Kamis, 01 Agustus 2013

status (bagian keduapuluhempat)


Jangan pernah mentertawakan fisik orang lain. Jangan pernah mentertawakan hasil ciptaan Tuhan.
Aduhai, generasi hari ini, bahkan tega menjadikan hal ini tontonan massal di televisi. Bertepuk tangan, tertawa bahak, bahkan dia tidak peduli kalau itu bahkan mentertawakan neneknya sendiri, ibunya sendiri, orang tua di sekitar kita.
*Tere Lije

(I)
Jika ragu-ragu, maka lebih baik urungkan. Jika terlalu yakin hingga ngotot, maksa, berlebihan, maka lebih baik pikirkan ulang.
(II)
Jangan pernah tergesa-gesa, hal buruk ikut menumpang pada urusan tergesa-gesa. Juga jangan pernah menunda-nunda, hal buruk juga ikut menumpang pada urusan yang ditunda-tunda.
(III)
Jangan cemas kehilangan kesempatan, selalu saja akan tersedia kesempatan lebih baik berikutnya. Tapi jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan, hal terbaik mungkin tidak datang dua kali.
--Tere Lije

Jangan habiskan waktu menjelaskan banyak hal ke seseorang yang bahkan sejuta kata pun disampaikan dia tetap tidak mau mengerti.
Kita salah orang. Karena di luar sana, boleh jadi ada orang yang tanpa perlu berbusa-busa dijelaskan, dia selalu mengerti dan memahami.
*Tere Lije
 

Benar nggak sih, orang2 lbh suka meramaikan rumah orang lain, karena rumahnya sendiri sepi, tdk seru. Orang2 sibuk mengurus urusan orang lain, karena urusannya sendiri membosankan, boring.
Karena kalau itu benar, itu bisa menjelaskan banyak hal, dan bisa memberikan kita pemahaman baik agar lebih baik terus membuat seru rumah sendiri, mengembangkan diri sendiri.
 

Akan selalu ada orang2 yang tidak menghargai apa yang telah kita lakukan untuknya.
Juga akan selalu ada orang2 yang tidak peduli apa yang telah kita kerjakan untuknya.
Pun akan selalu ada orang2 yang merendahkan, dan menjelek2an atas apa yang telah kita berikan. Tidak memperhatikan kita, tidak mendukung kita, bahkan tidak menyukai kita meski dia sebenarnya juga tidak kenal, tidak paham.
Tapi sesungguhnya, di luar sana, juga jelas sekali akan selalu ada orang2 yang peduli dengan kita, bisa menerima kesalahan yang kita lakukan, bisa mendukung, memperhatikan, terus memberikan semangat.
Maka, fokuslah pada orang2 yang peduli ini.
*Tere Lije
 

Kita diperintahkan oleh agama ini untuk memaafkan. Pemaaf adalah ahklak mulia. Memaafkan siapapun yang menyakiti kita. Memaafkan semua kejadian yang menyakitkan.
Tetapi jelas, memberikan kesempatan kedua, adalah sepenuhnya hak kita. Dan itu tidak ada hubungannya dengan tulus atau tidak tulus memaafkan. Itu sederhana soal jangan biarkan kita jatuh ke lubang yang sama dua kali.
 

Ketika kita menginginkan sesuatu, justeru sesuatu itu tidak menginginkan kita. Dan sebaliknya, saat sesuatu itu menginginkan kita, justeru kitalah yang tidak menginginkannya.
Kenapa sih yang tidak kita mau, malah mendekat2; tapi yang kita mau, justeru menjauh2. Aduh, kenapa sih yang tidak kita inginkan terusss saja mengganggu, tapi yang kita inginkan malah tidak peduli.
*Tere Lije
 

Kenapa kita melakukan kesalahan yang sama berulang2 kali. Lagi2 kembali, lagi2 terjebak, lagi2 tertipu?
Simpel, karena kita tidak pernah menganggap itu kesalahan sih. Jadi jangan disesali, jangan menangis, ketika waktu terus berjalan cepat, dan kita tetap di situ2 saja.
*Tere Lije
 

Jika kita mencari seseorang yang sempurna, maka sampai kiamat, kita tidak akan memperolehnya.
Lebih baik fokus kepada: apakah seseorang itu mau terus memperbaiki dirinya, dan bisa memberikan bukti kongkret dia memang melakukannya.
*Tere Lije
 

Sabar itu banyak sekali dimensinya.
Seseorang yang sabar bahkan jelas harus mengambil tindakan tegas, bahkan perang sekalipun atas hal2 yang merusak, berapapun harganya. Maka dia disebut sabar dalam menegakkan kebenaran. Pahit getir, menghadapi kebencian, serangan fisik maupun fitnah atas karakter, salah paham, diasingkan, dia tetap bersabar.
*Tere Lije 

Tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini. Bahkan sebuah kebetulan yang amat kebetulan adalah tetap rencana Tuhan yang tidak pernah meleset walau sepersejuta mili.
Maka, orang2 yang kita temui, kejadian2 yang dilewati, pagi, siang, malam, selalu menyimpan misteri. Ada tujuannya, ada maksudnya.
Hei, jika kita tidak berhasil menerjemahkan tiap detailnya, karena terlalu megahnya rencana Tuhan tersebut, itu jelas bukan kabar buruk. Setidaknya pastikan saja kita sukses menysukuri tiap detik rencana tersebut. Selalu berterimakasih. Itu lebih dari cukup.
*Tere Lije
 

Sesekali, jika ada waktu, saat melakukan bersih2 di page ini, saya kadang terharu sekali membaca komen2 bijak di page, misalnya ada yang komen: "Insya Allah, kalau niat kita baik dan sabar, pasti akhirnya bahagia. Salam kenal buat semua. Sukses selalu." Sungguh ini komen keren banget.
Tapi sedetik kemudian, saya bengong seketika, saat melihat nama yang memberikan komen: "Eddy kucluckkucluk rindu selalu demiappa gitu", dengan foto profile full bergaya, fashionable sekali, rambut keren, tsaaa, tsaaa... sayangnya epic fail, blur.
Aduhai, apa yang harus saya lakukan coba? Dan ini hampir ada di setiap postingan. Dengan nama dan foto profile lebih rumit (di postingan ini sy samarkan nama dan komennya). Saya tahu, dengarkan substansi bicaranya, bukan siapa yang bicara. Tapi dalam urusan ini, maafkan, saya tidak bisa menahan diri untuk mengelus dahi.
My dear anggota page, pastikan kalian bisa menyesuaikan diri. Page ini milik penulis, bukan milik anggota boy band, bukan milik penyanyi, artis. Saya bisa memaklumi tingkah laku alay, silahkan lakukan di luar sana, tapi jangan dibawa2 ke page ini ya. Biar page ini tetap nyaman. Adalah kebebasan semua orang mau pakai nama apapun, bebas, merdeka, tapi sekali masuk ke dalam page ini, ingin komen, maka patuhi peraturannya. Suka atau terpaksa, patuhi.
Nah, si Eddy yang kucluckkucluk, salam hormat dari saya. No hard feelings my friend. Di luar sana pasti ada page yang lebih cocok.
*Tere Lije
 

Bukan hanya ketika melakukan hal salah kita bisa menghadapi masalah. Saat melakukan hal benar pun kita bisa menghadapi masalah yang lebih serius lagi.
Tetapi bukan berarti kita jadi tidak mau melakukannya. Itulah yang membedakan antara orang2 hidup dengan prinsip baik atau sebaliknya.
*tere lije
 

Ketika di dunia internet ini semua hal ada kotak untuk menulis komennya; maka bukan berarti kita bisa menulis apa saja di kotak tersebut.
Selalu pikirkan berkali2 sebelum melepas komen.
 

Perlahan tapi pasti, teman baik bisa berubah jadi orang asing. Mungkin karena kesibukan, salah paham, perbedaan pendapat, atau hal2 yang sebenarnya sepele sekali.
Semoga belum terlembat untuk memperbaikinya. Toh, persahabatan jauh lebih penting dibanding hal2 sepele tersebut.
Kehilangan teman baik selalu menyedihkan.
*Tere Lije
 

Teman baik itu bisa siapa saja, termasuk Ibu kita, Ayah kita. Mereka bisa jadi teman yang mengagumkan.
Nah, kalau HP, laptop, itu tidak masuk definisi teman. Sesayang apapun, sebanyak apapun waktu yg dihabiskan bersamanya, tetap saja benda mati.
*Tere Lije
 

Bahkan kelak kalau kita sudah menikah, kita akan tahu, boleh jadi ada percakapan antara sahabat baik yang tidak bisa digantikan oleh percakapan antara suami-istri.
Maka, milikilah teman baik. Yang selalu nasehat-menasehati dalam kebaikan. Yang bersedia direpoti tanpa kita minta; menjadi sumber inspirasi saat kehilangan; dan menguatkan saat kita lemah.
*Tere Lije
 

Ketahuilah,
Ketika kita membenci orang lain, amat benci, menjelek2annya di belakang. Maka belum tentu orang itu benci dengan kita. Bahkan dia tahu pun tidak kalau kita sedang benci. Jadi jangan habiskan waktu dengan kesia2an memilukan.
*Tere Liye
 

Orang2 yang tidak tahu berterimakasih itu, baru tahu kalau orang lain telah melakukan banyak hal untuknya secara gratis, ketika orang lain itu tiba2 berhenti melakukannya. Baru paham, merasa kehilangan, merasa butuh.
Nah, orang2 yang keterlaluan tidak tahu berterimakasih itu adalah, ketika orang lain berhenti melakukannya, dia justeru protes, marah2, menuntut sana, menuduh semaunya, dsbgnya.
*Tere Lije
 

Salah satu penyebab gagalnya sebuah hubungan adalah karena kita berlebihan menganggap seseorang itu sempurna. Maka, ketika ada sesuatu yang mengecewakan, sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan di awal, masalahnya akan membesar dan kemana2.
Kita harus tahu, bahkan dalam pernikahan paling legendaris dalam sejarah sekalipun (seperti Ali dan Fatimah), kita harus menyadari, tidak ada yang sempurna. Masalah akan muncul di mana-mana.
Kemauan kita untuk melewatinyalah yang membuat sebuah hubungan akan langgeng.
*Tere lije
 

Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik.
--Tere Liye
 

Terlalu mencintai sesuatu, seringkali membuat kita buta. Tutup mata dengan kekurangan2, yang boleh jadi merusak.
Terlalu membenci sesuatu, juga seringkali membuat kita buta. Tutup mata dengan kebaikan2, yang boleh jadi bermanfaat.
--Tere Liye
 

Satu hal yang harus selalu dicatat: tidak ada yang bisa dilupakan, meskipun itu kita tidak ingat lagi. Karena boleh jadi, di sisi2 lain, hal tersebut tetap diingat hingga kapanpun.
Jika kita tidak bisa memahaminya dari sisi yang tidak ingat lagi, maka cobalah dari sisi yang hingga kapanpun tetap mengingatnya. Dengan demikian, semoga kita selalu bisa menghormati perasaan-perasaan yang sempat bersinggungan dengan hidup kita. Dan selalu berhati2 dengan kehormatan perasaan sendiri.
*Tere Lije
 

Mengendalikan harapan sama persis seperti kita mengendalikan stang motor atau setir pada mobil. Semakin jago kita mengendalikannya, maka semakin lancar hidup kita.
Orang-orang yang pandai mengendalikan harapan miliknya, maka dia dekat dengan kebahagiaan.
*Tere Lije

Perasaan itu bukan seperti "buku panduan" telepon genggam atau menu "help" di laptop. Yang bisa kita baca dengan amat detail instruksinya, pun termasuk jika ada masalah, ada solusi tertulisnya.
Perasaan adalah perasaan. Pandai-pandailah belajar membaca pertanda. Dan jangan keliru baca, jelas-jelas orang lain sudah mual, kita justeru sumringah merasa dia sedang cinta kali.
*Tere Lije
 

Selalu kendalikan rasa marah kita ke orang yang kita sayangi. Karena jangan sampai, rasa marah itu membuat kita kehilangan mereka, orang2 yang justeru kita sayangi dan sebaliknya amat menyayangi kita selama ini. Dan kita hanya bisa menyesalinya.
*Tere Lije
 

Orang-orang yang menyibukkan diri mengingat Allah, maka tidak ada kejadian yang akan membuatnya sedih pun menjadikannya gentar.
Orang-orang yang mencukupkan Allah sebagai penolongnya, maka dia tidak perlu siapapun dan apapun lagi sebagai penolongnya.
Dan orang-orang yang telah memilih jalan Allah sebagai perniagaan, maka dia tidak akan risau dengan perniagaan lain di dunia ini.
*nasehat guru
 

Orang-orang yang menyibukkan diri mengingat Allah, maka tidak ada kejadian yang akan membuatnya sedih pun menjadikannya gentar.
Orang-orang yang mencukupkan Allah sebagai penolongnya, maka dia tidak perlu siapapun dan apapun lagi sebagai penolongnya.
Dan orang-orang yang telah memilih jalan Allah sebagai perniagaan, maka dia tidak akan risau dengan perniagaan lain di dunia ini.
*nasehat guru
 

Duhai urusan perasaan. Ketika seseorang berhenti menangis karenanya, maka beberapa saat kemudian, tentu saja airmatanya akan kering di pipi, isaknya akan hilang disenyap, seperti tidak ada lagi sisa tangisnya di wajah. Tetapi tangisan itu tetap tertinggal di hati. Kesedihan, rasa sakit, kesendirian, beban yang membekas.
Boleh jadi sebentar, boleh jadi selamanya.
--Tere Liye
 

Kita tidak bisa menyimpulkan sesuatu atas pengecualian2.
Misalnya, adalah prinsip umum yang berlaku di seluruh dunia bahwa "semua orang tua pasti menyayangi anak2nya."
Maka kesimpulan dari anak yang orang tuanya kebetulan ternyata tidak sayang, bahkan menganiaya anak2nya, itu pengecualian. Dia tidak bisa menganulir prinsip umum. Bahkan dalam kasus seluruh kampung atau kota tersebut ternyata orang tua-nya jahat, itu tetap tidak bisa menganulir prinsip umumnya.
Dengan demikian, prinsip umum ini tetap bisa memberikan pondasi yang kokoh, keyakinan yang utuh: "semua orang tua pasti menyayangi anak2nya". Prinsip umum seperti ini bisa menjadi energi positif, melegakan, membuat hati tersentuh dan mencari solusi jika ada masalah. Sedangkan pengecualian2, apalagi membiasakan diri memiliki prinsip pengecualian2, senang sekali memakainya, akan menimbun diri sendiri dengan pembenaran, kontraargumen yang justeru membuat kita berjarak atas nilai2 kebaikan.
*tere lije
 

Kalian tahu, beda antara bermanja2, bergenit2 dengan minta ditabok itu tipisss sekali.
Jadi, alangkah baiknya hindari menulis dengan gaya bahasa, huruf dimanja2in, digenit2in. Juga hindari bicara seperti ini. Kan tidak semua orang itu masih balita, atau sama semua seperti geng imut menggemaskan milik teman2 kita.
*Tere Liye
 

Jangan sampai kita termasuk orang2 yang suka sekali bilang kitalah yang membuat orang lain berhasil; kitalah yang paling berjasa; kitalah yang membantu banyak. Karena kalaupun iya, mengungkit2 kebaikan yang dilakukan bukanlah hal yang baik.
*tere lije
 

Tetap sayang meski sedang marah-semarahnya.
Itulah cinta orang tua.
--Tere Lije
 

Bulan Ramadhan adalah bulan berkah.
Jikalau kalian memang ingin berhenti merokok, inilah salah-satu kesempatan emasnya. Diniatkan dengan kokoh, dilaksanakan dengan sabar, maka semoga Allah memberikan keberkahan. Menghindari perbuatan merusak adalah salah-satu jalan kebaikan. Allah senantiasa sayang dengan orang-orang yang terus memperbaiki diri.
*Tere Liye
 

Sebenarnya begitu banyak penjelasan di sekitar kita. Hanya saja, kita sendiri yang membuatnya rumit, terus mencari penjelasan lain yang menyenangkan hati.
--Tere Liye
 

Banyak sekali orang yang merasa bisa membaca, tapi sebenarnya sama sekali tidak memiliki kepandaian membaca.
Contoh paling gampang adalah: orang2 yang merokok sembarangan padahal di depannya jelas ada tulisan besar sekali dilarang merokok. Dia bisa membaca, tapi hanya sebatas itulah.
Hari ini, di dunia maya, di dunia nyata, berserakan orang2 yang berkoar2 bisa membaca, di mana2, tapi sama sekali tidak memiliki kepandaian membaca.
*Tere Lije
 

Berapa buku yang kita baca sebulan terakhir? Lantas, berapa puluh jam kita habiskan di kitab Al fecbuk wal twitterun?
Berapa banyak tulisan utuh yang kita buat sebulan terakhir? Lantas, berapa ribu update status, komen dan tweet yang kita buat sebulan terakhir?
Bagi generasi2 terdahulu, Ramadhan adalah waktu emas untuk memperbanyak bacaan, menajamkan tulisan, menjadi bulan penuh ilmu.
*Tere Lije
 

Orang2 sok tahu, pada umumnya sedikit sekali membaca. Tapi dengan senang hati, maksimal sekali menunjukkan hal tersebut lewat komen2nya.
Selamat mengisi Ramadhan dgn banyak membaca.
*Tere Lije
 

Banyak sekali salah paham, buruk sangka, tuduhan, hinaan, bahkan perang antar umat manusia tdk akan terjadi jika semua memilih membaca dulu daripada bicara dulu. Membaca dengan baik, seksama dan lengkap.
Betapa menariknya kebiasaan membaca.
*Tere Lije
 

Semua orang bisa berubah.
Tapi ada yg niat dan sungguh2, ada yg tidak.
Ada yang menjadikan janji berubah itu seperti janji matahari yang setiap pagi selalu hadir; ada yang gombal saja, pemanis bibir.
--Tere liye
 

Jika ada yang berpikir merokok itu keren, macho, hebat, apalagi bisa jadi cowboy, maka simpel, orang2 ini adalah korban iklan.
My dear anggota page yang wanita, kalian berhak memasukkan kriteria tidak merokok bagi calon suami kalian kelak. Ada banyak cowok2 sekarang, yang berpendidikan, baik, mapan, tidak mau merokok karena paham itu akan merusak generasi penerusnya.
*Tere Lije
 

Saya melarang siapapun mengaku2 fans, membuat fan club Tere Liye, dan sejenisnya.
Kalau orang2 memahami hakikat apa yang saya tulis, maka seharusnya paham sekali, impossible saya menyukai orang2 mengaku fans, bahkan memuji pun terlarang.
Saya tidak bertanggungjawab atas akun, aktivitas, dsbgnya yang memanfaatkan nama Tere Liye untuk tujuan tertentu. Satu2nya akun jejaring sosial aktif milik saya hanya page ini, dan itu lebih dari cukup, tidak perlu menghabiskan waktu lebih banyak lagi di jejaring sosial.
*Tere Lije
 

Bagi orang2 yang sabar, pahit getir di awal, insya Allah lezat membahagiakan di ujungnya.
Bagi orang2 yang serba ingin instan, boleh jadi lezat menyenangkan di awal, pahit getir di sisanya yang lebih panjang.
Selalu begitu rumusnya, entah itu dalam pendidikan, pekerjaan, termasuk jodoh sekalipun. Sungguh tidak akan merugi bagi orang yang sabar.
--Tere Lije

Hari gini, masih suka marah2, sakit hati, ngajak berantem gara2 ngelihat timeline orang lain?
Aduh, nggak banget. Ayo jd pengguna internet yg sehat. Kita kenal juga nggak, tiba2 merasa tersinggung. Jadilah pengguna internet yg bisa mengambil manfaat, buang yg tidak.
 

Teman baik selalu membicarakan hal yang baik-baik tentang kita di belakang. Teman sejati lebih-lebih lagi dari itu, dia bahkan selalu berusaha meluruskan jika ada orang yang menilai keliru tentang kita.
Maka, jelas sekali bukan termasuk teman kita seseorang yang suka bicara menjelek2an kita di belakang. Jangan keliru berteman, dan sebaliknya pastikan bukan kita yang suka bicara di belakang tersebut.
*Tere Lije

Mungkin nasehat ini berguna: "Jika kita tidak bisa mengatakan hal-hal yang baik tentang orang lain, maka lebih baik kita diam, dan fokus mengurus hidup kita sendiri."
*quote anonim
 

My dear anggota page yang wanita, kalau kalian berharap bisa menarik perhatian pria baik-baik, bertanggungjawab dengan pakaian mini, lipstik merah menyala, maka kalian gagal total. Yang tertarik justeru pria jenis lainnya.
Juga sama, kalau kita merasa suara dimanja-manjakan, merengek tak penting, bertingkah seperti kanak-kanak, maka yang tertarik justeru pria jenis lainnya.
*Tere Lije
  

Semua orang yang mengunjungi page ini statusnya sama: Tamu.
Semoga paham. Karena banyak yang kadang lupa, merasa rumah milik sendiri, jadi bisa bebas mau komen apapun. Nah, itu juga berlaku saat kita berkunjung ke profile/akun teman sendiri, kita tetap tamu di beranda-nya. Kita harus memiliki adab, sopan santun bertamu.
*Tere Lije

Kenapa sih kita harus menjelaskan sesuatu panjang lebar padahal orang sedang tidak mengajak kita bicara? Itu karena kita merasa tersindir.
Kenapa sih kita menjawab padahal sedang tidak ditanya? Itu karena kita merasa tersinggung.
Kenapa sih kita komentar panjang lebar, padahal semuanya sudah jelas? Karena kita merasa diomongin.
Sesimpel itu.
*Tere Lije

Hal-hal terbaik dalam hidup ini gratis. Jadi kenapa orang-orang sibuk mengumpulkan harta benda?
Nah, salah-satu (dari 7 diantaranya) hal terbaik yang gratis itu adalah: bersyukur. Tidak butuh sepeser pun untuk bersyukur.
*Tere Lije

Dunia maya bukan tempat pelarian dari masalah dunia nyata. Dunia maya tidak akan pernah menyelesaikan masalah--malah sebenarnya semu.
Menghabiskan waktu berjam-jam di dunia maya, berkali2 nge-cek akun jejaring sosial, boleh jadi kita telah menghabiskan waktu yang sangat berharga. Maka selalu pastikan, apakah manfaat kita internetan masih lebih besar dibanding itu semua.
*Tere lije

Ciri orang bahagia itu adalah ketika dia selalu bersyukur dengan apapun yang dimilikinya. Kalau ada orang hepi banget karena habis menang undian sabun colek berhadiah 1 milyar, itu sih wajar.
Ciri orang susah hati itu adalah berapapun kemudahan yang dimilikinya--bahkan jika dibandingkan teman2nya, keluarga lain, masa sebelumnya; semua jelas sekali lebih baik, dia terusss saja memasang ekspresi mengeluh seperti hidupnya paling malang sedunia.
*tere lije

Orang2 yang memilih diam, bukan berarti dia tidak punya argumen tajam atau pendapat gemilang. Tapi dia memilih diam lebih karena dalam banyak, lebih baik mulai melakukan sesuatu secara kongkret dibanding terus bicara.
*Tere Lije

Tidak mengapa sering salah, keliru, ngaco, garing, kuper, dsbgnya. Kita ini manusia, tentu tidak sempurna.
Dan hidup dalam ketidaksempurnaan jelas lebih baik daripada hidup penuh kepalsuan (bermanis2 mulut, memoles banyak hal, tampil bukan diri sendiri agar orang lain terkesan atau suka).
*Tere Lije

Sebenarnya tidak selalu efektif menilai situasi perasaan orang lain hanya dengan gesture wajah. Tetapi jika hanya itu yang bisa dilakukan, tidak ada waktu bertanya, mengenal, dsbgnya maka tips ini bermanfaat: wanita bisa dinilai dari senyumnya; sedangkan lelaki bisa dinilai dari tatapan matanya.
*Tere lije

Mengendalikan harapan sama persis seperti kita mengendalikan stang motor atau setir pada mobil. Semakin jago kita mengendalikannya, maka semakin lancar hidup kita.
Orang-orang yang pandai mengendalikan harapan miliknya, maka dia dekat dengan kebahagiaan.
*Tere Lije

Perasaan itu bukan seperti "buku panduan" telepon genggam atau menu "help" di laptop. Yang bisa kita baca dengan amat detail instruksinya, pun termasuk jika ada masalah, ada solusi tertulisnya.
Perasaan adalah perasaan. Pandai-pandailah belajar membaca pertanda. Dan jangan keliru baca, jelas-jelas orang lain sudah mual, kita justeru sumringah merasa dia sedang cinta kali.
*Tere Lije

Selalu kendalikan rasa marah kita ke orang yang kita sayangi. Karena jangan sampai, rasa marah itu membuat kita kehilangan mereka, orang2 yang justeru kita sayangi dan sebaliknya amat menyayangi kita selama ini. Dan kita hanya bisa menyesalinya.
*Tere Lije

Orang-orang yang menyibukkan diri mengingat Allah, maka tidak ada kejadian yang akan membuatnya sedih pun menjadikannya gentar.
Orang-orang yang mencukupkan Allah sebagai penolongnya, maka dia tidak perlu siapapun dan apapun lagi sebagai penolongnya.
Dan orang-orang yang telah memilih jalan Allah sebagai perniagaan, maka dia tidak akan risau dengan perniagaan lain di dunia ini.
*nasehat guru

Bagi orang2 yang berakal, ketika sesuatu itu sudah masuk dalam perbuatan kesia-siaan, tidak bermanfaat, mubazir, maka itu sudah cukup sebagai alasan ditinggalkan.
Agama kita menjelaskan hal tersebut. Maka jadikanlah petunjuk dalam hidup ini.
*Tere Liye

Bagaimana kita tahu mana teman sejati mana yang palsu?
Mudah. Lihatlah saat kita melakukan kesalahan. Maka orang2 yang tidak mengenal kita menonton tidak peduli, orang2 yang tidak menyukai kita akan menonton sambil bersorak riang, dan orang2 yang membenci kita akan menari kegirangan, bahkan mengucap syukur.
Hanya teman-teman sejati kita yang tetap membesarkan hati, membantu kita agar berubah dan terus memperbaiki diri.
*Tere Lije

Kita bisa jadi apa saja di dunia ini: seorang guru, seorang dokter, insinyur, apoteker, akuntan, buruh, karyawan, PNS, pembantu, helper, penjaga loket. Kita bisa jadi apa saja di dunia. Dan semuanya sama pentingnya, sama mulianya.
Sepanjang kita berkomitmen penuh untuk menjadi orang yang baik. Orang2 yang (1) berahklak baik dan (2) bermanfaat. Tanpa dua hal ini, bahkan saat jadi penguasa nomor satu sekalipun, tetap tidak ada gunanya. Sia-sia saja.
*tere lije

Tidak ada yang kebetulan di muka bumi. Semua adalah skenario Tuhan, pemilik rencana paling sempurna.
Dengan meyakini semua adalah skenario dari Tuhan, kita bisa menerima kejadian apapun dengan lapang dada sambil terus memperbaiki diri, agar tibalah skenario yang lebih baik lagi.
*Tere Liye

"Perasaan sayang yang berlebihan, esok lusa justeru bisa menghasilkan kebencian tak terhingga."
*Tere Lije

Keinginan itu sifatnya tidak terbatas.
Hidup kita di dunia sifatnya terbatas.
Jadi, jangan habiskan kehidupan berharga kita yang sangat terbatas, hanya untuk melampiaskan keinginan yang tidak terbatas dan tidak akan ada habis2nya.
Bagaimana mengatasi keinginan ini-itu. Mudah sekali, cukup bilang sungguh2 dalam hati: 'saya tidak ingin lagi', laksanakan dengan kukuh, maka kalah sudah keinginan tersebut. Mau apalagi keinginan itu sekali kita bilang, "no way my friend."
*Tere Lije
 

Kita memilih jalan hidup masing2. Dan kitalah yang akan melewati jalan tersebut. Tidak selalu mudah, kadang penuh rintangan. Maka hanya orang2 yang sabar dan tekun yang tiba di ujung jalan, menemukan apa yang dia cari.
*Tere Lije
 

Kalau kita malas melakukan sesuatu, nggak mau, nggak niat, kita bisa punya 1.000 alasan.
Kalau kita semangat, niat, dan mau melakukan sesuatu, ajaibnya, ternyata kita kadang hanya butuh 1 alasan saja, bahkan boleh jadi tidak sama sekali.
Itulah kenapa, orang2 yang nggak bergerak2, lari di tempat, di situ2 saja, berleha-leha, menunda-nunda, sering disebut berkubang di 'lumpur alasan'.
Kabar baiknya, kita bisa memilih menjadi yang mana.
--Tere Lije

My dear remaja anggota page ini,
Sifat mendasar seperti: gesit, cekatan, pintar, rajin, semakin diasah, semakin lama, semakin beranjak dewasa kita, semakin tua, maka akan semakin cemerlang kepribadian kita. Ibarat grafik, terus mendaki naik.
Sifat artifisal seperti: unyu, gaul, alay, semakin diasah, semakin lama, semakin beranjak dewasa kita, semakin tua, maka akan semakin aneh dan geli orang melihat kita. Ibarat grafik, terus jatuh bebas.
Maka, pilihlah dengan baik. Kita tahu persis mana yang lebih baik. Jangan sia-siakan masa remaja hanya untuk ikut2an.
*Tere Lije
 

Ketekunan mengalahkan bakat, kepintaran bahkan jenius.
Maka, orang2 yang tekun akan menggapai cita-citanya--bahkan kalaupun cita2 tersebut adalah memindahkan gunung, mengeringkan danau.
--Tere Liye
 

Hidup ini bagai roda, kadang kita di atas, semua terasa mudah, kadang kita di bawah, semua terasa sulit, dipergilirkan, satu sama lain sungguh dipergilirkan.
Itulah kenapa kita tidak harus sombong, menyakiti saudara sendiri, merendahkan teman saat posisi kita di atas, karena besok lusa, boleh jadi kitalah dalam posisi susah, sulit, dan harus meminta pertolongan kepada orang yang pernah kita sakiti.
Maka, berbahagialah orang2 yang memahami hal ini, dan mampu menjaga dirinya dari perbuatan tersebut. Dan sungguh, lebih berbahagia lagi orang2 yang sudah pernah disakiti, direndahkan, tapi tetap memilih untuk membalas orang yang menyakitinya dengan penuh kebaikan, tak kurang walau semili ketulusan dalam hatinya.
--Tere Liye
 

Orang sabar tak ada yang bisa melawan.
-- Tere lije
 

Jujur adalah perintah. Bukan pilihan, bukan kemuliaan, apalagi untung rugi.
--Tere lije
 

Setiap kali saya memposting isu tentang sekolah, ada saja komen kalian, yang entah sebenarnya serius, atau sedang memperolok-olok; "Kalau begitu Tere Liye saja yang jadi menteri pendidikan".
Saya kira, konsen pendidikan itu punya kita semua. Soal MOS, masa orientasi yang jadi tempat kekerasan sistemik di sebagian sekolah misalnya, itu bukan hanya masalah Menteri. Itu jelas isu guru, murid dan orang tua. Dan juga masalah bagi orang2 yang peduli. Cukup dengan pemahaman baik, keberanian, satu persatu sekolah bisa dibebaskan dari warisan MOS busuk tersebut.
Nah, kalau ada yang mau jadi menteri pendidikan, maka prioritasnya bukan mengurusi MOS; tiga hal yang harus dilakukan segera (yg boleh jadi terbalik logikanya dgn pendekatan pendidikan saat ini) adalah: mengurangi waktu jam belajar anak2, menghapus UN, dan fokus memperbaiki kualitas dan kesejahteraan guru secara massif.
*Tere Lije
 

Menyuruh murid2 baru memakai pita, kaos kaki warna-warni, pernak-pernik aneh di masa orientasi itu jelas perbuatan mubazir. Dusta sekali kalau bilang agar mereka kreatif. Sungguh dangkal pemahamannya kalau bilang itu bermanfaat. Dan kalian harus tahu, perbuatan mubazir itu temannya setan.
Maka, siapapun kakak panitia MOS, guru2 yang membiarkan itu terjadi, simpulkan saja sendiri status mereka.
Ada banyak sekali cara melakukan MOS/ospek yang baik. Mulai dari mentoring, materi, outbond, team building, games, baksos, acara sosial, hingga workshop, pengajian, dsbgnya. Tanpa perlu ngerjain murid2 baru. Tinggalkanlah cara2 feodal, penjajah, ini sudah 2013, negara ini sudah merdeka puluhan tahun.
*Tere Lije
 

Hari-hari ini murid baru mengikuti MOS, masa orientasi sekolah. Maka saya benar2 berharap, tidak ada kakak/panitia MOS yang begitu jahiliahnya masih saja ngerjain, menyuruh memakai pita, kaos kaki warna-warni, topi aneh2, bahkan menggunakan intimidasi fisik, sok senior, berkata kasar, sok berkuasa.
Tidak ada manfaatnya. Bahkan menjurus merusak.
Allah amat membenci perbuatan yang mubazir, sia-sia. Ingatlah baik2, jika sesuatu itu hanya buat seru2an, lucu, kenapa tidak, apa salahnya, cuma main2 kok, maka bergegas tinggalkan. Ada banyak sekali cara yang lebih baik mengisi masa orientasi, membuat murid baru diterima di keluarga besar, menanamkan kerjasama, menghormati orang yang lebih tua, dsbgnya.
Semoga tidak ada kakak panitia MOS yang ngaco di page ini. Jika kalian guru, jangan biarkan hal-hal tersebut terjadi di sekolah. Panggil jiwa pendidik terbaik di hati kalian, bukan justeru membiarkan mengganggap apa salahnya sih.
 

Salah satu argumen kakak panitia MOS, masa orientasi di sekolah2 yang ngerjain, menyuruh memakai pita, kaos kaki warna-warni, topi aneh2, bahkan menggunakan intimidasi fisik, sok senior, berkata kasar, sok berkuasa itu adalah: agar adik2 barunya punya mental baja.
Oh my dear, yang jadi panitia MOS saja mentalnya masih jahiliyah sekali. Mau ngajarin apa?
Juga alasan mereka: biar adik2nya punya daya juang berprestasi.
Catat baik2, saya pernah di ospek, dan saya bisa memberitahu, kakak2 panitia ospek saya dulu tidak banyak prestasinya, yang ada, malah mengulang mata kuliah bersama anak baru padahal dia sudah tingkat lima. Kalau prestasi itu yang dia maksud, mending ke laut aje, Kak.
Semua guru, kepala sekolah, pimpinan kampus, seharusnya mengawasi masalah ini. Tidak ada logika hanya main2, seru2an, apa salahnya. Panggillah jiwa pendidik kita.
*Tere Lije
 

Tenang saja, ketika sesuatu yang kita anggap baik berakhir, ketika kita kehilangan seseorang yang kita nilai spesial, ketika sebuah kesempatan emas hilang maka, tenang saja, akan datang sesuatu pengganti yang lebih baik, seseorang yang lebih istimewa, pun kesempatan emas lainnya.
Pastikan saja syaratnya dipenuhi: bersabar.
Bagi orang2 bersabar, selalu datang hal-hal baik sebagai pengganti hal-hal sebelumnya.
 

Jodoh kita itu tidak bisa ditemukan lewat fungsi "find" atau "search" di laptop/HP atau internet. Ketikkan "jodohku", lantas tunggu beberapa detik, maka muncullah nama dan wajahnya.
Tapi dia bisa ditemukan dengan teknologi yang lebih canggih dari itu. Lewat fungsi "keyakinan" dan "terus memperbaiki diri". Yakin bahwa laki-laki yang baik untuk wanita yang baik, dan sebaliknya wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Maka "dengan terus memperbaiki diri", akan ditemukanlah jodoh tersebut.
Tentu, karena ini teknologi canggih, membutuhkan aritmatika dan logika pencarian yang super, lengkapi dengan program "harap bersabar, terus berdoa diberikan yang terbaik."
 

Bagi orang2 yang berakal, ketika sesuatu itu sudah masuk dalam perbuatan kesia-siaan, tidak bermanfaat, mubazir, maka itu sudah cukup sebagai alasan ditinggalkan.
Agama kita menjelaskan hal tersebut. Maka jadikanlah petunjuk dalam hidup ini.
*Tere Liye
 

Bagaimana kita tahu mana teman sejati mana yang palsu?
Mudah. Lihatlah saat kita melakukan kesalahan. Maka orang2 yang tidak mengenal kita menonton tidak peduli, orang2 yang tidak menyukai kita akan menonton sambil bersorak riang, dan orang2 yang membenci kita akan menari kegirangan, bahkan mengucap syukur.
Hanya teman-teman sejati kita yang tetap membesarkan hati, membantu kita agar berubah dan terus memperbaiki diri.
*Tere Lije
 

Menunggu adalah pekerjaan untuk orang yang memiliki keyakinan.
Bahkan ketika yang ditunggu berkali2 tidak muncul, bahkan ketika situasi berganti menyebalkan, bahkan ketika orang lain sudah mengambil jalan lain, dia tetap yakin.
*Tere Lije
 

Jika kalian ingin berkebun dalam hidup ini, maka jadilah petani yang bijak. Apa itu petani yang bijak? Wahai, dia adalah petani yang tidak pernah menanam apapun kecuali benih kebaikan.
Berjuta-juta kebaikan.
Maka esok lusa, akan mekar pohon kebaikan dari kebun kita, rimbun daunnya, kokoh akarnya, buahnya lebat tak terkira, dan akan terus berbuah walaupun kita telah tiada.
*Tere Lije
 

Kebencian melahirkan kebencian.
Peluru dibalas peluru.
Teriakan memantulkan teriakan.
Juga sama,
Kasih sayang melahirkan kasih sayang.
Kepedulian menghasilkan kepedulian.
Perbuatan baik menghadirkan perbuatan baik.
*Tere Lije
 

Air mata dari orang2 yang saleh, jelas bukan kelemahan. Air mata ini adalah benteng paling tangguh yang tak akan sanggup dibakar nyala tinggi nan panas membara api neraka.
Menangislah demi yang maha memiliki. Tidak untuk yang lain.
*Tere Lije
 

Tidak ada yang kebetulan di muka bumi. Semua adalah skenario Tuhan, pemilik rencana paling sempurna.
Dengan meyakini semua adalah skenario dari Tuhan, kita bisa menerima kejadian apapun dengan lapang dada sambil terus memperbaiki diri, agar tibalah skenario yang lebih baik lagi.
*Tere Liye
 

"Perasaan sayang yang berlebihan, esok lusa justeru bisa menghasilkan kebencian tak terhingga."
*Tere Lije
 

Menjelek2an orang lain itu tabiat orang jelek. Suka berprasangka buruk ke orang lain itu tabiat orang buruk.
--Tere Lije
 

Hati manusia itu bagai ‘museum’. Menyimpan banyak kenangan.
Museum yg baik, menata artefak paling bersejarah dan pentingnya dengan tepat. Memilah2 mana yg masih perlu diletakkan di tempat prioritas, mana yg dibuang saja di gudang.
Sedangkan museum yg tidak sehat, masiiih saja menyimpan kenangan yg tidak penting, dan boleh jadi mengganggu diri sendiri justru di lobby depan museum, di tempat terpenting museum.
--Tere Lije
 

Tidak ada kata terlambat belajar membaca Al Qur'an. Bergegaslah.
Kurangi waktu main internetan, main game, atau apapun waktu yang sia-sia, mulailah belajar membac Al Qur'an. Jika orang tua kita tidak peduli tentang pendidikan ini--bahkan boleh jadi mereka malah tidak bisa membaca Al Qur'an, cari guru sendiri. Ikut TPA tidak mengapa, bareng anak2 kecil di masjid dekat rumah. Tidak ada malu untuk belajar agama.
*Tere Lije
 

Kita tidak akan pernah berhasil melapangkan dada kita dengan terus berusaha memiliki banyak hal. Tidak akan pernah berhasil. Memang membuat asyik, senang, bahkan kepuasan. Tapi itu semu saja.
Kita akan berhasil membuat lapang hati kita justeru dengan resep terbalik: merasa cukup dengan apapun yang kita miliki.
*Tere Lije
 

Semua hal yang melintas dalam kehidupan kita, baik yang menyenangkan atau menyebalkan, adalah pelajaran terbaik.
Setiap orang yang pernah mampir atau menetap dalam kehidupan kita, entah itu orangnya setia maupun khianat, teman sejati atau tukang nusuk dari belakang, juga adalah pelajaran terbaik.
*Tere Lije
 

Sebenarnya banyak orang yang melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali padahal mereka tahu itu hal menyedihkan. Ada yang bahkan melakukannya 10x, kesalahan yang sama, orang yg sama, situasi yg sama. Berakhir dengan sakit hati yang sama, kekecewaan yang juga sama.
Itulah kenapa manusia itu kadang disebut keras kepala.
*Tere Lije
 

Lebih baik mendengarkan kebenaran meski itu amat menyakitkan, Kawan. Dibandingkan mendengarkan kebohongan meski itu menyenangkan.

Salah satu ironi itu adalah:
Banyak orang merasa amat cemas kehilangan sesuatu atau seseorang yang sebenarnya menyakiti dan merusak dirinya sendiri.
Tapi cuek dan santai saja melepaskan sesuatu atau seseorang yang sebenarnya setia dan selalu ada untuknya.
*Tere Lije
  

Sebenarnya tentu saja lebih baik kita sibuk dengan gagdet, HP/laptop masing2, daripada kita rese, kepo, pengin tahu urusan orang lain. Lebih baik kita sibuk main internet, tenggelam sendirian daripada menyakiti orang lain.
Tapi oh tapi, orang2 justeru rese, kepo, pengin tahu urusan orang lain lewat semua gagdet itu. Sibuk menyakiti orang lain lewat bermain internetan sendirian tersebut.
*Tere lije
 

Dalam setahun ada 365 hari.
Jika satu hari membawa harapan baru, hari yang baru, kesempatan yang baru maka itu berarti ada 365 harapan dan kesempatan dalam setahun. Ayo, jangan pernah berputus asa, menyerah. Jika lolos 364 harapan/kesempatan, masih tersisa 1 lagi, atau 2 malah kalau itu tahun kabisat.
Ayo tersenyum yakin.
*Tere Lije
 

Perasaan itu cepat sekali berubah, bahkan bisa lebih cepat dibanding hujan jadi cerah, cerah jadi hujan. Dan saat perasaan berubah jadi hujan, bahkan bisa lebih banyak geledek, petirnya.
--Tere Lije
 

Teman baik tidak diukur dari berapa lama kita berteman dengannya. Tetapi seberapa besar kualitas pertemanan tersebut. Ada teman yang hanya berbilang bulan, kemudian harus pergi, melanjutkan sekolah, ikut keluarganya, dsbgnya, tapi dia tetap seorang teman yang baik.
Dan jika kita tulus ingin jadi teman yang baik bagi siapapun, kita akan selalu menemukan teman terbaik lainnya.
*Tere Lije
 

Apapun yang terjadi, maka terjadilah. Kita tidak bisa memutar waktu untuk memaksanya kembali, dan kita bisa melakukan hal yang benar untuk memperbaikinya. Tidak bisa.
Maka, semoga kita mengambil pelajaran terbaik.
*Tere Lije
 

Ketika kita dalam situasi buruk, menyebalkan, maka bersabarlah, karena boleh jadi situasi tersebut bisa lebih menyebalkan lagi. Pun bersabarlah, karena boleh jadi situasi tersebut ternyata bisa membaik.
*Tere Lije
 

Jika semua orang memperoleh apa yang diinginkannya, maka my dear anggota page, dunia ini akan mengalami kekacauan yang luar biasa. Karena bagaimana jadinya ketika ada puluhan laki-laki jatuh cinta kepada seorang wanita.
Maka, Bambang, Agus, Budi, dan sebagainya, berhentilah bilang cinta itu tidak adil, kenapa cinta harus memilih, kenapa dia harus menyukai cowok lain. Kitalah yang membuat rumit situasi, karena di dunia ini, hei, ada milyaran wanita lainnya.
*Tere Lije
 

Kita ini semua duluuu adalah orang2 yang sabar dan tangguh. Semuanya. Kalau tidak percaya, silahkan perhatikan adik kita, keponakan kita, atau anak tetangga yang usianya baru setahun dan sedang belajar berjalan.
Seperti itulah kita dulu. Jatuh, menangis sebentar, kemudian bangun lagi, luka di lutut, tetap tidak peduli. Terbanting, menangis sebentar, lantas berdiri lagi, semua badan kotor, wajah tergores. Tidak pernah menyerah, hingga akhirnya kita bisa berjalan. Bisa berjalan semua, kan?
Kita memang lupa pengalaman tersebut, tapi itu adalah catatan sejarah dalam hidup kita. Maka, kalau sekarang sedang susah, jatuh, galau, gagal, terbanting hidupnya, silahkan menangis sebentar, untuk kemudian bangun lagi.
*Tere Lije
 

Ketika kita tidak tahu sama sekali mau komen apa, nggak ngerti mau bicara apa, nggak paham mau berpendapat apa, maka sebenarnya jadi mudah sekali: pilihlah diam. Itu selalu lebih baik.
Bukan sebaliknya, memaksakan berpendapat, yang justeru memperlihatkan kita memang tidak tahu, tidak mengerti.
*Tere Lije
 

Ada dua jenis manusia di dunia ini: yang memberi dan yang menerima.
Maka, dengarkanlah nasehat Rasul Allah, bahwa tangan di atas (yang memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (yang menerima).
*Tere Lije
 

Ini anekdot khatib di masjid.

Pada suatu hari, selembar uang seribuan dan selembar uang seratus ribu saling ngobrol, menyombongkan diri.
Selembar uang seratus ribu berkata dengan nada sombong: "Hei kamu, kemarin aku melihat teman2 seperti kamu ini di kotak toilet umum. Banyak sekali di sana. Sering ke toilet ya?"
Selembar uang seribuan diam sejenak, lantas berkata pelan: "Iya, tidak apa sih. Masih mending begitu. Daripada kamu, kemarin aku melihat kotak amal mesjid. Tidak ada satupun uang seperti kamu yang ada di sana. Jarang ke mesjid ya?"
*semoga ada yang paham;
 

Ketika seorang wanita jatuh cinta, maka sesuatu yang ajaib sedang terjadi. Bagaimana mungkin dia mencintai seorang laki-laki, padahal di saat yang bersamaan ada 1 milyar lebih laki-laki lainnya di dunia ini. Bukankah besar sekali kemungkinan dia menemukan laki-laki yang lebih baik di luar sana? Bukan yang sekarang dia cintai?
Maka, kalau kalian belum siap dengan hubungan yang serius, jagalah kehormatan sendiri, jangan mau dipegang2, diajak2 berduaan, mojok2. Masih banyak laki-laki yang lebih baik di luar sana.
Nah, kalau sudah terikat hubungan yang serius, tibalah saatnya memahami hal ajaib tersebut. Kalian bersedia menerimanya, merasa dia yang paling baik dari 1 milyar lebih laki-laki lain di atas planet yang kita sebut 'Bumi' ini.
 

Berhentilah bertanya bagaimana menemukan pasangan yang baik.
Mulailah menjadi orang yang baik dan terus lebih baik.
Maka dengan sendirinya akan ditemukan.
*Tere Lije
 

Ingat baik-baik nasehat orang tua: "Sekali kita mencintai seseorang, boleh jadi akan susah payah menghentikannya."
*Tere Lije
 

Di dunia ini, banyak orang yang menyukai sesuatu bukan karena benar2 suka. Boleh jadi karena tidak ada pilihan, boleh jadi karena daripada tidak, daripada miskin, dan alasan2 lain yang jika kita tahu mungkin akan menyakitkan.
Itulah kenapa jangan pernah berlebihan.
*Tere Lije
 

Punya orang yang bisa diandalkan dalam hidup kita itu memang membuat tenang, nyaman bahkan menyenangkan.
Tetapi dalam urusan dunia ini, jangan terlalu menambatkan harapan ini ke seseorang. Itu bisa berbahaya sekali.
*Tere Lije
 

Akan selalu ada laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang terus berusaha memperbaiki dirinya.
Juga, akan selalu ada, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya.
Jangan ragu mengambil prinsip hidup.
*Tere Lije
 

Hari ini, kalau kita hanya melakukan hal-hal mubazir, sia-sia. Membuang pecuma waktu dan kesempatan.
Maka catat baik-baik, 10 tahun lagi, jika kita tidak sungguh2 berniat, lantas mulai memperbaiki diri, maka 10 tahun lagi kita tetap seperti itu saja: hanya melakukan hal-hal mubazir, sia-sia. Membuang pecuma waktu dan kesempatan.
*Tere Lije
 

Kalau orang2 di sekitar sudah melesat maju, punya pekerjaan baik, rumah baik, keluarga bahagia, dan sebagainya. Dan kita tetap di situ2 saja.
Boleh jadi saatnya mengambil garis ke belakang, coba pikirkan ulang, apakah kita dulu sudah berusaha sekolah yang baik? Apakah kita dulu sejak remaja sudah sungguh2 berusaha, mendengar nasehat, berusaha? Karena apapun yang kita dapatkan hari ini adalah rentetan panjang masa lalau.
Semoga belum terlambat untuk berpikir ulang, karena jelas, masa depan kita kelak adalah rentetan dari keputusan yang akan kita ambil hari ini.
*Tere Lije
 

Kehidupan kita itu, mau besar, mau kecil, mau biasa2 saja selalu penting. Tidak sia-sia/.
Sepanjang kita sendiri mau mengganggap diri kita itu memang berharga, penting, dan tidak justeru menyia-nyiakan diri.
*Tere Lije
 

Wanita yang kuat adalah ketika 7 milyar orang di dunia tidak pernah tahu dia menangis. Terus berusaha, tidak menyerah. Terus berdiri, setiap kali jatuh terduduk.
*Tere Lije
 

Kita tidak perlu membuktikan apapun kepada siapapun bahwa kita itu baik, setia, ramah, berbakti, pintar, kaya, dsbgnya. Buat apa?
Sama sekali tidak perlu. Jangan merepotkan diri sendiri dengan penilaian orang lain. Karena toh, kalaupun orang lain menganggap kita demikian, pada akhirnya tetap kita sendiri yang tahu persis apakah kita memang sebaik, ramah, pintar, setia, kaya, dan sebagainya tersebut.
*Tere Lije
 

Tidakkah kita tahu: jika kita tidak bisa bicara baik, komen bermanfaat; maka lebih baik tutup mulut, diam.
Pikirkanlah.
*tere lije
 

Ketika kita merasa ada orang yang sedang menghindari kita, maka boleh jadi cara mengatasinya adalah menunggu sejenak hingga suasana lebih nyaman. Bukan justeru langsung melakukan konfrontasi dan konfirmasi besar-besaran.
Tenang saja, salah paham akan terselesaikan dengan baik; kekeliruan bisa diperbaiki; kekecewaan bisa diobati. Sepanjang mau bersabar sejenak dan selalu tulus.
*Tere Lije
 

Barang siapa yang menjadikan Allah satu-satunya penolong hidupnya, maka dia tidak lagi memerlukan penolong dari siapapun.
Barang siapa yang mencukupkan Allah sebagai jalan urusannya, maka dia tidak lagi perlu siapapun untuk mencukupi urusannya.
Iman, keyakinan itu adalah pondasi paling perkasa--bahkan jika bumi hancur lebur tidak ada lagi tempat untuk menambatkan pondasi tersebut.
*Tere Lije
 

Hari ini bilang, "Setiap kali mendengar suaramu, membuatku bahagia, Beb. Setiap kali melihat wajahmu, membuat semua kesedihanku pergi, Beb."
Besok sudah bilang, "Gue muak tahu denger suara lu. Jijik lihat wajah lu."
Hari ini bilang, "Aku rindu padamu." Besok sudah bilang, "Benci banget tahu lihat dia."
Tidak perlu repot2 nge-cek kemana2 untuk membuktikannya. Cek saja timeline jagat raya jejaring sosial hari ini. Ada yang lebih parah, ada yang lebih ringan--meski sama saja curhatnya. Yang mau ngaku, jangan malu-malu.
*Tere Lije
 

Hari ini 23 April adalah "Hari Anak Nasional", maka semoga kita lebih menyayangi mereka, punya banyak waktu untuk mereka.
Saya kadang menghela nafas, anak kami mengajak bermain, tapi bapaknya sedang menyelesaikan naskah "Amelia" dan pekerjaan2 lainnya. Lari masuk kamar, ditarik-tarik tangan bapaknya. "Ayo, Pak.... Temenin Pasai main. Ayo...."
*Tere Lije
 

Sebaik-baik kisah adalah Al Qur'an.
Maka akan fatal sekali kalau kalian lebih banyak menghabiskan membaca buku2 cerita/kisah karangan tere liye yang nggak laku dan atau membaca page-nya yang narsisnya ampun2an itu.
*Tere Liye
 

Jika kita menyukai teman karena dia tampan, cantik, kaya, pintar, populer, baik dan semua kelebihan lainnya, maka itu sih lumrah saja. Rumus umum yang berlaku di dunia.
Tapi jika kita tetap berteman dengan seseorang yang jelek (maaf), miskin, biasa2 saja, tdk ada prestasinya, maka itu sebuah pertemanan yang baik.
Nah, jika kita tetap berteman dengan seseorang yang bangkrut, melakukan kesalahan, dijauhi orang lain, tetap membantunya, memberikan kekuatan, motivasi agar terus memperbaiki diri maka jelas itu sebuah keistimewaan. Amat spesial.
*tere lije
 

Penyakit pemalas itu adalah dia tidak tahu kalau dirinya yang pemalas.
Kadang saya berpikir, apakah saya ini termasuk pemalas?
*Tere Lije
 

Tidak ada yang akan mengerjakan skripsi kita, tugas akhir kita, PR, paper, dsbgnya itu, selain diri kita sendiri.
Jika kita tidak menyelesaikannya, tidak akan ada yang akan menyelesaikannya.
*Tere Lije
 

Untuk mengetahui suasana hati seseorang, kadang cukup dengan tahu dia sedang menyukai lagu apa.
Dan jika lagu itu terus jadi favoritnya bertahun-tahun, maka suasana hati itu boleh jadi terus menetap bertahun-tahun menjadi kenangan.
*Tere Lije
 

Bercermin, ngaca, adalah tabiat orang2 yang paham agamanya. Ada banyak sekali nasehat yang menyuruh kita rajin2 bercermin. Dan itu bukan cuma memperhatikan jerawat di wajah.
*Tere Lije

Sekali sebuah hubungan (entah itu persahabatan, rekan bisnis, suami-istri) dibumbui dengan dusta, kemudian menyusul dusta berikutnya, maka soal waktu akan selesai sudah.
*Tere Lije
 

Siapa sih yang tidak pernah disakiti dalam hidup ini. Tapi itu bukan berarti kita harus membalasnya.
Kalau memang harus membalas, maka tidak ada pembalasan lebih baik selain menjadi orang yang lebih baik dibandingkan orang2 yang menyakiti kita tersebut.
*Tere Lije
 

Anak-anak yang bandel tidak mau disuruh shalat, maka dia dipukul agar mau shalat. Itu hukum dalam agama ini.
Maka, orang dewasa yang tidak mau shalat, lebih serius lagi ancamannya. Tidak akan cukup hanya dipukul. Akan diperhitungkan dengan sangat teliti kelak.
Mau alay, pastikan shalat. Mau nge-geng, pastikan shalat. Mau yang tampan/cantik, pastikan shalat. Mau galau, pastikan shalat. Mau yg setiap detik melototin internet, pastikan shalat lima waktu dipenuhi.
*Tere Lije
 

Kita tidak pernah tahu seseorang itu akan menjadi pasangan hidup yang sempurna atau tidak sebelum kita melaluinya hingga akhir hidup. Sebelum itu terjadi, maka kita hanya bisa menerka-nerka.
Tetapi cinta adalah keberanian mengambil resiko. Putuskan. Ambil salah-satu keputusan besar dalam hidup. Serahkan sisanya kepada Allah.
*Tere Lije
**buat yang pacaran, kalian masih terlalu kecil untuk paham nasehat dari orang2 tua kita ini
 

Cinta adalah abadi bagi orang2 yang mengerti.
Lihatlah, banyak kisah pasangan suami-istri yang awet hingga kakek-nenek. Mereka masih saling merawat penuh kasih sayang, meskipun ingatan cinta indah telah pudar. Yang satu sudah pikun, tidak ingat apapun, bahkan nama lengkap kekasihnya. Terus saling membutuhkan, saling melengkapi.
Cinta adalah kedipan mata bagi penggembira dunia.
Lihatlah, tumpah ruah dimana-mana pasangan yang hanya hitungan bulan, minggu bahkan hari. Satu pasal musabab saja, sudah tidak cinta lagi. Memutuskan untuk melupakan namanya selama2nya. Jangan coba-coba bicara tentang komitmen dan janji2 manis di awal dulu. Sudah lupa.
--Tere Liye

Ketika kita memilih hidup dengan topeng, dan orang2 menyukainya. Maka sesungguhnya itu masalah kita.
Tapi ketika kita tampil adanya, dan orang2 ternyata tidak suka, bahkan membenci. Maka sesungguhnya itu masalah mereka.
Pahamilah perbedaan kedua hal ini.
*Tere Lije

Ada banyak hal yang sebaiknya orang lain tidak perlu tahu.
Jadi, tidak perlu sibuk memberitahu, curhat, deklamasi, atau siaran berita seluruh perasaan untuk diketahui orang sedunia.
*Tere Liye
 

Jika diibaratkan benda, maka kesetiaan adalah salah-satu benda paling mahal sedunia.
Well, kalau kita sudah tahu itu benda mahal, maka bagaimana kita tetap berharap memperolehnya dari orang2 'murahan' di sekitar kita?
*Tere Lije
 

Ini serius,
"Orang2 yang tidak melihat dunia, tidak mau membaca buku, dia bahkan bisa berdebat panjang lebar, ngotot bilang bahwa: semua orang di dunia ini makan nasi."
*Tere lije
 

Semua orang memiliki kapasitas muatan. Tidak bisa dipaksakan mengangkut di luar kapasitasnya. Pun termasuk kapasitas dalam memikirkan sesuatu.
Jadi tinggalkan beban tidak berguna yang cuma menuh2in tempat. Mending kelak bakal bermanfaat, ini cuma bikin sebal setiap memikirkan beban tersebut.
*Tere Lije
 

Agama tidak mengajarkan manusia untuk rakus, selalu merasa kurang, dan memenuhi diri hingga sesak dengan kemewahan dunia.
Kendalikan dengan lembut tapi tegas semua keinginan dunia.
*Tere Lije
 

Hidup kita ini adalah skenario Allah yang maha sempurna. Pun termasuk 'kebetulan-kebetulan' dalam hidup kita, itu jelas adalah bagian dari skenario.
Tiada susah bagi Allah untuk membatalkan pertemuan meski dua orang telah bersepakat bertemu. Pun tiada susah bagi Allah untuk membuat dua orang bertemu meski dua-duanya sungguh tidak ingin bertemu.
Maka jangan cemas, jangan gulana. Apapun yang kita jalani, alami, ambil pelajaran dan selalu bersyukur. Mau menyebalkan, mau membahagiakan, itu skenario terbaik. Jangan memaksakan diri.
*Tere Lije
 

Ada enam jenis pembaca:
1. Yang bahkan bisa menulis ulang apa yang dia baca menjadi sesuatu lebih bertenaga, menginspirasi. Inilah jenis pembaca paling mutakhir.
2. Yang mengambil manfaat komprehensif dari tulisan yang dia baca. Bisa memahami hal-hal tidak tertulis, dan menjadikannya masukan baik.
3. Yang mengerti maksud dan tujuan tulisan. Ini posisi paling netral.
4. Yang memahami sebagian besar isi tulisan, beberapa berusaha mencari tahu bagian yang tidak tahu, beberapa tidak.
5. Yang sibuk meributkan hal2 kecil dalam tulisan tersebut. Mulai dari argumen, ngeles, hingga komentar soal typo (salah ketik), dsbgnya. Ini jenis pembaca paling rumit.
6. Yang tidak peduli sama sekali dengan apa yang dia baca. "Di larang merokok", dia tidak peduli, tetap merokok. Bahkan tidak paham sama sekali. Ini jenis pembaca yang sama sekali tidak bisa membaca.

 "Di muka bumi ini, setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Jika ada harapan maka juga menempel kekecewaan. Dan kalau terdapat kasih sayang, pun akan ikut kebencian."
Kalimat2 ini seharusnya yang pertama kali dipelajari oleh setiap orang yang akan, sedang, telah, atau berhenti jatuh cinta. Agar paham cinta tidak selamanya indah.
--Tere Lije

Apakah air itu selalu mengalir ke bawah? Tidak. Absolutely tidak. Letakkan baskom berisi air, lantas taruh ujung selendang/kain panjang/tissu gulung di air tersebut, satu ujungnya gantungkan di dinding, maka dengan menakjubkan, bagian atas kain/tissu tersebut akan basah. Air merambat naik--padahal tidak punya kaki, tdk punya tangan itu air.
Nah, banyak sekali orang yang bilang: hal2 di dunia ini kalau tdk diusahakan, dicari ya nggak akan dapat dong. Itu benar. Tapi apakah selalu harus diusahakan? Tidak. Absolutely tidak. Dalam urusan jodoh misalnya, logikanya bisa terbalik sekali seperti air merambat naik. Percayalah, perbaiki kualitas kita masing2, maka dengan sendirinya datang jodoh yang baik.
*Tere Lije
 

Otak kita itu, kalau setiap hari dikasih makan berita2 penuh kekerasan, tontonan tiada manfaat, tulisan2 (entah itu status/tweet) jejaring sosial penuh keluahan tiada guna, ditambah lagi lingkungan begitu2 saja, nggak jelas juntrungan, maka ya hasilnya juga hanya akan mengeluarkan hal yang sama: pikiran negatif, korslet dan susah mulai memperbaiki diri. Dikit2 salah baca, dikit2 salah paham, dikit2 sok tahu, dikit2 keliru eksis.
Mulailah membaca buku2 yg baik, mulailah melihat dunia, mulailah melakukan aktivitas bermanfaat. Semoga dengan begitu, korsletnya bisa berkurang.
*Tere Lije
 

Jika kita berbuat baik, lantas orang membalasnya dengan jahat, maka itu masalah di orang lain.
Jika kita berkesempatan berbuat baik, tapi kita tidak bersedia melakukannya; atau dalam kasus lain, jika ada orang lain berbuat baik, tapi kita membalasnya dengan jahat, maka itu masalah di kita.
Inilah perbedaan mendasarnya. Orang2 yang bahagia, selalu menjauhkan masalah dari dirinya sendiri. Dan kalau orang lain membalas dengan melakukan hal2 jahat padanya, dia simpel bilang, "itu masalah lu. gue sudah sibuk dengan terus maju."
*Tere Lije
 

Pertanyaan: "Bang Tere, sahabat baik saya bertengkar dengan pacar saya. Kemudian pacar saya memberi ultimatum, pilih dia atau sahabat baik saya. Gimana dong?"
Jawaban: Ya mudah sekali jawabannya. Pilih sahabat.
Dalam agama, 'sahabat' itu ada definisinya, ada penjelasannya, ada posisinya, ada gunanya, ada manfaatnya. Nah, 'pacaran', mau sampai kiamat nggak ada, jangankan guna dan manfaatnya, definisinya pun nggak ada. Kita tidak bisa membandingkan antara yg berwujud dengan yang tidak ada definisinya--kecuali memang suka membuat rumit sendiri.
*Tere Lije
 

Ada banyak orang2 yg bertengkar hebat tapi kemudian menjadi sahabat karib sampai akhir hayat.
Masa' kita sebaliknya, sahabat karib, bertengkar kecil, malah jadi musuh selama2nya. Saling menyalahkan, saling menuduh, tidak mau sedikitpun mengalah dan minta maaf.
*Tere Lije
 

Urusan perasaan sejati adalah perkara kepastian.
Tak akan dimengerti oleh para plintat-plintut, peragu, hanya mau asyik2nya saja, apalagi kaum penakut.
*Tere Lije

Kebanyakan sahabat baik, terjadi dengan alami begitu saja. Tidak pernah tahu persis kenapa jadi dekat. Cocok satu sama lain dengan sendirinya, kompak, dan bersama-sama dengan sendirinya. Meskipun tentu saja ada yang menjadi sahabat baik setelah bertengkar hebat.
Tapi apapun itu, selalu menyenangkan memiliki sahabat baik. Yang saling memotivasi, mengingatkan hal baik, menemani dalam situasi apapun. Jadilah salah-satu dari mereka.
*Tere Lije

Sedih sekali ketika teman baik pelan-pelan menghindar, kemudian menjauh, menjadi orang asing.
Ayo, persahabatan kita jauh lebih penting dibanding egoisme sesaat, pun kesalahpahaman, maupun batu kerikil kecil lainnya.
*Tere Lije
 

Ketika kita menyukai seseorang dalam diam; maka jelas, tanpa harus dibilang pun seharusnya rasa suka itu tetap sama. Tidak berkurang sedikit pun.
Ketika kita mencintai seseorang, sungguh cinta, bahkan membuat sesak dan sakit hingga memaksakan diri menyampaikan. Maka, jelas sekali, ditolak sekalipun, dibilang 'ngaca dong', seharusnya rasa cinta itu tetap utuh. Tidak berkurang walau sesenti.
Nah, kalau kita ngotot maksa pengin tahu dia suka atau nggak, maksa pengin bareng2, ngotot pengin pacaran, memiliki padahal belum waktunya, dsbgnya, itu jelas bukan cinta yang saya maksudkan. Itu hanya keinginan sesaat tanpa kendali yang baik.
*Tere Lije
 

Tentu saja hidup ini tidak semudah, se-indah dan seomong-kosong semua kalimat2 memotivasi, nasehat2 menyemangati itu. Anak kecil juga tahu hal tersebut.
Tapi jelas sudah, hidup ini tidak sesuram dan semenyebalkan menurut prasangka dan keluhan kita. Apalagi jika kita merasa tidak ada orang yang benar-benar bahagia di luar sana. Boleh jadi, kita saja sendirian di dunia ini yang memang punya hidup menyedihkan, tidak mau bersyukur, dan tidak bergerak memperbaiki diri.
*Tere Lije
 

Ketika hidup terasa berat, bersyukurlah. Ketika hidup terasa ringan, bersyukurlah.
Ketika hidup banyak kesulitan, bersyukurlah, ketika hidup penuh kemudahan, bersyukurlah.
Ketika hidup serba kekurangan, bersyukurlah, ketika hidup penuh kecukupan, bersyukurlah.
Dalam situasi apapun, bersyukurlah.
*Tere Lije
 

Saya tidak menonton lawakan sahur, dengan pemainnya berdandan jadi wanita, saling siram tepung, mentertawakan orang sebagai bahan lelucon, dsbgnya itu.
Saya kira, jika fisik saya butuh makanan sahur yang baik meski hanya menu sederhana. Maka, jiwa saya juga butuh makanan sahur yang baik meski hanya membaca satu-dua kalimat.
*Tere Lije
 

Semua profile/page orang lain itu adalah rumah pemiliknya. Dan kita adalah tamu-tamu ketika berkunjung, meng-klik beranda depannya, masuk ke ruangan2 di dalamnya. Ada ruangan penuh foto, ada ruangan penuh tulisan, pun ada ruangan 'events', 'video', dsbgnya.
Maka, sopan santun ber-tamu di dunia maya selalu penting. Tidak suka di rumah itu, tinggal pergi dengan baik. Kalau suka, bisa duduk nyaman memperhatikan. Inilah ciri orang yang paham.
*Tere lije
 

Saya kadang tidak mengerti, jelas2 mas kawinnya pakai seperangkat alat shalat, tapi pengantinnya malah tidak shalat karena khawatir bedaknya luntur, dandannya rusak. Tidak pernah ada keringanan shalat karena takut sama perias pengantin, takut undangan bubar.
Pernikahan itu penting, maka mulailah semuanya dengan baik. Bukan sebaliknya. Berdoa minta keturunan yg saleh, lah, di hari pertama menikah saja sudah menggampangkan urusan shalat.
Pikirkanlah.
*Tere Lije
 

Dalam setiap pertengkaran, tidak ada yang diuntungkan.
Dalam setiap perdebatan, juga tidak ada yang menang.
Lantas, buat apa? Mending fokus mengurus diri sendiri, terus maju.
*tere lije
 

Saya kira, alay itu sungguh bukan jati diri kalian yang sebenarnya. Kalian bisa lebih baik dari itu. Saya tidak akan pernah percaya bahwa ke-alay-an kalian karena kalian memilihnya, merasa itu keren, dan akan jadi jalan hidup kalian hingga akhir masa.
Kenapa kalian alay? Karena pemahaman kalian belum sampai. Karena ikut2an, karena merasa itu seru. Sekali kalian tahu, paham bahwa itu justeru sebaliknya, maka kalian bisa menjadi remaja dan orang dewasa lainnya yang terus memperbaiki diri.
Sungguh, kalian bisa lebih baik lagi, dan lagi. Tidak sekadar jadi alay yang bisanya mengganggu kenyamanan orang lain membaca, berdiskusi, berkomunikasi--terutama di page ini.
*Tere Lije
 

Orang2 yang suka gombal, mempermainkan perasaan itu persis seperti saklar lampu saat mereka bilang "i love you". Tekan tombol saklarnya, klik, nyala lampunya, bilang suka. Tekan lagi tombol saklarnya, klik, padam lampunya. Mudah sekali, semau-mau mereka saja. Dan bisa klik-klik ke siapapun sepanjang jidatnya mulus.
Maka, susah sekali menjelaskan kalau kalian tertipu oleh orang2 ini, dan malah mau saja tetap percaya, memberikan kesempatan.
Carilah orang2 yang tidak mudah bilang suka, tapi saat bilang, dia langsung bawa satu rombongan keluarga. Dan akan membuat lampunya tetap menyala kecuali kalah oleh waktu.
*Tere Lije

Kadang situasinya memang mengenaskan. Kita hanya mengalami sebuah kejadian 15 menit saja, tapi butuh berpuluh tahun melupakannya--malah tidak lupa2.
Kita hanya kenal berbilang bulan saja, tapi butuh bertahun-tahun untuk menghapusnya dari hati.
*Tere Lije

Ketika kita menyayangi seseorang, maka bukan berarti kita harus selalu bilang "iya". Dalam situasi tertentu, demi kebaikan, kita bisa bilang tidak, berbeda pendapat dengannya.
*Tere Lije
 

Salah-satu perusak kebahagiaan orang itu adalah golongan iri hati dan dengki. Beberapa menyimpan iri hati dan dengki dalam hatinya, beberapa sebaliknya, menumpahkannya, berceceran, berserakan di mana2 untuk memuaskan rasa kesal di hatinya.
Tapi tenang saja, kalau orang2 ini sedang 'mengamuk', mending diam, abaikan, dan hati-hati melangkah biar tidak terpeleset sampah mereka. Jangan ditanggapi, jangan menurunkan pemahaman kita selevel dengan mereka.
Dan tentu, pastikan, bukan kita para perusak kebahagiaan orang ini. Pastikan bukan kita yang iri dan dengki hatinya.
Night, night.
*Tere Lije
 

Keran rezeki yang kita miliki, mudah atau beratnya urusan yang kita hadapi itu hak mutlak Allah. Maka jikalau kita sudah merasa siang malam bersyukur, bersabar, shalat tahajud, bersedekah, berbuat baik, dan tetap saja keran rezekinya mengucur tersendat, tetap saja berat beban hidupnya, maka itu sungguh keputusan mutlak Allah.
Boleh jadi, Allah sedang menguji hamba terbaiknya untuk melihat betapa tingginya sebuah kesabaran dan rasa syukur itu bisa terwujud. Sungguh, demi Allah, janji2 dalam kitab suci tidak akan meleset walau sepersejuta senti.
Selamat mengisi malam2 terakhir Ramadhan dengan menimba ilmu sebanyak mungkin.
*Tere Lije
 

Keran rezeki yang kita miliki, mudah atau beratnya urusan yang kita hadapi itu hak mutlak Allah. Maka jikalau kita sudah merasa siang malam bersyukur, bersabar, shalat tahajud, bersedekah, berbuat baik, dan tetap saja keran rezekinya mengucur tersendat, tetap saja berat beban hidupnya, maka itu sungguh keputusan mutlak Allah.

Boleh jadi, Allah sedang menguji hamba terbaiknya untuk melihat betapa tingginya sebuah kesabaran dan rasa syukur itu bisa terwujud. Sungguh, demi Allah, janji2 dalam kitab suci tidak akan meleset walau sepersejuta senti.
Selamat mengisi malam2 terakhir Ramadhan dengan menimba ilmu sebanyak mungkin.
*Tere Lije

Biasakanlah menulis pendapat kita dalam sebuah tulisan yang panjang dan komprehensif. Melalui proses pemikiran, di edit berkali2, diperbaiki, dipastikan sumbernya, diperbaiki lagi, maka jadilah dia sebuah tulisan yang baik.
Karena membuat tulisan seperti ini akan membuat kita belajar banyak, dan paham bahwa: satu tulisan yg dibuat dengan baik lebih berharga dibanding 1.000 status/tweet/komen yang asal keluar.
*Tere Lije
 

Kita tidak perlu menjelaskan hal-hal kepada orang yang tidak mau mendengarkan penjelasan. Jangan menghabiskan waktu.
*Tere Lije
 

Bagaimana orang lain menilai kita itu sih urusan orang lain. Tapi bagaimana kita menilai diri sendiri, itu jelas urusan kita.
Maka, berhenti terlalu mendengarkan ocehan orang lain. Mulailah meyakini kita itu berharga, bisa melakukan hal2 menakjubkan, dan lagi, lagi, terus lebih baik lagi. Kitalah yang menjalani hidup milik kita, tidak akan pernah orang lain yang menjalaninya.
*Tere Lije
 

Tidak ada komentar: