Sabtu, 14 September 2013

Al Qur'an dan kemuliaan wanita dalam Islam


sudah memasuki tengah bulan september, dan itu artinya sudah sangat lama yaa, saya tidak mletakkan jari0jemari saya di atas tuts keybord dan mulai bercerita di blog tercinta ini. bukan masalah tak ada ide atau hal yang ingin diceritakan, terlalu banyak bahkan yang berdesak di kepala, ingin memetakan kata-kata namun apalah daya aku tak kuasa. #ikiopo

sudah yaaa curhat soal ga posting-postingnya, daripada kalian kangen udah lama kan ga liat post baru disini ((dilempar)) ((ke Anfield)) ((ya gpp)) ((aku mah mau banget ke Anfield))

***

hari ini saya membaca sebuah buku ((sebentar....)) bukan hari ini, sudah dari seminggu lalu, dan belum selesai ((kalau kata mbak Ranti : hinaaaa)) ((baca buku geh lama banget, padahal ga tebel)) judul bukunya "The Amazing Story of Al Qur'an, buku yang mengisahkan tentang sejarah AAl Qur'an, kapan diturunkan, surat-suratnya, serta ilmu yang mempelajari Qur'an, pokoknya seru banget, asli nambah pengetahuan kita tentang kitab suci yang sangat kita percaya ini.

tapi kali ini, saya tidak hendak menceritakan tentang keseluruhan isi buku, melainkan bab yang sangat menyenangkan ketika di baca, sesuai dengan judul postingan, wanita dan Islam. dalam bab berjudul Al Qur'an Pendorong Kemajuan, dan sub bab Al Qur'an dan pemuliaan wanita, saya langsung bersemangat membacanya terlepas saya pernah membaca hal yang serupa di salah satu buku bang Yoli Hemdi tentang wanita sebelum Islam datang dan bagaimana kedudukannya ketika Islam hadir ditengah-tengah masyarakat.

bab ini menjelaskan bagaimana kehidupan wanita sebelum Islam datang, bagaimana dalam agama lain ((tanpa bermaksud mengunderestimare, apalagi mencela keyakinan orang lain)) wanita diperlakukan, bagaimana bangsa jahiliyah memandang derajat seorang wanita.



dalam masyarakat Yunani, peradaban Romawi, masyarakat Hindu, dan jaman Jahiliyah Arab wanita tidak pernah mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki, wanita hanya dijadikan pemuas nafsu saja, dan jikapun menjadi isteri atau anak tidak pernah mendapatkan hak yang seharusnya didapatkan.

setelah Islam datang, wanita menjadi mulia. Allah swt memberikan kesempatan yang sama, hak yang sama, dan derajat yang mulia pula. Islam memandang hidup wanita sebagai manusia yang seutuhnya, memberikan kesempatan dan hak yang sama dengan laki-laki.

bahkan setelah Islam datang, wanita mendapat hak yang sama, banyak wanita yang menjadi tokoh-tokoh Islam yang sangat bermanfaat bagi dunia, entah menjadi penulis, pahlawan perang, atau ada dibelakang laki-laki muslim yang hebat.

maka, berbahagialah jika kita terlahir menjadi wanita, terlepas apa yang kita dapatkan sekarang, tapi bersyukurlah kepada Allah dengan menjaga kehormatan diri kita.

adios!

Tidak ada komentar: