanya "duduk dan menunggu", maka sungguh dia telah tertipu oleh dangkalnya sumur pemahaman diri sendiri.
Siapa yang mempercayai takdir dengan "tidak usah melakukan apapun" lagi, maka sungguh dia sedang mempersulit langkah kakinya diri sendiri.
*Tere Lije
 

Sendiri bukan berarti tidak bahagia.
Bersama juga bisa berarti kesedihan.
Momen, tempat, orang, dan caranyalah yang menentukan. Bukan sekadar soal sendiri atau bersamanya.
--Tere Lije
 

Semua orang tahu jika dia sedang melakukan kepalsuan.
Tapi kenapa mereka tidak berhenti?
Karena perasaan malu, ingin berhenti miliknya juga palsu.
*Tere Lije
 

KPK menangkap Kepala SKK Migas tadi malam, dari lokasi kejadian, diamankan uang ratusan ribu dollar utk tujuan suap. Ini penangkapan yg penting sekali mengingat posisi SKK Migas, juga semakin menarik karena profile ybs. Sama menariknya saat wakil rektor UI dijadikan tersangka.
Bravo, KPK. Maju terus.
Dan buat siapapun, jangan habiskan waktu membela orang2 yang ditangkapi dan dijadikan tersangka oleh KPK. Ngapain pula? Kita dibayar juga nggak buat ngebelain. Mereka saudara juga bukan. Biarkan mereka mengurus masalahnya sendiri. Bahkan kalau besok lusa tere liye dicokok oleh KPK karena korupsi, jangan sedetik pun habiskan waktu membelanya.
*Tere Lije
 

Semua orang memiliki 'buku'. Maka, jangan habiskan waktu menulisi buku milik orang lain, habiskanlah waktu untuk menulis buku kita sendiri, karena kitalah yang akan menjalani kehidupan ini. Pahit, getir, manis, bahagia, itu kehidupan kita. Banyak melakukan kekeliruan, bebal, bodoh, tidak mengapa, toh inilah buku kehidupan milik kita. Jangan sedih, selalu ada halaman baru berikutnya.
Mari, tuliskan catatan terbaik di buku milik kita. 
*Tere Lije 

Apa yang menghentikan kita berbuat baik? Ketika itu boleh jadi mudah sekali dilakukan.
Apa yang menahan kita menolong orang lain? Ketika itu jelas-jelas gampang sekali diberikan.
Tolonglah orang2 di sekitar kita. Mudahkan urusan mereka--bukan dibuat rumit. Lapangkan masalah mereka--bukan disempitkan. Maka Allah yang akan memberikan pertolongan ketika kita menemui masalah. Itu janji Allah.
*Tere Lije
 

Bahkan ketika semua bahasa diangkat dari muka bumi ini, semua kata dihapus dari mulut bangsa manusia, hingga semua orang terpaksa bicara hanya dengan tatapan mata,
Maka bagi para pencinta sejati, seperti orang tua kalian yang sudah menikah bertahun2, mereka tetap bisa menyampaikan semua kalimat lewat tatapan matanya. Bicara dalam diam.
Yang repot itu adalah pencinta lebay yang tumpah berceceran 'i love u'-nya di jejaring sosial, padahal masih pacar, kan? Mereka akan kehilangan kemampuan berkata cinta lagi.
*Tere Lije
 

Tanyakanlah ke orang2 yang sibuk pacaran hari ini: "Apakah Anda bersedia mengambil resiko apapun demi kekasih, Anda? Apakah Anda berani menghadapi bahaya apapun demi orang yang dicintai?"
Maka jawabannya pasti gagah semua: Iyaaaaaa.
Tapi ganti pertanyaannya: "Apakah Anda berani mengajak menikah kekasih Anda sekarang juga?"
Maka mulailah dunia dihiasi wajah2 tertekuk, suram, seperti ikan kehilangan tulang belakang, letoy. Dan didaftar panjanglah argumen, alasan2, ngeles ini, ngeles itu.
Omong-kosong itu kadang dekat sekali dengan urat leher kita sendiri.
*Tere Lije
 

"Selamat tinggal" adalah kosakata bagi orang2 yang mencintai lewat mata. Bagi yang mencintai dengan hati dan jiwanya, tidak ada kosakata sejenis ini.
Hei, bagaimana kita bisa bilang "selamat tinggal" pada Bumi? sedangkan setiap hari kita berada di pelukannya?
*paragraf pertama sy nukil dari Rumi
 

Teman sejati boleh jadi persis sebuah cermin.
Yang dengannya, kita tidak perlu susah payah sungguhan bercermin untuk melihat kejelekan kita, karena ada yang tidak sungkan memberitahu, menasehati lantas menemani memperbaikinya.
Kita juga tidak perlu bercermin untuk membanggakan kehebatan kita, karena ada yang selalu menghargai, mengingatkan jangan berlebihan, dan terus mendorong kita semakin baik.
*Tere Lije
 

Masukkan satu apel busuk ke satu keranjang buah. Maka akan cepat sekali, ikut busuk buah2 lainnya.
Hei, lantas kenapa orang membiarkan satu pikiran negatif melintas dan masuk ke dalam hatinya? Padahal itu juga bisa merusak satu hari yang indah, bahkan berminggu2 waktu yang seharusnya menyenangkan? Segera buang.
--Tere Lije
 

Seseorang yang kita lupakan, boleh jadi yang mengingat kita paling banyak.
--Tere Lije
 

Jadilah orang2 yang ketika tiba waktunya, bisa mengatakan:
"Aku mencintaimu bahkan sebelum kita bertemu." dan kita menerima jawabannya, "Aku bertahun2 mencarimu bahkan sebelum aku tahu apa yang kucari."
Dan semua orang mengucapkan selamat berbahagia, menempuh hidup baru, semoga langgeng sampai aki-nini.
*Tere Lije
 

Ketika Allah menahan rezeki kita, maka boleh jadi itu demi kebaikan kita sendiri. Tidak melampui batas. Allah tahu ukuran terbaiknya.
Kalimat ini bukan karangan Tere Liye, melainkan ditulis dengan kokohnya dalam kitab suci; sungguh untuk dipikirkan bagi yang mau memahami.
Sudah terlalu banyak contohnya orang2 yang justeru amat aniaya ketika keran rezekinya melimpah. Bergembira atas kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang amat sedikit dibanding kehidupan akherat kelak.
*Tere Lije
 

Cinta sejati melebihi batas-batas fisik dan ukuran duniawi lainnya.
Maka itulah yang terjadi ketika seorang Ibu selalu menganggap anaknya paling cantik/tampan sedunia. Pun ketika seorang istri tetap merawat suaminya yang lumpuh tak berdaya. Tidak berkurang cintanya. Tidak menguap kasih sayangnya.
*Tere Lije
 

Dalam diam, kita justeru bicara sejuta bahasa.
Dalam senyap, kita bisa menyulam saling pengertian.
Dalam hening, kita bisa memahami lebih dalam lagi.
Maka, tidak usah bergegas menjelaskan. Tidak perlu rusuh menyampaikan. Tidak perlu cemas atas banyak hal. Biarkan sunyi yang menghabisi hal-hal kecil tidak penting, menggantinya dengan hakikat kedekatan.
*Tere Lije
 

Kita tidak bisa melihat akar sebuah pohon besar. Tidak tahu seberapa dalam akar2nya menghujam, seberapa kokoh akar2nya masuk ke dalam tanah?
Kita tidak bisa melihatnya. Bukan berarti tidak bisa membayangkan, dan meyakininya.
Pun sama, kita tidak bisa melihat betapa menghujam kasih sayang orang tua. Betapa kokoh dan dalamnya cinta mereka.
Kita tidak bisa melihatnya. Bukan berarti tidak bisa membayangkan, dan meyakininya.
*Tere Lije

Senyum adalah jembatan yang menghubungkan antara dua mata.
Kalimat yang santun dan baik adalah jembatan yang menghubungkan antara dua telinga.
Perbuatan yang mulia adalah jembatan yang menghubungkan antara dua hati.
Maka, jangan ragu2 membangun jembatan setiap hari. Bukan sekadar agar kita selalu terhubung dalam kebaikan, tapi yang lebih penting, agar kita tidak terisolasi dari kebahagiaan.
Tentu bukan hanya desa atau kampung saja yang bisa terpencil, manusia juga bisa disebut 'manusia terpencil'. Yang sayangnya bukan karena posisi geografisnya, tapi karena dia tidak mau membangun jembatan2 penghubung tersebut.
*Tere Lije
 

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di mata, maka hanya sampai disanalah awal dan akhir semua kisah.
Siapa yang meletakkan cintanya hanya di kaki dan tangan, maka juga hanya disanalah tempat terjauh yang bisa digapai.
Tapi barangsiapa yang meletakkan cintanya di hati, mematuhi aturan main dan senantiasa bersabar, maka dari sanalah semua kisah akan mekar bercahaya, wangi memesona.
*Tere Lije
 

Kehidupan tanpa kasih sayang adalah ibarat sayur tanpa garam.
Tapi kasih sayang tidak pada tempatnya dalam kehidupan adalah ibarat sayur disiram racun.
*Tere Lije
 

Ciri cewek cantik itu adalah dia selalu bisa menjaga rahasia hatinya jika belum tiba saatnya untuk serius. Dan tentu saja, tidak ada main-main dalam kehormatan diri sendiri, dia tidak mau dipegang2, tidak mau dibuat bimbang, tidak mau berlama2 tanpa status.
Ciri orang ganteng itu adalah dia selalu bisa memberikan kepastian kepada anak gadis orang; bukan bermain2 dengan perasaan dengan status tidak jelas. Nah, yang mau melapor nggak ganteng, seperti biasa, silahkan lapor di postingan ini.
*Tere Lije
 

Akankah kita menghabiskan waktu menatap dunia dari jendela kendaraan, rumah, kantor yg itu-itu saja sepanjang hidup kita? Lantas menghela nafas seolah lega?
Ayo, berpetualanglah. Perjalanan melihat dunia itu penting. Pindah ke tempat yang baru agar lebih baik juga penting. Teladan ini ada di banyak pelajaran luhur.
*Tere Lije
 

Maskapai Air New Zealand meminta catatan halaman akun facebook salah satu pramugari-nya yang ijin sakit sebagai bukti apakah dia benar2 ijin dengan alasan valid atau bohong. Pramugari tersebut menolak memberikan data dan membawa kasus ini ke Employment Relations Authority, NZ.
Nah, yang menarik, Employment Relations Authority, menyetujui langkah perusahaan meminta data tersebut sebagai bukti memeriksa apakah ijin tersebut valid atau tidak. Ini kasus berikutnya karyawan dipecat dengan bukti akun facebook di NZ. Sebelumnya seorang karyawan ijin sakit selama seminggu, tapi di hari2 dia ijin tersebut justeru memposting foto sedang ber-kano ria.
Saya berkali2 menulis, hati-hati dengan profile, apa yang kita tulis di jejaring sosial, karena hari ini, semakin banyak perusahaan yang baik diam2 maupun terang2an memeriksa akun jejaring sosial untuk keperluan rekrutmen, seleksi, dsbgnya. Jejak kelakuan kita bertahun2 bisa terlihat dengan mudah. Dan mereka bisa menyimpulkan kita memenuhi kualifikasi atau tidak.
Well, saya sekali lagi mengingatkan, profile alay lebay, penuh curhat, ratapan, jelas tidak akan menarik bagi HRD perusahaan2 besar. Pun sama, jangan2 calon mertua kalian juga memeriksa akun jejaring sosial kalian.
*Tere Liye
Berita tentang pramugari ini silahkan cek website 'sydney morning herald'.
 

Orang2 disuruh pegang babi pasti ogah. Cium2 babi juga pasti lebih ogah lagi.

Tapi pegang2 lawan jenis, pacar, mau saja. Padahal memegang lawan jenis lebih serius dibanding pegang babi. Memang tidak pakai nguik-nguik sih.
Dipikirkan. Jika ada yang tersinggung, itu justeru mengaku.
*Tere Lije
**tidak ada akun fb/twitter raksasa dgn jutaan follower yg suka mengambil postingan di page ini, yg bersedia juga memposting yg satu ini di akun mereka. karena mereka hanya peduli menambah like/follower.
 

Dalam setiap postingan tentang perasaan di page ini, bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman yang baik kepada siapapun yang mau belajar. Ketika pemahaman baik itu hadir, maka semoga itu bisa mengunci, membentengi diri sendiri dari perbuatan sia-sia, tidak dibenarkan bahkan merusak diri sendiri.
Tidak ada yang melarang orang untuk jatuh cinta, memendam perasaan, dsbgnya. Tapi jelas ada batas2nya. Ada aturan main dalam agama, bahkan dalam masyarakat yang beradab.
Maka, jika kalian menggunakan quote, kalimat2, postingan page ini hanya untuk keperluan sepihak, mengambil sepotong, mencari pembenaran, itu tanggungjawab kalian masing2. Saya tahu, ada beberapa akun raksasa dengan follower jutaan orang di facebook/twitter yang rajin mengambil kalimat2 di page ini sepotong2, hanya memposting yang seru2an saja, tapi menyimpan sepotong yang lain. Saya berlepas tangan dari orang2 ini.
Saya tidak memiliki akun jejaring sosial lain kecuali page ini. Jadilah pengguna jejaring sosial yang dewasa. Bahkan apapun yg diposting di page ini, jangan telan mentah2, selalu baca banyak buku, banyak sumber, ambil kesimpulan komprehensif.
*Tere Lije
 

Bahkan ketika kita hanya memutuskan duduk diam; kita tetap melakukan perjalanan dalam hidup ini. Coba saja, duduk diam di kamar. Maka waktu akan melintas dari pagi ke siang, dari siang ke sore, dari sore ke malam, dan seterusnya.
Ayo mari, jadi petualang, melihat dunia luas. Melintasi waktu hari demi hari, melewati tempat demi tempat. Itulah kenapa bumi Allah ini dibuat luas, agar kita bisa kemana2.
*Tere Lije
 

Bagaimana mungkin kita akan saling mengerti satu sama lain; jika orang2 berebut bicara? Bukan berebut mendengarkan?
Bagaimana mungkin kita akan menemukan solusinya; jika orang2 berebut berteriak? Bukan berebut duduk rapi, diam memperhatikan?
Kalian tahu rumus "Multiplier Effect Ocehan"? Efek pengali dari ocehan? Simpel: seorang angkat bicara, maka masalahnya jadi dua kali lebih rumit. Seorang lagi melontarkan komen, maka masalahnya jadi empat kali lebih rumit. Apalagi ketika semua orang sibuk ngoceh, maka masalahnya jadi benang kusut.
*Tere Lije
 

Ada banyak sekali kesenangan datang dari sekadar berbicara sebentar dengan sahabat baik. Yang bisa mengguyur suasana hati muram dan sebal.
Ada banyak sekali obat kebahagiaan dari hanya bertemu sejenak dengan sahabat baik. Yang bisa melepaskan sejenak penat dan pikiran.
Sahabat baik adalah sahabat baik. Dia selalu spesial dan boleh jadi tidak tergantikan oleh jenis hubungan lain.
*Tere Lije
 

Orang2 yang tidak mau disuruh menunggu. Maka dia tidak berhak untuk ditunggu.
*Tere Lije
 

Saya kadang tidak paham loh. Di website berita, di jejaring sosial, orang2 sibuk menghujat ustadz2 yg minta bayaran saat dakwah. Tapi orang2 kenapa tidak menghujat orang2 yg sibuk internetan pas jam kerja, untuk kemudian minta gaji komplit pas gajian?
Saya kadang tidak paham, loh. Orang2 sibuk mencaci-maki pelaku koruptor yg tertangkap, bilang banyak alasanlah, nggak tahu malu, jago ngeles. Pun mencaci maki pemerintah, nggak becus kerjalah, kebanyakan main2, tapi dia tidak mencaci maki sendiri kalau internetan pas jam kerja? Main2?
Aduh, kalian paham nggak sih? Karena sy tidak paham.
*Tere Lije
 

Kalau kita percaya, gaji tinggi bisa mencegah orang untuk korup, itu sih fatamorgana. Karena semakin tinggi gaji orang, semakin empuk kursinya, boleh jadi, di kantornya malah semakin asyik internetan, bukannya kerja.
*ini boleh jadi, jadi kita test. siapapun yg merasa harus menjelaskan, membantah, tidak sependapat, tidak perlu juga harus bergegas menulis komen di postingan ini. kalau kita tdk merasa begitu, tenang saja, tdk perlu panik. justeru dgn tiba2 gatal pengin bantah, malah menunjukkan diri sendiri.
 

Kurs 1 dollar sekarang adalah Rp 10.600. Bergerak liar. Mungkin bagi sebagian orang 'i don't care' dgn kurs. Nggak ngaruh juga.
Mungkin bagi orang2 bank sentral yang bertanggungjawab penuh atas pengendalian kurs dan inflasi, solusi paling gampang memang mari kita redenominasi (redom) saja, Rp 1.000 jadi 1. Biar besok 1 dollar sama dgn Rp 10,6. Yg sama sekali tidak mengubah fakta 'nilai' rupiah kita. Sy sih mau usul, redom-nya dibuat Rp 10.000.000 jadi 1. Biar kursnya 1 Rp, jadi 1.000 dollar. Biar tambah imut rupiahnya.
*Tere Lije
 

Kita tidak bisa mengendalikan banyak hal di sekitar kita. Tidak bisa. Jalanan macet, gagal test, gagal bisnis, ditipu orang, kehilangan sesuatu, diomongin orang, kepeleset jatuh, ketinggalan sesuatu. Mungkin beberapa bisa kita kontrol, bisa kita kendalikan. Tapi tidak semuanya.
Nah, yang sebenarnya bisa kita kontrol penuh adalah: apakah kita akan tersenyum atau mengeluh atas semua situasi tersebut. Ini sungguh ada dalam wilayah kendali kita. Omong kosong kalau ada yang bilang tapi, tapi dan tapi. Tuhan langsung memberikan kesadaran atas hal itu bahkan sejak kita masih kanak-kanak.
*Tere Lije

Jika calon suami, calon istri kalian tidak shalat, lebih baik pikirkan sepuluh kali sebelum melanjutkan menikah.
Saya tahu, orang boleh jadi berubah, tapi biarkan saja dia berubah dulu sebelum menikah, membuktikan rajin shalat dulu secara konsisten dan nyata baru melanjutkan rencana. Bukan sebaliknya, menikah menerima apa-adanya. Penting sekali soal shalat ini. Mau dia ganteng/cantik pol kayak anggota boyband/girlband, mau dia baik maksimal seperti poh si kungfu panda, mau jenius tujuh turunan, pastikan soal shalatnya.
*Tere Lije
 

Jika kita sedang dirundung cinta, aduhai, tiap detik wajah sang pujaan hati terbayang. Di piring nasi, di dinding dan langit2 kamar, di cermin, di kloset, di macetnya jalanan, di jendela2 lengang, di asap knalpot, di mana2 ada dia. Bahkan saat memejamkan mata, tetap terbayang wajahnya. Bahkan saat lampu dimatikan, gelap, wajahnya seolah mengambang di atas kepala.
Maka, tidakkah kita demikian saat mengingat Tuhan kita? Tidakkah hadir cinta yang lebih indah setelah begitu banyak kebaikan yang kita peroleh dari Tuhan? Maka semoga kita bisa menyentuh level zikir yang paripurna bagi mahkluk saat mengingat Tuhannya.
*Tere Lije
 

Bagaimanapun keadaan kita, mau sedih, bahagia, waktu tidak pernah berhenti menunggu.
Waktu tidak peduli. Tetap berjalan.
--Tere Liye
 

Seringkali orang2 sama sekali tidak sedang membicarakan kita. Orang2 sedang membicarakan diri sendirinya.
Tetapi kenapa kita tiba-tiba merasa orang2 sedang membicarakan kita? Lantas kita berseru hanya untuk 'membela diri'. Membuat orang2 yang sedang bicara menoleh bingung, 'eh, ini siapa yang tiba-tiba marah2?'
Pernah mengalaminya bukan?
Di jejaring sosial ini buanyak sekali kejadian ini.
*Tere Lije

Bahkan yang sudah suami istri sekalipun, bukankah sering terjadi, pagi ini cinta setengah mati, eh sorenya sudah benci alang kepalang; atau sorenya benci hingga ubun2 kepala, paginya sudah sayang tak terkira.
Jadi, nggak usahlah terlalu memamerkan pacar2nya itu. Foto2 mesra bareng pacar. Ganti nama belakang dgn nama pacar; sibuk mengganti status relationship, nanti repot sendiri. Percaya deh, nggak ada juga yang peduli kita itu punya pacar atau nggak di jejaring sosial ini.
*Tere Lije
 

Kenapa tidak ada pelajaran tentang cinta di sekolah-sekolah? Yang ada hanya IPA, IPS, Matematika dsbgnya itu? Apakah orang-orang lupa memasukkannya? Bukankah cinta itu penting sekali?
Kenapa tidak ada jurusan/fakultas cinta di universitas-universitas? Yang ada hanya teknik, ekonomi, hukum, kedokteran, dsbgnya itu? Apakah orang-orang lalai membuatnya? Bukankah di mana-mana ada kata cinta?
Kenapa tidak ada kursus cinta di mana-mana? yang ada hanya kursus komputer, menjahit, mengemudi, dsbgnya itu? Apakah orang-orang tidak tahu? Bukankah hidup ini hambar tanpa cinta?
My dear anggota page, jawabannya karena cinta tidak bisa dipelajari atau diajarkan. Cinta datang bagai rahmat terbaik yang dikirimkan Tuhan. Persis seperti sebutir bibit yang baik, letakkan di atas tanah yang subur, penuh unsur hara, pemahaman yang baik, maka tumbuhlah dia begitu elok dan bermanfaat. Sebaliknya, saat diletakkan di atas tanah gersang, di hati orang2 yang dangkal pemahamannya, dipenuhi nafsu dunia, maka kerdil dan buruklah tumbuhnya.
Cinta tidak bisa dipelajari atau diajarkan. Cinta langsung dicontohkan dalam setiap nafas kehidupan. Lihatlah, dunia ini diciptakan karena kasih sayang-Nya. Sungguh beruntung orang-orang yang melihat dengan megah hakikat cinta. Tidak semata-mata mampet dalam persoalan kecil, sepele saja.
*Tere Lije
 

Dear anggota page yg masih remaja dan cewek, percayalah, semua wanita itu cantik dengan sendirinya. jadi tidak perlulah meniru2 dandan orang lain, mengikuti gaya, trend dunia, menyontek drama di layar kaca, artis2, dsbgnya yg boleh jd tidak cocok dgn kecantikan diri sendiri. Tidak perlu berlebihan dandan, fashionable sekali, dsbgnya.
Nah, tenang saja, kalau ada cowok2, laki2 yg menganggap kalian tdk cantik dgn menjadi diri sendiri, itu jelas dia tidak layak bahkan hanya utk dijadikan sopir pribadi--apalagi suami.
 

Sudah jadi rahasia umum-lah, saat page sy ini memposting tentang jangan internetan saat jam kerja, jangan korupsi waktu, maka orang2 pura2 tidak baca, pura2 tidak memperhatikan.
Jika kita bisa melihat statistiknya, ketahuilah, jumlah jam kerja yang dikorup itu amat mengerikan. Satu orang saja korup 1 jam setiap hari, asyik jalan2 di dunia maya, maka secara total di Indonesia saja, setidkanya ada 10 juta jam produktif yang dikorup secara massif. Itu artinya, kita bisa menyelesaikan membangun candi borobudur, prambanan dan mendut dengan cepat. Ngalah2in kesaktian jin, dedemit yg dipanggil Bandung Bondowoso membangun 1000 candi.
*Tere Lije
 

Tidak seperti papan tulis, coretannya bisa dihapus bersih.
Coretan di hati tidak bisa dihapus bersih. Bahkan saat kita benar-benar lupa, coretan itu tetap ada (di hati orang lain, dan atau banyak orang lain).
-Tere Liye
 

Awal dari segala kasih sayang adalah: senyum.
Senyum yang tulus, riang dan menenangkan.
--Tere Liye
 

Saya rasa, kita tidak perlulah sibuk bilang kita lagi di Paris, New York, atau planet Mars sekalian. Karena kalaupun itu benar kita lagi disana, toh, gelandangan yg memang tinggal di kota itu biasa saja, tidak perlu pamer ke siapapun.
Saya tahu, semua kembali ke masing2, niatnya apa. Tapi kalau kalian mau mendengarkan saran dari page ini, ada banyak sekali yg tidak perlu kita bagikan di jejaring sosial. Karena jarak antara pamer dengan tulus itu kadang sudah tidak ada lagi. Narsis dengan bermanfaat kadang satu tarikan nafas saja.
Insya Allah, postingan ini tdk sedang rese, tdk rusuh ngurusin orang lain. Postingan ini ditulis di dinding page milik saya sendiri. Disampaikan hanya bagi yang mau mendengarkan.
*Tere Lije
 

Tak akan menyesal orang2 yang menghabiskan waktu dengan membaca buku. Jika tidak sekarang, besok lusa boleh jadi akan bermanfaat apa yang dibacanya tersebut.
*Tere Lije
 

Tidak akan menyesal orang2 yang sabar.
Kalaupun menyesal, jenis sesalnya mungkin: kenapa dia terlambat untuk mulai bersabar; dan kenapa dia terlalu cepat berhenti bersabar. Hanya itu.
--Tere Liye
 

Pertanyaan: "Om tere, jika kita menyukai seseorang, suka banget. Kapan kita tahu waktunya pas untuk bilang kepadanya?"
Jawaban: Mudah. Mudah sekali nge-cek-nya kapan kita sudah siap bilang atau tidak.
1. Jika kita hanya cemas dengan apa jawabannya, apakah dia suka atau tidak, jika kita cemas mendengar kenyataan apakah dia cinta atau tidak, hanya itu yang kita khawatirkan, maka lebih baik urungkan. Kita belum siap sama sekali. Besok-besok saja. Lupakan.
2. Tapi jika kita telah siap dengan implikasi jawaban tersebut. Maka silahkan saja bilang. Siap itu levelnya adalah: jika dia bilang 'iya', maka kita segera bisa membawa rombongan ke rumah orang tuanya. Jika dia bilang 'tidak', maka kita sama sekali tidak patah hati, sudah sibuk mencari yang lain yang mau dan sama2 siap.
*Tere Lije
 

Jangan meminta orang lain mencintai kita. Mulailah dengan meminta kita untuk mencintai diri sendiri.
*Tere Lije
 

Tidakkah kita menyadarinya, ada 'jiwa' di dalam 'fisik/badan' kita ini? Yang sungguh adalah kehidupan itu sendiri. Boleh mati fisiknya, tapi terus hidup jiwanya. Boleh jadi tulang belulang badannya, tapi terus ada jiwanya.
Tidakkah kita mau sedikit saja 'bicara' dengan jiwa kita masing2. Memberikannya asupan gizi yang baik. Merawatnya agar sehat. Menjaganya ada tidak terkena penyakit. Membuatnya nyaman dan menikmati hidup. Karena sudah terlalu banyak kita justeru mengurus 'badan/fisik' kita. Bahkan itu jadi prioritas utama, hingga kita lupa, kehidupan ini bukan semata2 badan/fisik kita saja.
Karena termasuk salah-satu diantaranya, apakah kita sungguh jatuh cinta utuh 'jiwa' dan 'fisiknya'; atau selama ini, hanya jatuh cinta dalam urusan 'fisik' melulu.
*Tere Lije
 

Setiap kejadian mengandung hikmah, ada yang kecil ada yang besar. Di dalamnya selalu tersimpul jawaban atas banyak pertanyaan hidup.
*Tere Lije

Apakah kita percaya dengan Tuhan kita sendiri? Gagah semua orang akan menjawab percaya. Malah ada yang tersinggung atas pertanyaan ini.
Lantas, buat apa kita mengeluh pada mahkluknya? Bahkan pada dunia maya? Tidakkah kita tergerak memilih untuk mengeluh pada Tuhan? Tapi kan Tuhan tidak langsung memberikan jawaban? Saya harus bilang lewat apa, dong? Memangnya Tuhan mendengarkan? Nah, jawaban2 kita itulah ukuran seberapa besar 'kepercayaan' kita.
Iman itu sesuatu yang amat menakjubkan. Jika urusan mengeluh saja kita tdk bisa mengatasinya, apalagi mempercayai soal keran rezeki, usia, jodoh, dan hal2 ghaib lainnya. Penting sekali memiliki ilmu yang baik, kemudian bertunas menjadi pemahaman yg baik atas urusan ini.
*Tere Lije
 

Hati manusia itu dalam situasi tertentu menyerupai 'museum'. Menyimpan banyak kenangan.
Museum yg baik, menata artefak bersejarah dan pentingnya dengan tepat. Memilah2 mana yg masih perlu diletakkan di tempat prioritas, mana yg dibuang di gudang. Sedangkan museum yg tidak sehat, masih saja menyimpan kenangan yg boleh jadi mengganggu diri sendiri justeru di lobby depan museum, tempat terpenting.
*Tere Lije
 

Jangan sering2 menoleh ke belakang kalau ingin melangkah maju, nanti kakinya tersangkut.
Jangan sering2 menoleh masa lalu kalau ingin menuju masa depan, nanti hatinya tersangkut.

Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik. Tidak mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas.

My man, tidak ada kebetulan di dunia ini. Tidak ada. Kehidupan kita ini semua adalah skenario dari pemilik skenario paling sempurna.
*Tere Lije

Jangan mudah percaya dengan kenalan di dunia maya. Jangan gampang sekali diajak ketemuan. Sebaik apapun dia di dunia maya. Se-perhatian apapun dia.
Saya tidak menyuruh orang untuk suudzon, untuk terlalu hati2, untuk lebay berprasangka. Saya sedang mengingatkan agar orang2 tahu batas2 di dunia maya ini. Apalagi jika kalian masih remaja. Berhati2lah. Cerdas mengambil manfaatnya, buang jauh2 hal buruk di dunia maya ini.
*Tere Lije

Kita tidak bisa memilih orang tua. Tidak bisa request jadi anak raja, orang kaya, dsbgnya.
Tapi tidak perlu protes. Karena hei, orang tua juga tidak bisa memilih anaknya. Kalau bisa, mereka boleh jadi request yg baik, nurut, pintar, dan membanggakan.
Kondisi ini akan saya sebut dgn teori: "Equilibirum Harapan dan Kenyataan."
*Tere Lije

Hari ini, banyak sekali remaja yang keren sekali bilang, "Aku sudah besar. Tidak mau diatur-atur."
Tapi bahkan ketika HP-nya nyelip di mana, dia mudahnya rusuh teriak2 ke setiap sudut rumah, "aduh, HP ku di mana ya? Ibu lihat HP ku? Bapak lihat HP ku?"
Mudah sekali menyuruh2, mudah sekali minta tolong. Dan lebih menyebalkan lagi, mudah sekali bertanya, padahal kalau mau cari tahu sebentar saja, semua jawaban ada di depannya.
*Tere Lije

Cowok yang hatinya benar2 baik, pelindung sejati, tidak akan pernah mengajak cewek pergi berdua-duaan.
Cowok yang mengajak pergi berdua2an cewek lain, tidak darurat, bukan mahram, maka itu jelas cowok genit. Dan lebih super genit lagi ceweknya, idih, diajak cowok yg jelas2 genit saja dia mau.

Takut itu, jika dikelola dengan baik, bisa jadi salah-satu sumber motivasi dan kekuatan terbesar yang dimiliki manusia.
Bahkan boleh jadi lebih besar dibanding dengan kekuatan 'cinta', kekuatan 'keinginan' apalagi dengan kekuatan 'bulan'.
--Tere Liye

Kalau ada yang tiba2 merasa hatinya terbakar membaca postingan di page ini, tersinggung sekali, benci sekali. Benar2 kuch-kuch hota hai, something happen di hatinya, hingga menuduh, menjelek2an maka, my dear anggota page: itu urusan yg tersinggung. Kan nggak ada yang nyuruh juga baca.
Sedangkan urusan sy simpel: terus menulis. 

Sebagian berubah karena terpaksa.
Sebagian lagi berubah setelah membayar mahal dgn bnyk kesedihan.
Sebagian lagi berubah setelah penuh penyesalan dan airmata.
Maka orang2 yg beruntung adalah yg berubah cukup dgn belajar dari pengalaman orang lain. Dari bacaan, nasehat, mengamati. Sebelum terlanjur.
*Tere Liye

 Beruntunglah orang2 yang tetap cantik hingga masa tuanya, meskipun kulitnya keriput, wajahnya berkerut, rambut menguban, dan tanda-tanda tua lainnya telah datang.
Beruntunglah mereka, aduhai, bahkan semakin cantik saja, menyenangkan berada di dekatnya, menyenangkan menatap wajahnya, mendengarkan suaranya, nasehatnya. Karena kecantikannya ada di hatinya.
*Tere Lije

Saya yakin di negeri ini masih ada ribuan guru2 yang menjadi guru karena panggilan hati, karena pilihan hidupnya, dan dia siap dengan mental baja mengabdikan dirinya sebagai guru. Tidak mengeluh. Tidak banyak cakap. Bukan karena terpaksa tidak ada pilihan lain, bukan karena nyari aman saja yang penting PNS.

Saya yakin di negeri ini masih ada ribuan guru2 yang lebih pusing memikirkan ahklak murid2nya dibanding sertifikasi, lebih cemas dgn pengetahuan murid2nya dibanding ngurusin karya wisata jauh2 hari, lebih mencintai murid2nya dibanding urusan jual seragam, buku LKS dan hal2 sejenisnya.

Saya yakin dan tahu itu. Karena saya tersambung dengan ratusan sekolah di seluruh pelosok Indonesia melalui sebuah gerakan. Mulai dari Natuna, pedalaman Aceh, Ende, Papua, Sulawesi, Kalimantan, bahkan beberapa sekolah di sudut kota Bandung tempat sy menetap sekarang. Menatap wajah anak2 yang riang--meski cemong dan kusam. Menatap wajah anak2 yang semangat belajar--meski nyeker dan tidak berseragam.

Wajah2 itu jelas menunjukkan mereka punya guru2 terbaik.
Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia. Tidak ada tempat bagi guru2 yang hanya sibuk mengurus dirinya sendiri, korup dan memanfaatkan murid2nya.
Saya berdoa, siapapun yang berniat jadi guru, telah menjadi guru, terpanggil jiwa gurunya yang mulia.
*Tere Lije

Cara terbaik mengatasi kekecewaan adalah dengan terus mencoba. Tidak berhenti. Tidak lelah. Tidak bosan. Tidak sakit hati.
Besok lusa kembali dgn kekuatan lebih dahsyat.
*Tere Lije

Dalam urusan berdoa kepada Tuhan, tidak ada hal yang terlalu kecil untuk dijadikan doa. Tidak ada.
Jadi jangan malu. Jangan sungkan. Masalah galau, masalah perasaan yang remeh itu pun bisa kita adukan. Langsung tanpa perantara. Dan tidak perlu lagi kita 'adukan' di dinding jejaring sosial, diumbar kemana2.
*Tere Lije

Dalam agama kita posisi 'malu' itu penting sekali. Ada banyak hadist sahih Bukhari, Muslim terkait tentang ini. Malu melakukan sesuatu yang jangankan buruk, posisinya ragu2 sekalipun tetap malu.
Ya Allah, sungguh, jangan pernah angkat rasa malu di hati kami. Biarkan dia tumbuh subur. Agar kami senantiasa bisa menjaga diri sendiri, keluarga kami.
*Tere Lije

Kalau kita kenyang, makan cukup, maka bukan berarti kita bisa tutup mata dengan kenyataan orang lain ada yang hanya makan sekali sehari.
Kalau kita bisa sekolah di ruangan ber-AC, fasilitas top, maka bukan berarti kita tutup mata dengan kenyataan orang lain yg bahkan sekolah di tenda.
Kalau kita bisa menikmati hidup ini, bisa internetan, say hello di jejaring sosial, maka bukan berarti kita tutup mata dengan kenyataan ada 29% penduduk negeri ini yg tidak punya sambungan listrik.
Kalau kita enjoy, bisa jalan2 ke luar negeri, bisa mengirim anak2 kita karya wisata ke mana2, maka bukan berarti kita tutup mata dengan 29% penduduk negeri ini hanya punya penghasilan 10ribu/hari. atau 300rb/bulan. Kita traktir makan di fastfood saja bisa sekali duduk.
Mulailah ikut peduli--setidaknya belajar merasakan, menunjukkan pembelaan. Bukan karena rese, bukan karena sok-sok-an, bukan karena itu semua. Melainkan karena kita ini manusia, daging, kulit, tulang yg sama. Orang tua kita dulu, nenek-kakek kita dulu, boleh jadi masih sama nasibnya. Miskin dan terlupakan.
*Tere Lije

Orang2 ngamuk melihat anggota DPR jalan2 keluar negeri study banding. Menghabiskan uang rakyat.
Tapi kenapa orang2 tidak ngamuk ke dirinya sendiri saat dia melakukan perjalanan yg sama persis seperti dilakukan anggota DPR? Dibayari orang lain. Bisa membawa keluarga?
Yang ada justeru argumen membela diri yg dia keluarkan sama persis seperti ngeles-nya anggota DPR ini. Mirip banget.
*Tere Lije

Tidak ada yang melarang sekolah melakukan karya wisata / study tour. Silahkan. Tapi pastikan tidak wajib, memaksa, bahkan mengancam murid2.
Jika sekolah kalian tidak melakukan pemaksaan itu, baik secara halus maupun secara kasar, maka itu keren sekali. Pertahankan.
Tidak ada alasan yg bisa membenarkan guru2 mewajibkan karya wisata kepada murid2nya. Tidak ada tapi, tapi, dan tapi. Pikirkanlah
"Guru adalah benteng terakhir ahklak mulia."
*Tere Lije

Banyak orang2 yg hidup berkecukupan, apapun yg dibutuhkan tersedia, apapun yg diinginkan tinggal bilang, tapi nyatanya tidak menjadi bahagia.
Sebaliknya, banyak orang2 yg hidup serba kekurangan, semua harus diperjuangkan, semua harus dilalui dengan kesusahan, tapi ternyata merasa bahagia dan memang bahagia.
Kalau begini, di mana letak bahagia itu?
Jangan2 nasehat orang tua itu benar: bahagia adalah pilihan. Kita-lah yang memilih mau bahagia atau tidak.
--Tere Liye

Tidak akan pernah bisa melihat wajah sendiri dengan baik jika cerminnya kusam dan kotor. Pun sama, tidak akan pernah bisa melihat dengan baik seluruh kehidupan ini jika hati kita kusam dan kotor.
*Tere Lije

Ketika masa depan belum disingkap, ketika kabar baik atau buruk belum tiba, maka bergegaslah melengkapi diri dengan pakaian terbaik menghadapinya: rasa sabar dan selalu bersyukur.
*Tere Lije

Apakah industri rokok, perusahaan rokok peduli dengan remaja2? Anak2? Tidak. Mereka tidak peduli. Mereka bahkan cemas, jika tidak segera memperoleh perokok baru, bisnis mereka akan mati. Karena toh, jelas sekali, perokok tua bakal wafat, tanpa adanya perokok baru, pasar mereka berkurang. Fakta ini bisa dibaca dalam laporan, catatan manajemen yang bocor, dsbgnya. Ketika mereka jadi sponsor olahraga, memberikan beasiswa ke pemuda, itulah ketika hipokrasi, kemunafikan besar dipertontonkan. Sebagian orang percaya, dan bisa ditipu. Tapi tidak bagi yang mau memikirkannya.
*Tere Lije

Jika kita menang dalam sebuah perdebatan; saya bisa pastikan, lawan debat kita tidak akan menghargainya. Jika kita kalah telak, pun kita tidak mau mengakuinya. Lantas apa poinnya adu celoteh? Biar tahu siapa paling pintar bicara atau paling pintar komen?
Hentikanlah berdebat, menonton orang berdebat, apapun itu. Biarkan saja orang2 lain melakukannya. Jadi tontonan di televisi, silahkan. Kita sih tidak, kita tahu persis bahwa masih banyak pekerjaan lain yang lebih penting dibanding adu kalimat, lantas saling emosi. Mending ngupil, gunting kuku, mencetin jerawat, setidaknya tidak menyakiti orang lain.
Dalam kitab suci, juga banyak hadist, posisi debat ini telah dijelaskan. Silahkan dicek sendiri.
*Tere lije

Ketika kita menginginkan sesuatu, justeru sesuatu itu tidak menginginkan kita. Dan sebaliknya, saat sesuatu itu menginginkan kita, justeru kitalah yang tidak menginginkannya.
Kenapa sih yang tidak kita mau, malah mendekat2; tapi yang kita mau, justeru menjauh2. Aduh, kenapa sih yang tidak kita inginkan terusss saja mengganggu, tapi yang kita inginkan malah tidak peduli.
*Tere Lije

Ketekunan mengalahkan bakat, kepintaran bahkan jenius.
Maka, orang2 yang tekun akan menggapai cita-citanya--bahkan kalaupun cita2 tersebut adalah memindahkan gunung, mengeringkan danau.
--Tere Liye
*kalau ada yang bilang "keberuntungan mengalahkan ketekunan", maka itu bukan nasehat, itulah yg disebut bersilat lidah. datang dari orang2 yg nyari argumen malasnya.

Lebih baik mendengarkan kebenaran meski itu amat menyakitkan, Kawan. Dibandingkan mendengarkan kebohongan meski itu menyenangkan.

Ingat baik-baik nasehat orang tua: "Sekali kita mencintai seseorang, boleh jadi akan susah payah menghentikannya."
*Tere Lije

Setiap kejadian mengandung hikmah, ada yang kecil ada yang besar. Di dalamnya selalu tersimpul jawaban atas banyak pertanyaan hidup.
*Tere Lije

Apakah kita percaya dengan Tuhan kita sendiri? Gagah semua orang akan menjawab percaya. Malah ada yang tersinggung atas pertanyaan ini.
Lantas, buat apa kita mengeluh pada mahkluknya? Bahkan pada dunia maya? Tidakkah kita tergerak memilih untuk mengeluh pada Tuhan? Tapi kan Tuhan tidak langsung memberikan jawaban? Saya harus bilang lewat apa, dong? Memangnya Tuhan mendengarkan? Nah, jawaban2 kita itulah ukuran seberapa besar 'kepercayaan' kita.
Iman itu sesuatu yang amat menakjubkan. Jika urusan mengeluh saja kita tdk bisa mengatasinya, apalagi mempercayai soal keran rezeki, usia, jodoh, dan hal2 ghaib lainnya. Penting sekali memiliki ilmu yang baik, kemudian bertunas menjadi pemahaman yg baik atas urusan ini.
*Tere Lije

Kalau kita tidak bersyukur atas hal2 kecil, maka bagaimana kita bisa menjamin akan bersyukur hal2 yang besar?
Boleh jadi itulah kenapa hal2 besar itu tidak mendekat.
*Tere Lije

Berpikir dan berprasangka positiflah selalu. Maka hal menakjubkan akan terjadi.
*Tere Lije
**kalian tidak perlu memforward, mengirim postingan ini ke minimal 20 orang. tidak akan ada bencana yang menimpa kalian jika tdk dilakukan. pun tanpa perlu diforward ke siapapun, berpikir positiflah, maka hal menakjubkan akan terjadi

Bolehkah kita bersikap egois? Mementingkan kebahagiaan sendiri?
Boleh. Apalagi untuk kalian yang sibuk berkeluh kesan, mengeluh, curhat tentang urusan perasaan kalian. Merasa disakiti, dikhianati, ditinggalkan, dianggap barang tidak berharga, dsbgnya. Saya kira, boleh saja untuk mulai egois memikirkan kebahagiaan diri sendiri dibanding mikirin orang lain tersebut.
Saya kadang bingung, kenapa begitu banyak orang yang bela2in mikirin kebahagiaan orang lain, sok bijak, sok care, yang padahal, seseorang itu suami/istri juga bukan. Hanya pacar. Sebuah hubungan tidak jelas, dan jelas-jelas merusak diri sendiri.
Silahkan untuk egois. Tinggalkan. Lebih baik sekolah, belajar, memperbaiki diri. Masa untuk benar2 care, sayang, tidak egois itu akan datang dengan sendirinya.
*Tere Lije

Hal terbaik yang kita miliki dalam hidup ini bukan berupa 'benda'. Karena kalau itu benda, macam mobil, perhiasan, kapal mewah, pesawat terbang, rumah, HP, laptop, jelas sekali orang lain punya yang lebih baik dibanding milik kita.
Hal terbaik yang kita miliki dalam hidup itu jelas sekali bukan 'benda'. Melainkan bersemayam di hati, yang hanya kitalah yang tahu seberapa terbaik hal tersebut.
*Tere Lije

Pilihlah pasangan yang kaya. Tapi bukan kaya hartanya, melainkan kaya waktunya, sehingga dia punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama kita--termasuk saat dia sibuk sekalipun.
Karena hari ini, orang2 sebenarnya lebih banyak bercengkerama dengan pasangan nempel terusnya, yaitu gagdet macam HP, laptop, dsbgnya.
*Tere Lije

Orang-orang boleh jadi cepat sekali lupa kebaikan yang kita berikan. Juga cepat sekali lupa bantuan yang kita julurkan. Seperti air menguap. Lupa seketika.
Sebaliknya, orang2 boleh jadi gampang sekali mengingat kesalahan yang kita perbuat. Mudah sekali mengungkitnya. Selalu ingat.
Tapi justeru dengan tahu hal tersebut, itu bukan berarti kita punya alasan untuk berhenti berbuat baik. Juga bukan alasan untuk malu pernah membuat kesalahan. Kita memilih sebaliknya.
*Tere Lije

Restoran, rumah makan yang beroperasi di Indonesia, memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan jaminan kehalalan makanan yang mereka sajikan.
Saya selalu berdoa, agar jangan pernah ada pemilik restoran/rumah makan yang menganggap sepele hal tersebut, menggampangkan masalah, menunda2 mengurus sertifikat halal hingga tiga kali lebaran tetap tidak merasa itu penting. Niat baik selalu berbanding lurus dengan tindakan, bukan ucapan (apalagi bantahan). Tidak ada mahalnya mengurus sertifikat ini. Warung mie yamin, bakso kecil di Bandung saja ada yg dengan bangga meletakkan sertifikat MUI di lapaknya.
Pun sama, kita semua seharusnya peduli sekali soal ini. Karena makanan halal dan thayib adalah tanggung jawab kita semua. Jaga bayi, balita, anak2 kita dari makanan yg tidak halal dan thayib. Mulai dari pangkalnya, bukan hasil korup, kotor, melainkan dari kerja atau bisnis yang amanah, hingga hilirnya, disajikan makanan yang bergizi dan sesuai kaidah agama.
*Tere Lije

Jika kita punya tabungan Rp 10 milyar di bank, maka sesungguhnya itu bukan milik kita. Tidak dicatat dalam saldo hakiki kita. Yang akan jadi milik kita adalah yang Rp 10.000 yang telah dimanfaatkan dengan tulus untuk kebaikan. Dicatat dengan baik.
Inilah disebut dengan: akuntansi kebaikan.
Tidak percaya? Mudah saja logikanya. Saat kita mati, yag 10 milyar itu tertinggal di bank. Dibagi2kan kepada ahli waris.
*Tere Lije
 

Tidak ada cita-cita yang terlalu kecil untuk gagal disebut cita-cita. Bahkan sebenarnya, dari cita-cita yang kecil itulah hal besar bisa datang. Memilki cita-cita jadi guru misalnya, mungkin kecil dalam kaca mata orang banyak yang justeru ingin jadi presiden, dokter, pengusaha terkenal. Tapi dia besar sekali dari kaca mata murid-murid yang berhasil dididik. Murid2 dengan ahklak baik, penuh kejujuran, dan bermanfaat.
Sungguh, hanya guru yang berahklak baik, penuh kejujuranlah yang bisa menanamkan hal tersebut.
*tere lije

Orang yang paling menguasai makna cinta adalah: yg tidak memiliki kepentingan, tidak ada pretensi, tidak cemas, tidak khawatir, simpel dan lurus hanya cinta saja.
Dan kita semua sebenarnya pernah menguasainya.
Ketika masih balita. Bahkan setelah dimarahin sekalipun, balita tetap bisa tersenyum. Bahkan habis menangis tantrum sekalipun, balita tetap segera tersenyum. Tidak ada sakit hati, benci, apalagi dendam.
*Tere Lije

Bagaimana mungkin tanah kotor, hitam, bisa menumbuhkan sesuatu yang manis dan lezat di makan? Tapi lemparkanlah biji anggur, tunggu dia tumbuh membesar, lantas berbuah, sungguh sudah jadilah sesuatu yang manis dan lezat tersebut.
Bagaimana mungkin tanah bisa menghasilkan daging yang gurih dan lezat? Tapi tuangkanlah air yang cukup, sambungkan dengan sungai atau laut, maka berkembang-biaklah ikan-ikan besar, sungguh sudah jadilah daging yang gurih dan lezat tersebut.
Dunia ini dipenuhi dengan kasih sayang Tuhan tak terkira. Sekali kita mencoba memahaminya, maka menyusul rasa syukur dan berterimakasih.
*Tere lije

Bagi orang2 yang memendam rindu, mencintai dalam diam, maka apa-apa yang ditunjukkannya hanyalah bagai gunung es di dalam samudera, hanya memperlihatkan pucuk kecil dari betapa besar perasaan itu di bagian dalamnya. Besarrr sekali yang tersembunyi.
Tapi bagi para tukang gombal, yang berceceran perasaannya di mana-mana, maka apa-apa yang diperlihatkannya itu justeru adalah semuanya, itupun dikali dua dengan lebay dan kepalsuan. Tidak ada lagi yang tersisa di bagian dalamnya. Sudah diobral habis.
*Tere Lije

Orang2 yang suka gombal, mempermainkan perasaan itu persis seperti saklar lampu saat mereka bilang "i love you".
Tekan tombol saklarnya, klik, nyala lampunya, bilang suka. Tekan lagi tombol saklarnya, klik, padam lampunya. Mudah sekali, semau-mau mereka saja.
Dan dia bisa klik-klik ke siapapun sepanjang jidatnya mulus.
*Tere Lije

Langit itu tidak memiliki warna. Namanya juga langit-langit. Mengawang2 saja di atas kepala kita.
Tapi kenapa dia seolah punya warna biru. Kadang berganti merah. Kadang jingga. Kadang ada pelangi. Bahkan kadang ada sejuta warna aurora di relungnya? Simpel. Langit hanya 'memantulkan' apapun yang ada di sekitarnya.
Pun begitulah hidup ini. Kalau kita merasa tidak punya warna, tidak memiliki sumber warna-warni, pantulkanlah warna terbaik di sekitar kita. Maka semoga dengan begitu kita juga menjadi bagian orang-orang yang bahagia. Jauhi pantulan warna yang kusam, gelap dan menyebalkan.
*Tere Lije

Terlalu. Ilmu kita dangkal, tapi kita berani-beraninya berprasangka buruk terhadap Allah?
Kita bahkan tak paham kenapa hujan harus turun di sini, tidak di sana. Tidak mengerti kenapa kemarau harus datang di sana, tidak di sini. Kenapa satu bunga mekar menjadi buah, yang lain layu sebelum merekah.
Maka, ketika kita juga tidak tahu kenapa rezeki kita kecil, rezeki orang lain deras. Kenapa doa-doa kita tertunda, yang lain segera. Kenapa orang lain semua serba mudah, kita serba sulit. Bukan berarti kita berhak berprasangka buruk.

Tidak akan pernah bisa melihat wajah sendiri dengan baik jika cerminnya kusam dan kotor. Pun sama, tidak akan pernah bisa melihat dengan baik seluruh kehidupan ini jika hati kita kusam dan kotor.
*Tere Lije

Orang yang secara fisik mulutnya bau, tidak otomatis mengeluarkan kalimat2 yang bau dan buruk.
Pun sebaliknya, orang2 yang secara fisik mulutnya wangi, tidak otomatis pula mengeluarkan kalimat2 yang harum semerbak.
Itulah hakikat nasehat yang bilang mulut orang berpuasa itu bisa harum bagai wangi kesturi. Secara fisik mulutnya boleh jadi bau, karena dia sedang berpuasa, tapi puasa itu sendiri, membuatnya menahan diri, mencegah dia berkata buruk. Puasa membuatnya berkata baik atau memilih diam. Itu mulut yang wangi.
*Tere Lije

Ketika masa depan belum disingkap, ketika kabar baik atau buruk belum tiba, maka bergegaslah melengkapi diri dengan pakaian terbaik menghadapinya: rasa sabar dan selalu bersyukur.
*Tere Lije

Tidak ada komentar: