Sabtu, 21 September 2013

jika hari itu tiba




bagaimana?

jika hari itu tiba, dan Allah tidak ingin melihat kita?

menyesakkan, bukan? sungguh. membayangkannya saja kita tak ingin. jika kita pernah merasa bersedih karena seseorang/beberapa orang tidak menganggap kehadiran kita, tidak ingin melihat kita, pasti kita akan merasa sakit di hati, dan berusaha untuk mencari perhatiannya.

bagaimana dengan Allah?

sudah sampai sejauh mana kita berusaha "mencuri" perhatiaan-Nya, sehingga kelak Dia berkenan memandang ke arah kita?

jika sampai saat ini kita tidak "tertarik" untuk mencoba mendapatkan perhatiaannya, cobalah baca nasehat berikut ini :

Diantara ke-Maha Rahman-nya Allah adalah Ia tidak menyebut nama pelaku maksiat yang malu atas maksiatnya sendiri. Allah menjaga nama baiknya. Sebagaimana wanita yang menggoda Nabi Yusuf ‘alaihissalam, namanya tak akan pernah kita temukan sebarispun didalam Al-Qur’an, kecuali dengan julukan yang terdengar mulia: ‘Imra’atul Aziz. Akhirnya kita tahu kenapa dikatakan bahwa malu adalah bagian keimanan. Maka atas mereka yang tidak punya malu, tanpa Allah menyebut dan menampakkan aibnya pun, mereka telah melakukannya sendiri.
 semoga Rabb kita yang Maha Baik berkenan memudahkan ;)

Tidak ada komentar: