Selasa, 13 Agustus 2013

lelaki yang menghentikan waktu


"selamat pagi."

sapamu, sekalipun waktu di jam tanganku sudah sangat pantas di sebut siang hari. apakah bagimu waktu (juga) selalu pagi? saat dimana kita bisa merajut kembali mimpi-mimpi yang mungkin sudah terusir matahari.

"menanti secangkir kopi?"

tanyamu, sedang kau persis tahu aku tak suka memesan minuman selain air putih dan lemon tea di sini, atau jika aku ingin meminta pada pelayan segelas jus jambu untuk menemanimu bercerita yang lebih banyak tersampaikan dalam diam.

"merahmu membuatku teringat sesuatu."

katamu, berkomentar atas baju yang ku pakai. ah, padahal aku ingin sekali melihatmu mengenakannya, sebab bukankah kita memiliki kecintaan yang sama?

lelaki penghenti waktu, kau pernah datang dalam mimpiku. sekali sehari. setiap hari.
selalu hadir di waktu pagi, waktu yang sama-sama kita cintai.
kau pernah menyata, lalu hilang dalam helaan, pada masa yang hanya sekejap.
dan aku memegang erat memori tentang senyum dan tawamu yang terdengar dalam percakapan terakhir kita disela dinding yang kelak akan menjadi kenangan.

bagiku waktu selalu pagi, begitupun bagi kehadiranmu di sini.
maka hentikanlah setiap pagi-pagi kita
dan berharap semoga semesta mengaminkan segala do'a
hingga pemilik segala mengabulkan menjadi nyata

Tidak ada komentar: